Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Legenda Zang Hai]
[Episode 35]
Tuan Zhao?
Anda...
Apakah kau masih mengingat ini?
Ini adalah benda yang kuambil darimu
pada malam saat aku menyelamatkanmu.
Aku hanya berpikir, suatu hari nanti,
ketika kita bisa bertemu dengan wajah asli kita,
maka aku bisa mengembalikannya kepada pemiliknya.
Sebelumnya, situasinya tidak jelas,
jadi aku tidak berani sembarangan mengaku mengenalmu.
Selama bertahun-tahun ini,
aku menyembunyikan identitasku darimu
karena takut musuhmu
mengetahui hubungan kita yang tidak biasa,
dan memengaruhi rencana balas dendammu.
Namun sekarang,
aku tidak bisa terus menyembunyikannya lagi.
Karena kau sudah sampai pada tahap ini.
Kali ini, sudah sepantasnya aku menghadapinya bersamamu.
Tuan Penolong.
Terimalah penghormatanku.
Akhirnya kita bertemu.
Di tahun pertama Era Zhenshun,
aku naik pangkat menjadi Asisten Menteri Keuangan.
Ayahmu sudah menjadi Ketua Biro Pengamat Langit.
Pada tahun itu terjadi Kasus Korupsi Pengerjaan Bangunan.
Aku mengajukan petisi kepada Kaisar untuk menyelidiki kasus ini secara tuntas.
Namun, kasus ini melibatkan banyak pejabat tinggi dan bangsawan.
Aku difitnah orang.
Saat itu, hanya ayahmu
yang berinisiatif maju di pemerintahan untuk membelaku.
Justru karena dia tetap mau menyelamatkanku dan rela menanggung risikonya,
pada akhirnya,
hanya pangkatku yang diturunkan.
Saat itu aku bersumpah,
budi ini pasti akan kubalas dengan setulus hati.
Kemudian,
kami sering surat-menyurat.
Aku jauh dari ibu kota,
jadi banyak urusan pemerintahan,
baru bisa kupahami melalui ayahmu.
Oleh karena itu juga aku berhasil dalam pemerintahan di tempat pengasingan.
Lalu, pada tahun kelima Era Zhenshun,
aku kembali ke ibu kota dan mendapatkan kembali jabatan semula.
Di tahun keenam Era Zhenshun,
ayahmu mau pergi ke Dongxia untuk membangun Menara Fengshan.
Sejak saat itu,
kami tidak pernah bertemu lagi.
Namun, kami masih terus surat-menyurat.
Tiga tahun kemudian,
saat itu aku berada di Yuezhou untuk pemberian bantuan bencana.
Tiba-tiba menerima surat rahasia dari ayahmu.
Dia ingin bawa seluruh keluarganya meninggalkan ibu kota dan mengasingkan diri.
Dia minta bantuanku agar menjemputnya.
Awalnya aku mengira Menara Fengshan runtuh
dan Kuai Duo sudah meninggal.
Tidak disangka,
dia masih hidup.
Meskipun dia tidak memberitahuku apa yang terjadi,
dari tulisan tangannya terasa kegelisahan yang luar biasa.
Aku segera bergegas menempuh perjalanan sepanjang malam.
Namun, tetap saja terlambat satu langkah.
Rumah Keluarga Kuai sudah dilalap api.
Hal yang bisa kulakukan
hanyalah menyelamatkan putranya
demi merencanakan masa depan.
Aku mengantarmu ke Kota Praja Qingquan,
dan menyusun rencana balas dendam untukmu.
Meminta Xing Dou dan Gao Ming mendidikmu hingga dewasa.
Terima kasih, Guru.
Ini adalah hal terakhir
yang bisa kulakukan untuk ayahmu.
Tuan Penolong,
terima kasih.
Sepuluh tahun telah berlalu, kau akhirnya lulus.
Selanjutnya masih banyak hal yang harus dilakukan.
Pertama-tama, kita harus mencari tahu
Shi Yiping benar-benar bermasalah atau tidak.
