Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Jika bukan demi hidup bersamamu♪
♪Siapa yang peduli nama termasyhur di sembilan penjuru?♪
♪Cinta menjadi milikku sehingga hidupku tidak sia-sia tanpa tandingan♪
♪Puncak gunung yang menjulang justru membuatku merasa hampa♪
♪Kurelakan segalanya demi hidup dan mati bersamamu♪
♪Mungkinkah cinta adalah takdir akhir hidupku?♪
♪Mengapa makin aku berjuang, kepedihan akan makin terasa?♪
♪Tidak bisa mendapatkan dirimu♪
♪Berikan hari-hari biasa yang penuh makna kepadaku♪
♪Lebih baik pedang jatuh di jalan berliku♪
♪Pergi ke pelukanmu, bukan ke puncak awan♪
♪Menembus berlapis-lapis kabut tebal yang menghalangi♪
♪Di dunia ini, mana yang lebih penting antara kemenangan atau kebaikan?♪
♪Hanya cinta yang memberiku dunia yang luas♪
♪Aku hanya ingin menjadi pahlawanmu♪
=Tawanan Asmara=
=Episode 1=
Kakek,
Wei Shao itu orang yang seperti apa?
Mengenai itu, kau harus bertanya tentang kakeknya dulu.
Ketika baru menjabat sebagai Gubernur Yanzhou,
aku pernah mengadakan sebuah Pertemuan Perburuan Rusa.
Secara formal,
aku mengundang para bangsawan
untuk bersaing memanah sambil menunggang kuda.
(Xiaoqiao, Cucu Qiao Gui) Namun, sebenarnya,
(Xiaoqiao, Cucu Qiao Gui)
(Xiaoqiao, Cucu Qiao Gui) aku ingin menjalin persekutuan.
Kami berdua
langsung akrab sejak pertemuan pertama.
(Prefektur Kang, Yanzhou)
Jasa membangun saluran air ini tidak dapat kubalas.
(Qiao Gui, Gubernur Yanzhou) Hari ini,
(Qiao Gui, Gubernur Yanzhou) aku bersumpah dengan tanduk rusa ini
(Wei Lun, Adipati Wei Negara Wei) untuk menjadi negara sekutu dengan Yanzhou.
Saudara Wei...
Mulai sekarang,
siapa pun yang berani menyerang Yanzhou, berarti juga memusuhi Negara Wei!
Keluarga Qiao dan Keluarga Wei
akan berbagi nasib bersama,
serta maju dan mundur beriringan.
Begitu juga dengan Yanzhou.
Beberapa tahun setelah itu,
aku membangun Kanal Yongning
(Kanal Yongning) di antara Panyi dan Xindu.
Sejak itu,
Negara Wei punya air
dan Yanzhou punya pasukan.
(Peta Wilayah)
Empat belas tahun yang lalu,
Bianzhou mengutus jenderal tangguh
(Empat Belas Tahun Lalu, Xindu) bernama Li Su untuk menyerang Negara Wei
(Wei Bao, Cucu Tertua Wei Lun) dan merebut Xindu secara paksa
(Wei Bao, Cucu Tertua Wei Lun) untuk memutus jalur kehidupan itu.
Kakek!
Keluarga Qiao tidak datang. Mereka ingin mengingkari janji.
Penjahat Qiao mengkhianatiku!
Demi sebuah perjanjian lisan, kami harus diseret dalam peperangan?
Ayah, beberapa tahun ini, kita sudah
banyak memberikan uang dan makanan ke Negara Wei.
Ini sudah cukup membalas persahabatan Ayah dengan Adipati Wei.
Kita sudah berjanji
(Qiao Yue, Putra Tertua Qiao Gui) akan mengirim pasukan.
(Qiao Yue, Putra Tertua Qiao Gui) Jika menarik pasukan sekarang,
(Qiao Ping, Putra Kedua Qiao Gui) bukankah itu pengkhianatan?
Kita bisa mencari sebuah alasan.
Ayah, sebaiknya Ayah segera mengambil keputusan.
(Xiaoqiao di Masa Kecil)
(Xiaoqiao di Masa Kecil) Hari ini, dengan bantuan Man,
kita menentukan nasib menggunakan poi. Semuanya adalah takdir.
- Tarik pasukan! - Ayah!
Adik Kedua, jangan menangis.
(Wei Shao di Masa Kecil)
Adik Kedua, ingatlah.
