All language subtitles for Solusi Bagi Problem Kehidupan

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alhamdulillah Rabbil Alamin.

Al -Fatihah

Al -Fatihah

Jemaah Jumat, rahimani wa rahimakumullah.

Mengawali khutbah ini, Khatib ingin mengajak kepada diri pribadi dan kita

tanpa kecuali untuk meningkatkan ketakwaan dan syukur kita kepada Allah

Alhamdulillah, diantara sekian hamba Allah yang masih berkehidupan sampai

ini, kita...

Yang masih memiliki kemampuan untuk beriman kepada Allah SWT.

Alhamdulillah. Di antara sekian hamba Allah.

Yang mengaku dan menyatakan dirinya beriman kepada Allah. Kita yang masih

memiliki kemampuan. Untuk membuktikan keberimanan itu. Dengan menunaikan

sholat jumat berjamaah. Di tanggal 17 Dhul Hijjah.

1446 hijrah semoga jumat kali ini dijadikan oleh Allah subhanahu wa ta

jumat yang mulia dan berkah untuk kita semuanya seperti

diketahui bahwa saat Allah menciptakan manusia dalam

keadaan sempurna tampilan fisiknya

Aku tegaskan, aku jamin bahwa seluruh manusia itu dicipta

tampilan fisiknya secara sempurna yang desainnya sesuai dengan aktivitas dan

kemaslahatan hidupnya.

Bersamaan dengan kesempurnaan fisik ini diberikan pula kesempurnaan

potensi -potensi sifat dan kemuliaan dalam hidupnya.

Maka turunlah kemudian sebagai penguat Al -Quran surah ke -17 di ayat ke -70

itu.

Kesempurnaan fisik menggunakan kesempurnaan dari sifat dan potensi

menggunakan yang sama. Dan aku tegaskan, aku yakinkan, ada

jaminan potensi kebaikan yang melekat pada diri setiap manusia itu, anak,

Adam. Aku telah muliakan dengan keagunganku seluruh anak cucu Adam itu.

Bersamaan dengan kemuliaan fisik ini dan potensi kemuliaan perilaku yang kelak

kita kenal dengan nama akhlak itu. Allah penciptanya disebut Khaliq.

Satu -satunya Tuhan yang dalam firmannya di kitab suci menyebutkan dirinya

khaliq, hanyalah Allah subhanahu wa ta 'ala.

Didapatkan di alam Al -Quran surah ke -15 Al -Hijr di ayat ke -28.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ Dan ingatlah

pahami pelajari.

Ketika dengan keagunganku, aku berfirman, Ya Rabbuh Muhammad s .a .w.

berfirman pada malaikat dan memfiralkan. Akulah khaliq yang akan mencipta

makhluk baru bernama basyar.

Hadirin, penciptaannya disebut dengan khalaq. Ikra bismi rabbika alladhi

Yang terciptanya disebut dengan makhluk. Kita makhluk.

Potensi kebaikan yang melekat pada makhluk tercipta itu, itu disebut dengan

akhlaq. Akumulasinya disebut dengan khuluq.

Jadi ada khalaq menciptakan khaliq yang mencipta makhluk kita yang dicipta.

Tampilannya sempurna.

Bawaan sifatnya disebut dengan khuluq. Nanti praktek kehidupan yang kita bawa

dari bawaan sifat itu menjadi sikap. Namanya akhlaq.

Maka mata punya potensi sifat baik ketika memandang, ketika dipraktekan

berakhlak, lisan berakhlak, tangan berakhlak, kaki berakhlak. Untuk menjaga

kesempurnaan sikap dan sifat ini, maka diturunkanlah oleh Allah panduan. Yang

dengan panduan itu, Memandu seluruh bagian tubuh kita sehingga tampil dengan

kesempurnaannya. Fisiknya sempurna dalam bersikap, akhlaknya sempurna pula dalam

menampilkan sifat.

Maka dengan itulah, karena pedoman ini begitu penting, maka diturunkanlah ia di

waktu yang istimewa, di momentum yang istimewa, di hari yang istimewa, di

yang istimewa. Dan diperingatilah setiap keistimewaan itu, bahkan setiap pekan,

dan sekali selama sebulan dalam setahun. Dia turun di momentum yang istimewa,

dalam satu momentumnya kebaikan bernilai lebih daripada seribu bulan. Dikenal

dengan malam Al -Qadar.

