Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
GEDUNG DELAPAN KEADILAN
Kau tak akan mati.
Kau beruntung.
Pak Kepala, ini Makabe. Ini darurat.
Aku ditembak oleh detektif dari Kepolisian Metro.
Harus bunuh orang yang menembak Kim!
Pembalasan untuk Grup Orihara?
Kakak Lee, aku sudah beri perintah.
Orihara juga berencana kabur ke luar negeri naik kapal.
TEATER HIROUCHI
Cepat!
Bos! Seiryu-dan membakar toko.
Apa?
Pembalasan karena kita merebut barang.
Kusuruh para pemuda untuk membalas.
Lalu, kapal Tiongkok yang pergi ke Filipina dibatalkan.
Seiryu-dan tampaknya telah menguasai keadaan. Maaf.
Sialan.
Para bajingan itu!
Ini 1, kebakaran di toko Grup Orihara! Ini pembakaran!
Pembakaran? Siapa pelakunya?
Kulihat pria bertato naga di lehernya berjalan pergi.
Seiryu-dan, sialan, di saat seperti ini...
Kepala Okabe! Kepala Penegak Hukum Narkoba di sini.
Pengawas Narkotika?
Apa yang terjadi?
Kepala Okabe!
Panti pijat yang dikelola Seiryu-dan terbakar.
Anggota Grup Orihara terlihat pergi.
Dua pria memasuki kelab malam yang dikelola Seiryu-dan,
menyerang karyawan, dan buron.
Ada bukti Lee dari Seiryu-dan memerintahkan perseteruan...
Kedengarannya agak gaduh.
Apa karena kutembak?
Benar. Pria itu seharusnya Seiryu-dan.
Ya. Kini, menjadi masalah besar, rasa bersalah mulai merayap.
Akhirnya?
Ya, tetapi aku tak yakin.
Tentang apa?
Jika aku agen narkotika yang menyamar,
aku akan tahu ada risiko tertembak.
Benar. Aku setuju denganmu.
-Sungguh? -Ya.
Di situasi itu, siapa pun akan menembak.
Dia mengeluarkan pistol dari dadanya.
Itu ponselnya, berdering.
Benarkah?
Ya, mungkin ditembak olehmu adalah hal baik.
Karena orang Seiryu-dan
tak akan mencurigai polisi yang menyamar ditembak.
Benar. Mungkin penyelidikan akan lancar karena aku menembaknya.
Apa?
Tidak, karena dia agen narkotika,
pasti dia pakai rompi anti peluru,
jadi tak mungkin luka fatal.
Dia berdarah-darah! Aku melihatnya! Ada darah di mana-mana.
Benar? Berdarah-darah?
Kau bodoh!
4, tunggu di lokasi.
Minta bantuan dari Polisi Kanagawa.
-Bawa ini. Cepat. -Baik, akan kubawa.
Seperti perkiraan, GPS unit 13 mati.
Astaga, ada apa dengan mereka berdua? Membuat semuanya rumit lagi.
Apa mereka selalu seperti ini?
Diam.
Nona Misato.
Ya?
Kau kenal pengacara?
Pengacara?
Ya, jika perlu. Namun, kenapa?
Aku berpikir untuk menuntut.
Ohhira!
Ya.
Bagus. Bagus sekali!
Aku juga berpikir orang Jepang harus lebih sering menuntut.
Orang Jepang punya sifat menoleransi.
Berpikir, "Kita ke pengadilan karena hal ini"?
Ayo ubah itu. Dari generasimu.
Siapa yang ingin kau tuntut?
Mantan tunanganku.
Apa? Bukannya kau tadinya akan menikahinya?
Baik! Ayo bereskan ini sampai tuntas.
Dia merusak hidupmu. Buat dia membayarnya.
Kau mau dengar ini?
Ya, biar kudengar.
Ini rekaman percakapan dengannya.
SEMUA REKAMAN 22 NOVEMBER 2023
Arira, selamat ulang tahun.
Astaga, kau mengejutkanku.
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Apa?
