All language subtitles for The.Condor.Hero.2025.2160p.WEB-DL.DDP2.0.H265

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sepuluh tahun terpisah antara hidup dan mati.

Selalu merindukan.

Sulit dilupakan dalam hati.

Seribu mil dalam kesepian.

Di mana tempat

untuk meluapkan semua kesedihan?

Anak baik, seru nggak mainnya?

Bukannya kamu bilang hari ini mau ngajarin jurus baru?

Ngapain ke sini?

Datang lagi.

Seriusan nih?

Biasanya kalian latihan gitu-gitu aja, bosen.

Hari ini biar aku ajak main beneran.

Ayah angkat, mereka ngejar kita!

Zhi Jing, Zhi Bing.

Tetap dekat.

Baik, guru.

Orang tua beracun.

Berkali-kali kau menyerang perguruan kami.

Sungguh terlalu sombong.

Dari dulu omongannya itu-itu aja.

Nggak ada yang baru, gitu?

Dasar orang tua beracun.

Hari ini kami pasti menghancurkanmu!

Tenang dulu, kakak!

Ngapain baik-baik sama dia?

Ada cewek juga nih.

Kau remehin cewek?

Aku, Sun Bu Er.

Kalau aku bilang A, ya A!

Apa yang kurang dari aku dibanding kalian para lelaki busuk?

Bagus!

Kalian orang tua ini.

Masih kalah sama cewek ini!

Mantap!

Kakak, jangan debat sama dia.

Tangkap si orang tua beracun itu!

Nah, gini lebih seru!

Kasih kamu hadiah besar!

Kok panik sih?

Latihan selama ini percuma ya?

Baik-baik ya, Nak, mundur sedikit dan lihat baik-baik.

Anak baik, keren banget!

Siapkan formasi!

Formasi Bintang Utara!

Nah, ini lebih menarik.

Cepet banget langsung pakai jurus pamungkas.

Zhi Jing, Zhi Bing, hati-hati!

Ha Mo Gong.

Zhi Jing.

Minggir!

Ayah angkat!

Anak baik!

Anak baik, kamu nggak apa-apa kan?

Aku baik-baik saja. Jing'er, kamu sudah datang.

Pendeta Qiu.

Ibu.

Sepertinya jurus 18 Telapak Penakluk Naga ayah makin hebat.

Sejak perpisahan kita di pertarungan gunung Hua Shan tempo hari.

Bagaimana kabar senior selama ini?

Pertarungan gunung Hua Shan?

Siapa kau?

Aku adalah Guo Jing.

Guo Jing?

Senior tidak mengenaliku?

Siapa itu Guo Jing?

Orang tua beracun ini gila lagi.

Guo Jing itu siapa?

Kalau kau nggak tahu siapa dia,

Kau tahu nggak siapa dirimu sendiri?

Aku...

Aku siapa?

Aku siapa?

Ayah angkat gila lagi.

Aku siapa?

Salah latihan Kitab 9 Yin.

Aliran tenaga dalamnya jadi kacau.

Benar-benar nggak nyangka.

Si Racun Barat yang sombong.

Sekarang jadi kayak gini.

Aku ingat!

Aku ke sini buat cari orang kuat untuk bertarung.

Siapa di antara kalian yang paling kuat?

Orang kuat yang kau cari.

Apa mungkin dia?

Ini baru orang kuat beneran.

Ayah angkat!

Dapat kau!

Ini seru!

Jangan lari!

Orang tua beracun ini beneran gila.

Jangan lari!

Jangan lari!

Di sini masih ada bocah pengemis.

Balikin ke aku!

Kenapa di tubuhmu ada barang berharga?

Barang ini bukan milikmu.

Kakak Jing, menurutmu...

Dia mirip seseorang nggak?

Balikin ke aku!

Yang Kang, saudara baikku!

Fu'er!

Berikan giok itu ke sini.

Ternyata benar-benar kamu!

Adik kecil!

Siapa namamu?

Aku pakai margamu, panggil aku ayahmu.

Ayahmu?

Kalau kau ayah dari suamiku,

Bukankah kau jadi mertuaku?

Terserah kau bilang apa.

Ibumu bermarga Mu.

Namamu Yang Guo, bukan?

Yang Guo.

Anaknya Yang Kang?

Aku dan ayahmu adalah saudara angkat.

Namamu aku yang memberi.

Guo'er.

Jadi begitu ceritanya.

