Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Legenda Zang Hai]
[Episode 38]
Kau sedang memikirkan Zang Hai?
Mohon maaf, Tuan.
Seharusnya
[Seluruh petugas keamanan]
kau sudah lama mempersiapkan diri untuk hari ini, 'kan?
Tuan,
apakah pada akhirnya hanya bisa seperti ini?
Aku sudah memberinya pilihan.
Ini pilihannya sendiri.
Tuan benar.
Aku yang tidak memahaminya.
Bisakah memberinya kehormatan?
Tenang saja.
Aku akan membiarkan mayatnya utuh.
Apakah kau ingin menemuinya lagi?
Masalah sudah sampai sejauh ini.
Tidak ada lagi yang bisa kubicarakan dengannya.
Takutnya dia juga tidak ingin menemuiku lagi.
Tuan,
aku ingin memasak sekali lagi untuk Hai.
Biarkan dia kenyang dulu baru pergi.
Memang seharusnya begitu.
Waktunya makan.
[Penjara Kekaisaran]
Waktunya sudah tiba.
Apakah masih ada yang ingin kau katakan?
Laksanakan eksekusi.
Tuan Zang,
eksekusi ini disebut hukuman kertas air.
Yaitu menempelkan kertas murbei yang telah direndam air
ke atas wajahmu selapis demi selapis.
Dengan begini, baru bisa menjamin jenazah utuh.
Harus diam tanpa suara baru bagus.
Tuan,
asalkan menambah selembar lagi,
dia tidak akan sanggup lagi.
Tambah dua lembar lagi.
Baik.
Tuan,
tidak ada napas dan denyut nadi, dipastikan telah mati.
Tuan,
Pangeran Yongrong memanggil sekelompok kerabat keluarga kekaisaran
ke kediamannya
dan berteriak ingin menemui Anda.
Sudah dikurung pun masih tidak berhenti.
Gao Ming.
Tuan.
Semuanya sudah selesai.
Uruslah jenazahnya.
Terima kasih, Tuan.
Kakak, maaf.
Yuenu.
Siapa kau?
Aku...
Aku...
Yuenu,
cepat kemari.
Ibu.
Kau sembarang menaruh capung kayu lagi.
Nanti jika tidak ditemukan,
kau pasti akan menangis lagi.
Ayah yang membuatkannya untukmu.
Harus disimpan baik-baik, tahu tidak?
Ibu.
Ibu.
Zhi... Zhinu?
Kakak?
Kau Zhinu?
Kau benar-benar...
benar-benar Zhinu?
Anak baik.
Jangan menangis.
Namun, kenapa kau bisa berada di sini?
Kau...
Kau... Kenapa kau bisa berada di sini?
Ibu,
aku sangat merindukan kalian.
Kakak,
kau sudah tumbuh setinggi ini.
Yuenu sampai tidak bisa mengenalimu lagi.
Apakah kau benar-benar Zhinu?
Aku mengira kau tidak bisa menemukan jalan pulang lagi.
Tidak benar.
Kau tidak seharusnya ada di sini.
Siapa yang menyuruhmu pulang?
Cepat pergi.
Jangan pulang lagi.
Ibu,
aku tidak pergi lagi.
Aku tidak akan pergi ke mana pun, Ibu.
- Dengarkan Ibu. - Tidak.
Cepat pergi.
Ibu.
Kakak, kau pergi saja.
Kakak.
Zhinu,
pergilah.
Ayo.
Ayo.
Kenapa kalian semua harus mengusirku?
Aku tidak ingin kembali ke sana.
Aku tidak ingin kembali ke sana.
Aku tidak ingin kembali ke sana.
Aku tidak ingin kembali ke sana.
Zhinu.
Ayah.
Jangan maju lagi.
Tempatmu bukan di sini.
Ayah,
aku ingin pulang.
Tidak peduli seberapa lelah dan seberapa sulit,
kau harus terus melanjutkan hidupmu.
Kehidupanmu baru saja dimulai.
Pada akhirnya, kau akan tetap datang ke sini,
tetapi bukan hari ini.
Kau adalah putra baik di Keluarga Kuai kita.
Hidup dan matimu tidaklah mengecewakan siapa pun di dunia.
♪ Kenangan tidak berhenti ♪
♪ Sepenggal demi sepenggal ♪
♪ Takdir bagai minuman keras ♪
♪ Yang menembus hati ♪
♪ Cahaya di kegelapan malam ♪
♪ Begitu ingin kusimpan dirimu ♪
♪ Takdir malah mempermainkan ♪
♪ Alangkah ironisnya ♪
♪ Tawa tidak gentar ♪
♪ Desah tidak abadi ♪
♪ Hati manusia sedalam samudra ♪
♪ Kehidupan ini penuh badai ♪
Aku sungguh berharap
bisa melihatmu perlahan tumbuh dewasa.
