Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah
Wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Assalamualaikum dimanapun kita semua berada terkhusus kepada
seluruh keluarga besar muslim
Muslimah yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ritual
ibadah haji di kota suci Makkah Al -Mukarramah pun demikian
ziarah di petilasan berbagai macam masyair khususnya
di area Masjid Nabawi ziarah ke makam Nabi SAW dan
memaksimalkan ibadah di Masjid Nabi SAW
Alhamdulillah, semoga kita semua nanti asal diberikan kesehatan dan kemuliaan
sisi Allah SWT Teman -teman dimanapun berada, saat ini
saya ingin memberikan pertama ucapan selamat kepada
seluruh jamaah dan seluruh petugas haji Indonesia yang
telah menunaikan tugasnya masing -masing Semoga seluruhnya diterima oleh Allah
SWT. Seluruh petugas, baik dari kalangan berbagai
elemen yang menyatu untuk berkhidmat di dalamnya. Semoga seluruh
ibadahnya diberikan pahala berdasarkan niatnya masing -masing oleh Allah SWT.
Dan semoga seluruh prosesnya diberikan kemudahan dan kelanjaran. Bagi seluruh
jemaah, keluarga ku, Seluruh muslim khususnya dari Indonesia mudah -mudahan
bukan hanya hajinya diterima oleh Allah SWT melekat sifat mabrur di
dalam kepribadian kita masing -masing namun juga diberi kekuatan untuk
mempertahankan itu sampai kita kembali berpulang pada Allah SWT. Yang tidak
mudah itu mempertahankannya.
Selanjutnya tentu saja selain kita berdoa berharap semoga para jemaah dan
petugas dapat kembali ke negeri kita tercinta berkumpul bersama keluarga
keadaan sehat dan baik tentu saja di kesempatan ini saya ingin menyertai juga
pandangan -pandangan dari berbagai kalangan baik yang mengetahui persoalan.
dan seluk beluk seputar ibadah haji ini dengan detil saya katakan detil mungkin
pernah punya pengalaman bertugas sebagai tenaga musim haji atau terlibat dalam
pengelolaan haji di segala hal yang terkait dengannya baik itu di aspek
dengan pendanaannya ataupun juga aspek terkait dengan pelaksanaannya
Terkait dengan mitigasi di lapangan dan juga hal -hal lainnya yang melengkapi
berbagai macam pelayanan ibadah mulia ini.
Ataupun juga barangkali ada sisi -sisi lain dari ruang -ruang pengamatan yang
jauh, dari berbagai macam sudut pandang yang melihat tentu di setiap pelaksanaan
akan ditemukan kekurangan -kekurangan yang sejatinya kekurangan itu tentu
bagian terpentingnya adalah menghadirkan berbagai macam masukan -masukan positif
saya kira berbagai masukan itu akan sangat baik bila kemudian diterima
kelapangan dengan tujuan untuk menyempurnakan tidak untuk menjatuhkan
untuk memberikan satu
Hal yang negatif tentu didasarkan pada niat yang bersih, yang bening untuk
perbaikan dan kemaslahatan bersama. Bila di dalamnya ada perbaikan -perbaikan
yang memang secara hukum itu mesti dibenahi dalam tahapan -tahapan
tentu saja seluruh itu perlu dilakukan demi niat kita untuk memperbaiki agar
lebih maksimal lagi.
Saya akan batasi kurang lebih pada tiga hal yang paling pokok. Yang pertama,
Saya mengusulkan dengan terang dan mungkin juga tegas bahwa jika
keberlangsungan dalam proses perjalanan ibadah ini dipandang ingin mampu
berjalan dengan tertib, dengan rapi, barangkali salah satu faktornya dalam
pendanaan yang akan sangat berdampak pada antrian dan juga kadang -kadang
masalah -masalah sistemik secara sistem itu berpengaruh kepada proses -proses
yang lain.
Yaitu pembatasan pada dana talangan. Ya menurut hemat saya dana talangan itu
dihapuskan saja.
