Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alhamdulillah Rabbil Alamin.
Al -Fatihah
Al -Fatihah
Jemaah Jumat, rahimani wa rahimakumullah.
Mengawali khutbah ini, Khatib ingin mengajak kepada diri pribadi dan kita
tanpa kecuali untuk meningkatkan ketakwaan dan syukur kita kepada Allah
Alhamdulillah, diantara sekian hamba Allah yang masih berkehidupan sampai
ini, kita...
Yang masih memiliki kemampuan untuk beriman kepada Allah SWT.
Alhamdulillah. Di antara sekian hamba Allah.
Yang mengaku dan menyatakan dirinya beriman kepada Allah. Kita yang masih
memiliki kemampuan. Untuk membuktikan keberimanan itu. Dengan menunaikan
sholat jumat berjamaah. Di tanggal 17 Dhul Hijjah.
1446 hijrah semoga jumat kali ini dijadikan oleh Allah subhanahu wa ta
jumat yang mulia dan berkah untuk kita semuanya seperti
diketahui bahwa saat Allah menciptakan manusia dalam
keadaan sempurna tampilan fisiknya
Aku tegaskan, aku jamin bahwa seluruh manusia itu dicipta
tampilan fisiknya secara sempurna yang desainnya sesuai dengan aktivitas dan
kemaslahatan hidupnya.
Bersamaan dengan kesempurnaan fisik ini diberikan pula kesempurnaan
potensi -potensi sifat dan kemuliaan dalam hidupnya.
Maka turunlah kemudian sebagai penguat Al -Quran surah ke -17 di ayat ke -70
itu.
Kesempurnaan fisik menggunakan kesempurnaan dari sifat dan potensi
menggunakan yang sama. Dan aku tegaskan, aku yakinkan, ada
jaminan potensi kebaikan yang melekat pada diri setiap manusia itu, anak,
Adam. Aku telah muliakan dengan keagunganku seluruh anak cucu Adam itu.
Bersamaan dengan kemuliaan fisik ini dan potensi kemuliaan perilaku yang kelak
kita kenal dengan nama akhlak itu. Allah penciptanya disebut Khaliq.
Satu -satunya Tuhan yang dalam firmannya di kitab suci menyebutkan dirinya
khaliq, hanyalah Allah subhanahu wa ta 'ala.
Didapatkan di alam Al -Quran surah ke -15 Al -Hijr di ayat ke -28.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ Dan ingatlah
pahami pelajari.
Ketika dengan keagunganku, aku berfirman, Ya Rabbuh Muhammad s .a .w.
berfirman pada malaikat dan memfiralkan. Akulah khaliq yang akan mencipta
makhluk baru bernama basyar.
Hadirin, penciptaannya disebut dengan khalaq. Ikra bismi rabbika alladhi
Yang terciptanya disebut dengan makhluk. Kita makhluk.
Potensi kebaikan yang melekat pada makhluk tercipta itu, itu disebut dengan
akhlaq. Akumulasinya disebut dengan khuluq.
Jadi ada khalaq menciptakan khaliq yang mencipta makhluk kita yang dicipta.
Tampilannya sempurna.
Bawaan sifatnya disebut dengan khuluq. Nanti praktek kehidupan yang kita bawa
dari bawaan sifat itu menjadi sikap. Namanya akhlaq.
Maka mata punya potensi sifat baik ketika memandang, ketika dipraktekan
berakhlak, lisan berakhlak, tangan berakhlak, kaki berakhlak. Untuk menjaga
kesempurnaan sikap dan sifat ini, maka diturunkanlah oleh Allah panduan. Yang
dengan panduan itu, Memandu seluruh bagian tubuh kita sehingga tampil dengan
kesempurnaannya. Fisiknya sempurna dalam bersikap, akhlaknya sempurna pula dalam
menampilkan sifat.
Maka dengan itulah, karena pedoman ini begitu penting, maka diturunkanlah ia di
waktu yang istimewa, di momentum yang istimewa, di hari yang istimewa, di
yang istimewa. Dan diperingatilah setiap keistimewaan itu, bahkan setiap pekan,
dan sekali selama sebulan dalam setahun. Dia turun di momentum yang istimewa,
dalam satu momentumnya kebaikan bernilai lebih daripada seribu bulan. Dikenal
dengan malam Al -Qadar.
Harinya Jumat.