♪ Menembak serigala abu-abu ♪
♪ Siapa yang berkorban tanpa ragu? ♪
♪ Hingga terluka di sekujur tubuhnya? ♪
♪ Salju tidak meninggalkan jejak ♪
♪ Cinta dan benci tersembunyi ♪
♪ Raga ini melangkah tanpa ragu ♪
♪ Bagaimana bisa aku tidak melupakannya? ♪
♪ Kasih sulit dilepaskan ♪
♪ Cinta sulit disembunyikan ♪
♪ Hujan membasahi jendela ♪
♪ Lagi-lagi musim gugur yang dingin ♪
Zang Hai.
- Zang Hai. - Zang Hai, sadarlah.
- Tuan Zang. - Tuan Zang.
Hai.
- Tuan Zang. - Tuan Zang.
Hai.
Tabib.
- Tuan Zang, sadarlah. - Sadarlah.
Bukankah kau bilang bisa diselamatkan
setelah napasnya putus selama setengah batang dupa?
Pengobatan akupunktur harus melihat keberuntungannya sendiri.
Aku akan mengupayakan yang terbaik.
Tadi aku sudah menusuk titik Renzhong,
sekarang aku akan menusuk titik Neiguan and titik Yongquan.
Tuan.
Zang Hai.
Guru Gao Ming.
Hai.
Kau sudah sadar?
Hai.
Syukurlah.
Hai.
Akhirnya kau sadar.
Zang Hai.
Zang Hai,
semua berkat Guru Gao Ming, sehingga kau bisa selamat.
Nona Xiang
yang menyuruh Nona Tong
mencariku untuk membicarakan cara menyelamatkanmu.
Namun, Tuan Zhao benar-benar berhati-hati dan mudah curiga.
Kau harus benar-benar mati sekali,
barulah masalah ini bisa memiliki titik balik.
Apakah Anda menambahkan sesuatu
ke dalam makanan
yang bisa membuat seseorang merasa sangat pusing dan kehilangan tenaga
setelah memakannya?
Aku menambahkan obat rahasia.
Dengan begini, bisa membuatmu pingsan lebih cepat
dan kehilangan napas dan denyut nadi.
Tumis hati dengan perut hewan,
ayam goreng minyak,
ikan kuah cuka
dan tiram bakar.
Begitu melihat, aku tahu Anda punya maksud lain.
Sudah kuduga,
kau pasti akan mengerti saat melihat beberapa hidangan itu.
Jika kau dieksekusi dalam kondisi sadar,
sebelum sampai di momen kematian terakhir,
kau pasti tidak akan berhenti berjuang.
Hanya dengan berbuat seperti ini,
baru bisa membohongi pengeksekusi.
Terima kasih.
Kau masih harus berterima kasih pada seseorang.
Jika bukan dia yang yang mengalihkan Tuan Zhao
di momen kritis,
takutnya kau akan mengalami bahaya.
Tuan Zang.
Tuan Shen.
Pangeran tidak bisa datang menemuimu secara langsung.
Dia memintaku menyampaikan pesannya padamu.
Silakan katakan.
Sebelum Kaisar celaka,
Kaisar terus memanggil namamu.
Kaisar juga berkata bahwa kau benar.
Lalu, bagaimana Pangeran sekarang?
Tuan Zang tidak perlu khawatir.
Bagaimanapun, Pangeran adalah adik kandung Kaisar.
Zhao Bingwen tidak akan berani bertindak gegabah.
Aku tidak bisa berlama-lama di sini.
Aku sudah harus mohon pamit.
Tuan Zang, jaga dirimu.
Jaga dirimu.
Duduk.
Zang Hai,
bagaimana rencanamu selanjutnya?
Aku ingin pergi ke Dongxia.
Dongxia?
Zhao Bingwen bilang padaku,
dia ingin membawa stempel Gui ke Dongxia
untuk membangun pasukan militer sendiri di sana.
Aku harus pergi menghentikannya.
Kalau begitu, aku akan pergi bersamamu.
Aku tidak boleh membiarkannya berhasil.
Selain itu, kau tidak pernah pergi ke Dongxia.
Aku lebih mengenal tempat itu.
Namun, sekarang selain aku dan Hai,
orang lainnya sudah masuk dalam Perintah Penangkapan.
Sulit untuk keluar dari kota ini.
Guanfeng, Shilei, Feng Liu dan Ying Qi
akan tinggal di sini.
