Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahna neng: NDASERUAG
--- Selamat Mendeleng ---
KTP-nya, tolong.
Silakan.
SELAMAT DATANG DI COLUMBIA
HAL-HAL BAIK TIDAK BERTAHAN LAMA
Aku sampai dua menit lagi.
Mana uangnya?
Kamu sudah dibayar penuh.
Kesepakatan telah berubah.
Aku ingin semuanya.
Berikan uangnya pada orang itu.
Aku rasa tidak.
SETAN
LEONOR PIAMONTE 1986 - 2019
Terima kasih.
Aku akan membukanya.
Hei, ayah di sini.
Halo, sayang.
Halo, Ayah.
Ayah sangat merindukanmu hari ini.
Apa kabar hari ini?
Seperti biasa.
Seperti biasa?
Hei... sayang.
Oke.
Ayah ngadain pesta di sini minggu depan
untuk beberapa calon mitra bisnis,
dan ayah ingin kamu hadir.
Apa harus?
Ya.
- Tidak, tidak! - Kamu bicara dengan siapa?
Bukan siapa-siapa.
- Jangan! - Coba Ayah lihat!
- Felipe. - Jangan!
Felipe? Aku ayah Elisa.
- Jangan dengarkan dia. - Dengarkan aku, nak.
Apapun yang kamu lakukan padanya, aku akan melakukannya padamu.
Dah!
Ibumu sangat pandai dalam hal pesta.
Ayah tidak. Kamu tahu itu.
Hei sayang, tunggu.
Ya, aku bisa lihat ayah manusia gua.
Ya, ayah yang terburuk.
Dan selalu membantu ada wanita cantik didekat ayah, sepertimu.
Jadi aku hadir bukan karena otakku?
- Ya. - Atau kecerdasanku yang amat tajam.
Ya, kamu bisa membawanya.
Mungkin jangan kamu pakai saja, oke?
Apa itu ya?
- Mm. - Apa itu ya?
Tentu.
Tapi Ayah berutang padaku.
Ayah berutang seluruh hidup ayah padamu.
Dah, Carlos.
Baiklah Tuan, waktunya tutup.
Sudahkah kamu mencoba kue ini?
Aku sangat menyukainya.
Aku membawa pulang sepotong kalau ada sisa.
Sudahkah kamu mencoba kue ini?
Belum.
Tidak hari ini, Tuan.
Bukan yang ini.
Kamu sudah kasih dirimu hadiah minggu ini,
- Alex? - Maaf Tuan, tetapi saya harus tutup.
Duduk.
Dengarkan aku.
Kamu harus belajar memberi hadiah ke dirimu sendiri seminggu sekali.
Hidup ini lebih pendek dari yang kamu kira.
Dan hal-hal kecil adalah hal-hal yang benar-benar penting.
Tolong jangan sakiti saya.
Buka.
Ah.
Mm.
Enak?
Terima kasih, Alex.
Polisi! Angkat tanganmu!
Apa yang terjadi?
Dia memasukkan pisau ke dalam mulutku.
Baiklah, tapi apa dia menyakitimu?
Apa itu tidak cukup?
Keluar.
Sekarang!
Kenapa kamu melepasnya?
Atas dasar apa aku menangkapnya?
Terima kasih sudah datang.
- Aku tak tahu mesti SMS ke siapa lagi. - Tidak apa-apa.
Tapi sudah kubilang, kamu jangan bekerja sendirian di lingkungan ini.
Aku bisa mengantarmu pulang, Alex.
Tidak! Sialan.
Tidak.
Tidak, tidak, tidak.
Wiper sekarang.
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak.
Bajingan betul kamu, ya?!
Anjrit.
Ah! Tidak, apa-apaan ini!
Ah, tolong aku!
Ah! Ah!
Kamu.
Kamulah celahnya,
celah pada baju zirah.
Kamu membuka pintu dan dia diculik.
Siapa dia?
Saya tak tahu. Dia hanya seorang gelandangan.
_
Seperti apa dia?
Saya tak dapat melihat wajahnya.
