Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle by VIDIO Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
SEMUA TOKOH, NAMA, ORGANISASI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
EPISODE 7
Kamu tahu rupanya. Itu merek yang kupakai.
Aku hanya memakai merek ini.
Vokalis band favoritku juga memakai merek ini.
Su Jeong.
Ada apa?
Oh...
Maaf, Ji Woo.
PAK BAN JU YEON
Maaf. Aku permisi sebentar.
Halo?
Apa?
Aku di department store. Kenapa...
Halo?
Tunggu.
Apa-apaan?
Apa ada masalah?
Tidak.
Kalau begitu, ayo pergi.
Ya.
Bagaimana dengan ini?
Terlihat rapi, cocok denganmu.
Apa?
Ini bagus. Aku suka.
Ukurannya...
Ya ampun. Tunggu sebentar, ya.
Baik.
Permisi.
Astaga.
Pak Ban?
Kenapa kamu ada di sini?
Kamu tak boleh terlihat publik.
Kamu benar.
- Aku tahu ini tindakan gila. - Tapi kenapa kamu ke sini?
Aku ingat semuanya.
Karena itu...
...adalah ciuman pertamaku.
Astaga. Kenapa ini terkunci?
Aneh...
Bagaimana ini?
- Ada apa? - Pintunya terkunci.
Padahal tidak ada yang masuk.
Tunggu di sini.
Astaga. Ya Tuhan.
Oh, maaf.
Aku tidak tahu kamu ada di dalam.
Kenapa kamu masuk ke sana?
Aku mengecek bajuku. Kupikir aku memakainya terbalik.
Kamu pasti terkejut karena aku tak menjawab.
Apa ada ukuran yang pas?
Tidak ada.
Kebetulan ukuranku tidak ada.
Kita bisa cari baju lain.
Yang itu! Itu bagus sekali.
Baju warna abu-abu itu!
Bagaimana kalau yang abu-abu ini?
Apa ada ukurannya? Bisa tolong dicek?
- Baik. - Ya.
- Mohon ditunggu. - Sulit menghilangkan noda di baju putih.
Motifnya juga bagus.
Kamu bisa lihat-lihat di sini. Aku akan mencari di sana.
Semuanya bagus.
Terima kasih sudah membantu memilih, Su Jeong.
Kapan kita bisa bertemu lagi?
Itu...
Kurasa kita tidak bisa bertemu lagi.
Oh...
Bu Baek Su Jeong.
Ada pekerjaan mendesak. Kenapa kamu di sini?
Apa?
Waktu kita tak banyak. Ikuti aku.
Itu...
Tunggu, Pak Ban!
Astaga, maafkan aku.
Tidak apa-apa. Pergilah.
Aku sungguh minta maaf.
Jadi...
...silakan menyukainya semaumu.
Kenapa kamu pergi begitu saja?
Kamu membuatku merasa bersalah padanya.
Aku tidak merasa bersalah pada pria itu.
- Apa? - Tapi...
...maaf aku tidak ingat ciuman itu.
- Maaf soal itu. - Astaga.
Sekarang kamu minta maaf?
Baiklah. Aku terima maafmu.
Lagi pula, aku sudah melupakan kejadian itu.
Melupakannya?
Itu lebih baik untuk kita ke depannya.
Sepertinya kamu salah paham.
Aku minta maaf karena tidak ingat.
Aku takkan minta maaf karena menciummu.
Itu bukan kesalahan.
Jadi...
Itu bukan kesalahan?
Bukan.
Aku tidak melakukannya tanpa alasan.
KAK JJIN
Aku...
Aku baru ingat ada janji.
Kita bicara lagi nanti.
Tapi...
Apa dia malu?
Itu bisa dipahami.
Ternyata dia pemalu.
Apa kencanmu begitu panas?
Kak Ha Jin!
Maksudku, apa hatimu membara?
Apa yang kamu pikirkan?
Jadi, kamu akan mengencaninya?
Tidak. Aku menolaknya.
