All language subtitles for Legend of Zang Hai Episode 39 English Sub - KissAsian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian Download
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese Download
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian Download
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Legenda Zang Hai]

[Episode 39]

Barusan kau bilang ada kabar baik apa lagi?

Ratu akan mengadakan pernikahan politik dengan Suku Haidong.

Tuan Putri akan menikah.

Ini adalah kesempatan bagus untuk melepaskan diri dari Dayong.

Apa yang kau katakan barusan?

Tuan Putri akan menikah politik dengan Suku Haidong?

Kenapa kau begitu panik?

Jangan-jangan

kau masih berharap Tuan Putri menikah denganmu?

Ayo, minum.

Waktunya makan.

- Hormat pada Tuan Putri. - Hormat pada Tuan Putri.

Tuan Putri.

Antu.

Atas perintah Ratu,

Anda hanya boleh melihat dari jauh.

Kalian mundur.

- Baik. - Baik.

Zang Hai.

Aku akan pergi.

Apakah kau benar-benar mau menikah politik?

Kenapa kau harus menuruti dia?

Jangan tanya lagi.

Pokoknya

Kakak sudah mengiakanku

bertemu denganmu untuk terakhir kalinya.

Kalau ada yang ingin kau katakan,

cepat katakanlah.

Mereka hanya membicarakan hal itu.

Tidak ada hal lain?

Tidak ada.

Mereka hanya bicara

tentang masa lalu mereka di Dayong

dan beberapa kata perpisahan.

Tidak membicarakan hal lainnya.

Pergilah.

Baik.

Aku berada di Dayong selama sepuluh tahun.

Aku selalu menantikan

hari saat aku bisa pulang.

Pulang ke sisi keluargaku.

Namun sekarang, Ibu sudah tiada.

Kakakku pun

seperti menjadi orang yang berbeda.

Tiba-tiba saja aku merasa tempat ini begitu asing.

Bibi.

Aku tahu kau

selalu merindukan Ibu di hatimu.

Beberapa hari ini,

mendengarmu bercerita tentang masa lalu,

aku merasa

seperti sudah pulang ke rumah.

Terima kasih.

Tuan Putri,

akhirnya kembali.

Namun, sebentar lagi harus pergi

ke tempat asing yang lain.

Seharusnya aku,

menemani Anda pergi bersama.

Namun, Ratu

tidak ingin Anda

menyimpan kerinduan apa pun lagi.

Besok kau akan menikah.

Kenapa wajahmu tampak murung begitu?

Yang ingin dinikahi Mo'ersa,

bukan aku secara pribadi.

Entah aku menangis atau tertawa,

dia tidak akan peduli.

Utusan dari Suku Haidong

akan berada 30 mil di luar kota

untuk menjemput pengantin wanita.

Nanti,

aku akan memerintahkan menteri pendamping sebagai utusan pernikahanmu

untuk mengantarmu sampai

ke tangan mereka dengan selamat.

Ratu.

Aku ingin Zang Hai mengantar perjalananku.

Aku khawatir,

kau akan segera membunuhnya

begitu aku menikah dengan Suku Haidong.

Jadi, aku ingin dia ikut

dengan rombongan pernikahan politikku

sampai ke Suku Haidong.

Setelah pernikahan politikku,

berikanlah dia kebebasan.

Kakak.

Aku hanya memohon satu hal ini saja darimu.

Tolong kabulkan.

Boleh?

Adik kandungku akan menikah besok.

Sebagai kakakmu,

bagaimana mungkin tidak mengiakan?

Ibu paling menyayangimu sejak dulu.

Sayangnya, beliau tidak bisa

menyisir rambutmu sendiri,

dan menyaksikan kau menikah.

Sebenarnya, meski kau tidak mengatakannya, aku juga tahu.

Kau takut kembalinya aku kali ini

untuk merebut takhtamu.

Namun, kau tidak perlu khawatir.

Aku sudah lama berjanji pada Ibu.

Tanggung jawab terakhirku pada Dongxia

adalah mewujudkan keinginan terakhir beliau.

Keinginan terakhir beliau?

Apa itu?

