All language subtitles for Musim Haji Selesai, UAH Usulkan 3 Hal Penting untuk Evaluasi - Ustadz Adi Hidayat_360p

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah

Wassalamualaikum warahmatullahi

wabarakatuh

Assalamualaikum dimanapun kita semua berada terkhusus kepada

seluruh keluarga besar muslim

Muslimah yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ritual

ibadah haji di kota suci Makkah Al -Mukarramah pun demikian

ziarah di petilasan berbagai macam masyair khususnya

di area Masjid Nabawi ziarah ke makam Nabi SAW dan

memaksimalkan ibadah di Masjid Nabi SAW

Alhamdulillah, semoga kita semua nanti asal diberikan kesehatan dan kemuliaan

sisi Allah SWT Teman -teman dimanapun berada, saat ini

saya ingin memberikan pertama ucapan selamat kepada

seluruh jamaah dan seluruh petugas haji Indonesia yang

telah menunaikan tugasnya masing -masing Semoga seluruhnya diterima oleh Allah

SWT. Seluruh petugas, baik dari kalangan berbagai

elemen yang menyatu untuk berkhidmat di dalamnya. Semoga seluruh

ibadahnya diberikan pahala berdasarkan niatnya masing -masing oleh Allah SWT.

Dan semoga seluruh prosesnya diberikan kemudahan dan kelanjaran. Bagi seluruh

jemaah, keluarga ku, Seluruh muslim khususnya dari Indonesia mudah -mudahan

bukan hanya hajinya diterima oleh Allah SWT melekat sifat mabrur di

dalam kepribadian kita masing -masing namun juga diberi kekuatan untuk

mempertahankan itu sampai kita kembali berpulang pada Allah SWT. Yang tidak

mudah itu mempertahankannya.

Selanjutnya tentu saja selain kita berdoa berharap semoga para jemaah dan

petugas dapat kembali ke negeri kita tercinta berkumpul bersama keluarga

keadaan sehat dan baik tentu saja di kesempatan ini saya ingin menyertai juga

pandangan -pandangan dari berbagai kalangan baik yang mengetahui persoalan.

dan seluk beluk seputar ibadah haji ini dengan detil saya katakan detil mungkin

pernah punya pengalaman bertugas sebagai tenaga musim haji atau terlibat dalam

pengelolaan haji di segala hal yang terkait dengannya baik itu di aspek

dengan pendanaannya ataupun juga aspek terkait dengan pelaksanaannya

Terkait dengan mitigasi di lapangan dan juga hal -hal lainnya yang melengkapi

berbagai macam pelayanan ibadah mulia ini.

Ataupun juga barangkali ada sisi -sisi lain dari ruang -ruang pengamatan yang

jauh, dari berbagai macam sudut pandang yang melihat tentu di setiap pelaksanaan

akan ditemukan kekurangan -kekurangan yang sejatinya kekurangan itu tentu

bagian terpentingnya adalah menghadirkan berbagai macam masukan -masukan positif

saya kira berbagai masukan itu akan sangat baik bila kemudian diterima

kelapangan dengan tujuan untuk menyempurnakan tidak untuk menjatuhkan

untuk memberikan satu

Hal yang negatif tentu didasarkan pada niat yang bersih, yang bening untuk

perbaikan dan kemaslahatan bersama. Bila di dalamnya ada perbaikan -perbaikan

yang memang secara hukum itu mesti dibenahi dalam tahapan -tahapan

tentu saja seluruh itu perlu dilakukan demi niat kita untuk memperbaiki agar

lebih maksimal lagi.

Saya akan batasi kurang lebih pada tiga hal yang paling pokok. Yang pertama,

Saya mengusulkan dengan terang dan mungkin juga tegas bahwa jika

keberlangsungan dalam proses perjalanan ibadah ini dipandang ingin mampu

berjalan dengan tertib, dengan rapi, barangkali salah satu faktornya dalam

pendanaan yang akan sangat berdampak pada antrian dan juga kadang -kadang

masalah -masalah sistemik secara sistem itu berpengaruh kepada proses -proses

yang lain.

Yaitu pembatasan pada dana talangan. Ya menurut hemat saya dana talangan itu

dihapuskan saja.