Selamat ulang tahun, Tunanganku
Ini versi Marilyn Monroe.
Ini Marilyn Monroe?
Tak mirip, bukan?
-Entahlah. -Kau tak tahu?
Yang berikutnya.
Kembang api berikutnya akan menjadi acara khusus,
disertai pesan untuk orang yang dicintai.
Kembang api?
Satu pesan disampaikan oleh Pak Takeshi Mihara dari bangsal Meguro.
Pesan dari Pak Mihara untuk kekasihnya, Arira.
Apa? Aku? Apa? Apa ini?
Dengarkan saja.
"Arira, sayang.
"Aku mencintaimu, Arira. Ayo menikah!"
Tunggu... Apa?
Arira, tolong menikahlah denganku.
Ya.
Kini, kembang api cincin yang sangat besar telah muncul di langit malam.
Semoga pasangan ini berbahagia...
Apa ini?
Bukti.
Dari apa?
Aku sangat bahagia, tetapi pertunanganku rusak.
Kenapa aku harus menderita begini?
Aku tak akan mundur sampai aku menuntutnya.
Jadi, begitu.
Kau mau ajukan sidang dari sudut pandang seperti itu.
Ya!
Namun, bukankah kau yang membatalkan pertunangan?
Namun, dia yang harus disalahkan.
Terong itu?
Ya.
Bukankah orang biasanya merekam kata-kata kasar untuk hal seperti ini?
-Kata-kata kasar? -Ya.
Apa yang terjadi saat kau merekam itu?
Itu menjadi bukti betapa kejamnya kata-kata seseorang.
Bukankah itu yang diperhatikan di sidang?
-Ya. -Ya.
-Tepat sekali. -Ya.
Aku tak memikirkan itu.
Namun, saat mulai pacaran, dia pernah marah seenaknya.
Ya, itu. Kau tak merekam itu? Ya.
Tidak.
Dia membuatku sangat marah, jadi aku memukulnya.
Juga, audio yang kau rekam itu,
semuanya momen kejutan, kau tahu?
Ya, itu benar.
Fakta bahwa kau merekam momen itu
berarti kau tahu kejutan akan datang,
tetapi kau pura-pura tak tahu
dan kau menekan tombol rekam, bukan?
Aku kembali.
Selamat datang kembali, Nak. Senang kau kembali dengan selamat.
Bagaimana hasilnya?
Bos, polisi sedang mencari. Kita harus berhati-hati.
Astaga!
Bagaimana para polisi bajingan itu bisa tahu tempat ini?
-Ini ponsel yang tak bisa dilacak. -Baik.
Aku juga bawa semua yang ada di brankasmu.
Terima kasih.
Kau bawa pistol.
Sudah lama aku tak melihatnya.
Ini sampah.
Itu bukan sampah, Bodoh!
Paman,
kau ingat ini?
Kubis cina, babi, bawang hijau.
Bahan-bahan hot pot.
Itu benar.
Saat Paman mengurusku dan aku dibayar untuk pekerjaan pertamaku,
aku mentraktirmu makan hot pot di rumah ini.
Belum punya uang beli daging sapi...
Itu sudah lama sekali.
Kau ingat, Paman?
Kau masih simpan nota untuk itu?
Tentu saja!
Itu kenangan yang berharga.
Lalu bagaimana dengan ini?
"Sepuluh gelas bir dan ayam goreng.
"Dua dimsum gyoza dan tumis terong miso."
Ini yang kumakan dengan Pak Matsuki di restoran dekat sini.
Kau dapat dari sana?
Pak Matsuki sangat suka tumis terong miso, ya.
Dia baru keluar penjara,
tetapi dia diminta mantan bos untuk membalas Grup Amano
dan diberi pistol,
jadi kutraktir makan untuk menyelamati karena dibebaskan dari penjara.
Juga menyemangatinya untuk perseteruan mendatang.
Dimsum gyoza belum sepenuhnya matang.
Jadi, Pak Matsuki marah dan menyerang pegawai.
Hei, Orihara.
Ya?
Yang ini?
Itu satu kopi kalengan.