Mencari kembali stempel Gui.

Stempel Gui sudah didapatkan

oleh Zhao Bingwen, Kepala Sekretariat Agung Dayong.

Sekarang Kaisar Dayong sudah tiada.

Zhao Bingwen pasti akan bertindak.

Dia pernah berkata

akan menggunakan stempel Gui di Dongxia

untuk membentuk pasukan militer.

Saat waktu itu tiba,

apa itu Suku Haidong,

Dongxia menikah politik dengan siapa pun,

itu semua sudah tidak penting.

Lalu, apakah kau punya cara

untuk merebut kembali

stempel Gui dari tangannya?

Aku bukan tandingannya.

Namun, kau berbeda.

Kakak.

Anda adalah Ratu Dongxia.

Kalau Kakak bersedia membantuku...

Jangan berpikir sembarangan lagi.

Persiapkan dirimu baik-baik untuk menikah.

Ini seharusnya menjadi pertemuan terakhir kita

sebagai dua saudari.

Aku tidak akan kembali lagi.

Tuan Putri berangkat.

Itu adalah rombongan penjemput pengantin dari Suku Haidong.

Kita sudah berjalan sejauh 30 li?

Benar sekali.

Apakah kalian utusan dari Suku Haidong?

Benar.

Atas perintah Khan,

kami datang untuk menjemput Tuan Putri Dongxia.

[Semoga persahabatan dengan Suku Haidong abadi selamanya]

Apakah kau benar-benar mau menikah politik?

Kenapa kau harus menuruti dia?

Jangan tanya lagi.

Pokoknya,

Kakak sudah mengiakanku

bertemu denganmu untuk terakhir kalinya.

Kalau ada yang ingin kau katakan,

cepat katakanlah.

Kalau tahu akan seperti ini,

lebih baik dari awal

aku tetap tinggal di Gedung Zhen saja.

Namun, kalau Gedung Zhen ini tanpa kau yang mengurus,

bagaimana akan beroperasi?

Utang yang ada

bagaimana kau akan membayarnya?

Lagi pula, aku juga tidak bisa kembali.

Uang-uang itu,

tolong kau bayarkan untukku.

Utang lainnya mudah diurus.

Namun,

kau bersikeras memintaku

untuk menyuruh Tuan Muda Ke-8

bercerita kepada juara pertandingan bola tongkat jalan kaki.

Bukan hanya merusak

acara orang lain

akhirnya malah dicari orang sampai ke rumah.

Lalu, membawamu dengan paksa

ke kediaman mereka.

Kalau kau tidak menyebutnya, aku sudah lupa.

Lalu, bagaimana setelahnya?

Setelahnya?

Setelahnya, bukankah

aku menjual rumah,

lalu memakai uang itu untuk menebusmu?

Bos Xiang.

Itulah uang yang kau utang padaku.

Kau tidak mungkin menyuruhku

membayar diriku sendiri, 'kan?

Lagi pula, aku akan menikah.

Anggap saja itu uang hadiah pernikahan

yang kau berikan padaku.

Kita anggap lunas semua.

Itu tidak bisa.

Bos Xiang berutang uang padaku,

tidak mungkin meninggalkanku

sendirian di sini, 'kan?

Bibi.

Orang yang bisa kupercaya di istana ini

hanyalah dirimu.

Aku ingin memohon satu hal padamu.

Tolong bantu aku mencari

seorang jenderal Dayong yang bernama Zhuang Zhixing.

Sudah diperiksa dan tidak ada kesalahan.

Semua harta sesan Tuan Putri

ada di dalam kereta.

Tolong jaga Tuan Putri kami dengan baik.

Tenang saja.

Kami akan memastikan Tuan Putri dan Khan

menikah dengan lancar.

Silakan Tuan Putri mengikuti rombongan penjemput pengantin

menuju Suku Haidong.

Semoga Anda menjaga diri dengan baik.

Terima kasih atas kerja kerasmu.

Kembali!

Tuan Putri.

Anda sudah bisa keluar.

Kalian cepat kembali saja.

Aku akan ikut mereka ke Suku Haidong.

Tuan Zang.

