Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle by VIDIO Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
DRAMA INI ADALAH FIKSI DAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN KENYATAAN
EPISODE 8
Kalau begitu...
Ya...
Masuklah.
Baiklah. Aku masuk, ya.
Iya.
Kenapa...
Aku baru ingat, ada hal yang ingin aku tanyakan.
Benarkah? Apa itu?
Tapi jika ditanyakan di depan rumah, agak...
Mau berjalan?
Aku bersedia.
Tanyakan apa pun. Aku akan jawab semua.
Apa yang ingin kamu tanyakan?
Ah...
Itu...
Bagaimana dengan barang-barangmu?
Aku menyimpannya di kamarku untuk saat ini,
tapi bukankah kamu harus sewa ruang penyimpanan lain?
Entahlah.
Jika menyewa dengan namaku, Bu Ketua bisa mengetahuinya.
Begitu, ya.
Jika kamu tak keberatan, boleh terus di rumahmu?
Aku bisa tenang karena itu di rumahmu.
Sekalian aku bisa melihatmu.
Dasar.
Padahal kamu bisa mengatakan hal seperti itu tanpa malu-malu.
Astaga.
Kalau begitu, aku akan masuk.
Aku juga.
Ada yang ingin kutanyakan.
Sungguh?
Iya.
Jadi, apa yang ingin kamu tanyakan?
Ah...
Itu...
Kamu pasti sangat dekat dengan kakak itu, ya?
Kak Jjin?
Kami sudah dekat sejak kecil, kami bertemu di gim.
Gim di mana kamu bertemu cinta pertamamu?
Iya.
Nama gim itu...
Astaga...
Kamu dekat dengan Pak Kim Shin Won, ya?
Iya. Ibu kami berteman...
Ya ampun. Kamu tak apa?
Ada motor...
Aku baik-baik saja.
Pokoknya, aku sudah dekat dengannya sejak kecil.
Oh, begitu, ya.
Tunggu sebentar.
Jadi, orang yang menyuruhnya menyelidikiku itu kamu?
Aku tak punya pilihan saat itu.
Karena kamu terlalu banyak tahu rahasia...
Astaga.
Sudah pergi?
Iya. Kucingnya sudah pergi.
Itu tadi kucing?
Apa terlalu berlebihan?
Sedikit.
Kamu tak perlu sampai begini di lingkungan sepi ini, bukan?
Kita bisa saja berpapasan dengan Ayah. Tak ada salahnya berhati-hati.
Selain itu, akan gawat jika ada karyawan kantor yang lihat.
Karyawan kantor tidaklah sedikit.
Di kantor pusat saja 8.000 orang,
jika ditambah anak perusahaan ada 10.000 orang.
Kita tak pernah tahu kapan dan di mana bisa berpapasan, benar?
Itu masuk akal.
Tunggu sebentar.
Ayo.
- Tak ada orang? - Iya.
Aku benar-benar harus pergi sekarang.
Hati-hati di jalan. Hubungi aku jika sudah sampai.
Baiklah. Sampai jumpa.
Ah...
Asyik.
Hore!
Peace?
"Rock N Roll," semacam itu?
MANAJER UMUM BAN JU YEON "Aku cinta kamu."
Dia sudah gila.
Itu arti isyarat tanganku.
Dia memang berbakat membuat orang tertawa.
MANAJER UMUM BAN JU YEON
SU JEONG
Ya ampun.
Dia berbakat membuat orang menggila.
SULO
Permisi.
Ya. Ada yang bisa kubantu?
Alkohol, air mineral, atau camilan?
Bukan itu.
Boleh aku minta nomormu?
Apa?
Aku ingin kita bertemu di luar.
AZ SEKURITAS CEO - LEE HYUNG GEUN
Oh...
Sepertinya aku tak bisa, Pak.
Kenapa? Karena aku pelangganmu?
Bukan. Aku tak peduli kamu pelanggan atau bukan.
Aku hanya...
...tak tertarik.
- Tak tertarik? - Iya.
Jika kamu butuh sesuatu selain nomorku, silakan panggil aku lagi.
KIM SHIN WON
SULO_HANA ODENG, KAMU JADI SATU-SATUNYA...
...SETELAH AKU MENCINTAIMU
BERHENTI MENGIKUTI
BERHENTI MENGIKUTI SULO_HANA?
BERHENTI MENGIKUTI
Kini, kami tak akan bertemu lagi, 'kan?
Kim Shin Won.
- Lama tak bertemu. - Hai.
Kita terakhir kali bertemu waktu reuni, ya?
Kamu sendirian? Pacarmu?
Oh, pacarku?
Kami sudah lama putus.
Sudah berapa jam?
Sudah lewat 24 jam?
Jangan bercanda.
Aku mau memberikan ini dulu.
Kalian sudah dengar?
Ha Jin bercerai karena suaminya berselingkuh.
- Astaga. - Kamu serius?
