Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Motivasi itu adalah hal yang sampah. Di sini gue bakal benerin cara pikir
kalian, mindset kalian, tentang gimana sih caranya jadi kaya. Karena otak ya,
itu otak adalah hal terpenting yang kita bisa latih, yaitu mindset.
Buat yang gak seneng nonton video ini, silahkan nonton video yang lain aja di
Youtube, karena di sini gue akan jelasinnya. Mindset yang gue punya, yang
kumpulin selama gue 8 tahun gue kerja. Gue udah pernah ngerasain ya, dari bawah
sampai atas, gue udah pernah ngerasain jadi sales, jalan naik motor, hujan
-hujanan. Gua udah pernah ngerasain nelfon -nelfon itu listing property
buat dikata -katain sama orang dan gak diladenin Gua udah pernah juga ya jadi
Macem -macem wedding organizer, pernah jualan barang, pernah gue pernah jualan
sedotan, toko -toko, semua hal banyak yang udah gue lakuin. Bahkan orang tua
sendiri, itu gue yang biayain sekarang di umur 23 tahun. Jadi buat kalian yang
bilang, oh lu anak dari orang kaya, gue kuliah bayar sendiri, semesteran gue
bayar sendiri, walaupun waktu itu berat banget, akhirnya gue drop out. Gue bukan
anak dari orang kaya, kalau kalian pasti punya mindset kayak gitu, yaudahlah
kalian udah pasti jadi orang miskin dan hidupnya pasti miskin -miskin terus.
Karena yang kalian lakukan adalah, kalian coba cari penjelasan kenapa dia
berbeda dibanding gue.
Bukannya, punya mindset gini kenapa gak gua bisa itu jadi kayak dia lu malah
mikir ah dia terang aja begini ah terang aja orang tuanya begini lu bakal miskin
terus lu ngurusin faktor eksternal yang lu gak bisa kontrol faktor internal yang
gak bisa kontrol adalah otak lu diri lu cara lu pikir kita selalu diajarin bahwa
serakah itu bukan hal yang baik tapi disini gua akan kasih tau kalian jadi
yang biasa -biasa aja jadi orang yang afraid itu adalah hal paling egois yang
suatu manusia bisa lakuin dengan kita create value dengan kita jadi pengusaha
dengan kita punya banyak karyawan itu justru kita create lebih banyak value
dibanding orang -orang biasa Kenapa? Karena kita bisa buka lapangan
Kita bisa kasih makan orang banyak. Dengan misalnya lo punya perusahaan nih,
karyawan. Apakah itu 30 yang lo kasih uang? Enggak. Karena mereka biasanya
keluarga. Jadi lo bisa membantu lebih banyak orang lagi.
Ini mindset pertama yang gue mau tanamain ke kalian.
Ini yang pengen gue kasih tau. Adalah, satu, nobody gives a fuck about you.
Nggak ada yang peduli sama lo. Kecuali diri lo sendiri.
Nggak ada orang di dunia ini yang pengen ngeliat kalian sukses. Nggak ada yang
seneng. melihat kalian sukses itu, kecuali diri kalian sendiri. Karena gue
pernah ngerasain, dan gue rasa kalian pernah ngerasain. Di saat kalian punya
suatu ide nih, kalian excited pengen kasih tau orang, kalian punya ide akan,
visi gue tuh seperti ini, hidup gue mau gue kata seperti ini. Kalian bahkan
diketawain dan dicemoh, bahkan sama keluarga kalian sendiri atau orang yang
kalian kira, itu bakal support kalian.
Mindsetnya adalah, you're on your own. Kalian harus pikir bahwa kalian tuh
sendirian. Jangan pernah bergantung sama orang lain, jangan pernah bergantung
sama keluarga, jangan pernah bergantung sama teman. Lo itu sendiri.
Dan kalau tahu lo sendiri, satu -satunya hal yang lo bisa kontrol itu adalah
otak lo. Kalian nggak bisa milih kok mau lahir di keluarga miskin atau kaya.
Kalian nggak bisa milih kok lahir di kebetulan keluarga yang banyak utang.
Kalian juga nggak bisa pilih ibaratnya mau besok itu hujan atau nggak. Tapi
bisa kita lakukan adalah kita upgrade otak kita, kita asal skill kita, kita
upgrade kemampuan internal kita.
Fokus di yang internal, di mindset, di otak.
yang kita bisa ubah. Sesayang -sayangnya ya, orang tua kalian sama kalian, itu
mereka nggak akan bangunin kalian setiap hari di pagi hari, angkat pantat
kalian, seret kalian untuk kerja.
