Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tahun 1915, Musim dingin, Gunung Jiyi.
Siap menembak, Mata jangan berkedip. Paham? 1, 2, 3.
- Tarik. - Bang.
Benar.
- Ayah, Apakah waktunya tepat? - Sangat tepat.
- Lain kali menembak apa? - Babi hutan.
Babi hutan? Apa kamu dapat menangkap babi hutan?
Baik, Lain kali tangkap babi hutan bersama ayah.
Takut? Rumah kita di sana. Apa bisa melihat rumah kita?
Taruhlah di sana, Beberapa hari lagi masih akan kembali, Berikan ember itu untukku.
Cuaca begitu dingin, Bawalah.
Jadi kamu berencana makan rumput? Makanlah bersama Suk Yi.
- Ayah Suk Yi. - Aku pergi.
Kali ini aku pasti akan menangkap sesuatu kembali, Kamu bertahanlah sedikit lagi.
Ayah Seok Er.
Dingin, Masuklah!
Tahun 1925, Gyeongsangnam, Kamar menteri.
Yang mulia, Ini adalah hadiah yang dikirim dari pulau Hamyong untuk Yang mulia.
Buka.
Sampah! Barang seperti ini berikan saja untuk gubernur ibu kota.
Baik, Aku sudah tahu.
- Ryu. - Baik, Yang mulia.
Kamu tahu apa yang tertulis dalam laporan yang kubaca sekarang?
Detasemen pertama artileri yang bulan lalu menyerang gerombolan korea gunung Jiyi, Ada seorang yang hilang.
Sebulan kemudian di temukan dalam jurang oleh penebang.
Bagaimana menemukannya? Apa kamu ingin membacanya?
Tidak, Yang mulia, Aku tak berani.
Mengejutkan sekali, Dalam laporan mengatakan Tak ada satu pun mayat yang sempurna.
- Sebenarnya siapa yang melakukan ini? - Maafkan aku, Yang mulia.
Jadi orang yang disebut sebagai harimau Jiyi Masih belum ditangkap?
- Atau tak bisa ditangkap? - Yang mulia.
Jika ini tim artileri yang lain, Sudah diselesaikan dari awal.
Tapi mengapa hanya kalian yang begitu lamban?
Berkat kamu, Orang korea disini makin makmur.
Tapi ini juga berlawanan dengan pekerjaan menolong harimau korea sebagai tujuan dari gedung pemerintah.
- Bagaimana menurut kamu? - Maafkan aku, Yang mulia.
Sekarang sedang mengerahkan seluruh tenaga mengejarnya, Pasti akan ditangkap secepatnya.
Baiklah, Kalau tidak menepati janji, Kamu harus bertanggung jawab.
Mengenai kamu mempunyai tujuan lain atau tidak juga harus diselidiki.
Yang mulia, Apa maksudnya mempunyai tujuan lain?
Sebenarnya kamu tetap orang korea.
Jika tidak ingin membuat orang salah paham, Tangkap orang itu secepatnya.
Bukankah kamu yang bilang akan menangkap mereka dari awal? Seberapa aku ingin menangkap mereka.
Kamu pasti tahu.
Tentu, Yang mulia.
Ini masih ada, Tempatnya tidak salah lagi.
Kita menemukannya, Lihat kaki ini pasti sangat besar.
Pergi kemana dengan meninggalkan mayat di sini.
Orang-orang ini pasti ada di suatu tempat, Meninggalkan orang sendiri bisa pergi kemana?
Biasanya mereka tak akan meninggalkan jejak, Berapa lama kita berjalan demi mencari mereka.
- Di bawah ini ada jurang? - Benar.
Di sini memang ada jejak air, Besok pagi juga pasti akan turun dari sini.
- Buatlah jebakan di sini. - Baik.
- Pasang jaringnya. - Baik.
- Buatlah jebakan dengan baik, Paham? - Ini..
Angin musim semi.
Kelihatannya kali ini benar-benar harus terbang.
- Masih belum ada kabar dari gunung? - Benar.
Menyusahkan.
- Chun Man Duk? - Sudah dibawa, Tapi..
Hei, Bangun..
Cepat bangun.
Baru jam berapa sekarang sudah minum seperti ini.
Hanya minum sedikit saat makan. Apa minum anggur perlu membedakan waktu?
Chun Man Duk.
- Kali ini melanggar perintahku lagi. - Oh, Menyuruh aku berburu itu?
Benar-benar tidak melepaskan orang yang tak bersalah.