Harinya Jumat.

Kemudian menjadi sayyidul ayam. Menghulu para hari. Dan dengan alasan itulah

salah satunya kita menundaikan ibadah Jumat. Untuk memuliakan panduan

ini. Dan mengingatkan bahwa itu penting untuk menata dan meniti jalur kehidupan

kita yang baik dan terarah.

Kemudian bulannya dinamakan dengan Ramadan.

Maka akumulasi keseluruhannya untuk menunjukkan keagungan, petunjuk, dan

keistimewaan itu untuk menjaga sikap dan sifat kita dalam berkehidupan sehingga

bahagia di dunia dan di akhirat. Itu yang kita sebut hasanah. Di abadikan di

-Quran surah kedua Al -Baqarah di ayat ke -201 itu.

Maka demi menunjukkan pentingnya, keagungan, baik momentum, waktu, apalagi

dari pedoman ini, Allah berfirman di Al -Quran surah kedua al -Baqarah di ayat

185.

Bulan Ramadan yang di bulan itu, Anda semua menunaikan ibadah puasa selama

bulan itu, untuk memberikan satu isyarat petunjuk, mendapatkan pedoman

berkehidupan yang sangat istimewa. Apa pedoman itu? Itulah Al -Quran yang

diturunkan di bulan Ramadan saat kita menunaikan ibadah puasa itu.

Pertanyaannya, apakah Al -Quran itu sekedar firman Allah?

yang menguatkan mu 'ajizat Rasulullah SAW, mengukuhkan dan melahirkan diktid

beliau sebagai seorang nabi dan rasul terakhir yang diutus, apakah hanya

114 surah, 30 juz, yang ketika dibaca setiap hurufnya, kemudian berpotensi

melahirkan 10 pahala kebaikan? Kala, ternyata tidak, lebih daripada itu.

Allah langsung memberikan penekanan. Tujuan turunnya Al -Quran bukan sekedar

dibaca. Bacaan itu instrumen untuk mengantarkan pada pengetahuan. Yang

tahu itu, kemudian kita mendapatkan bimbingan untuk diamalkan. Apakah Anda

sengaja belajar bahasa hanya untuk bisa memahami sesuatu?

Apakah sekedar untuk baca saja? Atau paham isinya?

Bukankah Anda baca koran agar mengerti isinya?

Bukankah Anda mengakses internet untuk mengetahui informasinya? Bagaimana

mungkin Anda bisa mengetahui tanpa membacanya?

Perbedaan antara firman Allah, mu 'jizat Rasulullah, dengan kalam biasa, dengan

karya manusia biasa, membaca saja, sudah ada nilai pahala di dalamnya, untuk

menunjukkan itu ibadah.

Anda baca Quran, itu rutinitas bacaan. Anda baca Al -Quran, ada nilai ibadah di

dalamnya. Apa yang membedakan ibadah dengan rutinitas? Ada pahala melekat di

dalamnya. Tapi poinnya adalah, bacaan itu mengantarkan kepada terbukanya akses

informasi. Data diolah menjadi informasi, informasi diolah menjadi

knowledge kemudian membimbing bagian tubuh kita untuk berperilaku.

Nah, semua akumulasi itu disimpulkan oleh Al -Quran dengan satu kata saja.

Hudan namanya. Hudan linnas.

Perhatikan perbedaan antara penegasan di dalam Al -Quran bagi setiap wahyu

berupa kitab yang diturunkan pada setiap nabi sebelum nabi Muhammad s .a .w.

baik bentuknya suhof lembaran -lembaran ataupun langsung disatukan menjadi kitab

pedoman yang dibawa berkehidupan.

Sebelum Nabi Muhammad SAW, seluruh bentuk akumulasi panduannya itu hanya

diarahkan membimbing umat tertentu saja.

Regionnya saja, di lokal domestiknya saja.

Nabi Musa AS diutus untuk komunitas namanya Bani Israel.

Tidak luas.

Maka ketika diturunkan Taurat kepada beliau, dibatasi Taurat itu hanya untuk

Bani Israel.

Quran surah ke -17 misalnya. Ketika kita dapatkan di ayat yang kedua.

Dan kemudian kami berikan satu

penunjuk legalitas Musa itu seorang Rasul. Apa bedanya Rasul dengan manusia

biasa? Diberikan wahyu kepadanya. Akumulasinya kitab.

