Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Legenda Zang Hai]
[Episode 39]
Barusan kau bilang ada kabar baik apa lagi?
Ratu akan mengadakan pernikahan politik dengan Suku Haidong.
Tuan Putri akan menikah.
Ini adalah kesempatan bagus untuk melepaskan diri dari Dayong.
Apa yang kau katakan barusan?
Tuan Putri akan menikah politik dengan Suku Haidong?
Kenapa kau begitu panik?
Jangan-jangan
kau masih berharap Tuan Putri menikah denganmu?
Ayo, minum.
Waktunya makan.
- Hormat pada Tuan Putri. - Hormat pada Tuan Putri.
Tuan Putri.
Antu.
Atas perintah Ratu,
Anda hanya boleh melihat dari jauh.
Kalian mundur.
- Baik. - Baik.
Zang Hai.
Aku akan pergi.
Apakah kau benar-benar mau menikah politik?
Kenapa kau harus menuruti dia?
Jangan tanya lagi.
Pokoknya
Kakak sudah mengiakanku
bertemu denganmu untuk terakhir kalinya.
Kalau ada yang ingin kau katakan,
cepat katakanlah.
Mereka hanya membicarakan hal itu.
Tidak ada hal lain?
Tidak ada.
Mereka hanya bicara
tentang masa lalu mereka di Dayong
dan beberapa kata perpisahan.
Tidak membicarakan hal lainnya.
Pergilah.
Baik.
Aku berada di Dayong selama sepuluh tahun.
Aku selalu menantikan
hari saat aku bisa pulang.
Pulang ke sisi keluargaku.
Namun sekarang, Ibu sudah tiada.
Kakakku pun
seperti menjadi orang yang berbeda.
Tiba-tiba saja aku merasa tempat ini begitu asing.
Bibi.
Aku tahu kau
selalu merindukan Ibu di hatimu.
Beberapa hari ini,
mendengarmu bercerita tentang masa lalu,
aku merasa
seperti sudah pulang ke rumah.
Terima kasih.
Tuan Putri,
akhirnya kembali.
Namun, sebentar lagi harus pergi
ke tempat asing yang lain.
Seharusnya aku,
menemani Anda pergi bersama.
Namun, Ratu
tidak ingin Anda
menyimpan kerinduan apa pun lagi.
Besok kau akan menikah.
Kenapa wajahmu tampak murung begitu?
Yang ingin dinikahi Mo'ersa,
bukan aku secara pribadi.
Entah aku menangis atau tertawa,
dia tidak akan peduli.
Utusan dari Suku Haidong
akan berada 30 mil di luar kota
untuk menjemput pengantin wanita.
Nanti,
aku akan memerintahkan menteri pendamping sebagai utusan pernikahanmu
untuk mengantarmu sampai
ke tangan mereka dengan selamat.
Ratu.
Aku ingin Zang Hai mengantar perjalananku.
Aku khawatir,
kau akan segera membunuhnya
begitu aku menikah dengan Suku Haidong.
Jadi, aku ingin dia ikut
dengan rombongan pernikahan politikku
sampai ke Suku Haidong.
Setelah pernikahan politikku,
berikanlah dia kebebasan.
Kakak.
Aku hanya memohon satu hal ini saja darimu.
Tolong kabulkan.
Boleh?
Adik kandungku akan menikah besok.
Sebagai kakakmu,
bagaimana mungkin tidak mengiakan?
Ibu paling menyayangimu sejak dulu.
Sayangnya, beliau tidak bisa
menyisir rambutmu sendiri,
dan menyaksikan kau menikah.
Sebenarnya, meski kau tidak mengatakannya, aku juga tahu.
Kau takut kembalinya aku kali ini
untuk merebut takhtamu.
Namun, kau tidak perlu khawatir.
Aku sudah lama berjanji pada Ibu.
Tanggung jawab terakhirku pada Dongxia
adalah mewujudkan keinginan terakhir beliau.
Keinginan terakhir beliau?
Apa itu?
Mencari kembali stempel Gui.
Stempel Gui sudah didapatkan
oleh Zhao Bingwen, Kepala Sekretariat Agung Dayong.