Harus kukatakan berapa kali? Aku sudah lama tidak melakukannya.
Sampah seperti ini dapat melakukan apa?
Kamu tak disuruh memimpin, Hanya menyuruh kamu menunjuk jalan untuk mereka saja.
Orang itu tak peduli di gunung apa juga tak seharusnya menganggu raja gunung.
- Kamu orang korea juga, Kamu pasti mengerti. - Apa yang kamu katakan sekarang?
Siapa orang korea?
Chun Man Dek.
Aku bersabar padamu demi pandangan penduduk desa juga ada batasnya.
Apa sudah mengerti?
Ayah.
- Cuaca begitu dingin kenapa masih datang ke sini? - Aku datang karena mencemaskan ayah.
Mencemaskan apa? Mungkinikah mau melakukan gerakan kemerdekaan?
Setiap orang mengatakan kata-kata yang membuat orang khawatir, Tentu saja khawatir.
Aku harus minum sedikit anggur.
Ayah tak tahu mereka membicarakanmu?
Cepatjalan, Matahari akan terbenam.
Bagaimana bisa memperlakukan anak satu-satunya seperti ini? Apa kamu bilang?
Tak apa-apa, Aku mengatakan ayah sangat baik.
Apa yang kamu katakan? Belajar dengan siapa? Cepatjalan.
Aku bilang kamu baik, Kenapa?
Tangkaplah.
Lepaskanlah dia.
Hari ini sangat lancar, Kaki berubah jadi ringan.
Bukankah sudah kukatakan denganmu untuk pergi ke toilet.
Karena terlalu terburu-buru. Buru-buru apa? Memangnya toiletnya sangatjauh?
Aku sedang memupuk. - Memupuk apa? Kamu pikir kamu sedang bertani?
Anak yang cuma tahu main.
- Kenapa masih tidak berhenti? - Aku sedang kencing, Tunggu sebentar.
- Banyak sekali. - Ini karena ikut ayah.
Aku sudah menyiapkan air panas, Cepat pergi mandi.
Ya.
Aku memiliki kemampuan, Bukan?
Ayah, Kita jalan sama-sama.
Cepat datang, Anak muda jalan begitu lamban dapat melakukan apa?
Ada apa di atas gunung? Kenapa begitu terburu-buru?
Bukankah sering kukatakan denganmu.
Ingin mendapatkan sesuatu dari gunung, Pasti harus lebih rajin dari binatang di gunung.
Bukankah aku sering bilang jaman sekarang ini harus sering menggunakan otak.
- Apa kamu memiliki otak itu? - Ayah.
Ada apa? Kenapa terus memanggilku? Apa aku sudah mati?
Karena itu kita jangan memetik tanaman obat yang tak berharga ini lagi.
Kita pasang jebakan di sana dan terima bersih. Rajin seperti ini hanya buang tenaga.
- Hanya akan membuat tubuh menderita. - Memangnya bisa begitu?
Menangkap apa yang bisa ditangkap, Jangan begitu banyak ambisi.
Apapun itu, Percuma saja memiliki begitu banyak ambisi yang tak berguna.
Kalau begitu pasti akan dikeluarkan.
Gungun tahu sopan santun apa? Gunung ini atau gunung itu, Orang lain menangkap binatang gunung untuk makan.
Mereka tetap saja hidup dengan baik.
Cepat tutup mulutmu dan ikut langkahku.
Orang tua ini, Berjalanlah bersama. Bukankah kakimu sakit?
- Mungkinkah sudah tertangkap? - Mundur..
Silahkan lihat ini.
Sudah mau dimulai.
- Wah, Apa kamu sudah lihat? - Terima kasih.
Kamu cari aku?
Hari ini orang korea sangat memperhatikan tempat ini.
Itu karena barang yang ditangkap hari ini.
Yang ditangkap hari ini adalah binatang yang dipuja sebagai harimau oleh orang korea di sini.
- Apa yang itu sudah tertangkap? - Itu tidak begitu mudah.
Dia licik seperti rubah.
Apa itu kata-kata seorang pemburu terkenal?
Waktu sangat mendesak.
Yang mulia pasti harus membawanya kembali saat kembali ke jepang.
Jadi dengan cara apapun juga harus menangkapnya.
Kalau masih ingin mencari makan dengan ini, Pikirkan semua cara menangkapnya, Mengerti?
Oh benar, Chun Man Dek.
Apakah sekarang harus menangkapnya dengan paksa?