Aku datang atas perintah Jenderal Zhuang

untuk menjemput kalian.

Xiang Hong.

Terima kasih banyak.

Bawa juga semua barang yang ada di kereta.

Di mana Jenderal?

Jenderal sedang berada di tenda utama

untuk membahas urusan militer.

Mereka adalah teman Jenderal.

Segera siapkan satu

tenda yang bersih.

Baik.

Tuan Zang,

silakan beristirahat dulu.

Nanti setelah Jenderal selesai,

aku baru akan keluar untuk memanggil kalian.

Terima kasih banyak.

Terima kasih, Jenderal,

sudah menyelamatkanku.

Sudah lama tidak bertemu.

Zang Hai.

Padahal baru setahun,

tetapi kau sungguh sudah banyak berubah.

Baru setahun, ya?

Aku malah merasa

sudah seperti lima atau enam tahun berlalu.

Dulu saat bersenang-senang,

hanya merasa waktu berlalu begitu cepat.

Setelah benar-benar merasakan penderitaan, barulah tahu

apa artinya sehari terasa seperti setahun.

Kau sangat tidak mudah

bisa meraih posisi sekarang ini

di perbatasan.

Panglima di sini

tadinya adalah Jenderal Dingguo.

Dulu,

dia selalu tidak akur dengan ayahku,

jadi dia mempersulitku dalam segala hal.

Kemudian aku berjuang mati-matian

meraih beberapa prestasi militer,

akhirnya berhasil membangun dasar kekuasaan.

Di ibu kota,

kenapa selama ini

tidak pernah terdengar kabarmu?

Saat aku pergi,

aku hanyalah seorang perwira kecil.

Kalau mati di medan perang,

bahkan tidak akan ada batu nisan untukku,

apalagi kabar.

Beberapa waktu lalu,

Jenderal Dingguo meninggal mendadak karena sakit.

Istana menganugerahiku gelar Jenderal Zhaoyi,

lalu menyuruhku menggantikannya

untuk menjaga wilayah ini.

Aku tidak mengecewakan Guru, 'kan?

Kau tumbuh jauh lebih cepat

daripada yang aku bayangkan.

Sekarang kau juga sudah bisa mandiri.

Ucapanmu memang benar.

Yang ada dalam diriku

adalah darah jenderal militer Keluarga Zhuang.

Hanya setelah berperang

dan membunuh orang,

barulah aku tahu apa artinya,

"Kesuksesan seorang jenderal dibangun di atas ribuan tulang belulang".

Kalau kau sendiri?

Apa saja yang sudah kau alami?

Aku dijebloskan ke penjara dan hampir dihukum mati oleh Zhao Bingwen.

Beruntung bisa lolos dari maut,

lalu datang ke Dongxia.

Tuan Zhao tidak punya dendam maupun permusuhan denganmu,

mengapa dia melakukan itu padamu?

Karena dia adalah

musuhku yang ketiga.

Tidak kusangka,

Ayah ternyata membohongiku.

Zhao Bingwen membunuh Shi Yiping,

lalu naik menjadi kepala sekretariat agung.

Dia juga merencanakan pembunuhan terhadap Kaisar,

dan memfitnahku.

Sejak saat itu,

dia memonopoli kekuasaan.

Dia sudah mengambil stempel Gui

dari tangan Kaisar.

Tidak ada seorang pun lagi di pemerintahan yang bisa menandinginya.

Semua itu terjadi jauh di istana.

Aku berada di perbatasan,

jadi untuk apa membicarakan ini?

Zang Hai.

Kita sudah susah payah bertemu kembali.

Hari ini mari kita minum bersama.

Antu masih menungguku di tenda.

Aku juga sudah merasa sedikit lelah.

Kau sibuk dengan urusan militer,

sebaiknya istirahat lebih awal.

Besok pagi-pagi,

aku akan datang mencarimu lagi.

Baiklah.

Aku sudah suruh orang mengantar makanan ke sana.

Cepatlah kembali dan makan.

Tidak perlu buru-buru.

Kita masih punya banyak waktu.

Apa yang kalian bicarakan tadi?

Kenapa raut wajahmu begitu buruk?