Dan kamu berharap aku percaya kalau seorang gelandangan tunawisma,
yang wajahnya tidak bisa kamu lihat,
berjalan menyeberang jalan...
dari bank makanan lokal sialan itu...
dan memutuskan seorang diri
melumpuhkan dua pengawal bersenjata.
Dan menculik putriku tanpa alasan, bajingan?!
Aku ingin semua gangster sialan,
penipu, pelacur, penjahat, dan bajingan di jalanan,
menjadi mata dan telingaku!
Jumlah yang signifikan.
Aku ingin dia kembali sekarang! Sekarang!
Ah! Hentikan!
Hentikan!
Hentikan mobilnya!
Ah. Ah!
Hei! Hei!
- Hei, berhenti berlari! - Ah, tidak! Ah.
Tolong!
Aku hanya ingin berbicara denganmu, oke?
Hei!
Berhenti berlari.
Hei!
Hei, berhenti berlari.
Baiklah, tenanglah. Berhenti berlari, oke?
Kamu bisa berbahasa Inggris?
- Kamu bisa berbahasa Inggris? - Ya!
Kamu haus?
Aku tak mau minum itu. Kamu mungkin mau membiusku.
Aku tidak hendak membiusmu.
Itu, jika kamu menginginkannya.
Dan jangan lari ke mana pun, oke?
Aku hanya...
Aku ingin kamu melihat sesuatu.
Kamu melihatnya?
Lihatlah. Oke.
Lihatlah itu.
Aku berteman dengan ibumu.
Itu terjadi sebelum kamu lahir.
Selamat.
Tapi sekarang, kamu seorang penculik gila.
Kamu mengunciku di bagasi mobil! Kamu benar-benar gila!
Tenanglah, tenanglah. Aku di sini bukan untuk menyakitimu.
Aku tidak percaya padamu.
Kamu bisa percaya padaku. Lihat aku.
Ibumu, dia mengirimku ke sini untuk menjemputmu.
Omong kosong.
Ibuku sudah meninggal lima tahun yang lalu!
Aku tahu.
Ibumu membuatku berjanji...
jika sesuatu terjadi padanya, aku akan menemukanmu
dan aku akan datang membawamu pergi dari Vicente.
Apa yang menahanmu?
Ceritanya panjang.
Dengar, aku minta maaf telah menguncimu di bagasi mobil, oke?
Aku tidak punya pilihan.
Aku hanya perlu menjaga jarak sejauh mungkin antara kita dan kota.
Aku minta maaf atas hal itu.
- Tapi aku mengatakan yang sebenarnya. - Buktikan!
Tentu. Nanti.
Tetapi sekarang, kita harus kembali ke dalam mobil itu.
Aku tak akan pergi ke mana pun bersamamu.
Kumohon.
Tidak.
Sialan.
Oke.
Sebaiknya kamu tembak aku di sini,
- tapi aku takkan kembali ke mobil! - Kamu ambil senjatanya.
Lihat, aku taruh pistol itu di tanah.
Oke, senjatanya milikmu.
Kamu bisa mengambilnya.
Kamu bisa duduk di kursi belakang kalau mau
dan todongkan senjatanya terus ke arahku.
Aku bahkan tak akan melihatmu, jika kamu tak mau.
Tapi kita harus kembali ke mobil itu sekarang juga!
Kamu mau di sini sepanjang malam?
Ayo, ambil senjatanya!
Kamu ingin aku percaya ini terisi? Persetan denganmu!
Tarik pelatuknya.
Astaga!
Kamu percaya padaku sekarang?
Sekarang, kembali ke mobil... sekarang.
Sekarang, bawa aku pulang.
Itu tidak terjadi.
Ya, terjadi. Putar balik mobilnya atau aku tembak.
Kita berdua tahu kamu tak akan menembak siapa pun.
Sekarang, duduk saja, tenang.
Ini akan menjadi perjalanan melelahkan.
Kamu bilang ibuku memintamu untuk membawaku dari Vicente, ayahku.
Jadi itu berarti kamu tahu siapa dia, kan?
Oh ya, aku tahu persis
- siapa bajingan itu. - Ya, dan kaya dan orang yang berkuasa.
Dan ketika kamu seorang pria kaya dan berkuasa,
kamu melindungi apa yang menjadi milikmu,
yang berarti pelajaran tentang senjata api untuk semuanya,
- terutama gadis kecilnya. - Oke.
