Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Legenda mengatakan, ketika waktu bermula...)
(... jiwa kegelapan dibuang ke palung terdalam.)
(Jiwanya yang jahat dipisahkan dari cahaya kemanusiaan untuk dipanggil...)
(... pada saat kesulitan dan keputusasaan.)
(Utusan Iblis, Prosatanos,)
(... akan berkeliaran di Bumi...)
(... dan membakar semua di hadapannya dengan api dan darah.)
(Dari Barat seorang ksatria bersinar,)
(... di bawah panji Sang Singa,)
(... akan datang untuk menundukkan dan merantainya...)
(... hingga rantai dan segel Suci dipatahkan oleh...)
(... manusia-manusia yang tamak dan bodoh.)
(Ikatan Neraka)
(1186 Sebelum Masehi)
Di sana. Di sana.
Di sana, Tuanku.
Turun dari kuda!
Bantu aku.
Wahai tuan yang agung...
... makhluk paling jahat dan berkuasa.
Dalam nama ketakutan, kebencian, dan kehancuran,
... aku menyiapkan tubuh yang penuh darah bangsawan ini...
... sebagai kurban dan persembahanku.
Melalui simbol kedaulatanmu...
... tongkat ini...
... kunci kebangkitan dan kekuatanmu.
Aku akan membangkitkan bencana.
Pertempuran terakhir yang menentukan...
... antara Putra-Putra Cahaya dan Putra-Putra Kegelapan.
Bawa obor.
Sang Pangeran ada di balik barikade ini.
Dengan persekutuan jahat apa, atau dalam hal apa, aku tak tahu.
Tanda ini akan memperkuat dan melindungi kita.
Aku siap meminyaki jiwaku dengan darah bangsawan ini.
Aku siap meminyaki jiwaku dengan darah bangsawan ini.
Prosatanos! Hentikan!
Ayo!
Api!
Kerahkan usahamu.
Cepat, bawa Sang Pangeran ke tempat yang aman.
Jadi, Hati Singa, kau berpikir untuk mencegah takdirku?
Akhir hidupmu adalah takdirku.
Cepat, Tuanku, kita harus mengurungnya.
- Tolong buka makamnya. - Bantu di sini.
Pindahkan penutup ini.
Iman tak akan lama menahannya.
Sialan kau, benih Iblis.
- Lihat wahyu-Nya, Pendeta. - Tidak!
- Tidak! - Aku akan mengkhianatimu.
Lihat dalam Alkitabmu.
Aku akan terlepas dari rantai...
- dan kebebasanku akan meliputi bumi. - Segel dia! Sekarang!
Ini baru permulaan.
Kau, bantu aku.
Un nomenae padres, un file, un spiritae sanctae.
Un nomenae padres, un file, un spiritae sanctae.
Kau bilang, ini sumber kekuatannya?
Ya, Tuanku, dan sarana kejahatannya.
Un nomenae padres, un file, un spiritae sanctae.
Un nomenae padres, un file, un spiritae sanctae.
Tidak, tidak, Tuanku!
Tidak, tidak. Tuan, apa yang kau lakukan?
Hentikan, kumohon hentikan.
Tidak, Tuanku.
Kumohon hentikan!
Tenangkan dirimu, Pendeta.
Kalau apa yang dia katakan benar,
... maka aku tak hanya menyelamatkan pangeran yang masih bayi,
... namun juga anak-anak dari generasi mendatang yang belum lahir.
Kata-katanya benar, Tuan.
Semua yang ia katakan telah tertulis.
Maka, kita harus meninggalkannya di kegelapan.
Serta berdoa bahwa ia tak akan pernah melihat cahaya matahari lagi.
Segel semua jalan masuk ke tempat ini.
(1951)
(Kemari. Bantu aku.)
(Apa itu?)
(Kita kaya. Kita kaya.)
(Lihat perhiasan di salib itu.)
(Ambil yang satunya. Cepat.)
(Ayo lihat ada apa di dalam.)
(Ayo. Pergi ke sana.)
(Bantu aku mendorong.)
(Chicago, saat ini.)
Siapa penyuplaimu?
Kau tak bisa melakukan ini! Kau seorang polisi!
Ya. Perhatikan ini, dasar sampah.
Shatter! Jangan tembak dia, Bung. Jangan tembak dia.
- Kumohon. - Oke?
- Oke? Shatter. - Dasar sampah kecil.
Biar aku yang bicara padanya, Bung. Biarkan aku bicara padanya.
Kau punya satu menit.
Begini, Jaybird,
... katakan saja padaku siapa penyuplaimu, oke?
Maka aku tak akan membiarkan rekanku menghamburkan otakmu di jalanan.
Oke?
Oke, bicara saja padaku, Bung.
Aku tak bisa, Bung.
Aku akan mati kalau aku bicara.
Ya, tapi kau juga akan mati kalau kau tak bicara.
Ayolah. Bisikkan saja padaku...
- di telingaku. Ayo - Aku tak bisa, Bung.
- Bisik... bisikkan saja di telingaku. - Aku tak bisa.
- Ayolah. Ayolah. - Bung, waktumu habis.
- Kau akan mati. - Tidak, tidak.
- Spider, Spider. - Astaga, terima kasih. Terima kasih.
Sekarang, pergi kau.
Kalau sampai aku lihat batang hidungmu di sekitar sini lagi, aku akan...
Shatters.
Aku suka strategi polisi baik dan polisi jahat ini, Bung.
Tapi kali berikutnya, aku ingin jadi polisi jahat.
Itu rasanya lebih baik.
Bagaimana kabar di atas sana?
Hei, aku tahu perempuan ini.
Dia hebat.
Dia psikiater.
Dia bisa membantumu. Maksudku...
Dia bukan rekan kerjaku atau sejenisnya, tapi...
Hai.
Hei, apa yang kau kau lakukan di sini?
Hei, apa kau mendengarku?
Tom.
Apa kau tak mencintaiku lagi?
Tom?
Ayolah, Sayang.
Ada apa?
Oh, terserahlah.
Hei, Bung, itu tadi pertandingan penentuan.
Kau tahu, pertandingan penentuan yang itu?
Bukannya kau juga bukan penggemar olahraga?