Tidak perlu ada dana talangan. Yang sudah siap berhaji, rangkat. Yang belum

siap, menabung. Sampai kemudian ada kesiapan, lalu setelah itu baru kemudian

didaftarkan dan seperti proses -proses yang berlangsung. Saya punya keyakinan

yang teguh dan kuat bahwa jika ini dilakukan kembali, pada masa -masa

ada dana talangan itu tiba saya kira akan sangat berpengaruh sekian puluh

banyak mungkin mungkin di atas tujuh puluh persen pada perbaikan -perbaikan

ada ya karena akibat dari dana talangan ini ya mohon dilepaskan dulu dari

persepsi atau cara pandang keuntungan mas Lahat dari mohon maaf dalam tanda

petik mungkin ada bisnisnya ada untuk manfaatnya misalnya ya

saya kira dibandingkan dengan mengatasi problem sistemik yang terjadi setelah

itu dilakukan, itu tidak seberapa.

Menanggungnya mungkin akan lebih banyak lagi.

Belum persoalan -persoalan yang lainnya.

Soalan psikologis yang tidak bisa dinilai, berdampak juga pada pergolakan

spiritual.

Kadang juga melahirkan hal -hal yang terlarang dan berpotensi berdosa juga di

dalamnya.

Saya mengusulkan yang pertama Sebaiknya dana -dana talangan itu Itu

diberhentikan saja Diselesaikan Tolong para ulama Saya kira baik yang di Ormas

Apalagi di MUI, di Ormas Ormas Besar Di Muhammadiyah, di NU Dan yang lainnya

Persis, Dewan Da 'wah Saya yakin sangat mengerti dengan ini Sangat memahami

Menurut hemat kami sudah Kan ini kaitannya dengan haji Ya, bukan dengan

penggunaan untuk investasi di A, di B. Ini dana haji.

Ya, dana jamaah yang siogianya, kalau memang belum ada kemampuan, tidak usah

terlalu dipaksakan.

Ya, kalau hanya untuk 20, 30, 40 tahun ke depan, ya lebih baik yang punya sawah

sekarang digarap sawahnya, hasilnya ditabung, misalnya dibelikan emas, ya

sebagian kemudian dikaryakan kembali. Coba lihat berapa puluh tahun ke depan,

berapa yang bisa dihasilkan. Mungkin menunggunya nggak terlalu lama juga.

Ini sudut pandang ya, supaya tidak terlalu panjang juga saya memberikan

komentar. Pada intinya, itu sangat sekali dipahami.

Untuk apa mengumpulkan uang banyak -banyak, masa tunggunya juga panjang,

kepastiannya juga belum tentu didapatkan kepastian di dalamnya, dan saat yang

bersamaan juga melahirkan masalah -masalah yang kemudian beragam. Jadi,

bagian pertama.

Jika itu bisa dilakukan, saya kira ini memotong dulu, generasi -generasi yang

panjang nanti yang sudah siap berangkat dan seterusnya akan lebih rapi kemudian

yang kedua saya pikir dari pengalaman kami bertugas juga 2010 tugas pertama

sebagai tenaga musim haji tentu mengamati bukan hanya dari dekat tapi

pelaku langsung yang berada di lapangan dan sangat mengetahui tentang Hal -hal

yang terkait dengan baik itu, tempat tinggal, di maktab -maktab,

catering, dan sebagainya. Dan persoalan sampai kini, kalau 2010 pertama saya

bertugas, kemudian sekarang 2025, artinya kan 15 tahun. Dan masalah itu

di titik -titik itu saja.

Masalah transportasi misalnya kan, persoalan -persoalan yang dalam hal

pengangkutan jamaah, baik itu kasusnya, dulu sebutannya Armina, sekarang

Armuzna, gitu kan.

Bagaimana jamaah dengan kuantitas yang sangat banyak.

Wallahu 'adam saya hanya lihat di berita bahwa ada ribuan orang berjalan.

Dari Muzdalifah kemudian ke Jamarat. Hanya untuk melontar jumroh dalam

yang harus berjalan. Karena stak dan sebagainya. Lalu juga masalah -masalah

terkait dengan kapasitas tenda.