Dia bukan orang yang begitu patuh, Tidak baik untuk kedua pihak kalau berbuat seperti itu.
Aku punya ide, Serahkanlah padaku.
- Apa mulai batuk lagi? - Tenggorokan sangat gatal dan ingin batuk keluar.
Masih muda bagaimana bisa begitu lemah?
Mungkin ikut ibu, Kabarnya ibu juga setiap hari sakit kepala.
Itu karena ibumu melahirkanmu.
Bukan sakit sejak lahir. Baiklah, Besok pergi ke toko obat.
- Jadi besok berjalan lagi? - Benar.
Kenapa begitu senang?
Tidak, Kapan aku senang?
- Apa kamu menyembunyikan madu? - Madu apa? Cepatlah tidur.
Apa kamu bilang?
Jangan membuatku mengulangi kata yang sama sebanyak dua kali
Mengapa harus melakukan hal seperit itu? Tangkap saja waktu lewat dan selesai.
Apa harus begitu? Kita lakukan sendiri.
Sudah dikatakan tak ada waktu lagi.
Lagi pula ada cara seperti itu, Kita tak perlu lari seperti orang yang nekat.
Cara ini membuat orang muak.
Muak atau tidak semuanya omong kosong, Mulai kapan kita berburu?
Bukankah demi mencari makan?
Teriak apa?
Bagaimana kamu bisa hidup sampai sekarang dengan seperti ini? Coba aku lihat.
Sakit?
Berikan itu padaku, Kamu coba sakit atau tidak.
Sebenarnyar harus menggunakan bagian ini, Aku mengetuk dengan ini.
Gelas sudah kosong, Kenapa kamu diam saja.
Cukup.
Anak ini.. Jangan makan, Ini adalah obat.
- Aku tidak makan. - Jadi apa yang ada dimulutmu?
Untukmu. Kamu sudah ambil yang untuk kali ini.
Apakah ini obat yang membuat tubuh hangat?
Setiap hari makan obat itu, Musim dingin ini bisa sembuh.
Kenapa? Untuk Suk Yi lagi?
Mulai batuk lagi.
Benar-benar, ambillah.
Tidak, Lupakan saja uangnya, Bisakah memberikan obat ini?
Itu juga bisa, Apa yang tak bisa?
- Ambillah. - Kenapa begitu banyak?
Tubuh Suk Yi adalah tubuh, Bagaimana dengan tubuhmu?
Baik untuk kakimu juga, Pagi dan malam masing-masing makan sekali.
Oh benar, Kamu sudah dengar masalah harimau?
Beberapa hari lalu anak keluarga penangkap menangkap kedua anak dan pasangan harimau.
Aku tidak tega melihatnya, Seluruh penduduk desa melihatnya.
Apa ini perbuatan manusia? Bukankah ini sama saja memberontak?
Orang ini benar-benar tidak meninggalkan jalan mundur untuk diri sendiri.
Tapi mati lain main, Meskipun harimau mati.
Seharusnya mati ditangan penangkap terkenal sepertimu agak tidak menyesal.
Jangan mengatakan yang tak ada gunanya itu, Aku pergi.
Kamu mau pergi? Minumlah dulu.
Suk Yi menungguku.
Kamu harus sering datang.
Anak ini pergi kemana lagi?
Ayahmu pasti mencarimu.
Tidak apa-apa, Dia pasti akan pulang kalau tidak melihatku.
Benarkah?
Tapi..
- Apa kamu mau terus tinggal di gunung? - Ya, Ayahku seperti ingin begitu.
- Oh begitu. - Ada apa?
Ibuku bilang.. Lupakan saja!
Ada apa?
Sepertinya mau menikahkan aku ke tempat lain.
Apa maksudnya itu? Kita adalah teman sejak kecil.
Paman Chil Goo dan ayahku juga setuju.
Aku tidak sengaja mendengarnya, Katanya mau menikahkan aku dengan toko beras.
Kenapa dengan bibi? Jelas sudah tahu hubungan kita.
Aku juga tak tahu. Kita harus bagaimana?
Apa yang harus kulakukan?
Aku tak tahu, Ibuku bilang keluargamu miskin, Pergi ke sana juga tidak dapat makan.
Kalau begitu kami turun dari gunung saja, Bagaimanapun juga kamu tak akan kelaparan.
Aku juga tak tahu.
Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu ingin menikah denganku?
Dalam hatiku tentu saja ada kamu, Karena itu aku mengatakannya denganmu.