Kelak, jangan percaya kepada siapa pun.
Kakekmu ditipu oleh Keluarga Qiao sehingga berakhir seperti ini.
Kau adalah harapan Keluarga Wei.
Berjanjilah kepada Kakak.
Kelak, kau tidak boleh menangis.
Ayah!
Kota ini telah menjadi bagian dari Bianzhou
dan milik Keluarga Chen.
Seret mereka ke lubang mayat. Kuburkan bersama tawanan perang.
(Li Su, Jenderal Bianzhou) Bantai Xindu selama tiga hari
dan bunuh semua pria!
- Baik! - Baik!
Kakek tidak ingin rakyat Yanzhou terlibat dalam peperangan.
Baik mengkhianati satu orang atau seluruh rakyat,
jika itu aku, aku pun tidak tahu harus memilih apa.
Hanya saja, sekarang pasukan Wei Shao sudah tiba di gerbang kota
dan ingin merebut kembali Xindu dari tangan Li Su.
Jika di saat seperti ini,
kita mengirim pasukan untuk membantu Li Su,
Wei Shao belum tentu akan menang.
Namun, jika kita tidak membantunya, setelah berhasil merebut Xindu,
dia pasti akan mengirim pasukan ke Yanzhou dan menyerang Panyi.
Saat itu terjadi, apa yang harus kita lakukan?
Adipati Wei Terdahulu meninggalkan seorang istri.
Dia bermarga Xu.
(Nyonya Besar Xu, Nenek Wei Shao)
Dia cukup bijaksana.
Aku ingin membicarakan perjodohan dengannya saat ini
untuk mengubah permusuhan menjadi persahabatan.
Kakek ingin menikahkan Kakak Tertua dengan Wei Shao?
Jika bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk bersekutu
dan mengakhiri permusuhan,
ini memang perjodohan yang bagus.
Namun, Wei Shao menyaksikan sendiri
tiga generasi keluarganya tewas di medan perang.
Apakah dia akan membenci Keluarga Qiao, itu belum pasti.
Wei Shao itu
sebenarnya orang yang seperti apa?
(Wei Shao, Adipati Wei Negara Wei)
(Prefektur Kang, Yanzhou)
Di sini! Berikan kepadaku. Lemparkan kepadaku!
- Lempar kemari! - Kemari!
- Ayo, lemparkan kepadaku! - Berikan kepadaku!
Berikan kepadaku!
Siapa suruh kau melemparku?
Lempar dia!
(Daqiao, Putri Qiao Yue)
Benar, lempar ke sebelah sana.
- Cepat berikan kepadaku! - Lempar dia!
Jangan lempar lagi!
Ayo, lempar aku!
(Bizhi, Kusir) Berikan kepadaku!
(Bizhi, Kusir) Ini, tangkaplah!
- Tangkaplah! - Tunggu.
Tunggu, biar aku saja.
Biar aku saja.
Man.
Man.
Man,
belakangan ini, kau selalu terlihat gelisah.
Ada hal apa yang tidak bisa kau ceritakan kepadaku?
Wei Shao sudah mengepung Xindu selama beberapa hari.
Entah bagaimana kondisi perangnya. Kau malah tidak takut sama sekali.
Yang diserang oleh Wei Shao adalah Xindu, bukan kita.
Kenapa aku harus takut?
Setelah dia menyerang Xindu, bukankah selanjutnya adalah Panyi?
Benarkah?
Bizhi, lemparkan kemari!
Kakak,
jika Yanzhou tidak ingin berperang,
kita hanya bisa menjalin persekutuan dengan pernikahan.
Nanti,
kau akan dinikahkan dengan Wei Shao.
Aku dinikahkan dengan Wei Shao?
(Kediaman Qiao)
Pangeran dari Liangya, Liu Yan, membawa seorang paman sepupu.
(Zao, Pelayan Xiaoqiao) Katanya, Raja Liangya
(Zao, Pelayan Xiaoqiao) mengirim utusan pernikahan
untuk melamar Nona.
Kali ini, aku ditugaskan oleh Raja Liangya
untuk melamar dan mengantarkan mahar.
(Liu Shan, Paman Sepupu Liu Yan) Di tengah perjalanan,
(Liu Shan, Paman Sepupu Liu Yan) aku mendengar sebuah cerita lama
yang tidak kuketahui kebenarannya.