Ouyang Feng ini seumur hidup berbuat jahat.

Tapi ternyata selama ini dia yang membesarkanmu.

Apa ini takdir?

Ayah angkat memberiku makanan dan mengajariku ilmu bela diri.

Dia bukan orang jahat.

Paman Guo.

Ibuku tidak pernah bicara soal ayahku.

Kalau paman tahu,

Tolong ceritakan padaku.

Fu'er, kasih Guo'er kue osmanthus.

Ayahku baru membelikannya untukku.

Ini untukmu.

Kakak Jing, aku tahu apa yang kau pikirkan.

Baru saja murid Gai Bang mengirim kabar,

Pasukan asing sudah masuk ke wilayah Tiongkok.

Dan kali ini,

Yang memimpin mereka,

Adalah Hakim Roda Emas Jin Lun.

Kau pun tahu,

Orang ini punya ilmu bela diri yang sangat tinggi.

Sekarang kita harus segera mencari

Tujuh Paman untuk mengatur keadaan.

Perjalanan kali ini mungkin akan sangat berbahaya.

Kalau kita membawa Guo'er,

Bukan pilihan yang baik.

Sebaiknya kita titipkan Guo'er pada Ketua Qiu untuk sementara.

Itu juga pilihan yang baik.

Benar, Rong'er memang selalu berpikir jauh ke depan.

Paman Guo, aku nggak mau ikut mereka.

Ilmu bela diri paman sangat hebat,

Ajari aku, dong!

Guo'er, kau tahu tidak,

Dulu di Pertarungan Gunung Hua Shan,

Siapa yang diakui sebagai pendekar nomor satu di dunia?

Dulu,

Sesat Timur, Racun Barat,

Kaisar Selatan, Pengemis Utara,

Dan ada juga Dewa Pusat.

Lima pendekar besar berkumpul di Hua Shan.

Mereka semua menunjukkan jurus andalan.

Bertarung selama tujuh hari tujuh malam.

Akhirnya, pemenangnya

Adalah Dewa Pusat, Wang Chongyang.

Perguruan Quanzhen.

Didirikan oleh pemimpin dari Lima Pendekar, Wang Chongyang.

Adalah ajaran bela diri sejati di dunia ini.

Banyak orang ingin masuk, tapi tidak bisa.

Guo'er.

Ikutlah dengan para pendeta ini.

Berlatih di sana untuk sementara.

Paman Guo berjanji padamu.

Setelah urusanku selesai.

Aku akan menjemputmu.

Langit memberi balasan.

Segalanya tergantung pada karma.

Dulu aku berhutang budi pada pendekar Guo.

Sekarang aku akan membalasnya.

Maka aku akan membuat pengecualian, menerima Yang Guo sebagai murid Quanzhen.

Yang Guo.

Mendekatlah.

Yang Guo.

Yang Guo.

Yang Guo.

Maaf.

Maaf, maaf.

Tempat ini benar-benar megah.

Aku sampai terpana melihatnya.

Kurang ajar!

Cepat hormat pada ketua perguruan!

Hormat pada Ketua Qiu.

Yang Guo.

Mulai saat ini.

Kau adalah murid generasi keempat dari Quanzhen.

Di antara murid generasi ketiga.

Zhao Zhijing memiliki ilmu bela diri paling murni.

Mulai sekarang, Zhao Zhijing akan menjadi gurumu.

Kau harus mendengarkan semua perintahnya.

Setelah menjadi bagian dari perguruan ini, kau harus menaati semua aturan.

Bukan hanya giat berlatih ilmu bela diri.

Tapi juga menjaga moral dan etika.

Menjadi kuat dan berbudi luhur.

Tak sia-sia pendekar Guo memperlakukanmu dengan baik.

Ini...

Dengar baik-baik.

Belakang gunung keluarga Zhao.

Adalah tempat terlarang di perguruan ini.

Dulu kau terpaksa pergi ke sana karena dipaksa oleh Si Racun Barat.

Kami tidak akan mempermasalahkan.

Tapi mulai sekarang, jangan pernah pergi ke sana lagi.

Ketua.

Aku pernah dengar di belakang gunung itu.

Ada siluman wanita, benarkah?

Yang Guo.

Beri hormat pada gurumu, Zhao Zhijing.

Guru.

Gurumu ada di sana.

Kenapa harus dia?

Cepat beri hormat.

Guru.

Kau boleh pergi sekarang.

Pasukan asing sudah mulai menyerang ke selatan.