Ini kitab jadi pedoman berkehidupan. Untuk siapa? Umat Musa saja. Bani

Demikian pula dengan Injil di Al -Ma 'idah. Disebutkan Hudal li Bani Israel.

Demikian pula dengan Zabur. Pada masa Nabi Daud AS.

Untuk umatnya saja.

Nabi Ibrahim dapat suhuf untuk umatnya saja.

Tapi perhatikan dengan Al -Quran.

Bagaimana Allah menegaskan. Hudal linnah.

Untuk setiap manusia.

Bukan hanya melintasi zaman setelah nabinya wafat.

Risalahnya tetap abadi. Untuk menunjukkan dan menegaskan. Ini rasul

terakhir. Pembuktian kitabnya tidak ada perubahan. Dari sejak diturunkan sampai

dengan akhir berkehidupan. Sampai kembali kepada Allah.

Silahkan Al -Quran langsung menantang. Tidak ada satupun kitab suci di muka

ini. Yang menantang pada pembacaannya. Silahkan buktikan keaslian saya.

Silahkan cek. Silahkan analisis. Sampai anda temukan kebenarannya.

Dan disitulah kemudian dengan indahnya mengatakan. Kalau Anda yakin silahkan

beriman. Belum yakin itu pilihan Anda sendiri.

Di mana ada kitab yang menantang pembacanya.

Silahkan Anda buktikan cek kebenaran saya.

Kata kitabnya.

Datangkan semua potensi yang Anda bisa lakukan. Kalau Anda yakin ini firman

Tuhan. Beriman itu pilihan Anda.

Tapi kalau Anda tidak beriman pun.

Resiko Anda tanggung saat pulang kepada Tuhan yang hak.

Tapi lebih daripada itu, apa yang ingin ditegaskan dalam Al -Quran itu?

Seluruh isinya adalah pedoman kita berkehidupan. Sebagai manusia.

Melintasi zamannya.

Kitabnya Taurah sekarang sudah tidak didapatkan.

Injil masih banyak dicari tentang originalitasnya.

Perdebatannya, divaliditas, dan seluruhnya. Validasi menunjukkan sulit

versi aslinya.

Dalam tutur bahasa yang disampaikan oleh Nabi Isa a .s.

Zabur, cari sampai sekarang. Di mana Anda temukan?

Al -Quran untuk menunjukkan ini abadi, pedomannya abadi, lintas zaman, maka

pembuktiannya adalah kembali kepada kita dengan keyakinan bagaimana kita bisa

menerima itu untuk diamalkan dalam kehidupan. Kesimpulan pertama, Allah

menurunkan Al -Quran bukan sekedar jadi kitab bacaan yang dibaca. Tapi statement

pertamanya, 114 surah. Dari Al -Fatihah sampai dengan An -Nas. 30 Juz.

6236 ayat. Lebih dari 52 ribu kosa kata ada di dalamnya.

Seluruhnya adalah solusi kehidupan kita.

Semua persoalan kehidupan yang kita alami.

Rangkaian solusinya itulah petunjuknya ada di dalam Al -Quran.

Maka dipraktekan oleh Nabi SAW.

Diberikan tempat oleh Allah di titik yang terendah.

Allah tidak mengutus Nabi Muhammad di Romawi yang sudah maju.

Memiliki kemegahan kekaisarannya.

Tidak juga di Persia yang juga memiliki kemegahan kekaisarannya. Di sini ada

Imperium Romawi.

Di sini ada kekaisaran Persia, di apit di tengah -tengahnya ditemukan sebuah

kota tandus, yang air pun sulit didapatkan, masyarakatnya titik

disitulah Nabi diutus diturunkan Al -Quran. Apa tujuan utamanya? Untuk

menunjukkan kebenaran Al -Quran.

Supaya kelak tidak ada orang mengatakan, oh pantas maju umatnya Muhammad SAW.

Turunnya di Persia yang sudah maju. Turunnya di Ramawi. Maka Allah pilihkan

Mekah yang titik nadir perilakunya terdapat di situ.

Penjahat paling rumit ada di situ.

Pemabuk ada di situ.

Pezina ada di situ.

Pembunuh ada di situ.

Sehingga disebut dengan jahiliyah.

Yang diturunkan bukan tongkatnya Nabi Musa AS.