Kemudian juga pemukiman dan sebagainya. Nah usulan konkretnya adalah.

Saya pikir.

Dalam tim yang betul -betul solid, karena ini kan akan beralih

terbatas kami, kalau keliru mohon dikoreksi, dari Kemenag kan ke BPHG. Dan

kan transisi akhir dari pengelolaan di Kemenag ini ke BPHG. Nah saya kira BPHG

ini perlu menyusun tim yang sangat kuat, yang bukan paham saja tentang sistem

haji, tapi juga mengetahui karakteristik orang -orang Arab. Ini penting sekali.

Terutama orang -orang Arab di lingkungan pemerintahan yang sekarang dikelola

oleh kerajaan Saudi.

Kita kan melihat kulturnya beda -beda. Antara Saudi misalnya walaupun sama

teluk dengan Qatar, dengan UAE, karakternya berbeda. Apalagi kalau kita

lagi ke Afrika Utara misalnya.

Ke Mesir, ke Libya, itu karakternya beda -beda.

Bagaimana berinteraksi dengan mereka, membangun kemudian komunikasi,

diplomasinya seperti apa.

Ada banyak faktor yang sangat menentukan, termasuk juga hubungan

Ini agak terlalu substansial, apa yang saya sampaikan mungkin di level berbeda

yang harus saya utarakan.

Tapi kadang -kadang akan sangat berpengaruh juga kepada mood -nya. Nah

cukup dengan ahli manajemen, jadi jangan dikatakan bahwa...

Ini ahli dalam bidang manajerial, manajemen begini, begini. Kalau nggak

orang Arab itu nggak bisa juga.

Ya, bagaimana berproses.

Kadang -kadang Anda mau bagi untuk kemudahan dari satu syarikat misalnya

taruhlah, delapan syarikat.

Ya, secara konseptual kita lihat akan bagus. Ini terbagi begini lebih efektif.

Tapi sampai di sana mereka...

Ya belum tentu bisa memahami itu.

Tahunya kan dari Indonesia sekian, dibagikan aja ke delapan. Nggak mungkin

memahami dan mengerti ini keluarga siapa, ini asalnya dari mana. Yang

bagi mereka mungkin dibagi ke delapan bagian ya. Boleh jadi terjadi demikian

itu kemudian...

Terbukti dengan perpisahnya beberapa rombongan saat tiba khususnya pada

pertama yang ke Madinah itu.

Mohon izin tidak bermaksud mengajari, sekali lagi dari awal tadi saya katakan

memberikan masukan. Kalau dirasakan baik, barangkali urun rembuk ini bisa

memperbaiki dan menyempurnakan hal -hal yang kurang. Kalau dirasakan kurang

tepat, kurang baik, diabaikan saja.

Dan tidak bermaksud mengurangi nilai.

Perjuangan yang telah dilakukan. Tentu kita menghargai itu.

Sangat menghargai. Ini murni masukan -masukan yang kita tampilkan supaya

menjadikan semua lebih baik.

Itu saja. Tidak ada maksud yang lain.

Tidak ada niat yang lain kecuali sama -sama memperbaiki. Dan di awal tadi

kita tampilkan apresiasi untuk semua.

Nah kemudian yang ketiga.

Barangkali ini juga tidak kalah penting. Yaitu terkait dengan visa.

Dan ini menjadi isu serius yang diperbincangkan.

Bukan sekedar furoda, tapi juga visa -visa kuota. Nah ini memang harus ada

ketegasan dari pengelola di pemerintahan Indonesia.

Saya kira untuk ke depan itu diputuskan saja. Apa yang sudah menjadi formal dari

sudut pandang pemerintah konsisten di situ. Dan ditutup ruang -ruang kacamata

dalam konteks.

potensi -potensi untuk menjadi bisnis misalnya atau dalam bahasa yang lebih

singkatnya membisniskan sesuatu itu sudah lah kalau di level pemerintah itu

mohon maaf ya dalam tanda petik ini ya supaya dijaga betul jangan pernah ada

keinginan untuk berkonsaksi ini persoalan nantinya gitu persoalan yang

serius jadi kalau kita batasi dari awal bahwa sudah ini visanya misalnya visa

kuota saja yang dibagi kepada dua bagian kuota reguler

Yang legurel ini kemudian ditambahkan dengan haji plus misalnya. Ya, dah kuota

ini aja.

