Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Hei! Hati-hati! Kau gila?
Gautam.
Hai sayang.
Pamanmu dari Seattle sedang di resepsionis
tapi hotelnya tidak punya kamar.
Tolong bicara dengan orang ini. Keadaan makin canggung.
Ya, halo.
Pak, istrimu bersikeras masuk kamar 405. Tapi kamar itu sudah ditempati.
Kami memindahkan kamar 601 tamu ke 405.
Champa.
Champa.
Champa.
Champa.
Itu topi bayiku. Di mana bayiku?
Sayang, kau menemukan Rambo?
Aku akan memeriksa platformnya.
Pesta tidak akan seru tanpamu.
Semua itu karena dia sehingga dia bersikeras agar aku pergi.
Cepat jemput Rambo.
Ya, aku akan membawa si perusak kesenangan itu.
Lepaskan aku!
Bajingan! Kau tak akan ke mana-mana.
Siapa kau?
Jangan sakiti dia sayang. Jangan terlalu negatif.
Aku tidak... dia harus melanjutkan hidup. Aku benci perayaan depresi.
Itu kalimat siapa?
Kalimatku.
Ya, tentu.
Kenapa tidak bisa jadi kalimatku?
Beritahu orang lain.
Tunggu sebentar... Indu. Aku akan meneleponmu kembali.
Apa-apaan ini!
Itu saudaraku.
Lepaskan dia.
Raman. Apa yang terjadi?
Saudaramu mencuri bayi perempuan ini.
Jangan bicara omong kosong.
Apa yang terjadi, bro?
Aku menemukan topi ini di tanah. Lalu mereka mengira aku mencuri bayi itu.
Topi itu ada di tangannya.
Seorang perempuan menabrakku dan menjatuhkan topiku.
Apa ini?
- Ini salah paham... - Mundur.
Pak, lelaki ini mencuri putriku. Topinya ada di tangannya.
Topinya terjatuh saat dia menabrak perempuan.
Perempuan?
Perempuan itu menjatuhkan topinya.
Perempuan yang mana?
Kau mengenalnya?
Bagaimana mungkin aku kenal?
Dia tidak mengenalnya.
Diam.
Kau, kemari.
Dengarkan aku. Tolong tenangkan dirimu.
Pak, aku baru turun dari kereta.
Aku meninggalkan ponselku untuk diisi dayanya dan menunggu saudaraku.
Aku membeli biskuit dan
kau bisa tanya padanya.
Aku beli biskuit padamu, kan?
Ya, dia membeli biskuit.
Kau melihatku dengan bayi?
- Tidak. - Lihat?
Kau melihat hal lainnya?
Orang idiot mana yang akan bertahan setelah mencuri bayi?
- Dia sudah pergi. - Telepon polisi.
Champaa...
Ya Tuhan!
Siapa pun tolong dia.
Dia mengambil bayiku.
Bawa dia ke bangku cadangan.
Bayiku... aku kehilangan dia.
Kalian tidak berpikir dulu sebelum menuduh seseorang.
Jangan kehilangan harapan.
Jangan berkerumun di dekatnya.
Ke sini.
Ayo cepat keluar dari sini.
Orang biadab berdarah! Pergi untuk satu pon daging.
Kalian.
Kemari.
Ada apa, Pak?
Kubilang, kemari.
Semuanya sudah beres. Apa selanjutnya?
Dia satu-satunya saksi.
Polisi akan datang. Mereka akan meminta pernyataannya.
Kau saja.
Aku tidak bisa.
Silakan, Pak.
Kau sedang bertugas. Kami sedang terburu-buru.
Aku tidak punya wewenang.
Aku sudah menelepon polisi setempat. Itu tugas mereka.
Kau punya wewenang, Pak.
Ayo. Kita bicara secara pribadi...
Kesombongan apa ini?
Kau seharusnya malu.
Dari obrolan?
Omong kosong yang menyebalkan.
Hanya mau ngobrol.
Seorang perempuan kehilangan bayinya. Dan kau...
Pak, butuh berapa lama?
Akan memakan waktu selama dibutuhkan.
Bekerja samalah dengan polisi.
- Baik, Pak. - Kau tampaknya orang baik.
Omong kosong seperti itu tidak cocok untukmu.
Pak...
Jangan berkerumun sekarang.
Kau melihat bayiku?
- Tidak, maaf. - Dia masih sangat kecil.
Kita terjebak dalam kekacauan ini, kawan.
Kenapa harus hari ini?
Ibu akan stres.
Kita akan beritahu dia kalau keretanya terlambat.
Wah, sudah terlambat.
Teh?
Tequila?
Ayo. Aku punya.
Ada yang mencuri Champa dari stasiun kereta api.
Aku tidak bisa hidup tanpanya, Geetu.
Aku akan melompat di depan kereta.
Bayiku sudah tidak ada.
Aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Lebih baik aku mati.
Jhumpa, kau tidak boleh gila.
Dengarkan aku. Berhentilah menangis.
Carilah dia. Kau akan menemukannya.
Jangan menangis. Bangunlah.
Tanya orang lain, cari dia. Jangan menyerah.
Polisi tidak akan membantumu.
Kau harus mencari Champa.
Dia tidak punya siapa-siapa lagi.
Aku akan meminta bantuan saudaramu.
Jangan khawatir. Aku bersamamu.
Pergi sekarang.
- Keretanya belum datang? - Wah, Ibu. Cantik sekali.
Jangan mengubah topik.
Teleponnya juga dimatikan.
Aku akan kirim pesan kalau dia sudah di sini.
Tidurlah. Acaranya beberapa jam lagi.
Oke.
Tapi tolong jangan lupa meneleponku.
Jangan khawatir, Ibu. Tidurlah.
Pastikan kau menelepon.
Ya, tentu. Berikan teleponnya pada Indu.
Hei, apa kabar?
Dia mengatakan sesuatu?
Dia mau kedua putranya hadir saat dia minum koktail.
