Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"My Dearest Nemesis" Subtitle by VIDIO, Resync by Kinikuman for NEXT ver.
Ini...
Apa ini?
Itu kalung yang kuberikan...
...pada cinta pertamaku.
Tidak ada maksud lain.
Aku menyimpannya...
...supaya aku tidak lupa rasa sakit waktu itu.
Tapi...
Kenapa ini...
Kamu Naga Api Hitam, 'kan?
Stroberi?
Kamu tak tahu itu aku?
Pasti tidak.
Karena itu, kita sampai sejauh ini.
Pergilah. Kita tak bisa bicara sekarang.
EPISODE 9 Subtitle by VIDIO, Resync by Kinikuman for NEXT ver.
Bagaimana jika mereka tahu identitas masing-masing?
Mereka pasti akan sangat terkejut.
Mereka bisa saja tetap tidak tahu seperti sekarang.
Selain itu,
sudah lama aku tak melihat Ju Yeon benar-benar bahagia seperti sekarang.
Aduh, perih.
Astaga.
Ha Jin, kamu sibuk? Perlu kubantu?
Kamu tahu aku tidak sibuk.
Ha Jin, bagaimana kalau aku bermain ke sana?
Sebaiknya kamu istirahat.
Kamu pasti lelah membantuku setiap saat.
Aku tidak lelah sama sekali.
Diam di rumah lebih melelahkan.
Aku lemas karena tidak bisa bertemu denganmu.
Sebenarnya, ada yang perlu kita bicarakan.
Apa?
Tentang Naga Api dan Su Jeong.
Mereka kenapa?
Hei, Miskin!
- Hei! - Aduh.
♪ Baek Su Jeong orang miskin ♪
♪ Dia miskin ♪
Hei! Beraninya orang miskin mengabaikanku?
Aduh.
Aku jatuh gara-gara kamu!
Kamu tidak apa-apa, Yong Joon?
Astaga.
Kalian bertengkar?
RUANG GURU Kamu tidak lihat dia terluka?
Kamu mau tanggung jawab kalau luka di kakinya membekas?
Aku minta maaf.
Maaf saja tidak cukup. Didik anakmu dengan benar!
Kudengar ibunya Su Jeong dirawat di rumah sakit.
Aku turut prihatin soal itu.
Kamu pasti kewalahan merawat anak sendiri.
Namun, jangan sampai kamu tidak memperhatikan anakmu.
Apa?
Kudengar pembelajaran terhambat karena dia tak membawa peralatan sekolah.
Dia juga selalu terlambat membayar uang makan.
Kamu tahu anak-anak memberinya makanan karena dia tak bawa bekal?
Bu...
Ibu para siswa bilang suasana kelas menjadi murung karena dia.
Sekarang dia berulah.
Astaga.
Maaf, Bu.
Ayo, Yong Joon.
- Ayah. - Ya?
Aku...
...tidak melakukan itu.
Ayah tahu.
Seharusnya Ayah lebih memperhatikanmu.
Tidak.
Aku tidak apa-apa.
Aku memutuskan untuk menjadi kuat.
Sayang...
Aku juga memutuskan untuk merawat Su Bin...
...karena Ayah sibuk...
...dan Ibu sudah tiada.
POHON HARAPAN TAHUN 2009
Mungkin itu sebabnya aku lebih marah.
Kamu adalah orang pertama yang ingin kuandalkan.
Terima!
Namun, pada akhirnya,
kamu bukan orang yang bisa kuandalkan,
dan aku tetap harus sendiri.
Kudengar bagel sandwich di sini cukup terkenal.
Mereka bahkan berencana masuk ke department store.
Apa rasanya tidak enak?
Tidak. Ini enak.
Apa yang terjadi tadi malam?
Kamu terlihat lelah.
Kamu juga tak berselera makan.
Apa ada masalah di kamar hotelmu?
Aku kurang tidur.
Aku mimpi buruk.
Aku memimpikan kejadian yang seharusnya tak terjadi.
Sekarang pun aku masih mengingatnya dengan jelas.
Ya ampun.
Mimpi itu pasti sangat buruk.
TUAN PUTRIKU
Aku permisi sebentar.