Tidak perlu ada dana talangan. Yang sudah siap berhaji, rangkat. Yang belum
siap, menabung. Sampai kemudian ada kesiapan, lalu setelah itu baru kemudian
didaftarkan dan seperti proses -proses yang berlangsung. Saya punya keyakinan
yang teguh dan kuat bahwa jika ini dilakukan kembali, pada masa -masa
ada dana talangan itu tiba saya kira akan sangat berpengaruh sekian puluh
banyak mungkin mungkin di atas tujuh puluh persen pada perbaikan -perbaikan
ada ya karena akibat dari dana talangan ini ya mohon dilepaskan dulu dari
persepsi atau cara pandang keuntungan mas Lahat dari mohon maaf dalam tanda
petik mungkin ada bisnisnya ada untuk manfaatnya misalnya ya
saya kira dibandingkan dengan mengatasi problem sistemik yang terjadi setelah
itu dilakukan, itu tidak seberapa.
Menanggungnya mungkin akan lebih banyak lagi.
Belum persoalan -persoalan yang lainnya.
Soalan psikologis yang tidak bisa dinilai, berdampak juga pada pergolakan
spiritual.
Kadang juga melahirkan hal -hal yang terlarang dan berpotensi berdosa juga di
dalamnya.
Saya mengusulkan yang pertama Sebaiknya dana -dana talangan itu Itu
diberhentikan saja Diselesaikan Tolong para ulama Saya kira baik yang di Ormas
Apalagi di MUI, di Ormas Ormas Besar Di Muhammadiyah, di NU Dan yang lainnya
Persis, Dewan Da 'wah Saya yakin sangat mengerti dengan ini Sangat memahami
Menurut hemat kami sudah Kan ini kaitannya dengan haji Ya, bukan dengan
penggunaan untuk investasi di A, di B. Ini dana haji.
Ya, dana jamaah yang siogianya, kalau memang belum ada kemampuan, tidak usah
terlalu dipaksakan.
Ya, kalau hanya untuk 20, 30, 40 tahun ke depan, ya lebih baik yang punya sawah
sekarang digarap sawahnya, hasilnya ditabung, misalnya dibelikan emas, ya
sebagian kemudian dikaryakan kembali. Coba lihat berapa puluh tahun ke depan,
berapa yang bisa dihasilkan. Mungkin menunggunya nggak terlalu lama juga.
Ini sudut pandang ya, supaya tidak terlalu panjang juga saya memberikan
komentar. Pada intinya, itu sangat sekali dipahami.
Untuk apa mengumpulkan uang banyak -banyak, masa tunggunya juga panjang,
kepastiannya juga belum tentu didapatkan kepastian di dalamnya, dan saat yang
bersamaan juga melahirkan masalah -masalah yang kemudian beragam. Jadi,
bagian pertama.
Jika itu bisa dilakukan, saya kira ini memotong dulu, generasi -generasi yang
panjang nanti yang sudah siap berangkat dan seterusnya akan lebih rapi kemudian
yang kedua saya pikir dari pengalaman kami bertugas juga 2010 tugas pertama
sebagai tenaga musim haji tentu mengamati bukan hanya dari dekat tapi
pelaku langsung yang berada di lapangan dan sangat mengetahui tentang Hal -hal
yang terkait dengan baik itu, tempat tinggal, di maktab -maktab,
catering, dan sebagainya. Dan persoalan sampai kini, kalau 2010 pertama saya
bertugas, kemudian sekarang 2025, artinya kan 15 tahun. Dan masalah itu
di titik -titik itu saja.
Masalah transportasi misalnya kan, persoalan -persoalan yang dalam hal
pengangkutan jamaah, baik itu kasusnya, dulu sebutannya Armina, sekarang
Armuzna, gitu kan.
Bagaimana jamaah dengan kuantitas yang sangat banyak.
Wallahu 'adam saya hanya lihat di berita bahwa ada ribuan orang berjalan.
Dari Muzdalifah kemudian ke Jamarat. Hanya untuk melontar jumroh dalam
yang harus berjalan. Karena stak dan sebagainya. Lalu juga masalah -masalah
terkait dengan kapasitas tenda.
Kemudian juga pemukiman dan sebagainya. Nah usulan konkretnya adalah.
Saya pikir.