Kemudian yang masa tunggu dari dana talangan tadi, dana talangannya coba

dulu. Ini insya Allah akan rapi. Insya Allah. Visanya ini aja. Yang diterima

berapa, itu kelola.

Ada pun yang rame dibincangkan masalah Mujamalah, masalah Foroda, masalah macam

-macam. Dengan ketegasan aja.

Diedukasi masyarakatnya. Kasian juga kan masyarakat itu kan gak paham pada

umumnya. Sebagian hanya punya uang, ingin berangkat cepat dan sebagainya,

pada akhirnya kan juga nggak mengerti visa yang digunakan apa. Coba diperjelas

di edukasi mujamalah itu apa, visa puroda itu apa.

Jadi visa -visa yang sesungguhnya non -kuota, yang awalnya adalah undangan,

diberikan kepada emir -emir di sana, kemudian dia menunjuk siapa yang mau

diundang, bisa diberikan kepada kedutaan, kedutaan memilih siapa yang

Menurut kedutaan ini berhak untuk diberikan undangan, dan kami hampir

hampir tiap tahun menerima undangan -undangan itu. Baik dari kerajaan,

2018 saya dapat dua malah dari kerajaan, khusus dari raja, kemudian juga yang

dari kedutaan.

Dan saya memilih waktu itu dari kedutaan, karena merasa nyaman berangkat

jamaah dari ahli -ahli Quran pada masa itu. Dan Qadarullah diminta sebagai

amirul hajj, yang pesertanya banyak sekali, para da 'i, kemudian para

Quran, dan sebagainya.

Dan kondisi itu difasilitasi keseluruhannya, tanpa ada bayar, tidak

Nah, hal -hal semacam ini membuka peluang -peluang baru, potensi -potensi

yang baru, terlepas dari berbagai cara pandang.

Pada akhirnya visa -visa yang tadinya sebetulnya kuota undangan kan bisa

dijual belikan.

Dan dari sudut pandang yang lain akhirnya orang -orang yang punya

juga ya mungkin akan ada intervensi -intervensi untuk meminta visa.

Ya sekian banyak cerita hadirlah. A ini minta visa, A ini minta begini. Kadang

-kadang juga jadi tidak nyaman kondisinya.

Nah jadi menurut saya secara pribadi ini bisa jadi berbeda pandangan.

Tidak ada masalah, tapi tidak dalam konteks ingin mengecilkan A atau B.

bisa punya sudut pandang untuk beristirahat. Tapi ini demi ketertiban

pengalaman perjalanan kita dalam membersamai, kemudian juga hadir di

dan tahu persislah keadaannya gitu.

Jadi ini kan sistemik, masalah ini sistemik ya. Nah ini yang ketiga ini

tadi saya fokuskan kembali adalah masalah visa.

Ini kalau visanya disiplin saja, Dapat tambahan dari sana, misalnya tambahan

ribu, 210 ribu, sudah.

Pakai kuota itu.

Dan tidak usah macam -macam. Kalau memang tambahan reguler, ya guler.

dijual untuk kepentingan tertentu dan sebagainya. Memang harus cari yang

betul. BP Haji.

Harus bisa meneruskan legasi baik yang dikelola oleh Kemenag. Yang kurang

-kurang kemudian disempurnakan. Dan lalu setelah itu saling melengkapi dan semua

saling mendukung. Saling mensupport. Jadi harus berhasil juga.

Transisi ini harus berhasil. Yang baru berhasil. Yang lama diapresiasi. Yang

kurang -kurang diperbaiki. Kalau ada pelanggaran hukum ya diselesaikan dengan

skema hukum. Dan semua punya niat yang baik. Saya kira dengan hati yang bersih.

Insya Allah akan berjalan dengan baik.

Nah tinggal nanti kalau itu sudah ada tinggal kontrolnya yang baik -baik

Jadi kalau pas pengawasan setiap bagian itu saya kira penting disertakan bagian

dari hukum ya.

