Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PERSEMBAHAN NETFLIX
- Apa? - Ambilkan dompet Ayah, Jonas.
Di laci di depanmu.
Terima kasih.
Kau bisa berhenti bermain game?
Matamu akan rusak.
Ayah pergi sebentar. Ayah ada di sana.
Aku tahu!
Sial! Jangan mati sekarang!
Jangan lakukan ini padaku!
Ayolah!
Sialan!
Buka pintunya, Jonas!
Kenapa kau tak membukanya?
Kenapa?
Dia datang! Buka!
Jonas, cepat!
Buka pintunya!
Buka pintunya. Kenapa kau kunci?
Ada apa? Ayah ada di sana. Ayah bisa melihatmu.
Hei, Nak.
Ada apa denganmu? Katakan pada Ayah.
Apa yang terjadi, Jonas?
Tenangkan dirimu, Nak.
Tidak ada yang akan terjadi padamu.
Kau tahu itu. Kau aman di sini.
Sudahlah, tenangkan dirimu.
Tidak akan ada kejadian buruk saat ini.
Kau mendengar Ayah?
Semua akan baik-baik saja.
Semua akan baik-baik saja.
Kita akan segera berangkat.
Ke mana?
Hidungmu masih mengeluarkan darah.
Tunggu sebentar.
- Ambil ini. - Terima kasih.
Namaku Caroline Rivasseau.
Kau ingat aku?
Kita satu angkatan di tingkat 8 hingga 9.
Normal kau tak mengenaliku. Kita sudah sangat berubah.
Terlebih dirimu. Aku bahkan tak mengenalimu
Saat aku baca "Jonas Cassetti" di KTP, aku mulai mengingatmu.
Kau benar-benar tak mengingatku?
Dulu kau tak ingin duduk di sampingku, kau ingat?
Kau tak bisa lupa akan hal itu.
Aku sangat sedih saat kau keluar dari sekolah.
Itu keputusan orang tuaku.
Mereka pikir itu yang terbaik.
Itu untuk melindungimu. Aku akan lakukan hal sama untuk anakku.
- Kau sudah punya anak? - Dua.
Aku akan tunjukkan padamu.
Lihatlah.
Dia bernama Charlie.
Dan ini Maxime.
Anak-anak yang tampan.
Lalu...
Kau pasti banyak diberikan pertanyaan.
Apa mereka tahu...
Tidak.
Ayo kita pergi.
BOYS PARADISE
Jadi, dulu kalian satu sekolah?
Apa kau juga pembuat onar saat di sekolah dulu?
Jangan ganggu dia. Dia anak paling baik.
Kau haus?
Caroline tidak di sini?
Dia di luar sedang patroli.
Aku yang menangani kasusmu.
Kau tidak ingin minum sesuatu?
Kau dulu pernah membuat onar di Boys. Apa itu benar?
Apa itu benar?
Untuk kali ini bukan aku pelakunya.
Bukan itu yang aku dengar.
Tapi aku akan dengarkan juga versi ceritamu.
Apa aku harus teruskan ceritanya? Apa kau benar-benar ingin tahu?
Lepaskan aku!
Dasar bajingan!
Kau mengigit tangannya?
Itu tak seberapa. Pria itu berotot.
Tapi dia mengajukan tuntutan.
Kau tidak peduli?
Aku sendiri tak mengerti, mengapa aku kembali ke tempat busuk itu.
Kalau begitu, kau tidak boleh mendekati tempat itu lagi.
Apa aku boleh pulang?
Kau tidak ingin menambahkan sesuatu?
Baiklah, kau boleh pergi.
Ini Samuel. Aku tak bisa jawab telepon. Tinggalkan pesan.
Sam?
Sam, buka pintunya.
Jangan menyebalkan.
PEKERJAAN BARU
Fun radio dans ma radio!
Tiba waktunya tahun ajaran baru. Menyebalkan sekali.
Guru, PR sekolah, guru yang penuh tuntutan.
Kembali ke sekolah sangat menyebalkan.
Tapi ada Fun Radio yang selalu menemanimu.
Berikut lagu "Don't Speak" dari No Doubt untuk penyemangat kalian.
Semoga hari kalian...
Para fotografer membuntuti mobil Mercedes Lady Di...
Mereka akan menyalahkan paparazzi, percayalah padaku.
Percuma, dia sudah meninggal.
Akan ada berita bahwa paparazzi yang membuat sopirnya mabuk.
Kecelakaan itu disebabkan oleh banyak hal.
Kau baik-baik saja, Nak?
Kau siap sekolah?
- Kau ingin jus jeruk? - Tidak, terima kasih.
Bersiaplah. Kita berangkat 5 menit lagi.
Sakit jika kau garuk dengan cakarmu, dasar anjing bodoh.
- Jangan sebut dia seperti itu. - Itu hanya anjing.
Kemarilah, Fripou.
Aku sayang padamu, anjing tampan.
Tuan Cassetti!
Bergegaslah dan tunjukkan senyummu.
Jonas, di sini.
- Hai. - Hai.
- Bagaimana kabarmu? - Baik.
Kaus yang bagus.
Terima kasih.
Bagaimana liburan musim panasmu?