Kemudian menjadi sayyidul ayam. Menghulu para hari. Dan dengan alasan itulah
salah satunya kita menundaikan ibadah Jumat. Untuk memuliakan panduan
ini. Dan mengingatkan bahwa itu penting untuk menata dan meniti jalur kehidupan
kita yang baik dan terarah.
Kemudian bulannya dinamakan dengan Ramadan.
Maka akumulasi keseluruhannya untuk menunjukkan keagungan, petunjuk, dan
keistimewaan itu untuk menjaga sikap dan sifat kita dalam berkehidupan sehingga
bahagia di dunia dan di akhirat. Itu yang kita sebut hasanah. Di abadikan di
-Quran surah kedua Al -Baqarah di ayat ke -201 itu.
Maka demi menunjukkan pentingnya, keagungan, baik momentum, waktu, apalagi
dari pedoman ini, Allah berfirman di Al -Quran surah kedua al -Baqarah di ayat
185.
Bulan Ramadan yang di bulan itu, Anda semua menunaikan ibadah puasa selama
bulan itu, untuk memberikan satu isyarat petunjuk, mendapatkan pedoman
berkehidupan yang sangat istimewa. Apa pedoman itu? Itulah Al -Quran yang
diturunkan di bulan Ramadan saat kita menunaikan ibadah puasa itu.
Pertanyaannya, apakah Al -Quran itu sekedar firman Allah?
yang menguatkan mu 'ajizat Rasulullah SAW, mengukuhkan dan melahirkan diktid
beliau sebagai seorang nabi dan rasul terakhir yang diutus, apakah hanya
114 surah, 30 juz, yang ketika dibaca setiap hurufnya, kemudian berpotensi
melahirkan 10 pahala kebaikan? Kala, ternyata tidak, lebih daripada itu.
Allah langsung memberikan penekanan. Tujuan turunnya Al -Quran bukan sekedar
dibaca. Bacaan itu instrumen untuk mengantarkan pada pengetahuan. Yang
tahu itu, kemudian kita mendapatkan bimbingan untuk diamalkan. Apakah Anda
sengaja belajar bahasa hanya untuk bisa memahami sesuatu?
Apakah sekedar untuk baca saja? Atau paham isinya?
Bukankah Anda baca koran agar mengerti isinya?
Bukankah Anda mengakses internet untuk mengetahui informasinya? Bagaimana
mungkin Anda bisa mengetahui tanpa membacanya?
Perbedaan antara firman Allah, mu 'jizat Rasulullah, dengan kalam biasa, dengan
karya manusia biasa, membaca saja, sudah ada nilai pahala di dalamnya, untuk
menunjukkan itu ibadah.
Anda baca Quran, itu rutinitas bacaan. Anda baca Al -Quran, ada nilai ibadah di
dalamnya. Apa yang membedakan ibadah dengan rutinitas? Ada pahala melekat di
dalamnya. Tapi poinnya adalah, bacaan itu mengantarkan kepada terbukanya akses
informasi. Data diolah menjadi informasi, informasi diolah menjadi
knowledge kemudian membimbing bagian tubuh kita untuk berperilaku.
Nah, semua akumulasi itu disimpulkan oleh Al -Quran dengan satu kata saja.
Hudan namanya. Hudan linnas.
Perhatikan perbedaan antara penegasan di dalam Al -Quran bagi setiap wahyu
berupa kitab yang diturunkan pada setiap nabi sebelum nabi Muhammad s .a .w.
baik bentuknya suhof lembaran -lembaran ataupun langsung disatukan menjadi kitab
pedoman yang dibawa berkehidupan.
Sebelum Nabi Muhammad SAW, seluruh bentuk akumulasi panduannya itu hanya
diarahkan membimbing umat tertentu saja.
Regionnya saja, di lokal domestiknya saja.
Nabi Musa AS diutus untuk komunitas namanya Bani Israel.
Tidak luas.
Maka ketika diturunkan Taurat kepada beliau, dibatasi Taurat itu hanya untuk
Bani Israel.
Quran surah ke -17 misalnya. Ketika kita dapatkan di ayat yang kedua.
Dan kemudian kami berikan satu
penunjuk legalitas Musa itu seorang Rasul. Apa bedanya Rasul dengan manusia
biasa? Diberikan wahyu kepadanya. Akumulasinya kitab.