Aku akan segera utus orang untuk mengantarkan surat kunjungan,
dan menemanimu ke Kediaman Shi untuk menyelidikinya.
[Kediaman Zang]
Tuan akhirnya memberitahumu.
Sungguh membuatku tidak tahan lagi.
Saat kau berkunjung ke Kediaman Zhao,
aku sudah ingin memberitahumu.
Jangan bersusah payah lagi, dia itu tuan penolongmu.
Namun,
dia bersikeras mengatakan bahwa waktunya belum tepat.
Memanggilmu ke kediamannya itu
untuk memberimu sedikit petunjuk.
Kalau begitu Guru,
sekarang bisakah Anda memberitahuku
bagaimana kalian bisa mengenal Tuan Penolong?
Baik.
Si Xing Dou itu,
Tuan mengenalnya saat pangkatnya diturunkan.
Dia kaya,
tetapi kaku dan aneh.
Dia menyinggung pejabat,
lalu difitnah dan dijatuhi hukuman mati.
Kemudian, Tuan yang menolongnya.
Aku berbeda dengan Xing Dou.
Aku yatim piatu sejak kecil
dan tumbuh besar berkat bantuan banyak orang.
Untungnya Tuan menampungku.
Kemudian,
aku baru bisa menemukan jalanku sendiri.
Lalu, bagaimana dengan Guru Liu Chu?
Urusan Liu Chu tidak bisa kubicarakan sembarangan.
Pokoknya,
dia juga berutang budi pada Tuan.
Wajar jika kau menyalahkanku
karena terus menyembunyikannya darimu.
Namun, menurutku,
selama perasaannya tulus,
terkadang kebohongan belum tentu merupakan hal yang buruk.
Guru,
Anda adalah orang yang paling kupercaya.
Anda juga tahu
di dunia ini
orang yang berani kupercayakan nyawaku kepadanya
sudah tidak banyak lagi.
Kata-kataku tetap sama,
hidup lebih penting dari apa pun.
Sungguh tidak kusangka,
ayahnya Tong adalah tuan penolongmu.
Tong menyamar sebagai Tuan Muda Ke-8,
ternyata dipelajari dari ayahnya.
Kalau bicara seperti itu, mungkin saja memang benar.
Sekarang di belakangmu ada Kaisar,
dan juga ada bantuan Tuan Zhao.
Aku percaya hari pembalasan dendam itu tidak akan lama lagi.
Sekarang masalahnya masih belum jelas,
jadi tidak boleh lengah.
Kalau begitu, kau harus hati-hati saat pergi ke Kediaman Shi.
Meskipun menemukan ada masalah pada Pejabat Senior Shi,
kau juga tidak boleh bertindak gegabah.
Kau tenang saja.
Aku akan melindungi diriku dengan baik.
[Kediaman Shi]
Tuan Zhao.
Tuan-Tuan, silakan duduk.
Aku akan segera memanggil Pejabat Senior.
Tuan Shi.
Pejabat Senior Shi.
Kita semua adalah pejabat di istana yang sama.
Tuan Zhao juga bekerja bersamaku di sekretariat agung.
Untuk apa terlalu formal?
Tuan Zang.
Sejak kau menjabat,
ini pertama kalinya datang ke rumahku, bukan?
Tidak kusangka Tuan Zhao yang begitu jujur dan bersih,
ternyata kau pun bisa menjalin relasi dengannya.
Sejak aku mulai bertugas di istana,
aku belum pernah mengunjungi Pejabat Senior.
Ini sungguh merupakan kelalaianku.
Zang Hai belum lama ini menjabat sebagai Wakil Menteri Tenaga Kerja.
Kedatanganku kali ini justru untuk memperkenalkannya pada Anda.
Semoga Pejabat Senior bisa banyak-banyak membimbingnya.
Tuan Zhao terlalu rendah hati.
Jika bicara soal kemampuan mengenali bakat,
siapa yang bisa menandingimu di ibu kota ini?
Sekarang aku
sudah tua.
Beberapa tahun lagi,
mungkin aku akan pensiun dan kembali ke kampung halaman.
Kementerian Keuangan mengurus kas negara.