Kalau begitu kamu jangan cemas, Percayalah padaku.
- Oppa.. - Tunggu aku, Aku punya ide.
Bukan itu, Aku tak bisa bernapas, Lepaskan aku.
Kakakku benar-benar bertenaga.
Gunung Jiyi! Sama seperti yang diceritakan, Luas dan dalam.
Kabarnya binatang itu adalah naga bermata satu. Benar, Yang mulia.
Berdasarkan yang dikatakan penduduk setempat, Ini adalah harimau bermata saja sejak lahir.
Masih dapat bertahan hidup dengan seperti ini.
Berapa beratnya? Di atas 100 kg, Berdasarkan penilaian hampir mencapai 1000 kg.
Oh, Ini termasuk harimau besar dalam harimau korea.
Benar-benar menakjubkan.
Turun hujan. Benarkah dapat ditangkap hari ini?
Karena itu harus cepat diselesaikan.
Benar-benar tidak mu dah, Tapi benarkah akan muncul.
Jangan bilang yang lain, Dia pasti akan muncul.
Letakkan di sini, Bagaimana?
- Pasang di sini. - Baik.
Buka ini.
Setelah dipasang, Besok pagi datang lihat lagi.
Tidak, Tunggu malam cari sebuah tempat untuk mengawasinya.
Apa harus begitu? Di sini sangat dingin pada malam hari, Benar-benar.
- Hari ini harus lembur, Mengerti? - Baik.
Minumlah.
Tidak diminum juga tidak apa-apa.
- Ayah, Bisakah bicara dengan baik? - Jangan sakit kalau tidak mau minum.
- Cepat ambil. - Kamu pikir aku ingin sakit?
Habisjuga diminum, Buka mulut.
Cepat masuk tidur setelah makan.
Ayah, Kamu tahu masalah istri dan anak-anak harimau ditangkap?
Apakah harimau itu cepat lambat harus di tangkap?
Kabarnya hadiahnya sangat besar, Tidak tahu siapa yang akan begitu beruntung?
Bukankah suatu hari akan ditangkap juga, Bagaimana kalau ayah dan aku pergi menangkapnya?
Kita tahu jalan keluar masuk harimau, Asalkan memutuskan..
Ayah, Aku bisa takut kalau kamu lihat seperti itu. Aku masuk dulu, Kenapa terus melotot aku?
Tidurlah.
Sepertinya akan turun sesuatu.
Goo Gyeong, Sepertinya akan turun sesuatu! Bisakah?
Apa yang kamu lakukan di sana? Tidak dingin?
Jangan turun, Benar-benar khawatir.
Kabarnya ketua dulu pernah melawan harimau, Bahkan kehilanigan istri.
Bekas luka di wajah juga ditinggalkan saat itu, Apa itu benar?
Benar, Raja gunung ini memiliki hubungan yang buruk dengan kita juga.
Diam.
Dia datang, Berangkatlah.
Ini.. Benar-benar seperti bayangan, Ini pun bisa lolos.
Bangsat.
Dingin sekali, Di luar hanya beberapa ekor serigala, Cuaca ini sangat dingin.
Sedang lihat apa?
Sarang binatang itu pasti ada di sekitar ini, Kita hanya perlu menutupi jalan yang pasti dilewati.
Seluruh gunung ini adalah sarangnya, Mana mungkin ditemukan semudah itu.
Meskipun dia raja gunung pasti juga memiliki wilayah sendiri, Tak mungkin pergi ke wilayah binatang lain.
Beda dengan manusia.
- Meski begitu.. - Bagaimanapun juga harus pergi cari Man Duk.
Apa kamu bilang? Kakak tidak suka begitu, Jangan melakukan itu.
Masalah sampai di sini, Tak ada cara lain lagi.
Itu tetap tak bisa, Jangan melakukan itu! Istrinya pergi begitu saja, Bagaimana kakak bertahan hidup?
Karena itulah harus menangkap binatang itu.
Sekarang kamu harus melupakan itu, Mengapa selalu pergi menganggu..
Kamu pikir bisa dilupakan begitu saja?
Kakak dan aku ingin menggali jantung binatang itu keluar untuk dimakan.
Tak bisa dilupakan.
Kakak Man Duk, Lama tak jumpa.
Kulit serigala jual dijual mahal baru-baru ini?
Tentu saja, Yang ada bulu dapat dijual dengan mahal.
Meski begitu, 10 ekor yang seperti ini juga tak bisa dibandingkan seekor harimau.
