All language subtitles for 1---

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Mempersembahkan"

"Behind the Revenge"

"Behind the Revenge"

Halo, Dokter.

Dokter, kamu sudah menemukan Valai?

Benarkah?

Baik, aku sedang menuju rumah sakit. Aku akan segera sampai.

Ya.

Dokter?

Dokter, hentikan mobilnya.

Dokter!

Tidak!

Hei!

Hei! Bangun! Hei!

Hei!

Buka pintunya.

Buka.

Kamu baik-baik saja?

Tunggu, tetap duduk.

Kamu terluka.

Akan kuhubungi ambulans. Tetap duduk.

Halo, ini Dokter Prakob.

Ada keadaan darurat. Kirim ambulans. Akan kukirimkan lokasinya.

Dokter?

Dokter!

Dokter!

Dokter!

Tolong sampaikan permintaan maafku

kepada istriku.

Lalu katakan kepada anak-anakku...

Dokter...

Dokter!

"Pornvalai Sarojsathit"

"Pornvalai Sarojsathit"

"Pornvalai Sarojsathit"

"Pornvalai Sarojsathit"

Jadi, seperti ini wajah...

Pornvalai.

"Keluarga Boonyakorn"

"Pornvalai Sarojsathit"

"Pornvalai Sarojsathit"

Jadi, seperti ini wajah

si perusak rumah tangga.

- Ibu. - Pornvalai.

Pornvalai.

Ibu.

Tenang, Ibu.

Berani sekali kamu

menghadiri pemakaman.

Seperti inikah wanita zaman sekarang?

Kamu bukan hanya tidak tahu malu,

tapi juga tidak punya otak.

Sepertinya kamu tidak mengerti

bahwa kamu dilarang datang ke pemakaman

karena istri dan anak-anaknya masih ada di sini.

Tapi aku tidak terkejut.

Jika masih punya otak,

kamu tidak akan menjadi gundik.

- Rasakan ini! - Ibu.

- Dasar jalang. - Tenanglah.

- Enyahlah! - Ibu.

- Jangan sampai aku melihatmu lagi. - Ibu, tenanglah.

Tenanglah, Ibu.

Ada banyak orang di sini.

Maaf soal Dokter Prakob.

Aku kemari

karena sungguh menyesal dan merasa sangat bersalah.

Aku bersedia melakukan apa pun untuk menebusnya.

Tolong sampaikan permintaan maafku

kepada istriku.

Lalu katakan kepada anak-anakku...

Buang karangan bunganya.

Akan menjadi nasib buruk jika ada yang melihat nama pelacur itu.

Keluar sekarang juga.

Enyahlah.

Jangan menunjukkan wajahmu di sini lagi. Pergi!

Ngarmpid.

Dokter Prakob

memintaku memberitahumu

bahwa dia menyesal.

Bahwa dia sangat menyayangi

kedua anaknya.

Izinkan aku memberi hormat kepada mendiang.

- Kamu... Hei! - Ibu.

- Keluar. - Lihat dia.

Keluar.

Dia jahat sekali.

Nopparuj.

Ayahmu memintaku memberitahumu

bahwa dia menyayangimu.

Sungguh.

Cukup!

Tolong beri tahu ayahku

bahwa ibuku dan aku

tidak akan menerima permintaan maafnya.

Apa katamu?

Tidak mungkin.

Sudah cukup dia memberi dia saham rumah sakitnya.

Tapi dia bahkan memberinya tanah dan gedung itu juga?

Ya.

Ayah berjanji akan memberiku tanah itu.

Dia ingin aku memperluas rumah sakit.

Kenapa dia memberikannya kepada orang asing?

Benar.

Dia berjanji akan memberikannya kepadamu.

Teganya dia melakukan ini kepada kita.

Prakob benar-benar menyatakan dalam wasiatnya akan memberikan

tanah dan gedung kepada Nona Pornvalai Sarojsathit.

Sungguh, Ngarmpid dan Nopparuj.

Coba kulihat.

Pornvalai Sarojsathit...

Prakob dan aku menikah selama hampir 40 tahun.

Kami tidak pernah mengalami momen seperti ini.

Siapa wanita ini?

Bisa-bisanya dia jatuh cinta kepadanya?