- Tidak. - Kalian seharusnya lihat itu.
Aku sungguh tak suka gaya itu, sampai tak mau terlibat denganmu.
Sekarang bagaimana?
Aku tak peduli.
Karena aku menyukaimu.
Kamu yang ada dalam gim itu tidak nyata.
Inilah dirimu yang sebenarnya.
Jangan berkeliaran dengan gaya seperti itu.
Kamu harus terkurung selamanya. Dasar bocah SMP labil!
Orang yang menyakitiku...
...dan membahagiakanku adalah orang yang sama.
Lantas aku harus bagaimana?
Hei.
Apa kamu sakit?
- Kak Ha Jin. - Apa?
Tidak. Bicaralah lebih dulu.
Apa yang ingin kamu bicarakan?
Apa?
Itu...
Soal manajermu.
Kamu masih berteman akrab dengannya?
Memang kenapa?
Jadi...
Jadi, sebenarnya manajermu...
Manajerku itu...
...Naga Api Hitam?
Bagaimana kamu...
Kamu tahu dari mana? Sejak kapan?
Kemarin.
Aku baru pulang dinas ke luar kota. Apa kamu harus membawaku pergi?
Persiapkan mentalmu dan dengarkan.
Sekarang kita akan pergi ke restoran pacarku.
Untuk apa aku ke sana?
Nama restorannya Sulo.
Pemilik restoran itu pacarmu?
Benar.
Di sana ada cinta pertamamu.
Maksudmu, Su Jeong?
Tunggu...
Kamu sudah tahu? Sejak kapan?
Kemarin.
Sejak kemarin.
Kamu tidak apa-apa?
Apa kita tidak usah ke sana?
Kamu tahu sejak kapan?
Saat kamu mengajak manajermu ke sini.
Aku melihat kalian berdua.
Seharusnya aku tahu waktu itu.
Aku juga bimbang.
Aku hendak memberitahumu hari ini karena kamu akan terkejut...
...jika tahu nanti.
Kamu tidak apa-apa, Su Jeong?
Tidak.
Aku sungguh tidak baik-baik saja.
Kamu berpacaran dengan Naga Api, 'kan?
Itu yang membuatku tidak baik-baik saja.
Bisa-bisanya aku dan Naga Api Hitam pacaran...
- Astaga. - Kenapa aku tidak sadar?
- Kenapa tidak bilang dari dulu? - Maunya begitu.
Tapi aku takut kamu merasa tidak nyaman di kantor.
Siapa sangka kalian akan berpacaran?
Benar.
Kamu tidak salah apa-apa.
Ini semua salahku.
Saat aku tahu bahwa Naga Api Hitam adalah seorang anak SMP,
aku marah karena dibohongi anak kecil.
Tapi aku lebih tersiksa karena tak tahu apa yang kusuka.
Orang yang kusuka dan kupercaya itu palsu.
Aku pikir kali ini pilihanku benar.
Jika dia itu Naga Api Hitam yang membohongiku,
siapa yang sebenarnya aku sukai?
Apa rencanamu sekarang?
Untuk sekarang, aku ingin menghindarinya.
Halo.
Aku...
Aku tak tahu harus bilang apa,
tapi kurasa kita harus bertemu.
Aku ke sini untuk menemuimu.
Jadi...
Kalian tidak sengaja kenal di restoran ini.
Lalu kalian tahu kami bertemu dalam gim sebagai Naga Api Hitam dan Stroberi.
Kalian ingin memisahkan kami,
tapi malah berpacaran?
Berpacaran juga tidak disengaja.
Kami tidak berpacaran karena mencoba...
- ...memisahkan kalian. - Ya.
Itu tidak penting.
Artinya, kamu tahu semua masa laluku.
Hanya tahu sedikit, tidak banyak.
Ya, hanya sedikit.
- Aku pergi. - Su Jeong!
Tunggu.
Tenangkan dirimu.
- Tolong duduk sebentar. - Ayolah.
Aku tahu ini lancang, tapi apa aku boleh bicara?
Karena terlanjur begini, aku harap kita berempat bisa akur.
- Ya. - Lupakan yang sudah berlalu.
- Itu pun terjadi saat kalian masih kecil. - Ya.