Jadi yang seperti raja harimau dapat dijual berapa?
Raja gunung tak perlu dikatakan lagi, Setidaknya dapat bangun sebuah rumah dan masih ada sisanya.
Itu benar, Raja gunung di sini juga seorang raja di dunia harimau korea.
Kamu ingin menangkapnya?
Tidak.
Anak ini sepertinya berpikir begitu.
Hentikan saja, Kamu bisa menggunakan pistol ini?
Bagaimanapun juga aku adalah anak ayahku.
Darah keturunan tak akan bisa lari.
Sekarang di korea, Harimau sisa beberapa ekor saja.
Imbalannya bukan main.
- Kakak ingin pergi bersama kami? - Tidak.
Baik.
Kalian juga berhati-hatilah, Sudah masuk musim dingin, Memburu harimau sudah tidak mudah lagi.
Karena itu waktu mendesak.
Sudah terlambat, Dua hari ini akan turun salju.
- Hentikanlah, Memburu begitu banyak sudah cukup. - Jangan mengatakan seperti itu.
Mana mungkin aku berhenti, Mulai sekarang korea kita tak bisa memiliki pistol sendiri lagi.
Penangkap tidak berburu masih dapat melakukan apa? Duduk menunggu mati? Jangan katakan seperti itu.
Jika tidak mau pergi dengan kami.
Tunjuklah jalan untuk kami, Kamu tahu jalan keluar masuk harimau.
Lupakan saja.
Cepat lambat harus mati, Meskipun bukan kita, Dia juga tak akan bisa hidup lama.
Cepat mati lambat mati, Bisakah lebih baik mati di tangan kita?
Bukankah kakak juga ingin balas dendam kepadanya?
- Apa yang kamu katakan? - Pulanglah jika tak ada masalah lain.
- Kakak, Bukan itu maksud Goo Gyeong. - Bukan apa?
Bukankah istri kakak mati karena binatang itu.
- Kakak demi menembak binatang itu.. - Tutup mulutmu.
Apa aku salah? Itu bukan salah kakak, Semuanya karena binatang itu.
- Diam. - Kakak.
Sudah kubilang hentikanlah.
Baik, Kakak, Kami akan berhenti. Jangan katakan lagi, Suk Yi bisa mendengarnya.
Kami pergi dulu.
Kakak, Pikirkanlah baik-baik.
- Ayo pergi. - Baik.
- Paman, Kalian sudah mau pergi? - Benar, Masuklah, Di luar sangat dingin.
Buanglah anggurnya, Jangan biarkan ayahmu minum. Ayo pergi.
Suk Yi, Kami pergi.
Suk Yi, Berapa umurmu sekarang?
16 tahun, Ada apa?
Tidak apa-apa.
Jaga ayahmu dengan baik.
Cepat..
Yang mengusir harimau salah mengusir, Dia telah pergi ke arah desa.
Itu dia, Cepat perti tembak dia, Cepat pergi, Atau akan terlambat.
Cepat pergi..
Nyeon Ja.
Nyeon Ja..
Mata hampirjatuh, Katakan saja.
Paman-paman itu bilang ingin membagi imbalannya dengan ayah.
- Benarkah menolaknya tanpa mempertimbangkannya? - Apa aku tidak memberimu makan?
- Orang hidup bukan demi makan saja. - Jangan omong kosong.
Kalau begitu kukatakan yang buruk. Sebagai anak jika menggantikan ayah menjadi penangkap.
Sudah kubilang jangan omong kosong.
Kamu tahu tempat apa itu? Dasar tidak tahu diri.
Kamu setiap hari mengatakan itu tak berguna. Mengapa?
Mengapa? Anak penangkap bilang mau menjadi penangkapnya memangnya kenapa?
Apakah karena penangkap ditekan oleh orang jepang? Sekarang memang dunia orang-orang asing itu.
Bagaimana kita dapat makan jika tidak mengikuti mereka?
Itu bukan semuanya.
Aku tahu ini bukan semuanya, Sampai kapan kita akan hidup seperti ini?
Ayah telah melakukannya saat muda Jadi sekarang hidup seperti ini.
Bagaimana denganku? Apa salahku? mengapa harus hidup seperti ini juga?
Aku ingin pergi berburu bersama mereka, Tidak ingin hidup seperti ini dengan ayah.
Anak durhaka.
Aku memahamimu.
Ibu pergi begitu saja, Ayah menyalahkan diri.
Aku juga mengerti.