Sekarang Kaisar Dayong sudah tiada.
Zhao Bingwen pasti akan bertindak.
Dia pernah berkata
akan menggunakan stempel Gui di Dongxia
untuk membentuk pasukan militer.
Saat waktu itu tiba,
apa itu Suku Haidong,
Dongxia menikah politik dengan siapa pun,
itu semua sudah tidak penting.
Lalu, apakah kau punya cara
untuk merebut kembali
stempel Gui dari tangannya?
Aku bukan tandingannya.
Namun, kau berbeda.
Kakak.
Anda adalah Ratu Dongxia.
Kalau Kakak bersedia membantuku...
Jangan berpikir sembarangan lagi.
Persiapkan dirimu baik-baik untuk menikah.
Ini seharusnya menjadi pertemuan terakhir kita
sebagai dua saudari.
Aku tidak akan kembali lagi.
Tuan Putri berangkat.
Itu adalah rombongan penjemput pengantin dari Suku Haidong.
Kita sudah berjalan sejauh 30 li?
Benar sekali.
Apakah kalian utusan dari Suku Haidong?
Benar.
Atas perintah Khan,
kami datang untuk menjemput Tuan Putri Dongxia.
[Semoga persahabatan dengan Suku Haidong abadi selamanya]
Apakah kau benar-benar mau menikah politik?
Kenapa kau harus menuruti dia?
Jangan tanya lagi.
Pokoknya,
Kakak sudah mengiakanku
bertemu denganmu untuk terakhir kalinya.
Kalau ada yang ingin kau katakan,
cepat katakanlah.
Kalau tahu akan seperti ini,
lebih baik dari awal
aku tetap tinggal di Gedung Zhen saja.
Namun, kalau Gedung Zhen ini tanpa kau yang mengurus,
bagaimana akan beroperasi?
Utang yang ada
bagaimana kau akan membayarnya?
Lagi pula, aku juga tidak bisa kembali.
Uang-uang itu,
tolong kau bayarkan untukku.
Utang lainnya mudah diurus.
Namun,
kau bersikeras memintaku
untuk menyuruh Tuan Muda Ke-8
bercerita kepada juara pertandingan bola tongkat jalan kaki.
Bukan hanya merusak
acara orang lain
akhirnya malah dicari orang sampai ke rumah.
Lalu, membawamu dengan paksa
ke kediaman mereka.
Kalau kau tidak menyebutnya, aku sudah lupa.
Lalu, bagaimana setelahnya?
Setelahnya?
Setelahnya, bukankah
aku menjual rumah,
lalu memakai uang itu untuk menebusmu?
Bos Xiang.
Itulah uang yang kau utang padaku.
Kau tidak mungkin menyuruhku
membayar diriku sendiri, 'kan?
Lagi pula, aku akan menikah.
Anggap saja itu uang hadiah pernikahan
yang kau berikan padaku.
Kita anggap lunas semua.
Itu tidak bisa.
Bos Xiang berutang uang padaku,
tidak mungkin meninggalkanku
sendirian di sini, 'kan?
Bibi.
Orang yang bisa kupercaya di istana ini
hanyalah dirimu.
Aku ingin memohon satu hal padamu.
Tolong bantu aku mencari
seorang jenderal Dayong yang bernama Zhuang Zhixing.
Sudah diperiksa dan tidak ada kesalahan.
Semua harta sesan Tuan Putri
ada di dalam kereta.
Tolong jaga Tuan Putri kami dengan baik.
Tenang saja.
Kami akan memastikan Tuan Putri dan Khan
menikah dengan lancar.
Silakan Tuan Putri mengikuti rombongan penjemput pengantin
menuju Suku Haidong.
Semoga Anda menjaga diri dengan baik.
Terima kasih atas kerja kerasmu.
Kembali!
Tuan Putri.
Anda sudah bisa keluar.
Kalian cepat kembali saja.
Aku akan ikut mereka ke Suku Haidong.
Tuan Zang.
Aku datang atas perintah Jenderal Zhuang
untuk menjemput kalian.
Xiang Hong.