Hukum dari kitanya entah mungkin dari instrumennya kepolisian ataupun

Atau mungkin dari KPK, BPK, TNI -nya itu ada di bagian -bagian yang memang

bertugas di lapangan secara organiknya. Misal dari mulai awal nih survei.

Survei untuk tempat tinggal, maktab, hotel -hotel gitu. Setelah diputuskan di

DPR, Gaya Haji Sekian, itu kan ada hitungannya.

Ya, misalnya pencarian hotel, berapa standar yang ada di kitanya?

Misalnya begini, standar untuk satu orang Rp2 .000 dengan kapasitas sekian.

Betul nggak ketika dicek hotelnya sama seperti itu?

Nah, dari awal pengecekan ini, mesti ada tim hukum juga yang berangkat ke sana.

Memastikan, melihat, ya, kalau memang nanti ada solusi. Kan dulu seperti itu,

waktu saya bertugas itu, kalau nanti nggak sama.

yang ditinggali oleh jamaah, itu nanti masih ada selisih yang dikembalikan. Nah

kemudian pada realitanya apakah itu dikembalikan? Belum tentu juga.

Saya mengalami pengalaman yang sedikit berbeda pada saat itu. Dan itu sistemik.

Nah kalau itu kemudian bisa dari awal dirapikan, tapi sekali lagi bukan

mencari kesalahan orang.

Tidak juga berniat untuk menjatuhkan orang. Tapi lebih untuk saling

sehingga merasa nyaman.

Apalagi dengan kita kan terbesar, muslim terbesar, biayanya juga cukup tinggi.

Kemudian tenaga musliman juga itu kan digaji juga, gajinya juga cukup tinggi

dibandingkan negara -negara lain. Saya kira kalau penataannya insya Allah baik,

bukan tidak mungkin kita itu punya hotel sendiri, punya area sendiri.

Itu sangat bisa dilakukan, sangat bisa dilakukan dengan niat -niat yang tulus,

yang benar. Saya hanya berharap mudah -mudahan di sisa waktu ini untuk kita

semua bisa saling berkontribusi.

Bagi diri kita pribadi, keluarga kita, masyarakat, bangsa dan negara, dan semua

jadi orang baik.

Saya katakan sekali lagi, teman -teman semuanya, sungguh yang saya sampaikan

tidak ada niat -niat yang lain, kecuali saling coba mengisi untuk kebaikan

bersama. mudah -mudahan bisa bermanfaat, mudah -mudahan kita semua lapang, pun

demikian, kalaupun ada masukan, saya akan sangat senang sekali. Kalau ada apa

yang saya sampaikan keliru, mohon diluruskan juga, supaya hal -hal yang

tepat bisa diperbaiki.

Tapi bila ada yang baik, tentu itu petunjuk Allah untuk kita semuanya,

berjalan dengan lebih baik, negeri kita baik, tenang, dan damai. Saya kira

penting ketenangan, kedamaian itu. Saya lihat terlalu tegang.

Kita bernegara saat -saat ini terlalu tegang.

Persoalan -persoalan itu terlalu banyak yang membuat kita itu terlalu

berselisih, baik secara langsung ataupun tidak, sehingga lupa bahwa waktu terus

berjalan. Katanya ingin Indonesia emas 2045, jangan lupa itu tinggal 20 tahun

lagi. Jangan sampai peluang bonus demografi justru menjadi horror

karena generasinya tidak tertata.

sistemnya belum tertata dengan baik kata kelolanya belum semua punya niat -niat

yang tulus jadi saya pikir mungkin di kesempatan video yang lain supaya tidak

terlampau melebar kemana -mana mudah -mudahan di haji ini seiring dengan

kembalinya jamaah sekali lagi semoga mabrur sehat kembali bertemu dengan

keluarga seluruh panitia dari kemena BP haji yang bertugas semuanya

semoga

Amalnya diterima Allah subhanahu wa ta 'ala.

Kembali baik. Ketemu keluarga. Sehat -sehat semuanya.

Diberikan oleh Allah.

Kelancaran, kemudahan, dan keberkahan.

Sesuai dengan niat kita.

Seluruhnya masing -masing.

Semoga taubat kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta 'ala. Maafkan saya.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.