Tak apa kan kalau aku mandi?
Jadi, bagaimana kabar tiket Bulls-ku untuk Pertandingan kedua?
Sedang kuusahakan.
Dia bilang siapa penyuplainya?
Apa kau percaya kalau itu Spider si germo murahan?
Sudah kuduga.
Panjang umur.
Ada apa, Sayang?
Astaga, Bung.
Aku benci germo.
- Sudah kubilang... - Kau mau bilang apa, Jackson?
Kau lakukan apa yang aku bilang, paham?
Dia milikku, Shatter.
- Dia milikku. - Oke.
Kau paham?
Kau paham?
(Taxi)
(Hotel Blue Ritz)
Kau paham apa yang aku katakan?
Apa kau paham? Apa kau paham?
- Itu tak akan terjadi lagi? - Hai, hai. Hai, hai, Bung.
Hai, kau tak mau melakukan itu, Bung.
Keluar dari sini, Bung!
Baiklah, hai, hai, hai. Hai, hai, hai.
Astaga, kalian rupanya. Apa kau tahu, Bung?
Persetan dengan kalian, Bung. Keluarlah dari sini, Bung.
Kau tak butuh itu.
Aku tak butuh itu untuk menghabisimu.
Apa benar begitu, Jagoan?
Kau sungguh sehebat itu?
Mari kita lihat.
Kalau begitu, pukul aku.
Hai. Ayolah. Pukul aku, Jagoan.
- Hai, hai. Ayolah. - Ayolah.
Ayo kita lihat seberapa tangguh dirimu.
Kau sebut itu pukulan?
Itu baru pukulan.
Ayolah. Jadilah germo yang baik dan berikan (aksi) tangan itu padaku.
Ayo, letakkan disitu. Benar begitu.
Benar, benar, benar.
Sungguh terasa menyenangkan di sini.
Yakin kau tak ingin bergabung?
Dengan 50, kita bisa melakukannya lagi di kamar mandi.
Apa kau baik-baik saja?
Ya, aku tak apa.
Masuklah.
Ini Pak Shindler.
Apa dia punya barangnya?
- Ya. - Maka bagianmu selesai, Pak Krieger.
Uangmu. Ambil dan pergilah.
Bawa kepadaku!
Bagaimana kau membeli ini?
Ini dipercayakan padaku.
30 tahun, Prosatanos, aku mencarimu.
Aku tahu apa dirimu sebenarnya!
Aku tahu mengapa kau ada di sini!
Aku juga telah menemukan apa yang bisa membunuhmu!
Matilah. Penyembah Iblis!
Matilah!
Mau ke mana kau?
Rabbi?
Hai, Jackson, bagaimana dengan pertandingan Bulls itu?
Sialan! Pertandingan Bulls.
Kau benar soal apa aku dan mengapa aku ada di sini.
Namun ini....
... tak bisa menghancurkanku.
Waktunya kau pergi.
Tidak!
Sialan!
Dia masih hidup! Panggil ambulans dan bala bantuan!
Unit 32 pada markas.
Kami ada di Hotel Blue Ritz...
(Kantor Privat)
Polisi.
Maju ke tempat aku bisa melihatmu.
Pergi sekarang dan aku akan membiarkanmu hidup.
- Kau penuh hati, Bung. - Omong-omong jantung...
Shatter!
Shatter! Shatter!
Aku... menyingkir dariku.
Aku bilang, menyingkir dariku.
Astaga, Bung.
- Apa kau melihatnya? - Melihat apa?
Bagaimana bisa aku melihat dengan kau diatasku?
Apa yang terjadi di sini?
Bagaimana kalau kubilang aku menembak seorang lelaki di dada, dua kali...
... dan dia masih mengalahkanku?
Astaga, Shatter, mungkin dia memakai rompi anti peluru, kau tahu?
Baiklah, jenius, jelaskan itu.
- Apa? - Lihat baik-baik.
- Sialan! Jantungnya hilang! - Tidak.
Jantungnya ada di situ.
Sialan!
Sikapmu membuatku sebal.
Cepat pergi dari sini.
Sersan Shatter, aku yakin kau tak merasa bosan karena semua ini?
Tidak, aku tidak bosan.
Baiklah.
Ayo langsung kita bahas.
Apa yang terjadi?
Semua ada di laporan.
Lelaki yang terbunuh di Jalan Polansi tadi malam adalah seorang Rabbi.
Namanya Mordechai Shindler.
Dia juga seorang sejarawan. Sangat dihormati.
Apa yang dilakukan seorang Rabbi di lingkungan seperti itu?
Aku mengharapkanmu untuk mencaritahu.
Sementara itu, orang-orang pengawas akan ingin tahu...
- ... ke mana perginya dua peluru itu. - Aku juga ingin tahu.
Astaga, Bung.
Jadi, Kapten sudah pernah mengulitiku sebelumnya.
Namun kali ini, dia benar-benar hanya menyisakan tulang.
Itu paket buktinya?
Oh, iya.
Forensik menelepon dan mereka memprioritaskan kerjaan dadakanmu.
Bagus.
- Mereka menemukan sidik jari di sini? - Ya.
Milik Rabbi itu dan seseorang lain yang tak bisa mereka identifikasi.
Aku penasaran apa itu.
Aku tak tahu.
Jadi, apa yang kita cari?
Alasan kenapa Rabbi itu ada di kamar hotel seperti itu,
... dan siapa yang membunuhnya.
Mungkin mereka tengah melakukan ménage-a trios,
... dan si Rabbi mendapat lebih dari yang seharusnya.
Apa itu?
Aku melihat Rabbi itu berjalan mauk ke hotel bersama seseorang...
... begitu juga si resepsionis.
Berani taruhan dia orangnya. "Reinhard Krieger
Pedagang barang antik.
Profesor Malcolm Lockley. U.M."
U.M. Itu Universitas Mathers, tepat di Chicago.
(Universitas Mathers, Departemen Barang Antik.)
Halo?
Di atas sini.
Ada yan bisa aku bantu?
Bung, kuharap begitu.
Polisi Chicago. Kami di sini untuk bertemu dengan Profesor Lockley.
Profesor Lockley memimpin proyek riset di Yerusalem...