Tidak ada aku pun bukan masalah di istana ini.
Namun, tidak bisa tanpamu.
Aku tidak berani menerima pujian itu.
Tuan Shi, jangan berkata seperti itu.
Dayong tidak bisa sehari pun tanpa Pejabat Senior.
Di Dayong, selain Kaisar,
siapa yang benar-benar tidak tergantikan?
Zhuang Luyin itu, dengan jasa perangnya yang gemilang.
Bukankah berakhir dengan dicelakai oleh putra kandungnya sendiri?
Betapa berwibawanya Cao Jingxian di istana,
bukankah dia juga meninggal secara tidak jelas?
Jangan berpuas diri saat di puncak kekuasaan dan pahami siklus kehidupan.
Seorang pejabat tidak boleh melupakan prinsip ini.
Ucapan Pejabat Senior memang benar.
Zang Hai.
Kudengar Kaisar menganugerahimu Pedang Pembasmi Kelicikan
dan menyuruhmu membantu menyelidiki penyebab kematian Cao Jingxian.
Hari ini kau datang mencariku,
mungkinkah kau mencurigai sekretariat agung?
Sekretariat agung berwewenang atas penyusunan perancangan titah untuk Kaisar
dan melibatkan banyak rahasia negara.
Benarkah kau berani menyelidikinya?
Menjawab Tuan Shi,
aku saat ini belum punya petunjuk.
Namun, perintah Kaisar tidak bisa ditolak.
Karena telah menerima Pedang Pembasmi Kelicikan,
jadi aku akan menyelidikinya sampai tuntas.
Kasus ini sangat aneh.
Zang Hai hanya ingin mendengar pendapat Anda.
Tuan Zhao.
Anda memang penilai bakat yang hebat.
Zang Hai memiliki watak seperti ini,
mungkin dia benar-benar bisa berguna
untuk sekretariat agung di masa depan.
Dia masih muda
dan mudah gegabah dalam bertindak.
Kelak sering-seringlah datang
untuk minta bimbingan dari Pejabat Senior.
Asah dia dengan baik.
Generasi muda patut disegani.
Menurutku, kau ini
sudah meremehkannya.
Zang Hai.
Selidikilah kasus ini tanpa ragu-ragu, aku pasti akan membantumu.
Terima kasih banyak atas bantuan Pejabat Senior.
Pejabat Senior Shi ini kelihatannya sangat tenang,
bahkan membiarkan kita menyelidiki sekretariat agung tanpa keraguan.
Dia ingin menggunakanmu sebagai pisau
untuk membereskan sekretariat agung.
Pejabat Senior Shi mulai ingin mengambil alih kekuasaan.
Namun, dia tidak akan melakukan segala hal ini
secara terang-terangan.
Sementara aku kebetulan bisa menjadi pisau di tangannya
yang memperkuat kendalinya atas sekretariat agung.
Aku telah menjadi pejabat bersamanya selama bertahun-tahun.
Entah sudah berapa banyak menteri istana yang kulihat
ditekan olehnya secara terang-terangan maupun diam-diam.
Sebelumnya, daftar nama yang kau serahkan
dari Biro Pengamat Langit,
justru diambil olehnya untuk dijadikan masalah besar.
Sementara Biro Pengawas Penjaga milik Cao Jingxian dan sekretariat agung,
selama ini juga bersaing secara terbuka maupun terselubung.
Namun, sikap Shi Yiping
terhadap Cao Jingxian di istana
sangat berubah-ubah.
Kadang-kadang saling bermusuhan,
kadang-kadang seperti sedang bersekongkol.
Oh ya, Tuan Penolong.
Kudengar Pejabat Senior Shi
adalah pecinta lukisan yang terkenal di istana.
Tadi aku mengamati aula depan Kediaman Shi
memang penuh dengan banyak lukisan berharga.
Beberapa di antaranya terlihat sangat familier,
sepertinya baru-baru ini muncul di pasaran.
Mendengarmu bicara begitu,
aku teringat akan satu hal.