Seret kalian untuk nggak main TikTok, nggak main game nggak berguna, dan untuk
kerja. Mereka nggak akan lakukan hal itu. Mereka juga nggak akan...
Kasih kalian Ferrari ataupun McLaren Cuma diri kalian sendiri yang bisa
kalian itu Yang bisa angkat pandat kalian untuk kerja Orang tua kalian gak
paksa kalian untuk melakuin hal yang kalian tahu sebenarnya harus kalian
Tapi kalian gak lakuin -lakuin Cuma diri kalian yang bisa memubah diri kalian
sendiri Diri orang yang haus ilmu, haus belajar, haus akan pengetahuan Merasa
selalu dirinya bodoh, gak merasa arogan, lebih pintar dari orang lain Itu adalah
hal -hal yang harus kita tanam di diri kita sendiri. Gak ada salahnya kok untuk
mau merubah hidup kita dengan punya lebih banyak uang. Waktu itu, waktu gue
punya uang ya, semua yang gue pikirin itu kenapa orang lain bisa bikin uang
lebih banyak, kenapa gue gak bisa punya uang? Kenapa sih gue gak bisa punya
uang? Apa yang berbeda dari gue sama dia?
Kenapa dia bisa, kenapa gue gak bisa? Gue ngerasa dari yaudahlah dia punya
gue gak punya, gue mikir gitu. Kok dia bisa, kok gue gak bisa?
Orang kita salah satu manusia kok. Gue yakin nih. Gue makan nasi. Gue juga
nasi. Otak dia gak lebih pintar dari otak gue. Itu yang gue pikirin. Ini
ceritanya ya. Kenapa gue waktu itu punya mindset kayak gini. Karena waktu itu
gue jadi wedding organizer.
Karena gue kerja berbagai macam. Gue punya bisnis. Gue jadi WO pas weekend.
Gue jadi agregate property pas weekdays.
Semuanya pernah gua kerjain, waktu gua masih susah naik motor tuh di jalan
-jalan. Gua jadi wedding organizer, gua jadi ngecekerin ini nih, apa, tamu yang
masuk. Satu, dua, tiga, satu.
Terus gua kadang, aduh, salah nih kayaknya. Gua tanya orang hotel ya
eh berapa punya lu? Oh, dia punya lebih banyak, 20. Gua tambahin 1, 2, 3, 4, 5,
6, 7, 8, 20.
Terus kulit di depan, ada orang naik mobil bagus, bawa cewek, kan tamu
Mobilnya sport, ceweknya cantik. Terus gua pikir, kok?
Kok bisa ya dia kayak gini? Sedangkan gue nge -checker -in dia masuk.
Terus gue siap -siap ini nih, apa namanya, souvenir untuk orang -orang.
Souvenir dari corong, gue yang kena dimarahin. Gue secata satu.
Terus gue mikir, kok bisa ya orang naik mobil sport, ceweknya cantik, masuk ke
dalam jalan kayak gitu. Apa sih yang beda dia sama gue? Orang kita sama
kenapa gue naik motor butut?
Kenapa dia naik mobil sport? Itu yang ada di otak gue, dan gak ada salahnya
untuk kalian punya pemikiran kayak gitu. Untuk orang lain bakal kayak, oh
sombong banget dia naik mobil sport. Oh dia...
Itu mah anak orang kaya.
Pikirannya selalu kayak gitu. Kalau gue ngomong ke teman -teman gue hal kayak
gini aja, dia juga bakal ngomong, ah mobil doang, pentingnya apa? Itu bukan,
poinnya tuh bukan mobilnya. Kalian ngerti gak sih?
Poin tuh bukan mobil sport ya. Buat orang yang gak suka mobil pun, poinnya
mobilnya. Tapi kok bisa ya? Berarti dunia ini gak adil dong.
Dia punya ibarat kalau dimain GTL tuh dia punya cheat code -nya. Kok dia punya
cheat code yang dihidup, gue gak punya. Kok gue susah hidupnya, kok dia gak?
Itu yang mindset yang orang -orang harus punya.
Jangan jadi orang yang kayak, terang aja deh orang tua yang kayak, oh dia emang
bisnisnya haram, ntar apalah.
Kerjaannya cuma nyinyir, ya padahal kalau lupa dia masih miskin gitu. Jangan
jadi orang yang kayak gitu.
Sejak gue lihat itu orang, tiap hari itu gue terobsesi dengan gimana caranya gue
cari uang. Gue google, gue gak bisa tidur. Gue kasih tau lo, setiap malam di
otak gue itu gue cari how to make money online, how to make money, how to make
money, how to make money, how to invest money, how to multiply money.
Gue cari for billionaire risk.