Kami pergi ke gunung.
Cukup menbosankan. Bagaimana liburanmu?
Liburan musim panas tahun ini,
ibuku...
Ada apa dengan ibumu?
Ibuku meninggal.
Apa?
Aku sudah cerita bahwa dia sakit.
Aku tidak tahu berita itu. Aku turut berduka cita.
Aku sudah memberi tahu padamu di pesta sekolah.
Kau tidak ingat?
Tunggu dulu...
Kenapa kau tidak meneleponku?
Aku tidak punya nomor telepomu. Nomor telepon orang tuamu tidak terdaftar.
Aku harap kita bisa bersama di tahun ini.
- Apa maksudmu? - Di kelas yang sama.
Itu akan menyenangkan.
Tidak ada kabar dari Nico?
Tidak ada.
Kalian bertengkar?
Semuanya harap tenang. Saya minta waktu kalian sebentar.
Selamat pagi, Anak-anak.
Selamat pagi.
Saya menyambut kalian semua dan semoga tahun ini akan menjadi baik.
Terima kasih.
Tingkat 9 sangat penting.
Ini adalah landasan kalian menuju SMA,
menuju pilihan kalian, jalur karir, pekerjaan...
- Aku boleh duduk? - Halo, Anak muda.
Ada kursi kosong di depanku.
Tolong dipercepat.
Duduklah.
Cepat duduk!
Saya baru saja menjelaskan betapa pentingnya tingkat 9.
Kursi ini sudah ditempati.
Boleh aku duduk di sini?
Permisi.
Maaf, tapi ini kursiku.
Apa kau tuli?
Kau yang tentukan.
- Jangan aku. - Katakan padanya untuk pergi.
Baiklah, persetan denganmu.
Halo, Jonas.
Aku Nathan.
Namaku artinya hadiah, dalam bahasa Ibrani.
Baikah, itu nama yang keren.
Liburan musim panas sudah berakhir.
Semunya harap tenang. Kita akan mulai pelajarannya.
Assemat.
Hadir.
- Belgrade. - Hadir.
- Cassetti. - Hadir.
- Delbarre. - Hadir.
- Dewatter. - Hadir.
Ivelle?
Di pagi ini,
ada 3 orang yang menemaninya.
Martin Buckley adalah seorang pasien. Ini adalah persembahannya untuk Diana.
Putri Diana kehilangan nyawanya.
Sementara aku hanya kehilangan beberapa hari.
Kau ingin kentang tumbuk?
Ya, aku ingin itu.
- Ini untukmu. - Terima kasih.
Bagaimana hari pertama sekolahmu? Kau tidak cerita banyak.
Tidak ada kejadian menarik.
Tidak ada cerita sama sekali?
Bagaimana kelas barumu?
Kau sudah punya teman?
Ada beberapa.
Lihat tingkah orang-orang bodoh itu membawakan bunga.
Semua bunga itu tidak akan menghidupkan dia kembali.
Itu kebenarannya.
Ibu tidak ingin jadi orang menyebalkan,
tapi kau sebaiknya menelepon Nicolas.
Tanya dia bagaimana kabar sekolahnya.
Dia juga bisa menelepon aku.
Sudah cukup waktu untuk berduka.
Dia bukan saudari perempuan kalian.
Sayang?
Bisa kita matikan TV?
Ayolah, acara TV ini tidak lama.
Ada sesuatu yang terjadi.
- Ada murid baru di kelas. - Benarkah?
Dia cukup keren.
Dia cukup keren,
atau tidak keren?
Siapa namanya?
Nathan.
Kalian berdua sudah mengobrol?
Anak baru biasanya pemalu.
Ya, kami sudah mengobrol. Dia duduk di sampingku.
Dia murid yang mengulang. Dia menawariku bantuan.
Jika aku kesulitan dalam mata pelajaran.
Itu kabar bagus.
Ya, lumayan.
Ada juga yang lain.
Dia punya bekas luka.
Bekas lukanya mulai dari sini
hingga ke sini.
Bekas luka dari apa?
Aku tidak tahu.
Berhati-hatilah, Jonas.
Hati-hati untuk apa?
Hanya hati-hati, itu saja.
Jonas, bangun.
Waktunya bangun!
Bangun, pemalas.
Kenapa kau tidak membiarkan aku masuk ke kamar?
- Kau serius menanyakan itu? - Apa salahku?
- Aku pulang kerja. - Ya, tentu saja.
Mereka memukulimu di tempat kerja? Maafkan aku.
Apa itu terasa sakit, Sayang?
- Aku haus. - Tunggu dulu.
Jangan bergerak.
- Jangan bergerak. - Terima kasih.
- Kau sudah gila? - Aku sudah muak.
Kau dengan kencan-kencanmu di Grindr.
- Enyahlah. - Samuel...
Tutup mulutmu!
Aku tidak memintamu berubah. Aku tidak peduli lagi.
Aku memintamu untuk pergi.
Aku ambil kuncimu. Kau tinggal sejarah.
Kemasi barang-barangmu. Aku akan tinggalkan sisanya di RS.
- Aku sedang bicara padamu. - Aku mendengarmu.