Lagi pula, kalian akan terus berpacaran, 'kan?
- Tidak. - Ya.
Ya ampun.
Aku harus siap-siap untuk buka.
Ya ampun. Aku akan membantunya.
Ayo bicara di luar.
- Bu Baek... - Su Jeong.
- Ju Yeon. - Naga Api.
Apa kamu...
...bisa terus menyukaiku?
Apa maksudmu?
Kamu sudah tahu siapa aku.
Apa kamu bisa tetap menyukaiku?
Kalau kamu?
Kamu tidak bisa menyukaiku?
Kurasa itu akan sulit.
Aku tidak bisa.
Kamu bisa memutuskannya semudah itu?
Ini tidak mudah, tapi akhirnya sudah jelas.
Walau sudah berpikir berulang kali,
jawabanku akan tetap sama.
Tapi...
- Baek Su Jeong... - Mari kita akhiri saja.
Mengakhiri hubungan ini sekarang...
...adalah pilihan terbaik untuk kita berdua.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka, ya?
Ju Yeon ingin terus berpacaran,
tapi Su Jeong tidak mau.
Apa karena luka Su Jeong lebih besar?
Bukan karena itu.
Jika terlalu sering menghantam dinding,
kamu memang semakin kuat untuk merobohkan dinding,
tapi kamu juga semakin takut...
...karena tahu betapa kerasnya dinding itu.
Su Jeong...
...sudah terlalu sering menghantam berbagai dinding sendirian.
Mungkin dia tidak ingin menghadapi dinding lain.
Intinya, dia tidak ingin terluka lagi.
SU JEONG
AYO BERTEMU SEBENTAR
SU JEONG: BAIKLAH. SEMANGAT UNTUK HARI INI, SAYANG
SU JEONG: HATI-HATI SAAT MENYETIR
AKU HAMPIR SAMPAI DI SEOUL
Mari kita akhiri saja.
Mengakhiri hubungan ini sekarang...
...adalah pilihan terbaik untuk kita berdua.
Itu memang mudah untukmu.
Bu Baek Su Jeong.
Datanglah ke ruanganku sekarang.
Duduklah dan tunggu di sana.
Bu Baek Su Jeong.
Ya.
Daejeon adalah cabang yang tepat untuk target pembaruan selanjutnya.
Hasil peninjauannya juga memuaskan.
Aku akan menyiapkannya sesuai jadwal.
Aku belum menyuruhmu keluar.
Tunggu.
Aku belum selesai bicara.
Pak Ban.
Kenapa kamu menyuruhku duduk seharian?
- Sudah kubilang, aku ingin bicara. - Katakan sekarang.
- Kita sudah putus... - Itu menurutmu saja.
Aku tidak mau putus.
Kenapa kita harus putus?
Kamu tidak tahu?
Kamu lupa arti cinta pertama untuk kita?
Itu kenangan buruk.
Kenangan yang tidak ingin kita ingat. Bagaimana kita bisa terus berpacaran?
Meski begitu, aku menyukaimu.
Kamu menyuruhku menyukai semua yang kusuka semauku.
Kamu yang kusuka sekarang.
Bagaimana mungkin aku bisa berhenti?
Kamu juga menyukaiku, 'kan?
Itu sebelum aku tahu siapa kamu.
Aku minta maaf...
...karena berbohong soal umurku...
...waktu itu.
Aku menyesal.
Bisakah kamu...
...memaafkanku?
Lupakan semuanya...
...dan lihat aku sebagai Ban Ju Yeon yang sekarang.
Kenapa kamu...
...tidak berubah sama sekali?
Dulu pun kamu begini.
Kamu bilang kamu menyukaiku,
tapi kamu meninggalkanku sendirian.
Lihat?
Kamu tidak bisa melupakan luka yang kuberikan.
Seperti katamu,
aku harap rasa sukaku padamu hanya kebohongan dan lelucon.
Maka aku tidak akan terluka.
Aku juga tidak akan menyakitimu.
Aku bisa mengajakmu berkencan setelah kita dewasa.
Aku menyukaimu dengan tulus.
Aku percaya padamu.
Aku senang karena ada yang bisa kuandalkan.
