Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Mempersembahkan"
"Behind the Revenge"
"Behind the Revenge"
Halo, Dokter.
Dokter, kamu sudah menemukan Valai?
Benarkah?
Baik, aku sedang menuju rumah sakit. Aku akan segera sampai.
Ya.
Dokter?
Dokter, hentikan mobilnya.
Dokter!
Tidak!
Hei!
Hei! Bangun! Hei!
Hei!
Buka pintunya.
Buka.
Kamu baik-baik saja?
Tunggu, tetap duduk.
Kamu terluka.
Akan kuhubungi ambulans. Tetap duduk.
Halo, ini Dokter Prakob.
Ada keadaan darurat. Kirim ambulans. Akan kukirimkan lokasinya.
Dokter?
Dokter!
Dokter!
Dokter!
Tolong sampaikan permintaan maafku
kepada istriku.
Lalu katakan kepada anak-anakku...
Dokter...
Dokter!
"Pornvalai Sarojsathit"
"Pornvalai Sarojsathit"
"Pornvalai Sarojsathit"
"Pornvalai Sarojsathit"
Jadi, seperti ini wajah...
Pornvalai.
"Keluarga Boonyakorn"
"Pornvalai Sarojsathit"
"Pornvalai Sarojsathit"
Jadi, seperti ini wajah
si perusak rumah tangga.
- Ibu. - Pornvalai.
Pornvalai.
Ibu.
Tenang, Ibu.
Berani sekali kamu
menghadiri pemakaman.
Seperti inikah wanita zaman sekarang?
Kamu bukan hanya tidak tahu malu,
tapi juga tidak punya otak.
Sepertinya kamu tidak mengerti
bahwa kamu dilarang datang ke pemakaman
karena istri dan anak-anaknya masih ada di sini.
Tapi aku tidak terkejut.
Jika masih punya otak,
kamu tidak akan menjadi gundik.
- Rasakan ini! - Ibu.
- Dasar jalang. - Tenanglah.
- Enyahlah! - Ibu.
- Jangan sampai aku melihatmu lagi. - Ibu, tenanglah.
Tenanglah, Ibu.
Ada banyak orang di sini.
Maaf soal Dokter Prakob.
Aku kemari
karena sungguh menyesal dan merasa sangat bersalah.
Aku bersedia melakukan apa pun untuk menebusnya.
Tolong sampaikan permintaan maafku
kepada istriku.
Lalu katakan kepada anak-anakku...
Buang karangan bunganya.
Akan menjadi nasib buruk jika ada yang melihat nama pelacur itu.
Keluar sekarang juga.
Enyahlah.
Jangan menunjukkan wajahmu di sini lagi. Pergi!
Ngarmpid.
Dokter Prakob
memintaku memberitahumu
bahwa dia menyesal.
Bahwa dia sangat menyayangi
kedua anaknya.
Izinkan aku memberi hormat kepada mendiang.
- Kamu... Hei! - Ibu.
- Keluar. - Lihat dia.
Keluar.
Dia jahat sekali.
Nopparuj.
Ayahmu memintaku memberitahumu
bahwa dia menyayangimu.
Sungguh.
Cukup!
Tolong beri tahu ayahku
bahwa ibuku dan aku
tidak akan menerima permintaan maafnya.
Apa katamu?
Tidak mungkin.
Sudah cukup dia memberi dia saham rumah sakitnya.
Tapi dia bahkan memberinya tanah dan gedung itu juga?
Ya.
Ayah berjanji akan memberiku tanah itu.
Dia ingin aku memperluas rumah sakit.
Kenapa dia memberikannya kepada orang asing?
Benar.
Dia berjanji akan memberikannya kepadamu.
Teganya dia melakukan ini kepada kita.
Prakob benar-benar menyatakan dalam wasiatnya akan memberikan
tanah dan gedung kepada Nona Pornvalai Sarojsathit.
Sungguh, Ngarmpid dan Nopparuj.
Coba kulihat.
Pornvalai Sarojsathit...
Prakob dan aku menikah selama hampir 40 tahun.
Kami tidak pernah mengalami momen seperti ini.
Siapa wanita ini?
Bisa-bisanya dia jatuh cinta kepadanya?