Apa? Kenapa?
Apa dia tidak sesuai harapanmu?
Dia sesuai harapanku.
Tepat.
Dia tipe idealmu.
Dia lebih tua darimu, punya pekerjaan yang stabil.
Selera dan kepribadiannya juga normal.
Benar.
Aku tak suka pria yang lebih muda dan memiliki selera unik.
Jadi, apa masalahnya?
Atau...
Ada pria lain yang kamu suka?
- Pesan satu gelas Highball. - Baik.
Bagaimana?
Kuambilkan.
Tidak...
Aku tidak mungkin...
Itu mustahil.
Aku memakai ini...
Apa jaket ini membuatku terlihat lebih keren?
Bisa-bisanya aku melupakan memori berharga ini.
Jangan pernah minum makgeolli lagi, Ban Ju Yeon.
Ayolah.
MUSIK PENGANTAR TIDUR
Itu bukan kesalahan.
Aku tidak melakukannya tanpa alasan.
Lantas apa?
Dia mengajakku berpacaran?
Dia seumuran Baek Su Bin.
PAK BAN JU YEON MENGIRIM GAMBAR
MENGIRIM 6.000 WON
THE GUY WHO WILL GIVE A KISS FOR 6000 WON
Aku bukan pria seperti ini.
Apa maksudnya?
Astaga.
Dia konyol sekali.
PAK BAN
Tolong percaya padaku.
Dia bicara apa?
Dasar.
Apa-apaan ini?
Ah, masa bodoh.
Kapan tepatnya "nanti" yang kamu maksud?
BU BAEK SU JEONG
Ini terlalu formal.
Padahal...
BAN JU YEON BAEK SU JEONG
...kami sudah melakukan itu.
INFORMASI KONTAK
BAEK SU JEONG
SU JEONG
SU JEONG
Terkadang kita harus menunggu.
Kami akan bertemu besok. Aku tak perlu tergesa-gesa.
Su Jeong.
Ibu dengar temanmu menolak pria itu.
Ya. Bagaimana Ibu tahu?
Katanya temanmu kelihatan angkuh.
Ibunya terus mengeluhkan itu.
Seharusnya kamu saja yang menemuinya.
Jarang ada pria yang mau menerima wanita dengan aib.
Tunggu.
Wanita yang Ibu maksud itu aku?
Benar. Kenapa kamu harus bercerai?
Kenapa bercerai disebut aib?
Kalau begitu,
apa orang dengan pikiran jernih...
...akan menghancurkan rumah tangganya karena tidak bisa menahan emosi?
Itu karena kesabaranku sudah habis.
Aku tidak masalah, tapi jangan bilang begitu di depan orang lain.
Jika Ibu bilang begitu,
orang-orang akan membenci Ibu.
Bukan hanya Ibu, semua orang menganggap itu aib.
- Banyak orang yang tidak berpikir begitu. - Astaga.
Pasti cuma kamu.
Aku serius. Ada orang lain selain aku.
Apa dia pria?
Astaga.
Di dalam kepala Ibu hanya ada pria, ya?
Kalau itu pria, bawa dia ke sini.
Kenapa? Ibu mau mengencaninya?
Dasar kamu ini.
Kamu suka bicara sembarangan.
Ayah! Ibu mau mengencani pria lain.
- Astaga. - Ibu mau begitu.
Seo Ha Jin.
Jangan menjahili Ibu.
Dia begitu karena mencemaskanmu.
Astaga, sedihnya hidup melajang.
Kamu mencari seseorang?
Oh...
Tidak.
Ayo naik. Kita punya banyak urusan penting.
DIVISI PERENCANAAN
Oh...
Oh.
Seok Hee.
Kenapa kamu membawa ini?
Ini tugasku.
- Aku tahu, tapi biar kubantu. - Tidak usah.
Tidak apa-apa.
Hei...
- Halo, Pak. - Halo, Pak.
Bu Baek, kamu tidak naik?
- Bu Baek... - Pak Jeong!