Aku sudah menduga Zhuang Zhixing

akan berkembang pesat di barak militer.

Namun, aku tidak menyangka

hanya dalam waktu satu tahun,

dia sudah menjadi

Jenderal Zhaoyi.

Barusan aku memberitahunya

wajah asli Zhao Bingwen,

tetapi dia sama sekali tidak bereaksi.

Takutnya,

Zhuang Zhixing

sudah lama mendapatkan bantuan rahasia dari Zhao Bingwen.

Kelihatannya,

tindakan Zhao Bingwen

lebih awal dari yang kuduga.

Kalau begitu, apakah kali ini dia

menyelamatkan kita karena ada maksud lain?

Sepertinya tidak.

Kalau tidak, mana mungkin kita punya kesempatan

berbicara seperti ini.

Namun, Zhuang Zhixing

kapan saja bisa menyampaikan kabar tentang kita

kepada Zhao Bingwen.

Tinggal di sini

cepat atau lambat akan berbahaya.

Barusan aku

mendengar para prajurit di luar berbincang,

Mereka sedang merekrut paksa

pekerja Dongxia di mana-mana atas perintah istana,

bahkan menangkap orang secara paksa.

Itu untuk membangun kembali Menara Fengshan.

Menara Fengshan

sudah runtuh selama bertahun-tahun.

Kenapa saat ini

mau dibangun kembali?

Zhao Bingwen

tidak mungkin melakukan sesuatu

tanpa alasan.

Ini pasti berhubungan dengan stempel Gui.

Kita harus menghentikannya.

Sekarang Zhao Bingwen memegang stempel Gui,

dan mengendalikan pemerintahan.

Kini dia juga dibantu oleh Zhuang Zhixing.

Apa yang harus kita lakukan?

Saat ini,

kita masih harus mencari cara

menghancurkan stempel Gui terlebih dahulu.

Stempel Gui dikeluarkan dari

bawah tanah Menara Fengshan oleh ayahku.

Saat di Istana Kerajaan,

aku mencari informasi tentang stempel Gui ke mana-mana,

bahkan menanyai kakakku.

Namun, dia tidak tahu sama sekali.

Karena ibuku meninggal di Dayong,

ada banyak hal mengenai stempel Gui

yang tidak sempat diberitahukan kepadanya.

Namun, ada seorang bibi

yang sudah lama

mengikuti ibuku di sisiku.

Beliau memberitahuku sebuah

legenda mengenai stempel Gui.

Konon, di bawah tanah Dongxia

terdapat sebuah dunia lain.

Di sana ada langit seperti tenda bundar.

Namun, langit itu

berbeda dengan langit biru yang kita lihat.

Itu adalah sebuah lautan bintang berwarna biru laut.

Di sana

adalah dunia prajurit bisu.

Zang Hai,

ada satu hal yang lupa kupesankan.

Kalian berdua adalah orang baru di sini,

tidak leluasa untuk bergerak.

Aku menyuruh Zhan Hao mengawal kalian.

Jika ada urusan ingin mencariku,

kalian bisa beri tahu dia.

Terima kasih, Jenderal.

Kau harus jaga Guru dan Nona Xiang

dengan baik.

Baik.

Tuan Zang,

aku berjaga di luar.

Jika ada keperluan, panggil aku kapan saja.

Zhuang Zhixing

tidak tahu tentang hal ini, 'kan?

Jangan sekali-sekali memberitahunya.

Pelankan suaramu.

Dengarkan aku.

Ayo pergi.

Guru mau pergi ke mana?

Susah payah kita bertemu sekali,

bagaimana bisa berpisah tanpa pamit,

pergi begitu saja?

Aku menyuruh Antu menulis surat untukmu

karena setelah meninggalkan Istana Kerajaan Dongxia,

aku ingin pinjam kekuatanmu

untuk menghancurkan stempel Gui.

Namun tidak kusangka,

kau malah mengabdi kepada Zhao Bingwen.

Lantas kenapa?

Tidak peduli dia seperti apa,

aku hanya tahu

dia bisa memberiku apa yang kuinginkan.