Situasi semakin kritis.

Aku dan para tetua lainnya.

Akan turun gunung.

Bekerja sama dengan pendekar Guo.

Mengumpulkan para pendekar dunia persilatan.

Untuk sementara, urusan perguruan ini.

Aku serahkan pada Zhijing.

Baik, guru.

Guo Jing, Huang Rong.

Masih mencari Pengemis Utara, Hong Qigong?

Guru.

Tujuh Murid Quanzhen sudah turun gunung.

Mengumpulkan para pendekar dunia persilatan.

Sepertinya mereka sudah mengetahui keberadaan kita.

Guru.

Pangeran Huo Du telah menyusup ke perguruan Quanzhen.

Aku yakin.

Mereka akan segera menemukan lokasi gudang senjata.

Anakku yang baik, di mana kau?

Ada yang melihat anakku yang baik?

Seru banget, seru banget!

Bagus, ayo bermain denganku.

Tidak bisa.

Aku harus cari anakku dulu.

Apa yang harus aku lakukan?

Bagaimana kalau cari anakku dulu saja.

Tunggu aku, ya.

Orang tua gila ini.

Dia bahkan bisa menghadapi jurus Pukulan Naga dan Gajah Prajna dari guru.

Guo Jing, Huang Rong.

Tujuh Murid Quanzhen.

Dan juga Hong Qigong yang aku temui beberapa hari lalu.

Dunia persilatan Tiongkok.

Kenapa ada begitu banyak pendekar hebat?

Lu Qingdu menang.

Yang Guo.

Kau sudah di Quanzhen beberapa bulan.

Hari ini kita lihat kemajuan ilmu bela dirimu.

Ada peningkatan atau tidak.

Aku...

Qingdu, bertarunglah sedikit dengan Yang Guo.

Baik.

Adik junior, silakan.

Yang Guo, dasar licik.

Kau menyuruhku mulai.

Jadi aku menyerang.

Kau...

Pergi!

Aku akan gigit kau!

Kau tahu...

Berhenti!

Turunlah.

Gurumu sudah mengajarimu ilmu bela diri.

Kenapa kau tidak menggunakannya dengan baik?

Bagaimana cara menggunakannya?

Aku sudah menyapu halaman lebih dari sebulan.

Tapi dia tidak pernah mengajariku satu jurus pun.

Yang Guo.

Yang Guo, aku tanya kau.

"Melatih tubuh dan menjaga keseimbangan itu bagaimana?"

"Jika energi penuh, semuanya berjalan lancar," apa dua baris berikutnya?

"Pikiran tenang, perasaan tidak muncul."

"Cahaya menerangi seluruh tubuh."

Barusan,

Jika kau menggunakan jurus sesuai mantra,

Bukankah kau bisa menangkis serangannya?

Tapi kau hanya mengajariku mantra,

Bukan jurusnya.

Kurang ajar!

Kau sendiri yang malas berlatih,

Sekarang malah menuduh gurumu!

Benar, Yang Guo memang pemalas.

Semua orang tahu itu.

Lagian, kalian sudah memutuskan sendiri,

Jadi terserah kalian mau bilang apa.

Bandel sekali!

Benar-benar seperti ayahnya.

Kakak.

Kenapa harus disembunyikan?

Orang rendah seperti dia memang berhak diperlakukan seperti ini.

Takut orang lain tahu?

Kau boleh menuduhku.

Tapi jangan menuduh ayahku!

Yang Guo, kau tahu tidak?

Ayahmu, Yang Kang.

Dulu juga murid perguruan Quanzhen.

Tapi dia berkhianat dan membunuh saudara seperguruan.

Akhirnya mati mengenaskan di negeri asing.

Tanpa ada yang mengurus jenazahnya.

Omong kosong!

Orang seperti dia.

Yang melupakan leluhurnya, melahirkan anak...

Pasti anaknya juga tidak berguna.

Aku tidak terima kau bicara begitu!

Kakak.

Aku sedang mendidik muridku.

Junior Duan, jangan ikut campur.

Pukul.

Tadi kau jago sekali bertarung.

Sekarang kenapa diam?

Lepaskan!

Aku bilang, lepaskan!

Ha Ma Gong (Jurus Katak Dewa)!

Yang Guo menggunakan ilmu terlarang.

Dan melukai muridku.

Kuncinya di gudang, biar dia merenung!

Mengkhianati perguruan!