Sekarang, putar balik mobilnya atau aku tembak!
Kamu akan menembakku? Serius? Dengan darah dingin?
- Ya. - Kurasa tidak.
Jangan mengujiku. Aku akan melakukannya.
Oh ya, kamu akan melakukannya?
- Ya. - Ya?
- Ya. - Menurutmu begitu?
- Ya sudah tembak. - Aku tidak takut padamu.
Buat dirimu pingsan.
Apa-apaan? Kamu gila?
Astaga! Kamu ngapain?
Oh, begitu! Kamu taruh peluru kosong di magasin, brengsek!
- Kamu benar-benar mau membunuhku? - Bung, kamu menculikku.
Kamu mungkin akan memperkosaku dan membunuhku.
- Tentu saja, aku mau membunuhmu. Bajingan! - Berikan itu padaku!
- Astaga naga. - Persetan denganmu!
Ada apa denganmu?
Oh, bagus sekali.
Anjrit!
Oke, sekarang dengarkan aku.
Aku di sini bukan untuk menyakitimu, oke?
Kamu mengerti itu?
Aku hanya mau mengisi bensin.
Aku akan cepat, lalu kita pergi dari sini.
Lihat aku.
Jangan melakukan hal bodoh.
Aku mengawasimu.
Hei!
Aku mengawasimu.
Hei!
Tolong aku! Dia menculikku dan ingin membunuhku!
Hei, gaes, gaes, gaes.
Apa yang barusan dikatakannya, jangan percaya.
Dia... dia gila, loca.
Loca, loca. Aku tidak ingin ada masalah.
- Kamu bisa bahasa Inggris? - Hajar dia.
Hei, aku tak bisa bahasa Spanyol.
Hei, jangan mendekat lagi.
Kamu bisa bahasa Inggris? Hei, mundur!
Jangan! Mundur!
Baiklah, aku tidak ingin melakukan itu.
Hei, sudahlah, tidak!
Jangan!
Mundur.
Mundur!
Mundur sekarang atau aku patahkan lengannya.
Aku akan lakukan. Aku akan lakukan!
Anjrit.
Sudah kubilang aku tak ingin bertarung. Sekarang, mundurlah!
Jawab aku, jawab aku!
Mundur!
Persetanlah!
Ayah! Ayah!
Ayah, dia menculikku!
Hei, kemari.
- Anjrit! - Elisa, Elisa!
Elisa!
Kemari. Jalan.
Lihat, lihat. Kamu lihat pembantaian di sini?
Kamu lihat? Itu salahmu.
Aku tidak ingin menyakiti orang-orang itu,
tapi kamu memaksaku.
Kamu masuk ke mobil sialan itu! Masuk ke situ!
Hei, kemari. Kemari.
- Jangan sentuh aku! Anjrit kamu! - Lepas! Jangan sentuh aku!
Jangan sentuh aku.
- Sialan! - Enyah dariku! Anjrit kamu!
- Berbaliklah! - Ah, anjrit kamu!
Kamu duduk yang tenang!
Anjrit kamu!
Hei, hentikan.
Jangan tendang aku. Hentikan!
Kamu mau kembali ke dalam bagasi? Hentikan.
Siapa kamu berani mengatur-aturku?
- Anjrit kamu! - Aku ayahmu!
Aku ayah kandungmu.
Omong kosong.
Aku lapar.
Dengar,
kalau aku stres, lelah,
dan marah, aku menjadi sangat, sangat lapar.
Dan saat ini, semuanya sudah mencapai maksimal.
Jadi jika aku tidak segera mendapat makanan,
- aku akan kehilangan kesabaranku! - Oke, baiklah. Hentikan.
Astaga, inikah dirimu sebelum kamu kehilangan kesabaran?
Terserahmu, penculik.
Oke. Jangan tendang kursinya.
Nick. Gandakan hadiahnya.
Bicaralah.
Si Gadis ditangkap.
Diculik.
Pagi ini.
Itu sebuah kesempatan.
Ini membuat kita impas, kan?
Apa iya?
Baiklah, ayo.
Harus jalan lagi.