Itu paling banyak dari industri mana? Dulu finance and investment nomor satu.
Kedua itu teknologi media and telecommunication.
Ketiga itu real estate. Kempat itu apa? Manufacturing atau apa? Gue cari.
Orang -orangnya gue pelajarin satu per satu. Apa sih yang dilakuin sama Mark
Zuckerberg? Apa sih yang dilakuin sama Bill Gates?
Bill Gates itu kaya dari mana?
Oh dia punya saham Microsoft waktu itu beberapa dia lepas.
Dia bikin namanya casket investment, ya itu sebuah fund. Itu gue pelajarin
semuanya satu -satu, ya, sampai sekarang. Gue nggak bisa tidur, karena
pikir, mana uang gue, mana uang gue, kenapa semua orang punya uang, kenapa
nggak punya uang. Tapi ini diajarin sama orang tua kita, ya, jangan jadi mudak
uang, ya, tabu. Tapi lu semua mudak sebetulnya, ya kan? Kalau nggak punya
jadi mudak kalau.
Jadi ini bukan kita jadi mudak uang. Justru kita mau punya banyak uang supaya
kita bisa berbagi ke lebih banyak orang lagi.
Fungsinya bukan buat diri kita sendiri.
Ini adalah buku dari Andrew Carnegie, salah satu orang paling kaya yang pernah
hidup. Dia tulis buku yang judulnya The Gospel of Wealth.
Fungsinya uang adalah untuk bagiin semuanya. Itulah tujuannya kita jadi
yang bermanfaat di dunia ini.
Lu bayangin gak sih, lu punya uang untuk harga, gua aja gak bisa tidur. Gua aja
googling terus, gua aja cari barang terus.
Yang lu lakuin apa?
Scrolling, ya kan?
Mungkin lo termotivasi nonton video ini. Besok ntar balik lagi.
Main game gak berguna. Jalan -jalan gak berguna. Ngopi -ngopi gak berguna. Lo
bayangin, lo boleh lah. Lakuin tuh boleh lah. Tapi nanti kalau udah punya duit.
Lo belum punya duit.
Belum bisa angkat derajat orang tua lo. Hidup lo udah gak ada gunanya main game
doang. Bilang, oh tapi kan pro player gajinya segini. Pro player berapa dari
berapa sih?
Kamu pro player bukan kan? Gak ada salahnya. Untuk mikir itu gue pasti
Dari gue masuk ke Cakrenda, gue udah bilang sendiri gue.
Gue pasti suatu saat akan di hotel ini naik mobil ini. Mungkin kalau gue
gitu ke teman gue atau ke orang tua gue, waktu itu gue diketawain, dikira orang
gila kali ya diorang. Gue udah bilang dari dulu, gue pasti jadi miliarder.
SMP gue udah bilang, gue pasti jadi miliarder.
Gimanapun caranya, sampai mati gue akan jadi miliarder. Di usia muda. Itu
mindset yang gue tanam. Gue yakin gue pasti bisa.
Gue ada bukunya, hal yang gue mau beli. Semua udah gue coretin satu -satu. Udah
bisa semuanya yang gue beli di buku itu.
Di buku itu gue targetinnya terlalu panjang, 2030.
Karena waktu itu, buat gue itu nggak mungkin.
Semua udah gue coret di umur 22 tahun.
Jadi 8 tahun lebih dulu. Kalian harus punya mindset, suatu saat gue pasti
Ini mungkin sederhana konyol lagi buat kalian. Gue waktu itu pernah beli mobil
pertama gue, yaitu Ford Fiesta. Ford Fiesta tahun 2014. Gue belinya waktu itu
tahun 2018 -2019.
Warna merah. Itu mobil ini, gue selalu pakai. Itu kan ada logonya, itu Ford
warna biru. Tiap kali gue pakai. Kalau kalian tahu, Ford Fiesta itu kadang suka
ngendet -ngendet di jalannya. Gue bawa itu, terus gue liatin stirnya. Itu gue
suka hal.
Yang gue alat tau adalah bukan logo Ford, tapi kuda poninya Ford Mustang.
Gue selalu pikir bahwa Ford Fiesta ini adalah Ford Mustang. Sampai akhirnya gue
juga punya, beneran, Ford Mustang.
Apakah itu hal yang gila? Ya gila, gitu, halu. Cuman gue selalu percaya bahwa
gue bisa. Kadang kalau misalnya di rumah gue, gue kasih tau ya, rumah gue, itu
kamar tidur gue, itu lebih kecil dibanding kamar mandi tamu apartemen gue
sekarang. Itu ada jendela kecil, dan gue suka liat jendelanya. Itu keluarnya tuh
gak jelas, itu kayak belakang gitu. Tapi gue selalu liat jendela itu, tiap
malam. Gue bayangin itu adalah apartemen dengan view city lights aja kan.
