Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Legenda Zang Hai]
[Episode 37]
[Kediaman Zhao]
Apa dia sudah menyadarinya?
Hai dan Guru setiap hari pergi-pulang bersama ke sekretariat agung.
Sibuk sampai tidur pun tidak sempat.
Apa mungkin masih ada pikiran lain?
Jadi, menurutmu, dengan kecerdasan Zang Hai,
kebenaran makin jauh
atau makin dekat dengannya?
Keberadaan ikan perunggu
karena tidak bisa kau dapatkan informasinya,
maka aku tidak perlu menunggu lagi.
Sudah saatnya aku memakai caraku sendiri.
Guru.
Bagaimana kalau Anda memberiku waktu lagi untuk mencarinya?
Barang yang ingin disembunyikan Zang Hai
tidak akan bisa ditemukan dengan mencari saja.
Kalau begitu...
Tuan Besar.
Ada apa?
Tuan Zang mengirim orang untuk mengundang Anda menghadiri jamuan malam ini.
Aku tahu.
Guru...
Aku tahu apa yang ingin kau katakan.
Tenang saja.
Aku melakukan ini semua untuk kebaikannya.
Kau pergi saja dulu.
Sudah waktunya.
Pergilah.
Baik.
Guru.
Tuan Penolong.
Silakan.
Hai.
Kau memasak banyak
hidangan lezat saat aku tidak di rumah.
Selama ini selalu Guru yang memasak,
sekarang giliran aku yang melakukannya.
Murid lebih mengungguli gurunya.
Gao Ming.
Profesi gurumu ini
akan segera terancam.
Tuan Penolong, silakan duduk.
Di mana yang lain?
Awalnya aku menyiapkan makanan untuk semua orang hari ini.
Alhasil Feng Liu dan Ying Qi
bersikeras memaksa Antu pergi melihat lampion.
Guanfeng dan Shilei juga ingin ikut.
Dalam sekejap, hanya tinggal aku sendiri di rumah.
Guru, duduklah.
Baik.
Tuan Penolong.
Beberapa waktu ini,
aku belajar banyak hal dari Anda di sekretariat agung.
Aku bersulang pada Anda dengan arak ini.
Zang Hai.
Kau bersedia masuk ke sekretariat agung
dan membantuku mengurus begitu banyak urusan pemerintahan,
memeriksa serta melengkapi,
seharusnya aku yang bersulang padamu.
Tuan Penolong, silakan.
Baik.
Silakan Anda cicipi tomat orak-arik telur ini.
Baik.
Ini resep yang diajarkan ibuku dulu.
Anggota keluargaku sangat banyak,
tidak bisa selalu makan enak tiap hari.
Namun, kami punya banyak ayam betina tua.
Anda coba ini, tahu campur daun bawang.
Ini makanan favorit ayahku.
Hidangan ini punya kisah sejarahnya.
Seorang penasihat kaisar pendiri dinasti
menyadari rekan sekampungnya sendiri
berkolusi dengan pejabat setempat untuk korupsi.
Namun, dia tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi
dan tetap berpegang pada kewajibannya, menghukum mati rekan sekampungnya.
Alhasil, pejabat lain takut terlibat
lalu memfitnahnya bersama-sama.
Kemudian, di musim dingin,
dia membawa sebuah guci tembikar untuk mempersembahkan hidangan kepada Kaisar.
Di dalamnya berisi tahu campur daun bawang.
Setelah mencicipi, Kaisar langsung paham,
lalu menindak keras semua pejabat korup
dan memulihkan nama baiknya.
Jernih dan bersih.
Ini malah agak mirip pengalamanku saat diturunkan jabatan dulu.
Dia bisa mendapatkan pengertian dari Kaisar
bukan karena hidangan ini,
melainkan karena hubungan baik yang terbentuk
saat dulu membantu Kaisar menaklukkan negeri bersama.
Seperti ayahku dulu yang berani
membela Tuan Penolong di istana,
dia memperjuangkan keadilan,
dan mengorbankan hubungan baik.