Ibu...

Teganya dia melakukan ini kepadaku dan anak-anakku.

Teganya dia melakukan ini kepadaku dan anak-anakku.

- Tidak apa-apa, Ibu. - Tidak.

Tenanglah, Ibu.

"UGD"

Hei!

Sedang apa kamu di sini?

Kamu menyebabkan masalah bagi keluargaku,

serta menyakiti ibu dan adikku.

Beraninya kamu datang ke rumah sakitku!

Pergilah.

Kamu tidak diterima di sini.

Ingat itu. Jangan tunjukkan wajahmu di sini lagi. Pergi sana!

Aku memang

tidak bisa memperbaiki masa lalu,

tapi aku bersedia melakukan apa pun

untuk menebusnya.

Kumohon.

Yang lalu biarlah berlalu.

Omong kosong apa itu?

Berhentilah berpura-pura menjadi orang baik.

Maaf aku menanyakan ini.

Kamu pergi ke pemakaman ayahku,

meminta maaf kepada ibuku,

menyampaikan kata-kata terakhir ayahku,

dan berdiri di sana dengan polos selagi ibuku menghinamu,

apa semua itu hanya pura-pura?

Kamu aktor yang hebat.

Pantas saja

ayahku jatuh cinta kepadamu.

Jujurlah kepadaku.

Apa yang kamu lakukan untuk menggodanya?

Kamu pasti sangat hebat di ranjang

sampai ayahku memutuskan

untuk memberimu segalanya.

Yang lalu biarlah berlalu?

Sungguh? Kamu menjijikkan.

Apa? Kenapa kamu tampak bingung?

Jangan pura-pura bodoh.

Kamu berpura-pura lagi?

"Apa salahku hingga pantas menerima ini? Aku tidak bersalah."

Aku tahu di lubuk hatimu,

kamu menikmati ini.

Tunggu saja.

Suatu hari,

aku akan mengambil kembali semua milik keluargaku.

Ingat itu.

Aku minta maaf

karena telah menelantarkan Rumah Sakit Boonyakorn

selama lebih dari dua tahun.

Tapi hari ini,

aku siap menjadi eksekutif bersama kalian

sekali lagi.

Aku ingin mengelola Rumah Sakit Boonyakorn

untuk mewujudkan keinginan

pimpinan dan direktur

Rumah Sakit Boonyakorn terdahulu,

yang juga ayahku,

Dokter Prakob Boonyakorn,

Kami keberatan soal itu.

Untuk bisa menjabat kembali,

kamu harus menanyakan perasaan

semua anggota dewan direksi,

dan itu termasuk aku.

Permisi.

Siapa kamu?

Namaku Pornvalai Sarojsathit.

"Pornvalai Sarojsathit"

CEO sementara Rumah Sakit Boonyakorn.

Jadi, kamu Pornvalai.

Bukankah aneh?

Kamu berani menghancurkan keluargaku

dan mengambil hal-hal yang bukan milikmu,

tapi karena terlalu takut

menghadiri pemakaman ayahku,

kamu mengirim seseorang untuk menggantikanmu.

Aku sudah

melarangnya ke sana.

Tapi dia tidak mau mendengarkan.

Bagaimana kamu bisa bilang begitu?

Ayahku baru saja meninggal.

Kami masih berduka.

Sementara kamu di sini

berusaha mengambil alih bisnisnya.

Tidak mungkin aku membiarkan itu terjadi.

Lantas, kamu juga harus menanyai

semua anggota dewan direksi

mereka akan mengizinkanku

menjadi direktur atau tidak.

Kalian akan membiarkan wanita ini mengelola rumah sakit?

Baiklah.

Kalian semua

mengkhianati ayahku.

Aku akan mengingat wajah kalian.

Tidak akan kubiarkan kamu melakukan ini.

Tidak akan pernah.

"Boonyakorn"

"Yayasan Prakob Boonyakorn"

"Nona Yodtian Sarojsathit"

Hei.

- Dokter. - Semua baik-baik saja?

Semua baik-baik saja.

Dengar.

Beri tahu aku jika kamu butuh sesuatu.

Kamu penerima beasiswa.

Kini kamu sudah seperti keluarga.