... di universitasnya.
- Aku asistennya. - Apa dia sudah pergi lama?
Beberapa hari.
Ada sesuatu yang kami ingin kau lihat.
Aku akan segera turun.
Jadi dari satu sampai sepuluh, apa yang kau pikirkan?
Jangan bilang 12.
Wah, kau membaca pikiranku.
Aku dengan senang hati akan membantu sebisaku.
- Aku Leslie Hawkins. - Aku Sersan Shatter.
Ini rekanku. Detektif Jackson.
Kenapa tak kau tunjukkan padanya apa yang kita punya.
Di mana kalian mendapatkan ini?
Ini muncul sebagai barang bukti dalam sebuah investigasi rutin.
- Ada ide? - Ya.
Ini.
Kau lihat?
Ini sama persis.
Benda apa ini?
Kelihatannya seperti mahkota tongkat milik Prosatanos.
Prosa siapa?
Prosatanos adalah makhluk mistis yang muncul dalam berbagai legenda...
... dan kisah dalam beberapa peradaban Timur Tengah,
... sebelum dan saat Perang Salib.
Lalu, kau kebetulan saja tahu ini semua?
Tidak, Profesor Lockley sudah cukup lama mempelajari mitologi ini.
Dia mengajar mengenai mitologi di seluruh dunia.
Kalau ini mitos, mengapa kami memiliki ini?
Aku tahu ini membingungkan, namun studi barang antik...
... berbeda dari arkeologi dan paleontologi.
Lalu, di mana sisa tongkatnya?
Menurut mitos, tongkatnya dipatahkan menjadi sembilan bagian...
... oleh Raja Richard Sang Pemberani dan sesuai perintahnya,
... disembunyikan di sembilan tempat Suci, tanpa kekuatan.
Jadi maksudmu, ini satu dari sembilan bagian itu?
Aku tak yakin.
Profesor Lockley yang akan mengotentikasi saat dia kembali.
Oke, maukah kau menelepon kami begitu dia kembali?
Serta, terima kasih banyak atas waktumu.
Senang bisa membantu, Sersan.
Terima kasih.
(Arresta)
(Italia Utara)
(Bapa.)
(Aku... aku merasa agak sakit.)
(Apa kau mau aku mengambil itu untuk sementara?)
(Terima kasih, Bapa.)
(Aku harus pergi ke kamar mandi.)
(Tentu, kita akan segera sampai di Vatikan.)
(Lalu kita akan aman.)
(Apa kau percaya itu telah mulai terjadi,)
(... seperti yang diperingatkan Bapa Bertrand?)
(Kita hanya bisa berpegang teguh pada iman kita...)
(... dan kehendak Tuhan akan memandu kita.)
(Aku akan pergi ke kamar mandi.)
(Tentu. Tentu.)
(Namun, kunci saja pintu kompartemennya.)
(Tentu, Bapa.)
(Kau harus terus memegang teguh imanmu, Bapa.)
(Oh, dieu Mia.)
(Tak peduli betapa tak berartinya itu.)
(Polisi Kota)
(Amerika Serikat, Hari ini.)
Shatter, coba lihat ini.
Perot bilang dia akan mencalonkan diri sebagai presiden lagi di tahun 1996.
Kau tahu, aku suka dia, Bung.
Sungguh.
Yah, aku punya berita baik dan berita buruk.
Kau mau mendengar yang mana dulu?
Seberapa buruk berita buruknya?
Seburuk ini.
Bulls, jam delapan malam ini.
Shatter! Ini tiket untuk Pertandingan kedua.
Bagus, Bung!
Iya!
Tunggu dulu.
Kalau ini berita buruknya, lalu apa berita baiknya?
Kepolisian Israel ingin menanyai kita.
Oke, tentu.
- Di mana mereka? - Di Israel.
Kita akan berangkat dalam empat jam.
Apa kau bilang?
Kita juga akan mengawal kepulangan jenazah Rabbi itu.
Tnggu, tunggu, tunggu. Shatter. Itu... Itu...
Kau ada di ruangan ketika semua berantakan.
Maksudku, aku bahkan tak melihat apa-apa! Kenapa aku harus pergi?
Kenapa aku tak bisa memberitahumu semua yang aku tahu...
... dan kau bisa menyampaikannya ke mereka?
Bagaimana bisa aku pergi tanpamu? Kau rekanku, Bung.
Jadi begitu.
Apa?
Kau yang meminta aku pergi, 'kan?
Tidak, tidak, tidak. Tidak, bukan aku.
Yah, aku tak mau pergi.
Aku tak akan pergi.
Aku tak peduli apa kata orang.
Aku tak mau pergi.
Baiklah. Baiklah.
(Menara Udara)
Ya ampun, Bung.
Kalau mereka ingin mengemas kita seperti sarden,
... setidaknya mereka bisa menaruh minyak zaitun di kursinya.
Bung.
- Penerbangan panjang, ya? - Sangat panjang.
(Bandara Ben Gurion)
Tolong ikuti aku.
Hai, permisi.
Bagaimana dengan jenazah Rabbi itu?
Ya, kami mengawal jenazah Rabbi yang sangat penting.
Akan kami urus. Supir kami akan mengantar kalian...
... ke hotel yang telah kami siapkan untuk kalian.
- Apa pedulimu? - Aku tak peduli. Aku hanya...
Aku tak peduli. Apapun yang hendak kau lakukan dengan dirimu sendiri.
- Apa kau mau menaruh ini di bagasi? - Kemarikan, kemarikan.
- Di depan? - Oh, oke.
Kalian akan bertemu dengan Kapten Harrad siang ini,
... dan aku sarankan kalian memakai baju yang sesuai.
Yang sesuai.
Tentu saja.
Hai, shalom.
Hai, bisakah kau mengecilkan suhu pendingin ruangannya?
Aku merasa seperti terbakar di sini.
Pendingin ruangannya. Pendingin ruangan.
Ya.
Ada permintaan lain?
Hai, hai, hai, hai.
Kau pikir mungkin kau bisa mengebut?
Sarkasmemu tak bekerja dengan baik.
Seharusnya kau mengambil Coca-Cola itu.
Drive-through ala Israel, ya?