Terima kasih banyak.
Bawa juga semua barang yang ada di kereta.
Di mana Jenderal?
Jenderal sedang berada di tenda utama
untuk membahas urusan militer.
Mereka adalah teman Jenderal.
Segera siapkan satu
tenda yang bersih.
Baik.
Tuan Zang,
silakan beristirahat dulu.
Nanti setelah Jenderal selesai,
aku baru akan keluar untuk memanggil kalian.
Terima kasih banyak.
Terima kasih, Jenderal,
sudah menyelamatkanku.
Sudah lama tidak bertemu.
Zang Hai.
Padahal baru setahun,
tetapi kau sungguh sudah banyak berubah.
Baru setahun, ya?
Aku malah merasa
sudah seperti lima atau enam tahun berlalu.
Dulu saat bersenang-senang,
hanya merasa waktu berlalu begitu cepat.
Setelah benar-benar merasakan penderitaan, barulah tahu
apa artinya sehari terasa seperti setahun.
Kau sangat tidak mudah
bisa meraih posisi sekarang ini
di perbatasan.
Panglima di sini
tadinya adalah Jenderal Dingguo.
Dulu,
dia selalu tidak akur dengan ayahku,
jadi dia mempersulitku dalam segala hal.
Kemudian aku berjuang mati-matian
meraih beberapa prestasi militer,
akhirnya berhasil membangun dasar kekuasaan.
Di ibu kota,
kenapa selama ini
tidak pernah terdengar kabarmu?
Saat aku pergi,
aku hanyalah seorang perwira kecil.
Kalau mati di medan perang,
bahkan tidak akan ada batu nisan untukku,
apalagi kabar.
Beberapa waktu lalu,
Jenderal Dingguo meninggal mendadak karena sakit.
Istana menganugerahiku gelar Jenderal Zhaoyi,
lalu menyuruhku menggantikannya
untuk menjaga wilayah ini.
Aku tidak mengecewakan Guru, 'kan?
Kau tumbuh jauh lebih cepat
daripada yang aku bayangkan.
Sekarang kau juga sudah bisa mandiri.
Ucapanmu memang benar.
Yang ada dalam diriku
adalah darah jenderal militer Keluarga Zhuang.
Hanya setelah berperang
dan membunuh orang,
barulah aku tahu apa artinya,
"Kesuksesan seorang jenderal dibangun di atas ribuan tulang belulang".
Kalau kau sendiri?
Apa saja yang sudah kau alami?
Aku dijebloskan ke penjara dan hampir dihukum mati oleh Zhao Bingwen.
Beruntung bisa lolos dari maut,
lalu datang ke Dongxia.
Tuan Zhao tidak punya dendam maupun permusuhan denganmu,
mengapa dia melakukan itu padamu?
Karena dia adalah
musuhku yang ketiga.
Tidak kusangka,
Ayah ternyata membohongiku.
Zhao Bingwen membunuh Shi Yiping,
lalu naik menjadi kepala sekretariat agung.
Dia juga merencanakan pembunuhan terhadap Kaisar,
dan memfitnahku.
Sejak saat itu,
dia memonopoli kekuasaan.
Dia sudah mengambil stempel Gui
dari tangan Kaisar.
Tidak ada seorang pun lagi di pemerintahan yang bisa menandinginya.
Semua itu terjadi jauh di istana.
Aku berada di perbatasan,
jadi untuk apa membicarakan ini?
Zang Hai.
Kita sudah susah payah bertemu kembali.
Hari ini mari kita minum bersama.
Antu masih menungguku di tenda.
Aku juga sudah merasa sedikit lelah.
Kau sibuk dengan urusan militer,
sebaiknya istirahat lebih awal.
Besok pagi-pagi,
aku akan datang mencarimu lagi.
Baiklah.
Aku sudah suruh orang mengantar makanan ke sana.
Cepatlah kembali dan makan.
Tidak perlu buru-buru.
Kita masih punya banyak waktu.
Apa yang kalian bicarakan tadi?
Kenapa raut wajahmu begitu buruk?
Aku sudah menduga Zhuang Zhixing
akan berkembang pesat di barak militer.