Aku hanya

merasa kewalahan karena stres.

Ibuku baru saja meninggal

dan ayahku akan menikah lagi.

Aku tidak tahu harus bagaimana.

Aku tidak bisa tinggal dengan kakakku

karena dia membenciku.

Aku juga tidak mau tinggal

dengan keluarga baru ayahku.

Aku berniat tinggal sendirian.

Sisi baiknya,

aku menerima beasiswa dari Anda.

Setidaknya aku tidak perlu khawatir tentang biaya kuliah dan sewa.

Terima kasih banyak.

Aku berjanji akan giat belajar

dan menjadi dokter hebat seperti Anda.

Aku akan bekerja di rumah sakit ini.

Beasiswaku tidak mengikatmu dengan syarat apa pun.

Kamu tidak perlu kembali dan bekerja untuk kami.

Aku hanya ingin ada banyak dokter untuk melayani orang-orang nantinya,

karena banyak orang sakit tidak punya akses ke perawatan medis.

Kamu bisa bekerja di mana saja,

tapi jadilah dokter yang baik. Hanya itu.

Lakukanlah demi pasien,

bukan uangnya.

Tapi jika kamu ingin bekerja di rumah sakit kami,

kami akan menyambutmu dengan tangan terbuka.

Terima kasih banyak.

Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan Anda.

Mengenai keluargamu,

aku yakin

semua orang punya alasan.

Kamu masih muda.

Kamu akan mengerti saat sudah besar.

Kamu akan menghadapi banyak rintangan

dalam perjalananmu menuju kedewasaan.

Aku mendukungmu.

Tapi jika kamu merasa situasinya sudah berlebihan,

bicaralah denganku.

Baik, Dokter.

Tapi aku tidak mau mengganggumu.

Teruskan kerja kerasmu.

Nopparuj.

Ternyata kamu, Charnwit.

Charnwit.

Kamu memberitahuku tentang rapat dewan.

Tapi kenapa tidak memberitahuku

Pornvalai akan menjadi CEO baru?

Dia bilang akan menjadi CEO baru?

Kamu juga baru dengar?

Ya.

Ayahmu mungkin memberiku beberapa saham rumah sakit,

tapi aku bukan eksekutif.

Aku masih pengacara keluargamu.

Aku hanya mendengar soal rapat dewan

dari orang lain.

Kenapa kamu kemari hari ini?

Wasiat Prakob membuatku curiga.

Mari bicara di ruangan ayahku.

Lewat sini.

Nopparuj, aku menentang ide itu.

Tapi mayoritas

ingin Pornvalai mengambil posisi itu.

Aku yakin Pornvalai telah melobi eksekutif lain.

Karena itu dia sangat percaya diri.

Tapi kurasa dia tidak bisa melobi semua pemegang saham utama.

Jika kita mengadakan rapat dewan

untuk membahas kandidat CEO baru,

kamu mungkin masih punya kesempatan

mengelola rumah sakit ini, Nopparuj.

Kamu masih pemegang saham utama,

meski pergi dari rumah sakit

selama bertahun-tahun

karena harus tinggal di luar kota.

Salahku

meninggalkan ayahku dengan wanita itu.

Kita harus mengalami kekacauan ini.

Sebagai anggota dewan,

hal terbaik yang bisa kulakukan untuk membantumu adalah

berpura-pura mendukung Pornvalai,

lalu melaporkan rencana dan gerakannya kembali kepadamu.

Karena

aku asisten Prakob,

aku masih punya wewenang untuk menghadiri semua rapat.

Dech dan aku

akan membantu keluargamu

mendapatkan rumah sakit kembali.

Charnwit.

Kamu pengacara keluargaku

dan teman ayahku.

Dech.

Kamu teman dekatnya

yang membantu dia mendirikan rumah sakit ini sejak hari pertama.

Lalu kamu, Nitan,

telah menghabiskan bertahun-tahun menjadi asistennya.

Kuharap

aku bisa memercayai kalian semua.

Suatu hari,

Rumah Sakit Boonyakorn akan menjadi milik kita lagi.

Nitan dan aku harus menghadiri rapat,

kalau tidak, kami akan melewatkan hal penting.

Permisi.