Dia menyuruhmu membangun kembali Menara Fengshan,

itu hanyalah kedok.

Tujuan dia yang sesungguhnya

adalah hendak mengumpulkan semua

pekerja Dongxia itu,

lalu menggunakan stempel Gui

untuk menjadikan mereka prajurit bisu.

Benarkah kau mau mengikutinya?

Hal yang ingin dia lakukan

benar atau salah,

aku bisa menilainya sendiri.

Kalau begitu,

coba kau nilai baik-baik hal ini.

Kau hanya tahu

dia adalah pelaku pembantaian keluargaku,

merupakan musuh ketiga yang kucari

dengan susah payah.

Namun, kau tidak tahu sisi lain darinya.

Zhao Bingwen

adalah tuan penolongku.

Dialah orang yang menyelamatkanku

setelah keluargaku dibantai.

Dia membinaku selama sepuluh tahun,

dan hal pertama yang dilakukan

adalah menyuruhku

pergi ke sisi ayahmu.

Diakah yang membantumu membalas dendam?

Zhao Bingwen

adalah sahabat karib Zhuang Luyin dan Cao Jingxian

selama puluhan tahun,

tetapi demi stempel Gui,

malah membinaku untuk membalas dendam kepada mereka berdua.

Setelah mendapatkan stempel Gui,

dia juga ingin menyingkirkanku.

Bahkan Guru Gao Ming yang bertahun-tahun

mengikutinya

juga tidak diloloskan.

Sekarang kau masih berguna baginya.

Begitu tidak berguna lagi,

dia akan membuangmu tanpa ragu

sedikit pun.

Ketika orang kepercayaan sudah tidak berguna, dia akan disingkirkan.

Setelah kau sampai di sisinya,

orang yang pertama dia curigai

adalah dirimu.

Orang pertama yang akan disingkirkan

juga dirimu.

Apakah ini saja yang ingin kau katakan padaku?

Aku pernah berjanji untuk membantumu

mendapatkan kembali pengakuan Bangsawan Pingjin

dan suatu hari

menjadi kebanggaan Keluarga Zhuang.

Namun, aku tidak menyangka

kau akan menempuh jalan

yang sama dengan ayahmu.

Zang Hai,

aku pernah bersekutu denganmu

dan mengakuimu sebagai guru.

Sekarang aku bisa

memberimu sebuah nama baru

dan identitas baru.

Menyembunyikan kabar tentang kau masih hidup.

Apakah kau bersedia

mengikutiku seperti

mengikuti ayahku?

Yang ingin kulakukan sekarang

adalah menghancurkan stempel Gui.

Kita harus bagaimana sekarang?

Menunggu.

Baik.

Kalau begitu, hancurkan stempel Gui.

Ayo.

Kita sudah mencari

selama berhari-hari,

tetapi masih belum menemukan

jejak pintu masuk sedikit pun.

Meskipun Zhuang Zhixing

memberi tahu posisi Menara Fengshan,

jalan yang dimasuki

ayahku waktu itu

sudah tidak ada lagi.

Kita hanya bisa memikirkan cara.

Namun,

karena itu tempat menyegel stempel Gui,

maka pasti akan mengikuti

cara tertentu dari ilmu fengsui.

Hanya saja Pegunungan Dansui ini

panjang tiada akhir,

jika bisa ditemukan dengan mudah,

ia juga tidak akan menjadi rahasia hingga kini.

Jika Tuan Zang pun tidak punya cara,

berarti memang tidak bisa ditemukan.

Dalam legenda yang kau katakan padaku

juga pernah menyebutkan

bahwa Pegunungan Danshui

adalah sumber dari berbagai

aliran sungai di Dongxia.

Mungkin kita bisa mencari lewat

arah pertemuan aliran sungai,

siapa tahu ada petunjuknya.

Aku pernah membaca catatan geografi Dongxia.

Tempat ini

seharusnya adalah sungai besar yang sangat dalam.

Namun kini,

ia malah menjadi aliran dangkal.

Waktu itu Menara Fengshan runtuh,

tubuh gunung pasti rusak juga

sehingga terjadi perubahan seperti ini.