Aku tak menyangka Senior akan selingkuh.
Mereka sudah berpacaran sejak awal kuliah, 'kan?
Benar. Manusia memang tak bisa diprediksi.
Kasihan sekali Ha Jin.
Aku baik-baik saja.
- Ha Jin. - Kamu datang lebih awal.
Hei.
Aku sudah dengar tentang suamimu.
Kamu sungguh baik-baik saja?
Iya, baik-baik saja.
Aku memang marah pada awalnya,
tapi setelah bercerai, tak ada penyesalan.
- Ha Jin... - Apanya yang baik-baik saja?
Kamu tak perlu berpura-pura di depan kami.
Benar.
Astaga, aku serius.
Perceraian bukan hal biasa.
Tukang selingkuh harus benar-benar dilenyapkan.
- Siapa pun, tolong hentikan dia. - Hei...
- Ya ampun. - Kita bisa terlambat.
Oh...
Kita bertemu lagi di sini.
Mau makan permen bersama?
Karena kebetulan bertemu di sini, rasanya...
Rasanya seperti takdir?
Iya.
Aku merasa sesak mendengar teman-temanku menyuruhku menikah.
Karena itu aku kemari, tapi malah ada kamu di sini.
Begitulah.
Aku juga ke sini karena merasa sesak.
Kenapa?
Teman-temanmu juga menyuruhmu menikah?
Siapa yang bilang begitu pada orang yang baru bercerai?
Benar... Kamu baru bercerai, ya.
Aku menikah dengan mantan suamiku...
...setelah sepuluh tahun lebih berpacaran sejak awal kuliah.
Begitu, ya. Cukup lama juga.
Karena sudah lama mengenalnya,
kupikir aku sangat mengenalnya.
Tapi ternyata pernikahan itu hal yang berbeda.
Belum setengah tahun menikah, dia sudah berselingkuh.
Aku bahkan rela ke desa mengikutinya.
- Dasar pria sampah. - Iya, 'kan?
Dasar bedebah sampah.
Aku sungguh baik-baik saja setelah berpisah darinya.
Namun, semua orang bertanya apakah aku baik-baik saja.
Apa aku harus pura-pura tidak baik-baik saja.
Tidak perlu. Kamu 'kan baik-baik saja.
Iya, 'kan?
Aku harap kamu percaya padaku.
Aku pun juga frustrasi karena itu.
Padahal aku selalu tulus.
Namun, semua orang mengira tidak.
Orang yang paling tahu perasaanmu adalah kamu.
Kamu benar.
Padahal aku yang paling tahu...
...bagaimana perasaanku sebenarnya.
Aku benar-benar...
...selalu tulus.
Mau tidur denganku?
Kamu pernah bilang,
mungkin kamu bisa melakukannya sekali lagi.
Dan tak punya niat untuk berpacaran.
- Sekarang masih begitu? - Jika iya, kamu akan menolakku?
Iya. Aku akan menolak.
Kenapa menerimanya jika mau menolakku?
Seharusnya kamu mendorongku.
Bagaimana bisa aku mendorongmu?
Kamu sesuka itu padaku?
Tak bisa dibiarkan.
Kamu harus berpacaran denganku. Secara serius.
Ikutilah media sosialku lagi.
Tidak mau?
Mau.
Karena aku menyukaimu.
Katamu mau pergi rapat. Kenapa ke sini?
Karena sudah waktunya bertemu denganmu.
- Jalanan tidak macet? - Tidak, lalu lintas lancar.
Ya ampun.
Su Jeong.
Sejak kapan kamu keluar?
Pak Ban?
Ayah...
Ada urusan apa lagi kamu ke sini?
Begini...
Apa kabar, Pak?
Tentu saja baik.
Kamu sudah melihatku kemarin.
Barang-barang...
Orang yang menitipkan barang-barang di kamarku adalah Pak Ban.
Dokumen rahasia perusahaan.
Begitu, ya.
Karena Bu Baek adalah karyawan yang paling aku percayai.
Sebab itu aku menitipkannya di sini.
Terima kasih sudah mengizinkannya.
Tak masalah, kamu hanya menitip barang.
Tapi kenapa hari ini...
Kebetulan dokumen yang kuperlukan hari ini ada di sini.
Tapi ini akhir pekan...
Ah...
Kamu juga gila kerja, ya?
Pemimpin Yongsung memang berbeda, ya.
Sebenarnya, Su Jeong juga gila kerja.
Setiap hari lembur, akhir pekan pun kerja. Benar-benar luar biasa.
Yah, dia memang pekerja keras,
pantas saja kamu menyukainya.
Benar. Aku...
...menyukainya.
Jangan di luar seperti ini. Silakan masuk.
- Su Jeong, kamu sedang apa? - Apa?
- Kenapa... - Antar dia ke dalam.
Aku buang sampah dulu.
Tak masalah, 'kan?
Silakan masuk.
Ini kamarmu...