Yang diturunkan bukan mu 'jizatnya Nabi Isa AS. Yang diturunkan Al -Quran untuk

membuktikan bahwa ketika Al -Quran itu diamalkan dalam kehidupan, terjadi

perubahan bukan hanya personal, bukan hanya komunal, tapi menata kehidupan

sosial dengan berkemajuan dan mencerahkan. Melahirkan generasi emas.

kemanapun, selalu tipikalnya membangun peradaban yang memajukan.

Silahkan, anda cek. Orang -orang yang tadinya kasar belajar Quran menjadi

lembut. Orang yang tadinya rakus menjadi dermawan.

Orang yang tadinya tertinggal menjadi maju ke depan. Orang -orang yang tadinya

lekat dengan kriminal, sekarang orang -orang yang paling baik yang dikenang

sepanjang zaman. Melintasi zamannya. Siapa yang kenal dengan Umar bin Khattab

sebelum masuk Islam? Bagaimana perilakunya?

Bagaimana kemudian Abu Dhar al -Ghifari? Bagaimana kemudian Khalid bin Walid?

Silahkan gali setelah mereka masuk Islam.

Berapa kekayaan Uthman sebelum masuk Islam?

Berapa kekayaannya setelah mengamalkan Quran?

Berapa kekayaan Abdurrahman bin Awwaf sebelum belajar Quran?

Berapa dibandingkan setelah dia belajar Quran?

Dipakai apa kekayaannya? Dipakai apa kedudukannya?

Kurang hebat apa menaklukkan Afrika? Kurang hebat apa masuk ke Eropa?

Sampai kemudian datang ke Yathrib yang tertinggal ekonominya. Jauh perilakunya.

Konflik hampir 200 tahun dari dua suku besar Aus dan Hajraj.

Selesai dalam durasi yang sangat singkat. Jadi bersaudara. Tiba -tiba

suasana kota.

ekonominya stabil, berubah jadi suasana kota yang sangat mencerahkan. Sial di

lingkungan pada masa itu. Kalau ada orang baik di kota itu, kalau ada orang

hebat di kota itu, kalau pasar yang jujur di kota itu, maka yang tadinya

tertinggal disebut Yafrib, maka berubah menjadi suasana kota yang mencerahkan.

Dalam bahasa Arab disebut Al -Madinah Al -Munawwarah.

Dibawa ke Eropa, maju.

Dibawa ke Asia, maju.

Saat Majapahit mulai lemah, pertikaian di dalam runtuh, Sriwijaya juga

Sampai kemudian Nusantara itu turun berkembang, tipis, tipis, tipis,

Tiba -tiba datang nilai keislaman, mengamalkan Qurannya tanpa tumpah darah.

yang terjadi? Kerajaan -kerajaan di mana -mana. Sampai kemudian muncul Jaziratul

Muluk. Yazirah pulau -pulau dengan kerajaan. Kelak dikenal Yaziratul Muluk

dengan Maluku. Ada lagi kemudian yang di Sumatera. Membentang sampai ke tengah

ke Kalimantan. Kemudian diapit dari Bantannya. Silahkan perhatikan. Begitu

majunya. Dahsyatnya. Luar biasanya.

Dari mulai Sunan Gunung Jati. Melahirkan anaknya. Kemudian turun ke Sultan

Hasanuddin. Membangun Bantan. Tiba -tiba berapa lama?

Kurang dari lima tahun.

Dua tahun, tiga tahun, disebutkan ke Bupaten Serang, dan jadi kemudian ibu

kotanya berkembang, koinnya sampai ke London.

Ada orang pertama, Hussein Saswadiningrat, sampai belajar kemudian

Belanda. Orang Indonesia, sebelum jadi Indonesia bahkan, orang pertama yang

belajar sampai dokter. Siapa mereka?

Bagaimana mereka tampil mendapatkan itu semua? Ketika punya keyakinan bahwa itu

solusi. Dipraktekan oleh Nabi kurang lebih selama 20 tahun.

Dicatat, dikembangkan, diingat oleh generasi awal. Karena ingatannya bersih.

Noda -noda dosanya sepi, tipis, hilang. Sehingga ingatannya kuat. Jarang mereka

mencatat. Punya murid tabi 'in, mulai dicatat. Mulai didokumentasikan.

Dikumpulkan oleh para ulema setelah hadis. Setelah itu dengan ilmu hadis.

dalam ilmu hadis, dibukukan panduan -panduan itu. Ayatnya apa?