Aliran air sungai itu

berkemungkinan masuk

ke sebuah gua di bawah tanah

melalui celah.

Jadi,

asalkan kita menemukan

arah menghilangnya aliran air,

mungkin saja

kita bisa menemukan jalan masuk.

Tidak ada jalan lagi.

Mungkinkah pintu masuknya di sini?

Lautan bintang berwarna biru laut.

Merupakan dunia prajurit bisu.

Tempat suci ini

seharusnya

dibangun atas perintah

Minglv Huda, ratu kesembilan Dongxia.

Beliau adalah nenekku.

Namun, aku belum pernah bertemu dengannya.

Saat itu Dongxia mengandalkan stempel Gui

mengalahkan yang kuat dalam kondisi lemah.

Pada akhirnya, stempel Gui

menghilang tanpa jejak

sehingga kalah di tangan Zhuang Luyin.

Konon,

Ratu Minglv Huda

mengorbankan nyawanya sendiri,

menggunakan stempel Gui untuk memanggil prajurit bisu.

Menurutmu,

apakah prajurit bisu benar-benar ada?

Aku tidak percaya di dunia ini

ada hantu dan dewa.

Cerita hantu dan dewa

hanyalah bentuk pelampiasan

manusia atas ketidakadilan di dunia,

dan harapan bahwa kebaikan dan kejahatan ada balasannya.

Aku hanya tidak mengerti

apa sebenarnya prajurit bisu itu.

Bagaimana caranya mereka

terpanggil oleh stempel Gui.

Zang Hai.

Memang ada orang yang pernah kemari.

Ini pasti ayahku.

Kini giliran kita yang datang ke sini,

datang ke tempat awal mula segalanya.

Karena aku pernah

membuat pilihan

yang sama dengan ayahku,

ini juga saatnya

aku mengakhiri hal yang belum

diselesaikan olehnya.

Semua itu apa?

Zang Hai.

Mungkinkah semua ini adalah...

Hati-hati!

Antu.

Coba kau lihat.

Ini adalah zirah Dongxia.

Benar,

mereka adalah prajurit Dongxia.

Kenapa mereka bisa ada di sini?

Mungkinkah mereka mengalami

sesuatu sebelum meninggal?

Mungkin kebenarannya

ada di sana.

Nyalakan pelita.

Zang Hai,

ada orang yang meninggal di sini.

Siapakah dia?

[Pasukan bisu telah tiba dari Langit]

Yang tertulis di buku ini

sepertinya adalah kejadian waktu itu.

Pada tahun ke-35 Era Wuhe,

pasukan Dayong menyerang Dongxia.

Pasukan Dongxia mengalami kekalahan beruntun.

Benteng pertahanan jatuh.

Ibu kota akan jatuh juga.

Ketika Ratu Minglv Huda

tidak berdaya di tengah bahaya,

seorang penasihan bernama Zhang Mie

mengusulkan kepadanya.

Mungkin bisa meniru

cara ratu pertama Dongxia

di masa lampau,

yaitu menggunakan stempel Gui

untuk mengusir musuh.

Saat itu Dongxia sudah berada di ambang kejatuhan.

Setelah ragu berkali-kali, sang ratu

mengutus Zhang Mie pergi ke Pegunungan Dansui.

Zhang Mie mahir dalam ilmu fengsui.

Dia berhasil mengeluarkan

stempel Gui dari jejak

peninggalan Ratu Fuxian.

Ini adalah pertarungan

yang menentukan nasib Dongxia.

Sang ratu mengumpulkan

tiga puluh ribu pasukan sebagai garda depan,

dan melakukan

upacara persembahan di depan barisan.

Saat memberikan arak, dia berkata kepada semua orang

bahwa dia telah memohon kepada Langit

untuk mengirim prajurit bisu membalas dendam.

Di medan perang,

para prajurit yang memukul genderang berseru,

"Prajurit bisu akan datang! Dayong pasti kalah!"

Namun, prajurit bisu tidak muncul.

Ternyata

di dalam stempel Gui

mengandung semacam

benda beracun yang langka di dunia.

Zhang Mie menggunakan darahnya sendiri

untuk membasahi stempel Gui

dan memasukkan cairan racun yang mengalir

dari stempel Gui ke dalam arak.