Tapi kamu hanya anak kecil.
Bagaimana aku bisa menyukaimu lagi?
Aku buat pedas untukmu.
Bagaimana?
Menurutku ini tidak pedas.
Aneh, itu tidak mungkin.
Aku sudah putus.
Kamu tidak mudah membuka hati.
Kamu pasti mengencaninya karena sangat menyukainya.
Benar.
Mungkin aku sangat kesepian.
Aku sadar...
...setelah bertemu Naga Api Hitam hari itu.
Bahwa aku sangat kesepian.
Bahwa aku putus asa.
Aku begitu membutuhkan seseorang hingga tidak sadar...
...kalau dia hanya anak kecil.
Itu sebabnya aku tertipu...
...seperti orang bodoh.
Aku benci itu.
Kamu tidak hanya membenci Naga Api Hitam.
Kamu juga membenci dirimu, 'kan?
Dirimu di masa itu.
Kak Shin Won.
Apa kamu pernah putus cinta?
- Apa? - Aku tahu.
Pasti sering karena kamu sering berpacaran.
Bagaimana kamu menahan rasa sakit ini berulang kali?
Ju Yeon, kamu mabuk.
Berpacaran...
...membutuhkan persetujuan kedua pihak.
Tapi kenapa perpisahan...
...ditentukan oleh satu pihak?
Aku tidak setuju.
Aku, Ban Ju Yeon,
menolak dan menentang sistem perpisahan...
...yang kejam ini.
Sebenarnya...
...aku tidak bisa.
Karena aku tidak punya hak.
- Hak apa... - Karena hanya aku yang tulus.
Kukira hanya aku yang terluka.
Dia pasti sangat kecewa padaku.
Aku tak tahu dia begitu terluka karena kebohonganku.
Aku hanya anak kecil yang tak tahu apa-apa.
Padahal aku yang membuatnya semakin terluka.
Ju Yeon.
Pergilah.
Orang yang benar-benar kubenci...
...bukanlah kamu,
tapi diriku sendiri.
PEWARIS YONGSUNG, BAN JU YEON, AKAN SEGERA MENIKAH?
PASANGANNYA BUKAN KONGLOMERAT, TAPI PEGAWAINYA
Rumornya begitu.
RUMOR PERNIKAHAN PEWARIS YONGSUNG Sungguh?
Lihat ini.
Ada artikel baru.
Bu.
Apa kamu sudah lihat ini?
PEWARIS YONGSUNG, BAN JU YEON, AKAN SEGERA MENIKAH?
Apa ini?
Aku sudah melihat foto aslinya.
Sepertinya wanita ini Baek Su Jeong, ketua tim perencanaan.
Dini hari tadi,
ada tulisan yang diunggah di forum karyawan.
BERTEMU KONGLOMERAT SAAT MENCARI RESTORAN Kurasa masalah dimulai dari sana.
Artikel tentang pewarisan belum lama dirilis.
Ditambah, banyak pegawai yang mengenali Bu Baek di foto itu.
Tim Humas belum sempat mengambil tindakan,
tapi artikelnya sudah menyebar ke berbagai media sosial,
dan forum komunitas.
Kemudian rumornya semakin memanas.
Begitu rupanya.
Kenapa kamu bertemu dengan keluarga Bu Baek?
Kami tidak sengaja bertemu.
Aku hanya mentraktir keluarganya sebagai bentuk dukungan.
Baik.
Aku sudah menduganya.
Masalah timbul karena hal yang tidak penting.
Benar. Bu Baek terkena masalah.
Tolong tangani secepat mungkin.
Bu Baek.
Apa benar kamu sudah menentukan tanggal dengan Pak Ban?
- Apa? - Kalian akan menikah di Hotel Yongsung.
Rumor sudah menyebar di antara para pegawai hotel.
Tapi kenapa Pak Ban mau berpacaran denganmu?
- Bahkan sampai menikah. - Kenapa? Bu Baek cantik.
Benar.
Cantik itu kelebihan.
Aku juga mau jadi cantik.
Bapak, Ibu sekalian.
Bukankah Yongsung Department Store adalah pasaraya terbaik?
Itu sebabnya aku bangga bekerja di sini dan melakukan yang terbaik.