(Liu Yan, Pangeran Kerajaan Liangya) Dulu, saat Tuan Besar
(Nyonya Ding, Istri Qiao Yue) menikahi Nyonya Ding,
Nyonya Ding membawa harta sesan senilai sepuluh ribu keping emas
dengan iring-iringan megah.
Hari ini, pangeran kami ingin meminang Nona Xiaoqiao,
apakah Gubernur bersedia memberikan wilayah kekuasaan sebagai harta sesan?
Paman.
Pangeran, jika Wei Shao berhasil menguasai Xindu,
Yanzhou kemungkinan akan terseret.
Adik mungkin belum tahu.
Ayahku sudah berunding tentang perjanjian pernikahan
dengan Nyonya Besar Xu dari Keluarga Wei, Negara Wei.
Dia ingin menikahkan putriku, Daqiao, kepada Adipati Wei.
Adipati Wei sudah menjadi menantu Keluarga Qiao.
Jika kalian menikahi keponakanku, Xiaoqiao,
Pangeran dan Adipati Wei akan menjadi saudara ipar.
Bagaimana bisa dibilang terseret?
Paman,
saat kecil, aku mengalami bencana.
Berkat bantuan kedua paman, aku baru bisa seperti sekarang.
Aku dan Adik Sepupu
sudah dekat sejak kecil.
Kalian lihatlah.
Pangeran kami ini sejak kecil sudah setia dan penuh kasih.
Kalau begitu,
hari ini juga kita tetapkan tanggal pernikahannya
untuk merestui pasangan muda ini.
Ayo, aku bersulang untuk kalian.
Keluarga Kerajaan Liangya mewakili Pangeran Liu Yan
mengantar mahar untuk meminang pengantin baru.
Maharnya berupa sepasang angsa,
uang satu juta, sepuluh gulung kain sutra hitam,
dua belas kendi arak putih, dua belas kendi beras,
dua belas kendi jewawut, dua lembar kulit domba,
dan seekor kucing kutub.
Ini kucing kutub?
(Tao, Pelayan Xiaoqiao) Kenapa mirip dengan musang?
Ini memang musang.
Nyonya mungkin belum tahu. Sekarang, kucing kutub sulit ditemukan.
Lagi pula, kami melewati perjalanan yang sulit ke sini.
Mana ada waktu untuk berburu?
Lagi pula, bukankah keluarga biasa juga menggunakan musang?
Kami bukan keluarga biasa.
Baiklah.
Baiklah.
Bagaimana, Paman?
Memberi musang saja sudah cukup menghargai mereka.
Mana ada kucing kutub sebanyak itu?
Man,
jika Liu Yan tulus padamu,
kita tidak perlu mempermasalahkan formalitas seperti ini.
Lagi pula, kalian sudah dekat sejak kecil.
Tidak seperti kakak tertuamu,
dia akan segera menikah ke tempat berbahaya.
(Wei Liang, Jenderal Negara Wei)
(Wei Qu, Jenderal Negara Wei)
(Wei Xiao, Jenderal Negara Wei)
(Wei Duo, Jenderal Negara Wei)
Saudara sekalian,
kalian mau makan, tidak?
- Potonglah. - Kami sudah kelaparan.
Cepatlah.
Taburkan sedikit bumbu.
Tuan, sehari tidak berperang saja, kami sudah sangat tidak nyaman.
Xindu ada di depan mata. Kenapa tidak langsung diserang saja?
Tuan khawatir kita kalah?
Lebih baik mengepung Xindu daripada menyerangnya.
Wilayah dataran tengah sering mengalami kekeringan.
Persediaan pangan Li Su pasti tidak akan cukup.
Kota ini bisa jatuh tanpa penyerangan.
Untuk apa terburu-buru?
Apa yang kau kipas?
Bukankah mereka kekurangan pangan? Aku ingin memberi tahu mereka
bahwa kita bukan hanya punya persediaan pangan,
bahkan bisa makan daging.
- Tuan. - Penasihat Militer.
- Penasihat Militer. - Penasihat Militer.
(Gongsun Yang, Penasihat Militer Wei Shao)
Tuan, ada surat dari Nyonya Besar.
Nenek ada urusan apa?
Nyonya Besar sedang membahas perjodohan untuk Tuan.
Aku pernah bersumpah di hadapan Kakek.
Aku akan membunuh Li Su dan membantai Keluarga Qiao.
Sebelum dendam besar ini terbalaskan,
aku tidak akan menikah.
Baik.
Beri tahu aku dengan pelan.