Ya?
Bagaimana kabar Ludwig Friedrich Heinrich Karl Barbarossa?
Bagaimana kamu tahu nama anjingku? Orang tuaku saja tidak hafal.
Tentu aku tahu.
Kudengar kamu mengadopsi anjing terlantar.
Aku selalu mendukung perbuatan baikmu.
Aku terharu.
Apa-apaan dia?
Na Na, makan ini.
- Aku akan makan di luar. - Apa?
Kenapa dia terus menghindariku?
KAMU ADALAH IBLIS
KELEBIHAN: TIDAK ADA
KEKURANGAN: MENGATAKAN, "BABY, AYO KITA PERGI"
KEKURANGAN: LIMA TAHUN LEBIH MUDA GAYA PAKAIAN JELEK
Hanya ini?
TATO NAGA JELEK, DAYA INGAT BURUK, SUKA MUSIK YANG BERISIK
BISA TERKENA DIABETES KARENA SUKA MANIS, TAK BISA DIAJAK MINUM KOPI
TOKO PERKAKAS NOMOR SATU
Astaga.
Aduh, lelah sekali.
Astaga.
Ya ampun.
Yongsung Department Store memulai proyek pembaruan berskala besar...
...yang dipimpin oleh Ban Ju Yeon,
cucu dari Jung Hyo Sun, Ketua Yongsung Group.
Ban Ju Yeon yang identitasnya tidak pernah dipublikasikan...
...akhirnya diperkenalkan secara resmi.
Ini memunculkan spekulasi dimulainya suksesi manajerial.
- Penetapan ahli waris... - Wah.
Dia pria hebat rupanya.
Artikel promosi sudah rilis, Bu. Aku kirimkan tautannya.
Baiklah. Kuperiksa sekarang.
Tim Humas menambahkan cerita Pak Ban.
PROYEK PEMBARUAN DIPIMPIN OLEH BAN JU YEON Berkat itu,
responsnya sangat baik.
Tampaknya dia sudah resmi jadi penerusnya.
Luar biasa.
...IRI SEKALI HAHA Dia hidup di dunia yang berbeda.
DIA TAMPAN
AKU IRI PADA PEGAWAI YONGSUNG
Benar juga.
Bagaimana bisa aku lupa soal ini?
Aku tidak perlu bimbang.
AKU IRI PADA PEGAWAI YONGSUNG
KAMU ADALAH IBLIS
PINDAHKAN KE TEMPAT SAMPAH
YONGSUNG DEPARTMENT STORE
Aku tak punya alasan untuk menghindarinya.
Astaga.
Benar sekali.
Kamu tidak bisa terus menghindariku.
Kita harus bicara tapi kamu terus menghindar.
Padahal kamu baik dan ramah pada pegawai lain.
- Apa yang ingin kamu bicarakan? - Aku sudah bilang.
Ciuman itu bukan kesalahan.
Aku tidak ingin melupakannya jadi...
- Jika kamu tidak membenciku... - Pak Ban.
Kamu pasti lupa kalau kita ada di kantor.
Kamu adalah manajer umum.
Bukan manajer biasa, tapi pewaris Yongsung.
Dan aku bawahanmu.
Kamu tidak ingin melupakannya?
Lantas kamu mau bagaimana?
Kamu mau memegang tanganku?
Kamu bisa keluar sambil memegang tanganku?
Apa kamu bisa berdiri di depan semua orang dan Bu Ketua?
Aku juga tidak mau itu terjadi.
Aku tidak ingin dipecat.
Jadi...
Tak ada yang perlu kita bicarakan.
Aku...
Aku akan menganggap kamu paham maksudku.
Apa kamu lupa aku menyatakan perasaan padamu?
Oh, itu?
Kamu lupa aku sudah menolakmu?
Jika kamu datang ke restoran dengan tujuan itu, aku merasa terbebani.
Kukira kamu sudah pulang.
Ah, pikiranku sedang kacau.
Silakan naik.
Ya.