Benar.
PENGHARGAAN BAEK SU JEONG
Kelinci.
Kamu menjaganya dengan baik.
Tentu saja.
Kamu tak cari dokumennya?
- Katanya mencari dokumen penting... - Ah... dokumen.
Aku lupa.
- Ayo cepat cari. - Baik.
Kuncinya...
Di mana kuncinya...
Di mana kuncinya, ya?
Oh, ketemu. Ini kuncinya.
Itu dia!
Kalau sudah keluarlah, Ayah kupas buahnya dulu.
Baik.
Kamu sudah menemukan dokumennya?
Aku sedang mencarinya.
Kamu pasti merasa sesak.
Jagalah mereka di sini.
Karena kamu paling bisa diandalkan dari yang lain.
Kamu menyimpannya dengan sangat baik.
Aku ingin tanya.
Apa ini?
Entahlah. Apa itu?
Ayah sudah menunggu. Keluarlah untuk makan buah.
Aku pulang.
Aduh.
- Hei... - Hei!
Pertama-tama, keluarlah.
- Oh... - Keluarlah.
Kenop pintu kamar mandi rusak. Meski sudah dikunci,
kadang masih bisa terbuka.
Kebetulan itu terjadi saat kamu di sini.
Harus segera diperbaiki.
- Aku akan memperbaikinya nanti. - Oke.
Kamu pasti terkejut, ya?
Aku memang terkejut,
tapi tidak masalah.
Aku tak sampai kehilangan martabatku sebagai manusia.
Kamu benar. Astaga...
Silakan makan.
Kenapa kamu kemari?
Dia ingin mengambil dokumen penting yang ada di sini.
Dokumen penting?
Kalau sudah dapat, pergilah.
Kenapa harus meninggalkan jejak?
Meninggalkan jejak?
Dasar anak...
Baek Su Bin.
Kenapa kamu bicara begitu pada tamu?
Seharusnya kamu tetap molor...
Tetap tidur di kos. Kenapa kamu harus kemari?
Ini rumahku sendiri.
Berhenti memegang kepalaku. Nanti botak.
Pak Ban, ini...
Silakan makan.
Cepat. Keburu dingin.
Maaf, aku ada rapat hari ini.
Aku permisi dulu.
Satu saja.
Baiklah.
Kalau begitu, aku permisi.
Maaf merepotkan.
- Ya. - Baiklah.
Kamu ini kenapa? Jangan pegang aku!
Kalian memutuskan untuk berpacaran?
Kenapa kamu membawanya pulang? Itu sudah kelewatan!
Kamu ini bicara apa?
Kamu tak dengar kata Ayah? Dia mau ambil dokumen...
Benar, dia menitipkan dokumen padamu, itu menunjukkan hubungan kalian tak biasa.
Astaga.
Kamu berniat membohongi Ayah dan berpacaran diam-diam?
- Hei, kamu... - Kakak.
Bagaimana jika kalian ketahuan?
Aku dan Ayah tak masalah,
tapi bagaimana jika orang kantor tahu?
Ini cuma soal waktu sampai keluarga Pak Ban mendengarnya.
Meskipun Pak Ban benar-benar tulus,
keluarganya tak mungkin setuju denganmu.
Bagaimana jika keluarganya menyiram air...
...dan melempar amplop uang padamu?
Kamu mau memohon, "tolong biarkan kami saling mencintai,"
begitu?
Kamu kebanyakan menonton drama bukannya belajar.
Kami tidak berpacaran. Itu tak akan terjadi.
Dan meskipun itu terjadi,
- aku tak masalah. - Ya ampun.
Dasar gila.
Berhenti bicara omong kosong, cepat keluarlah.
Astaga. Baiklah.
Kamu pasti akan mengurusnya sendiri.
Tapi kamu tahu?
Aku benar-benar...
...berharap kamu tidak akan terluka.
Sekarang...
...aku sedang mengkhawatirkanmu.
Aku benar-benar adik yang baik.
Astaga. Siapa yang mau membawanya?
Sial.
Bukankah dia pewaris perusahaanmu?
Kamu pernah memperlihatkan fotonya.
Kebetulan sekali. Tapi kenapa dia di sini?
Dia pasti juga ingin makan kue.
Konglomerat juga makan yang seperti ini, ya.
Benar juga.
Pegawai kantor terlalu banyak.
Kudengar ini sulit untuk didapat.
Antreannya sangat panjang.
Syukurlah kita sudah pesan duluan.
Ayo berangkat.
Dia akan tiba kira-kira lima menit lagi.
Baik.
Bu Kwon.
Kamu sudah bekerja di Yongsung Group selama 20 tahun dan 3 bulan, bukan?
Wah...
Tepat sekali.
Wah...
Selama waktu itu,
putri yang rasanya baru aku lahirkan sudah masuk SMP.
Waktu cepat berlalu, ya.