Walaupun gue kecil sama mereka, tapi itu yang gue selalu mimpiin. Tiap malam gue
tiduran gitu, gue lihat ke atas. Apakah gue mau jadi orang biasa -biasa aja?
Enggak jawabannya. Kalian punya mindset bahwa nobody gives a fuck about you, dan
itu cuma lo yang bisa mengubah diri lo sendiri. Cuma lo yang bisa angkat
orang tua lo. Punya mindset kalau lo put 100 % fokus kepada sesuatu, yakinlah
bahwa kalau dia bisa, gue juga bisa. Ini adalah mindset juga yang gue punya.
Bahwa hidup ini adalah sebuah kompetisi. Banyak yang akan bilang ke kalian, oh
hidup ini bukan kompetisi. Tapi hidup ini kompetisi. Lu dari sekolah aja udah
kompetisi. Siapa yang mau sosokan jadi juara rangka 1, nggak berguna itu.
Bahkan sampai pekerjaan.
Pelan -pelan dari karyawan, mau naik jadi supervisor, jadi manager, nanti
direksi, sikut -sikutan semuanya. Itu apa kalau bukan kompetisi?
Cari uang, bisnis lu kira bukan kompetisi. Business is a zero sum game.
Economy is not a positive sum game. Memang GDP growth -nya naik.
Tapi bisnis ya, gue kasih tau bisnis adalah zero sum game. Lu buka toko ya,
buka toko. Kan ada yang bilang, oh investasi itu zero sum game, ada yang
ada yang rugi. Sama, bisnis juga zero sum game. Lu buka toko makanan nih ya,
buka restoran, di sebelah sebuah restoran. Kalau restoran lu laku, lu
market share dari dia. Dia tambah miskin dengan lu buka restoran di sebelah dia.
Semua di hidup ini is a zero sum game.
Ada yang dapet uang, ada yang hilang uang. Ini konsep uang, uang itu adalah
sebuah game dan ini aturannya. Cuman bisa dibuat atau diambil. Lu bisa buat
uang, enggak.
Yang bisa buat uang siapa? Bank Indonesia.
Bank sentral. Kerjaan kita cuma apa? Ngambil uang. Jadi kalau kita lebih
terhadap sekitar kita, tiap kali kita datang ke restoran kita lihat, oh ini
restorannya ini catet nih.
Kenapa? Karena staffnya pegang mangkok kayak orang tolol gitu.
Jempolnya masuk. Kenapa dia pegang mangkok jempolnya masuk? Karena itu
Kenapa nggak pegang lebih bagus? Oh restoran kalau yang mahal, omakase nggak
akan pernah dia pegang masuk ke tangan, bisa dipotong jari sama chefnya.
Pelajarnya hal -hal kecil. Oh dia kasirnya lemot. Oh, ini restoran kurang
Gitu rasanya. Setiap kali lo masuk ke sebuah bisnis, lo analisa. Dengan punya
otak yang seperti itu, nanti lo akan lihat bisnis itu berbeda. Oh, lo akan
banyak bolong. Banyak bolong di apa? Di opportunity.
Misalnya nih, lo datang ke sebuah coffee shop. Oh, kenapa sih baristanya...
Kurang gitu. Oh kenapa sih barisnya seperti ini? Lu akan lihat banyak bolong
bisnis. Dan apa yang lu bisa isi gitu.
Dengan lu banyak interaksi dengan bisnis. Lu jadi ngerti. Bolong
dimana. Celah -celahnya dimana. Uang itu adalah. Kayak ibaratnya itu arus gitu.
Muter -muter -muter -muter. Uang itu gak pernah diem. Money never sleep.
Uang itu gak pernah tidur. Selalu berdek. Dari tangan orang ke tangan
lain. Cara ngambil gimana?
Lo berdiri di tengah -tengah arusnya. Lo cari celahnya, terus lo berdiri di
tengah -tengahnya. Lo create solusi yang besar, itu uangnya lo ambil semua.
Jadi jangan cuma jadi karyawan yang cuma ambil satu, ambil satu dari permutaran
uang yang masif itu. Lo berdiri di tengah -tengah arusnya. Misalnya contoh
yang gue kerjain sekarang.
Gue pengen ubah sistem edukasi. Gue lihat banyak bolong.
Universitas isinya dosen -dosen nggak kompeten. Dia nggak tahu apa yang
diajarin. Diajarnya ilmu -ilmu yang udah ketinggalan.