Akhir-akhir ini harga kaligrafi dan lukisan di ibu kota
naik hampir dua kali lipat.
Sebaliknya, barang antik dan giok malah turun cukup banyak.
Sepertinya orang yang membeli kaligrafi dan lukisan dengan harga tinggi ini,
semuanya sudah pergi mengunjungi Pejabat Senior Shi.
Karena kaligrafi dan lukisan adalah usaha untuk mendekatinya,
jadi malam ini aku akan pergi lagi ke Kediaman Shi.
Menyenangkan hatinya dengan memberikan lukisan,
agar dia merasa aku ingin dekat dengannya
sehingga bisa mengurangi kewaspadaannya.
Lalu, mencoba mencari tahu lebih banyak tentang dirinya.
Tuan Zang,
sudah selarut ini,
apakah ada urusan penting?
Kunjungan siang tadi terburu-buru dan datang tanpa membawa hadiah.
Kali ini aku sengaja membawa dua lukisan terkenal.
Aku ingin minta Pejabat Senior menuliskan kata pengantar.
Tuan, silakan ikuti aku.
Pemandangan musim gugur di pegunungan dan sungai.
Memainkan Qin di bawah hutan.
Kedua lukisan ini,
semuanya asli, ya.
Tidak kusangka Tuan Zang juga memiliki selera elegan begini.
Pejabat Senior sungguh membuatku malu.
Anda adalah ahli dalam seni lukis,
aku hanya ikut-ikutan dalam hal seni dan budaya agar tampak elegan.
Aku mengagumi kaligrafi Anda,
karena itu aku sengaja datang meminta Anda menuliskan sepatah kata pengantar.
Aku telah mengganggu istirahat Anda.
Mohon dimaafkan.
Tuan Zang, berkunjung larut malam,
takutnya bukan hanya untuk kata pengantar saja, 'kan?
Pejabat Senior, jujur saja
siang tadi di tempat Anda ini,
aku melihat Lukisan Pemandangan Gunung Yuren.
Lukisan itu menggambarkan gunung terkenal di Dongxia.
Auranya megah dan tampak sungguh luar biasa.
Aku tidak bisa menahan rasa penasaran,
hanya berharap bisa mengamatinya lagi dengan lebih saksama.
Setiap orang memiliki barang kesayangan.
Sama seperti aku menyukai lukisan,
Kaisar suka mengerjakan pertukangan kayu.
Lukisan Pemandangan Gunung Yuren milikku ini
bukanlah karya agung yang diwariskan turun-temurun.
Sementara kedua lukisanmu ini,
adalah harta karun yang sangat kuinginkan.
Kau cukup pandai mengikuti selera orang.
Namun, aku bisa melihatnya,
kau tidak menyukai seni lukisan.
Pejabat lainnya memimimpikan promosi jabatan,
itu juga bukan cita-citamu.
Pikiranmu tidak ada pada hal-hal ini.
Aku hanya ingin meringankan beban Kaisar.
Namun, ada satu hal yang tidak kumengerti.
Boleh tahu apa yang ingin Anda tanyakan?
Menyelidiki kasus
seharusnya merupakan urusan Tiga Divisi Hukum.
Kau adalah Wakil Menteri Tenaga Kerja, juga bukan orang Biro Pengawas Penjaga.
Namun, Kaisar malah menyuruhmu menyelidikinya.
Apakah
kau memiliki keistimewaan yang tidak kuketahui?
Pejabat Senior,
Kaisar memercayaiku
sehingga menyuruhku menyelidiki kasus ini.
Meskipun Kaisar memercayaimu,
aku tetap tidak memercayaimu.
Hanya dalam waktu setahun,
kau sudah sampai di posisi sekarang.
Kau sungguh luar biasa.
Besok,
aku akan bicara pada Kaisar
agar menyerahkan tugas ini kepadaku.
Kau tidak perlu mengurusnya lagi.
Jika Pejabat Senior sungguh bisa membujuk Kaisar,
aku tentu akan mengikuti perintah.
Apakah
Kaisar tidak hanya ingin menyelidiki kematian Cao Jingxian,
tetapi masih ada hal lain yang diserahkan padamu?