Dan selama ini, aku pikir kau pengemudi yang buruk.
Buruk?
- Kata apa itu, buruk? - Oh, buruk.
Itu... ekspresi Latin untuk tampan.
Tampan?
Tampan. Kau tahu, seperti top gun ?
“Top Gun” Top Gun, ya, aku sudah menonton filmnya.
Itu bagus sekali. Aku suka.
- Ya. - Aku pengemudi yang buruk, ya?
Jalan pintar.
Hai, apa yang kau lakukan?
Hentikan ini, Bung!
Yo!
Ya, kau benar. Kau sungguh pengemudi yang buruk.
Oke, ini hotelmu.
Ini hotel kami?
Apa-apaan ini?
Hai, ini bukan hotel kami!
Hai, hai, Shatter. Aku tak mau tinggal di tempat sampah begini, Shatter.
Kau tahu, aku punya harga diri. Kau tahu, aku punya reputasi.
- Oke? - Akan kujemput dalam sejam.
Ya, tapi aku yang memegang uang jajan kita.
Oh, oke, oke. Kau yang punya uangnya. Baiklah.
Baiklah.
Bung, kita ada di tengah-tengah tempat bertemu sialan.
Mereka menyebutnya pasar loak.
Aku tak peduli apa sebutan mereka.
Aku tak ingin ada di tengah-tengahnya.
Penat terbang.
Shatter, lihat. Aku tak bisa tidur di kasur itu.
Apa yang salah dengan kasur itu?
Karena aku akan ada di dekat lubang udara pendingin ruangan.
Apa kau mau bilang kenapa?
Hai, aku hanya berusaha menjagamu, oke?
Kau tahu, kalau aku kepanasan saat tidur.
... aku mengorok seperti mesin pembuang sampah. Oke?
Oke, oke.
Terserahmu saja.
Lihat, kau bisa siap-siap sekarang.
(Polisi)
Aku Kapten Harrad.
Aku punya beberapa pertanyaan untuk kalian.
Apa begitu cara polisi Chicago berpakaian untuk urusan bisnis?
Pada hari-hari baik kami, ya.
Aku tak ingin melihat kalian di hari-hari buruk.
Pertanyaanku berhubungan dengan investigasi latar belakang,
... mengenai aktivitas dan rekan Rabbi Shindler...
... selama dia menetap di Amerika Serikat.
Permisi, Kapten Harrad.
Apa ini akan memakan waktu lama?
Mengingat perkara kriminal...
... dan kondisi jenazah Rabbi Schindler,
... aku berniat untuk bersikap sangat teliti, Detektif Jackson.
Aku rasa kau pastinya tak asing dengan kata itu.
Mulai dari kedatangannya di negara kalian sembilan minggu yang lalu.
(Polisi)
Selesai sudah proses ini, Bapak-Bapak.
Saat ini, aku tak punya pertanyaan lagi.
- Kalian boleh pergi sekarang. - Puji Tuhan.
Aku merasa bahwa pembunuhan Rabbi Shindler...
... bukan kasus yang terisolasi.
Simpan perasaanmu untuk dirimu sendiri, Sersan.
Oh, permisi, Kapten.
Kau tahu, kita semua polisi.
Hanya aku yang polisi.
Kalian adalah turis.
Hanya itu status kalian selama di Israel.
Ingat itu baik-baik.
Coba lakukan pekerjaan kalian di sini, dan aku bersumpah...
... aku akan mengubur kalian di lubang terdalam, tergelap, dan terkotor.
Kami paham, Kapten.
Kalian boleh pergi sekarang.
Nomor 20.
- Ada pesan? - Tidak.
Aku rasa kita bisa menelepon si Krieger ini besok.
Apa?
Tunggu, tunggu, tunggu. Kau tak dengar apa kata Harrad?
Dia bilang kita tak boleh ikut campur.
- Jangan ikut campur, Shatter. - Aku dengar apa kata Harrad.
Kita akan menyewa mobil besok pagi.
Jadi, untuk apa kita mendatangi lelaki ini?
Hanya itu petunjuk itu.
Pasti ini tempatnya.
Shalom.
- Ada yang bisa kubantu? - Reinhard Krieger?
Apa aku mengenal Bapak-Bapak sekalian?
- Aku mengenalmu, Reinhard. - Aku diarahkan padamu.
Apa kau tahu di mana aku menemukan ini?
Di Hotel Blue Ritz di Chicago.
Di rak.
Siapa kalian?
Aku Sersan Shatter dan ini Detektif Jackson.
Kepolisian Chicago.
Bagus sekali, Reinhard. Bagus sekali.
- Ada apa di atas - Itu rumahku!
Kau tak bisa ke tas sana!
Siapa Malcolm Lockley, Kreiger?
Kenapa namanya ada di kartu namamu.
Dia adalah profesor di Universitas Yerusalem.
Bagaimanapun juga, kau tak punya wewenang di sini.
Yah, apa yang kau lakukan di hotel seperti itu dengan Rabbi Shindler?
Itu urusan pribadi dan kalian tak punya hak di sini.
- Sekarang, keluar dari rumahmu. - Ohya.
Kalau begitu, apa urusan pribadi itu?
Apa ini urusan pribadi itu?
Siapa yang ada di ruangan denganmu dan Rabbi Shindler?
Siapa yang merenggut jantungnya dari rongga dadanya?
- Apa? - Kau ada di ruangan itu, Krieger.
- Kau tahu siapa pembunuh Rabbi itu. - Aku tak tahu.
Itu membuatmu kaki tangan dalam pembunuhan, Krieger.
- Aku tak tahu apa maksud kalian. - Kau akan masuk penjara, Krieger.
- Kau akan masuk penjara! - Keluar!
- Keluar! - Kau akan masuk penjara, Krieger!
Pergi dari rumahku!
Semua sudah berakhir, Krieger.
Kau pikir kita membuatnya marah?
Mungkin.
Kau tahu, aku kira kau akan menjadi polisi baik.
Aku kira kau yang berperan sebagai polisi baik.
Astaga, kau tahu, kita harus meluruskan ini, Shatter.
- Kau bisa baca peta tidak? Arah mana? - Belok saja di depan.