Gue berdiri di tengahnya, mau gue rusakin itu harusnya. Jadi kalian harus
celah -celah aja nih di bisnis yang kalian tekunin masing -masing. Kalau di
restoran tuh apa sih yang kurang dari restoran lain yang kita bisa improve.
Ngerti celah -celah aja. Orang yang kalau dalam sebuah kompetisi yang gak
juara 1, 2, 3 itu dibilang juara. Yang lain disebut apa?
Pecundang. Jadi jangan mau santai -santai hidup, karena kalian itu
kalau kalian nggak menang di hidup ini. Kadang -kadang kasar kan, orang mungkin
nggak suka, bodo amat gue. Orang akan bilang, ya santai aja bro, ya kan, hidup
itu di bawah santai aja, kita kan juga bisa ngopi, rokok, udah enak. Fuck no.
Gue nggak mau hidup santai -santai, gue mau naik McLaren sebelah gue cewek
cantik. Gue mau kayak orang itu waktu itu yang gue lihat naik mobil sport.
Orang -orang paling sukses di dunia adalah orang yang melakukan suatu hal,
craft. Sebuah skill Lebih baik dibanding semua orang lainnya Dan jadi yang
terbaik di dunia Which is apa? Itu kompetisi Lo mau ngomong main game
Legends Lo itu juga itu kompetisi untuk jadi pro player Susah, bisa, bisa, tapi
susah Untuk jadi sebuah Orang yang sukses di suatu bidang itu butuh tekun,
dedikasi, skill, waktu.
Butuh kombinasi banyak hal ini untuk bisa jadi orang sukses. Tapi ya itu
sebuah kompetisi. Yang kalah namanya apa? Loser atau pecundang.
Santai di hidup ini adalah jebakan.
Motivasi itu adalah jebakan juga.
Ini gue kasih tau kalian ya.
Santai ya. Orang bilang slow down, santai itu jebakan.
Orang gak ada yang mau liat lo sukses kok. Gak ada yang mau liat lo lebih
dari mereka.
Gak ada yang seneng liat lo kayak sendiri mereka susah bayar cicilan. Gak
yang seneng.
Santai aja bro. Itu adalah jebakan.
Motivasi itu adalah jebakan.
Abis nonton video ini. Oh iya iya.
Gue harusnya like -in dari keluarga gue. Gue gak mau ya hidup susah kayak gini.
Motivasi -motivasi tai lah.
Abis lo keluar nonton video ini, kalau lo cuma di otak lo untuk motivasi, lo
akan jadi apa -apa. Lo akan balik lagi nonton TikTok. Ah, kemarin denger video
gue. Tapi yaudah lah, ntar lah. Besok lah kerjainnya. Tau harus dikerjain
sekarang nih, tapi kayak...
Aduh, besok lah, gitu. Ntar besok udah, gitu, scroll TikTok lagi.
Hidup lo gak akan kemana -mana.
Motivasi itu, tai, yang lo butuh adalah disiplin. Lo jujur ya, jujur ya, nih. Lo
kira gue mau ini bangun jam 8 pagi bikin video ini?
Motivasi kah gue? Ternyata motivasi kah gue untuk kayak gini?
ngomong ke kalian kayak gini. Nggak, gue nggak ada motivasi. Sama sekali nggak
ada motivasinya. Oh, tapi kan lu bisa dapat uang dari Youtube.
Lu buka dashboard Youtube gue, analytics gue, itu paling berapa puluh juta. Itu
buat ganti aksi mobil gue, satu nggak cukup uangnya. Gue nggak dapat uangnya,
itu bisa gue donasiin juga uang dari Youtube. Gue nggak entitled apapun untuk
bikin video ini, ngajarin kalian di sini secara gratis materi tentang mindset
ini. Gue nggak ada motivasinya untuk melakukan hal ini. Tapi ini adalah misi
hidup gue.
Untuk mengubah edukasi. Yang gue lakukan apa? Bukan motivasi, disiplin.
Motivasi -motivasi bikin video ini. Lo percaya, 8 pagi gue mendingan ini nih.
Gue mendingan di bawah ya. Gue mendingan di bawah ngopi.
Tuh kopi enak, V60 ya.
Manolobro. Gue mendingan ngopi sambil ini nih. Bakar Romeo dan Julieta gue.
cigar gue. Ngapain gue bikin video kayak gini ya? Buang -buang waktu.
Tapi ini adalah contoh dari disiplin.
Gue gak mau bangun, tapi gue akan tetap shooting videonya. Itu disiplin. Gue gak
mau kerja hari ini, tapi gue kerja. Kayaknya gini, inget kata Soekarno.
tua tuh gak berguna. Gue lupa depannya apa. Orang tua intinya gak berguna.