Ibu...
Teganya dia melakukan ini kepadaku dan anak-anakku.
Teganya dia melakukan ini kepadaku dan anak-anakku.
- Tidak apa-apa, Ibu. - Tidak.
Tenanglah, Ibu.
"UGD"
Hei!
Sedang apa kamu di sini?
Kamu menyebabkan masalah bagi keluargaku,
serta menyakiti ibu dan adikku.
Beraninya kamu datang ke rumah sakitku!
Pergilah.
Kamu tidak diterima di sini.
Ingat itu. Jangan tunjukkan wajahmu di sini lagi. Pergi sana!
Aku memang
tidak bisa memperbaiki masa lalu,
tapi aku bersedia melakukan apa pun
untuk menebusnya.
Kumohon.
Yang lalu biarlah berlalu.
Omong kosong apa itu?
Berhentilah berpura-pura menjadi orang baik.
Maaf aku menanyakan ini.
Kamu pergi ke pemakaman ayahku,
meminta maaf kepada ibuku,
menyampaikan kata-kata terakhir ayahku,
dan berdiri di sana dengan polos selagi ibuku menghinamu,
apa semua itu hanya pura-pura?
Kamu aktor yang hebat.
Pantas saja
ayahku jatuh cinta kepadamu.
Jujurlah kepadaku.
Apa yang kamu lakukan untuk menggodanya?
Kamu pasti sangat hebat di ranjang
sampai ayahku memutuskan
untuk memberimu segalanya.
Yang lalu biarlah berlalu?
Sungguh? Kamu menjijikkan.
Apa? Kenapa kamu tampak bingung?
Jangan pura-pura bodoh.
Kamu berpura-pura lagi?
"Apa salahku hingga pantas menerima ini? Aku tidak bersalah."
Aku tahu di lubuk hatimu,
kamu menikmati ini.
Tunggu saja.
Suatu hari,
aku akan mengambil kembali semua milik keluargaku.
Ingat itu.
Aku minta maaf
karena telah menelantarkan Rumah Sakit Boonyakorn
selama lebih dari dua tahun.
Tapi hari ini,
aku siap menjadi eksekutif bersama kalian
sekali lagi.
Aku ingin mengelola Rumah Sakit Boonyakorn
untuk mewujudkan keinginan
pimpinan dan direktur
Rumah Sakit Boonyakorn terdahulu,
yang juga ayahku,
Dokter Prakob Boonyakorn,
Kami keberatan soal itu.
Untuk bisa menjabat kembali,
kamu harus menanyakan perasaan
semua anggota dewan direksi,
dan itu termasuk aku.
Permisi.
Siapa kamu?
Namaku Pornvalai Sarojsathit.
"Pornvalai Sarojsathit"
CEO sementara Rumah Sakit Boonyakorn.
Jadi, kamu Pornvalai.
Bukankah aneh?
Kamu berani menghancurkan keluargaku
dan mengambil hal-hal yang bukan milikmu,
tapi karena terlalu takut
menghadiri pemakaman ayahku,
kamu mengirim seseorang untuk menggantikanmu.
Aku sudah
melarangnya ke sana.
Tapi dia tidak mau mendengarkan.
Bagaimana kamu bisa bilang begitu?
Ayahku baru saja meninggal.
Kami masih berduka.
Sementara kamu di sini
berusaha mengambil alih bisnisnya.
Tidak mungkin aku membiarkan itu terjadi.
Lantas, kamu juga harus menanyai
semua anggota dewan direksi
mereka akan mengizinkanku
menjadi direktur atau tidak.
Kalian akan membiarkan wanita ini mengelola rumah sakit?
Baiklah.
Kalian semua
mengkhianati ayahku.
Aku akan mengingat wajah kalian.
Tidak akan kubiarkan kamu melakukan ini.
Tidak akan pernah.
"Boonyakorn"
"Yayasan Prakob Boonyakorn"
"Nona Yodtian Sarojsathit"
Hei.
- Dokter. - Semua baik-baik saja?
Semua baik-baik saja.
Dengar.
Beri tahu aku jika kamu butuh sesuatu.
Kamu penerima beasiswa.
Kini kamu sudah seperti keluarga.