Ini kitab jadi pedoman berkehidupan. Untuk siapa? Umat Musa saja. Bani
Demikian pula dengan Injil di Al -Ma 'idah. Disebutkan Hudal li Bani Israel.
Demikian pula dengan Zabur. Pada masa Nabi Daud AS.
Untuk umatnya saja.
Nabi Ibrahim dapat suhuf untuk umatnya saja.
Tapi perhatikan dengan Al -Quran.
Bagaimana Allah menegaskan. Hudal linnah.
Untuk setiap manusia.
Bukan hanya melintasi zaman setelah nabinya wafat.
Risalahnya tetap abadi. Untuk menunjukkan dan menegaskan. Ini rasul
terakhir. Pembuktian kitabnya tidak ada perubahan. Dari sejak diturunkan sampai
dengan akhir berkehidupan. Sampai kembali kepada Allah.
Silahkan Al -Quran langsung menantang. Tidak ada satupun kitab suci di muka
ini. Yang menantang pada pembacaannya. Silahkan buktikan keaslian saya.
Silahkan cek. Silahkan analisis. Sampai anda temukan kebenarannya.
Dan disitulah kemudian dengan indahnya mengatakan. Kalau Anda yakin silahkan
beriman. Belum yakin itu pilihan Anda sendiri.
Di mana ada kitab yang menantang pembacanya.
Silahkan Anda buktikan cek kebenaran saya.
Kata kitabnya.
Datangkan semua potensi yang Anda bisa lakukan. Kalau Anda yakin ini firman
Tuhan. Beriman itu pilihan Anda.
Tapi kalau Anda tidak beriman pun.
Resiko Anda tanggung saat pulang kepada Tuhan yang hak.
Tapi lebih daripada itu, apa yang ingin ditegaskan dalam Al -Quran itu?
Seluruh isinya adalah pedoman kita berkehidupan. Sebagai manusia.
Melintasi zamannya.
Kitabnya Taurah sekarang sudah tidak didapatkan.
Injil masih banyak dicari tentang originalitasnya.
Perdebatannya, divaliditas, dan seluruhnya. Validasi menunjukkan sulit
versi aslinya.
Dalam tutur bahasa yang disampaikan oleh Nabi Isa a .s.
Zabur, cari sampai sekarang. Di mana Anda temukan?
Al -Quran untuk menunjukkan ini abadi, pedomannya abadi, lintas zaman, maka
pembuktiannya adalah kembali kepada kita dengan keyakinan bagaimana kita bisa
menerima itu untuk diamalkan dalam kehidupan. Kesimpulan pertama, Allah
menurunkan Al -Quran bukan sekedar jadi kitab bacaan yang dibaca. Tapi statement
pertamanya, 114 surah. Dari Al -Fatihah sampai dengan An -Nas. 30 Juz.
6236 ayat. Lebih dari 52 ribu kosa kata ada di dalamnya.
Seluruhnya adalah solusi kehidupan kita.
Semua persoalan kehidupan yang kita alami.
Rangkaian solusinya itulah petunjuknya ada di dalam Al -Quran.
Maka dipraktekan oleh Nabi SAW.
Diberikan tempat oleh Allah di titik yang terendah.
Allah tidak mengutus Nabi Muhammad di Romawi yang sudah maju.
Memiliki kemegahan kekaisarannya.
Tidak juga di Persia yang juga memiliki kemegahan kekaisarannya. Di sini ada
Imperium Romawi.
Di sini ada kekaisaran Persia, di apit di tengah -tengahnya ditemukan sebuah
kota tandus, yang air pun sulit didapatkan, masyarakatnya titik
disitulah Nabi diutus diturunkan Al -Quran. Apa tujuan utamanya? Untuk
menunjukkan kebenaran Al -Quran.
Supaya kelak tidak ada orang mengatakan, oh pantas maju umatnya Muhammad SAW.
Turunnya di Persia yang sudah maju. Turunnya di Ramawi. Maka Allah pilihkan
Mekah yang titik nadir perilakunya terdapat di situ.
Penjahat paling rumit ada di situ.
Pemabuk ada di situ.
Pezina ada di situ.
Pembunuh ada di situ.
Sehingga disebut dengan jahiliyah.
Yang diturunkan bukan tongkatnya Nabi Musa AS.