Apa? Se Won akan menikah?
Teman sekolah kita?
Ya. Rasanya baru kemarin dia mengejar-ngejar dirimu.
Kamu memang dincar banyak gadis.
Dia ingin bertemu untuk memberikan undangan.
Baiklah.
Kamu sudah pulang?
Mau minum bersamaku?
Tentu.
Bagaimana kalau bertemu di Sulo lagi?
Ah...
Ke tempat lain saja. Aku tak akan ke sana lagi.
Kenapa? Makanan di sana enak.
Aku tidak bisa membebaninya.
Apa katamu?
Apa?
Aku sudah terlalu sering ke sana.
Sekarang aku tak akan ke sana lagi.
SULO
Kenapa aku ada di sini?
Seingatku, aku menuju rumahku.
Ini makanan yang kalian pesan.
- Selamat menikmati. - Terima kasih.
SULO
Kehadiran seseorang memang terasa makin berharga setelah dia pergi.
Kamu sempat dibahas dalam rapat direksi.
Semua orang memberi respons positif.
Mereka juga berharap banyak dari proyek pembaruan.
Syukurlah.
Setelah identitasmu resmi diumumkan,
orang-orang memperlakukanmu dengan cara yang berbeda.
Aku harus bekerja lebih keras karena tanggung jawabku semakin besar.
Kamu adalah manajer umum.
Bukan manajer biasa, tapi pewaris Yongsung.
Dan aku bawahanmu.
Jadi...
Tak ada yang perlu kita bicarakan.
Bahkan di saat itu pun kamu terlihat cantik.
Baek Su Jeong.
Aku sudah lihat artikelmu. Fotomu bagus. Kapan kamu dipotret?
Apa ada minuman bersoda atau kopi?
Tidak. Minum ini.
Benar.
Aku butuh air mineral untuk menyadarkan diriku.
Kenapa tiba-tiba ke sini?
Aku hanya ingin memberimu selamat.
Tunggu.
Apa aku hanya bisa ke sini saat ada perlu?
Menurutmu tidak?
Sebenarnya...
...aku butuh tempat tujuan...
...atau aku akan ke tempat itu lagi.
Ju Yeon.
Apa kamu tahu kenapa Jenderal Kim Yu Shin memenggal kepala kuda?
Maksudmu, jenderal kelahiran tahun 595 dari dinasti Silla?
Aku menghormatinya sebagai jenderal.
Tapi dia melampiaskan amarahnya pada hewan karena tak bisa mengontrol emosi.
- Kenapa menanyakan itu? - Apa?
Oh...
Yah...
Kamu benar.
Tapi aku paham perasaannya.
Aku tidak bisa mengikat tubuhku sendiri.
Otakku tahu kalau perbuatanku tidak benar.
Tapi aku selalu ingin melihatnya.
Mungkin karena itu...
...tubuhku selalu membawaku kepadanya.
Ah, aku harus sadar.
Hati memang selalu mendahului otak.
Apa aku begitu menyukainya...
...hingga tidak bisa merelakannya?
YONGSUNG DEPARTMENT STORE
Selamat pagi.
Oh, ya.
Bu Baek...
Astaga.
Ya, kami akan bertemu lagi besok siang.
Dia mau mentraktir makan.
Kamu tahu Restoran Baekryonggak?
Dia membuat reservasi di sana.
Entahlah. Dia berusaha keras.
Aku saja yang bayar.
Oh, aku mengerti.
Kamu mau bertemu siapa?
Pria yang kamu temui di department store tempo hari?
Itu urusan pribadiku.
Kurasa aku tidak perlu menjawab, Pak.
Astaga.
BAEKRYONGGAK
Kami akan bertemu lagi besok siang.
Kamu tahu Restoran Baekryonggak?
Dia membuat reservasi di sana.
Aku butuh makanan pembuka.
- Kamu gila? - Perutku belum siap. Bagaimana ini?
Siapa pria itu?
Berhenti!
Cukup!