Aku hanya
merasa kewalahan karena stres.
Ibuku baru saja meninggal
dan ayahku akan menikah lagi.
Aku tidak tahu harus bagaimana.
Aku tidak bisa tinggal dengan kakakku
karena dia membenciku.
Aku juga tidak mau tinggal
dengan keluarga baru ayahku.
Aku berniat tinggal sendirian.
Sisi baiknya,
aku menerima beasiswa dari Anda.
Setidaknya aku tidak perlu khawatir tentang biaya kuliah dan sewa.
Terima kasih banyak.
Aku berjanji akan giat belajar
dan menjadi dokter hebat seperti Anda.
Aku akan bekerja di rumah sakit ini.
Beasiswaku tidak mengikatmu dengan syarat apa pun.
Kamu tidak perlu kembali dan bekerja untuk kami.
Aku hanya ingin ada banyak dokter untuk melayani orang-orang nantinya,
karena banyak orang sakit tidak punya akses ke perawatan medis.
Kamu bisa bekerja di mana saja,
tapi jadilah dokter yang baik. Hanya itu.
Lakukanlah demi pasien,
bukan uangnya.
Tapi jika kamu ingin bekerja di rumah sakit kami,
kami akan menyambutmu dengan tangan terbuka.
Terima kasih banyak.
Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan Anda.
Mengenai keluargamu,
aku yakin
semua orang punya alasan.
Kamu masih muda.
Kamu akan mengerti saat sudah besar.
Kamu akan menghadapi banyak rintangan
dalam perjalananmu menuju kedewasaan.
Aku mendukungmu.
Tapi jika kamu merasa situasinya sudah berlebihan,
bicaralah denganku.
Baik, Dokter.
Tapi aku tidak mau mengganggumu.
Teruskan kerja kerasmu.
Nopparuj.
Ternyata kamu, Charnwit.
Charnwit.
Kamu memberitahuku tentang rapat dewan.
Tapi kenapa tidak memberitahuku
Pornvalai akan menjadi CEO baru?
Dia bilang akan menjadi CEO baru?
Kamu juga baru dengar?
Ya.
Ayahmu mungkin memberiku beberapa saham rumah sakit,
tapi aku bukan eksekutif.
Aku masih pengacara keluargamu.
Aku hanya mendengar soal rapat dewan
dari orang lain.
Kenapa kamu kemari hari ini?
Wasiat Prakob membuatku curiga.
Mari bicara di ruangan ayahku.
Lewat sini.
Nopparuj, aku menentang ide itu.
Tapi mayoritas
ingin Pornvalai mengambil posisi itu.
Aku yakin Pornvalai telah melobi eksekutif lain.
Karena itu dia sangat percaya diri.
Tapi kurasa dia tidak bisa melobi semua pemegang saham utama.
Jika kita mengadakan rapat dewan
untuk membahas kandidat CEO baru,
kamu mungkin masih punya kesempatan
mengelola rumah sakit ini, Nopparuj.
Kamu masih pemegang saham utama,
meski pergi dari rumah sakit
selama bertahun-tahun
karena harus tinggal di luar kota.
Salahku
meninggalkan ayahku dengan wanita itu.
Kita harus mengalami kekacauan ini.
Sebagai anggota dewan,
hal terbaik yang bisa kulakukan untuk membantumu adalah
berpura-pura mendukung Pornvalai,
lalu melaporkan rencana dan gerakannya kembali kepadamu.
Karena
aku asisten Prakob,
aku masih punya wewenang untuk menghadiri semua rapat.
Dech dan aku
akan membantu keluargamu
mendapatkan rumah sakit kembali.
Charnwit.
Kamu pengacara keluargaku
dan teman ayahku.
Dech.
Kamu teman dekatnya
yang membantu dia mendirikan rumah sakit ini sejak hari pertama.
Lalu kamu, Nitan,
telah menghabiskan bertahun-tahun menjadi asistennya.
Kuharap
aku bisa memercayai kalian semua.
Suatu hari,
Rumah Sakit Boonyakorn akan menjadi milik kita lagi.
Nitan dan aku harus menghadiri rapat,
kalau tidak, kami akan melewatkan hal penting.
Permisi.