Apa lagi?
Dialah yang memaksaku pergi.
Dengan Ibu, selalu ada pemerasan emosional.
Apa yang kau inginkan?
Kau pasti pernah melihat perempuan itu?
Tidak, tidak.
Dia melewatimu.
Aku bukan penjaga.
Pak, tentu kau melihatnya?
Tidak, dia bergegas pergi.
Aku melihat selendangnya.
Warnanya abu-abu. Seperti semen.
Itu saja.
Tapi hidungnya mancung. Aku ingat itu.
Itu...
...sangat tidak biasa.
Ada apa?
Panjang, seperti paruh burung beo.
Cukup panjang.
Pak.
Maukah kau membantuku?
Ya, tentu.
Ambil ini.
Simpan saja.
Jangan begini.
Simpan saja.
Apa?
Hentikan, bro!
Lihat sikapmu.
Apa yang kau lakukan?
Dia mau bantuan. Aku memberinya uang.
Tepat sekali. Dia meminta bantuan.
Uang adalah kunci pada saat seperti ini.
Apa?
Tidak ada apa-apa.
Kenapa kau lama sekali?
Selesai, Pak.
Pak, dia tidak berpikir jernih.
Jangan khawatir.
Aku akan memberi tahu polisi
perempuan lain yang mencuri bayi itu.
- Aku tidak punya uang kembalian. - Simpan saja.
Kulitnya gelap. Tingginya sekitar lima kaki.
Selendang abu-abu.
Hidung paruh burung beo. Ada lagi?
Pak, hanya itu yang kami tahu.
Bisa kami pergi?
Pergilah, jika kau terburu-buru.
Tidak, Pak. Aku tidak bisa tinggalkan saudaraku.
Dan lewati pernyataan tersebut?
Pak, aku tidak bermaksud...
Ya, kau.
Siapa namamu?
Raman Bansal Pak. Aku baru memberitahumu.
Apa pekerjaanmu?
Aku fotografer.
Fotografer apa?
Pak, dia pekerja lepas. Untuk berbagai majalah...
Diam!
Bagaimana pekerjaanku memengaruhi kasus ini?
Biar aku yang putuskan.
Di mana kau berada pada saat kejahatan?
Halo.
Halo.
Aku perlu memberitahumu sesuatu.
Ya... di mana ibu bayinya?
Dia ada di sekitar sini tadi.
Di sini, di peron.
Panditji.
Jelas, dia tidak peduli.
Bagaimanapun.
Kenapa kau tidak mengejar perempuan itu?
Aku tidak tahu kalau dia penculik, kalau tidak, aku akan menghentikannya.
Apa yang kalian lakukan di sini?
Apa yang dilakukan di stasiun kereta api?
Apa yang dilakukan?
- Katakan. - Pak, sebenarnya...
Tidak. Kami tidak tahu.
Mohon pencerahannya.
Pak, dia ketinggalan pesawat dan harus bergegas naik kereta.
- Apa namanya? - Pathankot.
Dia datang dengan kereta ekspres Pathankot.
Aku abangnya. Datang menjemputnya.
Keretanya juga tertunda... Kami akan menghadiri pesta pernikahan.
Pernikahanmu?
Tidak, Pak.
Lalu?
Pernikahan siapa?
Ibu.
Ibu siapa?
Ibu kami. Kau punya masalah?
Baiklah, langsung saja ke intinya.
Pak, kami sudah lama di sini. Dia lelah.
Kami tidak melakukan kesalahan apa pun. Kau tahu itu.
Pak Bansal.
Di sini, yang penting tinju dulu sebelum fakta.
Paham?
- Tidak ada ampun bagi orang luar di sini. - Dimengerti, Pak.
Lepaskan aku. Pergilah.
Dia melarikan diri.
Hei... berhenti.
- Pak, dia bohong. - Aku mendengarnya.
Perempuan gila ini mencakar wajahku.
Dia berhubungan dengan perempuan itu.
Pak, aku hanya seorang penjual teh.
Dia mencuri bayiku.
Dia menelepon komplotannya.
Dan memperingatkannya. Aku mendengarnya.
Aku bercerita pada temanku tentang penculikan itu.
Dia menyerangku tanpa alasan.
Dia menuduhnya sebelumnya.
Kalian terlibat.
Hei, tenang.
Atau kami tidak bisa membantumu.
Pak, kupikir dia benar.
Aku juga punya keraguan tentang dia.
Lihat?
Apa yang kau lakukan, Raman?
Benar juga. Kenapa kau sembunyikan ponselmu?
Aku baru membuat teh.
Dia menyembunyikan ponselnya saat aku memergoki mendengarkan.
Jangan ikut campur.
Dia bohong.
Biarkan dia.
Hubungi saja nomor terakhir yang dihubungi. Nanti kita akan tahu.
Diam.
Lakukan panggilan.
Pak, aku tidak punya saldo.
Pembohong brengsek! Dia jelas terlibat.
Aku sudah melakukan kesalahan. Maafkan aku, Pak. Mohon ampun.
Siapa namanya?
Surili.
Kami bertemu sebulan yang lalu.
Aku hanya perlu memberinya tip dan mendapatkan 5.000 per bayi.
Dasar brengsek. Berapa banyak bayi yang kau curi?
Demi Tuhan, ini pertama kalinya bagiku, Pak. Maafkan aku, Pak.
Jika dia tidak ditemukan, kau yang akan disalahkan.
Aku tak sengaja mendengar dia memanggil seseorang ke Rumah Terkutuk.
Jangan bicara omong kosong!
Tidak ada seorang pun yang cukup bodoh pergi ke Rumah terkutuk itu.
Demi Tuhan, Pak. Aku mendengarnya. Dia bersembunyi di sana.
Kau pikir kami orang bodoh yang akan percaya apa saja?
Aku tidak bohong, Pak.
Pak, dia menggertak.
Perempuan itu tidak akan bertahan.