Bagaimana kamu bisa tahu?
Seluruh desa juga tahu, Aku pasti juga bisa mendengarnya.
Tapi sekarang tidak lagi, Karena aku tidak mau hidup seperti ini lagi.
Benarjuga yang di katakan Suk Yi, Anak tidak salah apa-apa.
Aku tahu sangat lelah jika tak ada Suk Yi.
Kamu juga tak mungkin menjaganya seumur hidup.
Aku mendengar mereka saling menyukai, Bagaimana kalau dinikahkan dalam kesempatan ini.
Aku akan membantumu untuk biaya pernikahan.
Kebetulan istri Chil Goo mencari menantu kemana-mana.
Sepertinya ada yang pergi melamarjuga.
Jangan dipikirkan, Hari ini langsung pergi lihatlah.
Kabarnya istri Chil Goo sangat suka makan ikan. Pasti dengar kataku.
Itu sudah ditunangkan.
Mereka begitu menyukai Sun Yi kami, Apa boleh buat?
Tak ada yang perlu dipikirkan, Jadi langsung diputuskan.
Aku juga sudah mengatakannya dengan ayahnya.
Ayahnya juga setuju.
- Ternyata begitu. - Tentu saja.
Meski Suk Yi sukses tapi tetap seorang pemburu.
Menjadi bos toko beras lebih baik dari pada istri pemburu.
Aku juga tahu kamu sangat sulit.
Karena dia anak bungsu, Jadi lebih diperhatikan.
Setidaknya anak itu harus hidup dengan baik.
Benar, Aku tahu perasaan itu.
Ada apa ini? Anak kurang ini pasti sudah gila.
Cepat kemari.
Goo Gyeong, Kamu pasti harus menolak.
Kakak pasti marah kalau tahu. Cepat ditolak.
Mengerti?
Anak pemburu menjadi pemburu, Apa yang salah?
- Apa kamu bilang? - Aku mulai berburu dari umur 10 tahun.
Kamu baik-baik..
Kakak Man Duk tak akan hidup jika tak ada anaknya.
Setelah istrinya meninggal, Jika bukan anaknya. Dia tak akan hidup. Kamu tahu?
Tidak setiap pemburu akan mendapat masalah.
Kamu harus teliti.
Beda dengan yang lain, Ini termasuk angkatan darat.
Ingat ini bukan tempat keluar masuk semaunya?
Tentu saja mengerti.
Karena termasuk angkatan darat, Jadi ada gajinya.
Hasil buruan juga akan dapat imbalannya. Aku bergabung karena tahu.
Kamu bilang kamu bisa menggunakan pistol?
Tentu, Aku adalah anak ayahku.
Dulu ayahku adalah pemburu terhebat di korea.
Ini adalah pistol yang digunakan tentara kami.
Hadiah untukmu.
Aku tak akan mengecewakanmu.
- Pergilah. - Baik.
Terima kasih.
- Kabarnya anak itu tahu sarangnya. - Anak kecil bisa tahu apa?
Meskipun tahu, Itu juga hanya sebuah jalan mati.
Ada hubungan apa?
Aku akan melindungi Yang mulia dan mengikuti di belakang, Kalian buka jalan.
Baiklah.
- Goo Gyeong, Apa kamu harus melakukan ini? - Jangan dikatakan terus.
Ini tak ada gunanya selain berbahaya.
Mungkinkah ketua tim pemburu membawa Suk Yi datang karena tidak tahu alasan ini?
Apa maksudnya ini?
Ini demi memaksa kakak Man Duk untuk bergabung.
Demi Suk Yi, Dia tak akan tinggal diam.
Bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya?
Kamu benar-benar.. Kalau kamu khawatir, Kamu peluk dia saja.
Anak kurang ajar ini sudah gila.
Pasti sudah gila..
Suk Yi, Kemarilah. Kamu jangan ikut kami.
Jalanlah bersama pemimpin yang ada di sana.
Bersama para pemimpin, Bukankah tidak dapat berburu? Kamu bisa berburu apa?
Bukan harimau biasa, Raja gunung ini. Kamu bisa saja dipukul ayahmu.
- Dengarlah kataku. - Baik.
Kamu tidak bisa menggunakan pistol masih membawa pistol.
Siapapun yang menyuruhmu menembak, Kamu tetap berdiri di belakang.
Jangan terlibat ke dalam ini. - Mengerti? - Baik.
Suk Yi, Kenapa tidak menjawab?
