Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Episode 07
Kuberitahu.
Sebenarnya itu pertama kali ku masuk ruang dubbing sungguhan.
- Kau lihat tadi kan masih banyak yang kurang. - Iya sih.
Aku juga merasa ada yang tidak pas.
Mungkin karena belum terbiasa.
Sepertinya.
Kau ini terus membenarkan saja.
Apa perlu ku perjelas lagi?
Tidak perlu.
Ayo makan.
Iya.
Aku sangat lapar.
Kelihatannya enak.
Selamat makan.
Wow.. Enaknya.
Roti dengan daging enak sekali. Cobalah.
Aku belum pernah memakannya seperti itu. Orang-orang memang punya cara sendiri-sendiri.
Makanya kau cobalah.
Bagaimanapun, makanan ini..
bisa membuat kita merasa bahagia.
Itu pendapatku.
Ye Shue Wei.
Kurasa kau melakukan banyak hal berdasarkan aturannya.
Selalu aturan
Agak membosankan pasti.
Tidak juga.
Ku rasa..
apapun itu punya aturannya sendiri.
Itu umum sekali. Biasa . Aku 'gak suka.
Sungguh. Cobalah.
Aku mau nambah lagi.
Cukup, Bei Er Duo.
Aku gak terlalu suka dengan wine.
Ye Shu Wei, kenapa kau suka biola?
Kau sendiri kenapa ingin jadi dubber?
Karena suka.
Menyenangkan juga.
Apa ada yang memotivasimu? Seperti orang spesial begitu.
Papa ku.
Waktu kecil aku suka sekali meniru suara kartun.
Lalu papa bilang kalau aku berbakat.
Lalu besoknya aku menunjukkan ke teman-temanku.
Mereka sangat menyukainya.
Lalu setelah itu aku selalu dipuji-puji.
Jadi begitu.
Juga karena aku bahagia melakukannya.
Jadi setelah lulus kuliah..
Aku berusaha untuk mewujudkan keinginan itu.
Berusaha keras.
Aku mulai mencari cara untuk belajar menjadi dubber dan mengumpulkan uang.
Lalu setahun kemudian aku menemukan sekolah ke Jepang.
Aku ingin sekali belajar disana. Jadi begitulah.
Aku berakhir disini.
Bisa diterima.
Permisi.
- Ini total pesanannya. - Kami bayar dengan ini. - Baik.
Terima kasih.
Nanti aku bayar setengahnya.
Tidak usah.
Anngap saja hadiah dariku.
Tapi ini sangat mahal.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Masih dekorasi yang dulu.
- Tidak berubah. - Benar.
Er Duo.
Halo. Aku ayahnya Ye Shu Wei.
- Salam kenal yah. - Salam kenal juga.
Halo juga. Aku mamanya Ye Shu Wei.
Halo.
Bei Er Duo.
Itu...
Papa, Mama.
Bukannya kalian baru saja tiba? Kenapa tidak istirahat dulu?
Kami hanya mampir memberikan wine ini.
Anggur merah Xiamen?
Duduklah.
Itu..
Jemuran pakaianmu jatuh.
Permisi, Paman, Bibi. Pakaianku jatuh. Aku mau keatas dulu.
Silahkan. Silahkan.
Sini duduklah.
Minumlah air.
Putraku, kau belum berubah.
Kau tidak bosan?
Tidak.
Papa menemukan designer interior baru di sekitar sini.
Sudah dipesan. Sebentar lagi selesai.
Baiklah. Aku akan kesana nanti.
Kau kan tidak sendiri lagi, jadi ubahlah sedikit.
Paman. Bibi.
Kalian sudah lama tidak ketemu, silahkan ngobrol-ngobrol. Aku keluar sebentar.
Er Duo, jangan sungkan. Kemarilah duduk dengan kami.
Kami tidak datang hanya untuk melihatnya.
Kita juga baru saja ketemu. Sinilah ngobrol dulu.
Kami juga ingin bicara denganmu.
Ayo sini.
Hei. Ajak dia.
Ayo. Duduk sini.
Baiklah.
Mungkin aku bukan termasuk kriteria yang bagus.
Kriteria tidak penting juga. Jadi kamu tidak perlu terlalu khawatir.
Berita di internet itu mengatakan anda sangat tua. Tapi ku rasa tidak juga.
Dikatakan bahwa usia anda sekitaran 60 tahun. Belum terlalu tua.
Bagaimana kalau 80?