Kalau bukan karena ayahku,
mungkin Tuan Penolong tidak akan bisa menjadi pejabat lagi, bukan?
Ayahmu berjasa padaku,
tetapi aku malah tidak mampu membalasnya.
Ayahku selalu membantu orang tanpa meminta balasan.
Namun, sebagai manusia yang hidup di dunia,
meski tidak bisa membalas budi
juga seharusnya tidak membalas kebaikan dengan kejahatan, bukan?
Tuan Zhao,
aku harus memanggil Anda Tuan Penolong
atau musuh?
Hai.
Zang Hai.
Kau bicara seperti ini
pasti bukan sekadar mencoba mengujiku.
Anda menyuruh para guru mengajariku dengan begitu baik,
bagaimana mungkin berharap bisa menipuku
dengan kematian Shi Yiping?
Sesempurna apa pun rencana kalian,
pada akhirnya Anda yang membawaku ke Kediaman Shi.
Selama masih ada sedikit keraguan di hatiku,
cepat atau lambat petunjuknya pasti akan ditemukan.
Apa yang kau temukan?
Lu Min.
Lu Min.
Dia adalah teman sekolahmu di Akademi Dayong.
Hari-hari saat kau, Lu Min, dan Zhuang Luyin
belajar bersama
di Akademi Dayong dulu,
kau masih ingat, bukan?
Benar-benar tetap bisa salah meski sudah sangat berhati-hati.
Tidak kusangka,
kau benar-benar berhasil menyelidiki Akademi Dayong.
Zhinu, selamat.
Kali ini
kau barulah benar-benar termasuk
sampai ke ujung jalan ini.
Karena kau sudah mempersiapkan sejak awal,
kiranya yang lain juga belum meninggalkan tempat ini, 'kan?
Semuanya keluarlah.
Kau...
Aku sudah memikirkan banyak kemungkinan.
Misalnya,
kau memang orang ketiga.
Namun, kau bukan dalangnya.
Kau terlambat satu langkah.
Tidak bisa menghentikan Zhuang Luyin dan yang lain
menghabisi keluargaku.
Hari ini,
aku butuh sebuah jawaban.
Karena kebenaran dari semua ini
hanya diketahui olehmu.
Zang Hai.
Kau memang memiliki kecerdasan luar biasa.
Aku benar-benar tidak tahu
apakah ini berkah atau kutukan
dari Langit untukmu.
Sayangnya,
aku tahu lebih banyak darimu,
sudah lebih dulu sampai di depanmu.
Namun, keadaannya sudah begini,
aku juga tidak ingin menyembunyikannya lagi.
Aku
adalah musuh terakhirmu.
Sedangkan peristiwa pembantaian Keluarga Kuai
adalah rencanaku.
Walaupun ayahmu tidak tewas di tangan Zhuang Luyin
dan menyerahkan stempel Gui,
dia tetap tidak akan hidup.
Bagaimanapun juga, kau yang menyelamatkanku
sehingga aku bisa hidup sampai sekarang.
Aku bisa membuatmu mati dengan cepat.
Kau memang sangat hebat
bisa menemukanku.
Namun, kau salah dalam satu hal.
Kematian Shi Yiping
bukan untuk menipumu.
Aku melakukannya demi menipu orang lain.
- Jangan bergerak. - Jangan bergerak.
Kalian.
Atas perintah lisan Kaisar, tangkap Zang Hai.
Bawa pergi.
Kalian semua pergilah.
Biarkan aku berbicara berdua dengannya.
Baik, Kaisar.
Kau.
Zang Hai.
Tahukah kau apa rasanya menjadi Kaisar?
Aku tidak tahu.
Kesepian.
Semua urusan negara hanya diputuskan aku seorang.
Aku harus mempertahankan takhta,
tetapi juga harus mengendalikan para pejabat
dan bertanggung jawab pada rakyat.
Rasanya sunyi sekali di puncak kekuasaan.
Jadi Kaisar suka pertukangan kayu,
karena bisa membuatnya untuk dilihat sendiri.