Pak, ayo. Champa ada di sana. Kau sudah mendengarnya...
Kemana?
Rumah Terkutuk...
Kita perlu membuat laporan di kantor dulu...
Kita bisa melakukannya nanti. Pertama, kita perlu menemukan Champa.
Kau mendengkur saat bayi diangkat.
Diam sekarang.
Dia benar, Pak.
Kau pengacaranya?
Dia tidak salah. Kau harus pergi sekarang.
Apa yang kau lakukan?
- Jangan ikut campur dalam pekerjaanku! - Tepat sekali!
Kenapa kau jadi agresif?
Mau melihatku agresif?
- Biarkan mereka melakukan pekerjaannya. - Mereka membuang-buang waktu.
Kau pikir kita membuang-buang waktu?
Pak, dia tidak bermaksud begitu...
Itu hanya membuang-buang waktu. Dia baru memberitahumu tentang kutukan...
Jelaskan protokol polisi padanya.
Biar mereka melakukan pekerjaannya.
Pak, berapa nomor divisimu?
Kenapa? Apa yang akan kau lakukan?
Kau pikir kau siapa, brengsek?
Pak, jangan mengumpat. Kau gila?
Pergi dan tunggu di luar.
Tunggu.
Aku akan membawanya, Pak. Aku akan membawanya.
Ayo, kita cari bayinya.
Segera minta maaf.
Maaf, Pak. Aku minta maaf.
Dia saksi.
Dia tidak akan pergi kemana pun.
Pak, tolong!
Katakan maaf.
Tentu, Pak.
Ayo.
Maaf.
Apa yang terjadi padamu?
Ada yang salah?
Aku baru kehilangan ketenanganku. Mereka begitu tidak berperasaan.
- Maaf. - Apa yang dikatakannya?
Kita harus pergi bersama mereka.
Ke rumah terkutuk.
Rumah terkutuk?
Kita akan menemukan bayinya?
- Hanya 15 menit. - Kalau kita tidak menemukannya?
- Kita akan pergi. - Kita akan terus mencari?
- Tidak, tidak, tidak. Kita akan pergi. - Menghabiskan waktu seharian di sini?
Tidak. Hanya 15 menit.
Kau mau melewatkan pernikahannya, kan?
Tidak mungkin. Aku punya hadiah untuk Ibu.
Bro, mereka tidak akan menolongnya.
- Dia akan mati tanpa bayinya. - Karenamu, aku juga terjebak.
Aku harus ada di sana. Setidaknya satu putra harus ada di sana.
Ayo.
Pergilah. Aku akan mengurusnya nanti.
Ayo.
Raman.
- Gautam, kita tak bisa pergi, bro. - Ikutlah denganku.
Dia mengambil KTP-ku.
Kenapa kau memberikannya?
Maafkan aku. Aku akan meminta maaf pada mereka.
Kita terjebak. Kita terjebak parah.
Catatlah kata-kataku. Kita dalam masalah besar.
Apa yang akan kukatakan pada Ibu?
Balwant akan datang menjemput bocah pembawa teh.
Bawa dia ke dokter dulu.
Hei!
Bawa dia.
Selamat datang, Bu. Siap melayanimu.
Ayo cepat.
Tutup pintunya lebih keras.
Tetap ikuti kami.
Pak, KTP dia?
KTP apa?
Ayo.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Sebenarnya mereka mau membawa kita ke mana?
Ini arah yang berlawanan.
Hubungi keluargamu untuk membantu.
Kami akan pergi setelah mengantarmu.
Hanya Champa yang kupunya.
Champa nama putrimu?
Ya.
Berapa umurnya?
Lima bulan.
Kau akan menemukannya.
Jangan memberinya harapan palsu.
Kau mau pulang?
Manali.
Manali? Saat puncak musim dingin.
Dengan bayi berusia lima bulan?
Jadi?
Jadi, itu tidak aman.
Itulah hidup kami.
Kami pindah untuk bekerja.
Membangun rumah dan jalan.
Tidak ada pekerjaan di desamu?
Aku meninggalkannya.
Kenapa?
Polisi mengajukan kasus palsu pada suamiku.
Dia mati di penjara. Aku melarikan diri.
Kasus apa?
Bro.
Haruskah aku mengemudi?
Bro.
Bro.
Tunggu.
Menepi ke pinggir.
- Apa yang terjadi? - Menepilah.
- Turunlah. - Aku bisa menyetir.
Ya, tentu.
Turun.
Kau tertidur.
Kita kehilangan mereka. Brengsek.
Kenapa kau tidak bicara pada Ibu?
Dia terus menanyakanmu sepanjang waktu.
Bro, kau ada di sana bersamanya.
Tapi dia bertanya tentangmu.
Dia merindukanmu.
Hentikan rasa bersalah yang membuatku merasa bersalah.
Kau tahu aku ketinggalan pesawat.
Kau seharusnya mengambil yang berikutnya.
Harganya 21.000.
Berhentilah mengkhawatirkan uang.
Aku yang membayarnya.
Kenapa kau mau melakukan itu?
Kenapa aku tidak bisa?
Penghasilanku cukup.
Kau juga... meninggalkannya.
Ya. Biarkan saja. Kumohon.
Penerbangan berikutnya empat jam kemudian.
Tidak mungkin sampai sebelum jam 01:30.
Dan kereta apinya tiba jam 02:00.
Tapi itu tidak terjadi. Kau terlambat.
Dan melewatkan pesta.
Jhumpa.
Polisi ada di tempat saudaramu.
Dia sudah menceritakan semuanya pada mereka.
Mereka tahu kereta mana yang kau naiki dan mereka punya fotomu.
Hati-hati di belakang, Jhumpa.
Bukan salahku kalau kereta terlambat.
Semua orang tahu kereta api datang terlambat.
Penerbangan juga terlambat dan dibatalkan.
Petir juga bisa menyambar kami.
Aku ke sini untuk menghadiri pernikahanmu, kan?