Aku akan mencari cara sendiri untuk berkumpul dengan kalian.
Guru,
kita harus membawa Antu pergi bersama.
Jangan ditunda lagi.
Kita langsung berangkat setelah bersiap.
Hai, setelah keluar kota,
kereta kuda akan membawa kalian ke sebuah tempat yang aman.
Kalian bergabung dengan rombongan pedagang yang menuju Dongxia,
maka akan bisa meninggalkan Dayong dengan lancar.
Setelah tiba di Dongxia,
kau harus mengandalkan Nona Xiang.
Guru,
kau tidak ikut bersama kami?
Aku tidak bisa pergi.
Aku harus tinggal di sisi Tuan Zhao
untuk membantu kalian mengawasi pergerakannya.
Hai sekarat dan sudah hampir tiada sekali,
sekarang aku masih takut karenanya.
Guru,
ternyata orang yang sekarat
bisa memimpikan keluarga sendiri.
Wajah mereka masih sama dengan yang aku ingat.
Lalu apa yang mereka katakan padamu?
Mereka bilang sangat merindukanku,
tetapi malah menyuruhku segera kembali ke sini.
Hai,
apakah kau masih ingat hari ketika kau meninggalkan kediaman Xing Dou?
Itu hari ketika Guru pergi tanpa pamit.
Sebenarnya,
aku dan Guru Xing Dou bertengkar.
Dia selalu berpikir,
Zhinu tidak seharusnya menjadi Zang Hai.
Kau harus melupakan dendam
agar bisa memulai kehidupan yang baru.
Namun, aku justru berpikir,
hanya dengan kau menyelesaikan dendam,
kau baru bisa benar-benar ikhlas
dan menemukan masa depanmu sendiri.
Tenang saja.
Aku sudah bukan Zhinu yang sepuluh tahun lalu lagi.
Kita saling menemani selama sepuluh tahun,
hari ini aku akan mengantarmu sekali lagi.
Ingat,
hal yang seharusnya dilakukan harus dilakukan,
tetapi kau lebih harus bertahan hidup dengan baik.
Jalan kita masih sangat panjang,
kau harus lebih berhati-hati.
Sudah hampir tiba di gerbang kota.
Cepat berbaring.
Ayo, berbaring.
Pelan-pelan.
Nanti jangan sampai ketahuan, ya.
Kalau sampai ketahuan,
bisa gawat.
Mari.
[Perintah Penangkapan]
[Gerbang Ding'an]
[Wabah] Berhenti! Periksa!
Berhenti.
Tuan.
Istana ada perintah.
Akhir-akhir ini ada buronan berkeliaran di ibu kota.
Semua kereta kuda
hanya boleh lewat setelah diperiksa dan dipastikan aman.
Di dalam kereta ada mayat.
Semuanya meninggal akibat wabah yang tidak dapat disembuhkan,
muntah darah dan mati mendadak.
Harus segera dibawa ke luar kota untuk dikremasi.
Kereta wabah juga tidak boleh.
Harus diperiksa dulu baru bisa jalan.
Tuan.
Aku hanya mencari nafkah di balai pengobatan.
Jika wabah ini menyebar,
aku tidak sanggup menanggungnya.
Banyak sekali omong kosongmu.
Periksa dengan jelas.
Bukan, Tuan.
Tuan.
Minggir!
Tuan.
Ini mayatnya.
Periksa baik-baik.
Gawat. Dia juga tertular wabah.
Cepat menjauh. Biarkan mereka pergi.
Izinkan lewat.
Jalan.
Cepat pergi!
Minggir.
Pergi.
Cepat pergi.
Pergi.
Antu.
Jaga dirimu.
[Gerbang Ding'an]
Hentikan kereta.
Hai.
Sudah berhasil keluar kota.
Guru.
Ada apa denganmu?
Hai.
Guru masih gagah perkasa, 'kan?
Untung punya persiapan.
Kalau tidak, pasti sulit untuk mengelabui mereka.
Tidak apa-apa.
Hai.
Ini simpan saja.
Bukankah kau selalu bertanya kenapa Guru butuh uang sebanyak itu?
Semua sudah Guru tabung untukmu.
Mengantarmu ribuan li, akhirnya harus berpisah.
Rintangan ini sudah terlewati.
Di jalan ke depannya,
Guru tidak akan menemanimu lagi.
Jaga dirimu.
Harus tunggu aku kembali.
Cerewet.
Cepat pergi.
Hentikan kereta.
- Hentikan kereta! - Zang Hai, ada apa?
Hentikan kereta! Hen...
Zang Hai.
