Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
EMAS SELINA Terjemahan: zahrahh87
Menurut laporan surat kabar,
pasukan Amerika dan pasukan Kekaisaran Jepang di Tokyo
mengklaim bahwa pasukan pertahanan semenanjung Bataan masih melawan.
Tapi semua perlawanan akan sia-sia
seperti yang diperkirakan akan runtuh dengan serangan terus menerus
oleh pasukan Jepang.
Namun, komunike Washington mengatakan bahwa
24 jam tembakan artileri terus menerus oleh pasukan Amerika dan Filipina
telah terbukti lebih unggul dari Jepang dengan tank,
unit lapis baja, dan konsentrasi infanteri mereka telah hancur
dan tersebar mengakibatkan kerugian besar
di pihak Jepang.
Markas besar Jepang di Manila
telah keluarkan proklamasi yang sangat memperingatkan bahwa
hukuman mati menunggu penduduk yang lakukan tindakan pemberontak yang
melawan keamanan pasukan Jepang.
1942, LUZON UTARA, FILIPINA
Berhenti mengeluh.
Kau pasti bisa.
Yang cepat.
Ayo.
Berhenti melawan. Ayo cepat.
Tidak! Aku tak mau!
Terus jalan, atau aku akan pukul kau.
Berong, mampirlah sebentar.
Begitu aku kembali, aku akan dapat membayarmu.
Baguslah.
Kau akhirnya akan punya uang,
dan kemudian aku bisa meminjam darimu.
Aku akan beri kau bagian.
Berong!
Aku tak bermaksud mengusik, tapi...
Bagus. Jangan mengusik.
Semua orang tahu bagaimana Tiago.
Miling!
Terima kasih.
Tiago akan bersenang-senang lagi.
Sangat bersenang-senang.
Menurut laporan, saat serangan berlanjut di pulau Luzon
mengakibatkan kerugian besar pada infrastruktur, properti dan kehidupan.
Sebuah serangan berani dilakukan terhadap kapal-kapal Jepang yang berangkat di Teluk Subic.
Ayah.
Tolong jangan!
Cincin itu harganya tiga kali lipat.
Jika kau bisa, tambahlah sedikit lagi, Tiago.
Jika kau tidak suka tawaranku,
kau bisa ambil sepotong emasmu kembali.
Nenekku berikan cincin itu pada ibuku.
Kau babi serakah.
Semoga kau dikutuk dengan nasib buruk.
Tinggalkan pria itu sebelum kejahatannya menular padamu.
Wanita tua
yang kehilangan kecantikan
harusnya tidak berani berharap.
Ujung-ujungnya mereka akan terluka.
Kau benar, Tiago.
Mereka harus terima bahwa
dari semua hal yang dianggap penting oleh pria,
peringkat merekalah paling rendah.
Ayah.
Selina itu mulus.
Tidak ada bekas luka.
Baunya seperti beras muda.
Rambut kemaluannya tipis dan jarang,
belum setebal hutan rimba.
Berapa usiamu?
Nak, berapa usiamu?
Mulai sekarang, aku memilikimu.
Bila aku bertanya, kau harus menjawab dengan rasa takut
dan hormat.
Kau akan lakukan apa yang kukatakan.
Aku bukan dari darahmu. Aku bukan temanmu.
Kau adalah milikku.
Berapa usiamu?
17 tahun, Pak.
Lepaskan pakaianmu.
Semuanya!
Jangan jongkok. Aku ingin lihat tubuhmu.
Jangan tutupi tetekmu.
Basahi tubuhmu.
Aku ingin lihat tubuhmu basah.
Sabuni tetekmu.
Sabuni semuanya, termasuk putingmu.
Sabuni pusarmu.
Basuh selangkangan, dan bibir memekmu.
Sekarang pahamu, lalu kakimu.
Semua yang akan dilalui oleh lidahku harus bersih.
Katanya kau masih perawan.
Apa kau tahu rasanya kontol keras
ditekan di antara tetekmu yang bengkak?
Aku yakin, setelah aku memasukkan kontolku ke dalam memekmu,
kau akan kesakitan.
Itulah yang buat aku terangsang.
Perawan itu enak.
Tuangkan air lagi.
Lagi.
Lagi, tuangkan lagi.
Tiago beruntung.
Selain kuat,
di punya banyak emas dan uang.
Bagaimanapun, dia perlu berhati-hati.
Dia mungkin dibutakan oleh kekayaannya.
Kau terlalu serius.
Minumlah seteguk demi seteguk.
Laki-laki bodoh.
Berapa lama kau akan buat aku menunggu?