Tapi kualitas ketua tim di sini sungguh rendah.
Kalian percaya pada rumor tak pasti dan menilai pegawai dari wajahnya.
Aku sangat kecewa.
Kami hanya memujimu.
Kita mulai rapatnya.
Lalu...
Kita bahas pekerjaan saja saat di kantor.
Aku tahu apa yang kalian pikirkan.
Tapi aku dan Pak Ban tidak punya hubungan spesial.
Aku tahu.
Apa?
Sial.
Na Na.
- Ada masalah apa? - Tidak.
Bukan begitu.
Aku memikirkan betapa kesalnya kamu.
- Apa? - Ini tidak masuk akal.
Mana mungkin kamu menjalin hubungan dengan Pak Ban?
Apalagi, di kantor yang seperti neraka ini.
Mereka tidak tahu apa-apa.
Kalian tidak mungkin pacaran.
Tapi orang-orang mengatakan hal yang buruk padamu.
Itu karena mereka belum lihat kebrutalan pertengkaran kalian.
Aku sangat takut saat melihat mereka di atap.
Kamu pasti frustrasi mendengar omongan orang-orang.
Aku tidak apa-apa.
- Jangan menangis, Na Na. - Ya.
Mereka semua berasumsi sendiri untuk kesenangan pribadi.
Mereka pandai mengarang cerita.
Padahal mereka tak tahu sifatmu.
Sampai kapan gosip ini bertahan?
Entahlah.
Ini hanya kabar hoaks. Pasti hilang setelah satu bulan.
Semoga begitu.
Aku akan melaporkan mereka.
Semua artikel sudah dihapus.
Kami tidak akan merilis pernyataan resmi.
Tim Humas sedang memperbaiki opini publik di forum komunitas.
Menyampaikan bahwa rumor itu tidak benar.
Lagi pula, banyak orang yang tak percaya pewaris Yongsung...
...berkencan dengan pegawai biasa.
Rumor itu akan terkubur seiring berjalannya waktu.
Anda memanggilku, Bu?
Ya.
Berpura-pura baik itu bagus,
tetapi cukup dengan memberi selamat dan ucapan belasungkawa.
Kamu membuat kegaduhan karena tak bisa membedakan kasta...
...sehingga orang mudah salah paham.
Dalam hal apa pun, berlebihan itu tidak baik.
- Maaf, Bu. - Selama kamu menjadi pewaris Yongsung,
jangan lupa kalau seluruh pemegang saham Yongsung...
...akan mengawasi ke mana kamu pergi dan siapa yang kamu temui.
Jika ingin mengembangkan perusahaan,
temuilah orang yang sesuai dengan derajatmu.
Baik. Aku akan mengingatnya.
Jadi, kamu akan membiarkan ini?
Kamu pikir rumor bodoh seperti ini tak akan muncul lagi?
Kelak akan ada rumor karena hal-hal yang lebih sepele.
Cari celah untuk mengeluarkan Baek Su Jeong...
...dari perusahaan.
Kita harus mencabut akar permasalahannya.
Kurasa itu sulit.
Sulit?
Bu Baek Su Jeong...
...berperan penting dalam proyek pembaruan.
Kita akan rugi jika memecatnya...
...karena rumor yang tidak benar.
Mencari penggantinya juga tidak mudah.
Aku mengerti.
Kalau begitu, biarkan saja.
Jika dia berbuat ulah lagi,
aku akan menanganinya sendiri.
Pergilah.
Kamu tahu tentang acara makan mereka, 'kan?
Ya, saya tahu.
Namun, Ibu juga sering mengundang keluarga pegawai.
Saya tidak melaporkannya karena tidak menyangka ini akan jadi masalah.
Mohon maaf.
Jika sudah berbuat salah,
kamu harus bertanggung jawab, Bu Kwon.
Kamu tidak apa-apa?
Kalian dibicarakan sepanjang hari.
Tidak apa-apa. Lagi pula, itu tidak benar.
Oh...
Di mana Pak Ban?
Dia tak ada di ruangannya sejak tadi.
Oh, dia dipanggil Bu Ketua.
Dia pasti baik-baik saja. Dia bisa mengatasi masalah apa pun.