Namun, aku tidak menyangka
hanya dalam waktu satu tahun,
dia sudah menjadi
Jenderal Zhaoyi.
Barusan aku memberitahunya
wajah asli Zhao Bingwen,
tetapi dia sama sekali tidak bereaksi.
Takutnya,
Zhuang Zhixing
sudah lama mendapatkan bantuan rahasia dari Zhao Bingwen.
Kelihatannya,
tindakan Zhao Bingwen
lebih awal dari yang kuduga.
Kalau begitu, apakah kali ini dia
menyelamatkan kita karena ada maksud lain?
Sepertinya tidak.
Kalau tidak, mana mungkin kita punya kesempatan
berbicara seperti ini.
Namun, Zhuang Zhixing
kapan saja bisa menyampaikan kabar tentang kita
kepada Zhao Bingwen.
Tinggal di sini
cepat atau lambat akan berbahaya.
Barusan aku
mendengar para prajurit di luar berbincang,
Mereka sedang merekrut paksa
pekerja Dongxia di mana-mana atas perintah istana,
bahkan menangkap orang secara paksa.
Itu untuk membangun kembali Menara Fengshan.
Menara Fengshan
sudah runtuh selama bertahun-tahun.
Kenapa saat ini
mau dibangun kembali?
Zhao Bingwen
tidak mungkin melakukan sesuatu
tanpa alasan.
Ini pasti berhubungan dengan stempel Gui.
Kita harus menghentikannya.
Sekarang Zhao Bingwen memegang stempel Gui,
dan mengendalikan pemerintahan.
Kini dia juga dibantu oleh Zhuang Zhixing.
Apa yang harus kita lakukan?
Saat ini,
kita masih harus mencari cara
menghancurkan stempel Gui terlebih dahulu.
Stempel Gui dikeluarkan dari
bawah tanah Menara Fengshan oleh ayahku.
Saat di Istana Kerajaan,
aku mencari informasi tentang stempel Gui ke mana-mana,
bahkan menanyai kakakku.
Namun, dia tidak tahu sama sekali.
Karena ibuku meninggal di Dayong,
ada banyak hal mengenai stempel Gui
yang tidak sempat diberitahukan kepadanya.
Namun, ada seorang bibi
yang sudah lama
mengikuti ibuku di sisiku.
Beliau memberitahuku sebuah
legenda mengenai stempel Gui.
Konon, di bawah tanah Dongxia
terdapat sebuah dunia lain.
Di sana ada langit seperti tenda bundar.
Namun, langit itu
berbeda dengan langit biru yang kita lihat.
Itu adalah sebuah lautan bintang berwarna biru laut.
Di sana
adalah dunia prajurit bisu.
Zang Hai,
ada satu hal yang lupa kupesankan.
Kalian berdua adalah orang baru di sini,
tidak leluasa untuk bergerak.
Aku menyuruh Zhan Hao mengawal kalian.
Jika ada urusan ingin mencariku,
kalian bisa beri tahu dia.
Terima kasih, Jenderal.
Kau harus jaga Guru dan Nona Xiang
dengan baik.
Baik.
Tuan Zang,
aku berjaga di luar.
Jika ada keperluan, panggil aku kapan saja.
Zhuang Zhixing
tidak tahu tentang hal ini, 'kan?
Jangan sekali-sekali memberitahunya.
Pelankan suaramu.
Dengarkan aku.
Ayo pergi.
Guru mau pergi ke mana?
Susah payah kita bertemu sekali,
bagaimana bisa berpisah tanpa pamit,
pergi begitu saja?
Aku menyuruh Antu menulis surat untukmu
karena setelah meninggalkan Istana Kerajaan Dongxia,
aku ingin pinjam kekuatanmu
untuk menghancurkan stempel Gui.
Namun tidak kusangka,
kau malah mengabdi kepada Zhao Bingwen.
Lantas kenapa?
Tidak peduli dia seperti apa,
aku hanya tahu
dia bisa memberiku apa yang kuinginkan.
Dia menyuruhmu membangun kembali Menara Fengshan,
itu hanyalah kedok.