Pak Manajer?
Kenapa kamu ada di sini?
Ayahnya Bu Baek?
Pacarnya Su Bin? Bukankah kalian sudah bertemu?
Ya, kami akan bertemu lagi besok siang.
Dia mau mentraktir makan.
Mentraktir di mana?
Kamu tahu Restoran Baekryonggak?
Dia membuat reservasi di sana.
Itu restoran enak.
Kenapa dia mentraktir keluarga pacarnya?
Entahlah. Dia berusaha keras.
Aku saja yang bayar.
Oh, jadi ini manajer umum yang membayar biaya rumah sakit Ayah?
Oh...
Salam kenal. Aku Baek Su Bin, putra tertua di keluarga ini.
Ada urusan apa ke sini?
Oh...
Aku juga ada janji di sini.
Kebetulan kita bertemu.
Begitu rupanya. Kalau begitu, silakan pergi.
Tapi janjinya baru saja dibatalkan.
Apa aku boleh bergabung dengan kalian?
Tapi ini acara keluarga...
Yongsung adalah keluarga. Bukankah tak masalah?
Kebetulan Bu Baek menyelesaikan tugas berat beberapa waktu lalu.
Jadi, aku ingin mentraktirnya.
Benarkah?
- Pacar Su Bin akan datang. - Tidak apa-apa.
Dia orang yang supel dan tidak pemalu.
Ayo mengobrol sambil duduk.
Aku akan menjelaskan performa kerja Bu Baek dengan rinci.
Baiklah. Silakan duduk.
Berkat Bu Baek,
kami bisa membujuk Bu Ahn.
Putriku memang sangat gigih.
Entah mirip siapa.
Mungkin dia mirip dengan ayahnya yang hebat.
Kamu pandai menilai orang.
Aku memang begitu.
Pantas saja.
Bagaimana ini?
Ye Ra tidak bisa ke sini karena ada panggilan darurat.
Begitu, ya? Apa boleh buat.
- Pacarnya polisi. - Oh.
Dia bilang maaf dan selamat untuk pelepasan gips Ayah.
Dia akan mentraktir lain waktu.
Sampaikan bahwa Ayah sangat menghargai niat baiknya.
Kalau begitu, biar aku yang membayar makanan ini.
Silakan makan sepuasnya.
- Siapa bilang kamu boleh... - Permisi!
Tolong bawakan buku menu.
Terima kasih.
Pak Ban Ju Yeon.
Aku sudah menduganya sejak awal.
Kamu tertarik pada kakakku, 'kan?
Ayah bilang kamu pewaris Yongsung.
Kenapa pria hebat sepertimu menyukai kakakku?
Aku tak tahu apa arti dia untukmu,
tapi dia sangat berharga untuk kami.
Dia bekerja keras dan berkorban untuk kami.
Dia bahkan bermain gim karena tidak mau aku diremehkan.
Jika kamu mempermainkan hatinya...
...aku tidak akan tinggal diam.
Jangan khawatir.
Aku tidak mempermainkannya.
Bu Ketua.
Saya sudah menyelesaikan semua perintah Ibu.
- Sudah? - Ya, Bu.
Kamu memang cekatan dan teliti.
Itu sebabnya aku menugaskanmu di rumah Pak Ban.
Kamu bekerja dengan baik di sana?
Tak ada masalah, tapi dia melarangku masuk ke ruang baca.
Katanya ruangan itu tak perlu dibersihkan.
Ruang baca? Ada apa di sana?
Saya tidak tahu...
...tapi sepertinya dia memasang kamera pengawas di sana.
Baiklah. Kamu boleh pergi.
KWON IN KYEONG
Ibu memanggil saya?
Masuklah lebih dahulu.
Kita ke rumah Pak Ban setelah acara selesai.
- Kenapa tiba-tiba? - Aku harus melihat ruang bacanya.
Dia melarang orang lain masuk ke sana.
Aku penasaran barang penting apa yang ada di sana.
- Saya akan menghubungi Pak Ban... - Jangan.