[Gerbang Ding'an]
Hai.
Guru sudah meminum teh Tuan Zhao, tidak bisa bertahan hidup lagi.
Aku telah menipumu selama sepuluh tahun,
selalu berutang maaf padamu.
Aku iri pada Liu Chu.
Dia tidak tahu Tuan Zhao adalah musuhmu,
tidak perlu menanggung penderitaan batin.
Aku juga iri pada Xing Dou
yang pergi lebih dulu dariku.
Karena dia melihatnya lebih jelas,
tahu cepat atau lambat akan ada hari ini.
Namun, aku menemanimu lebih lama,
dia pasti lebih iri padaku.
Guru tidak sia-sia membesarkanmu.
Di dunia ini tidak pernah ada guru yang jalan duluan
dan membiarkan muridnya menopang beban.
Selama perasaannya tulus,
terkadang kebohongan belum tentu merupakan hal yang buruk.
Penipu.
Penipu.
Guru.
Tuan Besar.
Gao Ming ditemukan meninggal di dekat gerbang kota.
Apa yang sedang kau pikirkan?
Aku sedang memikirkan
hari-hari bersama para Guru
di tahun-tahun sebelum masuk ibu kota.
Di jalan ke depannya,
benar-benar tidak ada lagi Guru yang menemaniku.
Aku juga sering memimpikan ibuku.
Memimpikan
masa-masa tanpa beban dulu.
Ternyata selama manusia hidup di dunia ini,
kebahagiaan dan kegembiraan itu singkat.
Pikiran cemas dan penderitaan itu baru seumur hidup.
Aku harus kembali ke Istana Kerajaan Dongxia
untuk mencari kakakku.
Hanya Ratu turun-temurun yang berhak mengetahui
rahasia tertinggi Dongxia.
Namun, kau sudah bertahun-tahun tidak kembali ke Dongxia,
kakakmu juga baru saja menjadi Ratu.
Jika sekarang kembali,
aku khawatir dia akan punya pikiran lain.
Dalam perang besar saat stempel Gui muncul dulu,
pasti ada saksi lain.
Kita bisa menetap di tempat sekitar Istana Kerajaan dulu.
Mungkin bisa mencari tahu sesuatu.
♪ Lampu memenuhi gedung, kabut menghilang ♪
♪ Pernah mencium embun beku dan memeluk dingin ♪
♪ Peluk diri sendiri sejenak ♪
♪ Anggap saja seperti memakai selapis pakaian tipis ♪
♪ Menuliskan kehangatan di antara celah-celah ♪
♪ Meskipun perahu ringan belum melewati gunung berat ♪
♪ Hari sudah gelap, sebaiknya beristirahat dulu untuk semalam ♪
♪ Aku ingin bergegas melewati perjalanan panjang ♪
♪ Untuk membawa kembali cahaya bulan yang hanya bertahan sesaat ♪
♪ Setiap langkah kemarin yang tegas dan nyaring ♪
♪ Menumbuhkan begitu banyak mimpi di hatiku ♪
♪ Biarkan aku bersembunyi di tempat yang aman ♪
Itu adalah Gunung Yuren.
Tiba di sini berarti tidak jauh dari ibu kota Dongxia.
Apakah Gunung Dansui juga ada di sana?
Gunung Yuren adalah rangkaian pegunungan yang memanjang dari Gunung Suci Dansui.
Yang di belakang itu, yang lebih megah,
adalah Gunung Suci Dansui.
Katanya, warga Dongxia
yang berdoa dengan tulus
akan dilindungi oleh Dewa Gunung Suci Dansui.
Tebak harapan apa yang kubuat?
Apa?
Aku berharap kita tidak lagi hidup berpindah-pindah.
Semoga kita tidak pernah berpisah lagi.
Memberi hormat pada Tuan Putri.
Adikku.
Sepuluh tahun tidak bertemu,
bagaimana kabarmu?
Dia adalah Zang Hai yang Ibu bicarakan?
Kau seorang Tuan Putri Dongxia,
bagaimana bisa bersama seorang pria Dayong?
Jangan bergerak.
Bukankah gelarku sebagai Tuan Putri
sudah lama kau singkirkan?
Aku adalah Ratu Dongxia yang baru
dan juga kakak kandungmu.
Jika aku bilang kau bukan Tuan Putri,
maka kau bukan Tuan Putri.
Jika aku bilang kau adalah Tuan Putri,
maka kau adalah Tuan Putri.
Bagaimana kau tahu aku ada di sini?
Aku menerima surat dari Dayong.
Mengatakan kau dicari oleh Istana Dayong.
