All language subtitles for The.Last.7.Days.2025.1080p.NF.WEB-DL.DDP5.1.H.264-KQRM_f

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian Download
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aku tidak bisa, Mas. Begini terus.

Aku ke sini bukan untuk ini.

Terus apa?

Aku sudah bilang, Mas!

Jangan hubungi kampung lagi.

Bukan aku! Mbok Yati yang menghubungi langsung.

Kondisi Ibu sudah parah, katanya.

Tapi sekarang saatnya kita mengalah.

Siapa tahu kita dapat jawaban atas pertanyaan kita selama ini.

Apa kamu yakin tidak akan menyesal kalau terjadi sesuatu dengan Ibu?

Sudahlah, Mas.

Aku mau makan bersama anak-anak.

Ya ampun, Mas Kadar!

Silakan masuk!

Mbok Yati sekarang menginap di sini?

Iya, Mas. Semenjak kondisi Ibu makin parah.

Kasihan, Mas, kalau Ibu ditinggal sendirian.

Kalau lagu ini dimainkan, biasanya Ibu tenang.

Ini aku, Kadar.

Bersama Tari, pulang.

Cucu Ibu juga ikut pulang.

Ini Hanif.

Ini Bian, Bu, anak perempuanku.

Jangan bikin kaget, cucumu jadi takut.

Kita harus mencari penyebabnya.

Mbok, sudah berapa lama kondisi Ibu seperti ini?

Kurang lebih…

sebulan.

Kenapa tidak segera kasih kabar?

Sebelum sakit parahnya, Ibu…

Ibu pesan jangan memberi tahu Mas Kadar dan Mbak Tari.

Mohon maaf, Mas, Mbak.

Ki Husein siapa, Mbok?

Orang pintar di daerah sini.

Sebentar, jadi sebenarnya Ibu kenapa?

Menurut Ki Husein…

Dokter bilang apa?

Mbok, Ki Husein bisa diundang lagi?

Pokoknya, aku hanya tiga hari di tempat ini,

Bagaimana kalau anak-anakmu menirumu?

Ini urusanku dengan Ibu.

Mbak Bian, Mas Hanif, mencari apa?

Mbok, panggil Ki Husein ke sini sekarang!

Anak perempuan, ke sini.

Tumbuk daun kelor itu.

Kamu ke sini.

Kalau aku bilang tusuk, tusuk. …tusuk.

Baik, Ki.

Ini bukan sembarang susuk.

Jarum emas ini kuambil dari dalam ibumu.

Inilah penghalang sakaratul mautnya.

Simpanlah baik-baik.

Karena tujuh susuk emas ini harus dikembalikan ke tempat asalnya.

Baiklah. Saya akan menyimpannya.

Berhati-hatilah.

Mohon maaf.

Subuh ini tidak ada warga yang mau mengurus jenazah.

Kenapa begitu, Mbok?

Biarkan saja.

Jenazah Ibu Anggun tidak boleh diapa-apakan dulu.

Jangan diumumkan.

Jenazahnya tidak bisa dikubur ke dalam tanah.

Harus ditenggelamkan di goa batu

dalam telaganya.

Pada hari Kamis Kliwon.

Aturan dari siapa?

Siapa yang membuat aturan itu?

Memang ini tata caranya.

Yang tidak boleh kalian langgar.

Jenazah Ibu kalian bukan jenazah biasa.

Harus diingat.

Kamis besok adalah Kamis Kliwon.

Tujuh hari dari sekarang.

Mandikan jenazahnya subuh ini.

- Iya. - Setelah itu,

tutup dengan kain jarik.

Baik, Ki.

Tegarkan hatimu.

Ini yang terbaik untuk Ibu.

Kita harus ikhlas menerimanya.

Pergi sekarang…

Astaga! Ya, Allah!

Pergi sekarang.

Pergi sekarang.

Mbak Tari, ada apa?

Istirahatlah.

SIARAN LANGSUNG

Kamu tidak prihatin? Keterlaluan!

Aku juga prihatin, ini ibuku juga.

Seharusnya aku tahu.

- Ada apa, Mbok? - Nggak tahu, Mas.

Nanti kehabisan tiketnya, Mbak.

Mobil travelnya hanya ada tiga hari sekali.

Aku serius.

Kamu membawaku ke mana?

Ini hadiah untuk keponakanku.

Bagus, 'kan?

Rumah ibuku isinya setan.