Aku tidak ingin melihatmu lagi.
Buang-buang waktu.
Teah terjadi lagi penembakan massal, kali ini di Louisiana.
Seorang pria menembakkan senjata api di bioskop,
membunuh dua orang dan melukai tujuh orang sebelum melakukan bunuh diri...
Kenapa kau di sini? Ini hari liburmu.
- Bukan hari ini. - Kau yakin?
- Kau berkelahi lagi? - Jangan cemaskan aku.
Henri, lihat siapa yang datang.
Aku memberi tahu Henri kau akan datang.
Tidurmu nyenyak, Henri?
Cukup baik.
Kau anak yang baik!
Apa yang terjadi padamu?
Ini bukan apa-apa, hanya kecelakaan saat bertinju.
Apa rencanamu hari ini?
Aku hanya akan diam di sini.
Membaca buku.
- Ini akan memakan waktu lama. - Aku tahu.
Kau siap, Henri? Kita bisa mulai?
Pergilah, Sayang.
Sampai jumpa nanti.
Kau tidak ingin katakan sesuatu?
Aku mencintaimu.
Semakin cepat kita pergi, semakin cepat kita kembali.
Sampai nanti.
Cerialah, Henri,
kenapa wajahmu murung?
Jika keadaannya memburuk,
- Aku ingin kau yang katakan pada istriku. - Apa?
Tidak mungkin! Itu bukan tugasku.
Aku tidak sedang negoisasi.
Ini operasiku yang ketiga.
Aku tidak akan selamat.
Mengapa kau berkata seperti itu?
Tidak ada yang akan mati.
Aku sepertimu sebelumnya.
Tampan, tinggi, pemikat wanita.
Aku punya lebih banyak otot darimu, tapi...
Kau mungkin belum mengetahuinya,
menjadi tua itu menyebalkan.
Aku sudah tahu hal itu.
Kau tidak menyukainya?
Terlalu banyak lemak.
Ayolah, coba kentang goreng ini.
Jangan khawatir, suamimu tangguh seperti Terminator.
Ada berita baru?
Apa itu tentang Henri?
Bukan, ini dari ibuku.
BERITA BURUK, JO. JANTUNGNYA BERHENTI.
KAMI SEDANG MENCARI ISTRINYA.
Aku turut berduka.
- Ini aku Nathan. - Lantai kelima, ke kanan.
- Maaf, aku ingin... - Berhenti.
Itu aku.
Apa?
Omong kosong apa ini?
Tunggu!
Kau yang tunggu.
Kau lihat pria ini?
Aku datang untuk melakukan seks dengannya.
Kau tidak ingin melakukannya denganku?
Sama sekali tidak?
Apa masalahmu?
Kenapa kau mempermalukan dirimu sendiri?
Hal itu kadang berhasil.
Beberapa pria memukuliku. Sementara yang lainnya menyukaiku.
- Aku tidak akan memukulmu. - Bagus.
Kau tahu?
Kau lebih seksi saat bertemu langsung,
Bagus sekali.
Kau ingin masuk?
Kenapa rambutmu seperti itu?
Kenapa?
- Gaya rambutmu jelek sekali. - Hentikan,
- Minyak rambutmu terlalu banyak. - Biarkan saja.
Rambutmu lengket dan berminyak.
Nathan, hentikan, aku mohon.
Kini kau terlihat tampan.
Pertempuran terjadi mulai dari Juli 1942 hingga ke Februari 1943.
Oleh karena itu, pertempuran berlangsung
selama tujuh bulan.
Pada tahun 1939, Hitler dan Stalin menandatangani pakta non-agresi.
Meski demikian, di tahun1941,
Hitler melakukan Operasi Barbarossa di Uni Soviet.
Tujuan Hitler adalah menghabisi orang Soviet dan Komunis.
Jangan ada yang bergerak.
Nathan!
Kau bisa dengar aku?
- Di mana aku? - Di kelas Sejarah.
Pelajaran pakta non-agresi, kau ingat itu?
Ya, aku mengingatnya.
Kau baik-baik saja?
Terkadang tekanan darahku turun.
Boleh aku pergi ke klinik sekolah?
Tentu saja.
- Jonas, kau bisa temani aku? - Temani dia.
Aku takut pingsan lagi.
Kau baik-baik saja?
Kita bebas!
- Apa yang kita lakukan sekarang? - Ikuti aku.
Aktingmu tadi bagus.
Kau keberatan jika kau bicara?
Kau pindahan sekolah mana?
Dari St. Cyprien.
Dengan pendeta?
Lalu kenapa?
Kenapa kau pergi dari sana?
Kau dikeluarkan?
- Kau tidak ingin menceritakannya? - Dengar, hal ini rumit.
Kenapa kau terus menatapku?
Nathan!
Kau bisa simpan rahasia?
Karena aku tidak ingin ada masalah.
Katakan padaku.
Ya, aku bisa simpan rahasia.
Jiika kau ceritakan ini ke orang lain,
Kau pernah dengar cerita tentang pendeta yang memperkosa anak-anak?
Itu ceritanya.
Semuanya dimulai saat di tingkat empat.
Tidak, bukan dari situ.