Nyonya Besar ingin menjodohkan Tuan dengan siapa?
Bagaimana penampilannya?
Ambillah dan lihat sendiri. Cepatlah.
Putri Keluarga Qiao.
Putri Keluarga Qiao?
(Tuan Gongsun yang terhormat,)
(demi menyatukan kedua keluarga) Tuan, jangan emosi.
(dan mengakhiri permusuhan, harap bimbingan Tuan)
(untuk menyelesaikan urusan ini.) Coba pikirkan baik-baik.
Kita sudah lama berperang dan merebut banyak kota.
Sekarang, kita tiba di Xindu dan pasukan sudah kelelahan.
Jika saat ini Keluarga Qiao dan Li Su menyerang bersama,
pertempuran ini akan berakhir tragis.
Beraninya Penjahat Qiao itu
memaksa Nenek sampai seperti ini.
Jika saat ini, aku merebut Xindu,
apakah
akan bisa menghilangkan kekhawatiran Nenek?
Saudara sekalian,
bersiap!
Tuan.
Tuan, menyerang kota mendadak tidak menjamin kemenangan.
Jalan!
Jalan!
Empat belas tahun yang lalu,
Keluarga Qiao mengingkari janji
sehingga mengakibatkan keluargaku terbunuh
dan Xindu jatuh ke tangan orang lain.
Hari ini,
musuh ada di depan mata.
Pasukan sekalian, dengarkan perintah!
Ikut aku masuk kota.
Bunuh Li Su!
Bantai Keluarga Qiao!
- Bunuh Li Su! Bantai Keluarga Qiao! - Bunuh Li Su! Bantai Keluarga Qiao!
(Xindu)
- Bunuh Li Su! Bantai Keluarga Qiao! - Bunuh Li Su! Bantai Keluarga Qiao!
Hadapi lawan!
Bocah Wei Shao, serahkan nyawamu!
Jalan!
Jalan!
Jalan!
(Diperlukan untuk plot adegan perang)
(Jangan ditiru dalam kehidupan nyata, perlakukan hewan dengan baik)
Serang kota!
(Kediaman Qiao)
Man,
tenang saja.
Yanzhou adalah keluarga ibumu.
Setelah aku menikah dengan Wei Shao,
Kerajaan Liangya juga akan menghormatimu.
Fan.
Aku tidak ingin menikah dengan Wei Shao.
Aku juga tidak boleh pergi bersamamu begitu saja.
Bizhi,
kita akan segera berpisah.
Wei Shao.
Aku akan melawan Wei Shao.
Siapa tahu pernikahan itu bisa dibatalkan.
Kau hanya seorang kusir.
Bagaimana kau bisa melawannya?
Kau sudah bangun, ya.
Aku tidak bisa tidur lagi.
Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu.
Katakanlah.
Saat awal tahun,
aku memanfaatkan waktu luang
untuk menjahit pakaian pengantin bersama Bibi Chun untukmu.
Namun, perjanjian pernikahanku dengan Wei Shao terlalu mendadak.
Sepertinya, aku akan lebih dulu menikah daripadamu.
Bagaimana
kalau pakaian pengantin ini untukku dulu?
Kita berdua akan menikah,
tapi kenapa harta sesanmu lebih banyak?
Kalau begitu, aku akan bilang kepada Ibu agar menyiapkan lebih banyak untukmu
atau jika ada yang kau sukai, ambillah langsung dariku.
Aku juga bukan ingin berebut denganmu. Aku hanya berpikir,
setelah berpisah nanti, kita mungkin akan sulit bertemu kelak.
Kalau begitu, aku tentu harus menyimpan barang kesayanganmu di sisiku.
Dengan begitu, saat merindukanmu, aku bisa mengeluarkannya untuk dilihat.
Bukankah kau terus bilang ingin memakai kedua pakaian ini?
Ini untukmu.
Apakah masih ada?
Ini semua juga untukmu.
Apakah masih ada?
Ini yang kusulam sendiri. Aku masih belum memakainya.
Apakah masih ada?
Tunggu, kau setidaknya memberikan barang kesayanganmu kepadaku
agar bisa membuktikan bahwa hubungan kita sangat dekat.
Ini tidak boleh.
Tenang saja.
Aku akan menyimpan barang-barang ini dengan baik untukmu.
Apa pun yang kau inginkan, pasti akan Kakak berikan.
Yang penting Man bisa hidup harmonis dan bahagia kelak.