- Permisi. Ayo. - Tentu.
Charnwit.
Jadi, kenapa wasiat ayahku
membuatmu curiga?
Aku curiga
mungkin ada lebih dari satu wasiat.
Jika benar Prakob tidak berencana memberi Pornvalai semua asetnya,
kita bisa menemukan bukti.
Mari bicarakan topik terakhir.
Kita akan mengganti staf medis kita.
Demi bekerja cepat
dan merawat lebih banyak pasien,
penting bagi kita untuk menerapkan perubahan
secepat mungkin.
Selebaran di depan kalian
berisi daftar dokter
yang akan dipecat.
Para dokter baru akan menggantikan mereka.
Beberapa dari mereka mulai bekerja hari ini.
Karena ini urusan mendesak
yang membutuhkan perhatian segera,
aku langsung menerapkan perubahan itu sendiri.
Tolong bekerja sama
dengan menandatangani dokumennya.
Terima kasih untuk semuanya,
Dokter Prakob.
"Dua Tahun Lalu"
Halo, Bu. Bagaimana perasaan Anda?
Biar kulihat itu.
Janji temu berikutnya hari Jumat.
Jangan lupa minum obat.
- Tidak akan. - Bagus.
Sudah selesai.
Ayo. Aku akan mengantar Anda keluar.
Tidak apa-apa. Aku bisa keluar sendiri.
Kamu tidak perlu mengantarku keluar.
- Baiklah. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Pagi, Dokter Prakob.
Pagi.
Kamu Pornvalai?
Bagaimana Anda tahu namaku?
Ini hari pertamaku di sini.
Aku membaca berkas pegawai baru yang diberikan SDM kepadaku tadi.
Anda pria sibuk
yang mengurus banyak masalah penting.
Aku tidak menduga Anda punya waktu untuk membaca tentang pegawai baru.
Anda bahkan ingat namaku. Ingatan Anda pasti bagus.
Akhirnya,
aku bisa bertemu dengan Anda lagi.
Lagi?
Apa kita pernah bertemu?
Cepatlah.
Apa yang terjadi?
Dua kelompok mahasiswa terlibat perkelahian fisik di UGD.
- Cepat. - Apa?
Cepat.
Berhenti! Ini rumah sakit.
Siapa pun, tolong! Cepat!
- Berdiri perlahan. - Ya.
Astaga.
Kamu berdarah.
- Kita harus membersihkan lukanya. - Baiklah.
Hampir sampai.
- Perlahan. - Ya.
Terima kasih.
- Anda baik-baik saja, Dokter? - Aku baik-baik saja.
Astaga. Dahi Anda berdarah.
- Biar kubersihkan lukanya. - Tidak apa-apa.
Aku akan mengurus semuanya di sini.
Bantu yang terluka di luar.
Ya.
Dokter, biar kubersihkan luka Anda.
Tidak apa-apa. Aku akan mengurusnya.
- Permisi. - Ini.
Kamu beruntung.
Lukanya tidak dalam.
Kamu tidak perlu dijahit.
Syukurlah.
Ini agak perih.
Baiklah.
- Sudah selesai. - Terima kasih, Dokter.
Dokter, biar kubersihkan luka di dahi Anda.
Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.
Khawatirkan diri Anda sendiri
sebelum membantu orang lain.
Aku seorang dokter. Ini bukan apa-apa.
Jangan lupa juga
aku seorang perawat.
Duduklah.
Apakah sakit?
Tidak.
Anda berdarah banyak.
Bagaimana bisa menjadi seperti ini,
Prakob?
Kenapa kamu kejam sekali kepadaku?
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
Tiup lilinnya.
Ibu!
Ibu!
Aku turut berduka cita, Bu Ngarmpid.
Dokter Prakob pria yang hebat.
Dia meninggalkan kita terlalu cepat.
Hei, Ibu.
Hei.
Kenapa Ibu kemari?
Ibu ada janji dengan Dokter Prasit.
Ibu kesulitan tidur
dan kehilangan selera makan.
Kalau begitu, Ibu seharusnya ikut ke rumah sakit bersamaku.
Ibu lupa ada janji temu.
Ibu baru ingat.
Baiklah.