Itu dimulai dari permainan kecil. Pelukan, perhatian.
Aku tidak menyadarinya.
Tapi tahun lalu,
kami berada di kapel sekolah,
Kemudian,
dia memaksaku melakukan oral.
Secara tiba-tiba.
Dia memegang kepalaku,
membuatku bertekuk lutut,
dan menaruh penisnya di mulutku.
Ingin dengar sisa ceritanya?
Aku mengigitnya,
sekuat yang aku bisa.
Dia berteriak:
"Anak sialan, aku akan membunuhmu!"
Aku tidak melepasnya, seperti anjing yang mengigit tulang.
Dia mengambil cawan dari altar
Dia yang menyebabkan bekas luka ini.
Cerita yang menyeramkan, bukan?
Orang tuamu tidak memanggil polisi?
Tentu saja mereka panggil polisi.
Akan ada sidang di pengadilan.
Selain itu,
kau boleh datang jika kau mau.
Kau ingin datang?
Sial!
Ayo pergi, jangan bersuara.
Ada orang di sini?
Berapa lama lagi hingga lonceng berbunyi?
Aku tidak tahu.
Mungkin lima menit lagi.
Kau tidak boleh merokok di sini.
- Kau mau rokok? - Aku tidak merokok.
- Kau tidak terbiasa dengan hal ini? - Hal apa?
Membolos dari kelas, merokok di gimnasium.
Kenapa kau tidak punya teman?
Dalam tiga minggu ini, kau tidak mengobrol dengan siapa pun.
Itu tidak benar.
Aku punya teman. Aku mengobrol dengan orang-orang.
Pembohong.
Ya, aku bohong.
Tahun lalu, aku punya satu teman.
Orang tuanya bercerai.
Ayahnya tinggal, sementara ibunya pergi.
Persingkat saja. Siapa namanya?
- Siapa? - Teman baikmu.
Nicolas, tapi kini kami tidak saling kontak.
Kau kesal karena dia lebih memilih ibunya daripada dirimu?
Dia tidak memilihku.
- Dia memilih ayahnya - Dia tidak memilihmu.
Kau jatuh cinta.
Hentikan itu.
Kau jatuh cinta.
Kini kau kesal,
karena dia mencampakkanmu.
Jangan pasang wajah seperti itu.
Tidak masalah jika kau suka pria.
Hentikan.
Rokok. Ini akan membuatmu rileks.
Satu hisapan.
Apa efeknya?
Sial.
Aku merasa pusing.
Kemarilah.
Tunggu dulu.
Ini aku, Tuan Badet. Aku Jonas.
Jonas? Ya Tuhan.
Aku pikir kau maling.
Kau tahu di mana orang tuaku?
Mereka pergi beberapa hari lalu.
Aku tidak tahu ke mana mereka pergi.
Kenapa wajahmu?
Kau berkelahi lagi?
Jangan cerita ke mereka bahwa aku mampir.
Itu akan membuat mereka khawatir,
dan aku tidak ingin itu terjadi.
Jika kau tidak ingin aku cerita,
Aku tidak akan cerita.
Kau masih punya motormu?
Bagus, aku juga selalu ingin punya motor.
Aku akan masuk untuk periksa jika ada kunci cadangan.
Jika kau perlu sesuatu.
Terima kasih. Selamat malam.
Sialan!
Halo, Tuan.
Ada yang bisa saya bantu?
HOTEL ARTHEMIS LEONARD
Aku ingin pesan kamar.
Tentu saja.
Untuk berapa malam?
Satu malam saja.
Kamar dengan pemandangan laut atau tidak?
Apa perbedaannya?
Aku tidak tahu preferensimu.
Dengan pemandangan laut.
Dengan pemandangan. Baiklah.
Boleh minta kartu kreditmu?
Jonas Cassetti.
Namamu terdengar tidak asing.
Apa kita pernah bertemu?
Atau untuk urusan yang lain?
Entahlah, mungkinkah...
- Hidungmu mengeluarkan darah. - Apa?
Hidungmu berdarah.
Ini sering terjadi, maaf.
- Maaf, apa? - Apa harga kamarnya mahal?
Harganya 140 per malam, atau 160 dengan sarapan.
Ya Tuhan.
Artinya, kau akan ambil kamar tanpa sarapan.
Apa yang terjadi di dalam?
Jawab aku! Apa yang terjadi di dalam?
Aku akan masuk. Aku peringatkan dirimu.
Boleh aku minta satu hisapan?
Tentu saja, Gainsbourg.
Lalu, apa kata orang tuamu?
Semuanya lancar?
Mereka akan memikirkannya.
Apa itu artinya?
Ibuku ingin bicara dengan orang tuamu.
Apa kabar kalian, Para gay?
Apa yang kau inginkan?
Sebatang rokok.
Ayolah.
Berapa lama aku harus menunggu, satu tahun?
Jangan dipikirkan.
Ayo kita ke bioskop Sabtu ini?
Tidak, jangan khawatir, Kami dapat mengantarnya.
Saya sudah menulis alamatnya, jika kami perlu menyusulnya.
Tidak. Terima kasih.
Anda baik sekali.
Ya, selamat malam juga untuk Anda.