Selama bertahun-tahun,
kamu selalu setia pada Bu Ketua.
Itu pasti karena kamu menghormatinya dengan tulus.
Aku senang kamu menyadarinya.
Namun, waktu itu,
kenapa kamu memberitahuku tentang kunjungan Bu ketua?
Apa alasanmu membantuku sampai rela melanggar perintah Bu Ketua?
Aku...
...tak tahu perbuatanku itu membantumu.
Aku meneleponmu...
...karena tak ingin ambil risiko apa pun yang bisa...
...mengganggu jadwal Bu Ketua.
Meski pada akhirnya,
itu akan menjadi masalah seiring berjalannya waktu.
Pak Ban.
Ya?
Aku harap penerus Yongsung adalah seseorang...
...yang bisa meneruskan visi Bu Ketua.
Sejauh ini, aku belum pernah bertemu...
...orang yang mirip Bu Ketua lebih dari kamu.
Setidaknya untuk saat ini.
Jadi,
aku harap tak akan ada masalah...
...yang membuat Bu Ketua kecewa lagi.
Jangan khawatir. Itu tak akan terjadi.
Beliau adalah perwakilan Arteta cabang Asia.
Aku Ban Ju Yeon.
Sudah lama aku ingin bertemu denganmu. Akhirnya kesampaian.
Ini...
...hadiah untuk putrimu.
Aku tak bisa menolak ini.
Putriku sangat ingin makan ini selama dia berada ke Korea.
- Ini. - Oh...
Terima kasih.
Aku sering lupa.
Mulai sekarang, aku akan membawakannya.
Bagus.
Oh, iya. Aku tak sempat bertanya kemarin.
Kamu bilang tak ingin hubungan serius,
tapi kenapa kamu berubah pikiran?
Yah...
Tak ada alasan.
Jika dipikir kembali, tak ada alasan untuk tak berpacaran.
Kamu menyukaiku dan aku pun menyukaimu.
Aku tak suka hal rumit.
Terikat dalam hubungan, berharap, kecewa,
saling berbohong, dan menyakiti. Bukankah itu melelahkan?
Jika suka, bilang suka.
Jika tidak, bilang tidak. Aku ingin berpacaran seperti itu.
Kupikir itu mungkin jika bersamamu.
Benar. Tujuan suatu hubungan adalah untuk bahagia.
Sudah datang.
SU JEONG Iya.
Aku akan segera berangkat kerja. Bagaimana denganmu?
Aku juga sedang berangkat.
Kita akan segera bertemu di kantor.
Kita harus lebih berhati-hati saat di kantor, mengerti?
Apa kamu lupa?
Aku orang yang menyembunyikan kehidupan pribadi...
...sepanjang hidupku.
Tak ada yang bisa menandingiku.
Kita tidak akan ketahuan, jangan khawatir.
Tapi kamu ketahuan olehku, bukan?
Itulah yang dinamakan takdir.
Kamu bilang itu takdir buruk dulu.
Pokoknya jangan sampai kentara, ya.
Tidak akan kentara.
Tak akan.
Aku juga.
Tak akan.
Halo, Bu Baek.
- Halo. - Halo.
Halo.
Bu Baek.
Kencan butamu lancar?
Kamu pergi kencan buta?
Apa?
- Kamu bilang menyukainya. - Sungguh?
Ya ampun...
Pak Yang.
Kamu pasti salah paham.
Aku menolaknya.
Dengan sangat jelas.
Begitu, ya.
Benar saja...
Benar saja, pria biasa tak akan bisa dengan mudah menarik hati Bu Baek.
Kamu cocok dengan pria yang lebih tua.
Kenapa?
Itu karena kamu orang yang tegas.
Jadi, kamu akan lebih cocok dengan pria yang sabar,
lembut, dan lebih tua.
Benar.
Selain itu, dia tak boleh punya spesifikasi yang terlalu hebat.
Kenapa?
Karena pria itu harus fokus mendukungmu.
Oh...
Jika hanya terobsesi dengan nama baik dan kesuksesannya,
kalian berdua akan kelelahan.
Bukankah bagus jika kami berdua hebat dalam pekerjaan masing-masing?
Sebenarnya aku tak ingin mengatakannya karena sudah jelas.
Tokoh utama komik yang kamu ceritakan waktu itu.
Jangan berpacaran dengan pria yang lupa telah berciuman seperti dia.
Pria itu benar-benar buruk. Benar-benar payah.
Pria apa yang seperti itu?
Bu Baek, jangan baca komik seperti itu. Tidak sehat.
Kamu benar.
Dan sebenarnya...
...aku ingin kamu tidak berpacaran dengan orang sekantor.
Aku tak ingin kamu mengundurkan diri hanya karena ada masalah dengan pria itu.
Pak Yang.
Tidak mungkin Bu Baek berpacaran dengan rekan sekantor.
Bu Baek pernah bilang padaku...
...bahwa berpacaran di kantor itu disebut neraka.