Begitu juga dengan Kakak.
Di antara kita berdua,
asalkan ada kau seorang yang bisa menikah dengan bahagia,
itu sudah cukup.
Di antara kita berdua,
asalkan ada seorang yang bisa menikah dengan bahagia,
itu sudah cukup.
Kenakanlah pakaianmu.
Aku akan membawamu ke suatu tempat.
Man,
kau ingin membawaku ke mana?
Cepatlah.
Man, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?
Jika kau menyukainya, pergilah bersamanya.
- Aku tidak akan pergi bersamanya. - Kau harus pergi.
Jika kau menikah ke Keluarga Wei, hidupmu akan hancur.
Siapa suruh aku adalah putri Gubernur
yang telah banyak menikmati penghidupan dari rakyat?
Sudah seharusnya aku menanggung ini.
Jika aku bilang kepadamu
bahwa aku ingin menggantikanmu menikah dengan Wei Shao,
apakah kau akan merestuiku?
Tidak!
- Wei Shao itu... - Dia bukan orang baik. Aku tahu.
Dengarkan aku.
Hanya ada dua jenis pernikahan wanita.
Pertama adalah seperti dirimu
yang bisa hidup bersama orang yang kau cintai.
Walaupun hidup sederhana, kau tetap merasa bersyukur.
Jenis lainnya adalah seperti aku.
Yang kuinginkan bukanlah suami yang membantu merias wajahku,
tapi status dan kekuasaannya.
Dulu, aku memang menyukai Pangeran Liu.
Namun, belakangan ini, aku menyadari bahwa dia bukan orang yang kuinginkan.
Karena takut kepada Wei Shao,
dia meremehkan Yanzhou dan mengabaikanku.
Jika begitu, lebih baik aku menikah dengan Wei Shao
supaya Keluarga Liu dari Kerajaan Liangya tunduk kepadaku.
Jika Kakak tidak memiliki simpanan pribadi,
semua ini pasti barang kesayangan yang sulit kau relakan.
Hanya saja, kecapi terlalu berat.
Jadi, kulepaskan senarnya untuk diberikan kepadamu.
Kau tidak akan menyalahkanku, 'kan?
Man, kau...
Man!
Man.
Jangan bergerak lagi.
Hari ini, aku membantunya kabur bersamamu
karena tidak ingin membiarkannya terjerumus dalam bahaya.
Namun, jika kelak aku tahu kau tidak memperlakukannya dengan baik,
aku pasti akan mengutus orang untuk membunuhmu.
Jika kau sungguh tulus mencintainya,
suatu hari,
aku pasti akan membantumu memohon kepada Paman dan Bibi
dan mendukungmu meraih kesuksesan.
Jika suatu hari Nona membutuhkan bantuanku,
aku rela mengorbankan nyawaku tanpa ragu.
Man.
Jika berlama-lama, nanti akan berbahaya.
Cepatlah pergi.
Man.
- Man! - Bizhi.
Man!
Nona Daqiao begitu polos.
Lebih baik dia pergi bersama Bizhi sekarang
daripada nanti menikah dengan Adipati Wei
dan dihancurkan berkeping-keping.
Nona, apa rencana Nona selanjutnya?
Coba cari lagi di kandang kuda. Cepatlah.
Baik, Nyonya.
- Kau sudah memeriksa kamarnya? - Belum, Nyonya.
- Cepatlah pergi! - Baik.
Nona meninggalkan sepucuk surat.
Apa yang terjadi? Di mana orangnya?
Ke mana dia?
Suamiku.
(Kepada Ibu tersayang,)
(aku hanya wanita biasa, tidak punya banyak keinginan.)
(Namun, aku sudah mencintai orang lain dan terpaksa kabur.)
(Setelah perpisahan ini, harap Ibu menjaga diri.)
(Putri tidak berbakti, Fan)
Apa yang harus dilakukan?
Begitu Fan pergi, pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan.
Surat pernikahannya sudah dikirim.
Nyonya Besar Xu juga telah menyetujui pernikahan ini.
Jika Adipati Wei menyerang kita dengan alasan pembatalan pernikahan,
ba... bagaimana kita menghadapinya?
(Zhang Pu,) Paling-paling kita bertarung
(Pembantu Militer Qiao Yue) habis-habisan dengan mereka.
Ci, lihatlah pria di keluarga kita, apakah ada yang bisa melawannya?