Tujuan dia yang sesungguhnya
adalah hendak mengumpulkan semua
pekerja Dongxia itu,
lalu menggunakan stempel Gui
untuk menjadikan mereka prajurit bisu.
Benarkah kau mau mengikutinya?
Hal yang ingin dia lakukan
benar atau salah,
aku bisa menilainya sendiri.
Kalau begitu,
coba kau nilai baik-baik hal ini.
Kau hanya tahu
dia adalah pelaku pembantaian keluargaku,
merupakan musuh ketiga yang kucari
dengan susah payah.
Namun, kau tidak tahu sisi lain darinya.
Zhao Bingwen
adalah tuan penolongku.
Dialah orang yang menyelamatkanku
setelah keluargaku dibantai.
Dia membinaku selama sepuluh tahun,
dan hal pertama yang dilakukan
adalah menyuruhku
pergi ke sisi ayahmu.
Diakah yang membantumu membalas dendam?
Zhao Bingwen
adalah sahabat karib Zhuang Luyin dan Cao Jingxian
selama puluhan tahun,
tetapi demi stempel Gui,
malah membinaku untuk membalas dendam kepada mereka berdua.
Setelah mendapatkan stempel Gui,
dia juga ingin menyingkirkanku.
Bahkan Guru Gao Ming yang bertahun-tahun
mengikutinya
juga tidak diloloskan.
Sekarang kau masih berguna baginya.
Begitu tidak berguna lagi,
dia akan membuangmu tanpa ragu
sedikit pun.
Ketika orang kepercayaan sudah tidak berguna, dia akan disingkirkan.
Setelah kau sampai di sisinya,
orang yang pertama dia curigai
adalah dirimu.
Orang pertama yang akan disingkirkan
juga dirimu.
Apakah ini saja yang ingin kau katakan padaku?
Aku pernah berjanji untuk membantumu
mendapatkan kembali pengakuan Bangsawan Pingjin
dan suatu hari
menjadi kebanggaan Keluarga Zhuang.
Namun, aku tidak menyangka
kau akan menempuh jalan
yang sama dengan ayahmu.
Zang Hai,
aku pernah bersekutu denganmu
dan mengakuimu sebagai guru.
Sekarang aku bisa
memberimu sebuah nama baru
dan identitas baru.
Menyembunyikan kabar tentang kau masih hidup.
Apakah kau bersedia
mengikutiku seperti
mengikuti ayahku?
Yang ingin kulakukan sekarang
adalah menghancurkan stempel Gui.
Kita harus bagaimana sekarang?
Menunggu.
Baik.
Kalau begitu, hancurkan stempel Gui.
Ayo.
Kita sudah mencari
selama berhari-hari,
tetapi masih belum menemukan
jejak pintu masuk sedikit pun.
Meskipun Zhuang Zhixing
memberi tahu posisi Menara Fengshan,
jalan yang dimasuki
ayahku waktu itu
sudah tidak ada lagi.
Kita hanya bisa memikirkan cara.
Namun,
karena itu tempat menyegel stempel Gui,
maka pasti akan mengikuti
cara tertentu dari ilmu fengsui.
Hanya saja Pegunungan Dansui ini
panjang tiada akhir,
jika bisa ditemukan dengan mudah,
ia juga tidak akan menjadi rahasia hingga kini.
Jika Tuan Zang pun tidak punya cara,
berarti memang tidak bisa ditemukan.
Dalam legenda yang kau katakan padaku
juga pernah menyebutkan
bahwa Pegunungan Danshui
adalah sumber dari berbagai
aliran sungai di Dongxia.
Mungkin kita bisa mencari lewat
arah pertemuan aliran sungai,
siapa tahu ada petunjuknya.
Aku pernah membaca catatan geografi Dongxia.
Tempat ini
seharusnya adalah sungai besar yang sangat dalam.
Namun kini,
ia malah menjadi aliran dangkal.
Waktu itu Menara Fengshan runtuh,
tubuh gunung pasti rusak juga
sehingga terjadi perubahan seperti ini.
Aliran air sungai itu
berkemungkinan masuk
ke sebuah gua di bawah tanah
melalui celah.