Kemungkinan besar melarikan diri kembali ke Dongxia.
Aku sungguh tidak menyangka
adikku yang baik, bukannya menjadi tawanan,
malah hampir menjadi tahanan.
Apa yang ingin kau incar
dengan kembali ke Dongxia?
Karena kau tidak mau bicara,
jangan salahkan aku.
Bawa pergi.
[Gerbang Ding'an]
Tuan Putri,
makanlah sedikit.
Jika terus tidak makan,
Anda akan kelaparan dan sakit.
Aku tahu Anda merasa sedih.
Mendiang Ratu pasti akan sangat sedih
jika melihat Anda seperti ini.
Berdirilah.
Kau adalah rakyat Dongxia.
Aku tidak ingin menyulitkanmu.
Terima kasih, Tuan Putri.
Kau pernah melayani ibuku?
Mendiang Ratu sering bercerita kepada kami, para dayang,
tentang masa kecil Anda.
Sebenarnya, Mendiang Ratu
selalu sangat merindukan Anda.
Orang Dayong yang dibawa kembali bersamaku,
apakah kau tahu bagaimana keadaannya?
Aku dengar
dia ditahan di...
Ratu tiba.
Apakah Adik nyaman tinggal di rumah?
Di mana kau menahan Zang Hai?
Di penjara kerajaan.
Karena kau sudah menangkap kami berdua
dan terus menahan kami,
pasti ada sesuatu yang ingin kau paksakan padaku, 'kan?
Antu.
Kau masih sepintar saat kecil.
Kalian semua keluarlah.
Baik.
Apa artinya ini?
Delapan belas Suku Haidong berbatasan dengan Dongxia.
Selama beberapa dekade, terus berkonflik tanpa henti.
Sepuluh hari sebelum kau kembali,
mereka akhirnya tunduk.
Namun,
aku masih sedikit tidak tenang.
Aku membutuhkan seorang keluarga kerajaan dari Dongxia
untuk membantu Raja Suku Haidong.
Khan Mo'ersa dari Suku Haidong
baru saja kehilangan salah satu istrinya.
Aku ingin kau melakukan pernikahan politik dengannya.
Mo'ersa sudah berusia lebih dari 60 tahun.
Kau ingin aku melakukan pernikahan politik dengannya?
Mo'ersa memang sedikit tua,
tetapi putranya masih sangat muda.
Apakah kau pikir siasat kecilmu ini
bisa disembunyikan dari Kaisar Dayong?
Dia akan segera tahu
bahwa kau telah menaklukkan Suku Haidong.
Dongxia akan selalu berada dalam bahaya perang.
Kaisar Dayong?
Kaisar Dayong telah meninggal.
Mereka sendiri sedang direpotkan.
Bagaimana mereka bisa mengurus Suku Haidong?
Kau akan menikah,
suka atau tidak suka.
Kecuali jika kau ingin menikahkan mayatku.
Lancang!
Aku telah menjadi tawanan selama sepuluh tahun.
Aku tidak berutang apa pun pada Dongxia.
Aku juga tidak melakukan kesalahan pada Dongxia.
Bahkan jika aku meninggal dan bertemu Ibu,
dia pasti tidak akan menyalahkanku.
Apakah karena pria bernama Zang Hai itu?
Kau sangat menyukainya, ya?
Pengawal!
Pergi potong satu jari pria Dayong itu
untukku.
Baik.
Tunggu.
Jika kau tidak setuju satu hari,
aku akan memotong satu jarinya setiap hari.
Nanti, bahkan jika kau setuju melakukan pernikahan politik,
dia juga sudah menjadi orang cacat tanpa tangan.
Bagaimana mungkin
orang cacat berani bermimpi
mendekati Tuan Putri Dongxia yang berstatus tinggi?
Cepat pergi.
Baik.
Aku setuju.
Kau masih terlalu lembut hati.
Tidak pantas menjadi Ratu Dongxia.
♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪
♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪
♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪
♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪
♪ Dalamnya intrik ♪
♪ Tidak sedalam ♪
♪ Tatapanku ♪
♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪
♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪
♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪
♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪
♪ Malam tidak gelap ♪
♪ Hanya karena ♪
♪ Hatiku membara ♪
♪ Aku adalah penggulung awan ♪
♪ Aku adalah pembalik hujan ♪
♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪
♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪
♪ Aku adalah hidup dan mati ♪
♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪
♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪
♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪
♪ Aku adalah musim tanam ♪
♪ Aku adalah musim panen ♪
♪ Aku adalah dunia ♪
♪ Aku adalah umat manusia ♪
♪ Kau juga adalah aku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.