Menurutku, sebaiknya kita mengutus Zhang Pu pergi ke Xindu
untuk menjelaskan kebenarannya dan meminta maaf kepada Adipati Wei.
Tunggu, Adipati Wei begitu mengerikan. Bagaimana aku sanggup menghadapinya?
Katakan saja...
Katakan saja, Fan pergi bersembahyang dan diculik... diculik oleh penjahat!
Tuan, jangan.
Pasukan Negara Wei sangat berbahaya.
Jika aku pergi sendirian, bukankah itu sama saja menyerahkan diri
dan mati dengan sia-sia, Tuan?
Tuan, aku punya sebuah ide untuk mengatasi masalah ini.
Cepat katakan.
Berhubung Nona sudah tidak bisa ditemukan,
bagaimana kalau...
Mak... maksudmu,
biar Man yang menggantikannya menikah?
Ide bagus.
- Suamiku. - Berengsek!
- Ide macam apa yang kau berikan? - Bagus.
Ini ide yang bagus.
Man sudah dijodohkan dengan Liu Yan.
Tidak.
Negara Wei kuat, sedangkan Liangya lemah.
Sekarang, kita hanya bisa mengutamakan Negara Wei.
Jika tidak, kita akan binasa!
Kakak, kita juga tahu Wei Shao itu orang seperti apa.
Mengirim Man ke sana di saat seperti ini,
bukankah itu sama saja dengan menjerumuskannya dalam bahaya?
Lalu, menurutmu harus bagaimana?
Yang terpenting sekarang adalah mencari kembali Fan dulu.
Ini memang takdir.
(Xindu, Negara Wei)
Empat belas tahun yang lalu,
aku membantai kota selama tiga hari.
Ternyata, kau masih bisa lolos.
Lalu, apakah kau ingin tahu
bagaimana aku bisa lolos?
Namun, saat itu,
tiga generasi keluargamu tewas di tanganku.
Sayangnya,
aku hanya punya satu nyawa.
Ini sepadan.
Tuan, bagaimana kita akan menindaknya?
Bunuh dia.
Membunuhnya langsung terlalu menguntungkannya.
Masukkan dia ke peti.
Tidak boleh dibunuh!
Tuan, dia tidak boleh dibunuh!
Penasihat Militer.
Sudah dipotong.
(Tembok Rakyat)
(Tembok Rakyat) Tuan terlalu gegabah.
Semua orang tahu bahwa kau bermusuhan dengan Li Su.
Namun, dengan tidak membunuhnya, kau bisa memenangkan hati rakyat.
Untuk apa aku memenangkan hati rakyat?
Aku hanya ingin Li Su mati.
Tuan memang berhasil mendapatkan Xindu,
tapi memulihkan kota tetap membutuhkan bantuan rakyat.
Empat belas tahun yang lalu, setelah Li Su membantai kota,
seluruh penduduk kota
membangun Tembok Rakyat ini dengan benda peninggalan keluarga
untuk mengungkapkan duka.
Sudah 14 tahun berlalu.
Rakyat Xindu sudah banyak menderita karena perang.
- Jika bisa mengadakan pernikahan... - Aku mengerti.
Tuan
ingin menasihatiku untuk mengutamakan kepentingan bersama
dan mendorong pernikahan ini?
Tuan,
menurutku, yang terpenting sekarang adalah memulihkan kekuatan pasukan.
Jangan menyerang dengan gegabah lagi.
Namun, pendapat kita berbeda.
Aku ingin langsung
merebut Panyi.
Man.
Sejak kecil, kau tumbuh besar di sisiku dan sedikit memahami strategi.
Hidupmu tidak bisa dikatakan nyaman, tapi setidaknya tidak sulit.
Kakek,
aku sedang berpikir,
jika ingin membuat Adipati Wei menuruti kehendakku
untuk bersekutu dengan kita,
itu berarti aku harus tahu apa yang ingin dia dapatkan dariku.
Panyi adalah gerbang Yanzhou dan punya banyak aliran sungai.
Jika Wei Shao ingin menyerang Yanzhou,
target pertamanya juga pasti adalah Panyi.
Jika menjadikan Panyi sebagai harta sesanku,
aku tidak perlu khawatir dia tidak akan menikahiku.
Kau lebih hebat daripada paman dan ayahmu.
Sayangnya, kau terlahir sebagai perempuan
dan tidak bisa tinggal lama.
Man.