Eliza, kamu makan yang cepat.
Elisa.
Apa?
Elisa.
Alisa?
Elisa.
- Elisa. - E.
Elisa, oke. Maaf.
Apa kamu mau memakan semuanya? Ayo. Kita harus pergi.
Aku perlu makan.
Kamu mengunciku di bagasi selama berjam-jam.
Aku habiskan ini atau aku teriak sekencang-kencangnya.
Oke.
Mari kita berspekulasi sejenak.
Kalau kamu tidak sepenuhnya bohong
kalau kamu benar-benar ayahku.
Jadi jelaskan ini, Ayah,
kemana saja kamu selama hidupku?
Itu rumit.
Seberapa rumit?
Aku dipenjara, oke? 15 tahun.
Jadi, kamu seorang penjahat?
Bukan, bukan. Aku bukan penjahat.
Mereka membebaskanku, oke?
Kamu menghajar supir-supirku habis-habisan dan menculikku.
Jadi ya, kamu masih seorang penjahat.
Sial.
Kenapa kamu di penjara?
Apa itu penting?
Siapa namamu?
Kris.
Kris?
Ya, Kris. Ada yang salah dengan Kris?
Lucu sekali ayahku bernama Kris.
Alisa.
Elisa.
Elisa? Oke, Elisa?
Baiklah, maaf.
Terima kasih.
Apa?
Aku cuma berpikir betapa miripnya kamu dengan ibumu.
Ya.
Aku sama sekali tidak mirip kamu.
Tidak, tapi aku cukup yakin
kamu mewarisi sifat pemarahku.
Aku sangat merindukannya.
- Aku tak tahu kenapa dia... - Tidak.
Kurasa Vicente membunuhnya.
Kenapa kamu berkata begitu? Kamu pembohong.
Dia tak akan melakukan hal seperti itu.
Dia bilang kamu bisa duduk diam atau mati sekarang.
Katakan padanya... pengamannya aktif.
Elisa!
Hei.
Ke mana mereka membawanya?
Kamu bisa berbahasa Inggris?
Persetan denganmu!
Oh, kamu bisa berbahasa Inggris.
Kamu beritahu kemana mereka membawanya
atau aku hancurkan wajah sialanmu itu. Paham kamu?
Persetan denganmu!
Oke.
Bicara!
Siap bicara sekarang?
Sialan!
Duduklah.
Pintar.
Terima kasih. Kerja bagus.
Walimu...
telah menawarkan hadiah besar untuk kembalinya kamu.
Kamu sekarang hanyalah sebuah paket yang harus diambil dan dibayar.
Jika kamu membuat prosesnya mudah, maka akan mudah,
jika kamu membuatnya sulit, maka itu akan sulit bagimu.
Aku bersikap baik, kamu bersikap baik.
Tepat sekali.
Apa ada yang bisa kami lakukan untuk membuat masa menginapmu lebih nyaman?
Ya... pizza.
Jenis apa?
Florentine... dua telur.
Kasih wanita muda ini apa yang diinginkannya.
Aku sudah menghubungi walimu.
Dia menginginkan panggilan bukti kamu hidup
sebelum pembayaran dan pengambilan.
Dapat diterima olehmu?
Bagus.
Dia ada bersamaku.
[Vicente] Elisa.
Ya?
[Vicente] Kamu baik-baik saja?
- Ya. - Apa dia menyakitimu?
Tidak.
Ayah akan datang menjemputmu hari ini.
Hei, aku punya sesuatu untuk ditanyakan padamu,
- sesuatu yang penting. - Ya?
Apa kamu ada hubungannya dengan kematian Ibu?
Tentu saja tidak.
Ayah melakukan segala yang ayah bisa untuknya.
Ayah masih tidak tahu, kenapa dia melakukan yang dilakukannya.
Ayah mencintainya seperti ayah mencintaimu.
Kenapa kamu berpikir seperti itu?
Dia bilang dia ayah kandungku.
Ayah?
Halo, Ayah?
Ayah?!
Nampaknya kami punya saingan untuk hadiahmu.
Ayo, ayo.
Anjrit!
Sembunyilah di sana jika kamu ingin hidup, ayo.
Ayo kita sambut tamu tak diundang kita.