Setan dari susuk Ibu.

Aku akan menjualnya.

Untuk membayar utang.

Aku sungkan sama Tari merepotkan terus bertahun-tahun.

Maaf.

Apa itu?

Rumah siapa ini? Rumahmu?

Beli rumah baru saja…

Beli yang baru, mobil, motor.

Rumah ini dijual saja, Dik.

Beli yang baru.

Lemari ini diganti, tempat tidur diganti. Ganti semuanya.

Aku bakalan kaya raya.

Aku mau beli tujuh rumah.

Mobil, motor, ruko juga.

Rukonya buat Tari untuk berdagang.

Untuk masa depan Hanif dan Bian.

Hanif, Bian. Aku sangat sayang dengan keponakanku.

Semoga nanti…

Cantik sekali kamu, Dik.

Sekarang…

Kadar akan ke sana.

- Dari mana saja kamu, Mas? - Tari…

- Dari mana, Mas? - Nggak ke mana-mana.

Cuma jalan di sekeliling sini.

Tidak.

Mereka keponakanmu!

Maaf. Mohon maaf.

Anak-anak tidak apa-apa, 'kan?

Apa?

Bilang apa?

Mau apa dengan anakku?

Jangan ingkar janji.

Jangan ingkar janji.

- Janji apa? - Jangan ingkar janji.

Jangan ingkar janji.

Jangan ingkar janji.

Janji apa?

Jangan ingkar janji.

Janji apa?

Jangan ingkar janji.

Jangan ingkar janji.

Kamu dengar sendiri, 'kan, Ki Husein bilang apa!

Ibu harus ditenggelamkan hari Kamis Kliwon. Ini belum waktunya!

Aku tidak peduli!

Kamu menyalahkan aku?

Aku tidak menyalahkan…

Semuanya sudah disiapkan.

Ibu kita kubur sekarang!

Ngapain kamu di situ?

Bangunlah, Mas!

Mas, bangun!

Mas Kadar, bangunlah!

Mas, ngapain kamu di situ?

Sekarang sudah waktunya…

Aku sudah pesan

seharusnya ditenggelamkan hari ini.

Semoga semua masih bisa diperbaiki.

Supaya tidak ada yang celaka.

Maafkan saya, Ki.

Terima kasih atas segala bantuannya.

Susuknya.

Kenapa tidak disusui?

ASI-nya tidak keluar, Pak.

Maafkan aku.

Hari demi hari, sengsara seperti ini.

Nggak apa-apa, Pak.

Aku akan cari cara.

Pergi sekarang! Jangan pernah kembali!

Pergi sekarang!

Ibu minta maaf, ya, Anakku.

Karena kesalahan Ibu…

kalian semua jadi korban.

Ibu terpaksa mengusir kalian semua…

agar kutukan susuk ini…

berhenti di Ibu.

Jika tidak, kamu harus meneruskan susuk ini, Tari.

Dan Kadar menjadi tumbalnya.

Ini akan berlanjut ke anak-anakmu, Tar.

Hentikan ini semua.

Selesaikan!

Apa yang harus aku lakukan, Bu?

Kembalikan susuk itu ke tempat Ibu menerimanya.

Lalu hancurkan topeng itu!

Setelah itu, pergi dari sini.

Jangan kembali lagi.

Jangan terlambat.

Sebelum lewat tujuh hari.

Ucapkan mantra ini.

Di mana susuknya Ibu?

Ada apa ini?

- Kembalikan sekarang! - Apa yang dikembalikan?

Kamu simpan susuknya Ibu, 'kan? Tidak kamu tenggelamkan bersama Ibu, 'kan?

Maaf, Tari. Aku perlu untuk membayar utang.

Di mana susuknya sekarang?

Maafkan aku, Tari.

Sekarang bagaimana, Mas?

Kita harus kembalikan susuk ini ke tempat asalnya.

Sudah kukembalikan milikmu!

Kembalikan anakku, sekarang!

Aku hanya menagih janji!

Janji yang dibuat oleh ibumu!

Jangan ingkar janji!

Aku yang akan membayar janjinya!

Aku yang bayar janjinya!

Jangan, Mas!

Jangan!

Aku hanya menagih

apa yang sudah dijanjikan kepadaku!

Yang berasal dari air, kembalikan ke air.

Dan apa yang sudah dijanjikan untuk bumi,

wajib diserahkan ke bumi.

Jangan ingkar janji.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.