Sejak aku menjadi kaisar,
setiap saat
tidak lagi merindukan masa lalu.
Namun, jika tidak menjadi Kaisar,
aku mungkin sudah mati.
Aku sungguh tidak mengerti
kenapa ayahmu juga tidak memercayaiku?
Kaisar.
Ayahku tidak mengkhianati Anda.
Jika tidak, dia tidak akan sampai mati pun
tetap tidak mengungkapkan lokasi stempel Gui.
Aku selalu ingin bertanya pada ayahmu
apakah perlu mempertahankan
rahasia ini sampai mati demi diriku?
Paling-paling diungkapkan saja,
apa aku akan takut pada mereka?
Ayahku mati demi kebenaran,
bukan untuk menjaga rahasia Anda.
Dia hanya tidak berharap stempel Gui digunakan lagi.
Kuai Duo,
aku sudah meremehkanmu.
Zang Hai.
Kau telah menipuku.
Aku tidak akan membunuhmu.
Aku juga tidak akan menyakiti orang-orang di sekitarmu.
Namun...
Kau harus menyerahkan ikan perunggu.
Ikan perunggu ada di Paviliun Wenyuan,
tersembunyi di bawah tempat duduk Zhao Bingwen.
Ini adalah ikan perunggu yang tidak diserahkan Kuai Duo kepadaku.
Kaisar.
Aku mengembalikan stempel Gui kepada Anda,
malah tidak menyerahkan ikan perunggu
karena aku telah memahami maksud ayahku.
Kapan kau tahu aku ingin menggunakannya?
Kejayaan Dayong sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun,
tidak pernah lagi terlibat perang,
semua wilayah tunduk, negara pun sejahtera.
Aku ingin mendapatkannya
karena Mendiang Kaisar sebelum wafat
berpesan padaku untuk merebut stempel Gui.
Kau menyembunyikan ikan perunggu
karena takut kematian ayahmu, Kuai Duo, menjadi sia-sia.
Kau ingin mengikuti wasiat ayahmu.
Namun, bukankah aku juga sama?
Meskipun Kaisar tidak menggunakan stempel Gui seumur hidup,
Dayong selalu abadi.
Siapa pula yang bisa menjamin pemimpin penerusnya
akan bisa seperti Kaisar?
Lalu bagaimana denganmu?
Jika kau menyimpan ikan perunggu,
bisakah pula kau jamin keturunanmu
tidak akan mengincar stempel Gui?
Kaisar.
Stempel Gui adalah benda pembawa sial.
Ada banyak orang tewas karenanya.
Sebagai penguasa dunia,
memerintah seluruh negeri dengan bijaksana dengan prinsip keadilan,
agar kebijaksanaan menggapai setiap sudut.
Aku dengan tulus memohon Kaisar menghancurkan benda ini.
Aku masih ada satu hal lagi.
Orang ketiga yang ingin kubunuh masih hidup,
yaitu Zhao Bingwen.
Semua yang terjadi sebelumnya
adalah tipu muslihatnya
untuk menipu kita.
Alasannya sengaja memberi tahu Anda tentang ikan perunggu
karena tidak bersedia aku membalas dendam untuk keluarga.
Yang memberitahuku bukan Zhao Bingwen
melainkan orang suruhan Cao Jingxian.
Kaisar.
Ada apa?
Kaisar.
Orang ini ditangkap pengawal kekaisaran di luar istana,
dia adalah Shi Quan, Wakil Ketua Biro Pengamat Langit yang sudah lama dicari.
Dia berteriak ingin bertemu Anda
dan mengatakan hal-hal
yang tidak pantas diucapkan.
Aku, Shi Quan, memohon bertemu Kaisar,
ini menyangkut harta pusaka Dongxia.
Kalian pergi dulu.
Baik.
Aku ingat kau punya nama lain, 'kan?
Aku adalah anak angkat Kasim Cao,
nama asliku Lu Fen.
Kau dan dia pernah mengambil barang milikku.
Cao Jingxian sudah mati,
kenapa kau masih berani hidup?