Entah Langit sedang menyayangi atau justru menghukum Keluarga Qiao.
Bisa-bisanya kami punya keturunan sepertimu.
Apakah ada lagi yang ingin Kakek pesankan?
Kau
perlakukan dia
dan Keluarga Wei
dengan lebih baik.
Utangku 14 tahun yang lalu
malah harus dibayar dengan mengandalkanmu.
Ini adalah segel Panyi.
Sekarang, aku serahkan kepadamu untuk disimpan baik-baik.
Terima kasih, Paman.
Man,
jangan salahkan Paman.
Tidak apa-apa.
Man,
sering-seringlah mengirim surat.
♪Senja melintang di kampung halaman dan menerangi dunia♪
♪Menghadap bulan dan maju melawan bintang seorang diri♪
♪Setiap langkah menatap salju di negeri luas, datang memenuhi janji♪
♪Takdir bergejolak, kehidupan mengambang jauh♪
♪Amarah, kebodohan, cinta, dan kebencian sulit terurai♪
♪Pisau di depan mata, air mata yang berlinang♪
♪Kerinduan yang membentang jauh paling sulit dilupakan♪
♪Mengorbankan diri untuk mencapai perdamaian♪
♪Berlabuh di mimpi indah♪
Di dunia ini, tidak ada yang lebih lembut daripada air.
Seumur hidup, aku menangani air.
Aku sangat memahami prinsip
bahwa kelembutan bisa mengalahkan kekerasan.
Ingatlah ini,
maka nyawamu akan bisa diselamatkan.
Jika beruntung, itu bisa membuat penguasa tunduk kepadamu.
Kau juga harus merencanakan lebih banyak untuk Yanzhou.
Tuan,
persediaan pangan, pasukan, dan kuda di kota
sudah selesai dihitung dan dicatat di sini.
Apakah catatan kependudukannya sudah diperiksa?
Penduduk di sini sangat sulit diatur.
Kenapa?
Entah bagaimana Li Su memfitnah kita.
Sudahlah,
tidak perlu dikatakan.
Tidak apa-apa.
Aku yakin beberapa waktu lagi akan membaik.
Tuan!
Tuan, rombongan pengantar pengantin dari Keluarga Qiao
sudah hampir tiba di gerbang kota.
Kau benar-benar tidak takut mati,
Bahkan, berani datang menyerahkan diri.
Ambilkan busur!
Tuan.
Tuan!
Tuan, tunggu.
Berhubung Keluarga Qiao ingin memohon damai,
kenapa Tuan tidak terima saja dan menikahi putri Keluarga Qiao?
Dengan begitu, kita bisa mendapatkan Panyi.
Panyi.
Kita tidak perlu mengorbankan pasukan satu pun.
Hal baik seperti ini, harap Tuan pertimbangkan baik-baik.
Harta sesan putri Keluarga Qiao itu sungguh megah.
Sungai luas begitu indah. Dua gadis jelita sungguh memesona.
Dua gadis jelita itu
merujuk kepada kedua putri Keluarga Qiao.
(Xindu)
Biarkan mereka masuk.
Buka gerbang kota!
(Xindu)
Besok, Tuan akan menikah dengan utusan pernikahan Yanzhou.
Kenapa Tuan tidak beristirahat lebih awal?
Aku memanggil Penasihat Militer ke sini untuk merundingkan hal ini.
Kini, kerusakan di Xindu masih perlu dibangun kembali.
Yang terpenting sekarang
adalah mengorganisir rakyat untuk membangun kembali pertahanan kota.
Saat ini,
aku benar-benar tidak cocok untuk menikahi putri Keluarga Qiao.
Kedua hal ini tidak bertentangan.
Cobalah Tuan pikirkan bersamaku.
Di seluruh dataran tengah,
jika beberapa kekuatan keluarga ini bersatu,
apakah itu mirip dengan seekor rusa?
Yanzhou
(Yanzhou) berada di kepala rusa,
(Negara Wei) Negara Wei di bagian perut,
(Bianzhou) Bianzhou di punggungnya,
(Liangya) sementara Liangya di kedua kakinya.
(Panyi) Panyi
punya dataran yang tinggi dan merupakan gerbang menuju Yanzhou.
Apakah ia mirip dengan jantung rusa ini?
Yanzhou bersedia memberikan jantungnya kepada kita.
Syaratnya adalah bersekutu.
Itu adalah harga yang harus dibayar.