Aku akan menepi.
(Marlboro)
- Apa kau tahu di mana kita sekarang? - Ya.
Maksudku, kira-kira aku tahu.
Oh, tidak, tidak.
Apa kau tahu di mana universitasnya?
Aku tak tahu dan aku tak peduli.
Lalu, kenapa kau menyuruhku berbelok di situ?
Karena aku lelah melihatmu terus-terusan berjalan lurus.
Kenapa kau marah-marah begini?
Aku tak suka di sini.
Aku kepanasan, aku berkeringat, dan aku sangat lapar, Bung.
Aku bisa makan sisi bawah dari sigung utara.
Kau makan di pesawat.
Shatter, apa kau sadar sudah berapa lama yang lalu itu?
Kau tahu, aku, aku ma.. aku mau uang saku bagianku, Bung.
- Sekarang juga. - Oke, oke.
Ini. Apa kau merasa lebih baik sekarang?
-[Di mana kau akan makan di sini?] -Hai, hai, hai.
Di mana itu tak penting, kau tahu?
Ini masalah prinsip, paham?
Sekarang, aku bisa makan kapanpun aku mau.
Baiklah. Baiklah.
Kau tahu, Shatter, Bung, kau tahu, masalahmu adalah kau itu gila kontrol.
Pilihannya hanya caramu, atau tidak sama sekali.
Hai, tapi itu bukan caraku.
- Apa-apaan ini? - Hai, keluar dari sini.
Keluar dari mobil, Nak.
TIdak, kumohon, sembunyikan aku. Dia akan membunuhku.
- Siapa yang mau membunuhmu? - Mustaph.
Dia, dia mau uang. Dia memukulku kalau aku tidak membayar.
Apa? Di mana?
Itu dia. Kumohon sembunyikan aku, kumohon.
Anak itu? Biar aku urus.
Ayolah, hai.
Ayo.
Jangan khawatir, ayolah. Jangan khawatir.
- Aku akan menangkapmu. - Jangan khawatir. Hai, hai, hai, hai.
Hentikan. Hentikan.
Apa masalah kalian?
Memangnya kalian tak bisa akur? Bukannya sudah aku bilang, hentikan?
Hentikan.
- Aku akan memukulinya sampai mati. - Hai, hai, hai.
Hentikan. Hai, aku ingin kalian bersikap adil dengan satu sama lain.
Baiklah.
Baiklah, sekarang, aku ingin kalian berteman.
Ayo berjabat tangan. Ayolah.
Begitu caranya.
Bagus, bagus.
Kau lihat, sekarang, itu cara Amerika. Begitu.
Baiklah, teman-teman.
Ya, cara Amerika.
Ya, oke, bagus, bagus.
- Bagus. - Terima kasih untuk segalanya.
Ya, tak masalah, sobat. Kapan saja.
Kau lihat itu?
Aku tahu cara mengurus anak-anak.
Tak peduli di belahan dunia mana kau berada,
... perlakukan saja mereka sebagai manusia yang steara.
- Ya. Kesetaraan, ya? - Ya.
Kedengarannya bagus, Cal, tapi apa tak sebaiknya kita mengejar mereka...
- ... dan mengambil kembali dompetmu? - Apa?
Bocah pembohong kecil sialan itu mencuri dompetku.
- Jelas sekali. - Bung.
Kau pergi ke sana, aku ke arah sini.
Baiklah, tapi jika kau menangkap begundal kecil itu,
... tunggu aku karena aku akan mematahkan semua tulangnya.
- Setara, ingat? - Setara tai kucing.
Menurutmu berapa lama kau bisa bertahan di sana?
Apa?
Beritahu aku di mana dompetnya. Dan aku akan menarikmu.
Kau memojokkanku, Pak.
Ya?
Kantong belakangku.
Siapa namamu, Nak?
- Bezi. - Bezi.
Penipuan ini berhasil untuk semua orang?
Hanya orang Amerika.
Sudah kuduga.
Kau tahu, temanku sangat kesal padamu.
Aku rasa kau tak ingin bertemu dengannya lagi.
Aku harap tidak, Pak.
Begini saja,
... beri tahu aku di mana Universitas Yerusalem, dan kau akan kulepaskan.
Setuju?
Setuju.
Oke.
Jadi, bagaimana aku bisa ke sana?
Kau menemukan bocah sialan itu?
Kau menemukan dompetku.
- Bung, uangnya hilang. - Sungguh.
Sial sekali kau, Rekan.
Kau tahu, aku suka makan setiap hari. Ada yang salah dengan itu?
Tidak. Tak ada yang salah.
Baiklah.
Sayang sekali soal uangmu.
Sayang sekali soal uangku, ya?
Jadi, apa maksudmu?
Kau tak mau berbagi denganku?
- Itu yang mau kau katakan? - Tidak. Aku tak akan melakukan itu.
Itu kantornya.
- Kau pikir orang itu sungguh ada? - Ya, dia ada.
Frank.
Bukannya itu gadis dari Universitas Mathers?
Ya, itu dia.
Kau menginginkannya sekarang?
Dalam 10 menit?
- Aku bisa menyiapkannya untukmu. - Bagus sekali.
- Halo lagi. - Ini cukup mengejutkan.
Itu berlaku dua arah, Nona Hawkins.
Aku tak mengira akan bertemu denganmu lagi secepat ini, Sersan Shatter.
Frank.
Leslie.
Permisi. Aku juga ada di sini.
Ya, tentu saja, Detektif...?
- Jackson, Jackson. - Benar.
Clarit, aku ingin kau bertemu dengan dua polisi Chicago.
- Senang bertemu denganmu. - Apa kabar?
Halo.
Clarit adalah sekretaris Profesor Lockley.
Karena itu kami ada di sini. Kami ingin bicara dengannya.
Dia ada di situs penggalian.
Bagaimana caranya kami ke sana?
Aku bisa mengantar kalian.
Bagus sekali.
Apa yang bisa ditemukan di antah berantah?
Dulunya ini bukan antar berantah, Pak Jackson.
Bechung telah ada lebih dari seribu tahun sebelum Yesus.
Selama masa Kekaisaran Romawi, ini adalah salah satu kota terbesar.