Bergerak!
Cepat! Cepat!
Ah, tidak, tidak, tidak.
Elisa!
Tidak!
Lari!
Sial!
Anjrit.
Keluar dari sini! Pergi!
Mati kamu, bajingan!
Ah!
Kris.
Ayo, ayo.
Cepat, kita pergi!
Berhenti. Berhenti.
Kamu tidak apa-apa?
Bagaimana denganmu? Kamu tidak apa-apa?
Apa mereka menyakitimu?
Tidak.
Siapa psikopat itu?
Aku tak tahu, tapi dia menendangku habis-habisan.
Sial.
Bagaimana kamu belajar bertarung seperti itu?
Dulu aku sering dipukul di wajah demi mencari nafkah.
Terima kasih sudah menyelamatkanku, oke?
Kurasa kamu telah menyelamatkanku.
Ya.
Ayo.
Terima kasih.
Kamu berbicara tentang betapa buruknya Vicente memperlakukan ibuku.
Aku tidak mengingatnya seperti itu.
Ibumu seorang wanita yang kuat, oke?
Dia tidak ingin kamu tahu kalau hidupnya bagaikan neraka.
Vicente, dia tidak seperti yang kamu pikirkan.
Aku tidak bodoh, Kris!
Aku tahu apa yang Vicente lakukan dan apa yang mampu dilakukannya.
Tapi dia mencintai ibuku dan dia mencintaiku.
Bajingan itu adalah alasan
aku menghabiskan 15 tahun dalam penjara, oke?
- Dia mencuri ibumu dariku! - Omong kosong!
Aku tidak percaya padamu.
Hei, hei, hei, hei.
Tunggu, tunggulah.
Astaga, kamu benar-benar mewarisi sifat pemarahku.
Tenanglah.
Hei.
Ada toko di sana.
Kamu pergilah beli pakaian ganti atau apalah, entahlah, hoodie.
Bisa kamu lakukan itu?
Aku tidak yakin apa kamu ayahku,
tapi benar aku punya sifat pemarah.
Tahukah kamu kalau Vicente, ibumu,
dan aku, kami dulu merampok bank?
Benarkah?
Ya, benar.
Sungguh lelucon.
- Ha ha, lucu sekali. - Serius, kami bertiga bersama,
kami adalah tim yang hebat.
Ibumu hebat, membuat para penjaga
terkejut dengan kecantikannya yang mempesona,
lalu Vicente dan aku datang dari belakang
seperti sepasang orangtua jahat.
Kami lihai, cepat.
Tak pernah ada yang terluka.
Itu adalah aturan nomor satu ibumu, dan kami mematuhinya.
Saat ibumu mengandung kamu, aku panik.
Kami hanya mencuri dan menghabiskan uang.
Kami tidak punya tabungan, tak punya apa-apa.
Jadi ketika Vicente menyarankan
kami melakukan satu pekerjaan terakhir, pekerjaan besar,
Aku mendengarkan dengan saksama.
Biar aku tebak, kamu tertangkap.
Tidak, pekerjaan berjalan lancar.
Bebas dan mulus dengan sejumlah besar uang tunai.
Itu indah.
Jadi bagaimana kamu bisa tertangkap?
Dia menjebakku.
- Siapa? - Vicente.
Meninggalkan jejak remah roti langsung ke pintuku.
Tahu-tahu, aku menjalani hukuman 15 tahun
dan diabaikan oleh wanita yang aku cintai.
Itu benar-benar kacau.
Tetapi itu tidak berarti dia membunuhnya.
Yang hitam, jalang.
Dan rokok.
Hei!
Dan jangan sampai salah kali ini, jalang!
Baiklah.
Kamu tahu apa?
Dia masih bisa menyedot remah-remah dari kait gandengan trailer.
Membuatnya terangsang sedikit.
Lihatlah orang aneh ini.
Benar-benar aneh.
Hai, gaes...
sedang bersenang senang?
Ya, kurasa begitu.
Aku butuh mobilmu.
Apa?
Kamu butuh mobilku?
Persetan denganmu, dasar orang aneh.
Maaf, aku tidak mengerti.
Bisa kamu ulangi?
Ya, ampun.