Jangan terlalu khawatir.
Aku tidak khawatir.
Dia terlihat khawatir.
Kita akan membenahi semua vendor dengan penjualan di bawah 10% di setiap cabang.
- Semuanya? - Ya.
Bisa dengan pemutusan kontrak atau rencana peningkatan laba.
Akan kuselesaikan secepatnya.
Tapi kita sedang mengerjakan proyek pembaruan.
Entah bagaimana efek jangka panjangnya,
tapi membenahi beberapa toko besar saja tidak cukup.
Untuk meningkatkan penjualan hingga dua kali lipat,
kita harus meningkatkan keuntungan toko di semua cabang.
Kita akan sibuk.
Aku harus lebih menyibukkan diri.
Ide bagus.
Kamu harus lebih menjaga sikap sekarang.
Pak Ban.
Ada apa?
Begini...
Kamu tidak berdebat dengan Ketua karena masalah ini, 'kan?
Kurasa kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu.
Aku juga terlibat. Tentu aku khawatir.
Jika Ketua salah paham, aku akan menjelaskannya sendiri.
- Kita tidak ada hubungan apa-apa... - Tidak.
Tidak usah.
Seperti katamu, kita tidak berhubungan, jadi tak akan ada masalah.
- Syukurlah kalau begitu. - Tentu saja.
Ke depannya, jangan terlibat dalam urusan pribadi.
Baik.
Sekarang...
...semuanya kembali ke posisi semula.
Aku jadi tenang.
Musik tidak salah.
Sukailah lagi. Bersamaku.
Pembayaran selesai, Bu.
Bu?
Ah, iya.
- Terima kasih. - Sama-sama. Selamat jalan.
Bukankah aku tak perlu meminta...
...yang seperti ini?
Kamu sudah pulang, Nak?
Kenapa hujannya lebat sekali?
Su Jeong.
Ayah.
Kamu kenapa, Su Jeong?
Ada apa?
Apa yang terjadi?
Maafkan aku, Ayah.
Sepertinya aku bukan orang yang kuat.
Kukira aku kuat.
Ada apa?
Kakak menangis karena bedebah itu?
Kenapa? Dia menyalahkanmu karena skandal itu?
Aku akan membunuh bajingan itu.
Bukan karena itu.
Bukan apanya?
Aku...
...meminta putus.
Aku mengakhirinya, Ayah.
Aku sudah mengakhirinya.
Aku memeriksa daftar toko dengan penjualan terendah kemarin.
Ada satu toko yang menonjol.
Maksudmu merek pakaian Bukayo?
Benar.
Itu adalah merek terlaris di beberapa cabang.
Selisihnya sangat jauh.
Aku akan menyusun laporan terkait itu.
Kirimkan siang ini.
Lain kali, jangan tunggu diperintah.
Baik. Aku akan lebih memperhatikannya.
Bu Baek.
Rumor kalian benar-benar akan mereda seiring berjalannya waktu.
Kalian tidak terlihat akrab.
Apa kalian semakin canggung karena skandal itu?
- Tidak. - Ya, 'kan?
Bagus kalau begitu.
Baguslah kalau kami tidak terlihat akrab.
SULO
Wah.
Baiklah.
Sudah kubilang, kamu duduk saja.
Aku jadi tidak enak.
Tidak apa-apa.
Daripada duduk,
aku lebih senang berdiri di sampingmu.
Terima kasih.
Oh, ya.
Bagaimana kabar Naga Api?
Dia tidak berhenti bekerja.
Dia suka bekerja tapi kini dia seperti memaksakan diri.
Aku tak tahu apa kondisinya semakin buruk.
Aku khawatir.
Ya ampun. Su Jeong juga sama.
Dia gila kerja sejak dulu.
Skandal itu muncul saat hubungan mereka renggang.
Perasaan mereka tak akan hilang dalam semalam.
Mereka pasti kepikiran walau tidak kelihatan.
Kamu tidak pulang?
Tentu mau.
Jangan khawatir. Aku akan segera pulang.
Kalau begitu, sampai bertemu besok.
- Hati-hati. - Ya.
Bu Baek.
Ya.
Pak Ban.