Lalu, para Tentara Salib pertama membangun benteng dan gereja...
... yang sudah mulai runtuh ketika Richard Sang Pemberani...
... memimpin ekspedisi ketiga ke Tanah Suci.
Kalian mungkin merasa Profesor Lockley agak eksentrik.
Seperti apa?
Dia menghabiskan sebagian besar waktunya dalam periode waktu...
... yang ada 2.000 tahun yang lalu.
Dia sangat sensitif soal pekerjaannya...
... namun ketertarikannya pada Gereja yang tengah dia gali itu luar biasa.
Beberapa area penggalian tak boleh didatangi siapapun, termasuk aku.
- Mengapa begitu? - Aku belajar untuk tidak bertanya.
Lihat ini!
Putri, sungguh kejutan menyenangkan.
Kita kedatangan tamu.
Maaf karena mengganggumu, Profesor Lockley,
... namun ini para polisi Chicago yang kuceritakan padamu.
Ini Sersan Shatter dan Detektif Jackson.
Ya, bapak-bapak dengan artefak itu.
Bukannya kalian tersasar agak jauh?
Sedikit.
Aku ingin kau melihat ini.
Apa nama Shindler berarti sesuatu untukmu?
- Haruskah? - Kami menunggu jawabanmu.
Tidak.
Bagaimana dengan Krieger, Reinhard Krieger?
Apa kau menginterogasiku?
Namamu ditemukan di kartu Krieger pada sebuah lokasi pembunuhan.
Sungguh.
Ya, Krieger meneleponku.
Orang-orang dari seluruh penjuru dunia meminta layananku...
... untuk mengotentikasi perhiasan kecil atau sejenisnya.
Kalau begitu, kau tak perna bertemu dengan Krieger, ya?
Aku tak punya waktu untuk meminjamkan kepercayaanku ke orang bodoh...
... yang dengan buta menerima mitologi dan legenda sebagai fakta.
Kau tahu, kami menemukan gambar benda ini di kantormu.
Aku asumsikan kalian juga menemukan gambar Sinterklas dan Peri Gigi.
Lalu, bagaimana dengan ini?
Sayangnya itu palsu.
Pemalsuan yang lumayan modern,
... atas mahkota tongkat dari mitologi Prosatanos.
Sekarang, untuk apa seseorang memalsukan bagian dari sesuatu...
... yang tak pernah ada?
Sifat alami manusia, Sersan.
Ketika tak ada Dewa, ciptakan sesuatu!
Itulah dasar seluruh agama, keimanan yang salah arah.
Sekarang, kalau boleh permisi, aku punya pekerjaan untuk diurus.
Putri.
Kau tahu, dia tidak eksentrik.
Dia hanya menyebalkan.
Sudah kubilang dia sensitif.
- Ada pesan? - Ya.
Dari siapa?
Kapten Hull, dia ingin laporan.
Kau tahu, aku rasa dia merindukan nada halus suaramu.
Yah, berarti dia akan kecewa.
Karena kau akan meneleponnya dan memberikan laporannya.
- Kenapa aku? - Karena aku seorang Sersan.
Sementara kau bukan.
Oke, Frank, teman lama.
Aku akan dengan senang hati menelepon Kapten Hull.
Bagaimana pun juga...
... itu lah gunanya teman.
Karena dia sibuk, bodoh, serahkan saja teleponnya pada beliau
Permisi, Kapten, Jackson ada di Jalur 3 dari Israel.
Jackson!
- Hai, Kapten. - Jackson, apa-apaan ini?
Aku secara spesifik meminta Shatter menelepon.
Yah, Kapten. Maksudku, begini.
Dia mencoba untuk meneleponmu...
... namun kasihan sekali, dia sangat sakit.
Kalian ingin mencoba lagi?
Yah, begini, bukan tempatku untuk menyebutkan ini.
Maksudku, dia orang terakhir yang akan mengatakan ini secara lantang,
... namun dia sangat merindukanmu, Kapten.
Tentu, kalau begitu, dia bisa menelepon besok,
... ketika dia sudah beristirahat dengan baik.
Kau... kau yakin dia baik-baik saja?
Aku rasa dia baik-baik saja.
Ya.
Kau juga.
Terima kasih.
Apa yang terjadi padamu?
Krieger sialan itu.
Dia juga mengambil potongan tongkatnya.
Jadi karena itu mereka ada di sini.
Ayo ambil kembali.
Apa-apaan.
Tak ada gunanya mengunci pintu.
Kau sangat mengecewakanku, Pak Krieger.
Aku hanya melakukan apa yang kau minta.
Apa yang kau bayar.
Kau berantakan.
Kau juga menarik perhatian pada dirimu.
Serta padaku.
Benar. Aku membuat kesalahan.
Namun, lihatlah. Aku telah mendapatkannya untukmu.
Tidak, belum.
Aku tak pernah tertarik pada benda palsu, kau tahu itu dengan baik.
Apa kau tak tahu siapa aku?
Biar aku memperkenalkan diriku.
Selamat datang di Neraka.
Ayo coba pintu belakang.
Berantakan sekali.
Krieger.
Frank.
Orang seperti apa yang membunuh seperti ini?
Bukan orang biasa.
Aku akan melihat keadaan sekitar.
Sembilan nama. Hanya Elcazor yang tersisa.
Frank, coba lihat ini.
Kita harus menemui Leslie soal perkeman yang kau temukan ini.
Begini, Shatter. Aku tak akan kemana-mana sebelum makan.
- Sekarang. - Oke, oke, kita akan makan dulu.
Astaga, Shatter, aku sungguh kelaparan.
Elcazor. Aku penasaran itu nama orang atau nama tempat.
Aku tak tahu. Aku hanya tahu bahwa aku butuh makan sesuatu.
Apa yang kau lakukan di sana?
Apa kalian tak akan berhenti memukul.
- Hai. - Hentikan.
Kenapa kau tak pergi saja memesan. Lihat apa ada yang tahu arti Elcazor.
- Aku akan segera kembali. - Apa kau baik-baik saja, Nak?
- Terima kasih. Terima kasih, Pak. - Sama-sama.
Sama-sama.
Orang Amerika lain?
Dompetnya.