Tidak usah dihubungi.
Di mana ayah dan adikmu?
Aku menyuruh mereka pulang karena kita perlu bicara.
Apa yang kamu pikirkan?
Kenapa kamu datang ke sini?
Kupikir kamu sudah paham maksudku waktu itu.
Aku takut.
Apa yang harus aku lakukan...
...jika kamu menyukai pria lain...
...saat aku bertindak bodoh? Aku tak mau itu terjadi.
Hanya karena aku mengerti...
...bukan berarti perasaanku hilang.
- Halo, Bu Kwon? - Bu Ketua akan datang ke rumahmu...
...setelah acaranya selesai.
Bu Ketua akan datang ke rumahku?
Ya, dia akan berangkat dua jam lagi.
Dia berpikir...
...ada sesuatu di ruang bacamu.
Aku harus segera pulang.
Ada apa? Memang kenapa kalau Bu Ketua ke rumahmu?
Dia tahu soal ruang bacaku. Di sana...
Tenangkan dirimu dulu.
Kumohon, Nenek.
Maafkan aku.
Jangan dibakar, Nenek.
Nenek!
Dia bisa membakar semua barangku.
Barang-barang berhargaku.
- Minggir. - Lalu?
Kamu punya rencana?
Kita coba mengulur waktu.
PAMERAN INDUSTRI ENERGI MASA DEPAN 2024
Bu Ketua.
Halo.
Ibu ingat aku, 'kan? Aku Kim Shin Won.
Oh.
Lama tak bertemu.
Kudengar kamu masih berteman dengan Pak Ban.
Tentu saja.
Kami akrab seperti saudara kandung.
Kami lebih sering bertemu sejak Ju Yeon bertugas di department store.
Begitu, ya?
Omong-omong, Ibu tidak berubah sama sekali.
Apa tips untuk menjadi awet muda seperti Ibu?
Tim Humas harus introspeksi diri.
Foto Ibu tidak secantik aslinya.
Bagaimana Ibu bisa cantik dan awet muda?
Kemampuan menjilatmu belum berubah.
Terima kasih.
Tapi kamu sedang apa di sini?
Aku kebetulan lewat sini.
Apa Ibu sudah makan?
Jika belum, apa Ibu mau makan bersamaku?
Kapan lagi aku punya kesempatan untuk makan bersama Ibu?
Ya.
Maaf tapi aku sibuk.
Tunggu, Bu.
Bagaimana kalau kita minum teh sebentar?
Berhenti membuang waktuku.
Baiklah.
Sampai jumpa.
PPAN JU
Halo?
Aku coba mengulur waktu, tapi dia tak mau diajak makan.
Ada apa sebenarnya?
Mobil lain tidak bisa lewat karena kamu parkir di tengah jalan.
Toilet?
Yang benar saja.
Cepat ke sini atau aku lapor polisi.
Waktu kita sudah banyak tersita.
Bagaimana jika kita tunda kunjungan ke rumah Pak Ban?
Tidak.
Aku tak akan lama di sana.
- Ibu ada jadwal lain... - Kenapa kamu banyak bicara?
Maaf.
Maaf, aku buru-buru tadi.
Sepertinya satu mobil bisa lewat sini.
Aneh.
Kamu masih bisa bicara begitu setelah memarkir mobil di tengah jalan?
Begitu, ya?
Tapi mobilnya bisa belok ke sebelah sini atau...
- Tidak bisa, ya? - Sudahlah. Cepat pindahkan mobilmu.
Baik.
Tapi aku benar-benar merasa tidak enak.
Bagaimana kalau aku potongkan sashimi?
Truk ini penuh dengan ikan yang baru dikirim dari Jeju...
Hentikan omong kosongmu dan pindahkan mobilnya!
Tidak mau, ya?
Baiklah.
Ya, Su Jeong.
Aku sudah berusaha maksimal.
Kenapa kamu menyuruhku menghalangi Bu Ketua?