Membunuh saudara seperguruan!

Mati mengenaskan tanpa ada yang peduli!

Membunuh saudara seperguruan!

Dasar licik dan keji!

Kau memang sampah!

Orang yang tidak tahu balas budi.

Anak dari seorang pengkhianat!

Kau tidak akan mati dengan tenang!

Dasar hina!

Jangan cemarkan nama baik perguruan Quanzhen kami!

Guo'er.

Guo'er.

Ibu!

Kenapa berkelahi lagi?

Mereka bilang aku tidak punya ayah.

Ibu akan selalu ada untukmu.

Ingatlah.

Orang yang menindasmu.

Semakin ingin kau mati.

Semakin kau harus bertahan hidup dengan baik.

Yang Guo, makan dulu.

Yang Guo, makanlah.

Apa katanya ilmu bela diri sejati di dunia?

Aku hanya melihat segerombolan tikus pengecut.

Aku turun gunung sekarang.

Tak mau main-main dengan kalian lagi.

Pakaian ini memang paling nyaman.

Siapa kau?

Kau sudah melihatku?

Guru, ke sini.

Yang Guo.

Kalian sudah datang?

Bagus sekali, karena tak puas, kau malah mencelakai saudara seperguruan.

Bukan, bukan aku, tapi...

Mana orangnya?

Kau sudah membunuh orang, masih mau beralasan?

Tangkap dia!

Ayah...

Kejar dia!

Kenapa ceroboh sekali?

Nyaris saja kau ketahuan.

Pangeran ini punya rencana sendiri.

Kakak, jangan panik.

Guru menyuruhku bertanya padamu.

Sudahkah kau menemukan lokasi gudang senjata?

Masih dalam pencarian.

Wang Chongyang, si rubah tua ini.

Entah di mana dia menyembunyikan gudang senjata.

Pasukan utama sudah tiba di perbatasan.

Jika kita bisa mendapatkan peta pertahanan di gudang senjata.

Pasukan bisa langsung menyerang.

Pangeran Huo Du.

Waktumu sudah hampir habis.

Mau lari ke mana, Yang Guo?

Kejar dia!

Kakak.

Belakang gunung itu tempat terlarang.

Jangan masuk!

Jangan masuk!

Masa kita harus membiarkan dia kabur?

Ikut aku, kejar dia!

Kakak.

Dasar brengsek!

Kenapa kau malah lari ke tempat di mana ilmu meringankan tubuh tak berguna?

Yang Guo.

Jangan, jangan!

Mau lari ke mana?

Kenapa kau tertawa?

Aku tertawa pada diriku sendiri.

Ketua perguruan bilang.

Kau murid generasi ketiga.

Yang punya ilmu bela diri paling kuat.

Aku hanya seorang pesuruh, kenapa masih berpikir bisa melarikan diri?

Sayangnya aku terlalu bodoh.

Aku baru belajar sedikit jurus Katak Dewa ini.

Kitab rahasia ini.

Sepertinya harus aku buang.

Kitab rahasia?

Benar, tentu saja ini jurus Katak Dewa.

Ilmu terlarang seperti itu tidak boleh dibiarkan ada!

Serahkan sekarang juga!

Baik, aku berikan, aku berikan.

Tahu juga kau tidak jujur.

Makan kotoran saja!

Guru, sepertinya itu kotoran anjing.

Yang Guo.

Aku anggap kau hanya melakukan kesalahan sesaat.

Ikut aku kembali.

Aku akan meminta Ketua Perguruan untuk mengampunimu.

Yang Guo, dasar binatang!

Bicara apa lagi dengannya?

Kau, murid durhaka!

Berlutut dan minta maaf padaku!

Siapa tahu kalau aku senang.

Mungkin aku akan mengampuni nyawamu.

Tidak mungkin!

Aku lebih baik mati.

Daripada memohon ampun pada orang sepertimu!

Dasar keras kepala.

Persis seperti ayahmu yang sudah mati.

Kalau begitu, aku akan memotong satu tanganmu dulu.

Biar nanti.

Kau tidak bisa sombong lagi.

Kakak, jangan!

Guru, lihat ini!

Hei.

Perguruan Makam Kuno dan Quanzhen memang tidak pernah berhubungan.

Kalian murid Quanzhen.

Berani-beraninya menerobos tempat terlarang Perguruan Makam Kuno.

Apa kalian sudah lupa sumpah pendiri perguruan?

Dulu, Wang Chongyang bersumpah.