Dalam tim yang betul -betul solid, karena ini kan akan beralih
terbatas kami, kalau keliru mohon dikoreksi, dari Kemenag kan ke BPHG. Dan
kan transisi akhir dari pengelolaan di Kemenag ini ke BPHG. Nah saya kira BPHG
ini perlu menyusun tim yang sangat kuat, yang bukan paham saja tentang sistem
haji, tapi juga mengetahui karakteristik orang -orang Arab. Ini penting sekali.
Terutama orang -orang Arab di lingkungan pemerintahan yang sekarang dikelola
oleh kerajaan Saudi.
Kita kan melihat kulturnya beda -beda. Antara Saudi misalnya walaupun sama
teluk dengan Qatar, dengan UAE, karakternya berbeda. Apalagi kalau kita
lagi ke Afrika Utara misalnya.
Ke Mesir, ke Libya, itu karakternya beda -beda.
Bagaimana berinteraksi dengan mereka, membangun kemudian komunikasi,
diplomasinya seperti apa.
Ada banyak faktor yang sangat menentukan, termasuk juga hubungan
Ini agak terlalu substansial, apa yang saya sampaikan mungkin di level berbeda
yang harus saya utarakan.
Tapi kadang -kadang akan sangat berpengaruh juga kepada mood -nya. Nah
cukup dengan ahli manajemen, jadi jangan dikatakan bahwa...
Ini ahli dalam bidang manajerial, manajemen begini, begini. Kalau nggak
orang Arab itu nggak bisa juga.
Ya, bagaimana berproses.
Kadang -kadang Anda mau bagi untuk kemudahan dari satu syarikat misalnya
taruhlah, delapan syarikat.
Ya, secara konseptual kita lihat akan bagus. Ini terbagi begini lebih efektif.
Tapi sampai di sana mereka...
Ya belum tentu bisa memahami itu.
Tahunya kan dari Indonesia sekian, dibagikan aja ke delapan. Nggak mungkin
memahami dan mengerti ini keluarga siapa, ini asalnya dari mana. Yang
bagi mereka mungkin dibagi ke delapan bagian ya. Boleh jadi terjadi demikian
itu kemudian...
Terbukti dengan perpisahnya beberapa rombongan saat tiba khususnya pada
pertama yang ke Madinah itu.
Mohon izin tidak bermaksud mengajari, sekali lagi dari awal tadi saya katakan
memberikan masukan. Kalau dirasakan baik, barangkali urun rembuk ini bisa
memperbaiki dan menyempurnakan hal -hal yang kurang. Kalau dirasakan kurang
tepat, kurang baik, diabaikan saja.
Dan tidak bermaksud mengurangi nilai.
Perjuangan yang telah dilakukan. Tentu kita menghargai itu.
Sangat menghargai. Ini murni masukan -masukan yang kita tampilkan supaya
menjadikan semua lebih baik.
Itu saja. Tidak ada maksud yang lain.
Tidak ada niat yang lain kecuali sama -sama memperbaiki. Dan di awal tadi
kita tampilkan apresiasi untuk semua.
Nah kemudian yang ketiga.
Barangkali ini juga tidak kalah penting. Yaitu terkait dengan visa.
Dan ini menjadi isu serius yang diperbincangkan.
Bukan sekedar furoda, tapi juga visa -visa kuota. Nah ini memang harus ada
ketegasan dari pengelola di pemerintahan Indonesia.
Saya kira untuk ke depan itu diputuskan saja. Apa yang sudah menjadi formal dari
sudut pandang pemerintah konsisten di situ. Dan ditutup ruang -ruang kacamata
dalam konteks.
potensi -potensi untuk menjadi bisnis misalnya atau dalam bahasa yang lebih
singkatnya membisniskan sesuatu itu sudah lah kalau di level pemerintah itu
mohon maaf ya dalam tanda petik ini ya supaya dijaga betul jangan pernah ada
keinginan untuk berkonsaksi ini persoalan nantinya gitu persoalan yang
serius jadi kalau kita batasi dari awal bahwa sudah ini visanya misalnya visa
kuota saja yang dibagi kepada dua bagian kuota reguler
Yang legurel ini kemudian ditambahkan dengan haji plus misalnya. Ya, dah kuota
ini aja.