Haruskah aku mengucapkan terima kasih?
Tidak, berikan aku medali.
Sekarang apa!
Siapa saja orang-orang itu?
Siapa tahu.
Apa yang terjadi, Pak?
Kau mau ke mana?
Kami bersama polisi yang lewat dengan motor motor.
Telepon saja mereka. Aku akan konfirmasi.
Kita punya kontaknya?
Kau mau ke mana?
Ke Mandawa.
Ke arah yang berlawanan?
Seperti yang kukatakan, kami mengikuti polisi.
Tunjukkan KTP-mu. Keluar.
Apa masalahnya, Pak?
Periksa bagian bagasinya.
Ada seorang perempuan di dalam mobil.
Diam dan keluar.
Keluarlah kalian. Bawa dia keluar.
Awasi perempuan itu.
Inilah trio itu.
Apa perilaku ini?
Periksa boot dengan benar.
Kami terlihat seperti penjahat?
Kami akan pergi untuk pekerjaan penting.
Inilah mereka.
Apa kendalanya?
Pak, aku punya informasi. 30 menit yang lalu, dua lelaki dan seorang perempuan
mencuri bayi dari stasiun kereta api Kumba dan melarikan diri dengan mobil SUV hitam.
Ini video omong kosong.
Semua orang di dalam mobil hitam adalah penculik?
Diamlah. Mundurlah. Kita akan membereskannya.
Berita tentang ketiganya viral.
Kelompok Pengawas Pemuda kita mendapatkan semua informasi terkini.
Periksa sumbermu.
Sumberku bisa dipercaya.
Petugas kehutanan bukan polisi.
Mereka bersamaku. Beraninya kau menghentikan mereka?
Anak-anak kita dalam bahaya.
Kita harus waspada.
Mereka tersangka.
Mereka bukan tersangka.
Mereka saksi.
- Masuk ke mobil. - Tunggu.
Tuliskan.
Tetaplah pada batasanmu.
- Bicaralah pada atasanmu. - Jangan halangi aku.
Badut mau secara tertulis!
Ya Pak!
Pak, aku punya masukan.
Dua lelaki di dalam mobil hitam...
Tapi Pak...
Masuk ke dalam mobil.
Ayo. Masuk ke mobil!
Aku terlihat seperti pencuri bayi?
Tak apa. Sudah berakhir.
Lihatlah cara dia bicara.
Sudah kubilang dia akan membuat kita dapat masalah.
Ada apa denganmu?
Sudahlah bro. Itu bukan salahnya.
Bangun, bung.
Kalau polisi tidak datang, kita pasti celaka.
Jika polisi melakukan tugasnya, kita tidak perlu terlibat.
Dia benar.
Diamlah.
Tidak bisakah bicara?
- Tenang saja, bro. - Aku tenang, kan?
Bukankah polisi melakukan tugasnya?
Hanya karena kita ada di sini.
Tidak bisa kau melihat ini?
Kita tidak bisa ke mana-mana.
Tanpa kita, dia tidak punya kesempatan.
Aku tidak peduli!
Aku minta maaf atas masalah yang sudah kutimbulkan...
Aku akan menemukannya sendiri.
Hei.
Tetap di sini.
Kenapa kau pergi?
Raman... ini pernikahan Ibu.
Aku tidak bisa ke mana-mana, kan?
Jika begini caramu mengelola acara, tak heran klien terus mengeluh.
Ibu mau anyelir putih dan kau dapat anggrek biru!
Buang saja.
Jangan beri aku masalah. Aku mau solusi.
Perusahaan tidak membayarnya.
Panditji. Apa yang terjadi?
Dia kabur. Tangkap dia.
Champa.
Hentikan dia.
Bagaimana ini terjadi?
Tanyakan padanya.
Kenapa kau menyerangnya?
Aku mencoba membantu.
Pak, dia menyerang lebih dulu. Itu bukan salahnya.
Itu membela diri, kan? Kecelakaan.
Simpan untuk di pengadilan.
Di mana perempuan itu?
Di sana.
Itu jalan buntu.
Itulah kutukan tempat ini, Pak.
Kita juga dikutuk.
Untuk menghabiskan hari kita mengerjakan dokumen.
Putriku tidak ada di sana.
Tidak mungkin menemukannya sekarang.
Dialah satu-satunya petunjuk kita.
Bagaimana kita menyelidikinya sekarang?
Kenapa kau membunuhnya?
Kenapa?
Itu sebuah kesalahan. Dia tidak bermaksud begitu.
Bagaimana aku bisa menemukan Champa sekarang?
Pak, ayo kita periksa ke dalam. Kita mungkin menemukan petunjuk.
Bagaimana pun, itu tempat persembunyiannya.
Pak, kepalaku pusing.
Ayo.
Panditji.
Jaga dirimu.
Itu bukan salahmu.
Aku akan cari tahu sesuatu.
Ayo.
- Ayo. - Ya, Pak.
Aku akan segera kembali. Aku akan cari tahu sesuatu.
Kau mau ke mana?
Tetap dalam mobil saja.
Kemari.
Duduk.
Turun!
Bawa traktor dan beberapa lelaki ke rumah terkutuk.
Ya, Pak.
Seorang lelaki juga terlibat.
Dia melarikan diri dengan bayinya.
Keduanya pecandu. Itu sarang cinta mereka.
Penculikan terakhir tampaknya seperti ulah mereka.
Kami sedang mengerjakannya, Pak.
Pak Bansal, daerah ini terkutuk.
Orang-orang marah dan bisa meledak kapan saja.
Bagaimana kita bisa mengawasi setiap anak?
Para dewa marah karena suatu alasan.
Ini bayi ke 6 bulan ini.
...dan tidak ada satupun yang ditemukan.
Saudaramu menggigit lebih dari yang bisa dikunyahnya.
Siapa yang dirugikan?
Kau.
Aku hanya membantumu.
Silakan saja.