Ibunya Nathan sangat baik.
Jadi, ibu memberiku izin?
- Semua lancar? - Ya.
- Aku sangat senang. - Aku juga.
Halo, teman-teman.
Aku dan teman-temanku ingin tahu sesuatu.
Bagaimana cara kalian bersetubuh?
Penis dia pasti kecil.
Aku yakin penismu kecil.
Aku penasaran bagaimana kalian melakukannya.
Beri aku rokok.
Kau minta rokok setiap hari?
Apa itu masalah?
Apa?
Berhenti menatapku seperti itu!
Kau sudah dapatkan rokokmu, kini pergilah.
Kau pikir siapa dirimu? Kau bukan siapa-siapa!
Dasar sampah. Enyahlah kau, Gay!
- Hentikan! - Pergi!
Apa aku harus pergi?
Jaga bicaramu. Dan kau berhenti menatapku, pecundang!
Dasar para gay.
Lihat bagaimana Jo-Jo menatapnya.
Kau benar-benar sakit jiwa.
Kau sakit jiwa.
Kau ingin melihat penisku? Itu yang kau inginkan?
Bergegaslah kalian! Semuanya ke gimnasium sekarang juga!
Semuanya, bersiap untuk pemanasan.
Semangat!
Dimohon jangan berjalan di atas matras!
Kita akan mulai dengan pemanasan kecil.
Pak Guru!
Kau baik-baik saja?
Kau merasa kesakitan?
Aku akan membantumu. Berbaringlah.
Ikuti aku.
Menjijikkan.
Kemarilah dan berbaring.
Panggilkan perawat.
Dia mengotori dirinya sendiri!
Semuanya! Pergi ke lorong!
Keluar!
Pergilah!
Menurutmu, dia masih akan meminta rokok?
Apa yang masukkan ke dalam rokok itu?
Kau gila! Apa dia tidak akan mati?
Yang benar saja.
Kerja bagus.
Pergi!
Aku menemukan ini di dapur.
Apa ini?
Apa yang kau lakukan tadi?
Aku harap, itu bukan percobaan bunuh diri.
Bukan
Kami punya banyak tamu aneh.
Aku hanya sekedar merokok.
Dari planet mana kau berasal?
Tidak boleh morokok.
Di hotel mana pun.
Kau tidak tahu itu?
Sial!
Rasanya tidak enak?
Rasanya enak, tapi keras. Coba saja.
Bersulang untukmu.
Rasanya enak.
Kau sedang rapuh.
Apa pekerjaanmu?
Portir di rumah sakit.
Pekerjaan apa itu?
Aku mendorong orang sakit di rumah sakit.
Aku mengerti, itu tidak keren.
Kau menyukainya?
Tidak terlalu.
- Aku juga membenci pekerjaanku. - Benarkah?
Di sini tidak terlalu buruk. Suasananya tenang.
- Damai. - Tidak, di sini membosankan.
Aku merasa seperti orang gagal.
Kau baru saja mulai, tunggu dan lihat perkembangannya.
Bagaimana kau bisa tahu itu?
Entahlah, tapi kau punya pekerjaan.
Ini pekerjaan musim panas.
Apa kita pernah bertemu?
Kau orang aneh. Kau menyembunyikan sesuatu.
Mari lihat isi tasmu.
Apa yang kau lakukan?
Aku memeriksa jika ada senjata api atau pisau.
Menurutmu ini lucu?
Bagaimana jika saat aku kembali, semua tamu sudah mati?
Apa ini?
Game station.
Apa masih berfungsi?
Ya.
Boleh aku mencobanya?
Leo?
Kenapa kau bersantai? Apa alarm-nya rusak?
Berkat aku, semuanya kini terkendali.
Berkat kau?
Itu salahku. Aku merokok di dalam kamar.
Siapa dia?
Klien hotel.
Maafkan saya, Pak.
Kini kau telah datang, aku akan pulang.
Beri aku waktu sebentar.
Aku tinggalkan kau dengan orang gila itu. Aku pulang.
Selamat malam, Gameboy.
Jika kau ingin merokok, lakukan di luar.
Itu akan lebih baik.
Gameboy, satu hal lagi.
Aku akan menemui pacarku dan beberapa teman.
Jika kau ingin bergabung untuk minum-minum,
kau boleh ikut, daripada diam di sini dan memotong urat nadimu.
Boleh aku putar musik?
Kau keberatan?
Silakan.
...penyanyi kondang Mylène Farmer, dalam wawancara eksklusif...
Jangan ganti, aku suka lagu ini.
Aku mencarimu
Di antara kerumuman orang di kota di dekat laut
Di antara orang-orang tidak dikenal yang lalu lalang
Aku menunggu lama
Lagunya lumayan. Siapa penyanyinya?
Bisa kau kencangkan volumenya?
Bisakah kita bersikap tidak peduli
Karena kini kita sudah tak lagi suci
Oh, Atlas
Aku mencairkan suasana
Langit yang cerah biru
Yang tak pernah aku lihat sebelumnya
Aku menunggumu di ujung tepian
Di antara terang dan kekosongan
Sial.
Kau baik-baik saja?
Tidurmu nyenyak?