Kamu tahu
ibu sedang melalui masa sulit.
Kalau begitu,
biar kuantar ke sana.
"Upacara Penandatanganan Kontrak Perdagangan"
Terima kasih banyak.
Sejak kamu datang membantu Ayah mengelola rumah sakit,
keadaan membaik,
terutama perdagangan dengan mitra kita.
Kamu bekerja dengan baik.
Aku bisa melakukannya karena Ayah telah membangun fondasi kuat.
Orang hanya ingin bekerja dengan kita
karena Ayah dokter yang hebat.
Kamu tahu, jika kamu masuk sekolah kedokteran,
kamu akan menjadi dokter yang lebih baik dari ayah.
Tapi ayah senang tidak memaksamu menjadi dokter
dan membiarkanmu belajar manajemen sesuai keinginanmu.
Kini kamu menjadi eksekutif hebat.
Suatu kehormatan
bisa bekerja dengan eksekutif berbakat
dan visioner sepertimu,
Nopparuj.
Suatu kehormatan bagiku bisa bekerja dengan pendiri RS Boonyakorn
dan dokter bedah terbaik Thailand, Dokter Prakob.
Ayah.
Dahulu Ayah memercayaiku.
Teganya Ayah
malah memercayai wanita itu alih-alih aku?
Nopparuj.
Aku baru membaca laporan rapat.
Kamu harus melihatnya.
Ini daftar dokter yang dipecat oleh Pornvalai
dan yang dia pekerjakan untuk menggantikan mereka.
Kami ingin bertemu Dokter Prasit.
Dokter Prasit tidak ada di sini.
Apa?
Di mana dia?
Ada aturan mendadak untuk mengganti Dokter Prasit hari ini, Bu Ngarmpid.
Siapa dokter barunya?
Begini...
Selamat pagi.
Beraninya kamu datang dan bekerja di sini.
- Dasar gundik! - Ibu.
- Hei! - Ibu baik-baik saja?
- Ibu. - Jangan sentuh ibuku.
Ibu, pegang mejanya.
Ibu baik-baik saja?
Tenanglah.
- Lek, jaga Ibu. - Ya.
- Ikut aku. - Ibu.
- Hei! - Ibu.
Tidak apa-apa, Ibu.
Hentikan.
Dokter Yodtian Sarojsathit.
Kamu terkait dengan Pornvalai?
Kamu bekerja sama dengan Pornvalai untuk menipu ayahku
agar bisa mengambil alih rumah sakit?
Kenapa kamu sangat pemarah dan kasar?
Haruskah aku berpura-pura bodoh
seperti yang kamu lakukan, Yodtian?
Benar, aku lupa.
Kamu sudah mendapatkan semua keinginanmu.
Katakan jika aku salah.
Katakan
kalian tidak merencanakan semua ini
dan hanya kebetulan kamu
mendapat pekerjaan di sini.
Katakanlah.
Kamu punya masalah dengan adikku, Nopparuj?
Adik?
Begitu rupanya.
Kamu memecat dokter ibuku
dan memberikan posisi itu kepada adikmu.
Jangan bilang
ayahku meniduri kalian berdua.
Kalian berbagi ayahku,
dan kini berbagi uangnya.
Kamu bisa menghinaku,
tapi jangan berani menghina ayahmu.
Aku tidak peduli pendapatmu tentang diriku,
tapi jangan salah menilai ayahmu.
Berhentilah bersikap sok baik.
Lihat saja nanti.
Akan kubuat kalian menyesal
telah menghancurkan keluargaku.
Valai.
Kamu memecat dokternya Ngarmpid?
Kenapa kamu melakukan itu?
Apa?
Aku melihatmu melamar pekerjaan di sini.
Seseorang harus pergi.
Bukankah niat awalmu adalah bersaing untuk posisi di sini?
Dokter Prakob memberiku beasiswa
yang memungkinkanku menjadi dokter.
Aku bekerja di rumah sakit lain untuk mengumpulkan pengalaman,
lalu melamar pekerjaan di sini agar bisa membalas kebaikannya.
Aku tidak ingin kamu memecat dokter lain untukku.
Jika tahu Ngarmpid akan datang hari ini
dan kamu akan memecat dokternya, aku tidak akan mengizinkannya.