Jika kita mendesak adanya pembunuhan
hidupmu hancur.
Ayo.
Ya, Pak.
Jika tidak menemukan apa pun datang ke kantor pusat.
Pusat Rehabilitasi
Ibunya bersamaku.
Acchelal: Pecandu Opium. Kunjungan terakhir 3 hari yang lalu
Dia orang Bengali.
Jhumpa Mahato.
Peringatan merah? Kau yakin?
Dia datang dengan Mahanagri Express.
Ya, Pak.
Ya, sekitar 27.
Ya, Pak.
Dia sudah menipu kami.
Ya, Pak.
Aku meragukannya.
Baik, Pak. Aku akan menangkapnya.
Jhumpa.
Apa yang terjadi, Pak?
Kau lihat Jhumpa?
Tidak, Pak. Aku bersamanya.
Apa yang terjadi, Pak?
Ternyata Jhumpa seorang pencuri.
Dia mencuri dari majikannya di Mumbai.
Apa yang kau katakan, Pak?
Dia meninggalkan bayinya demi menyelamatkan dirinya.
Dan dia kena tipu.
Kau menyortir berbagai hal di sini.
Aku akan mencarinya.
Bisa kita pergi?
Tunggu!
Berapa harga jam ini?
150.000.
Lepaskan itu.
Lakukan dengan cepat.
Berikan aku cincinmu.
Lepaskan itu, bro!
Sembunyikan rantainya.
Pak, hanya ini yang kami punya.
Keadaan menjadi lebih buruk. Videomu juga sudah sampai padaku.
Bisa kita pergi?
Cepat pergi. Aku akan menangani Pak Shakti.
Terima kasih banyak Pak.
Jangan berhenti di mana pun.
Ya, Pak.
Pelan-pelan saja, bro.
Jangan stres. Itu...
Diam.
Aku hanya bilang...
Sudah kubilang diam!
Pasang GPS-mu.
Aku sudah kirimkan alamatnya.
Pak Raman, nyalakan. Kau butuh bantuanku?
Berkat 15 menitmu aku membunuh seseorang.
Kau berkelahi dengan semua orang.
Dia pencuri terkutuk!
Dia bukan pencuri.
Diamlah, kawan!
Bro, tolong berhenti.
Kenapa?
Tolong hentikan.
Tolong, bro.
Apa itu?
Dia bukan pencuri.
Kau mau membahasnya sekarang?
Dengarkan aku.
Kau bajingan.
Bagaimana kau bisa menjadi saudaraku?
Tutup mulutmu.
Tolong dengarkan aku, bro.
Ini salah paham!
Keluar!
- Dengarkan aku. - Keluar!
Dia dijebak!
Apa sebenarnya yang kau lakukan?
Dengarkan aku. Dia dijebak.
Kau membantu seorang penjahat.
Dia bukan penjahat. Dia pencuri.
- Bukan. - Aku bukan pencuri.
Kontraktornya mengajukan keluhan palsu.
Kau tahu cara kerjanya.
Benarkah? Kalau begitu, kita panggil polisi.
- Kau gila? - Kenapa? Kau takut?
Polisi akan menangkapnya. Bayinya tidak akan ditemukan.
Dan apa rencanamu?
Aku akan menjelaskannya.
Dia menemukan kartu ini di tempat persembunyian.
Acchelal punya bayinya.
Dia berada di pusat rehabilitasi tiga hari yang lalu.
- Di mana kau temukan ini? - Di dalam.
Kau akan masuk penjara.
Kau mencuri bukti!
Polisi tidak akan melakukan apa pun dengannya.
Tolong ampuni kami, nona! Aku sudah jadi pembunuh!
Aku akan menemukan bayiku sendiri!
Enyahlah!
- Kau sudah gila? - Apa yang merasukimu?
Apa yang kau lakukan?
Tidakkah kau lihat dia membutuhkan bantuan kita?
Kenapa kau harus membantu?
Ada yang harus menolongnya.
Raman. Bersikaplah praktis.
Aku tidak praktis sepertimu.
Kadang-kadang ada yang harus mengambil sikap.
Apa lagi yang kita lakukan?
Kau tidak akan pernah mendapatkannya.
Menyuruhku menjemputnya.
Kau tidak akan kehilangan orang yang kau cintai.
Raman, tunggu sebentar.
Kau menyalahkanku atas kerugianmu?
Dia sudah dalam tahap terminal.
Kita juga menyukai Riya.
Kita membawanya ke Hopkins.
Kita sudah mencoba.
Mencoba apa?
Apa yang kau lakukan?
Apa?
Apa yang kau lakukan?
Kita melakukan segalanya.
Ceritakan satu hal padaku.
Kuberikan segalanya padamu.
Aku hanya mau ada tangan di bahuku. Dan apa yang kau lakukan?
Ingat apa yang kau katakan?
Lupakan.
Demi kebaikanmu sendiri.
Harap mencoba mengerti.
Aku saudaramu. Bukan petugas.
Dengarkan saranku.
Berpikirlah lebih dari sekadar uang. Itu mungkin membantu.
Pusat rehabilitasi berada di desa Bansdola.
Jaraknya cuma 15 menit. Tapi aku tidak menemukannya di GPS.
Minggirlah, aku akan meminta petunjuk arah.
Di sini.
Aku akan segera ke sana.
Aku sungguh minta maaf.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Wah, itu SUV dari video ini.
Ya, itu para penculik.
Bablu, tayangkan ini secara langsung.
Hai. Halo.
Apa yang terjadi?
Mau naik?
Kau sudah menjual bayinya?
Bayi apa?
Kemari.
Jangan sok polos.
Kami akan menemukannya setelah kami mendapatkanmu.
Berhenti merekam!
Letakkan itu.
- Kau tadi di stasiun? - Jadi?
- Di mana anak-anaknya? - Anak-anak apa?
Billay! Mukesh!
Tunggu sebentar. Dengarkan aku dulu.