Lantas, menurut Anda hal apa lagi yang harus diselidiki?
Tuan Besar, ada apa dengan Anda?
Tuan Besar!
Tuan Besar!
Pengawal!
Tuan Besar!
Lu Yan?
Cepat, tangkap dia.
Baik.
Cepat panggil orang.
Cepat!
Siapa itu?
Lu Yan.
Apa alasanmu membunuh Shi Yiping?
Dia menipu stempel Gui dari ayah angkatku
dan menyuruh kami menurutinya.
Setelah urusan selesai,
dia malah mau membunuh kami.
Dia pantas mati.
Namun, kau lebih pantas mati!
Sebelum Cao Jingxian meninggal,
orang yang dia suruh kalian turuti
adalah Shi Yiping?
Zang Hai.
Aku seharusnya membunuhmu dari dulu.
Jika bukan karena kau membunuh Ayah Angkat,
hal seperti ini tidak mungkin terjadi!
Tangkap pembunuh!
Cepat kemari, tangkap pembunuh!
Sayang sekali aku tidak berhasil membunuhmu.
Ayah Angkat,
Yan datang menemui Anda.
Hentikan dia!
Tuan Zang.
Tempat yang bisa disembunyikan barang di kediaman ini
sudah digeledah semuanya.
Namun, kami tidak menemukan apa-apa.
Tuan,
sebenarnya apa yang ingin kalian cari?
Tidak menemukan apa pun
berarti tidak bisa membuktikan dia orangnya.
Terjadi hal sebesar ini,
bagaimanapun juga,
kita harus melaporkannya dulu pada Kaisar.
Kasim Sun.
Masalah ini sangat serius,
mohon suruh bawahan pergi.
Semuanya pergi.
Baik.
Kaisar.
Kaisar.
Kaisar.
Ini stempel Gui milikku.
Kaisar,
benda ini ditemukan di Kediaman Kepala Sekretariat Agung Shi Yiping.
Shi Yiping dibunuh oleh Lu Yan, pengawal pribadi
Cao Jingxian.
Lu Yan bunuh diri karena takut hukuman.
Dari perkataannya diketahui
bahwa semua penjaga Kediaman Cao mati karena diracuni oleh Shi Yiping.
Tidak disangka,
dalang di balik semua ini adalah Shi Yiping.
Kepala sekretariat agungku
menginginkan benda milikku setiap hari.
Aku benar-benar salah menilai orang.
Kaisar menganugerahiku Pedang Pembasmi Kelicikan,
juga membantuku menghadapi musuh ketiga.
Kini,
sudah saatnya juga mengembalikan pedang pusaka ini kepada Kaisar.
Kaisar.
Aku melihat sebuah lukisan di kediaman Shi Yiping.
Aku ingin meminta Anda menganugerahkannya kepadaku.
Lukisan terkenal mana yang kau inginkan dari kediamannya?
Itu bukan lukisan terkenal juga.
Hanya sebuah lukisan pemandangan pegunungan Dongxia.
Sebuah lukisan bukan apa-apa.
Kau ambillah.
Terima kasih, Kaisar.
Aku mohon pamit.
[Kediaman Zang]
Apakah Zang Hai
baik-baik saja?
Dia baik-baik saja.
Ada Nona Xiang yang menjaganya.
Beban yang menekan di hatinya selama bertahun-tahun ini terlalu berat.
Ada baiknya juga minum sampai mabuk.
Dia memang sangat pintar,
tetapi dia tetap saja masih muda.
Benar.
Menurutmu,
apakah dia sudah menyerahkan stempel Gui dan ikan perunggu kepada Kaisar?
Apa maksud Tuan?
Jika dia menyerahkan semuanya,
tidak ada lagi yang akan kukhawatirkan.
Anda khawatir
kalau dia membohongi Kaisar?
Jika dia sungguh menyimpan ikan perunggu,
pasti karena dia seperti ayahnya,
takut Kaisar akan menggunakan stempel Gui pada suatu hari nanti.