Aku bilang,
persetan...
dengan... Anjrit!
Ah, dasar bajingan kamu!
Ah, tolong!
Itu lagu kesukaan ibumu.
Ya.
Tahukah kamu kalau...
aku yang membelikan ibumu kalung itu?
- Benarkah? - Ya.
Itu adalah hadiah.
Tahukah kamu kalau berlian
bisa memotong apa saja?
Itulah ibumu.
Dia kuat dan cantik seperti berlian.
Seperti kamu.
Apa kamu pernah bertemu dia lagi?
Ya.
Suatu hari, mereka...
mereka bilang aku kedatangan pengunjung.
Tak pernah mendapat pengunjung, tidak satu kali pun.
Itu ibumu. Itu Leonor.
Dia bilang dia minta maaf dia...
tidak datang menemuiku lebih awal.
Katanya itu karena Vicente.
Aku sudah menduganya.
Dan dia bilang...
dia tak bisa menjalaninya lagi.
Dia tidak bisa menjalani hidup ini dengan Vicente
mengendalikannya, mencekiknya.
Dia bilang dia akan meninggalkannya
dan dia akan membawamu bersamanya.
Dan dia memberitahuku,
dia bilang jika sesuatu terjadi padanya,
aku harus datang mencari putriku
dan aku harus melindunginya.
Tiga minggu kemudian, aku mendapat kabar kalau dia meninggal.
Ayo, kita harus terus bergerak.
Ayo.
Ini lebih buruk dari yang aku kira.
Ada setan yang mengikuti mereka.
Sial.
Ayo, kamu mau membantuku atau tidak?
Yes, masuk, cepat.
Lihat sekeliling barangkali kamu menemukan kunci cadangan.
Kalau tidak, aku harus mengakali kabelnya.
Sial.
Hei,
mau memberikan itu padaku?
Berikan padaku.
Apa lagi sekarang?
Oke.
Aku tak akan meninggalkan negara ini bersamamu.
Kubilang ke ibumu akan kubawa kamu ke rumah bibimu,
dan itulah yang akan kulakukan, oke?
- Bibi Carolina? - Ya, Bibi Carolina.
Dia tinggal di Amerika.
Aku tidak bertemu dia sejak aku kecil.
Ya!
Jangan khawatir. Kamu akan aman di sana.
Dari siapa? Dari Vicente?
Ya, dari Vicente.
Bagaimana aku tahu pasti kamu mengatakan yang sebenarnya?
Bahkan jika benar begitu, dan benar dia menghancurkan hidupmu,
dia selalu membuat hidupku menyenangkan.
- Dia membunuh ibumu. - Kamu tidak tahu pasti itu.
- Kamu tak punya bukti. - Ibumu datang menemuiku di penjara,
memberitahuku dia akan membawamu dan lari.
Tiga minggu kemudian, dia meninggal,
dan kamu pikir itu suatu kebetulan?
Aku kenal lelaki itu, oke?
- Aku tahu dia mampu berbuat apa. - Begitupun aku!
Sepanjang hidupku. Dan tahukah kamu?
Kehidupan yang sebenarnya aku sukai.
Aku suka tempat tinggalku. Aku suka sekolahku.
Aku suka teman-temanku.
Dan aku sudah punya rencana besar untuk hidupku.
Apa rencanamu, hmm?
Apa maksudnya "mengantarkanku dengan selamat"?
Apa kamu hanya akan mencampakkanku pada bibi-bibiku?
Pergi lagi, bahkan tidak berusaha menjadi ayah yang baik!
Kamu tahu? Mungkin kamu benar.
Aku menghabiskan sepanjang hidupmu di sel penjara, kan?
Tahu apa juga aku tentang menjadi seorang ayah?
Bibi Carolina, dia wanita yang baik.
Dia akan memberimu kehidupan yang baik.
Aku punya kehidupan yang baik.
Aku punya kehidupan yang baik...
tanpamu di dalamnya.
Oke.
Kamu tidak peduli padaku.
Ini semua tentangmu, bukan?
Kamu dan dendam pribadimu dengan Vicente.
Hei!
Hei!
Hei.
Jangan sentuh aku!
- Persetan denganmu! - Elisa!