Jika aku memaksamu, kau akan menjauh.
Jika aku marah, aku akan memukulmu.
Tolong kasihani aku.
Kau bisa melawan, tapi itu tak ada gunanya.
Jangan mempersulit ini.
Kemari.
Kemari, kataku!
Aku habiskan bertahun-tahun untuk besarkan Selina.
Sudah semestinya. Dia anakmu.
Memang benar aku dapat sesuatu darinya.
Tapi tidak seperti itu.
Miling, diam.
Berong, aku memahamimu.
Kau dikubur hutang.
Aku sudah lunasi pada bajingan itu.
Kau melunasinya dengan darah dagingmu sendiri.
Aku bilang kau diam saja.
Kenapa kau ikut campur dalam urusan laki-laki?
Sejak kapan kau beri istri mandulmu hak untuk berbicara?
Kau wangi, segar dari bak mandimu.
Ya.
Hisap itu.
Hisap itu.
Pelajari cara menghisap.
Kau sangat wangi. Beras pipih memang enak.
Kau merasakan kontol keraksu di dalam memekmu?
Kau merasakan kontol besarku?
Apa kontolku besar? Jawab aku.
Katakan lebih keras.
Jawab aku. Apa kontolku besar?
Kontolmu sangat besar.
Lebih keras.
Berhenti terbata-bata!
Besar.
Lagi.
Itu besar.
Lagi. / Itu besar.
Kontolmu sangat besar.
Apa kontolku terasa nikmat di dalam memekmu?
Kontolmu terasa sangat nikmat di dalam memekku.
Katakan kau butuh kontolku.
Katakan kau butuh kontolku.
Aku butuh kontolmu.
Suruh aku lebih cepat.
Lebih cepat.
Lebih cepat.
Aku akan keluar.
Domeng, susu.
Domeng.
Ambilkan aku susu, Domeng.
Apa kau bisa ringankan dirimu?
Apa dia cepat?
Aku dengar langkah kakinya. Langkahnya cepat.
Apa yang akan terjadi?
Dia akan kembali.
Mereka semua kembali ujung-ujungnya.
Satu lagi.
Susu Carabao baik untuk kesehatanmu,
segelas masing-masing setelah kau bangun dan sebelum tidur.
Ayah.
Ayah.
Jauhkan aku darinya.
Ayah.
Ayah, dia bukan manusia. Dia monster.
Dia monster.
Ayah.
Jalang bodoh.
Jalang bodoh.
Kau bangunkan aku.
Ayah.
Ayah, aku akan lakukan apapun.
Apa pun.
Tolong bawa aku pergi dari Tiago.
Ayah.
Aku tak bisa bersamanya. Dia iblis.
Tolonglah!
Aku mohon.
Kau milik dia sekarang.
Ayah.
Kau milik dia sekarang.
Kasihanilah. / Dia ayahmu sekarang.
Dia ayahmu sekarang.
Pergi!
Tidak! Tolong!
Ayah.
Ayah.
Apa kau menungguku?
Apa dia mengadopsimu, atau kau budaknya?
Bagaimana bisa kau sampai di sini?
Bodoh.
Kenapa kau tidak kandangkan ayamku?
Maaf, ayah.
Bodoh.
Tikus-tikus itu berpesta dengan ayam-ayam itu.
Maaf. Aku tidak akan ulangi lagi.
Berhentilah mengocok,
jadi kau punya waktu untuk bekerja.
Selina.
Kemari.
Kemarilah sebentar.
Mendekat.
Mendekat padaku.
Lebih dekat.
Lezat.
Lain kali, saat kau di dalam rumah,
jangan gunakan pakaian dalam.
Mudahkan jari-jemariku.
Silahkan.
Duduk dan bergabunglah denganku.
Domeng.
Jangan duduk di sana, bergabunglah dengan kami.
Jangan pedulikan dia.
Terima kasih.
Susu sangat menyehatkan saat pagi.
Mendekatlah.
Mendekatlah.
Tekan tubuhmu ke meja.
Mendekat.
Mendekat.
Pakaian dalammu menahan.
Aku dan ayah tak ada hubungan darah.
Sama sepertimu, aku digunakan sebagai pelunas hutang orang tuaku.
Aku baru berusia tujuh tahun.
Aku berhutang budi padanya.
Aku punya urusan dengan Tiago.
Naik saja, Bu.
Kualitasnya buruk.
Itu sudah cukup.
Tiago! Tolong, tambah sedikit lagi.
Aku tak mau dengar penurunan.
Tolong pinjamkan kami lagi.
Cora, putriku, dia masih tidak merespon.