Apa yang kamu lakukan?
Apa rencanamu terhadap keluarganya?
Semua orang tahu
Dokter Prakob dan keluarganya adalah orang baik
yang berkontribusi kepada masyarakat.
Kenapa kamu menghancurkan keluarganya?
Orang baik, katamu?
Kamu tidak lihat perbuatan mereka kepadamu
saat pergi ke pemakaman Prakob dan membawa karangan bunga dariku?
Kudengar
mereka mengusirmu seperti binatang.
Putranya menyeretmu kemari untuk menghinamu.
Kamu mengerti sekarang?
Dunia sangat menghargai mereka,
tapi sebenarnya mereka orang jahat.
Kamu menyakiti mereka lebih dahulu, bukan?
Kamu terlibat dengan Dokter Prakob,
mengambil alih rumah sakit,
memecat dokter istrinya, dan membuatku menggantikannya.
Bagaimana perasaanmu jika ini terjadi kepadamu?
Aku tidak pernah menyakiti siapa pun lebih dahulu.
Masih banyak yang akan datang.
Akan kurebut semuanya dari mereka.
Mereka tidak akan punya apa-apa.
Lihat saja nanti.
Di mana Ibu?
Aku memberinya pil tidur
dan
menemaninya tidur.
Ruj.
Ya?
Jadi, wanita di pemakaman
dan dokter yang menggantikan Dokter Prasit
adalah Yodtian,
adiknya Pornvalai?
Ya.
Ibu masih tidak tahu
Ayah terlibat dengan dua wanita.
Aku akan membawa ibu ke rumah sakit lain
agar dia tidak perlu melihat mereka lagi.
Ya, itu ide bagus.
Ruj.
Menurutmu kenapa dia
memecat Dokter Prasit,
tapi aku tidak?
Karena dia ingin kita tetap di sana.
Dia ingin melihatku, kamu, dan Ibu di sana.
Dia terhibur
melihat kita menderita dan sedih.
Kita hanya
bisa bertahan
dan melaluinya.
Aku tidak akan lari darinya.
Aku juga.
Aku akan merebut kembali rumah sakit kita.
Ruj.
Tapi aku penasaran.
Menurutku ada yang aneh.
Mustahil seseorang bangun dan melakukan ini karena iseng.
Dilihat dari perilakunya,
sepertinya dia membalas dendam kepada kita.
Apa kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?
Jika hendak membalas dendam,
artinya dia sudah merencanakan semuanya dengan ayah kita.
Dia mungkin dalang di balik malam kecelakaannya.
Tapi Ruj,
bukankah ayah meninggal karena serangan jantung?
Tidak ada yang aneh atau mencurigakan
tentang kematian ayah.
Pikirkanlah.
Kenapa ayah ada di jalan saat tengah malam?
Apa ada yang memicu
serangan jantungnya?
Ayah meninggal sebelum kamu dan Ibu
tiba di TKP.
Kita tidak tahu apa yang terjadi sebelum itu.
Lalu wasiat yang berisi semua aset akan diberikan kepada wanita itu.
Semuanya tampak aneh, Lek.
Kurasa
ada hal-hal yang tidak kita ketahui.
Charnwit, aku butuh bantuan.
Katakan
apa yang terjadi pada malam ayahku meninggal.
Jangan bohong.
Pengacaraku punya teman polisi.
Aku meminta mereka menunjukkan
berkas kasus ayahku.
Kamu tahu apa yang kutemukan?
Aku menemukan bukti
bahwa kamu ada di TKP.
Kamu memberi tahu polisi
kebetulan menemukan ayahku
saat sedang mengemudi.
Kamu yakin itu kebetulan?
Tapi aku tahu satu hal yang pasti.
Kalian mengambil alih rumah sakit usai dia meninggal bukan kebetulan.
Kalian berdua yang menyebabkan serangan jantung ayahku?
Apa kamu gila? Teganya kamu bilang begitu?
Jangan bohong.
Katakan apa yang terjadi malam itu.
Katakan.
Dokter!
Dokter.
Dokter, bangunlah! Dokter!
Dokter, jangan bergerak.
Ambulans dalam perjalanan.
Aku...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.