Tapi kasih gue satu pemuda, dan gue akan guncangkan dunia. Itu gue percaya. Gue
bikin video ini bukan untuk generasi -generasi umur yang bilang, kaya itu
reksadana sahabat, blablabla. Udah, lu sana aja lah. Lu nonton yang lain lah.
Gak usah nonton gue. Video ini gue bikin untuk generasi -generasi muda.
Millenials, Gen Z.
Yang mungkin seumuran gue.
yang masih mau dengerin, yang masih mau belajar. Kenapa? Karena cuma kalian lah
harapan gue untuk ubah sistem edukasi ini. Gue butuh banyak pemuda -pemuda,
Gue gak butuh orang tua. Gue butuhnya pemuda untuk bantu gue mengguncangkan
sistem edukasi ini. Karena misi gue, gue mau sikat semuanya, gue mau sikat
habis. Karena gue ngerasa begitu gue sekolah ya, gue tidur gitu, karena gue
capek. Waktu gue capek untuk kerja, segala macam, gue tidur di sekolah.
Gurunya bilang apa? Mau jadi apa kamu bahasa depan? Gue belajar accounting,
bolos aja gitu.
Kenapa orang gue di jaringan buku besar, tiap hari yang gue bacaan oleh
reportnya Baskar Hathaway, ya nggak nyambung, gitu. Daripada gue kerjain
-buku besar, gue kasihin nol aja, gue kabur keluar. Itu menurut gue skam.
Nggak penting. Tapi gue dikatainnya bego sama guru -gurunya. Kalau dia nggak
tahu, gitu.
Itu yang pengen gue ubah. Gue pengen nanti generasi yang di bawah gue, yang
nonton video ini, bisa nerusin tokat estafet gue untuk ubah sistem
Kalian pernah lihat kan?
Oh, kalian hidup ini harus dinikmati.
Kita, the art of slowing down. Kita santai -santai. It's okay untuk jadi
-biasa aja.
It's okay untuk jadi nyaman. Hey, sadar kalian.
Lu lihat pesawat nggak? Pesawat kalau mau take off, kan pilotnya tuh mau take
off.
Lu bayangin nggak sih kalau lu lagi mau take off nih? Lu mau jadi orang kaya, lu
mau keluar dari perbudakan ini. Lu mau keluar dari perbudakan modern ini. Lu
jadi orang yang naik mobil sport dengan cewek cantik. Lu naik ibarat pesawat
nih, udah mau naik.
Lu berhenti.
Terbang nggak? Pesawatnya kagak terbangnya. Bahkan dia mau ditekin, udah
nih. Lu pelan -pelan jatuh, pesawatnya hancur.
Slowing down, slowing down. Lu butuh speed, kecepatan.
Pesawat pas akselerasi, dia bukannya tambah pelan, tambah cepat, sampai dia
terbang. Sampai terbang, terbang, terbang, terbang, terbang, terbang, udah
tinggi, baru bisa lebih santai. Dia mulai gliding.
Jadi jangan lo masih di sini, masih miskin, udah mau jadi sosokan, jadi
yang di atas lo.
Orang yang mau santai -santai, banyak yang udah di atas. Oh, it's okay, ya
duit lo udah banyak. Tapi kalau gue susah kasih makan orang tua gue, gue
bayar kuliah adik gue, itu nggak bisa slowing down. Gue susah bayar cicilan,
nggak bisa slowing down.
Kemarin tuh ada orang yang komen di Youtube, gue lupa, dia minta gue cari,
kayaknya... Ketimbun, udah banyak banget yang komen, ratusan soalnya. Ada yang
bilang gini, hidup itu probability, lu menggampangkan hidup, bro. Kan lu
gini -gini, tai lah.
Tai. Gue kerja 14 jam sehari, 7 hari seminggu. Dan lu bilang gue hoki. 8
gue, gue dari SMP. Lu masih main gundu, kencing belum lurus, gue udah kerja.
Kencing lu belum lurus, yang gue udah lakuin, gue udah ipar barang dari Cina.
Dan lu masih bilang gue hoki.
Gak masuk akal.
Lu 19 tahun masih kuliah, gue udah bangun perusahaan dengan 100 karyawan.
masuk akal.
Ada juga bilang, oh ngapain denger ini bocah? Gue punya klub ABL di umur 22
tahun. Buat yang gak tau itu kayak NBA -nya Indonesia.