Aku tak peduli dengan putrimu.
Kau gunakan dia untuk pembayaran kemudian menebusnya.
Sekarang kau mau pinjam uang lagi?
Bagaimana kau akan melunasiku?
Kau ada anak perempuan lain?
Ini. Aku tidak mau kau anggap sangat tidak berperasaan.
Itu yang terakhir.
Kalian semua tidak berguna.
Keluar.
Ingin masang iklan atau request subtitle film kesukaanmu?
Hubungi via Telegram @zahrahh87 atau WA di 081340178116
Syarat dan ketentuan berlaku.
Keluargamu berhutang banyak padaku.
Entah sifat buruk apa yang dimiliki ayahmu
yang merusak mata pencahariannya.
Kasihan ibumu.
Dia baik dan pekerja keras.
Menikah dengan pria tak berkuasa adalah kejatuhannya.
Kekuasaan tidak berasal dari otot atau tenaga.
Juga tidak dari kebebasan berbicara.
Bukan dari hati yang baik yang memberi pada semua orang.
Kekuasaan berasal dari uang.
Bukan dari keluarga, tapi uang.
Bukan dari persahabatan, tapi uang.
Setiap hubungan memiliki harga.
Bahkan yang paling berprinsip pun bisa dibeli dengan harga yang pas.
Hal-hal yang menurutmu tidak tahan kau lihat,
karena tak sedap dipandang dan berbau busuk,
kau akan bertahan demi uang.
Kau ingin katakan sesuatu?
Ayahku bilang bahwa aku sekarang milikmu.
Benarkah itu pandanganmu tentangku?
Harusnya, kan?
Setiap kali kita bersetubuh,
setiap kali kau mengerang, atau mengubah wajahmu,
dari kenikmatan semata...
Apa itu tidak membawa perasaan apapun untukku?
Kau ingin aku berkata
bahwa aku memiliki perasaan untukmu?
Sangat nikmat.
Jangan berhenti.
Hisap!
Gigit!
Kontolmu sangat nikmat.
Burungmu besar.
Kontolmu sangat nikmat. / Lebih keras.
Nikmat.
Nikmat sekali.
Lebih dalam.
Lebih dalam.
Laporan berita menyatakan bahwa Kepulauan Corregidor Filipina
dikepung oleh pasukan Jepang,
Jenderal Douglas MacArthur dan keluarganya kabur dengan berani menaiki kapal PT
menantang lautan badai yang dipatroli oleh kapal perang Jepang.
Atas perintah Presiden Franklin D. Roosevelt,
Jenderal diperintahkan kabur ke Australia melalui kapal selam
yang disediakan untuknya. Tapi Jenderal MacArthur,
lambang perlawanan Sekutu terhadap Jepang kabur melalui kapal PT
dipimpin oleh letnan kelas junior John D. Bulkeley.
Laporan tambahan mengatakan bahwa Jenderal MacArthur mencapai Mindanao 2 hari kemudian
dan dia beserta kelompoknya terbang ke Australia di atas benteng terbang B27.
Runtuhnya Singapura baru-baru ini, yang pernah dianggap tak tertembus,
mendikte nasib komando Amerika-Inggris-Belanda-Australia.
Tiago.
Mampirlah sebentar.
Kami baru saja akan memulai.
Apa ribut-ribut?
Dan kau menggangguku dalam perjalanan pulang?
Tuak kelapa.
Tuak kelapa?
Kau tak khawatir dengan peringatan
bahwa Jepang dekat ibukota?
Aku ada di sana selama masa orang-orang Spanyol.
Aku minum dengan orang Amerika.
Seberapa berbedakah orang Jepang ini?
Mereka bilang orang Jepang kejam,
makanya kita harus pergi.
Bino,
tidakkah kau dengar istrimu?
Kau telah berubah.
Sikapmu lebih ringan.
Senyum apa itu?
Kau terlalu banyak omong. Sebaiknya tuangkan aku segelas.
Selina, kau ingin air?
Kau habis berbelanja banyak.
Tak satu pun dari itu untuknya.
Kau bermain dengan api.
Hati-hati.
Terima kasih, Bu.
Aku akan berhati-hati.
Jangan lengah.
Ingat putri Magda?
Dia menjadi gila.
Aku juga sudah.
Jangan keluar rumah.
Ayah. Hentikan.
Hentikan.
Ingat ini. Jangan keluar rumah.
Ibu.
Hentikan.
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Kenapa?
Ibu.
Domeng.
Ceritakan aku sebuah kisah.
Kau telah berubah.
Aku harus.
Kau buat dia bahagia.