Hubungan Neraka. Benar, 'kan?
- Aku bilang begitu? - Iya, Hubungan Neraka.
Kalau begitu, syukurlah.
Hal itu tak akan terjadi.
Neraka...
Kenapa aku bilang begitu, ya?
Na Na.
Pak Yang di mana? Aku tak melihatnya dari tadi.
Dia ada di ruangan Pak Ban.
Begini...
BAN JU YEON Pak Ban.
Pak... Pak Ban.
Sial.
Bu Baek.
Zaman sekarang,
siapa yang masih mencetak dan menyalinnya satu per satu?
Sepertinya melelahkan.
Ini dokumenku.
Ada juga punyamu.
Jika sudah selesai, aku akan menerimanya.
Baiklah.
Bu Baek.
- Ini... - Pak Ban!
Meski kurang dalam kerja praktik, bukankah itu keterlaluan?
Bagaimana tak tahu cara menyalin?
Apa?
Lihat! Taruh kertasnya di sini.
Tekan tombolnya...
Kertasnya keluar, 'kan?
Tulisannya hitam, kertasnya putih.
Pergi dan periksalah.
Pergilah!
Baik.
Yang benar saja.
Bagaimana dia akan bertahan hidup?
Bu Baek...
Kamu kembali jadi Pembunuh Manajer Umum? Ingat, dia pewaris perusahaan.
Bagaimanapun, dia harus tahu cara menyalin.
Dia pun tak tahu cara menyalin?
Pantas saja, dia pun tak tahu cara menghancurkan kertas.
Aku terjebak di dalam dan kena marah terus.
Kamu juga kena?
Iya.
- Astaga. - Dia benar-benar orang aneh.
Aku sangat terkejut tadi,
aku tak benar-benar memarahimu. Kamu tahu, 'kan?
Aku tahu cara menyalin.
Aku pun pernah menjadi pemagang dan sekretaris.
Aku tahu.
Kamu bisa segalanya.
Kamu tahu betul.
Marahlah padaku sekarang.
Marahlah padaku karena kejadian tadi.
Lantas, bagaimana menjelaskan alasan kita di sini?
Bagaimana aku bisa marah padamu?
Kamu sering memarahiku dulu.
Apa mereka sedang bertengkar?
- Tapi suasananya terlihat akrab. - Entahlah...
Pak Ban!
Atasan tak boleh kesal dengan masalah sepele begitu.
Pemimpin yang baik harus bisa menerima kritik.
Kamu mengerti?
Mengerti, tidak?
Astaga. Dia mulai lagi.
Aku baru saja melihat legenda di depan mataku, 'kan?
Ayo kita turun sebelum kena imbasnya juga.
Sepertinya lebih baik begitu.
Wah...
Di kantor memang berbahaya. Ayo turun.
Kamu benar-benar...
...hebat dalam berimprovisasi.
Cukup hebat.
Aku tak punya pilihan lain.
Itu tadi akting.
Kamu merasa kesal?
Kenapa kamu bisa mudah marah?
Kamu merasa ingin marah-marah jika melihatku?
Kenapa?
Karena aku bukan pria lebih tua dan tidak fokus mendukung pacarku?
- Kamu mengkhawatirkan perkataan itu? - Tidak.
Bukankah kamu juga lebih ingin berpacaran dengan pria lebih tua?
Saat di peternakan kamu pun sibuk mempermasalahkan selisih umur...
...dan meremehkan pacar yang lebih muda.
Kamu pun tak menganggapku pria...
...waktu itu.
Itu...
Sebenarnya, cinta pertamaku lebih muda dariku.
Karena itu aku berusaha menghindari pria yang lebih muda.
Itu masa lalu kelam.
Astaga. Menyebalkan.
Apa yang bisa membuatmu merasa lebih baik?
Kabulkan permintaanku.
Mau kubelikan susu cokelat?
Atau mau pergi ke arkade bersama?
Kamu pikir aku anak kecil?
Kalau begitu...
Kamu tak boleh minta cium, ya.
Kamu suka hal seperti itu, ya?
- Apa? - Kenapa aku harus memintanya?
Bukan permintaan seperti itu, jangan khawatir.
Aku akan katakan jika teringat.
Baiklah, kalau begitu.
Bukankah aku tak perlu meminta...
...yang seperti ini?
YONGSUNG DEPARTMENT STORE
Jadi, dia ingin meminta hal ini?
CADIS ETRAMA DI RAIZEL Ini daftar karakter favoritku.
Namanya lebih mudah diingat daripada nama anjing tetangga.
REGIS K LANDEGRE
Ya ampun.
Cemburu.
SU JEONG Aku sudah hafal semua.
Kemampuan mengingatnya cepat.
Mari pergi.
Apa semua ini?
Ada yang kamu rayakan?
Bagaimana bisa menghabiskannya sendiri?
Su Jeong, aku punya pacar.