Lu kira gampang kayak gitu. Gue bangun perusahaan yang masuk top 15 growing
startup di Indonesia nomor 9. Lu kira gampang bikin hal itu. Dan kalian merasa
ini waktu gue ini penting buat ngajarin kalian hal -hal ini. Lu dengan mindset
kayak gitu, otak gitu bilang, lu anak orang kaya. Lu gue kasih 1 miliar juga
bakal miskin lagi kok. Kasar kan? Tapi bener. Gue kasih 1 miliar, lu bakal
miskin besok. Lu lihatlah Mike Tyson.
Kenapa bisa bangkrut uang sebanyak itu? Kenapa menang loteri uangnya balik lagi?
Karena uang itu dalam mindset.
Kalau lu nggak berhak dapetin uangnya secara mindset, uang itu akan diambil
lu. Karena gue bilang tadi, uang itu cuma bisa diciptakan atau diambil. Uang
bakal diambilin, bos. Orang lu nggak ngerti kok tentang uang, uangnya dia
diambilin sama orang lain. Yang ngerti, ya, terhadap uang ini. Dan mindset
terakhir ya, yang gue mau selipin di video ini, adalah belajar untuk harness
yang namanya emosi.
Belajar untuk pakai emosi untuk hal yang baik. Gue lihat banyak banget ya,
banyak banget anak muda sesat.
Contohnya misalnya diputusin dengan pacarnya.
diputusin pacarnya yang ada malah naik motor kebut -kebutan gitu kan wah kebut
-kebutan bikin bikin tiktok gitu kan bikin tiktok sedih -sedih pake lagu
ada quotesnya gitu lo cuma diputusin sama pacar gitu kenapa lo malah mau
merusakin hidup lo gitu lo emosi kan ya kan emosi kan bagus Pakai untuk hal yang
positif Jangan lu malah, aduh mau bunuh diri Lu harus putusin pacar, Jack Malah
mabok -mabokan gitu kan Di klub malam padahal duit juga belum punya Lu kalau
udah punya duit, mabok -mabokan silahkan Lu mau buka Don Julio itu silahkan Tapi
lu kalau misalnya gak punya duit, mabok -mabokan Cuma karena dia putusin pacar
Pakai energi untuk hal yang lebih berguna Emosi Atau kemarahan Itu adalah
paling kuat yang ada di alam semesta ini Itu energi yang gak akan pernah habis
Emosi apa?
Emosi ketika lo liat ya Di keluarga Itu keluarga lo yang selalu dikecilin Ketika
nyokap lo jadi orang yang tukang cuci piring Dan selalu minder sama keluarga
yang lain Itu Ya itu adalah emosi yang kalian harus punya Itu emosi dipakai
untuk apa?
Daripada marah -marah diharnas. Kalian belajar pertajemin dan fokusin emosi itu
ke satu titik. Di saat kalian bisa lakuin hal itu, kalian bisa lakuin hal
yang orang lain nggak bisa lakuin. Gue yakin semua orang kaya, itu ada
di dalam hidupnya yang dia mau ubah. Ada emosi yang diharnas.
Pakai emosi untuk hal yang positif. Kalau itu adalah energi yang endlessly
renewable, nggak akan pernah habis.
Emosi apa?
Marah lah sama diri lo sendiri.
Gak apa -apa jadi orang yang emosien. Orang bilang, oh kali ini jangan jadi
orang yang emosien ya, jadi orang yang emosien. Gak apa -apa jadi orang yang
emosien. Marah sama diri lo sendiri.
Kenapa lo main game saat lo masih miskin?
Marah sama diri lo sendiri.
Kenapa yang lo ngapikirin itu gimana caranya angkat derajat orang tua lo?
Marah sama diri lo sendiri. Kok gue gak bisa bantu nyokap gue ya? Dia udah tua,
masih habis kerja. Kok gue gak bisa bantu dia?
Marah sama diri lo sendiri.
Kok lo jadi orang yang miskin dan jadi orang yang gak berguna dihidupin? Jadi
orang yang cuma komen gitu kan, cuma nyinyirin. Oh ini lo begini, begini, ini
orang tau apa sih? Lo tinggal di kamar nyokap lo gitu, dengan chat gitu.
Modal pulsa. Hidup lo jadi apa? Pengangguran.
Marah lah sama diri lo sendiri, kenapa lo gak cukup kompeten untuk belajar
baru? Orang lain bisa lakuin belajar skillnya, kok lo gak bisa belajar
Berarti lo yang bego dong. Masa mau sih jadi orang bego gitu? Marah sama diri
sendiri. Kok gue bego?
Gunain marah itu untuk hal yang positif. Lo harus marah sama diri sendiri.
Karena mau coba hal baru tapi takut. Lo harus marah lah ketika lo liat nih mobil
sport dipik naik bawa cewek cantik. Marah sama diri sendiri.