- Permisi. Ayo. - Tentu.

Charnwit.

Jadi, kenapa wasiat ayahku

membuatmu curiga?

Aku curiga

mungkin ada lebih dari satu wasiat.

Jika benar Prakob tidak berencana memberi Pornvalai semua asetnya,

kita bisa menemukan bukti.

Mari bicarakan topik terakhir.

Kita akan mengganti staf medis kita.

Demi bekerja cepat

dan merawat lebih banyak pasien,

penting bagi kita untuk menerapkan perubahan

secepat mungkin.

Selebaran di depan kalian

berisi daftar dokter

yang akan dipecat.

Para dokter baru akan menggantikan mereka.

Beberapa dari mereka mulai bekerja hari ini.

Karena ini urusan mendesak

yang membutuhkan perhatian segera,

aku langsung menerapkan perubahan itu sendiri.

Tolong bekerja sama

dengan menandatangani dokumennya.

Terima kasih untuk semuanya,

Dokter Prakob.

"Dua Tahun Lalu"

Halo, Bu. Bagaimana perasaan Anda?

Biar kulihat itu.

Janji temu berikutnya hari Jumat.

Jangan lupa minum obat.

- Tidak akan. - Bagus.

Sudah selesai.

Ayo. Aku akan mengantar Anda keluar.

Tidak apa-apa. Aku bisa keluar sendiri.

Kamu tidak perlu mengantarku keluar.

- Baiklah. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Pagi, Dokter Prakob.

Pagi.

Kamu Pornvalai?

Bagaimana Anda tahu namaku?

Ini hari pertamaku di sini.

Aku membaca berkas pegawai baru yang diberikan SDM kepadaku tadi.

Anda pria sibuk

yang mengurus banyak masalah penting.

Aku tidak menduga Anda punya waktu untuk membaca tentang pegawai baru.

Anda bahkan ingat namaku. Ingatan Anda pasti bagus.

Akhirnya,

aku bisa bertemu dengan Anda lagi.

Lagi?

Apa kita pernah bertemu?

Cepatlah.

Apa yang terjadi?

Dua kelompok mahasiswa terlibat perkelahian fisik di UGD.

- Cepat. - Apa?

Cepat.

Berhenti! Ini rumah sakit.

Siapa pun, tolong! Cepat!

- Berdiri perlahan. - Ya.

Astaga.

Kamu berdarah.

- Kita harus membersihkan lukanya. - Baiklah.

Hampir sampai.

- Perlahan. - Ya.

Terima kasih.

- Anda baik-baik saja, Dokter? - Aku baik-baik saja.

Astaga. Dahi Anda berdarah.

- Biar kubersihkan lukanya. - Tidak apa-apa.

Aku akan mengurus semuanya di sini.

Bantu yang terluka di luar.

Ya.

Dokter, biar kubersihkan luka Anda.

Tidak apa-apa. Aku akan mengurusnya.

- Permisi. - Ini.

Kamu beruntung.

Lukanya tidak dalam.

Kamu tidak perlu dijahit.

Syukurlah.

Ini agak perih.

Baiklah.

- Sudah selesai. - Terima kasih, Dokter.

Dokter, biar kubersihkan luka di dahi Anda.

Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.

Khawatirkan diri Anda sendiri

sebelum membantu orang lain.

Aku seorang dokter. Ini bukan apa-apa.

Jangan lupa juga

aku seorang perawat.

Duduklah.

Apakah sakit?

Tidak.

Anda berdarah banyak.

Bagaimana bisa menjadi seperti ini,

Prakob?

Kenapa kamu kejam sekali kepadaku?

- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun

- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun

- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun

Tiup lilinnya.

Ibu!

Ibu!

Aku turut berduka cita, Bu Ngarmpid.

Dokter Prakob pria yang hebat.

Dia meninggalkan kita terlalu cepat.

Hei, Ibu.

Hei.

Kenapa Ibu kemari?

Ibu ada janji dengan Dokter Prasit.

Ibu kesulitan tidur

dan kehilangan selera makan.

Kalau begitu, Ibu seharusnya ikut ke rumah sakit bersamaku.

Ibu lupa ada janji temu.

Ibu baru ingat.

Baiklah.