Aku seharusnya mati mengikuti Kasim.
Namun, belum bisa membalaskan dendamnya,
aku tidak bisa mati dengan tenang.
Bagaimana rencanamu membalas dendam?
Coba ceritakan padaku.
Tahukah Kaisar
untuk membuka stempel Gui butuh tiga ikan perunggu?
Apa katamu?
Aku ingin melaporkan Zang Hai menyimpan harta milik Kaisar,
menipu Kaisar dan berencana berkhianat.
Tuan.
Tuan.
Akhirnya Tuan datang.
Semua yang Tuan perintahkan sudah kulakukan.
Mohon Kaisar menyelidiki.
Zhao Bingwen sudah mengaku sendiri padaku
bahwa dialah orang ketiga.
Selain itu, waktu itu memang Zhao Bingwen
yang membawaku mengunjungi Shi Yiping.
Dia bisa menyuruh Lu Yan membunuh Pejabat Senior Shi,
juga bisa menyuruh Lu Fen melapor diam-diam pada Anda.
Sudahlah.
Masalah Zhao Bingwen
akan pelan-pelan kuselidiki sendiri.
Kaisar harus berhati-hati.
Dia pasti sedang mengincar stempel Gui.
Aku sudah lelah.
Tahan dia dulu.
Dibicarakan lagi setelah memutuskan hukumannya.
Pengawal.
Besok pagi-pagi
panggil Zhao Bingwen
untuk menghadapku.
Baik, Kaisar.
[Penjara Kekaisaran]
Kau berbohong apa lagi pada Kaisar?
Kaisar bahkan tidak bertanya padaku,
untuk apa aku harus berbohong?
Kau memanfaatkan Lu Fen
untuk memaksaku menyerahkan ikan perunggu milikku kepada Kaisar.
Bukankah kau juga sama saja tidak bisa mendapatkannya?
Semalam Kaisar mengalami kejadian tidak terduga
dan nyawanya terancam.
Sementara kau adalah orang terakhir yang menemuinya
dan juga dipenjara olehnya.
Kasim Sun mengetahui situasi yang terjadi.
- Dia tidak akan... - Sekarang aku adalah kepala sekretariat
dan sangat dipercaya oleh Kaisar.
Saat Kaisar dalam bahaya,
Sun Defang dan Xue Zhao gagal melindungi Kaisar,
jadi aku memenjarakan mereka.
Sekarang aku yang melindungi Kaisar.
Mendapatkan ikan perunggu dan stempel Gui
bagiku itu sangat mudah.
Zang Hai.
Sayang sekali.
Sekarang semua ini memang sudah ditakdirkan terjadi.
Jika kau tidak membongkar identitasku,
saat ini juga
aku bisa menggunakan wewenang kepala sekretariat untuk membebaskanmu
dan membiarkanmu terus mengikutiku.
Masih banyak hal
yang bisa kita lakukan bersama di masa depan.
Satu kebohongan harus ditutupi dengan kebohongan yang tidak terhingga,
cepat atau lambat akan ketahuan juga.
Jika tipu daya adalah rencana jahat tersembunyi,
maka strategi politik adalah rencana terbuka.
Rencana dijalankan diam-diam,
hasilnya terlihat di depan mata,
apakah kau tahu perbedaan di dalamnya?
Sejak kapan kau mulai menjebakku?
Sejak kau memberitahuku
bahwa Kuai Duo memberikan stempel Gui pada Kaisar.
Selain membuatku mengetahui keberadaan stempel Gui,
kau juga membuatku merasa cemas,
karena kau didukung oleh Kaisar.
Namun, yang benar-benar sulit
adalah bagaimana membuatmu menyerahkan ikan perunggu yang terakhir.
Karena itu, kau sengaja menaruh ikan perunggu
dan stempel Gui di rumah Shi Yiping.
Itu tidak hanya bisa menjebaknya sebagai orang ketiga,
tetapi juga membuat Kaisar mendapatkan stempel Gui
dan sepenuhnya menghilangkan kecurigaannya terkait masalah ini.