Pergi kamu.
Pergi kamu.
Pergi sana, pergi, pergi!
Hei, hei, hei! Sial.
Anjrit!
Hei, berhenti.
Sial.
Siapa saja?
Siapa saja? Siapa saja!
Anjrit!
Elisa!
Apa yang kamu lihat, hmm?
Sudahkah kamu memberikan dirimu hadiah minggu ini, Elisa?
Aku tidak suka apel.
Sudahkah kamu mencoba apel ini?
Aku tidak lapar.
Satu gigitan saja.
Berikan padaku.
Persetan denganmu, psikopat!
[Kris] Elisa!
Kris!
- Elisa, kamu di mana? - Kris!
Kris!
Elisa?
Oh, Kris, Kris!
Di belakangmu.
Elisa, merunduk!
Minggir! Cepat!
Apa kamu menganggap dirimu seorang penembak jitu?
Jangan.
Lepaskan dia.
Meski jika kamu menembak otakku,
otot-otot akan berkedut dan menarik pelatuknya.
Kamu ingin tahu?
Oke.
Pada hitungan ketiga, kamu tembaklah. Kalau tidak, aku yang tembak.
Satu, dua, tiga.
Oke!
Oke!
Tolong jangan sakiti dia.
Jangan sakiti dia. Tolong.
Berjalan ke arahku.
- Tidak. - Berbaring di lantai.
Tidak apa-apa.
- Tidak apa-apa. - Tangan di belakang punggung.
Tidak.
Bagus.
Ayo pergi, ayo.
Turuti yang dia katakan, oke?
Kris.
Kris.
Aku minta maaf.
Tidak, tidak, tidak, itu bukan salahmu.
Tidak!
Astaga...
Siapa kamu?
Siapa kamu sebenarnya?
Aku yang tanyakan itu, penculik.
Siapa kamu?
Persetan denganmu, orang aneh.
Tidak! Tidak!
Siapa kamu?
Siapa kamu?
Tidak!
Siapa kamu?
Siapa kamu?
Dia ayahku!
Vicente ayahmu.
Bukan.
Dia ayah kandungku.
Menarik.
Apa yang akan kamu lakukan padanya?
Kompensasi.
Lama tak bertemu kamu, sobat.
Berikan senjatamu.
Aku mustinya membunuhmu saat itu.
Kamu butuh aku.
Apa?
Kamu membutuhkan aku.
Aku tidak melihatnya.
Aku tidak melihatnya.
Kita berdua ingin mendapatkan Elisa kembali,
tapi kamu ingin menikmati ini, kan?
Aku tidak peduli soal itu.
Aku hanya peduli jika dia selamat.
Aku akan berjuang mati-matian untuknya. Kamu tahu aku.
Dia bukan anakmu. Aku yang membesarkannya.
Turunkan dia.
Bantu dia!
Kamu membunuhnya, dasar bajingan!
Habisi saja?
Aku tidak membunuhnya. Itu saja yang perlu kamu tahu.
Persetan denganmu. Kamu ambil dia dariku.
Ketika dia akhirnya mendengar omong kosongmu
dan coba meninggalkanmu, kamu membunuhnya.
Akui saja.
Aku mengambilnya darimu karena itulah yang kita lakukan.
Kita mengambil apa yang kita inginkan.
Kita merampok bank, Vicente.
Dan aku merampokmu. Itulah jati diri kita.
Apa yang kamu harapkan?
Kehormatan di antara maling, bajingan?
Kamu renggut semuanya dariku.
Itu karena aku menginginkan semuanya.
Sederhana.
Dulu kamu mengerti itu.
Halo?
Ya.
[El Corvo] Kamu menemukan hadiahku?
- Ya. - Bagus.
Ingat saat kamu mencoba membunuhku?
- Ya. - Aku akan menunggu.
Oh, sebelum aku lupa,
tolong sampaikan terima kasih kepada tangan kananmu
telah memberitahuku kalau gadis itu disayembarakan.
Pengkhianat sialan!
Aku tahu di mana dia.
Siapa psikopat itu?
Ini bukan tentang uang, kan?
Ini masalah pribadi baginya.
Kamu cari masalah dengannya juga?