Ya Tuhan.. Tentu saja itu sudah kakek-kakek.
Kalau gitu..
Kita dapat mengambil kesimpulan.
Kau ini sekarang sudah kakek-kakek. Dan aku masih setua tante-tante.
Itu..
Sungguh 80?
Sejujurnya, aku baru saja merayakan ultah yang ke 86.
Er Duo, usia orang tuaku beda 36 tahun. Hal yang jarang terjadi.
Itu benar.
Tapi kami tetap bahagia kok. Jadi sudahlah.
Paman.
Beritahu aku apa yang anda makan dan minum hingga kelihatan awet. Aku ingin mengikutinya.
Mulai sekarang, aku menganggap anda sebagai panutan.
Aku juga ingin belajar tentang ramuanmu. Ramuan yang ampuh.
Baiklah.
Er Duo, kau bisa perlihatkan kamarmu?
Tentu saja. Ayo.
- Kami keatas dulu. - Iya.
Papa.
Wine jenis apa ini?
Bagaimana perkembangannya?
Ratingnya naik sekitar 20 persen.
Sekitaran berapa pencapaiannya?
Lebih dari 30 juta.
Wow.. war biasyahh ;D
Program ini ternyata melebihi ekpektasi kita.
Tapi ini juga bikin khawatir
Kau tahu kan banyak yang mulai tertarik sesi ini.
Oh iya.
Salah satu acara musim semi itu mendapatkan dua ribu, kan?
Iya, benar.
Jangan khawatir.
Kita kan bisa melakukannya sama-sama?!
Merawat tanaman ini pasti sulit.
Kau harus ekstra peduli. Dan merawatnya dengan sepenuh hati.
Lihat yang ini.
Tidak juga kok.
Mereka hanya perlu di siram secara rutin.
Begitu yah.
Ini kau buat sendiri, yah?
Wow.. ini sangat cantik dan berseni.
Kalau Bibi suka, ambil saja.
Ya Ampun, ini pasti berarti sekali buatmu. Beneran boleh?
Anggap saja hadiah. Sini kubantu pakai.
Lihatlah.
Aku sangat menyukainya. Terima kasih, Er Duo.
- Bagus, kan? - Sangat bagus, bibi cocok memakainya.
Cocok sekali.
Xiao Zhao, apa ada artikel tentang Bei Er Duo dan Ye Shu Wei?
Baru saja ada blog yang menulisnya.
Ini.
Mereka mengambil foto.
Banyak yang merepost nya dari blog sekolah Jepang itu.
Ada sekitar 10 ribu lebih komentar.
Imejnya buruk di acara itu. Tidak ku sangka dia ternyata segentle ini.
Sekarang popularitasnya sebanding dengan Bei Er Duo.
Gadis-gadis itu sangat realistis.
Kau bilang karena bakat mereka akting.
Tapi kurasa bukan.
Kurasa karena mobil mewah itu.
Aku rasa tidak juga.
Menurutku poin pentingnya itu karena Ye Shu Wei menjemput Bei Er Duo.
Juga dia tinggi dan tampan. Gadis manapun akan tertarik padanya.
Mungkin juga.
Er Duo, kau ini baik sekali.
Sementara Ye Shu Wei itu sedikit introvert dan tidak banyak bicara. Ku harap kau bisa mengerti.
Aku juga kadang tidak mengerti.
Sebagai orang tua tidak seharusnya aku begini, tapi kadang dia sedikit membosankan.
Memang kadang dia membosankan.
Saat kau sedang luang..
keluarlah jalan-jalan.
Datang lihat-lihat kesana.
Aku sudah sering kesana
Tapi kau pasti sangat pengertian.
Yah, tentu. Tentu saja.
Dia memang kadang membosankan. Tapi aku bisa mengertinya.
Kau ini baik sekali.
Xiao Zhao kau kembali bekerjalah.
Terus pantau.
Untuk mencegah hal-hal buruk yang mungkin terjadi.
Hubungi kalau ada masalah.
Aku siaga 24 jam
Jangan ragu untuk menghubungiku.
Baiklah.
Tapi ada satu yang membuatku penasaran. Entah ini siapa.
IP ini di private dan selalu mengganggu beberapa hari belakangan.
Selalu berkomentar buruk tentang Bei Er Duo.
Kami selalu mencoba menghapus komennya.
Tapi selalu komen lagi.
Sepertinya dia tidak suka acara itu.
Dan alamat akun ini sangat aneh bagi Ye Shu Wei.