Kamu tahu

ibu sedang melalui masa sulit.

Kalau begitu,

biar kuantar ke sana.

"Upacara Penandatanganan Kontrak Perdagangan"

Terima kasih banyak.

Sejak kamu datang membantu Ayah mengelola rumah sakit,

keadaan membaik,

terutama perdagangan dengan mitra kita.

Kamu bekerja dengan baik.

Aku bisa melakukannya karena Ayah telah membangun fondasi kuat.

Orang hanya ingin bekerja dengan kita

karena Ayah dokter yang hebat.

Kamu tahu, jika kamu masuk sekolah kedokteran,

kamu akan menjadi dokter yang lebih baik dari ayah.

Tapi ayah senang tidak memaksamu menjadi dokter

dan membiarkanmu belajar manajemen sesuai keinginanmu.

Kini kamu menjadi eksekutif hebat.

Suatu kehormatan

bisa bekerja dengan eksekutif berbakat

dan visioner sepertimu,

Nopparuj.

Suatu kehormatan bagiku bisa bekerja dengan pendiri RS Boonyakorn

dan dokter bedah terbaik Thailand, Dokter Prakob.

Ayah.

Dahulu Ayah memercayaiku.

Teganya Ayah

malah memercayai wanita itu alih-alih aku?

Nopparuj.

Aku baru membaca laporan rapat.

Kamu harus melihatnya.

Ini daftar dokter yang dipecat oleh Pornvalai

dan yang dia pekerjakan untuk menggantikan mereka.

Kami ingin bertemu Dokter Prasit.

Dokter Prasit tidak ada di sini.

Apa?

Di mana dia?

Ada aturan mendadak untuk mengganti Dokter Prasit hari ini, Bu Ngarmpid.

Siapa dokter barunya?

Begini...

Selamat pagi.

Beraninya kamu datang dan bekerja di sini.

- Dasar gundik! - Ibu.

- Hei! - Ibu baik-baik saja?

- Ibu. - Jangan sentuh ibuku.

Ibu, pegang mejanya.

Ibu baik-baik saja?

Tenanglah.

- Lek, jaga Ibu. - Ya.

- Ikut aku. - Ibu.

- Hei! - Ibu.

Tidak apa-apa, Ibu.

Hentikan.

Dokter Yodtian Sarojsathit.

Kamu terkait dengan Pornvalai?

Kamu bekerja sama dengan Pornvalai untuk menipu ayahku

agar bisa mengambil alih rumah sakit?

Kenapa kamu sangat pemarah dan kasar?

Haruskah aku berpura-pura bodoh

seperti yang kamu lakukan, Yodtian?

Benar, aku lupa.

Kamu sudah mendapatkan semua keinginanmu.

Katakan jika aku salah.

Katakan

kalian tidak merencanakan semua ini

dan hanya kebetulan kamu

mendapat pekerjaan di sini.

Katakanlah.

Kamu punya masalah dengan adikku, Nopparuj?

Adik?

Begitu rupanya.

Kamu memecat dokter ibuku

dan memberikan posisi itu kepada adikmu.

Jangan bilang

ayahku meniduri kalian berdua.

Kalian berbagi ayahku,

dan kini berbagi uangnya.

Kamu bisa menghinaku,

tapi jangan berani menghina ayahmu.

Aku tidak peduli pendapatmu tentang diriku,

tapi jangan salah menilai ayahmu.

Berhentilah bersikap sok baik.

Lihat saja nanti.

Akan kubuat kalian menyesal

telah menghancurkan keluargaku.

Valai.

Kamu memecat dokternya Ngarmpid?

Kenapa kamu melakukan itu?

Apa?

Aku melihatmu melamar pekerjaan di sini.

Seseorang harus pergi.

Bukankah niat awalmu adalah bersaing untuk posisi di sini?

Dokter Prakob memberiku beasiswa

yang memungkinkanku menjadi dokter.

Aku bekerja di rumah sakit lain untuk mengumpulkan pengalaman,

lalu melamar pekerjaan di sini agar bisa membalas kebaikannya.

Aku tidak ingin kamu memecat dokter lain untukku.

Jika tahu Ngarmpid akan datang hari ini

dan kamu akan memecat dokternya, aku tidak akan mengizinkannya.