Hadisnya apa?

Praktiknya bagaimana? Dibuatlah tema. Maka munculah yang kita kenal dengan

-kitab hadis. Kitab Sahih Al -Bukhari bukan sekedar hadis dari Nabi. Ini apa?

Ini apa? Bukan, saudara.

Diberi nama Al -Jami' Al -Sahih Al -Musnad Al -Muhtasar Min Umuri

Sallallahu Alaihi Wasallamah Wasunanihi Wa Ayyamihi Ini kumpulan tema kehidupan.

Solusi masalah kehidupan kita.

Yang dihimpun berdasar petunjuk Nabi, isinya tidak bertele -tele, langsung ini

topiknya apa, ayat yang terkait apa, hadisnya apa, ditempatkan di bab apa,

inilah keseharian Nabi dalam mengamalkannya. Maka ketika Anda

dengan Sohi al -Bukhari, didapatkan 97 topik.

Ada topik Anda, anaknya, saudaranya, kerabatnya yang masih sekolah, namanya

kitabul ilmi.

Keluarkan topik tentang pengetahuan. Apa ayat tentang pengetahuan? Maksud ayat

itu apa? Hadisnya bagaimana? Praktiknya seperti apa?

Jadwal belajar kapan? Menghafal kapan? Memahami kapan? Bagaimana kita paham

tanpa lupa?

Itu sampai didesain, melahirkan orang -orang hebat, begawan pengetahuan, yang

bahkan ada yang menguasai bahasa dalam tiga hari. Ada orang menguasai setelah

itu di bidang pengetahuan yang kompleks. Betapa banyak kita dengar cerita, tapi

tidak sedikit yang mendengar itu punya pemahaman untuk meniru orang yang pernah

sukses di masa lalu itu.

Saudara, ada bab tentang bisnis namanya Kitabul Buyua.

Anda silahkan perhatikan, siapapun yang berbisnis menerapkan konsep itu, tidak

pernah kembali modal.

Semua selalu untung.

Bahkan barat berusaha menggali, meneliti, memakai itu dan menghilangkan

nilai -nilai keislamannya. Hanya untuk menggali bagaimana kehebatan konsep di

dalamnya. Kenapa kita tidak keluarkan ayatnya?

Anda pebisnis, sekian nama berbisnis, pernahkah mengeluarkan ayat -ayat dalam

-Quran tentang bisnis?

Pernahkah melihat hadith -hadith Nabi SAW tentang prakteknya?

Saudara itu nilainya, panduan.

Zamannya boleh berbeda, tapi ketika nilai itu diamalkan dalam kehidupan,

jaminannya 100%.

Anda manusia menjamin, Anda percaya. Ini Allah memberikan janji. Masa kita tidak

percaya? Nabi memberikan contoh. Kalau tidak percaya ditanya, di mana

keimananmu?

Demikian di dunia pendidikan. Di dalam rumah tangga. Di dalam konteks

Dalam pemerintahan. Dalam etika kehidupan kita. Semuanya ada.

97 topik di Al -Bukhari saja.

Belum imam muslim. Belum kemudian kitab sunan untuk mengumpulkan masalah ibadah.

Itu solusinya.

Jadi kalau saat ini tidak digunakan, dan digunakan kemudian yang lain dalam

konteks Anda ingin belajar, itu pilihan. Tapi ketika punya masalah, jangan

mengeluh kepada Tuhan.

Ya Allah, saya punya masalah begini. Ditanya balik sama Allah.

Lalu kenapa ketika saya beri solusi, kamu tidak pakai?

Kamu pakai yang lain. Ketika punya masalah, ngadunya sama saya. Saya pakai.

Berikan kepada engkau bimbingan. Berikan kepada engkau pedoman. Engkau tidak

gunakan.

Kata Allah jangan konsumsi ini. Anda konsumsi juga.

Dengan pertimbangan menurut pengetahuan begini, begini, begini. Pengetahuan yang

masih kemudian divalidasi kembali. Ini berkata A. Ini berkata B. Sudut

pandangnya banyak.

Allah yang menciptakan kita tahu tentang kita. Ini ada manfaatnya. Tapi bukan

buat kamu.

Ini fungsi diciptakan untuk yang ini. Kalau kamu makan, kamu sakit. Dimakan

juga. Begitu dimakan, kemudian mengatakan, Ya Allah, sembuhkan saya.