Murid Quanzhen dilarang masuk ke tempat ini.

Siapa yang melanggar harus bunuh diri untuk menebus kesalahan!

Sepertinya.

Anda adalah Ketua Perguruan Makam Kuno, Nona Long.

Saya Zhen Zhibing dari Quanzhen.

Tanpa sengaja tersesat ke sini.

Saya tidak menyangka.

Akan mengganggu Anda.

Jadi ini Xiao Long Nu.

Katanya bahkan pendiri perguruanku pun segan padanya.

Jangan dengarkan mereka.

Mereka hanya bersekongkol untuk menjebakku.

Masalah ini benar atau salah,

Aku pasti akan melaporkannya pada Ketua Perguruan.

Nona,

Tolong beri kami kelonggaran.

Kalau aku tidak mengampuni kalian, mau apa?

Tadi aku sudah menahan diri.

Kalau tidak pergi sekarang, aku tidak akan sopan lagi.

Kita pergi dulu, nanti bicara lagi.

Nona Long.

Pergilah.

Cepat pergi.

Cepat keluar dari sini.

Kau sehebat ini,

Apa kau benar-benar hantu?

Kau sedang menghinaku?

Kenapa begitu?

Maksudku, karena kau,

Kalau tidak, aku sudah jadi hantu sekarang.

Aku tidak menolongmu.

Aku hanya membenci Perguruan Quanzhen.

Apa pun yang mereka inginkan, aku tidak akan memberikannya.

Begitu ya?

Setengah jam lagi kalau aku masih melihatmu,

Aku akan menyiksamu seperti sengatan lebah.

Kau secantik ini.

Tapi kenapa begitu kejam?

Hei, aku bilang.

Ke mana dia?

Hei!

Keluar dan tunjukkan jalannya.

Tidak mungkin.

Ini...

Cepat, mungkin dia ada di depan.

Guru, sepertinya kita tersesat.

Shifeng.

Dasar tidak berguna!

Kalau kita bertemu Xiao Long Nu lagi, kita dalam bahaya.

Jangan banyak bicara, cepat cari jalan keluar.

Saudara, apa yang kau lakukan?

Tidak ada apa-apa.

Kita sudah membuat masalah dengan orang dari Makam Kuno.

Masalah ini tidak kecil.

Kita harus menunggu Ketua Perguruan kembali dan mengambil keputusan.

Saudara, kau terlalu naif.

Yang Guo mencelakai saudara seperguruan.

Kita hanya mengejar murid durhaka itu.

Itulah sebabnya kita dihalangi oleh orang dari Makam Kuno.

Tapi tetap saja, kita menerobos ke tempat terlarang duluan.

Saudara...

Aku melihatnya.

Apa kau sudah terpesona oleh Xiao Long Nu?

Jangan kira aku tidak melihatnya.

Apa yang kau sembunyikan di tangan itu?

Tanyakan pada dunia, apa itu cinta?

Hingga membuat orang rela hidup dan mati bersama?

Bahagia saat bersama, sedih saat berpisah.

Salju turun di gunung yang sunyi.

Bayangan seseorang, ke mana ia akan pergi?

Siapa itu?

Sudah lama pergi dari rumah.

Aku, Li Mochou, sudah tidak dikenali lagi.

Peri Api Merah, Li Mochou.

Yang membantai seluruh keluarga Lu.

Meninggalkan sembilan bekas tangan berlumuran darah.

Tak tahu kenapa seluruh keluarganya...

Hanya karena masalah ini.

Kalian, pria-pria bau ini.

Apa kalian bisa mengerti sakitnya dikhianati?

Saudara! Saudara!

Perempuan iblis kejam!

Serang!

Jarum Perak Es!

Cepat lari, cepat pergi!

Aku bukan orang dari Perguruan Quanzhen.

Kalau kau mau balas dendam, jangan cari aku.

Oh, ternyata...

Hanya seorang kakak perempuan yang cantik.

Kakak, kakak, tanganmu sangat dingin.

Kau bilang kau bukan orang dari Perguruan Quanzhen.

Bagaimana aku bisa percaya padamu?

Sepertinya dia punya dendam dengan Quanzhen.

Aku dan guruku...

Baru saja mengusir mereka.

Guru?

Siapa gurumu?

Tentu saja...

Xiao Long Nu dari Perguruan Makam Kuno.

Adik seperguruanku?

Sejak kapan dia menerima murid?