Yang diturunkan bukan mu 'jizatnya Nabi Isa AS. Yang diturunkan Al -Quran untuk
membuktikan bahwa ketika Al -Quran itu diamalkan dalam kehidupan, terjadi
perubahan bukan hanya personal, bukan hanya komunal, tapi menata kehidupan
sosial dengan berkemajuan dan mencerahkan. Melahirkan generasi emas.
kemanapun, selalu tipikalnya membangun peradaban yang memajukan.
Silahkan, anda cek. Orang -orang yang tadinya kasar belajar Quran menjadi
lembut. Orang yang tadinya rakus menjadi dermawan.
Orang yang tadinya tertinggal menjadi maju ke depan. Orang -orang yang tadinya
lekat dengan kriminal, sekarang orang -orang yang paling baik yang dikenang
sepanjang zaman. Melintasi zamannya. Siapa yang kenal dengan Umar bin Khattab
sebelum masuk Islam? Bagaimana perilakunya?
Bagaimana kemudian Abu Dhar al -Ghifari? Bagaimana kemudian Khalid bin Walid?
Silahkan gali setelah mereka masuk Islam.
Berapa kekayaan Uthman sebelum masuk Islam?
Berapa kekayaannya setelah mengamalkan Quran?
Berapa kekayaan Abdurrahman bin Awwaf sebelum belajar Quran?
Berapa dibandingkan setelah dia belajar Quran?
Dipakai apa kekayaannya? Dipakai apa kedudukannya?
Kurang hebat apa menaklukkan Afrika? Kurang hebat apa masuk ke Eropa?
Sampai kemudian datang ke Yathrib yang tertinggal ekonominya. Jauh perilakunya.
Konflik hampir 200 tahun dari dua suku besar Aus dan Hajraj.
Selesai dalam durasi yang sangat singkat. Jadi bersaudara. Tiba -tiba
suasana kota.
ekonominya stabil, berubah jadi suasana kota yang sangat mencerahkan. Sial di
lingkungan pada masa itu. Kalau ada orang baik di kota itu, kalau ada orang
hebat di kota itu, kalau pasar yang jujur di kota itu, maka yang tadinya
tertinggal disebut Yafrib, maka berubah menjadi suasana kota yang mencerahkan.
Dalam bahasa Arab disebut Al -Madinah Al -Munawwarah.
Dibawa ke Eropa, maju.
Dibawa ke Asia, maju.
Saat Majapahit mulai lemah, pertikaian di dalam runtuh, Sriwijaya juga
Sampai kemudian Nusantara itu turun berkembang, tipis, tipis, tipis,
Tiba -tiba datang nilai keislaman, mengamalkan Qurannya tanpa tumpah darah.
yang terjadi? Kerajaan -kerajaan di mana -mana. Sampai kemudian muncul Jaziratul
Muluk. Yazirah pulau -pulau dengan kerajaan. Kelak dikenal Yaziratul Muluk
dengan Maluku. Ada lagi kemudian yang di Sumatera. Membentang sampai ke tengah
ke Kalimantan. Kemudian diapit dari Bantannya. Silahkan perhatikan. Begitu
majunya. Dahsyatnya. Luar biasanya.
Dari mulai Sunan Gunung Jati. Melahirkan anaknya. Kemudian turun ke Sultan
Hasanuddin. Membangun Bantan. Tiba -tiba berapa lama?
Kurang dari lima tahun.
Dua tahun, tiga tahun, disebutkan ke Bupaten Serang, dan jadi kemudian ibu
kotanya berkembang, koinnya sampai ke London.
Ada orang pertama, Hussein Saswadiningrat, sampai belajar kemudian
Belanda. Orang Indonesia, sebelum jadi Indonesia bahkan, orang pertama yang
belajar sampai dokter. Siapa mereka?
Bagaimana mereka tampil mendapatkan itu semua? Ketika punya keyakinan bahwa itu
solusi. Dipraktekan oleh Nabi kurang lebih selama 20 tahun.
Dicatat, dikembangkan, diingat oleh generasi awal. Karena ingatannya bersih.
Noda -noda dosanya sepi, tipis, hilang. Sehingga ingatannya kuat. Jarang mereka
mencatat. Punya murid tabi 'in, mulai dicatat. Mulai didokumentasikan.
Dikumpulkan oleh para ulema setelah hadis. Setelah itu dengan ilmu hadis.
dalam ilmu hadis, dibukukan panduan -panduan itu. Ayatnya apa?
Hadisnya apa?