Bukankah itu untuk yang terbaik?
Aku belum pernah dengar dia tertawa sebelumnya.
Ketika dia bahagia, dia tidak akan menyakitimu.
Kau tak mengenalnya.
Aku ingin mengenalnya.
Siapa dia?
Aku tidak tahu.
Dia membawaku masuk
setelah hancurkan hidup orang tuaku.
Dia kejam.
Kenapa kau masih di sini?
Aku mencoba kabur.
Aku tidak punya tempat untuk pergi.
Orang-orang berhati dingin terhadap budak sepertiku...
Mereka melihat hidup kita sebagai mainan.
Aku pernah berpikir...
bahwa kebaikan orang lain bisa mengisi
kehampaan hidup yang kejam...
Tapi aku salah.
Kami sudah miskin, tapi kami diperlakukan lebih buruk dari sampah.
Tidak sekali pun aku bisa melihat cahaya
dan aku berhenti berharap.
Tapi aku ingin hidup, jadi aku kembali.
Aku memohon pada ayah untuk membawa aku kembali.
Apa yang terjadi di sini?
Entahlah.
Sudah cukup.
Aku tak ingin lewatkan perasaan yang mungkin takkan pernah kualami lagi.
Pernahkah kau sentuh tubuh wanita?
Ayah mungkin bangun.
Dia mabuk.
Dia akan tidur sampai matahari terbit.
Ini tetekku.
Apa kau merasakannya?
Ini putingku.
Jika kau mainkan dengan jarimu, itu akan terasa nikmat.
Kau tahu, Domeng...
suatu kenikmatan yang lain, jika kau memainkannya dengan lidahmu.
Kau ingin rasai?
Itu tepat di depan mulutmu,
keluarkan lidahmu.
Basahi dengan air liurmu.
Bagaimana rasanya?
Seluruh tubuhku gemetar.
Bisakah kau rasakan lubang itu?
Apa ini pertama kalinya tanganmu menggosok
memek yang hangat dan basah?
Masukkan jarimu.
Ini sangat keras.
Membengkak dan berdenyut...
Apa sentuhanku terasa nikmat?
Jangan malu.
Lain kali, aku akan biarkan kau orgasme di dalam diriku.
Spermamu rasanya manis.
Mau kuambilkan makananmu?
Aku akan makan nanti.
Kau harus beristirahat untuk saat ini.
Aku akan mencuci pakaian, oke?
Begitu aku kembali, aku akan buat kau merasa lebih baik.
Bukankah kau Cora?
Apa kau sendirian?
Bangun!
Tolong berhenti.
Tolong, ampun.
Tolong berhenti.
Cora, putriku.
Nak, ayo pergi.
Ayo sayang. Ayo pulang.
Jangan bawa aku kembali ke rumah iblis itu.
Aku mohon.
Ayo.
Ayo pergi, Cora.
Hati-hati.
Ayo.
Ibu di sini.
Tolong berhenti.
Di mana kau sembunyikan perhiasan itu?
Tidak! Aku tidak ambil apa pun.
Di mana?
Tolong berhenti, ayah.
Ampun.
Aku tidak akan berhenti sampai kau keluarkan apa yang kau curi.
Tolong berhenti.
Bunuh saja dia.
Di mana kau sembunyikan perhiasan itu?
Bagaimana kau bisa mencuri padahal buta?
Aku bukan pencuri.
Lihat? Kau pembohong.
Rematikku kambuh lagi.
Kau harusnya tidak susahkan diri
menghukum Domeng seperti itu.
Sayang energimu.
Kau butuh susumu.
Tangkap dengan mulutmu. Jangan buang-buang susu.
Bagaimana rasanya?
Nikmat.
Seberapa nikmat?
Sangat nikmat.
Lebih keras.
Sangat nikmat.
Lebih keras.
Kau sangat nikmat.
Aku akan berhenti sekarang.
Tidak, jangan berhenti.
Aku ingin kau memohon.
Jangan, tolong.
Apa?
Aku mohon.
Tolong. Aku mohon, jangan berhenti.
Apa? / Biarkan aku keluar di dalam dirimu.
Biarkan aku keluar di dalam dirimu.
Dasar bodoh!
Terima kasih.
Apa yang kau lakukan disana?
Belum lama berselang...
Aku berpikir untuk bunuh diri.
Tapi aku takut.
Hidupku dikutuk.
Aku merasa harus membayar dosa semua leluhurku.
Aku hanya pernah merasakan kebahagiaan sekali.
Kapan?
Malam disaat aku merasakan tubuhmu.
Kuharap...