Anak ini pergi kemana? Suk Yi..
Suk Yi.
Pokoknya tetap akan ditangkap, Bagaimana kalau ayah dan aku berdua pergi menangkapnya?
Jika aku menggantikan ayah bergabung dengan tim pemburu.
Memangnya kenapa anak pemburu menjadi pemburu?
Suk Yi.
Suk Yi..
Suk Yi..
Keluar.
Aku adalah anak ayahku, Ayahku adalah pemburu terbaik di korea.
Sun Yi sedang menungguku. Aku pasti pulang mencarimu.
Suk Yi.
Pemburu Goo, Sepertinya tak akan muncul.
Tunggulah lagi, Kali ini ada umpan itu, Pasti akan muncul.
Mereka mengusir ke arah yang benar?
Memancing harimau bukan 1-2 kali saja.
- Goo Gyeong. - Sial, Dia pergi kesana.
Minggir.
Jangan kemari.
Licik seperti rubah.
Dia telah pergi ke tempat kita barusan. Cepat kembali.
Sial.
- Paman. - Suk Yi.
Paman, Dadaku seperti sobek.
Tolong panggil ayahku kemari.
Paman.
- Suk Yi. - Paman.
Aku akan segera kembali.
Kamu tunggu aku di sini, Paham?
- Jangan khawatir. - Jangan pergi..
- Paman akan segera kembali. - Jangan pergi.
- Ini akan segera berakhir. - Jangan, Paman.
- Sial. - Dia benar-benar seperti hantu.
Harimau.
Dia juga terluka kali ini. Masih belum pergi jauh.
Benar, Kamu juga tak bisa hidup lama. Tunggulah, Aku akan membunuhmu dengan tanganku.
Benar, Dimana Suk Yi?
- Apa kamu melihat Suk Yi? - Tidak.
Goo Gyeong, Apa kamu melihatnya?
Bagaimana ini?
Suk Yi..
Suk Yi.. Kamu ada dimana? Suk Yi.
Bukankah ini pistol Suk Yi? Pistolnya ada disini, Bagaimana ini?
Suk Yi.
Ayah.
Suk Yi.. Suk Yi yang malang.
Percuma, Tak ada bekas yang besar. Pasti sudah dibawa gerombolan serigala.
Bagaimana dengan kakak Man Duk kami? Kasihan sekali.
Semuanya turunlah.
Kalau turun salju lagi, Kita juga akan mati.
Apa yang kukatakan? Aku suruh kamu membawa Suk Yi kembali.
Sekarang harus bagaimana?
Dia suka rela, Aku tidak memaksanya.
- Sialan kamu. - Aku juga tak menyangka akan seperti ini.
- Aku akan membunuhmu. - Lepaskan.
- Kakak. - Dimana?
Anakku ada dimana?
Angkat yang kekurangan kaki itu kemari.
- Jangan begini, Obatilah yang bisa diobati. - Hentikan.
Dimana?
- Butuh prajurit? - Sekarang harimau juga terluka.
Ini adalah peluang. Peluang ini harus ditangkap.
Tapi tak mungkin dengan jumlah pemburu yang ada sekarang.
Berburu bukan perang. Bisakah di serang begitu?
- Karena itu tak akan cukup dengan prajurit biasa. - Apa maksudnya itu?
Maksudnya harus menggunakan pasukan meriam?
- Benar. - Kamu tidak gila?
Ini benar-benar mustahil dengan prajurit biasa.
Harus menggunakan jumlah pasukan yang besar.
Sebentar lagi musim dingin, Jika ingin menangkapnya sebelum turun salju.
- Bukankah harus melakukan sesuatu? - Benarjuga.
Jika menggunakan pasukan meriam yang sebelumnya berhasil menghentikan pemberontakan gunung Jiyi.
- Mungkin juga bisa berhasil. - Tapi, Yang mulia..
Harimau bermata satu itu.
Tak bisa dihadapi oleh tim penangkap harimau yang ada di sini.
Dia adalah raja harimau korea. Kalau begitu untuk menghadapinya..
Harus dilayani dengan besar.
Baiklah, Seperti katamu.
Suk.
Akhirnya tertangkap.
Anak ini, Hampir mati juga harimau. Kalian cepat pergi cari ibumu.
Aku akan mengantar kalian.
Mengapa?
Sampai di sini saja.
Kita melakukannya demi makan juga. Kita hampir setahun tidak melihat harimau.
Cuaca begitu dingin, Mereka bisa saja mati kedinginan atau kelaparan.