Praktiknya bagaimana? Dibuatlah tema. Maka munculah yang kita kenal dengan
-kitab hadis. Kitab Sahih Al -Bukhari bukan sekedar hadis dari Nabi. Ini apa?
Ini apa? Bukan, saudara.
Diberi nama Al -Jami' Al -Sahih Al -Musnad Al -Muhtasar Min Umuri
Sallallahu Alaihi Wasallamah Wasunanihi Wa Ayyamihi Ini kumpulan tema kehidupan.
Solusi masalah kehidupan kita.
Yang dihimpun berdasar petunjuk Nabi, isinya tidak bertele -tele, langsung ini
topiknya apa, ayat yang terkait apa, hadisnya apa, ditempatkan di bab apa,
inilah keseharian Nabi dalam mengamalkannya. Maka ketika Anda
dengan Sohi al -Bukhari, didapatkan 97 topik.
Ada topik Anda, anaknya, saudaranya, kerabatnya yang masih sekolah, namanya
kitabul ilmi.
Keluarkan topik tentang pengetahuan. Apa ayat tentang pengetahuan? Maksud ayat
itu apa? Hadisnya bagaimana? Praktiknya seperti apa?
Jadwal belajar kapan? Menghafal kapan? Memahami kapan? Bagaimana kita paham
tanpa lupa?
Itu sampai didesain, melahirkan orang -orang hebat, begawan pengetahuan, yang
bahkan ada yang menguasai bahasa dalam tiga hari. Ada orang menguasai setelah
itu di bidang pengetahuan yang kompleks. Betapa banyak kita dengar cerita, tapi
tidak sedikit yang mendengar itu punya pemahaman untuk meniru orang yang pernah
sukses di masa lalu itu.
Saudara, ada bab tentang bisnis namanya Kitabul Buyua.
Anda silahkan perhatikan, siapapun yang berbisnis menerapkan konsep itu, tidak
pernah kembali modal.
Semua selalu untung.
Bahkan barat berusaha menggali, meneliti, memakai itu dan menghilangkan
nilai -nilai keislamannya. Hanya untuk menggali bagaimana kehebatan konsep di
dalamnya. Kenapa kita tidak keluarkan ayatnya?
Anda pebisnis, sekian nama berbisnis, pernahkah mengeluarkan ayat -ayat dalam
-Quran tentang bisnis?
Pernahkah melihat hadith -hadith Nabi SAW tentang prakteknya?
Saudara itu nilainya, panduan.
Zamannya boleh berbeda, tapi ketika nilai itu diamalkan dalam kehidupan,
jaminannya 100%.
Anda manusia menjamin, Anda percaya. Ini Allah memberikan janji. Masa kita tidak
percaya? Nabi memberikan contoh. Kalau tidak percaya ditanya, di mana
keimananmu?
Demikian di dunia pendidikan. Di dalam rumah tangga. Di dalam konteks
Dalam pemerintahan. Dalam etika kehidupan kita. Semuanya ada.
97 topik di Al -Bukhari saja.
Belum imam muslim. Belum kemudian kitab sunan untuk mengumpulkan masalah ibadah.
Itu solusinya.
Jadi kalau saat ini tidak digunakan, dan digunakan kemudian yang lain dalam
konteks Anda ingin belajar, itu pilihan. Tapi ketika punya masalah, jangan
mengeluh kepada Tuhan.
Ya Allah, saya punya masalah begini. Ditanya balik sama Allah.
Lalu kenapa ketika saya beri solusi, kamu tidak pakai?
Kamu pakai yang lain. Ketika punya masalah, ngadunya sama saya. Saya pakai.
Berikan kepada engkau bimbingan. Berikan kepada engkau pedoman. Engkau tidak
gunakan.
Kata Allah jangan konsumsi ini. Anda konsumsi juga.
Dengan pertimbangan menurut pengetahuan begini, begini, begini. Pengetahuan yang
masih kemudian divalidasi kembali. Ini berkata A. Ini berkata B. Sudut
pandangnya banyak.
Allah yang menciptakan kita tahu tentang kita. Ini ada manfaatnya. Tapi bukan
buat kamu.
Ini fungsi diciptakan untuk yang ini. Kalau kamu makan, kamu sakit. Dimakan
juga. Begitu dimakan, kemudian mengatakan, Ya Allah, sembuhkan saya.