Jadi,
asalkan kita menemukan
arah menghilangnya aliran air,
mungkin saja
kita bisa menemukan jalan masuk.
Tidak ada jalan lagi.
Mungkinkah pintu masuknya di sini?
Lautan bintang berwarna biru laut.
Merupakan dunia prajurit bisu.
Tempat suci ini
seharusnya
dibangun atas perintah
Minglv Huda, ratu kesembilan Dongxia.
Beliau adalah nenekku.
Namun, aku belum pernah bertemu dengannya.
Saat itu Dongxia mengandalkan stempel Gui
mengalahkan yang kuat dalam kondisi lemah.
Pada akhirnya, stempel Gui
menghilang tanpa jejak
sehingga kalah di tangan Zhuang Luyin.
Konon,
Ratu Minglv Huda
mengorbankan nyawanya sendiri,
menggunakan stempel Gui untuk memanggil prajurit bisu.
Menurutmu,
apakah prajurit bisu benar-benar ada?
Aku tidak percaya di dunia ini
ada hantu dan dewa.
Cerita hantu dan dewa
hanyalah bentuk pelampiasan
manusia atas ketidakadilan di dunia,
dan harapan bahwa kebaikan dan kejahatan ada balasannya.
Aku hanya tidak mengerti
apa sebenarnya prajurit bisu itu.
Bagaimana caranya mereka
terpanggil oleh stempel Gui.
Zang Hai.
Memang ada orang yang pernah kemari.
Ini pasti ayahku.
Kini giliran kita yang datang ke sini,
datang ke tempat awal mula segalanya.
Karena aku pernah
membuat pilihan
yang sama dengan ayahku,
ini juga saatnya
aku mengakhiri hal yang belum
diselesaikan olehnya.
Semua itu apa?
Zang Hai.
Mungkinkah semua ini adalah...
Hati-hati!
Antu.
Coba kau lihat.
Ini adalah zirah Dongxia.
Benar,
mereka adalah prajurit Dongxia.
Kenapa mereka bisa ada di sini?
Mungkinkah mereka mengalami
sesuatu sebelum meninggal?
Mungkin kebenarannya
ada di sana.
Nyalakan pelita.
Zang Hai,
ada orang yang meninggal di sini.
Siapakah dia?
[Pasukan bisu telah tiba dari Langit]
Yang tertulis di buku ini
sepertinya adalah kejadian waktu itu.
Pada tahun ke-35 Era Wuhe,
pasukan Dayong menyerang Dongxia.
Pasukan Dongxia mengalami kekalahan beruntun.
Benteng pertahanan jatuh.
Ibu kota akan jatuh juga.
Ketika Ratu Minglv Huda
tidak berdaya di tengah bahaya,
seorang penasihan bernama Zhang Mie
mengusulkan kepadanya.
Mungkin bisa meniru
cara ratu pertama Dongxia
di masa lampau,
yaitu menggunakan stempel Gui
untuk mengusir musuh.
Saat itu Dongxia sudah berada di ambang kejatuhan.
Setelah ragu berkali-kali, sang ratu
mengutus Zhang Mie pergi ke Pegunungan Dansui.
Zhang Mie mahir dalam ilmu fengsui.
Dia berhasil mengeluarkan
stempel Gui dari jejak
peninggalan Ratu Fuxian.
Ini adalah pertarungan
yang menentukan nasib Dongxia.
Sang ratu mengumpulkan
tiga puluh ribu pasukan sebagai garda depan,
dan melakukan
upacara persembahan di depan barisan.
Saat memberikan arak, dia berkata kepada semua orang
bahwa dia telah memohon kepada Langit
untuk mengirim prajurit bisu membalas dendam.
Di medan perang,
para prajurit yang memukul genderang berseru,
"Prajurit bisu akan datang! Dayong pasti kalah!"
Namun, prajurit bisu tidak muncul.
Ternyata
di dalam stempel Gui
mengandung semacam
benda beracun yang langka di dunia.
Zhang Mie menggunakan darahnya sendiri
untuk membasahi stempel Gui
dan memasukkan cairan racun yang mengalir
dari stempel Gui ke dalam arak.