- Apa itu? - Apa ini?
- Pak, kau menjatuhkan dompetmu. - Sungguh?
Terima kasih.
Senang sekali bisa bertemu anak yang jujur.
Terima kasih banyak.
Hai, Shatter, makanan kita sudah mendingin, Bung.
Hai, ini kan bocah sialan yang mencuri dompetku.
- Di mana uangku, tikus kecil? - Uang apa?
- Kau tahu uang apa. - Sini Bezi, berikan uangnya.
Tunggu dulu.
Apa ada yang tahu arti nama Elcazor?
Tidak, tidak. Aku masih belum tahu.
- Aku tahu nama itu. - Kau tahu?
Itu nama tempat di utara.
Apa kau tahu caranya pergi ke sana?
Ya, tapi perjalanannya jauh.
Kalau begitu, ayo.
- Makanan kita bagaimana, Shatter? - Nanti saja.
Siapa yang tinggal di sini?
Drakula?
Pertapa buta yang aneh.
Mullah bernama Farouk.
Dia tinggal di sana.
Dia tak pernah keluar.
Bagus.
Orang aneh lain.
Orang suci lain.
Aku tunggu di mobil.
Aku rasa aku, aku juga tunggu di mobil saja.
Ayolah. Ayolah.
Oh, ayolah. Ayolah.
Hanya itu yang pernah aku dengar, ayolah, ayolah.
Bung.
- Ini tempat yang menyeramkan. - Kau tak takut, 'kan?
Tentu saja tidak.
Apa kau Farouk?
Rabbi Shindler sudah meninggal?
Bagaimana kau tahu?
Sebelum dia pergi, dia menceritakan padaku tentang rencananya...
... untuk memancing Prosatanos dengan barang palsunya, dan membunuhnya.
Penyembah Iblis telah datang untuk mengumpulkan kesembilan bagian.
Siapa Penyembah Iblis atau Prosatanos...
... atau siapapun lah namanya itu?
Telah tertulis di banyak tulisan suci.
"Ketika hati manusia telah mengeras karena keserakahan dan kebencian,
... hari penghakiman akan segera tiba."
- Hari penghakiman? - Kiamat,
... api neraka dilepaskan di muka bumi.
Maksudnya, lebih parah dari sekarang?
Apa hubungan ini semua dengan tongkat itu?
Jika dibasuh dengan darah bangsawan, tongkat itu ada kunci Gerbang Neraka.
Apa kau bermaksud mengatakan, bahwa orang yang kami cari...
... sesungguhnya adalah Iblis?
Hanya utusan, namun pantas ditakuti.
Jangan bilang dia bahkan bukan manusia.
Dikatakan bahwa dalam menyembah Yang Kuasa,
... satu orang memiliki kekuatan 10 orang.
Aku harus pergi sekarang dan kalian harus meninggalkan tempat ini.
Tunggu dulu.
Siapa yang kau bicarakan?
Pergi.
Pergi. Pergi.
Pergi!
Entah orang ini lebih gila daripada pasien rumah sakit jiwa,
... atau ada urusan berat yang sungguh tengah terjadi.
Cantik, bukan?
Hai, Frank, aku tak bisa berurusan dengan masalah Iblis ini.
Bagaimana kalau kita kembali ke Chicago...
... dan memainkan polisi baik serta polisi jahat dengan germo dan pelacur?
Sial.
Baiklah. Sudah cukup.
Waktunya kita menyerahkan ini ke Kepolisian Israel.
Ya, kau benar.
Mengapa kita berhenti di sini?
Bezi. Bezi.
Bangun, bangun.
Ini.
Ambil ini dan pulanglah.
- Oke. Sampai nanti. - Sampai nanti, Bezi.
Jadi?
Mungkin sulit untuk masuk, tap bukan tidak mungkin.
Frank, kau bilang kita akan menyerahkan ini ke polisi.
- Aku tak pernah mengatakan itu. - Apa?
Jadi sekarang, aku harus menginterpretasikan, begitu?
Ayolah, Cal, ini bukan waktunya untuk...
Tidak, tidak, ini waktunya, Frank.
Maksudku begini, kau menipuku untuk datang ke negara terkutuk ini.
Kau telah menipuku sejak kita sampai di sini.
Sekarang, kau mau aku membantumu mendobrak masuk ke kantor polisi?
Begini, Bung, kenapa, kenapa, kenapa kau tidak potong saja penisku...
... dengan pisau mentega yang tumpul?
Aku rekanmu, Bung.
Aku pantas mendapatkan rasa hormat, kau tahu?
Kalau aku tak menghormatimu, kau tak akan menjadi rekanku.
Baiklah.
Jadi, untuk apa kita mendobrak masuk ke kantor polisi?
Shatter, aku tak paham.
Kenapa kita tidak, kau tahu, kenapa kita tidak...
Periksa saja berkasnya.
Kau tahu, Shatter, berkas-berkas ini, mereka memakai Bahasa Ibrani, Bung.
Ini berkas Interpol, internasional.
Bagus!
Itu akan sangat membantu.
Prancis, dan Jepang, dan entah apa lagi.
Shatter, apa yang...
Hai, Sayang, ada apa?
Selamat malam.
Shatter, kau membawa kita terjerumus semakin dalam, Bung.
Biar kuambil itu.
- Cal, kemari. - Apa?
- Delapan. Ada delapan mayat di sini. - Jadi?
Delapan Orang Suci.
Lalu, Farouk, adalah yang kesembilan.
Sembilan bagian. Pikirkan itu.
Sembilan bagian dan tongkatnya lengkap.
Yang mereka butuhkan hanya darah bangsawan.
Aku penasaran soal sesuatu.
Ya, penasaran. Terakhir kali kau penasaran, ada yang terbunuh.
- Halo? - Ini Sersan Shatter.
Apa Professor Lockley ada di sana?
Dia tak ada di sini Frank. Ini Leslie.
Hai Leslie. Mungkin kau bisa membantuku.
Aku butuh jadwal mengajar Professor Lockley selama dua tahun terakhir.
Biar aku periksa.
Baiklah.
Yang terbaru, 8 Juni 1992, Roma, Italia.
Roma, Italia.
Bingo.