Pukul berapa ini?
Sudah siang.
Aku sangat terlambat.
Aku harus pergi sekarang.
Permisi.
Sampai nanti, Sayang.
Kau pergi?
- Pergi ke mana? - Ke suatu tempat.
Cepat kembali dari suatu tempat itu.
Gameboy sudah bangun!
Kau tidur nyenyak?
Ya, tidurmu pasti cukup baik.
Kau terlihat kacau.
Jonas, bukankah rumah ini bagus?
Di rumah ini bahkan ada kolam renang.
Kau benar tak ingin sesuatu? Kopi? Minuman ringan?
Tidak, terima kasih. Mungkin lain waktu.
Suamiku dan aku akan pergi ke mall.
Ke mall, di hari Sabtu?
Di sana pasti penuh.
Kami berdua bekerja di hari kerja.
Aku mengerti.
Maaf aku lancang.
Jonas tidak cerita bahwa kau sedang hamil.
Kau tidak keberatan aku tanya itu?
Suamiku kerja di luar negeri.
Aku suka perusahaan itu.
Apa dia akan segera pulang?
Sekitar 3 minggu lagi.
Cukup waktu untuk melihat bayi laki-laki ini lahir.
Bayinya laki-laki.
Leonard kecil.
Kecuali kami ganti lagi namanya.
Menurutku dia akan lahir prematur.
Cepatlah keluar.
Aku ingin melihatmu.
Aku ingin melihatmu, Leo!
Hentikan, Nathan.
Aku senang telah bertemu denganmu
Ini hanya permulaan. Kedua anak kita sangat akrab sekali.
Kau tidak keberatan dengan hal itu?
Keberatan untuk apa?
Lupakan saja. Aku hanya asal bicara.
Aku akan pergi.
Sampai jumpa besok. Jaga kelakuanmu.
Sampai jumpa besok malam.
Aku sudah bawakan antihistamin di tas-nya, untuk alerginya.
Kami akan kembalikan dia utuh.
Bersenang-senanglah.
Kau bawa baju renang? Kau ingin berenang?
Cepat sekali. Bagaimana caramu melakukannya.
Kau harus paham caranya.
Kau ingin coba?
Aku lebih suka melihatmu bermain.
Tidak, kau coba mainkan.
Cara mainnya mudah. Seperti menyelesaikan puzzle.
Tempatkan sejajar dengan kepingan yang jatuh dari atas.
Tekan tombol itu untuk memutar.
Tombol ini untuk menggerakannya.
Ke mana aku menaruhnya?
Di situ.
Putar satu putaran.
Bagus, seperti itu.
Kini kau mengerti caranya, idemu tidak akan pernah berhenti.
Tidak akan pernah berhenti.
Kau lihat? Kau cukup mahir.
Kami sudah siap.
Bagus, ayo kita pergi.
- Kalian ingin menonton apa? - Nowhere.
Adegan seks-nya tidak banyak?
Aktornya Gregg Araki.
Kau tidak masalah dengan itu? Selera Nathan sedikit aneh.
Aku juga ingin menontonnya.
Kalian sudah cukup umur. Ibu tidak akan memutuskan untuk kalian.
Kau sudah bawa ponselmu?
Kau punya ponsel?
Keren!
Hanya untuk keadaan darurat. Itu bukan mainan.
Mesinnya mengeluarkan suara aneh. Kapan ayahmu akan membawanya ke bengkel?
Ibu menjemputmu di tempat biasa?
Apa yang Ibu lakukan?
Hanya satu batang.
Biar aku yang nyalakan.
Jangan beri tahu ayahmu.
Tidak sepatah kata pun.
Dasar bodoh.
Asap rokok tidak mengganggumu?
Boleh aku juga minta satu batang?
Ibumu tahu kau merokok?
Tidak, ibunya tidak tahu.
Ini akan menjadi rahasia kecil kita.
Tempat yang banyak cahaya itu Magic World?
Ya.
Kau pernah ke sana?
Orang tuamu tak pernah membawamu ke sana?
Mereka tidak menyukai permainan.
Dan juga keramaian.
Luar biasa.
- Orang tuamu bodoh. - Nathan!
Maafkan aku, Jonas.
Aku janji akan membawamu ke sana.
Tapi jangan sampai cacat.
- Ibu! - Apa?
Dia tidak tahu tentang kau yang meluncur bebas?
Ibu, hentikan.
Saat dia berusia 9 tahun, kami membawanya ke Magic World.
Dia ingin mengendarai mobil bumper,
tapi tidak hanya sekali,
setidaknya lebih dari 15 atau 20 putaran.
Kau tahu bagaimana dia suka menabrak orang-orang.
Tapi, di sana ada satu rombongan pria.
Mereka semua mengejarnya.
Hentikan, Ibu!
Nathan tidak peduli.
Mereka menabraknya dengan sangat keras hingga dia terpental keluat mobil.
Saat aku katakan terpental, dia meluncur seperti misil.
Menabrak dinding pengaman.
Kemudian!
Pipinya terbelah menjadi dua.
Ibu menyebalkan sekali.
Ibu suka bekas lukamu, Sayang.
Itu membuat wajahmu berkarakter.