Saya sudah berikan kamu petunjuk. Kenapa kamu langgar?
Inilah yang kemudian terjadi dalam kehidupan.
Dilarang bermaksiat, dikerjakan maksiat.
Dilarang zina, dikerjakan zina.
Jauhi LGBT, dikerjakan LGBT.
Diminta tinggalkan judi, dikerjakan judi. Diminta jangan mabuk, kerjakan
Diminta jangan berselisih, masih berselisih juga.
Diminta jangan bohong, masih bohong. Diminta tinggalkan hoax, masih
hoax. Dan ketika mendapatkan akibat dari perbuatan itu, kemudian mengatakan, Ya
Allah salah saya apa?
Jumat inilah yang kembali menyadarkan kita, setidaknya mari kita kembali
Al -Quran.
Dengan cara yang benar.
Tidak akan pernah bertentangan dengan nilai -nilai kehidupan kita. Karena ini
perintah. Yang diterunkan oleh Allah. Tidak mungkin bertentangan dengan konsep
manapun. Karena semuanya baik.
Apalagi di negara kita. Alhamdulillah.
Dijamin oleh undang -undang. Negara menjamin kemerdekaan tiap -tiap
Untuk memeluk agamanya masing -masing. Dan beribadah menurut agama dan
kepercayaannya itu. Pasal 29 di ayat yang kedua. Dan tidak akan mungkin
bertentangan. Tidak akan mungkin.
Malah difasilitasi.
Solat, kita disiapkan musolatnya, masjidnya, kesepakatannya, mau haji
sekarang dibuat BP hajinya, mau zakat ada basnasnya, malah difasilitasi.
pertanyaannya, dari sekian orang zakat itu, mengerti gak dengan fikir zakat?
Sekian orang solat, dengan banyak masjidnya, ratusan ribu, musolatnya,
tentang bacaan yang kita kerjakan dalam solat?
Jangan -jangan selama ini rokok, sujud, gak ngerti yang dibaca.
Bagaimana sholat bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, sementara yang dibaca
itu tidak dipahami.
Kenapa dulu orang baru baca Al -Fatihah langsung jadi baik?
Kenapa Ali bin Abdul Talib dengar adhan langsung bergetar? Kenapa Abu Bakar Al
-Siddiq dengar takbir langsung gemetar dan menangis? Karena tahu isinya.
Betapa kita hidup belasan puluhan tahun, untuk sekedar Al -Fatihah saja belum
sempat punya waktu untuk menggalinya.
Saudara? Jumat ini, dikatakan berkah. Berkah itu artinya,
bertambahnya nilai kebaikan, dan konsisten menjaga itu sampai wafat.
Maka cara untuk baik, kembalilah kepada tuntunan yang telah Allah berikan,
contohkan, dan dipraktekkan dalam kehidupan. Tidak ada sejarahnya.
Tidak ada sejarahnya. Orang mengamalkan Quran itu tidak maju, tidak ada
sejarahnya. Tidak baik, tidak ada sejarahnya. Ahli Quran yang benar, Boleh
apapun. Tidak harus Anda menjadi seorang ustad semuanya. Kiai semuanya. Silahkan
Anda jadi insinyur. Silahkan Anda menjadi pegawai. Silahkan jadi
Silahkan jadi apapun yang Anda inginkan dalam kehidupan. Tapi pegang Quran dalam
kehidupan Anda.
Cintai Nabi dengan salawat kita. Dan praktekkan itu. Rasakan bedanya. Bedakan
rasanya. Dan pasti akan terasa bedanya.
Pertanyaan terakhir Quran adalah.
Ketika ini semua sudah disampaikan.
Dan mengerti apa yang dipahami.
Pertanyakan balik.
Quran surah 81, ayat 26.
Setelah semua keutamaan Quran disampaikan, dan keistimewaannya, Allah
balik, sekarang keputusanmu apa?
Engkau mau kemana?
Apa yang engkau siapkan?
Tapi pada akhirnya, kita semua akan kembali kepada Allah s .w .t. Sebagai
pernahkah mengeluarkan ayat -ayat tentang suami dalam Al -Quran? Sebagai
pernahkah mengeluarkan ayat -ayat tentang ayah dalam Al -Quran?
Dan sebagai, sebagai, sebagai, pada akhirnya, Quran itulah yang akan jadi
kita di akhirat telah ima memuliakan atau menjatuhkan orang -orang yang
berinteraksi dengannya dalam kehidupan.