Bukan pacar aslinya Ye Shu Wei, kan?
Aku akan menelponnya memberitahu untuk berhati-hati.
Tenang saja, mungkin itu hanya komentar iseng.
Aku rasa bukan.
Kalau dia sungguh menganggap Ye itu pacarnya.
Er Duo akan selalu dijadikan target.
Kau tahulah itu sangat berbahaya.
- Bibi, ponselku berbunyi. - Ya, angkatlah.
- Halo. Li Zi, ada apa? - Halo, Er Duo.
Kau sudah lihat blognya?
Blog apa? Belum lihat.
Itu loh..
Foto yang diambil saat Ye Shu Wei menjemputmu tersebar di internet.
Popularitasnya juga meningkat.
Kalian harus bekerja sama dengan baik.
Kau mengerti, kan?
Tapi Ye Shu Wei kan...
Aku sibuk. Nanti ku telpon lagi.
Kau ngapain sih? Kenapa bisik-bisik?
Orang tuanya Ye Shu Wei datang, dan aku sedang ngobrol dengannya.
Oh, ya ampun. Ternyata calon menantu sedang ngobrol dengan camernya.
Er Duo, jangan lupa yah untuk bekerja sama karena..
Sudah dulu yah. Aku tutup nih.
Halo, Er Duo?
Dari temanku.
Teman baikku.
Dia baik kok. Hanya saja, agak cerewet.
Tidak apa-apa. Kemarilah.
Oh iya. Aku tahu dia baik, sama denganmu.
Er Duo kenapa?
Orang tua Ye Shu Wei datang dan Er Duo sedang ngobrol dengan mamanya.
Kakek itu?
Maksudmu?
Tidak apa-apa. Wow pasti disana menyenangkan.
Kenapa kau terlihat senang?
Bukan begitu. Maksudku hubungan mereka berkembang dengan cepat. Iya kan?
Kalian semua sudah bekerja keras. Aku keluar dulu cari angin.
Eh.
Kembalilah bekerja. Laporkan padaku kalau ada masalah.
- Baiklah - DadaH.
Modelnya sudah lama sekali.
Gantilah, ini membosankan.
Ini cukup menyenangkan kurasa.
Kalau papa suka ganti-ganti tergantung mood.
Sudah selesai?
Lihatlah. Cantik, kan ?
- Er Duo memberikannya padaku. - Iya. Sama sepertimu. Cantik.
Apaan, sih?
Kau ini kenapa bicara begitu sih. Bikin malu saja.
Paman, Bibi. Kalian cocok sekali.
Maaf yah kalau kami membuatmu muak.
Kalau Ye Shu Wei menyakitimu, bilang saja ke Bibi
Dia itu... maksudku baik kok.
Baguslah.
Sudah malam, kita harusnya kembali. Ayolah, biarkan mereka istirahat.
- Pama dan bibi di sini saja. - Tidak usah.
Kau disini saja.
Ye Shu Wei, baik-baiklah pada Er Duo. Mengerti?
Iya.
- Kami pulang dulu. - Iya, hati-hati.
- Eh tasku. - Oh iya.
- Ayo. - Baiklah.
Baik-baik yah.
Sudah sampai.
Aku turun yah.
Tunggu.
Apaan nih?
Hadiah dariku.
Kenapa kau memberikannya padaku?
Kau sudah bekerja keras.
Aku ingin kau istirahat dengan baik.
Pakailah itu.
Pulanglah dan istirahat dengan baik.
Kau bos yang baik. Aku turun yah. Hati-Hati. Dadah.
Ye Shu Wei
Ye Shu Wei
Kau di dalam?
Ada apa?
Kau baik-baik saja?
Aku masuk yah.
Masuk nih.
Kau kenapa?
Kau demam.
Bagaimana ini?
Ayo kerumah sakit.
- Akan kupanggilkan taksi. - Tidak usah.
Jangan bilang tidak. Bagaimana kalau sakitmu serius?
Ayo.
Kalau begitu tidak usah ke rumah sakit, tapi istirahatlah di kamarmu.
Kau masih kuat jalan, kan?
Baiklah, aku akan membantumu dengan cara menopangmu.
Pelan-Pelan saja.
Kita akan ke kamar.
Maksudku aku akan membawamu ke kamar untuk istirahat.
- Apa itu? - Campuran garam dan gula.
Kau sedang demam dan dehidrasi, ini akan sedikit membantumu.