Tiba-tiba?
Kapan, di mana, bagaimana kalian bertemu?
Dia pelanggan restoranku. Terjadi begitu saja.
Kami sangat cocok secara fisik dan perasaan.
Astaga. Kamu bilang tak berniat berpacaran.
Tapi...
...kamu juga mengenalnya.
Aku kenal? Siapa?
Kim Shin Won.
Apa?
Pak Kim dari Tim Desain di kantorku?
Iya.
Tidak mungkin.
Bagaimana kalian bisa...
Kalian sungguh berpacaran?
Tidak boleh. Dia itu tukang selingkuh.
Si tukang selingkuh itu aku?
Pak Kim, kenapa kamu keluar dari sana?
Karena aku pacarnya.
Kamu bisa menaruhnya di sana.
Baik!
Aku mengerti!
Sepertinya dia bukan pacar, tapi pelayan.
Ya ampun.
SULO
Kamu salah paham.
Dia harus selingkuh untuk disebut tukang selingkuh.
Dia tipe pria yang berpacaran setelah menyelesaikan hubungan lama.
Karena ini aku jatuh cinta padamu.
Kamu memahamiku tanpa ada salah paham.
"Dor," begini.
Ya...
Aku pikir kamu seperti itu karena orang terdekatmu bilang begitu.
Pokoknya jangan selingkuh.
Tentu saja.
Tapi...
...siapa orang terdekatku?
Itu...
Bukankah kamu dekat dengan Pak Ban?
Bagaimana kamu tahu kami dekat?
Semua orang tahu.
Astaga. Aku sudah berusaha menyembunyikannya. Ternyata kentara juga.
Jadi,
bagaimana hubunganmu dengan Pak Ban?
Yah...
Seperti biasa, baik-baik saja.
Tak ada hubungan spesial?
Tidak ada.
Ha Jin, jangan khawatir.
Ju Yeon tidak mungkin berpacaran dengan rekan sekantor.
Karena jika Bu Ketua tahu, akan jadi masalah besar.
- Sungguh? - Iya.
Dan karena sifat Ju Yeon cukup dingin saat di luar,
jadi jika dia berpacaran...
Bagaimana, ya? Lebih baik dengan wanita yang imut.
Wanita baik dan lembut yang bisa menerima Ju Yeon.
Astaga, benar-benar bertolak belakang dengan Su Jeong.
Benar.
Sangat bertolak belakang dengan Bu Baek.
- Iya, 'kan? - Iya.
Ya...
Sial...
BELAHAN JIWA
Halo, Pak Ban. Sudah selesai kerja?
Baiklah, kalau begitu. Ayo berkencan setelah pulang kerja.
Orang-orang biasanya pergi berkencan ke bioskop, restoran, atau kafe.
Ada yang ingin kamu kunjungi?
Aku juga sama.
Namun, jika dipikir, jangan di tempat yang banyak orang.
Aku lebih suka tempat yang sepi.
- Sungguh? - Iya.
Kita sudah sering bertemu banyak orang di kantor, tak perlu lagi ke tempat ramai.
Oh, ada tempat yang ingin aku kunjungi.
Hei, Yongsung Group mengumumkan ahli warisnya.
Apa-apaan?
JERITAN PARA WANITA SUDAH TERDENGAR NAMANYA PUN BAN JU YEON?
Dia pun masih muda. Iri sekali.
Kami harus lebih berhati-hati.
YONGSUNG DEPARTMENT STORE
Kontrak untuk perusahaan...
...yang akan masuk ke area pujasera sudah selesai.
Renovasi interior bisa dimulai sesuai jadwal.
Baiklah.
Tapi masih ada kontrak yang belum selesai dari Tim 2.
Ada satu perusahaan yang masih di tahap negosiasi.
Tapi sudah hampir selesai.
Tolong selesaikan dengan cepat.
Baik, Pak.
Tim Penjualan 1 pasti senang, ya.
Karena semua urusan sulit dikerjakan oleh Bu Baek.
Kamu tahu, kami pun juga berusaha.
Jika saja Bu Baek tidak muncul,
kami pasti sudah menyelesaikannya dengan cara lain.
- Sungguh? - Kalian punya waktu mengobrol, ya?
Saya tidak punya.
Tim Pengembangan.
Bagaimana kemajuan area pertunjukan di rumah botanik?
Kami sudah mengamankan pengisi acara.
Selain pertunjukan, saya juga berencana memanfaatkannya...
...sebagai kafe atau area acara rutin.
Saya akan membuat laporannya.
Baiklah. Bagus.
Mari akhiri rapatnya.
BELAHAN JIWA Bagus. Kamu hebat.
Sebenarnya aku ingin bilang itu, tapi aku harus menahannya karena keadaan.
Sampai jumpa di kencan nanti.
Wah...
Bu Baek memang hebat dalam bekerja.
Pasti senang, ya, mengerjakan semuanya sendirian.