Setelah itu kau memanfaatkan ikan perunggu di tanganku
untuk memecah belah hubunganku dengan Kaisar.
Jika ingin mengambil,
harus memberi terlebih dulu.
Jenderal.
Di dalam tidak ada seorang pun.
Sepertinya mereka sudah lama punya persiapan.
Segera perintahkan untuk siaga penuh di seluruh kota.
Baik.
Kau ingin aku
mempertimbangkan dendam pribadi
dengan kedamaian seluruh negeri?
Jika aku menyerahkan ikan perunggu,
stempel Gui bisa digunakan kapan saja.
Jika aku tidak menyerahkan ikan perunggu,
aku tidak bisa membuktikan pada Kaisar
bahwa kau adalah orang ketiga.
Aku tahu persis
seperti apa dirimu.
Kau begitu terobsesi untuk membalas dendam,
tetapi kau tidak bisa mengubah sifat aslimu.
Di dunia ini,
orang baik
sering kali terhambat
karena mereka terlalu banyak pertimbangan dan belenggu yang mengikat.
Selama kau dan Kuai Duo membuat pilihan yang sama,
kau tidak akan bisa menggunakan Kaisar untuk melawanku.
Kau sangat memahami ayahku.
Kisahmu dan dia,
sebenarnya benar atau bohong?
Tipu daya yang paling hebat
adalah menggunakan kebenaran untuk menipu.
Sembilan kebenaran
dan satu kebohongan
baru bisa membuat orang percaya sepenuhnya.
Kuai Duo memang pernah membelaku di istana.
Aku juga memang pernah menulis surat pada Kaisar untuk menghukum berat pelaku.
Namun,
kami tidak pernah berkomunikasi melalui surat.
Aku juga tidak menerima suratnya di Yuezhou.
Surat itu dikirimkan Zhuang Luyin kepadaku.
Aku meminta Gao Ming untuk tetap tinggal menggantikanku di Yuezhou,
dan bergegas kembali ke ibu kota.
Aku juga meminta Cao Jingxian untuk mengatur Biro Pengawas Penjaga
menjaga setiap pintu masuk ibu kota.
Ternyata memang pada hari itu
ditemukan jejak ayahmu yang kembali ke ibu kota.
Hanya saja Kuai Duo tiba-tiba menghilang.
Tidak disangka,
dia memasuki istana melalui jalan rahasia,
jadi kami berjaga di sekitar rumahmu
dan menunggunya kembali.
Dugaanku saat itu memang benar.
Kau yang mengendalikan para bandit untuk menyerahkan diri,
membuat mereka mengakui kejahatan pembantaian keluargaku,
lalu menulis surat pada Kaisar sebagai ungkapan kemarahan.
Terakhir, kau membungkam semua orang.
Setelah itu,
aku terus menunggu
seseorang menegakkan keadilan untuk Kuai Duo.
Menunggu orang yang diam-diam menyembunyikan stempel Gui itu muncul sendiri.
Namun, tidak disangka,
kematian Kuai Duo berlalu begitu saja
tanpa ada penyelidikan lebih lanjut lagi,
hingga aku mengetahui darimu
bahwa orang itu adalah Kaisar.
Zhuang Luyin menjadi pembawa pesanmu,
Cao Jingxian berjaga untukmu.
Ternyata kau bisa membuat kedua orang ini
begitu patuh padamu
dan terus menyembunyikan identitasmu.
Apakah kau ingin mendengar tentang Akademi Dayong?
Aku lahir di kota kecil perbatasan yang selalu dilanda perang.
[Akademi Dayong] Ayahku memberiku nama Bingwen.
Dia berharap aku bisa mewarisi kebajikan Raja Wen
dan suatu hari nanti bisa menjadi pejabat di istana.
Pada akhirnya, aku memenuhi harapan semua orang.
Di usia sepuluh tahun, aku diterima di Akademi Dayong.
[Tidak memamerkan bakat]
Sebagian besar murid
di Akademi Dayong berasal dari keluarga bangsawan.