Kamu ceritakan nanti?
Oke.
Halo? Halo...
Kenapa mati?
Oh.
Kita bertemu di sini.
Iya. Ada urusan apa di sini?
Su Jeong meminta bantuanku.
Ju Yeon juga meminta bantuanku.
Benarkah?
Kukira mereka saling menjauh.
Sepertinya tidak.
Aku senang bertemu denganmu.
Aku pamit.
Baiklah.
- Hati-hati di jalan. - Ya.
Jika dia begitu senang...
...kenapa tidak turun sebentar?
Kenapa diam? Kita harus memindahkan barang yang tersisa.
Ya, benar.
BU KWON Kami sudah tiba di tempat parkir.
Mereka sudah sampai di depan rumah.
Sudah sampai?
Kita sudah memindahkan semua barang penting, 'kan?
Bagaimana dengan sisanya?
- Kita bisa halangi pintu... - Dia sudah curiga.
Dia tak akan kembali begitu saja.
Lantas bagaimana?
Aku datang untuk melihat tempat tinggalmu.
- Kamu hendak pergi? - Ya.
Jika tak keberatan, aku akan mengundang Anda...
Aku hanya ingin melihat-lihat sebentar. Tidak perlu undangan.
Kenapa?
Ada yang kamu sembunyikan di rumahmu?
Tidak.
Kalau bukan urusan mendesak, ikutlah bersamaku.
Antar aku ke ruang baca.
Baik.
Ini terlihat normal.
Kenapa kamu melarang ruangan ini dibersihkan?
Apa kamu...
...menyembunyikan sesuatu di dalam sini?
Ya?
Maafkan aku.
Aku keluar dulu.
Kamu akan terkena masalah jika berpapasan dengannya.
Tetaplah di sini.
Kupikir kamu melakukan hal tak berguna lagi.
Ini yang kamu sembunyikan?
Anda tidak akan suka jika tahu...
...aku menyimpan foto ini.
Aku tidak berhak...
...menangis dan sedih.
Benar.
Lantas kenapa kamu masih menyimpannya?
Aku tahu...
...aku tidak punya hak.
Namun, aku ingin menyimpan satu foto saja.
Aku sangat merindukan mereka.
Kamu pikir kamu berhak merindukan mereka?
Jika bukan karena kamu...
...putraku pasti masih ada di sini.
Bukan hanya foto,
tapi putraku yang asli!
Dasar lemah.
Mulai sekarang, perketat pengawasannya.
Apa perlu orang untuk mengawasinya?
Kamu orang yang kutugaskan mengawasinya.
Mau menyuruh siapa lagi?
Baik. Aku akan mengawasinya dengan lebih baik.
Hati-hati. Kamu bisa terluka.
Kamu tahu orang tuaku meninggal karena kecelakaan?
Kami sedang menuju ke acara pameran animasi.
Mereka sibuk...
...tapi aku merengek minta diantar ke acara itu.
Lalu kami kecelakaan.
Aku selamat berkat perlindungan mereka.
Mereka meninggal dalam kecelakaan yang tak seharusnya terjadi.
Nenek kehilangan putra satu-satunya karenaku.
Aku bertekad untuk menebus kesalahanku.
Aku menggantikan posisi ayahku sesuai keinginan nenekku.
Pak Ban.
Meski begitu...
...aku tidak bisa merelakan kesenanganku.
Edisi berikutnya dari buku komik favoritku.
Konser berikutnya dari band favoritku.
Hanya hal-hal itu...
...yang bisa membuatku bertahan untuk esok hari.
Aku merasa puas meski tak ada yang mencintaiku.
Karena itu...
...saat kamu bilang...
...aku bisa menyukai hal-hal yang kusuka semauku...
...aku sangat senang.
Aku tulus mengatakannya.
Saat itu...
...kamu sungguh terlihat bahagia.
Aku ingin kamu bahagia seterusnya.
Aku menyukaimu.
Aku menyembunyikan hal yang kusuka selama ini.