- Raman! - Itu rekannya.
Jangan meninggikan suaramu.
Arahkan pandanganmu ke bawah.
Tunggu. Apa yang terjadi?
Berhenti bertengkar.
Tenang saja.
Bilay, tangkap perempuan itu.
Itu salah paham. Dengarkan aku.
Hey!
Apa yang kau lakukan?
Beraninya kau menyentuhku?
Aku akan menghancurkanmu! Kau akan mati.
Masuk ke dalam mobil.
Masuk ke dalam mobil.
Cepat!
- Kenapa kau terus saja berkelahi? - Apa yang sudah kulakukan?
Tolong tangkap dia.
Ya, oke.
Mereka akan membunuhnya.
Ayo cepat.
Cepat.
Ke arah mana?
Ke sana.
Ada banyak kali uangnya?
Aku mendapatkannya.
Sebagai buruh?
Tidak. Aku menabung.
Kontraktormu tidak membayarmu dan mengajukan keluhan palsu.
Aku bekerja selama setahun.
Dan mendapatkan begitu banyak?
Setelah pekerjaan konstruksi, aku bekerja selama setahun.
Dia bohong, bro! Jangan percaya.
Bagaimana kau sampai ke Bombay?
Kau bilang kau belum pernah ke sana.
Katakan kebenarannya.
Kau mencuri uangnya?
Mereka mengejar kita. Gas.
Raman. Telepon Panditji.
Kata sandi?
1-9-8-2
Mereka masih datang?
Ya, cepat.
Ya?
Pak, ada beberapa orang mengejar kami.
Apa!
Mereka mengejar kami dengan motor.
Di mana kau sekarang?
Jalannya berbukit-bukit. Dengan batu-batu besar berwarna abu-abu.
Jalan itu menuju desa Bansdola. Jangan berhenti di tempat lain.
Aku datang.
Tolong cepat, Pak.
Mereka masih di belakang kita?
Ya!
Hentikan mobilnya.
Buka pintunya.
Hentikan mobilnya.
Berhenti mengejar kami, brengsek.
Hati-hati, bro!
Berikan ponselku.
Jhumpa, kau di mana?
Jangan katakan apa pun, bro!
- Kuperingatkan kau. - Polisi mengejarku, bodoh.
Kau gila, mencuri bayi ibu?
Itu bukan bayinya.
Kau sungguh kacau.
Anak siapa yang dia curi?
Siapa yang bicara?
Kau mau bawa Jhumpa ke mana?
Jhumpa bersama kami. Kau menelepon dari mana?
Brengsek.
Dia mencuri bayinya.
Tidak.
Itu bukan bayinya. Dia menipu kita.
Tidak.
Saudaraku orang yang tidak jujur dan menyebalkan.
Semua orang menyebalkan. Dan kau orang suci.
Kau akan membusuk di penjara, Jhumpa.
Bodohnya aku karena mempercayaimu.
Aku melawan saudaraku dan polisi karenamu.
Percayalah, saudaraku jahat.
Mereka pikir kita mencuri bayinya.
- Dia menjual Champa pada majikanku. - Dia mengarang cerita.
Kau menipu kami. Meskipun kami membantumu.
- Percayalah, Pak. - Champa itu anak siapa?
Anakku.
Jangan bohong, brengsek.
Brengsek, masih ada lagi.
Tarik napas oke? Aku akan melihatnya.
Jangan sentuh saudaraku.
Ini karena kau.
Kau memanfaatkan kami.
Kau mencuri bayi dan saudaraku
kau masih berpikir aku bohong?
Aku mencuri bayi itu? Aku bohong padamu?
Champa adalah putriku.
Tahan tekanannya.
Aku akan menelepon meminta bantuan.
Ya, tolong. Rumah sakit.
Ayo, keluar.
- Dia tertembak. - Keluar kau sampah!
Itu salah paham!
Lepaskan aku. Adikku butuh bantuan.
Tangkap perempuan itu!
Dia akan mati. Tolong biarkan kami pergi.
Tolong jangan lakukan ini. Kami tidak melakukan apa pun.
Buang saja. Kau akan terluka.
Berikan uncinya. Berikan kuncinya brengsek.
Lempar kuncinya, brengsek.
Kau masuk ke dalam mobil.
Raman, masuk ke mobil.
Kau tidak akan bisa lolos, brengsek!
Jangan tidur.
Tetap sadar!
- Kau baik-baik saja, bro? - Ya. Ya. Kau baik-baik saja?
Kita akan segera sampai, oke?
Kau akan baik-baik saja, Pak.
Brengsek!
Tidak ada jaringan.
Air...
Tolong ambilkan air.
- Kita punya air? - Tidak. Tidak ada air.
Tidak akan lama lagi, bro.
Maaf, bro.
Maaf.
Tak ada apa-apa. Tak ada apa-apa.
- Aku membuat kesalahan. - Jangan khawatir. Tidak apa-apa.
Itu bukan salahmu.
Jangan khawatir.
Maafkan aku, bro.
Kita akan segera sampai di rumah sakit.
- Kau mendengarkanku? - Ya... ya.
Oke, Raman? Kita hampir sampai.
Hati-Hati.
Raman, kau baik-baik saja?
Itu dia. Ayo kita tangkap.
Kita harus bergerak.
- Kau bisa jalan? - Ya. Ya.
Ayo, ayo. Ayo.
- Mereka datang. - Cepat. Cepat.
Paman.
Di mana rumah sakit terdekat?
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Di sini.
Lewat sini.
Jhumpa.
Jhumpa.
Gautam.
Ponselnya.
Kau punya ponsel?
Kau punya?
[PUSAT REHABILITASI]
Kalian tetap di sini.
Kau mau ke mana?
Pusat Rehabilitasi.
Jangan pergi.
Kau akan terbunuh.
Ambillah ini.
Itu nomor telepon Bu Daya.
Telepon dia.
Tidak ada orang lain yang tahu tentang Champa.