Kemudian yang masa tunggu dari dana talangan tadi, dana talangannya coba
dulu. Ini insya Allah akan rapi. Insya Allah. Visanya ini aja. Yang diterima
berapa, itu kelola.
Ada pun yang rame dibincangkan masalah Mujamalah, masalah Foroda, masalah macam
-macam. Dengan ketegasan aja.
Diedukasi masyarakatnya. Kasian juga kan masyarakat itu kan gak paham pada
umumnya. Sebagian hanya punya uang, ingin berangkat cepat dan sebagainya,
pada akhirnya kan juga nggak mengerti visa yang digunakan apa. Coba diperjelas
di edukasi mujamalah itu apa, visa puroda itu apa.
Jadi visa -visa yang sesungguhnya non -kuota, yang awalnya adalah undangan,
diberikan kepada emir -emir di sana, kemudian dia menunjuk siapa yang mau
diundang, bisa diberikan kepada kedutaan, kedutaan memilih siapa yang
Menurut kedutaan ini berhak untuk diberikan undangan, dan kami hampir
hampir tiap tahun menerima undangan -undangan itu. Baik dari kerajaan,
2018 saya dapat dua malah dari kerajaan, khusus dari raja, kemudian juga yang
dari kedutaan.
Dan saya memilih waktu itu dari kedutaan, karena merasa nyaman berangkat
jamaah dari ahli -ahli Quran pada masa itu. Dan Qadarullah diminta sebagai
amirul hajj, yang pesertanya banyak sekali, para da 'i, kemudian para
Quran, dan sebagainya.
Dan kondisi itu difasilitasi keseluruhannya, tanpa ada bayar, tidak
Nah, hal -hal semacam ini membuka peluang -peluang baru, potensi -potensi
yang baru, terlepas dari berbagai cara pandang.
Pada akhirnya visa -visa yang tadinya sebetulnya kuota undangan kan bisa
dijual belikan.
Dan dari sudut pandang yang lain akhirnya orang -orang yang punya
juga ya mungkin akan ada intervensi -intervensi untuk meminta visa.
Ya sekian banyak cerita hadirlah. A ini minta visa, A ini minta begini. Kadang
-kadang juga jadi tidak nyaman kondisinya.
Nah jadi menurut saya secara pribadi ini bisa jadi berbeda pandangan.
Tidak ada masalah, tapi tidak dalam konteks ingin mengecilkan A atau B.
bisa punya sudut pandang untuk beristirahat. Tapi ini demi ketertiban
pengalaman perjalanan kita dalam membersamai, kemudian juga hadir di
dan tahu persislah keadaannya gitu.
Jadi ini kan sistemik, masalah ini sistemik ya. Nah ini yang ketiga ini
tadi saya fokuskan kembali adalah masalah visa.
Ini kalau visanya disiplin saja, Dapat tambahan dari sana, misalnya tambahan
ribu, 210 ribu, sudah.
Pakai kuota itu.
Dan tidak usah macam -macam. Kalau memang tambahan reguler, ya guler.
dijual untuk kepentingan tertentu dan sebagainya. Memang harus cari yang
betul. BP Haji.
Harus bisa meneruskan legasi baik yang dikelola oleh Kemenag. Yang kurang
-kurang kemudian disempurnakan. Dan lalu setelah itu saling melengkapi dan semua
saling mendukung. Saling mensupport. Jadi harus berhasil juga.
Transisi ini harus berhasil. Yang baru berhasil. Yang lama diapresiasi. Yang
kurang -kurang diperbaiki. Kalau ada pelanggaran hukum ya diselesaikan dengan
skema hukum. Dan semua punya niat yang baik. Saya kira dengan hati yang bersih.
Insya Allah akan berjalan dengan baik.
Nah tinggal nanti kalau itu sudah ada tinggal kontrolnya yang baik -baik
Jadi kalau pas pengawasan setiap bagian itu saya kira penting disertakan bagian
dari hukum ya.