Nona Bei Er Duo, audio yang anda rekam di rekomendasikan berada dihalaman utama
lebih dari 200 ribu.
Kami dengan tulus mengundang anda.
Apa itu?
Bubur.
Karena sakit....
Kau peastinya belum makan apa-apa karena nafsu makanmu berkurang.
Sekarang makanlah bubur ini untuk mengisi perutmu.
Gak mau.
Kau belum makan apa-apa.
Kau bisa sakit perut juga kalau begini.
Isi tenagamu.
Gak mau.
Dengar yah, makan saja. Jangan merengek seperti anak kecil.
Apa itu?
Aku memasaknya. Enak, kan?
Bair aku saja yang memberikannya pada Wei Zhou.
Kau bilang bos lagi sakit.
Aku sudah lama bekerja di studio.
Iya di terlihat sakit beneran.
Kau bilang dia sakit?
Ku rasa tidak apa-apa.
Selama itu tidak mengganggu rekaman biola.
Jangan khawatir.
Baiklah.
Kau mau kemana?
Mau ke studio.
Kau sedang sakit.
Aku baik-baik saja.
Kau ini bukan robot yang cuma perlu di cas.
Aku tidak apa-apa.
Sini.
Biar ku cek.
39 derajat.
Lihat dirimu, kau ini lagi sakit.
Baiklah.
Aku sebenarnya tidak ingin
tapi
aku berbaring terus sepanjang hari.
Tidak ada yang bisa dilakukan.
Kau bosan, kan?
Kalau gitu, aku akan menunjukkanmu sesuatu.
Aku baru saja mengupdate nya hari ini, ayo nonton ini bersama.
Ini?
Kau juga tahu?
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Bangunlah. Ayo kita makan.
Aku sudah menyiapkan makanan.
Baiklah.
Sup ini akan menghangatkanmu.
Harusnya kau salah makan kemarin
Demam biasanya disebabkan karena itu.
Tapi kurasa tidak
karena kemarin kita makan makanan yang sama.
tapi kenapa kamu saja yang sakit?
Kenapa tiba-tiba kau perhatian sekali?
Dasar!
Kau ini menjengkelkan sekali.
Harusnya kau berterima kasih saja.
Aku punya ini. Bunyikan saja kalau kau perlu sesuatu, ok?
Aku simpan di sini.
Istirahatlah.
Si pekerja keras kita.
Bagaimana program selanjutnya?
Tidak buruk.
Setidaknya masih bisa dikendalikan.
Beri aku gula.
Tidak usah pake.
Ini bisa membuat mood lebih baik.
Hei.
Kak Li
Kau selalu saja bekerja keras
Sangat tekun.
Yah begitulah.
Itu baru bekerja.
Li Zi, kalungmu cantik sekali.
Cocok denganmu.
Sudah pasti.
Itu hadiah.
Kalau gitu..
Seleramu bagus sekali.
Dengar..
Tentang kesejahteraan perusahaan
aku tahu ini sangat dermawan.
Selama kamu bisa bekerja dengan baik, kau akan bisa juga.
Berusahalah jadi lebih baik.
Apa itu benar?
Mungkin.
Bekerja.
Itu.. Apa ada untukku?
Yah. Yah.
Cukup untuk hari ini.
Selamat malam.
Merayakan perjalanan ke 100
Sekarang aku bisa mendengarkan suaramu hari ini.
Itu bukan hipnosis suaramu.
Itu sudah menjadi kebiasaanku.
Terkadang ide-idenya kontradiktif.
Kau ingin menyembunyikan suaranya.
Dan dengan penuh harapan kau ingin orang lain menyadarinya.
Tapi kadang kau juga merasa lelah.
Aku tidak tahu apa pantas menjadi di gemari.
Dalam hal ini..
Aku harap kau punya lebih optimis.
Terima kasih.
Akan ku coba.
Aku harap tidak sampai disini.
Sehingga kalian bisa mendengar suaraku di lain waktu.
Saat itu, kalian masih mau kan?
Untuk Nona Bei Er Duo
Audio rekamanmu direkomendasikan berada di halaman utama.
sudah diputar lebih dari 200 ribu kali.
Kami dengan hormat mengundang anda untuk bergabung dengan kami.
Ini akan menjadi kesempatan yang baik untuk anda.
Kedatangan anda akan menjadi kejutan pada hari festival. Kami menunggu konfirmasinya.
Setuju, aku akan datang.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr Makassar, 11 Maret 2019
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.