Siapa dia?
Dia...
Dia membeli rahimku.
Jangan pergi.
Raman.
Raman.
Raman.
Buka matamu.
Tetap terbuka, oke?
Aku akan keluar mencari bantuan. Oke?
Raman! Kau baik-baik saja?
Aku akan mencari bantuan.
Oke?
Ulangi apa yang kukatakan.
Kau akan keluar...
Raman.
Bicara.
Raman.
Ulangi apa yang kukatakan.
Kau mendapatkan bantuan.
- Jangan keluar. Oke? - Aku tidak akan...
Jangan keluar.
Mata terbuka, oke?
Ya...
Jangan tidur, bro. Jangan tidur.
Aku akan segera kembali.
Itu dia.
Kita dapatkan perempuan itu.
Kau tidak akan bisa lolos.
Berhenti di situ, kau pencuri terkutuk.
Kau akan membayar untuk setiap bayi yang dicuri.
Kami akan mencabik-cabikmu.
Jangan biarkan dia lolos.
Itu dia.
Tangkap bajingan itu!
Turunkan dia.
Tolong lepaskan aku. Aku tidak melakukan apa pun.
Tak ada jalan keluar, kau mati.
- Hajar dia. - Tolong hentikan.
Di mana bayinya?
Percayalah... aku tidak...
Dia tidak akan memberitahukan pada kita dengan mudah.
Pencuri bayi adalah penjahat sejati.
Kami akan menjadikanmu sebagai contoh.
Tidak akan ada seorang pun yang berani mencuri anak-anak kami.
Di mana anak-anaknya? Katakan!
Bawa dia ke alun-alun desa.
Kita akan menghukumnya atas dosa-dosanya.
Keadilan akan ditegakkan hari ini.
Kita gantung dia!
Ayo, semuanya.
Bajingan ini mencuri anak-anak kita.
Pukul dia dengan keras. Hajar dia.
Semua orang ayo ke alun-alun.
Hei. Minggirlah. Lepaskan dia.
Dia tidak melakukan apa pun. Apa kau gila?
Menjauhlah, Panditji. Aku bertanya dengan sopan.
Aku memperingatkanmu, Rana.
Kalian sudah gila?
Kau akan membunuhnya!
Dia pantas dibunuh.
Dia tidak mencuri bayi.
Minggir!
Menjauhlah, Panditji.
Hentikan kegilaan ini!
Rana, jangan gali kuburmu sendiri.
Kau akan menyesalinya.
Dia tidak mencuri bayi.
Berhentilah bertingkah seperti binatang.
Minggirlah, kalian binatang!
Ayo, Pak Bansal.
Kenapa kau memukulinya?
Pak Bansal? Di mana saudaramu?
Pak Bansal? Di mana saudaramu?
Acchelal.
Di mana Acchelal?
Di mana Acchelal?
Kau yakin meninggalkannya di sini?
Aku akan periksa ke atas.
Pak Bansal, tidak ada seorang pun di sana.
Hati-hati, Pak Bansal.
Pak Bansal, tolong pelan-pelan.
Pelan saja.
Kau melihat orang yang terluka?
Tidak seorang pun.
Kau melihat seseorang?
Tidak. Aku baru datang.
Seseorang pasti melihatnya. Dia ada di sini.
Kau melihat orang yang terluka?
Tidak, Pak. Aku tidak melihatnya.
Saudaranya terluka parah.
Tolong bantu kami. Jangan takut.
Kami tidak tahu apa-apa.
Panditji?
Pak, kami menemukan mayat.
Ditebas secara brutal dengan kapak.
Mayat siapa? Ada KTP-nya?
Aku tidak menemukan KTP apa pun.
Selidiki lebih lanjut.
Ya, Pak.
Di mana Acchelal?
Hei! Berhenti!
Di mana dia?
Kenapa dia ada di sini?
Beri tahu aku.
Dia ada di sini tiga hari lalu.
Minggirlah. Biar aku bicara padanya.
Dengarkan... siapa namamu?
Katakan yang sebenarnya! Di mana dia bersembunyi?
Hemraj, keluar.
Dengarkan. Tenanglah. Ayo kita bicara.
Hati-hati. Kau akan terluka.
Katakan... kau dari mana?
Silakan duduk.
Di mana Acchelal?
Dia tidak ada di sini.
Apa yang sudah dia lakukan?
Dia mencuri bayiku!
Dia mencuri Champaku.
Aku akan membantumu.
- Panditji, ambulansnya sudah sampai? - Ya, Pak.
Dan Raman?
Dia masih hidup tapi tidak tahu pasti berapa lama.
Apa yang dikatakan Gautam?
Pak, dia sudah melihat bekas lukanya. Jhumpa membantu melahirkan bayinya.
Jelas, dia menjual rahimnya.
Ya, Pak. Ini kasus yang rumit.
Kau menelpon nomor itu?
Ya, Pak.
Aku menelepon Daya, Bu.
Saat dia tahu aku polisi, dia menyangkal cerita itu
dan menutup telepon.
Tentu saja. Itu adalah ibu pengganti ilegal.
Bu Daya dan Jhumpa, keduanya akan masuk penjara.
- Ya, Pak. - Dan bayinya akan menderita.
Jika dia ditemukan.
Ya, Pak.
Kau baik-baik saja?
- Ayo? - Ya.
Panditji, pergi dan temukan Jhumpa.
Pak, aku..
Kepalamu masih pusing?
Bukan itu maksudku, Pak.
Aku sedang mengantar anak-anak ke rumah sakit.
Ambulans saja cukup.
Jika dia lolos akan ada penyelidikan.
Polisi Mumbai akan datang. Bawa dia ke markas besar.
Seperti yang kau katakan.
Kau duluan saja.
Bagaimana dengan bayinya?
Tidak ada seorang pun yang peduli padanya.
Dia kehilangan banyak darah. Kau harus segera pergi.