Jika dia
bersedia menyerahkan Panyi kepadaku,
tidak membunuhnya sudah merupakan kebaikan hatiku kepadanya.
Tuan Gongsun terkenal di seluruh dunia. Aku sangat mengagumimu.
Setelah bertemu hari ini, Tuan memang luar biasa.
Kau terlalu memuji.
Aku tidak seperti Tuan Zhang yang punya bakat luar biasa.
Yanzhou memang tanah subur yang melahirkan orang-orang berbakat.
Terutama Panyi, pemandangan airnya benar-benar indah.
Dulu, aku sempat mengunjunginya.
Hanya saja, aku sudah lama tidak ke sana.
Entah bagaimana situasinya sekarang?
Kebetulan sekali.
Panyi adalah harta sesan yang disiapkan tuan kami untuk Nona.
Setelah melangsungkan pernikahan,
Penasihat Militer bisa ikut berkunjung dan melihatnya sendiri.
Itu bagus sekali.
Jika demikian,
biar Tuan dan Nona
melangsungkan pernikahan di Panyi saja.
Menurutku, Xindu begitu megah.
Melangsungkan pernikahan di sini lebih cocok dengan aura Adipati Wei.
Xindu tidak semakmur Panyi.
Apalagi, di sini baru saja mengalami perang besar.
Banyak kerusakan yang perlu dibangun kembali.
Panyi tidak bisa menandingi Xindu dalam hal pasukan dan kuda.
Jalinan pernikahan kedua keluarga adalah perkara besar.
Aku khawatir akan ada yang mengganggu.
- Iklim di Panyi lebih baik. - Suhu di Xindu lebih nyaman.
Panyi adalah kampung halaman Nona.
Xindu adalah wilayah kekuasaan Adipati Wei.
Nona, kenapa mereka meributkan hal ini?
Negara Wei meminta
agar segel Panyi diserahkan sebelum pernikahan dilangsungkan.
Sementara itu, Yanzhou meminta
agar segel Panyi diserahkan setelah pernikahan dilangsungkan.
Bagaimana jika mereka mengingkari janji setelah mendapatkan segel?
Jadi, kita tidak boleh mengalah dalam hal ini.
Pergilah.
Kota Xindu pernah mengalami tragedi.
Empat belas tahun yang lalu, puluhan ribu orang terkubur di sini.
Hal itu tidak perlu dibahas lagi.
Jika Yanzhou tidak punya itikad baik,
kalian bisa pulang
dan membawa orangnya pergi dari sini.
♪Cahaya bulan bagai lautan sunyi♪
♪Namun, terpisah oleh jarak♪
♪Dengan embusan napas hangat, mimpi pun mulai menyala♪
♪Lalu, tersapu rindu♪
♪Melintas di ujung jariku♪
♪Perlahan-lahan menyentuh hatiku♪
♪Bagaikan kenangan lama♪
♪Namun, tersembunyi dalam kerinduan♪
♪Di ujung kata cinta, tidak ada lagi yang diharapkan♪
♪Semuanya hanya hasrat♪
♪Pernah berkelana di siang dan malam♪
♪Sulit dimiliki keduanya♪
♪Dalam perang, kita bertemu dan berpisah♪
♪Dalam pelukan, terukir kehangatan abadi♪
♪Sekilas pandang♪
♪Bagaimana melupakan kehidupan ini?♪
♪Aku bersedia melewati gunung dan lautan demi kisah cintamu♪
♪Menunggu masa tua tetap seperti pertemuan pertama♪
♪Hujan di selatan tidak kunjung reda jatuh perlahan di antara alismu♪
♪Terukir di relung hati♪
♪Aku bersedia memutuskan takdir untuk melindungi senyummu♪
♪Meski di belakangku hanya ada badai dan salju♪
♪Segala gelombang hidup hanya untuk kerinduan ini♪
♪Hidup ini♪
♪Tidak sia-sia♪
♪Aku bersedia melewati gunung dan lautan demi kisah cintamu♪
♪Menunggu masa tua tetap seperti pertemuan pertama♪
♪Hujan di selatan tidak kunjung reda jatuh perlahan di antara alismu♪
♪Terukir di relung hati♪
♪Aku bersedia memutuskan takdir untuk melindungi senyummu♪
♪Meski di belakangku hanya ada badai dan salju♪
♪Segala gelombang hidup hanya untuk kerinduan ini♪
♪Hidup ini♪
♪Tidak sia-sia♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.