Aku tak pernah mengalami semua itu.
Itu hanya buat kesepianku semakin tak tertahankan.
Kuharap...
setelah malam ini,
aku akan menarik napas terakhirku.
Setidaknya aku akan pergi dengan riang di hatiku.
Bawa aku pergi dari sini.
Aku akan jadi budakmu.
Kau satu-satunya orang yang bersama dia yang tidak dipukuli.
Dia mungkin baik sekarang, tapi itu hanya akan bertahan
sampai dia temukan orang lain.
Apa yang diinginkan Jepang dengan provinsi?
Apalagi dengan desa miskin seperti ini?
Menakutkan kalau kita membakar mayat.
Kenapa harus buang energi untuk mengubur mereka?
Lebih baik api itu membakar
setiap jejak mereka di dunia ini.
Domeng.
Aku senang kau tak memakai pakaian dalam.
Ada pertemuan kecil di tempat Bino.
Kau ingin ikut denganku?
Apa harus?
Aku ingin beristirahat.
Baik. Istirahatlah.
Aku tidak akan lama di sana.
Saat aku kembali,
aku ingin kau melayaniku.
Ini sesuatu untuk apa yang kau dan putrimu alami.
Bino.
Miling akhirnya meyakinkan kau pergi, ya?
Kemana tujuanmu?
Kemanapun kaki kami akan membawa kami.
Selama kami bisa.
Jika kami bisa, sampai San Rafael.
Jauh dari segala sesuatu yang lain.
Dari apa yang aku dengar,
hanya ada sekitar sepuluh keluarga yang tinggal di sana.
Bagaimana dengan tuak kelapamu? Siapa yang akan membelinya?
Melihat Miling berhasil membujukku,
aku akui rencananya.
Kami akan kesampingkan bisnis kami untuk saat ini,
dan utamakan keselamatan kami.
Beberapa orang telah melihat dengan mata kepala sendiri
kebenaran tentang kekejaman tentara Jepang.
Tidak peduli kau pria atau wanita.
Aku, misalnya, tidak akan tinggalkan tempat ini.
Aku yakin aku bisa bergaul dengan semua orang.
Yang penting adalah
kau berikan apa yang diinginkan para penakluk.
Maka mereka tidak akan mengganggumu.
Kau mungkin perlu berenang di sungai nanti
untuk segarkan diri dan memulihkan ketenanganmu.
Bino.
Tidak ada tuak yang bisa buat aku keluar.
Sudah kuduga.
Dia mungkin tidak bisa pulang.
Jangan khawatir, aku akan bawa dia pulang.
Kau bodoh, Tiago.
Kau benar.
Aku bodoh.
Apa kau menikmati mencabuli tubuh Selina?
Apa dia berbau manis?
Apa dia mulus?
Apa kau menjilat setiap lubang di tubuhnya?
Ya.
Putrimu adalah milikku sepenuhnya.
Dia bukan putriku.
Istriku tidak berhutang apapun padamu.
Kau merayunya. Kemudian mengancamnya.
Kau memperkosanya.
Kau hancurkan hidup kami.
Aku mandul.
Selina adalah anakmu.
Kau benar.
Selina adalah milikmu.
Sekarang kita impas.
Kau bajingan.
Kau bajingan!
Sangat nikmat.
Lebih dalam.
Menjauh dari anakku.
Kau penghianat.
Dia bukan anakmu. / Kau monster.
Dia adalah budakmu.
Kau tidak akan pernah sentuh aku lagi.
Kau monster.
Ayo maju. / Kau pengkhianat, Domeng.
Ayo, ke sini.
Tiago!
Kau pengkhianat, Domeng.
Selina!
Ayo, kemari.
Apa pedangku terasa nikmat di dalam perutmu?
Sellina.
Ayo, kemari.
Selina.
Ayo, kemari.
Kemari.
Domeng.
Cukup.
Dia sudah tiada.
Apa ini?
Kita akan bagi emas dan uang Tiago.
Gunakan itu untuk hidup barumu.
Itu adalah kekuatanmu.
Aku tidak butuh ini
karena aku bersamamu.
Maafkan aku, Domeng.
Kita tidak bisa bersama.
Dengarkan aku.
Beranilah.
Jangan biarkan mereka merundungmu, atau menyakitimu.
Kau harus mencintai dirimu sendiri.
Jangan tinggalkan aku.
Jangan tinggalkan aku.
Selina.
Selina.
Selina.
Selina.
Selina.
Selina.
Selina.
Penerjemah: zahrahh87 Telegram: @zahrahh87
Sinjai, Oktober 2022
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.