Apa benar kamu tenang setelah semua kembali ke posisi semula?
Ada yang melihat Pak Ban hari ini?
Tidak. Aku belum lihat.
Dia tidak ada di ruangannya?
Kemarin dia pulang larut malam.
Dia masih ada di ruangannya saat aku pulang pukul 22.00 lebih.
Benarkah?
Sebentar.
Dia selalu menyalakan aplikasi pesannya.
Dia tidak aktif.
Apa dia sedang rapat?
Aneh, dia selalu menyalakan aplikasi pesannya.
PAK BAN OFFLINE
Anda tidak apa-apa?
PAK BAN JU YEON
Aku harus minta tanda tangannya hari ini.
Bu Kwon.
Apa Pak Ban sedang dinas ke luar?
Dia tidak bisa bekerja karena sedang tidak enak badan.
Apa sakitnya parah?
Entahlah. Aku hanya menerima laporan singkat.
Biasanya dia tetap ke kantor meski sakit.
Sakitnya pasti parah sampai dia memilih diam di rumah.
Aku khawatir. Seberapa parah sakitnya?
Dia jarang makan belakangan ini.
Dia juga bekerja siang dan malam.
Mustahil tubuhnya baik-baik saja.
Bu Ketua pasti marah jika tahu.
Dia marah karena Pak Ban sakit?
Itu...
Masalah kesehatan pemilik perusahaan bisa menimbulkan risiko.
Permisi. Aku sibuk.
Sadarlah. Memangnya aku siapa?
Tapi aku bisa mengkhawatirkannya sebagai sesama manusia.
Dia sudah dewasa dan bisa mengurus dirinya.
Tapi apa ada yang merawatnya?
Apa kamu sanggup?
Hubungan kita bisa terungkap kapan saja.
Itu bisa menjadi penghalang dalam meraih posisi pewaris Yongsung.
Aku...
Selama ada kamu,
aku akan baik-baik saja.
Asalkan kamu menyukaiku.
APOTEK
Aku beli semua obat.
Obat yang bisa menyembuhkan orang yang kelelahan bekerja dan tidak makan.
APOTEK
Halo, Bu Ketua.
Pak Ban!
Bagaimana ini?
Kamu tidak apa-apa?
Bagaimana dia bisa bekerja dengan kondisi seperti ini?
Maafkan aku...
...untuk kejadian waktu itu...
...dan sekarang.
Aku hanya memikirkan luka yang kurasakan,
dan melupakan luka yang kuberikan.
Kali ini pun sama.
Bagaimana kalau aku menyakitimu lagi?
Padahal aku ingin menjadi...
...rahasia terbesar dan terhebatmu.
Jangan pergi.
Aku...
...akan senang jika ada orang yang mencintaiku.
Tanpa aku harus berusaha,
atau meminta.
Kamu...
...memberikan cinta itu padaku...
...dahulu...
...dan sekarang.
Jadi, jangan merasa bersalah.
Jangan membenci dirimu sendiri.
Kamu sudah menjadi...
...rahasia terbesar dan terhebat yang aku miliki.
Karena kamu cinta pertamaku.
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Apa?
MANAJER UMUM BAN JU YEON
MANAJER UMUM BAN JU YEON
SURAT PEMBERITAHUAN PEMECATAN
BAN JU YEON, MANAJER UMUM DIVISI PERENCANAAN, DIPECAT
MY DEAREST NEMESIS Subtitle by VIDIO, Resync by Kinikuman for NEXT ver.
Kapan Bu Baek keluar dari rumah Pak Ban?
Pak Ban dipecat?
- Berarti kamu pengangguran. - Pengangguran?
Aku orang yang serbabisa.
Lakukan semua hal yang biasa kamu lakukan sendiri, bersamaku.
Bagaimana dengan Bu Baek Su Jeong?
Singkirkan dia diam-diam.
Apa ini?
PEMBERITAHUAN MUTASI KERJA Ini tidak masuk akal.
Ini tidak masuk akal.
Tolong rahasiakan ini dari Pak Ban.
Kalau begitu, aku juga akan memilih.
MY DEAREST NEMESIS Subtitle by VIDIO, Resync by Kinikuman for NEXT ver.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.