Jonas tidak akan mengeluh.
Bukan begitu, Jonas?
Tidak.
Kucing membawa lari lidahmu, Gameboy?
Kau bisa mengantarku kembali?
Kenapa? Bukankah di sini menyenangkan?
Aku membawamu ke sini. Kau benar-benar mabuk.
Aku bisa saja meninggalkanmu di sana seperti pemabuk.
Tidak tahu terima kasih.
Hati-hati dengan Gameboy milikku.
Gameboy milikku!
Gameboy milikmu?
Maafkan aku.
Itu kecelakaan.
Kau baik-baik saja?
Ibu, ini Jonas.
Jonas, ini ibuku.
Sepertinya kalian pernah bertemu.
Kau baik-baik saja?
Kau banyak diam sejak kita sampai di sini.
Aku baik-baik saja.
- Kau percaya cerita payah pendeta itu? - Ya.
Itu sangat berlebihan.
Kau salah.
Apa kau kesal?
Syukurlah.
Aku akan sedih jika kau kesal.
Kita tak bisa main sekarang.
Ambillah. Itu untukmu.
Hadiah.
Ini tidak mungkin
Mainan ini mahal.
Hal ini membuatku senang.
Kau gila.
Terima kasih.
NOWHERE
Kau sudah banyak berubah.
Wajahmu, rambutmu,
semuanya.
Apa itu?
Tato yang aku buat sendiri.
Kau lakukan sendiri?
Lalu, kenapa matamu?
Ini akibat perkelahian.
Kin kau mulai berkelahi?
- Kau yang lakukan itu padanya? - Ibu sudah gila?
Kau sanggup melakukannya.
Ini aku dapatkan di Boys.
Di Boys?
Di mana kau tinggal?
Masih di tengah kota.
Dan orang tuamu?
Sama. Mereka tak pernah pindah.
Seperti kami.
Di mana suamimu?
Dia tidak tahan tinggal bersama kami.
Sehingga dia menghilang.
Sama sepertimu.
Kau telah mengikutiku cukup lama?
- Itu tidak benar. - Pembohong.
Apa kunjunganmu ke hotel hanya kebetulan?
Di pantai juga?
Kau ketahuan, bajingan!
Leo.
Juga saat di lapangan bowling, dan bioskop.
Kau bisa jelaskan dirimu?
Aku hanya ingin melihatnya.
Kini kau telah melihatku. Lihatlah baik-baik.
Ayolah, Gameboy.
Katakan pada Ibuku apa yang kau katakan semalam.
Apa?
Bukankah itu alasanmu di sini?
Kau sudah datang ke sini, kini bicaralah.
Kau masuk ke mobilku, ikut pulang ke sini.
Itu sudah lewat 17 tahun lalu.
Delapan belas tahun.
Itu 18 tahun lalu, Jonas.
Akhir film yang aneh.
Tapi keren. Kau menyukainya?
Ada masalah?
Hanya pesan suara.
Siapa itu?
Dengarkan ini.
Ini Ibu, Sayang.
Air ketuban Ibu baru saja pecah. Ibu sudah menelepon klinik.
Kau jangan kahwatir.
Ibu Jonas tidak menjawab teleponnya,
jadi, kau jangan lupa meneleponnya.
Naik taksi dan temui Ibu di klinik.
Kau bisa percaya ini?
Adik kecilmu akan segera lahir.
Ini luar biasa.
Aku akan minta ibuku untuk menjemput kita.
Jangan.
Aku punya ide lebih baik.
Berhenti.
- Kita tidak akan masuk. - Kenapa tidak?
Kita masih di bawah umur.
Kau penakut sekali!
Ada apa, Anak-anak?
Kami ingin masuk.
Di bawah umur tak boleh masuk.
- Aku berumur 18 tahun. - Yang benar saja.
Bagaimana dengan dia?
Pacarku. Dia juga berumur 18 tahun. Lalu, apa masalahnya?
Pergilah! Atau kita semua akan dalam masalah.
- Semoga malam kalian menyenangkan. - Kau juga.
- Ayolah. - Pergilah!
Bajingan! Kau dengar caranya bicara padaku?
Sudahlah, lupakan saja.
Ayo kita pergi. Aku akan telepon ibuku.
Aku ingin masuk ke dalam.
Tenanglah.
Apa?
Kalian sebaiknya tunggu beberapa tahun lagi.
Kau bisa membantu kami masuk?
Jangan tergesa-gesa, percayalah padaku.
Di dalam itu menyedihkan dan buruk.
Kami tidak peduli.
Kau tahu La Dolce Vita?
Aku bisa membawa kalian masuk.
Benarkah?
Aku bahkan bisa mengantar kalian dengan mobil.
- Tidak perlu, kami baik-baik saja. - Tunggu.
Apa tempatnya jauh?
Jaraknya sekitar 10 hingga 15 menit.
Ayo kita pergi.
Baiklah.
Nathan! Kau mau pergi ke mana?
Apa?
Di sini mereka tak izinkan kita masuk.
Jangan selalu ketakutan setiap waktu.
Kau aman bersamaku.