Saya sudah berikan kamu petunjuk. Kenapa kamu langgar?

Inilah yang kemudian terjadi dalam kehidupan.

Dilarang bermaksiat, dikerjakan maksiat.

Dilarang zina, dikerjakan zina.

Jauhi LGBT, dikerjakan LGBT.

Diminta tinggalkan judi, dikerjakan judi. Diminta jangan mabuk, kerjakan

Diminta jangan berselisih, masih berselisih juga.

Diminta jangan bohong, masih bohong. Diminta tinggalkan hoax, masih

hoax. Dan ketika mendapatkan akibat dari perbuatan itu, kemudian mengatakan, Ya

Allah salah saya apa?

Jumat inilah yang kembali menyadarkan kita, setidaknya mari kita kembali

Al -Quran.

Dengan cara yang benar.

Tidak akan pernah bertentangan dengan nilai -nilai kehidupan kita. Karena ini

perintah. Yang diterunkan oleh Allah. Tidak mungkin bertentangan dengan konsep

manapun. Karena semuanya baik.

Apalagi di negara kita. Alhamdulillah.

Dijamin oleh undang -undang. Negara menjamin kemerdekaan tiap -tiap

Untuk memeluk agamanya masing -masing. Dan beribadah menurut agama dan

kepercayaannya itu. Pasal 29 di ayat yang kedua. Dan tidak akan mungkin

bertentangan. Tidak akan mungkin.

Malah difasilitasi.

Solat, kita disiapkan musolatnya, masjidnya, kesepakatannya, mau haji

sekarang dibuat BP hajinya, mau zakat ada basnasnya, malah difasilitasi.

pertanyaannya, dari sekian orang zakat itu, mengerti gak dengan fikir zakat?

Sekian orang solat, dengan banyak masjidnya, ratusan ribu, musolatnya,

tentang bacaan yang kita kerjakan dalam solat?

Jangan -jangan selama ini rokok, sujud, gak ngerti yang dibaca.

Bagaimana sholat bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, sementara yang dibaca

itu tidak dipahami.

Kenapa dulu orang baru baca Al -Fatihah langsung jadi baik?

Kenapa Ali bin Abdul Talib dengar adhan langsung bergetar? Kenapa Abu Bakar Al

-Siddiq dengar takbir langsung gemetar dan menangis? Karena tahu isinya.

Betapa kita hidup belasan puluhan tahun, untuk sekedar Al -Fatihah saja belum

sempat punya waktu untuk menggalinya.

Saudara? Jumat ini, dikatakan berkah. Berkah itu artinya,

bertambahnya nilai kebaikan, dan konsisten menjaga itu sampai wafat.

Maka cara untuk baik, kembalilah kepada tuntunan yang telah Allah berikan,

contohkan, dan dipraktekkan dalam kehidupan. Tidak ada sejarahnya.

Tidak ada sejarahnya. Orang mengamalkan Quran itu tidak maju, tidak ada

sejarahnya. Tidak baik, tidak ada sejarahnya. Ahli Quran yang benar, Boleh

apapun. Tidak harus Anda menjadi seorang ustad semuanya. Kiai semuanya. Silahkan

Anda jadi insinyur. Silahkan Anda menjadi pegawai. Silahkan jadi

Silahkan jadi apapun yang Anda inginkan dalam kehidupan. Tapi pegang Quran dalam

kehidupan Anda.

Cintai Nabi dengan salawat kita. Dan praktekkan itu. Rasakan bedanya. Bedakan

rasanya. Dan pasti akan terasa bedanya.

Pertanyaan terakhir Quran adalah.

Ketika ini semua sudah disampaikan.

Dan mengerti apa yang dipahami.

Pertanyakan balik.

Quran surah 81, ayat 26.

Setelah semua keutamaan Quran disampaikan, dan keistimewaannya, Allah

balik, sekarang keputusanmu apa?

Engkau mau kemana?

Apa yang engkau siapkan?

Tapi pada akhirnya, kita semua akan kembali kepada Allah s .w .t. Sebagai

pernahkah mengeluarkan ayat -ayat tentang suami dalam Al -Quran? Sebagai

pernahkah mengeluarkan ayat -ayat tentang ayah dalam Al -Quran?

Dan sebagai, sebagai, sebagai, pada akhirnya, Quran itulah yang akan jadi

kita di akhirat telah ima memuliakan atau menjatuhkan orang -orang yang

berinteraksi dengannya dalam kehidupan.