Jangan dikatakan lagi, Aku sudah tahu. Sampai di sini saja.
Apa ini? Harimau.
Terima kasih tuhan.. Terima kasih kamu memberkati kami menangkapnya.
Bukankah itu babi dalam rumah?
Dari sini sampai desa begitu jauh, Masih harus melewati gunung, Kenapa bisa ada di sana?
Kakak, Kenapa jadi seperti ini?
Jangan katakan lagi, Apa kamu ingin membuat istrimu dan anakmu mati kelaparan?
Tidak, Bukan itu maksudku.
Pokoknya menurutku bisa jadi beban, Lebih baik dibunuh saja, Hei kemarilah
Sudah kubilang lepaskan mereka, Apa itu perbuatan manusia?
Bangun.. Bagaimana denganku?
Jangan pergi.
Masuklah, Suk!
Kita pergi sama-sama.
Perintah militer tertinggi, Semangat yang kuat, Berjuang dengan keras, Tak takut mati.
Persiapan selesai..
Ini untuk apa?
Jika benar yang dikatakan penangkap harimau. Harimau ini pasti ada di dalam ini.
Meskipun ini tidak sesuai cara berburu yang tradisional.
Dalam hutan cina, Para tentara juga berburu seperti ini.
Dengan kata lain adalah menghilangkan panghalang dulu.
Membatasi gerakan mereka.
Hentikan tembakannya.
Benar, Lihatlah, Kita melakukan seperti ini, Dia akan segera mengejar kemari.
Di sini.
Dia lari ke sana.
Hentikan tembakannya.
Sebelah sini.
Cepat kejar dia.
Berhenti. Bentuk formasi.
Bagus sekali, Bunuhlah mereka sekuatnya.
Ini adalah makan malam terakhir yang kuberikan untukmu.
Kamu sengaja memancing tentara jepang kemari demi ini?
Merekalah yang menarikku kemari.
Tertangkap.
Jangan, Ini milikku.
Aku akan mengakhirinya.
Kamu..
Goo Gyeong, Bagaimana denganmu? Bangunlah.
Selamanya jangan takut.
- Pemburu ditakdirkan mati di dalam gunung. - Ada apa ini?
Aku akan mati seperti ini?
Apa ini?
Apa ini?
Goo Gyeong, Apa artinya ini?
- Hei, Angkat dia kemari. - Baik.
Bagaimana? Masih ada kesadaran?
Sadarlah, Bertahanlah sedikit lagi.
Hari ini berkemah di sini, Bersiaplah untuk mengejarnya.
Tapi, Yang mulia. Aku tak akan turun gunung sebelum menangkapnya, Mengerti?
Baik, Yang mulia.
- Cari Chun Man Duk kemari sebelum pagi. - Apa?
Demi menghindari korban lebih banyak lagi, Cepat diselesaikan, Kita butuh dia.
Dengan cara apapun kamu harus memanggilnya kemari, Mengerti?
Ini harus bagaimana?
Lukamu sangat parah.
Kehilangan keluarga?
Apa ini sedang mengeluh kepadaku?
Benar.
Kamu dan aku.
Suk, Aku juga pergi.
Akhirnya binatang ini dipaksa sampai jalan buntu.
- Bagi pasukan jadi dua jalan. - Baik, Yang mulia.
Sebenarnya ada apa ini? Muka kerajaan jepang harus ditaruh dimana?
Sebelah sini.
- Tempat ini, Tidak salah. - Kakak.
Sangat sulit untuk naik lagi.
Cepat naik.
Sedikit lagi sampai.
Kamu sudah datang.
Terlambat.
Kalau begitu kita..
Akhiri sekarang.
Kakak.
Mengapa berhenti?
Sudah kubilang kita akan mengakhirinya.
Kakak..
Mari kita akhiri.
Kakak..
Hilang?
Benar! Benar-benar hilang.
Mana mungkin terjadi hal seperti ini? Mungkinkah terbang ke langit?
Ada legenda harimau bisa berubah menjadi dewa. Jadi mungkin karena ini.
Omong kosong.
Yang mulia, Selanjutnya..
Akhirnya tetap tak bisa menang dari musim dingin gunung Jiyi ini?
Musim semi tahun depan pasti akan kembali. Bubar.
Baik, Yang mulia.
Sial.
- Bubar. - Baik.
Man Duk, Malam ini tidurlah di rumahku yang hangat.
Lihatlah istri yang cantik ini.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.