Alhamdulillah. Wassalatu wassalamu ala rasulillah.
Al -Fatihah
Sebelum kita berdoa, khatib menyimpulkan singkat saja.
Satu, Al -Quran diturunkan bukan untuk sekedar dibaca.
Sekalipun bacaan itu berpotensi melahirkan pahala. Kedua, Al -Quran
isinya adalah pedoman terbaik untuk kehidupan kita.
Maka tidak harus menjadi hafidh 37.
Keluarkan ayat -ayat yang menjadi pilihan hidup kita. Ada ayat pokok.
Tentang kehidupan kita, sebagai anak keluarkan ayat tentang anak. Tidak
sedikit saja.
Tapi ketika kita amalkan, ada jaminan menjadi anak terbaik, anak soleh yang
diriduai oleh Allah.
Turunannya akan banyak. Menjadi anak soleh, mudah aktivitasnya, mudah jalan
hidupnya, berkah untuk orang tuanya.
Demikian seluruh pilihan hidup kita, keluarkan ayatnya, keluarkan hadisnya.
saja yang dipelajari. Teman -teman yang tergabung dalam DKM.
Yang mungkin hadir di Jumat ini. Kerjasama dengan sekitarannya. Tidak
dibahas semua.
Mungkin topik A. Ini kajian tentang bisnis. Cari ustad yang ngerti di
Bahas ayatnya. Bahas hadisnya. Praktekan dalam kehidupan dengan nilai -nilainya.
Demikian pula mungkin yang kehidupannya di kepolisian. Di ketentaraan. Kemudian
diplomasi. Dan yang lain -lainnya. Maka nikmati ayatnya. Quran itu indah
terdengar bacaannya.
Tapi berkah ketika diamalkan isinya. Anda tidak akan pernah merasakan
Quran. Sebelum kita coba amalkan isinya. Satu ayat saja. Untuk pekan depan.
Ketika Allah mengatakan.
Jaga lisanmu.
Jangan mencela orang.
Jangan berkata kotor. Jangan berbuat hoax. Coba praktekkan itu satu pekan
Sampai ketemu Jumat depan. Jumat depan belajar lagi ayat mata.
Sampai ke ayat kaki sepenuhnya. Dan silahkan lihat perbedaannya dalam
Apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Itu butuh tekad. Itu butuh doa. Karena
itu mari kita berdoa. Mudah -mudahan dengan doa ini.
Memudahkan langkah kita untuk berubah. Sebelum kita kembali. Kepada Allah
subhanahu wa ta 'ala dalam kematian.
Allahumma n 'ahmaluka hamdan shakirin
Alhamdulillah. Terima kasih.
Ya Allah, jika ada pendosa di Jumat ini, jangan biarkan ia meninggalkan Jumat
ini, kecuali engkau telah ampuni seluruh dosa -dosanya.
Jika ada yang tengah merasakan kegelisahan, jangan biarkan ia
ini, kecuali engkau telah tenangkan keadaan hatinya.
Jika ada di antara kami yang terhuput oleh utang piutang, terhimpit dan sulit
hidupnya oleh utang piutang, maka limpahkan rizki kepadanya untuk melunasi
-utangnya.
Jika ada di antara kami yang tengah mengalami kesulitan, Apapun itu, dengan
keikhlasan jumatnya, mohon angkat dan hilangkan segala kesulitannya.
Jika ada di antara kami atau kerabatnya, koleganya. Ya Allah yang diuji dengan
penyakit, seberat apapun, mohon dengan keikhlasan jumatnya, angkat, hilangkan
segala penyakitnya.
Satukan dalam kebaikan.
dan mohon berikan hidayah kepada para pemimpinnya di level manapun agar
adil dalam seluruh kebijakan dan keputusannya yang meringankan hisap
hari kiamat kelam.
Ya Allah, mohon jaga para ulama kami.
Ikhlaskan dalam berda 'wah.
Satukan untuk mencerahkan umat. Jauhkan dari perpecahan.
Ya Allah, berkah hidup kami.
Di sisa hidup kami setelah Jumat ini ya Allah.
Mohon bimbing kami untuk bertobat. Jadikan sisa hidup kami lebih baik dari
sebelumnya. Dan kalaupun kami wafat.
Alhamdulillah
Assalamualaikum Wr Wb
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.