Tidak, dia tak mungkin beli yang itu.
Ini yang kutaruh di atas makam Pak Matsuki.
Pak Matsuki meninggal.
Aku tak sengaja menembaknya.
KOPI KALENG TANPA GULA
Begitulah Yakuza biasanya mati.
Entah kau mati di pinggir jalan atau mati di penjara.
Jika kau tak mau itu,
kau harus berhenti menjadi Yakuza.
Aku akan menelepon.
Baik.
Orihara menelepon, bisa bicara dengannya?
Ya, tak apa-apa.
Aku bicara untuk Lee. Apa maumu?
Ini soal bisnis.
Kau tak mau barangmu kembali?
Mari kita barter.
Jangan bercanda, itu barang kami.
Kami akan kembalikan narkobamu.
Sebagai gantinya, siapkan kapal ke Filipina.
Itu saja. Hanya untukku.
Aku mau meninggalkan Jepang secepat mungkin.
Ini kesempatan mendapatkan barangnya kembali.
Aku setuju barter.
Aku punya satu syarat.
Namun, aku punya satu syarat.
Syarat?
Suruh orang itu bawa barangnya nanti.
Suruh pria bernama Tokita yang meloloskanmu dari kelab membawanya.
Tokita? Siapa itu?
Pura-pura bodoh!
Kau pura-pura bodoh.
Jika kau tak setuju dengan syaratku,
tak ada kesepakatan.
Tak setuju, tak ada kesepakatan.
Baik. Akan kusuruh Tokita melakukannya.
Siapa itu Tokita?
Ini Makabe.
Ya.
Ya.
Orihara menghubungi Seiryu-dan?
Ya, Orihara mengajukan kesepakatan.
Maaf kami tak bisa mengantarmu ke rumahmu.
Aku akan dengarkan lagumu lagi.
Aku akan kembali ke Fukushima.
Bagaimana dengan menyanyinya? Kau akan berhenti jadi penyanyi?
Aku tak bisa tinggal di kota ini.
Jika aku di Fukushima, semua ini tak akan terjadi.
Diriku yang datang ke Tokyo dahulu
meninggal hari ini.
Kau suka yang sekarat.
Aku akan kembali ke Fukushima dan berusaha sebisaku.
Terima kasih.
Dia pergi. Kau tak keberatan?
Aku akan bertemu dia lagi, jika itu takdir kami.
Ini Misato.
Tidak. Kau harus menjawab.
Tak mau tahu kabar di mabes?
Kenapa kau...
Halo?
Tokita?
Bisa tidak melupakan tugas melapor?
Aku tak bisa melindungimu saat kau butuh aku.
Misato...
Tokita, semua orang khawatir.
Saat kubilang "semua orang," hanya Misato dan aku.
Dengar,
seharusnya kami bisa melakukan sesuatu untuk membantu.
Jadi, Tokita, ceritakan semuanya dengan jujur.
Baiklah.
Kubiarkan Orihara lolos, tanpa sadar dia bersembunyi di kotak instrumen.
Baiklah.
Aku dan Shiina coba mengikutinya, tetapi dia lolos.
Baik.
Seiryu-dan menculik gadis yang menjadi saksi
dan kami akhirnya menembak petugas yang menyamar di lokasi.
Aku yang menembaknya.
Ya.
Lalu...
Lalu?
Aku patah hati untuk terakhir kalinya.
Aku patah hati untuk terakhir kalinya.
Terima kasih sudah jujur.
Apa rencanamu sekarang?
Berhenti menjadi detektif dan pergi ke Fukushima.
Kau akan mengejarnya? Kau masih punya perasaan kepadanya.
Bukan itu. Aku tak bisa tinggalkan dia.
Dia sangat rapuh dan masih muda.
Apa ini?
Jangan bicara seolah-olah hidup di desa seperti di surga.
Apa kau tak keberatan dengan serangga, Pak Tokita?
Tidak, serangga agak...
Jadi, kau harus terus menjadi detektif lebih lama.
Nona Ohhira, aku juga akan dipecat.