- Oke. - Peru, Februari sebelumnya.
Peru.
- Oke. - 18 Oktober 1991, dia di Manila.
Manila.
Demi Tuhan, Shatter, semua tanggalnya sama.
Oke, cukup untuk saat ini, Leslie.
Apa kau tahu di mana Professor Lockley sekarang?
Tidak.
Apa kau punya alamatnya?
Jalan Hyacon nomor 134.
- Ada apa ini? - Aku ingin kau tetap di situ, Leslie.
Nanti aku telepon.
- Kenapa? - Aku tak ingin menakutimu.
Namun saat ini, Professor Lockley adalah tersangka pembunuhan.
Itu tak mungkin.
Profesor Lockley adalah teman dan kolega bagiku.
Aku ingin kau percaya padaku soal ini, Leslie.
Baiklah. Aku akan melakukan apa yang kau minta, tapi kau salah.
Aku tahu kau salah.
Kita lihat nanti.
- Selamat tinggal. - Selamat tinggal
Ayo keluar dari sini.
Maaf. Aku tak tahu kau ada di sini.
Aku tak pernah jauh darimu, Putri.
Kau terlalu penting bagiku.
Seperti kau bagiku.
Dengan cara yang sangat berbeda, aku rasa.
Jadi, apa yang Frank mau?
- Dia hanya ingin... - Dia sudah tahu tentangku, bukan?
Apa maksudmu?
Kau tahu apa yang aku maksud.
Kau menakutiku, Professor Lockley.
Kau tak perlu takut, Putri.
Kau akan punya kesempatan untuk mengantarku...
... ke tempat yang sudah aku nantikan selama berabada-abad.
Akulah Prosatanos...
... jalanmu ke keabadaian.
Ini dia.
- Ayo tangkap pembunuh kita. - Ayo.
Sepertinya dia tak ada di sini.
Ayo cek sekitar dan lihat apa yang bisa kita temukan.
Hai, Cal, coba lihat ini.
Menurutmu dia mirip siapa?
Apa itu Leslie?
Wah, dia terlihat seperti bangsawan.
Siapa yang kau panggil?
Shalom. Kantor Profesor Lockleys. Ini Clarit.
Ini Sersan Shatter.
Aku ingin bicara dengan Leslie.
Dia tak ada di sini, Sersan. Dia pergi beberapa saat yang lalu.
Aku baru saja melihat foto Leslie dengan lelaki yang lebih tua.
Pria yang terlihat sangat bermartabat.
Ya, itu ayahnya.
Tuan Edmond Hawkins, Adipati daerah Claymore.
Adipati?
Ayahnya seorang Adipati?
Darah bangsawan.
Ke mana dia pergi?
Ke situs penggalian bersama Profesor Lockley.
Frank, apa yang sedang kita hadapi?
Kita akan segera tahu.
Tuan yang Agung, aku pulihkan tongkat ini dalam namamu.
Kunci kebangkitan dan kekuatanmu.
Biarlah persatuan antara makhluk ini dan jiwaku...
... melampaui batas dan melepaskan keberadaanmu yang hayati...
... sekali lagi ke dunia ini untuk berkuasa selamanya.
Aku bersiap meminyaki jiwaku dengan darah bangsawan ini.
Aku bersiap meminyaki jiwaku dengan darah bangsawan ini.
Aku bersiap meminyaki jiwaku dengan darah bangsawan ini.
Ini, pegang senternya.
Aku rasa kita sudah menemukannya.
Apa-apaan?
- Itu Leslie. - Pegang.
- Apa? - Apa ini tak terasa seperti jebakan?
Ya.
Kau benar.
Ini agak terlalu mudah.
Menyingkir.
Aku bilang, menyingkir dariku. Pergi sana.
Rasakan itu!
Shatter!
Hai!
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Ayo pergi dari sini sebelum dia kembali.
Ya.
Leslie. Bangun, bangun, bangun.
Leslie, bangun.
Apa ada sesuatu di mitologi soal cara membunuhnya?
Ayo, pikirkan.
Berpikirlah, Leslie.
Bagaimana cara membunuhnya?
Prosatanos, Penyembah Iblis, dibawake Bumi untuk mengakhirinya.
Kiamat.
Yang ia cari akan menjadi kejatuhannya.
Apa lagi?
- Ke mana dia pergi? Lagi. - Mana aku tahu.
Ayo bawa Leslie keluar dari sini.
Apa yang terjadi? Di mana dia?
Apa yang kita lakukan sekarang?
Polisi baik, polisi jahat?
Lucu.
Pikirkan. Yang ia cari akan menjadi kejatuhannya.
Yang ia cari akan menjadi kejatuhannya.
Tongkat itu.
Tongkat itu akan membunuhnya!
Rasakan ini!
Seperti yang telah tertulis, sekali lagi, penyelamatan datang dari Barat.
Dua tentara dalam bentuk lain...
... melawan dan menghancurkan Sang Monster, dengan senjatanya sendiri.
Setelah itu terjadi, telah diwariskan padaku oleh ayah dari ayahku.
Sudah menjadi tugasku...
... bahwa tongkat Iblis yang telah pecah...
... harus aku sebarkan seperti dari mana ia datang...
... agar tak ada lagi mata manusia atau cahaya surga...
... yang jatuh padanya.
Jadi, apa rencanamu?
Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan di sini.
Aku harap aku akan bertemu lagi denganmu di Chicago.
- Tujuh, enam, lima, empat... - Pasti.
- Bagus. - ... tiga, dua...
Mereka menang! Mereka menang!
Bulls menang!
Hai, Shatter, Shatter, Bulls menang kejuaraan!
Aku tak percaya. Aku tak...
- Mereka menang! - Kita harus mengejar pesawat, Cal.
- Jaga dirimu, Bezi. - Terima kasih.
Baiklah.
- Sampai bertemu di Chicago, oke. - Aku harus pergi, Nak.
Namun, aku ingin kau mengingat apa yang aku katakan, oke?
Kehidupan kriminal itu bukan jalanmu.
Paham?
Baiklah.
Aku harus pergi, Nak.
- Jaga dirimu. - Sampai nanti.
Apa kau tak kehilangan sesuatu?
Bezi!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.