Namun, perbuatan ini sangat berbahaya.
Kau baru tertidur, kenapa bangun lagi?
Kau minum begitu banyak arak,
harus segera beristirahat.
Aku tidak mabuk.
Ada apa denganmu?
Hari ini segala hal berjalan sangat lancar.
Musuh terakhirku sudah mati,
aku juga sudah menemukan stempel Gui.
Namun, di hatiku selalu ada keraguan yang tidak kunjung sirna.
Apa yang sedang kau khawatirkan?
Demi menemukan orang ketiga,
aku menyelidiki begitu lama.
Bangsawan Pingjin, Cao Jingxian,
mereka sama-sama menyembunyikan identitas orang ini dengan sangat baik.
Hingga hari ini,
akhirnya aku berkesempatan untuk menghadapinya secara langsung.
Namun, dia malah tiba-tiba mati begitu saja di hadapanku.
Jika orang ketiga benar-benar orang lain,
dia bisa membuat Lu Yan
menggunakan nyawanya untuk
bersandiwara seperti ini kepada kita,
bahkan rela menyerahkan stempel Gui dan ikan perunggu.
Itu hanya untuk membuat kita percaya
bahwa Shi Yiping adalah orang ketiga.
Jika benar begitu,
intrik dan strateginya
jauh lebih hebat dari Cao Jingxian dan Zhuang Luyin.
Antu.
Ikut denganku.
Bantu aku lihat dengan saksama.
Ini memang lukisan Gunung Yuren di Dongxia.
Pengurus rumah Kediaman Shi mengatakan
bahwa lukisan ini baru digantung akhir-akhir ini.
Ini membuktikan apa?
Kediaman Shi Yiping dipenuhi dengan karya terkenal Dayong.
Kenapa dia hanya menggantung lukisan Dongxia ini
di tempat yang paling mencolok?
Seolah-olah dari awal terang-terangan menunjukkan padaku
dia berhubungan dengan stempel Gui.
Jangan-jangan ada orang yang sengaja memberikannya lukisan ini,
lalu memikirkan cara agar dia menggantungnya,
hanya demi menarik perhatianku?
Jika benar begitu,
pastinya orang inilah yang memerintahkan Lu Yan
untuk menyembunyikan stempel Gui dan ikan perunggu di dalam Kediaman Shi.
Orang yang merencanakan ini
barulah musuhku yang sesungguhnya.
Namun, ikan perunggu dan stempel Gui
adalah benda yang paling diinginkannya.
Dia menyerahkannya begitu saja,
apa tujuannya?
Mungkin demi ikan perunggu yang ada di tanganku itu.
Begitu rupanya.
Meskipun di tangannya ada dua ikan perunggu,
hanya dengan ketiganya bersatu
baru bisa membuka stempel Gui.
Tidak boleh kurang satu pun.
Kau jangan cemas.
Istirahatlah dulu.
Aku akan menemanimu memikirkan caranya.
Hanya saja, keraguan di hatiku ini
tidak bisa kulepaskan bagaimanapun juga.
Lagi pula, aku tidak akan ke mana-mana.
Aku hanya akan menemanimu.
Setelah semuanya berakhir,
kita akan seperti yang dikatakan sebelumnya,
meninggalkan ibu kota dan mengembara ke berbagai tempat.
Pada saat itu,
kau ingin mengingkari janji pun tidak bisa.
Antu.
Aku sudah menemukan caranya.
Cara apa?
Mengundurkan diri.
Kau sudah bangun?
Wangi sekali.
Jangan.
Kenapa buru-buru?
Belum matang.
Kau tunggu sebentar.
Kembalikan ini.
Sebentar lagi baru makan.
Tutup.
Baiklah.
Kalau begitu, aku bantu membesarkan api.
Tidak.
Letakkan.
Bubur ini
harus dimasak perlahan dengan api kecil.
Jika kau membesarkan api,
bukankah akan gosong?
Baiklah.
Aku saja.
Ayo, cicipi dulu.
Terima kasih, Guru.
Panas, ya.
Lezat.
Sekarang lambungmu sudah nyaman?