Semuanya rahasia.
Jadi, aku tidak bisa mengungkapkannya, tapi...
Aku sangat menyukaimu.
Maaf aku tidak bisa menutupinya.
Terima kasih untuk hari ini.
- Hai, Nak. - Ayah ada di rumah?
Kamu menyuruh Ayah menerima barang-barang ini.
Pengantar barangnya baru saja pergi.
Oh, aku baru ingat.
Apa kamu sakit?
Bukannya baru bertemu orang? Kenapa wajahmu pucat?
Tidak. Aku tidak sakit.
Barang-barangnya disimpan di loteng kamarmu.
Kenapa barangnya banyak sekali?
Kenalanku menitipkannya sebentar. Dia akan segera mengambilnya.
Ruangan itu tidak dipakai.
Dibiarkan di situ juga tidak masalah.
Kamu sungguh baik-baik saja?
Tentu saja. Apa yang bisa membuatku tidak baik?
Su Jeong.
Ya?
Hati Ayah sakit setiap melihatmu tertawa seperti itu.
Kamu tidak punya tempat bersandar karena Ayah tidak bisa diandalkan.
Kamu menyembunyikan masalahmu...
...dan berpura-pura tertawa.
Begitukah?
Ayah.
Jangan khawatir. Aku tidak apa-apa.
Aku hanya lelah setelah menempuh perjalanan jauh.
Baiklah. Lekas istirahat.
- Masuklah ke kamar Ayah. - Ya.
Kamu tersenyum sejak tadi.
Bukankah kamu jarang tersenyum?
Apa yang bisa membuatmu merasa lebih baik?
Bukankah sendirian itu sulit dan membuatmu kesepian?
Aku menyembunyikan hal yang kusuka selama ini.
Semuanya rahasia.
Jadi, aku tidak bisa mengungkapkannya, tapi...
Aku sangat menyukaimu.
Aku tahu ini tindakan gila.
Aku ingat semuanya.
Karena itu...
...ciuman pertamaku.
Nomor yang Anda hubungi tidak aktif. Silakan tinggalkan pesan...
Aku menyukaimu.
Pak Ban!
Kamu ada di dalam?
Aku ingin menanyakan sesuatu.
Kamu di sini rupanya.
Baek Su Jeong.
Aku ingin bertanya.
Karena itu, aku ke sini.
Setelah mengingat ciuman hari itu...
...kenapa kamu datang menemuiku ke sini?
Kamu tahu itu tindakan gila.
Jika kamu ke sini dengan penampilan itu...
...kamu tahu kalau semua rahasia...
...yang kamu jaga selama ini bisa terbongkar.
Tapi kenapa kamu tetap ke sini?
Hanya karena kamu menyukaiku?
Apa kamu sanggup?
Hubungan kita bisa terungkap kapan saja.
Itu bisa menjadi penghalang dalam meraih posisi pewaris Yongsung.
Aku...
Selama ada kamu...
...aku akan baik-baik saja.
Asalkan kamu menyukaiku.
Aku mengerti.
Kalau begitu...
Aku akan menjadi rahasia terbesarmu.
Kamu merahasiakan semua yang kamu suka, 'kan?
Maksudku, aku juga menyukaimu.
NAGA API HITAM YONGSUNG PALACE
MY DEAREST NEMESIS
TERIMA KASIH KEPADA HONG JONG HYUN ATAS PENAMPILAN SPESIALNYA
Subtitle by VIDIO Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
Kita harus lebih berhati-hati di kantor.
Tenang saja. Kita tidak akan ketahuan.
Berpacaran di kantor itu disebut neraka.
Tanda tangani ini.
Kamu sangat pandai beradaptasi.
Apa yang bisa membuatmu merasa lebih baik?
Kamu sungguh berpacaran?
Jangan mencari tahu. Kamu bisa terluka.
Ju Yeon terlihat bahagia setelah sekian lama.
NAGA API HITAM
Bagaimana jika mereka tahu identitas masing-masing?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.