Okabe yang mesum itu tak akan memaafkanku.
Okabe yang mesum itu tak akan memaafkanku.
Sudah kuduga.
Tokita? Kau tak keberatan mengakhiri karier detektifmu
dengan kesalahan yang kau buat ini?
Nona Misato, "kesalahan" itu agak kejam.
Tokita membuat kesalahan.
Tidak, aku yang menembak. Aku bertanggung jawab.
Kami tak punya informasi Orihara ada di kotak instrumen.
Itu bukan kesalahan Tokita.
Ya. Tanggung jawab itu juga ada padaku sebagai rekan.
Apa maksud mereka?
Pak Tokita, aku frustrasi.
Kau tak keberatan dengan ini?
Keberatan. Aku tidak mau berakhir seperti ini.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku akan menangkap Orihara. Aku akan menyita semua narkobanya.
Aku juga akan menutup mulut Okabe yang diam-diam mesum itu.
Kau bisa?
Ya, akan kulakukan.
Aku ke Fukushima setelah itu.
Kau masih akan ke Fukushima?
Aku yang paling memahami Orihara.
Orang mabes yang bodoh tak bisa.
Aku akan menangkap Orihara.
Kau yakin bisa?
Siapa ini?
Yang diam-diam mesum itu.
Terima kasih dukunganmu.
Tokita, kau sungguh bisa menangkap Orihara dan membawa kembali narkobanya, bukan?
-Terima kasih dukunganmu. -Hei...
-Bagaimana? -Terima kasih...
Baik! Ya. Pak Tokita pasti akan menangkap Orihara dan menyita barangnya!
-Jika begitu, kembalilah bertugas. -Baik.
Ada informasi bahwa
Grup Orihara buat kesepakatan di gudang Dermaga Negishi.
Lakukan pengintaian. Temukan Orihara dan narkobanya.
Juga, jangan pernah matikan GPS lagi.
Ya, kami akan segera ke sana.
Satomi, Ohhira, kerja bagus.
Senang bisa membantu.
Mereka menipuku. Menjebakku.
Tidak apa-apa. Kita tidak dimarahi.
Benar.
Baiklah, Mitra. Ini saatnya beraksi.
Ya.
Ya, seperti rencana, Tokita dan Shiina menuju Dermaga Negishi.
Dimengerti. Aku akan beri tahu Grup Orihara.
Bos, kami tahu di mana detektif Tokita itu.
Baiklah, kerja bagus. Jangan biarkan dia lolos.
Tentu saja tidak. Baik.
Ren, ayo pergi dari sini.
Kita akan akhiri Seiryu-dan, bukan?
Ya, semacam itu.
-Aku akan siap-siap. -Ya.
Nak, biar aku menemanimu.
Melihatmu membuatku ingin kembali beraksi seperti pada masa lalu.
Aku tak mau mati percuma sebagai mantan Yakuza di sini.
Setidaknya aku bisa menghalangi tembakan.
Orihara,
kau tak mau menghadiri...
saat-saat terakhirku?
Paman...
ayo kita pergi bersama.
Kita di tempat yang benar?
Kita di sini karena disuruh begitu.
Bukan salah kita jika tempat ini benar atau tidak.
Ya, itu benar.
Namun, kuharap ini tempat yang benar.
Kau berbohong untuk ke sini.
Baiklah.
Jangan ditutup. Buka.
Apa kau Pak Tokita?
Aku ingin katakan sebaliknya, tetapi benar, itu aku.
CEO Orihara sudah menunggu.
Silakan.
Pak Tokita...
Shiina, ini kesempatan kita membuat kebohongan itu menjadi kebenaran.
Ini unit 5, Tokita dan Shiina melakukan kontak dengan Grup Orihara.
Awasi mereka.
Baik.
Apa rencananya dari sini?
Dua umpan akan membawa kita ke lokasi kesepakatan.
Kita hampir menangkap Orihara dan membongkar transaksi narkoba.
Terjemahan subtitle oleh Adi Setiadi
Supervisor Kreasi Andrianto
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.