Tidak butuh waktu lama, aku sudah menjadi ancaman bagi mereka,
karena aku berasal dari keluarga miskin,
tetapi punya bakat luar biasa.
Lepaskan aku!
Kau ingin menjadi orang seperti kami?
Jangan harap.
Aturan Dayong adalah
orang cacat tidak boleh masuk ke istana.
Hari ini aku akan memotong satu jarimu
untuk mengakhiri angan-anganmu.
Beraninya anak jenderal pecundang sepertimu membela dia.
Hari ini aku juga akan memotong satu jarimu.
Guru, cepat kemari. Mereka ada di sana.
Anggap saja kau beruntung, bocah.
Tunggu pembalasanku.
Kau baik-baik saja?
Aku tidak apa-apa.
Namaku Lu Min.
Nama dia Zhuang Luyin.
Siapa namamu?
Namaku Zhao Bingwen.
Lu Min sama sepertiku,
berasal dari keluarga miskin.
Ayah Zhuang Luyin gugur dalam pertempuran di perbatasan
dan keluarganya jatuh miskin.
Sejak saat itu,
kami bertiga benar-benar dikucilkan oleh anak-anak bangsawan itu
dan juga sering dianiaya.
Kami pernah mencoba melawan,
tetapi bahkan guru pun memihak mereka.
Di saat itu, aku mengerti.
Di dunia ini ada sesuatu
yang disebut kekuasaan.
Jika tidak ingin ditindas olehnya,
kau harus membuatnya takut padamu terlebih dulu.
Kau mulai dulu.
Beraninya kau memukulku.
Jangan melawan.
Aku tidak akan melepaskanmu.
Aku akan kembali dan memberi tahu ayahku.
Setelah dia datang,
kalian semua akan dibunuh.
Jangan lari.
Tolong aku. Tolong...
Tolong...
Tolong... aku...
Apakah nanti
tidak akan ada lagi yang menindas kita?
Cepat atau lambat, akan ada orang lain yang menindas kita.
Hanya dengan terus menjadi kuat,
kita baru bisa bertahan hidup.
Namun, pada akhirnya masalah ini tidak bisa disembunyikan,
dan kebencian pun tidak akan pernah hilang.
Luka Lu Min membuat mereka yakin
dia terlibat dalam insiden tenggelam itu.
[Gerbang Jinghe]
Seluruh hidup Lu Min hancur.
Dia tidak bisa lagi berada di Akademi Dayong
dan hanya bisa menjadi kasim di istana.
Ayo jalan.
Begitu kau melangkah masuk,
dunia luar tidak berhubungan denganmu lagi.
Bertahun-tahun kemudian,
Lu Min yang sudah mengganti namanya menjadi Cao Jingxian
naik menjadi Kasim Pemegang Segel.
Zhuang Luyin mengalahkan Dongxia
dan menjadi jenderal besar yang terkemuka.
Aku juga mencapai posisi wakil kepala sekretariat agung.
Hanya kami sendiri yang tahu
bahwa kami adalah sekutu sejati.
Jika bukan karena kau,
mungkin mereka berdua tidak akan berakhir seperti sekarang.
[Perintah Penangkapan]
Nona, jangan khawatir.
Sebentar lagi Guanfeng dan yang lainnya akan memberi kabar.
Antu.
Tong, akhirnya kau datang.
Antu.
Akhirnya aku berhasil lepas dari penguntit,
tetapi tetap tidak bisa berlama-lama di sini.
Kenapa kau mencari tempat tersembunyi seperti ini?
Aku mengira kalian semua sudah keluar kota.
Ini tempat persembunyian yang disiapkan khusus oleh Zang Hai.
Begitu pengawal kekaisaran yang menjaga kami pergi,
kami langsung datang ke sini.
Antu.
Sekarang seluruh kota sedang memburu kalian,
jadi kalian harus sangat berhati-hati.
Namun, tadi malam Kaisar masih berjanji akan memberi kami kebebasan,
kenapa hari ini malah menangkap kami?