Jangan pergi
Jika kau mencintainya, jangan pergi
Sayang, jika kau mencintainya, katakan padanya
Dia adalah cinta dalam hidupmu, hidupmu, hidupmu
- Berapa lama lagi? - Kita hampir sampai.
Boleh aku kecilkan volume musiknya?
- Kau tidak suka? - Tidak terlalu.
Kau gila! Ini lagu yang indah.
Jangan menghilang di kegelapan malam
Malam yang membuatku takut Malam yang tak kunjung usai
Seperti pencuri, dia pergi tanpa diriku
Kita tak akan pernah lagi pergi ke bioskop
Di mana kita?
Tenanglah, kita hampir sampai.
Kau terus katakan itu.
Kau terbiasa marah-marah?
Bisakah kita putar balik?
Bekas luka yang lucu.
- Lucu. - Jangan sentuh aku!
Dengarkan aku! Putar balik!
Tenanglah, semua akan baik-baik saja.
Jangan sentuh aku!
Nathan!
Tutup mulutmu!
Sialan!
Berhenti menangis!
Dia masih bernapas.
Diam di tempatmu!
Diam di tempatmu, Anak nakal!
Tolong!
Nathan!
Saudaraku terdengar orang keren.
Hanya satu hal yang tidak aku mengerti.
Kenapa kau tidak menceritakannya?
Aku tidak tahu.
Aku tidak sanggup.
Aku malu.
Malu untuk apa?
Saat itu umurmu baru 15 tahun!
Apakah mungkin jika dia masih hidup?
Kau ingin aku berkata apa?
Tentu saja dia masih hidup.
Boleh aku minta rokok?
Dia [pasti tidak ingin melihatmu sedih.
Aku akan tinggalkan dirimu.
Bisa kau antar dia kembali?
Antar ke mana?
Dia tidak punya rumah.
Pacarku mengusirku keluar.
Kenapa?
Aku selingkuh darinya.
Kau sering selingkuh?
Ya, aku sering selingkuh darinya.
Terlalu sering.
Apa alasannya?
Aku tidak tahu.
Aku mencari sesuatu yang tidak ada.
Aku akan siapkan barang-barangku.
Terima kasih.
Ke mana tujuanmu?
Turunkan aku di rumah sakit.
Apa?
Aku bisa tidur di ruang staf.
- Lalu, apa selanjutnya? - Entahlah.
Aku akan temukan sesuatu.
Aku tidak bicara sebelumnya,
karena aku tidak setuju dengan ibuku.
Menurutku Nathan sudah mati.
JIka tidak, kita pasti sudah menemukannya.
Ya, dia sudah mati.
Jika saja kau tidak tingalkan dia,
kau juga akan mati.
Tolong.
Ini tidak mungkin terjadi.
Apa kau melihat pria ini saat di bioskop?
Tidak.
Apa dia keluar dari Boys, saat kalian mencoba masuk?
Ya, aku rasa demikian.
Kau tidak yakin?
Aku ingat dia ada di jalan.
Apa kau atau Nathan tahu
bahwa tidak ada tempat yang bernama La Dolce Vita?
Kau yakin Nathan tidak kenal dengan pria ini?
Apa?
Hentikan pertanyaanmu.
Satu pertanyaan terakhir.
Dapatkah kau mengonfirmasi
bahwa setelah dia memukul Nathan,
dia melepaskanmu keluar dari mobil?
Ya.
Kenapa?
Kenapa kau tanyakan itu?
Kenapa dia membiarkanmu pergi?
Kalian paham kenapa aku tanyakan hal ini?
Agar aku bisa menemukan dia.
Cobalah untuk mengingatnya. Aku tahu itu sulit.
Ceritamu bisa membantu kami, Jonas.
Ini sudah memasuki hari keenam,
tapi masih tak ada jejak Nathan Dewatter,
anak berusia 16 tahun yang hilang sejak hari Sabtu.
Remaja itu menghabiskan malam hari bersama seorang teman
sebelum diculik oleh orang tak dikenal yang kini dalam pencarian polisi.
Banyak orang yang mengatakan melihat remaja ini,
namun penyidik memeriksa pengakuan mereka secara cermat.
Pencarian masih dilanjutkan dan orang tuanya...
Ayah.
Semua akan baik-baik saja.
Kau tahu,
mungkin bukan sekarang, tapi akan sangat bagus...
jika kita segera bertemu lagi untuk membicarakan hal ini dengan tenang.
Dengan tenang, di situasi yang berbeda.
Entahlah. Kita lihat nanti.
Kau bisa berteman denganku di Facebook.
LEO D, semua huruf besar, diakhiri dengan tanda titik.
Aku bodoh sekali.
Kau pasti sudah tahu itu, karena kau memata-matai aku.
Bisa kita jalan-jalan sebentar?
Tidak akan memakan waktu lama.
Apa lagi sekarang?
Percayalah padaku.
Kau benar-benar bisa mempercayai aku.
Tidak mungkin aku akan masuk ke sana.
Satu jam, hanya satu jam saja.
Kau pernah ke sana?
- Tidak pernah. - Aku juga. Ayo kita pergi.
Kau serius?
MAGIC WORLD
Terjemahan subtitle oleh Erickson Natimbo
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.