Aku mempekerjakan dia untuk suatu pekerjaan.
Dia sangat direkomendasikan, seorang profesional.
Namun dia melampaui apa yang dibutuhkan,
melewati batas.
Kamu mencoba menyelesaikan semua yang belum selesai, kan?
Tapi kamu gagal.
Kami menembak bajingan itu dengan anak panah bius
yang dapat melumpuhkan seekor gajah jantan.
Dia dibawa ke lokasi terpencil
dan dijaga oleh 15 orang anak buah terbaikku.
Aku sendiri ingin membunuhnya.
Ketika aku tiba,
aku mendapati semua anak buahku mati.
Tangannya yang terputus masih terborgol ke pagar.
Mereka pasti hanya memborgol salah satu tangannya, bodoh.
Kemauan macam apa yang dibutuhkan untuk melakukan itu?
Untuk membuat pilihan itu, untuk melaksanakannya.
Dan sekarang, dia lebih seperti mitos ketimbang manusia.
Setan yang tak pernah mati.
Sekarang dia bersamanya, karenamu.
Apa yang terjadi? Apa rencananya?
Dia tidak mengharapkanmu.
Kamu datang dari belakang,
seperti dulu.
Kamu akan memberiku senjata?
Menyebarlah. Temukan putriku!
[Vicente] Flaco?
Flaco!
Anjrit.
Dimana dia?
Nanti juga tahu.
Jalan.
Elisa, Elisa.
Elisa, Elisa, hei.
Elisa, Elisa.
Ayah.
Ayah.
Kamu akan membutuhkannya.
Tetap tenang, sayang!
Cepatlah!
Tetap tenang!
Sialan!
Gadis itu tidak ada hubungannya dengan ini.
Kamu lepaskan dia.
Maaf. Aku membutuhkannya.
Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi
antara kamu dan Vicente, oke? Lepaskan dia!
Kamu pikir Vicente membunuhnya.
Mereka menyewaku untuk membuat dia menghilang.
Aku menikmatinya.
Sial.
Dia ingin membuatnya terlihat seperti bunuh diri.
Dan ya, aku terbawa suasana.
Bersenang-senang.
Namun pada akhirnya, aku adalah siapa aku.
Sekarang, Vicente harus mengorbankan apa yang dia cintai
untuk mengetahui bagaimana rasanya.
Tidak, tidak, tidak, tidak!
TIDAAAAK!
Tidak, tidak!
TIDAK!
Anjrit.
Tidak!
Elisa!
Kris, tolong!
Tidak!
Tolong aku. Aku tak bisa menghentikannya!
TIDAK!
Hentikan. Hentikan itu, dasar bajingan.
Beritahu dia bagaimana kamu melakukannya,
dan aku beritahu cara menghentikan crane-nya.
Sayang... putriku... maafkan ayah.
Ayah harus menghentikan ibumu,
karena dia ingin mengambilmu dariku.
Apa yang kamu katakan?
Aku mencoba mencegah ibumu
membawamu pergi dariku. Kamu mengerti?
Dia akan memisahkan aku darimu.
Aku tak bisa membiarkan hal itu terjadi.
Tidak!
Kamu harus mengatakannya.
Katakan!
Baiklah, aku membayarmu untuk membunuhnya.
Apa kamu senang sekarang?
- Itukah yang kamu inginkan? - Tidak!
Hentikan benda sialan itu sekarang juga!
Tolong, hentikan benda sialan itu. Tolong.
Lantai pertama.
Kurasa kamu tak punya waktu untuk sampai ke sana.
Tidak!
TIDAK!
Elisa, berlian.
Berliannya.
Tidak tidak tidak!
Tidak, tidak!
TIDAK!
Tidak, tidak, tidak, tidak.
Kris, Kris, dengarkan aku.
Kris, Kris.
Tidak, kumohon.
Tolong jangan mati, Kris.
Kris.
Elisa.
- Kumohon. - Lihat aku.
Kris, jangan mati.
Aku minta maaf.
Tidak, tidak, tidak.
Kamu tepati janjimu padanya.
Itu sepadan.
Itu memang sepadan.
Ayah.
NDASERUAG Banyumas, 15 / 06 / 2025
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.