Apakah terjadi sesuatu pada Zang Hai?
Mari.
Aku tidak tahu
apa yang dibicarakan Tuan Zang dengan Kaisar.
Namun, hari ini beredar kabar yang sangat heboh di istana.
Mereka bilang Zang Hai sengaja berniat membunuh Kaisar.
Bagaimana mungkin Zang Hai berniat membunuh Kaisar?
Dia difitnah.
Kau mau ke mana?
Aku mau pergi menyelamatkannya.
Sekarang Zang Hai ditahan di penjara tahanan Kaisar,
bagaimana kau bisa menyelamatkannya?
Mungkin kau akan ditangkap
sebelum sempat bertemu dengannya.
Aku akan mencari cara untuk menemui Pangeran Yongrong.
Dia pasti bisa menyelamatkan Zang Hai.
Pangeran Yongrong adalah kerabat kekaisaran yang paling besar.
Jika terjadi sesuatu pada Kaisar,
dia adalah orang pertama yang dicurigai.
Apalagi sekarang dia dikurung di kediaman
dan tidak bisa keluar.
Siapa lagi yang bisa menyelamatkan Tuan Zang sekarang?
Antu.
Kau jangan panik dulu.
Mari kita cari cara lain.
Bagaimana kalau aku tanya ke ayahku?
Tong.
Apa yang akan kukatakan selanjutnya
mungkin akan sangat menyulitkanmu,
tetapi pada akhirnya, aku tetap harus memberitahumu.
Apakah ada hubungannya dengan ayahku?
Kenapa kau mau menyelamatkanku?
Kenapa kau melatihku untuk membalas dendam?
Jika bukan karena kau yang memberitahuku ada orang ketiga,
mungkin aku tidak akan pernah mengetahuinya.
Selain didorong oleh kebencian,
apakah kau punya alasan untuk hidup?
Aku memberitahumu tiga musuh itu
karena berharap kau tidak akan pernah berhenti membalas dendam.
Hingga pada akhirnya, kau membantuku menemukan stempel Gui.
Sekarang kau sudah menjadi kepala sekretariat agung,
kenapa bersikeras ingin mendapatkan stempel Gui?
Dayong sangat besar.
Makin banyak urusan yang harus diselesaikan,
makin banyak pejabat yang dibutuhkan.
Selama orang-orang ini ada di tengah,
bahkan Kaisar pun akan menghadapi banyak hambatan.
Aku ingin mengubah dunia ini,
tetapi dunia ini
tidak akan bisa diselamatkan oleh orang seperti Kuai Duo.
Namun, stempel Gui berbeda.
Asalkan aku memilikinya,
aku bisa mengubah semua orang Dongxia menjadi prajurit bisu,
memimpin pasukan yang tidak terkalahkan,
membuat semua Kaisar tunduk pada Dayong,
dan membiarkan rakyat mereka
bekerja keras untuk Dayong.
Tindakanmu ini
hanya akan mendatangkan peperangan tanpa akhir.
Persatuan dunia
tercapai dengan pemerintahan yang harmonis.
Sejarah
pasti akan mencatatmu sebagai pembawa bencana bagi negara dan rakyat.
Hanya pecundang
yang akan dihina.
Asalkan tugas ini selesai,
pasti ada orang yang menulis puisi sanjungan untukku.
♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪
♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪
♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪
♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪
♪ Dalamnya intrik ♪
♪ Tidak sedalam ♪
♪ Tatapanku ♪
♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪
♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪
♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪
♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪
♪ Malam tidak gelap ♪
♪ Hanya karena ♪
♪ Hatiku membara ♪
♪ Aku adalah penggulung awan ♪
♪ Aku adalah pembalik hujan ♪
♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪
♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪
♪ Aku adalah hidup dan mati ♪
♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪
♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪
♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪
♪ Aku adalah musim tanam ♪
♪ Aku adalah musim panen ♪
♪ Aku adalah dunia ♪
♪ Aku adalah umat manusia ♪
♪ Kau juga adalah aku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.