Gue juga marah sama diri gue sendiri waktu itu. Kok ada yang begitu ya? Lo
marah. Kok dia bisa naik McLaren dipik sama cewek cantik?
Buka atasnya gitu.
Sedangkan gue naik mobil butut Cewek gue cantik kagak Biasa -biasa aja bikin
pusing iya Tapi gue cuma naik motor nih Kok bisa sih marah sama diri sendiri
Kalau gak berubah hidup lo Semoga ya gue harap bacotan gue hari ini Itu bisa
mengubah hidup lo sedikit lah Karena gini Waktu lo untuk jadi kaya Waktu lo
time is ticking Cuma 10 -20 tahun Buat lo yang semua belum sadar 2019 itu 5
tahun lalu. Lu udah buang tuh. Misalnya kalau 2019 gak ngapain. Lu udah buang 5
tahun hidup lu. Waktu lu tinggal mungkin 10 -20 tahun lagi.
Untuk bisa punya. Karena gini.
Umur tuh akan men -degrade badan lu. Lu akan jadi tua bangka gitu. 10 -20 tahun
lagi. Itu kesempatan lu untuk bisa enjoy hidup. Bisa kasih bangga orang tua lu.
Sebelum orang tua lu gak ada. Bisa kasih bangga teman -teman lu. Bisa bawa
mereka semua jalan -jalan keliling dunia. Itu waktu cuma 10 -20 tahun lagi.
Lu harus jadi kaya secara cepat.
Beresin mindsetnya. Gue nggak bilang ini gampang. Ini kayaknya dapat nggak sama
sekali. Gue nggak bilang kayaknya itu gampang. Susah. Gue kerja 14 jam sehari.
7 hari seminggu. Nggak ada yang gampang di hidup ini. Itu akan butuh kerja
keras. Lo akan keringat darah untuk mendapatkan uang. Tapi itu hal yang lo
lakuin 10 -20 tahun untuk enjoy hidup, jadi miliar dan muda, dan menikmati
ini. Jangan mau dibohongin sama buber.
Karena dia umur 20 tahun, dia masih cap, masih gembel gitu. Jangan mau dengerin
dia. Dan sebenarnya jangan fall for bullshit ya. Harta itu nggak dibawa mati
kok, Yevan. Yang penting di akhirat dunia ini nggak penting. Harta nggak
mati. Kata siapa?
Memang harta nggak dibawa mati. Tapi dengan harta yang banyak, lo bisa bantu
lebih banyak orang.
Sebelum lo meninggal, lo bantu seribu orang.
Sebelum lo meninggal, lo bantu seratus ribu orang. Untuk ubah hidup mereka.
Lo kasih makan banyak orang. Lo ubah edukasi di Indonesia.
Banyak lo bisa lakukan dengan uang.
Jadi orang ini bilang, oh hidup biasa -biasa aja, lu cuma susah hidupin
keluarganya. Itu lah orang paling egois. Lu cuma mau dibantuin diri lu sendiri.
Sedangkan orang -orang kaya yang lu kata -katain ini, mereka bantu lebih banyak
orang dibanding lu pernah seumur hidup lu dan semua nenek moyang lu. Mereka
bantu orang -orang banyak, mereka bikin lapangan pekerjaan. Lu bilang ke mereka,
oh sombong banget naik mobil sport.
Ya biarin lah itu kesenangan mereka. Mereka udah bantu lebih banyak orang. Lu
bilang kayak misalnya, oh dia tau apa sih tentang hidup masih anak kecilnya 23
tahun. Gue udah sekolahin 50 anak.
Gue udah kasih bantuan pendidikan ke 50 anak. Lu udah ngapain nih hidup?
Belum ngapa -ngapain kan.
Busit -busit boomer yang kasih tau kalian. Oh uang itu gak dibawa mati lah.
Ini yang paling konyol nih ya kan. Tadi kan harta gak dibawa mati. Sekarang ada
lagi nih yang konyol nih.
Kuburan kita sama. Kata siapa bos?
Kuburan kita sama.
Lo pernah liat gak sih kuburan emperor China? Itu tinggi banget gitu kuburan.
Gak sama kuburannya. Lo pernah liat gak piramid?
Itu kuburan.
Ya. Jadi kalau biaya kuburan kita sama? Enggak. Kuburannya enggak sama. Dan
harta itu bisa dipakai untuk bermanfaat untuk banyak orang. Jadi jangan fokus ke
hal eksternal kita enggak bisa kontrol.
Fokus ke hal yang kita bisa kontrol. Ubah mindset kita.
Jangan mau punya mindset orang miskin.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.