Aku bertanya karena penasaran.
Kamu tidur dengan Pak Ban?
Apa?
Kalian terlihat akrab.
Tak ada kepala tim lain yang selalu dipuji olehnya selain kamu.
Mungkin karena hanya aku yang benar-benar bekerja.
Bukan begitu.
Kamu selalu bekerja seperti itu sejak dulu.
Tapi kenapa hanya Pak Ban yang bersikap baik padamu?
Apa karena dia pewaris, jadi kamu merayunya kali ini?
Sungguh tak tidur dengannya?
Hubungan kami tidak seperti itu.
Sungguh?
Baiklah, kalau begitu.
Lain kali, katakan hal seperti itu di tempat yang banyak orang.
Aku butuh saksi mata jika ingin menuntutmu.
Kesabaran itu ada batasnya.
Astaga...
Ini baju terkeren yang aku punya.
Kenapa pakai baju itu...
Aku tak punya pilihan lain.
Aku hanya bersiap siapa tahu ketahuan,
jadi aku tak pakai baju yang kusuka.
Meskipun begitu,
kamu jadi terlihat mau pergi kerja bukan kencan.
Karena tahu akan seperti ini, aku sudah menyiapkannya.
Apa?
Gantilah pakai ini.
Ambil.
Jadi, kamu ingin ke sini?
Tempat ini sepi.
Sepertinya kamu ingin kita ketahuan.
Siapa yang sebenarnya ingin begitu?
Kamulah yang selalu menciumku lebih dulu.
Aku tahu.
Kamu ke sini agar tidak ketahuan oleh orang lain, bukan?
Kamu pun pasti ingin pergi ke restoran, kafe, bioskop,
dan tempat sejenisnya, bukan?
Tidak. Aku mengajak kemari karena benar-benar ingin ke sini.
Banyak yang pergi kencan ke Sungai Han.
Selain itu...
Kita jadi bisa berpegangan tangan seperti ini.
Kamu suka lagu ini?
Iya.
- Jika kamu tidak suka, mau ganti? - Tidak.
Aku juga pernah suka lagu ini.
Kenapa "pernah"?
Aku tak bisa menyukainya lagi.
Jangan bilang,
ini juga termasuk kenangan cinta pertamamu?
Yah...
Ya, begitulah...
Kamu pasti sangat menyukainya.
Dia punya banyak saham di hidupmu.
Itu karena dia kenangan terburukku.
Tak perlu khawatir.
Masa lalu adalah masa lalu.
Musik tidak salah.
Sukailah lagi. Bersamaku.
Baiklah.
Apa yang begitu seru?
Astaga...
Ada apa? Kamu punya pacar?
- Minta menunya! - Menunya di sini.
Ayolah, aku bukan Bu Ketua, tak perlu disembunyikan.
Katakan sejujurnya.
Aku akan selalu setuju jika kamu mulai berpacaran,
mendukung dan menyemangatimu.
Lihat anak ini.
Kamu tidak menyangkal. Kamu sungguh berpacaran?
- Iya. - Dengan siapa?
Siapa yang mencuri hatimu?
Jangan mencari tahu lebih dalam. Kamu bisa terluka.
Cantik?
- Begitulah. - Tidak cantik, ya.
Mana mungkin?
Cantik.
Cantik.
Stroberi...
...cantik semuanya.
Cantik semuanya.
Dia benar-benar menyukaiku.
Dan aku juga menyukainya.
Orang itu Baek Su Jeong?
Jangan menebak sembarangan.
Katanya Ggakdugi di sini enak, ya?
Benar. Dia Bu Baek.
Fokus utama proyek ini memang area pujasera,
tapi agar penjualan meningkat signifikan, pembaruan area merek mewah juga penting.
Merek-merek mewah biasanya punya identitas yang kuat,
jadi kesepakatan renovasi interior tidaklah mudah.
Terutama dengan Arteta.
Jika merek utama, Arteta, di area merek mewah tidak berubah...
Jangan khawatir.
Aku sudah bertemu dan mengatasinya.
- Apa? - Aku rapat di sana minggu lalu.
Aku sudah menghabiskan banyak waktu untuk ini.
Klien yang gagal aku temui di pesta waktu itu adalah perwakilan Asia mereka.
Itu...
Sejak kapan kamu memikirkannya?
Sejak awal proyek pembaruan.
Dengan masuknya Arteta,
kita bisa promosi lebih agresif dan perombakan citra besar-besaran.
Wah...
Saat ini,
kamu berpikir aku keren, 'kan?
- Tidak. - Sepertinya benar.
Sungguh tidak begitu.
Meski tidak, katakan saja benar.
Karena aku melakukannya agar terlihat keren.
Menjauhlah, ini di kantor.
Saat di kantor...
...kamu juga mengintip saat aku ganti baju, bukan?
Ya ampun...
Kamu tak tahu betapa kagetnya aku waktu itu?