Para prajurit yang meminum arak beracun itu
menyadari kalau
mereka tidak lagi merasakan sakit.
Luka mereka juga terus sembuh dengan sendirinya.
Dalam beberapa waktu setelah itu,
pasukan ini tiada tanding
dan tidak terkalahkan.
Namun, yang lebih cepat menyebar dari api perang
adalah rumor.
Semua orang percaya
bahwa para prajurit
yang tidak perlu makan dan diobati itu
adalah prajurit bisu yang turun dari Langit.
Pasukan Dongxia memanfaatkan momentum bergerak ke selatan,
merebut beberapa kota Dayong
dan hampir menaklukkan Kota Dan.
Kota Dan
adalah pos strategis untuk masuk ke wilayah dalam.
Jika kota itu jatuh,
Dongxia akan dengan mudah menyerbu masuk
dan langsung menuju ibu kota.
Namun, Ratu Minglv Huda menyadari
bahwa prajurit yang berubah menjadi prajurit bisu
lama-kelamaan akan kehilangan kesadaran.
Tidak bisa lagi membedakan kawan dan lawan.
Yang tersisa hanyalah pembantaian brutal.
Sebagai keturunan Bunda Suci Xiling,
demi mencegah mereka
menyebabkan bencana yang lebih besar,
sang ratu menggunakan darah keluarga kerajaannya sendiri
untuk menetralisir racun stempel Gui.
Dia mengorbankan seluruh nyawanya,
akhirnya berhasil menghentikan stempel Gui.
Datang kabar duka dari barisan belakang Dongxia,
sang ratu telah wafat.
Pasukan ini pun ikut tumbang bersamanya.
Sebelum meninggal,
sang ratu meninggalkan pesan terakhir.
Dia memerintahkan Zhang Mie membangun tempat suci
untuk menyegel stempel Gui dan prajurit bisu
di sana selama-lamanya.
Generasi penerus dilarang membukanya.
Ternyata,
inilah kebenaran tentang prajurit bisu.
Ternyata darah keluarga kerajaan Dongxia
bukan untuk membuka stempel Gui,
melainkan untuk menghentikannya.
Buku catatan ini bisa jadi bukti.
Ada suara dari sana.
Bagaimana bisa?
Hati-hati!
Tidak ada angin dari ayunan pedang ini.
Antu.
Semua ini hanyalah ilusi.
Para prajurit bisu ini semuanya palsu.
Lalu apa yang tadi kita lihat?
Warna mural di sini sangat mencolok,
juga ada sedikit bau yang khas.
Mungkin Zhang Mie
menambahkan sesuatu ke dalam cat
untuk mencegah stempel Gui direbut
dan membuat kita berhalusinasi.
Kita tidak bisa tinggal di sini.
Cepat pergi.
Ayo!
Apa yang kalian temukan di sini?
Apakah berkaitan dengan stempel Gui?
Kau terus mengikuti kami?
Apa kau sungguh mengira
aku akan membiarkan kalian pergi begitu saja?
Berhentilah di sini,
aku bisa memberitahumu semua
tentang hal ini.
Kau salah mengira satu hal selama ini.
Aku tidak sama dengan ayahku.
Aku sama sekali tidak tertarik
dengan benda bernama stempel Gui itu.
Semua yang kau tahu,
katakan saja pada Pejabat Senior.
♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪
♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪
♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪
♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪
♪ Dalamnya intrik ♪
♪ Tidak sedalam ♪
♪ Tatapanku ♪
♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪
♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪
♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪
♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪
♪ Malam tidak gelap ♪
♪ Hanya karena ♪
♪ Hatiku membara ♪
♪ Aku adalah penggulung awan ♪
♪ Aku adalah pembalik hujan ♪
♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪
♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪
♪ Aku adalah hidup dan mati ♪
♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪
♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪
♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪
♪ Aku adalah musim tanam ♪
♪ Aku adalah musim panen ♪
♪ Aku adalah dunia ♪
♪ Aku adalah umat manusia ♪
♪ Kau juga adalah aku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.