Alhamdulillah. Wassalatu wassalamu ala rasulillah.

Al -Fatihah

Sebelum kita berdoa, khatib menyimpulkan singkat saja.

Satu, Al -Quran diturunkan bukan untuk sekedar dibaca.

Sekalipun bacaan itu berpotensi melahirkan pahala. Kedua, Al -Quran

isinya adalah pedoman terbaik untuk kehidupan kita.

Maka tidak harus menjadi hafidh 37.

Keluarkan ayat -ayat yang menjadi pilihan hidup kita. Ada ayat pokok.

Tentang kehidupan kita, sebagai anak keluarkan ayat tentang anak. Tidak

sedikit saja.

Tapi ketika kita amalkan, ada jaminan menjadi anak terbaik, anak soleh yang

diriduai oleh Allah.

Turunannya akan banyak. Menjadi anak soleh, mudah aktivitasnya, mudah jalan

hidupnya, berkah untuk orang tuanya.

Demikian seluruh pilihan hidup kita, keluarkan ayatnya, keluarkan hadisnya.

saja yang dipelajari. Teman -teman yang tergabung dalam DKM.

Yang mungkin hadir di Jumat ini. Kerjasama dengan sekitarannya. Tidak

dibahas semua.

Mungkin topik A. Ini kajian tentang bisnis. Cari ustad yang ngerti di

Bahas ayatnya. Bahas hadisnya. Praktekan dalam kehidupan dengan nilai -nilainya.

Demikian pula mungkin yang kehidupannya di kepolisian. Di ketentaraan. Kemudian

diplomasi. Dan yang lain -lainnya. Maka nikmati ayatnya. Quran itu indah

terdengar bacaannya.

Tapi berkah ketika diamalkan isinya. Anda tidak akan pernah merasakan

Quran. Sebelum kita coba amalkan isinya. Satu ayat saja. Untuk pekan depan.

Ketika Allah mengatakan.

Jaga lisanmu.

Jangan mencela orang.

Jangan berkata kotor. Jangan berbuat hoax. Coba praktekkan itu satu pekan

Sampai ketemu Jumat depan. Jumat depan belajar lagi ayat mata.

Sampai ke ayat kaki sepenuhnya. Dan silahkan lihat perbedaannya dalam

Apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Itu butuh tekad. Itu butuh doa. Karena

itu mari kita berdoa. Mudah -mudahan dengan doa ini.

Memudahkan langkah kita untuk berubah. Sebelum kita kembali. Kepada Allah

subhanahu wa ta 'ala dalam kematian.

Allahumma n 'ahmaluka hamdan shakirin

Alhamdulillah. Terima kasih.

Ya Allah, jika ada pendosa di Jumat ini, jangan biarkan ia meninggalkan Jumat

ini, kecuali engkau telah ampuni seluruh dosa -dosanya.

Jika ada yang tengah merasakan kegelisahan, jangan biarkan ia

ini, kecuali engkau telah tenangkan keadaan hatinya.

Jika ada di antara kami yang terhuput oleh utang piutang, terhimpit dan sulit

hidupnya oleh utang piutang, maka limpahkan rizki kepadanya untuk melunasi

-utangnya.

Jika ada di antara kami yang tengah mengalami kesulitan, Apapun itu, dengan

keikhlasan jumatnya, mohon angkat dan hilangkan segala kesulitannya.

Jika ada di antara kami atau kerabatnya, koleganya. Ya Allah yang diuji dengan

penyakit, seberat apapun, mohon dengan keikhlasan jumatnya, angkat, hilangkan

segala penyakitnya.

Satukan dalam kebaikan.

dan mohon berikan hidayah kepada para pemimpinnya di level manapun agar

adil dalam seluruh kebijakan dan keputusannya yang meringankan hisap

hari kiamat kelam.

Ya Allah, mohon jaga para ulama kami.

Ikhlaskan dalam berda 'wah.

Satukan untuk mencerahkan umat. Jauhkan dari perpecahan.

Ya Allah, berkah hidup kami.

Di sisa hidup kami setelah Jumat ini ya Allah.

Mohon bimbing kami untuk bertobat. Jadikan sisa hidup kami lebih baik dari

sebelumnya. Dan kalaupun kami wafat.

Alhamdulillah

Assalamualaikum Wr Wb

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.