Para prajurit yang meminum arak beracun itu

menyadari kalau

mereka tidak lagi merasakan sakit.

Luka mereka juga terus sembuh dengan sendirinya.

Dalam beberapa waktu setelah itu,

pasukan ini tiada tanding

dan tidak terkalahkan.

Namun, yang lebih cepat menyebar dari api perang

adalah rumor.

Semua orang percaya

bahwa para prajurit

yang tidak perlu makan dan diobati itu

adalah prajurit bisu yang turun dari Langit.

Pasukan Dongxia memanfaatkan momentum bergerak ke selatan,

merebut beberapa kota Dayong

dan hampir menaklukkan Kota Dan.

Kota Dan

adalah pos strategis untuk masuk ke wilayah dalam.

Jika kota itu jatuh,

Dongxia akan dengan mudah menyerbu masuk

dan langsung menuju ibu kota.

Namun, Ratu Minglv Huda menyadari

bahwa prajurit yang berubah menjadi prajurit bisu

lama-kelamaan akan kehilangan kesadaran.

Tidak bisa lagi membedakan kawan dan lawan.

Yang tersisa hanyalah pembantaian brutal.

Sebagai keturunan Bunda Suci Xiling,

demi mencegah mereka

menyebabkan bencana yang lebih besar,

sang ratu menggunakan darah keluarga kerajaannya sendiri

untuk menetralisir racun stempel Gui.

Dia mengorbankan seluruh nyawanya,

akhirnya berhasil menghentikan stempel Gui.

Datang kabar duka dari barisan belakang Dongxia,

sang ratu telah wafat.

Pasukan ini pun ikut tumbang bersamanya.

Sebelum meninggal,

sang ratu meninggalkan pesan terakhir.

Dia memerintahkan Zhang Mie membangun tempat suci

untuk menyegel stempel Gui dan prajurit bisu

di sana selama-lamanya.

Generasi penerus dilarang membukanya.

Ternyata,

inilah kebenaran tentang prajurit bisu.

Ternyata darah keluarga kerajaan Dongxia

bukan untuk membuka stempel Gui,

melainkan untuk menghentikannya.

Buku catatan ini bisa jadi bukti.

Ada suara dari sana.

Bagaimana bisa?

Hati-hati!

Tidak ada angin dari ayunan pedang ini.

Antu.

Semua ini hanyalah ilusi.

Para prajurit bisu ini semuanya palsu.

Lalu apa yang tadi kita lihat?

Warna mural di sini sangat mencolok,

juga ada sedikit bau yang khas.

Mungkin Zhang Mie

menambahkan sesuatu ke dalam cat

untuk mencegah stempel Gui direbut

dan membuat kita berhalusinasi.

Kita tidak bisa tinggal di sini.

Cepat pergi.

Ayo!

Apa yang kalian temukan di sini?

Apakah berkaitan dengan stempel Gui?

Kau terus mengikuti kami?

Apa kau sungguh mengira

aku akan membiarkan kalian pergi begitu saja?

Berhentilah di sini,

aku bisa memberitahumu semua

tentang hal ini.

Kau salah mengira satu hal selama ini.

Aku tidak sama dengan ayahku.

Aku sama sekali tidak tertarik

dengan benda bernama stempel Gui itu.

Semua yang kau tahu,

katakan saja pada Pejabat Senior.

♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪

♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪

♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪

♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪

♪ Dalamnya intrik ♪

♪ Tidak sedalam ♪

♪ Tatapanku ♪

♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪

♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪

♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪

♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪

♪ Malam tidak gelap ♪

♪ Hanya karena ♪

♪ Hatiku membara ♪

♪ Aku adalah penggulung awan ♪

♪ Aku adalah pembalik hujan ♪

♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪

♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪

♪ Aku adalah hidup dan mati ♪

♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪

♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪

♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪

♪ Aku adalah musim tanam ♪

♪ Aku adalah musim panen ♪

♪ Aku adalah dunia ♪

♪ Aku adalah umat manusia ♪

♪ Kau juga adalah aku ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.