Apa yang kamu lakukan?

Apa rencanamu terhadap keluarganya?

Semua orang tahu

Dokter Prakob dan keluarganya adalah orang baik

yang berkontribusi kepada masyarakat.

Kenapa kamu menghancurkan keluarganya?

Orang baik, katamu?

Kamu tidak lihat perbuatan mereka kepadamu

saat pergi ke pemakaman Prakob dan membawa karangan bunga dariku?

Kudengar

mereka mengusirmu seperti binatang.

Putranya menyeretmu kemari untuk menghinamu.

Kamu mengerti sekarang?

Dunia sangat menghargai mereka,

tapi sebenarnya mereka orang jahat.

Kamu menyakiti mereka lebih dahulu, bukan?

Kamu terlibat dengan Dokter Prakob,

mengambil alih rumah sakit,

memecat dokter istrinya, dan membuatku menggantikannya.

Bagaimana perasaanmu jika ini terjadi kepadamu?

Aku tidak pernah menyakiti siapa pun lebih dahulu.

Masih banyak yang akan datang.

Akan kurebut semuanya dari mereka.

Mereka tidak akan punya apa-apa.

Lihat saja nanti.

Di mana Ibu?

Aku memberinya pil tidur

dan

menemaninya tidur.

Ruj.

Ya?

Jadi, wanita di pemakaman

dan dokter yang menggantikan Dokter Prasit

adalah Yodtian,

adiknya Pornvalai?

Ya.

Ibu masih tidak tahu

Ayah terlibat dengan dua wanita.

Aku akan membawa ibu ke rumah sakit lain

agar dia tidak perlu melihat mereka lagi.

Ya, itu ide bagus.

Ruj.

Menurutmu kenapa dia

memecat Dokter Prasit,

tapi aku tidak?

Karena dia ingin kita tetap di sana.

Dia ingin melihatku, kamu, dan Ibu di sana.

Dia terhibur

melihat kita menderita dan sedih.

Kita hanya

bisa bertahan

dan melaluinya.

Aku tidak akan lari darinya.

Aku juga.

Aku akan merebut kembali rumah sakit kita.

Ruj.

Tapi aku penasaran.

Menurutku ada yang aneh.

Mustahil seseorang bangun dan melakukan ini karena iseng.

Dilihat dari perilakunya,

sepertinya dia membalas dendam kepada kita.

Apa kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?

Jika hendak membalas dendam,

artinya dia sudah merencanakan semuanya dengan ayah kita.

Dia mungkin dalang di balik malam kecelakaannya.

Tapi Ruj,

bukankah ayah meninggal karena serangan jantung?

Tidak ada yang aneh atau mencurigakan

tentang kematian ayah.

Pikirkanlah.

Kenapa ayah ada di jalan saat tengah malam?

Apa ada yang memicu

serangan jantungnya?

Ayah meninggal sebelum kamu dan Ibu

tiba di TKP.

Kita tidak tahu apa yang terjadi sebelum itu.

Lalu wasiat yang berisi semua aset akan diberikan kepada wanita itu.

Semuanya tampak aneh, Lek.

Kurasa

ada hal-hal yang tidak kita ketahui.

Charnwit, aku butuh bantuan.

Katakan

apa yang terjadi pada malam ayahku meninggal.

Jangan bohong.

Pengacaraku punya teman polisi.

Aku meminta mereka menunjukkan

berkas kasus ayahku.

Kamu tahu apa yang kutemukan?

Aku menemukan bukti

bahwa kamu ada di TKP.

Kamu memberi tahu polisi

kebetulan menemukan ayahku

saat sedang mengemudi.

Kamu yakin itu kebetulan?

Tapi aku tahu satu hal yang pasti.

Kalian mengambil alih rumah sakit usai dia meninggal bukan kebetulan.

Kalian berdua yang menyebabkan serangan jantung ayahku?

Apa kamu gila? Teganya kamu bilang begitu?

Jangan bohong.

Katakan apa yang terjadi malam itu.

Katakan.

Dokter!

Dokter.

Dokter, bangunlah! Dokter!

Dokter, jangan bergerak.

Ambulans dalam perjalanan.

Aku...

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.