Hukum dari kitanya entah mungkin dari instrumennya kepolisian ataupun
Atau mungkin dari KPK, BPK, TNI -nya itu ada di bagian -bagian yang memang
bertugas di lapangan secara organiknya. Misal dari mulai awal nih survei.
Survei untuk tempat tinggal, maktab, hotel -hotel gitu. Setelah diputuskan di
DPR, Gaya Haji Sekian, itu kan ada hitungannya.
Ya, misalnya pencarian hotel, berapa standar yang ada di kitanya?
Misalnya begini, standar untuk satu orang Rp2 .000 dengan kapasitas sekian.
Betul nggak ketika dicek hotelnya sama seperti itu?
Nah, dari awal pengecekan ini, mesti ada tim hukum juga yang berangkat ke sana.
Memastikan, melihat, ya, kalau memang nanti ada solusi. Kan dulu seperti itu,
waktu saya bertugas itu, kalau nanti nggak sama.
yang ditinggali oleh jamaah, itu nanti masih ada selisih yang dikembalikan. Nah
kemudian pada realitanya apakah itu dikembalikan? Belum tentu juga.
Saya mengalami pengalaman yang sedikit berbeda pada saat itu. Dan itu sistemik.
Nah kalau itu kemudian bisa dari awal dirapikan, tapi sekali lagi bukan
mencari kesalahan orang.
Tidak juga berniat untuk menjatuhkan orang. Tapi lebih untuk saling
sehingga merasa nyaman.
Apalagi dengan kita kan terbesar, muslim terbesar, biayanya juga cukup tinggi.
Kemudian tenaga musliman juga itu kan digaji juga, gajinya juga cukup tinggi
dibandingkan negara -negara lain. Saya kira kalau penataannya insya Allah baik,
bukan tidak mungkin kita itu punya hotel sendiri, punya area sendiri.
Itu sangat bisa dilakukan, sangat bisa dilakukan dengan niat -niat yang tulus,
yang benar. Saya hanya berharap mudah -mudahan di sisa waktu ini untuk kita
semua bisa saling berkontribusi.
Bagi diri kita pribadi, keluarga kita, masyarakat, bangsa dan negara, dan semua
jadi orang baik.
Saya katakan sekali lagi, teman -teman semuanya, sungguh yang saya sampaikan
tidak ada niat -niat yang lain, kecuali saling coba mengisi untuk kebaikan
bersama. mudah -mudahan bisa bermanfaat, mudah -mudahan kita semua lapang, pun
demikian, kalaupun ada masukan, saya akan sangat senang sekali. Kalau ada apa
yang saya sampaikan keliru, mohon diluruskan juga, supaya hal -hal yang
tepat bisa diperbaiki.
Tapi bila ada yang baik, tentu itu petunjuk Allah untuk kita semuanya,
berjalan dengan lebih baik, negeri kita baik, tenang, dan damai. Saya kira
penting ketenangan, kedamaian itu. Saya lihat terlalu tegang.
Kita bernegara saat -saat ini terlalu tegang.
Persoalan -persoalan itu terlalu banyak yang membuat kita itu terlalu
berselisih, baik secara langsung ataupun tidak, sehingga lupa bahwa waktu terus
berjalan. Katanya ingin Indonesia emas 2045, jangan lupa itu tinggal 20 tahun
lagi. Jangan sampai peluang bonus demografi justru menjadi horror
karena generasinya tidak tertata.
sistemnya belum tertata dengan baik kata kelolanya belum semua punya niat -niat
yang tulus jadi saya pikir mungkin di kesempatan video yang lain supaya tidak
terlampau melebar kemana -mana mudah -mudahan di haji ini seiring dengan
kembalinya jamaah sekali lagi semoga mabrur sehat kembali bertemu dengan
keluarga seluruh panitia dari kemena BP haji yang bertugas semuanya
semoga
Amalnya diterima Allah subhanahu wa ta 'ala.
Kembali baik. Ketemu keluarga. Sehat -sehat semuanya.
Diberikan oleh Allah.
Kelancaran, kemudahan, dan keberkahan.
Sesuai dengan niat kita.
Seluruhnya masing -masing.
Semoga taubat kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta 'ala. Maafkan saya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.