Kini dendam besarmu sudah terbalas,
aku ingin mengobrol denganmu.
Semalam kau malah mabuk,
tidak sempat.
Tidak apa-apa, Guru.
Semuanya sudah berlalu.
Lalu, apa rencanamu selanjutnya?
Tentu saja mengundurkan diri dan meninggalkan ibu kota.
Guru,
aku sudah memikirkannya.
Guru, aku, Antu,
Guanfeng, Shilei.
Antu ingin membawa Feng Liu dan Ying Qi juga boleh.
Kita cari sebuah tempat,
melewati seumur hidup dengan sederhana.
Tentu saja,
jika kalian bersedia.
Itu tentu saja bagus.
Kau tidak punya ikatan di ibu kota.
Kau juga tidak ingin lanjut menjadi pejabat.
Kalau begitu, kita tinggalkan ibu kota saja.
Aku juga ingin kembali ke Kota Praja Qingquan
untuk memberitahukan kabar ini kepada Guru Xing Dou.
Orang itu entah masih ada di sana atau tidak.
Bilangnya tidak ada ikatan,
tetapi sebenarnya
tidak ingin menjadi ikatan bagi orang lain.
Lihat saja nanti setelah ke sana.
Sudah matang.
Kalau begitu, aku panggil semuanya untuk makan.
Hal ini juga harus diberitahukan kepada mereka.
Baik, pergilah.
Aku pergi, ya.
Pergilah.
Kaisar,
Tuan Zhao telah tiba.
Kaisar.
Bingwen.
Aku memanggilmu kemari
karena ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu.
Kaisar silakan bertanya.
Aku pasti mengatakan semuanya.
Bangun dan bicara.
Terima kasih, Kaisar.
Kutanyakan padamu.
Shi Yiping sudah meninggal,
apakah kau ingin menjabat sebagai kepala sekretariat agung ini?
Aku bertahun-tahun di Kementerian Keuangan,
tidak pernah mengurus urusan Kementerian Kepegawaian,
tidak mampu mengemban tugas besar.
Harap Kaisar pertimbangkan kembali.
Namun, sekretariat agung harus ada seorang kepala.
Kau adalah wakil kepalaku.
Jika kau tidak menjabatnya, siapa yang bisa?
Jika tidak bisa meringankan beban Kaisar,
berarti aku tidak setia.
Jika Kaisar mengizinkannya,
aku bersedia menggantikan sementara posisi kepala sekretariat agung,
sambil menunggu Kaisar memilih orang yang sesuai untuk diangkat.
Baik.
Kepala sementara juga kepala.
Ke depannya, kau saja yang memimpin sekretariat agung.
Aku pasti tidak akan mengkhianati amanah Kaisar.
♪ Menyembunyikan ketajaman di mata ♪
♪ Genggam hasrat berbahaya di telapak tangan ♪
♪ Ombak dahsyat tersembunyi di lengan baju ♪
♪ Guntur menggelegar tanpa suara ♪
♪ Dalamnya intrik ♪
♪ Tidak sedalam ♪
♪ Tatapanku ♪
♪ Konspirasi adalah jubah pelindungku ♪
♪ Rencana terbuka adalah senjataku ♪
♪ Dengan kegilaan yang kupendam ♪
♪ Kubersihkan kotornya dunia ♪
♪ Malam tidak gelap ♪
♪ Hanya karena ♪
♪ Hatiku membara ♪
♪ Aku adalah penggulung awan ♪
♪ Aku adalah pembalik hujan ♪
♪ Kompas hati manusia sulit ditebak ♪
♪ Selalu ada yang naik dan jatuh ♪
♪ Aku adalah hidup dan mati ♪
♪ Aku adalah pemberi dan penerima ♪
♪ Saat keyakinan membara bagai matahari ♪
♪ Aku akan bernyanyi bersamamu ♪
♪ Aku adalah musim tanam ♪
♪ Aku adalah musim panen ♪
♪ Aku adalah dunia ♪
♪ Aku adalah umat manusia ♪
♪ Kau juga adalah aku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.