Jhumpa tidak bersalah. Dia dijebak.
Kami akan menyelidikinya. Jangan khawatir.
Segera pergi. Jangan buang waktu.
Pak, tolong berikan ponselku.
Ya. Apa yang terjadi?
Aku yang mengemudi, bodoh.
Bagaimana mungkin aku bisa menolak polisi?
Itu Acchelal yang berdiri di samping Surili.
Juara gulat setempat.
Mereka bertemu di sini. Dia memberinya pekerjaan di rumah sakit.
Dokumennya sudah selesai?
Siapkan semuanya. Dan jangan menelepon lagi!
Di mana aku bisa menemukan Acchelal?
Dia mengendarai ambulans rumah sakit.
Bawa aku ke sana.
Ayo.
Kau tidak akan pergi ke rumah sakit mana pun.
Kau akan masuk penjara.
Noor, tunggu di luar.
Perawat, persiapan untuk intubasi.
Acchelal, kosongkan kantong.
Melalui oksimeter.
Dok, aku segera kembali.
Tunggu. Kita harus memindahkannya.
Aku punya pekerjaan lain.
Noor.
Dharmendra.
Lihat di sini.
Pindahkan dia segera.
- Kau mau ke mana? - Aku akan kembali.
Permisi.
Kau punya nomor Panditji?
Hah?
Polisi setempat dengan... Shakti... Shakti Singh.
Siapa Shakti?
Di mana aku bisa menemukan Acchelal?
Siapa yang menemanimu?
- Di mana aku bisa menemukannya? - Silakan tunggu di sini.
Kau terluka parah.
Kau mau ke mana?
Pak, mohon tunggu.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Kenapa kau belum menyelesaikannya?
Lupakan namanya. Biarkan mereka menulis apa yang mereka inginkan.
Cetak saja kertasnya dengan cepat.
- Lewat sertifikat. - Yang mana?
Akta kelahiran, bodoh!
Permisi.
Siapa penanggung jawab utama di sini?
- Kepala penanggung jawab? - Dokter utama?
Dokter Dhingra.
- Di mana menemukannya? - Tiga kamar ke bawah.
Tunggu. Dengarkan aku.
Kau mau ke mana? Kau terluka parah.
Dengarkan aku.
Kau tidak bisa masuk seperti itu.
- Di mana dokternya? - Biar kami obati kau lebih dulu.
Tolong. Ini penting. Aku harus menemuinya.
Dia ada di luar.
Acchelal, cepat berikan mereka berkasnya.
Kau berdarah. Biar kubantu.
Harap tunggu. Kau akan terluka.
Kau berdarah. Ayo ikut aku.
Pak, dia tidak mendengarkan dan...
Anak siapa itu?
Anak siapa itu?
Punya siapa itu?
Anak itu bukan anakmu.
Bawa dia ke dalam. Rawat dia.
Itu bayi curian. Itu bukan milikmu.
Bayinya dicuri, Bu.
Jangan lakukan ini. Kau tidak akan pernah bahagia.
Tolong jangan lakukan ini.
Itu bayi orang lain.
Pak, dia tidak mendengarkan.
Ya. Diamlah!
Omong kosong apa ini?
Berhentilah membuat keributan.
Aku membuat keributan?
Jangan menyebarkan kebohongan!
Apa aku bohong?
Lihat ini.
Bukankah ini bayi yang sama?
Itu bayi yang sama.
Singkirkan itu.
Mereka sedang menjalankan pemerasan.
Tunjukkan wajah bayi itu.
Kenapa kita harus melakukannya?
Tunjukkan.
Kami tidak akan melakukannya.
Pak, tunjukkan bayinya sekali saja.
Diamlah! Lakukan saja pekerjaanmu.
Tunjukkan wajah bayi itu. Kutantang kau.
- Ikutlah dengan kami. - Tidak, aku tidak mau pergi.
Hei! Berhentilah menganiaya dia.
Enyah.
Tidakkah kau lihat dia terluka?
Jangan ikut campur, Bu.
Mereka mencuri bayi.
Aku punya bukti.
Mereka mencuri bayi.
Tunjukkan wajah bayi itu pada kami.
Kenapa kami harus menunjukkan sesuatu padamu?
Kenapa kau lari setelah mengambil uang itu?
Pembayaran itu untuk satu anak yang bersama mereka.
Jangan memintal benang.
Aku bicara tentang anak yang sama.
Tidak.
Anak lainnya.
Bukan Champaku.
Kesepakatannya hanya untuk satu anak, Pak.
Apa kesepakatannya?
Apa kesepakatannya?
Bu Daya tidak punya anak.
Jadi dia membeli rahimku.
Dokter bilang aku harus mengandung satu bayi.
Tapi dewiku, Bonbibi punya rencana berbeda.
Dia tahu, aku tidak punya siapa-siapa.
Dia tahu hidupku.
Tanpa seorang lelaki, Bonbibi menghadiahiku dua bayi.
Anak pertama ada bersama mereka.
Yang kedua adalah Champaku.
Putriku.
Kenapa aku harus memberikan Champa?
Dia putriku, kan?
Mereka menjalankan bisnis yang buruk.
Mereka menjual bayi.
Bayinya dicuri.
Tunjukkan bayinya pada kami.
Ya, tunjukkan bayinya pada kami.
Tunjukkan bayinya pada kami.
Tangkap mereka.
Tangkap dokternya.
Panditji.
Itu penculiknya.
Bayinya ada di dalam.
Itu anak mereka. Kami punya dokumennya.
Semuanya dipalsukan.
Diam!
Biar kuselidiki.
Keluar.
Kami diberitahu bayi itu yatim piatu karena COVID.
Aku membayar 200.000.
Kita akan bahas 200.000 itu di penjara.
Keluar.
Champa.
Champa.
Champa.
Buka pintunya.
Dia Champa-ku.
Dia Champa-ku.
Diterjemahkan oleh Kuda Lumping 04 Juni 2025
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.