Ada tato naga di punggungmu, sudah seperti preman yang...
Maksudku...
Ada pria berpakaian aneh berada di dalam kantor manajer umum.
Aku sungguh tak suka gaya itu, sampai tak mau terlibat denganmu.
Sekarang bagaimana?
Aku tak peduli.
Karena aku menyukaimu.
Sejak kapan kamu menyukaiku?
Apa?
Awalnya, kamu tak mau terlibat denganku. Apa alasannya?
Bagaimana kamu mulai menyukaiku?
Itu...
Apa biasanya orang bertanya hal seperti itu begitu saja?
Aku tak tahu biasanya. Semua ini pertama kali bagiku.
Namun, aku ingin tahu.
Jadi, aku bisa berusaha...
...agar kamu terus menyukaiku.
Cepat.
Cepat.
Katakanlah.
Itu...
Setelah dilihat-lihat, kerjamu bagus.
Dan...
...kamu tak keberatan dengan sifatku yang keras.
Boleh aku rekam?
Ya ampun. Kenapa harus direkam?
Lalu?
Lalu...
Kata sandimu lucu.
Aku jadi merasa kamu sedikit imut.
Apa?
Aku bukan tipe yang imut, tapi keren.
Katakanlah sekali lagi. Aku imut?
- Bukan keren? - Kenapa? Kamu bisa saja imut.
Tidak.
Aku beri satu kesempatan lagi.
Imut?
Imut.
Laporannya cukup lama, ya?
Iya...
Karena Pak Ban ada perjalanan bisnis nanti,
aku melaporkan semuanya di awal.
Benar juga.
Kudengar akan dibuat kafe dan area pertunjukkan di rumah botanik?
Pasti butuh waktu lama untuk melaporkan semua itu.
Benar. Aku melaporkan itu juga.
Permisi.
Sepertinya Ju Yeon dan Su Jeong...
...berpacaran.
Ju Yeon bilang, dia mulai berpacaran.
Tapi aku tak bisa menebak...
...wanita lain selain Baek Su Jeong.
- Lantas... - Tapi menurutku...
...tak masalah jika mereka terus berpacaran.
Bagaimana jika mereka tahu identitas masing-masing?
Mereka pasti akan sangat terkejut.
Mereka bisa saja tetap tidak tahu seperti sekarang.
Selain itu,
sudah lama aku tak melihat Ju Yeon...
...benar-benar bahagia seperti ini.
Aku tak tega memisahkan mereka...
...dengan mulutku sendiri.
Astaga...
- Aku sudah mencetaknya. - Baik. Terima kasih.
SEOUL
HANAM
SUWON
DAEJEON
BELAHAN JIWA
Halo, Pak Ban. Jadwalmu sudah selesai?
Iya, aku sudah sampai di kamar hotel.
- Kamu sudah bekerja keras. - Aku merindukanmu.
Baru sehari kita tak bertemu, besok kita akan bertemu.
Bagaimana jika aku ingin pergi menemuimu sekarang?
Tahanlah.
Sepertinya kamu tak terlalu merindukanku.
Kamu ada jadwal besok. Aku tak mau kamu kelelahan karenaku.
Namun, tentu saja aku merindukanmu.
Benar, ada komik yang ingin aku baca sekarang.
Itu komik edisi pertama tahun 1996.
Tak ada di internet.
Apa?
Aku tak bisa menahannya. Aku harus membacanya sekarang.
Namun, komik itu ada di rumahmu.
Aku pergi sekarang.
Bukan untuk kamu,
tapi untuk mengambil komik.
Baiklah, aku akan mencarikannya.
Baik.
Astaga.
Kepalanya besar sekali.
NAGA API HITAM
Dia berlagak tidak suka,
tapi menyimpannya dengan baik.
Apa boneka ini jelek?
Ya ampun. Di mana komiknya, ya?
Su Jeong.
Kenapa kamu di luar? Keluar saja saat kutelepon.
Apa kamu sangat merindukanku?
Hanya kamu yang bisa membebaskanku...
...dari kegelapan ini.
Aku harap kamu mengizinkanku...
...mencintaimu.
Kenapa ini...
Kamu Naga Api Hitam, 'kan?
Subtitle by VIDIO Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
MY DEAREST NEMESIS
TERIMA KASIH KEPADA YOON PARK ATAS PENAMPILAN SPESIALNYA
Mungkin aku sangat kesepian.
Kamu juga menyukaiku, 'kan?
Itu sebelum aku tahu siapa kamu.
Aku menyesal. Maukah kamu memaafkanku?
Ada tulisan yang diunggah di forum karyawan pagi ini.
Bu Baek, kudengar kalian sudah menentukan tanggal, ya?
Apa itu benar?
Keluarkan Baek Su Jeong dari perusahaan, jangan sampai kentara.
Bukannya mudah, tapi akhirnya sudah jelas.
Karena itu, ayo kita putus.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.