Jadi kau juga dari Perguruan Makam Kuno.

Baguslah.

Berarti kita satu keluarga.

Kakak, lepaskan aku dulu.

Bawa aku menemui gurumu.

Peri Api Merah Li Mochou?

Aku rasa lebih cocok disebut "Hantu Penderitaan."

Apa yang kau bilang?

Maksudku, wanita secantikmu ini.

Pasti banyak pria yang tergila-gila padamu.

Benar juga.

Semua orang yang menyukaiku sudah mati.

Kau masih berani menyukaiku?

Jangan kurang ajar pada kakak.

Lewat sini.

Ke kiri.

Aku baru bergabung dengan Perguruan Makam Kuno.

Jadi aku masih belum terlalu mengenal tempat ini.

Makam Orang Hidup dan Mati.

Di dalam terowongan ini ada orang hidup dan mati.

Kenapa namanya begitu? Ayo masuk.

Suruh gurumu buka pintu.

Guru.

Ini aku, buka pintunya.

Guru.

Sepertinya dia sedang tidur.

Aku beri tahu kau,

Guruku paling benci kalau tidurnya diganggu.

Kalau mau panggil, kau saja. Aku tidak berani.

Adik seperguruanku.

Kakak datang menemuimu.

Sudah kubilang,

Guru sedang tidur.

Aku datang hanya untuk membakar dupa untuk guru.

Setelah itu, aku akan pergi.

Hanya membakar dupa? Aku tidak percaya.

Ayo pergi.

Xiao Long Nu ini benar-benar polos.

Kenapa di sini ada banyak bekas pedang?

Ini dulu,

Jejak pertempuran antara guru besar kami dan Wang Chongyang.

Begitu rupanya.

Kita bertemu lagi.

Adik seperguruanku, sudah bertahun-tahun.

Apa kau merindukanku?

Pesan terakhir guru.

Jika suatu hari bertemu denganmu,

Aku harus membersihkan nama perguruan.

Karena kita pernah satu perguruan,

Setelah membakar dupa, kau bisa pergi.

Memang begitu.

Sekarang kau sudah punya bocah ini.

Tidak heran kau tidak peduli lagi pada kakakmu.

Berikan aku "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok".

Aku akan pergi setelah mendapatkannya.

Jadi kau memang datang demi kitab itu.

Jika dulu kau tidak tergoda oleh pria.

Dan diam-diam meninggalkan perguruan,

Guru pasti sudah memberikannya padamu.

Berikan "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok" padaku.

Kalau tidak...

Aku akan membunuh bocah ini.

Beri saja padanya, Guru! Beri saja padanya, Guru!

Silakan bunuh dia.

Aku tidak bisa memberikan "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok" padamu.

Baiklah.

Kalau begitu aku akan mengambilnya sendiri.

Rantai perak dan lonceng emas ini juga diberikan padamu?

Aku adalah kakak seperguruan tertua.

Seharusnya semua ini diwariskan padaku.

Guru terlalu pilih kasih.

Keluar! Keluar!

Urusan kakak-adik perguruan, bukan urusanku!

Tapi guru juga sudah menyelamatkanku.

Adik seperguruanku.

Sejak kecil sampai sekarang, kau tidak pernah menang melawanku.

Hari ini, kakak akan mengajarkanmu dengan baik.

Kitab Ilmu Hati Gadis Giok.

Aku harus mendapatkannya.

Adik seperguruanku, kau sudah terlalu lama di Makam Kuno.

Kau masih belum mengerti betapa kejamnya dunia ini?

Senjata rahasia!

Dasar bocah sialan.

Guru sudah mengajarkanmu Ilmu Mengendalikan Angin?

Guo’er.

Guo’er.

Ibu.

Guo’er.

Ibu.

Di sini gelap sekali.

Jangan takut, ibu ada di sini.

Ibu.

Apakah kita akan mati di sini?

Guo’er.

Semakin orang ingin kau mati,

Semakin kau harus bertahan hidup.

Ibu.

Ibu.

Guo’er.

Ingat, bagaimanapun keadaannya, kau harus bertahan hidup.

Ibu.

Ibu.

Ayo pergi.

Kita mau ke mana?

Bagaimana keadaan lukamu tadi?

Ilmu Mengendalikan Angin telah membuang sebagian besar racun dingin dari tubuhku.

Selama aku tidak mengerahkan tenaga dalam.

Aku akan baik-baik saja.

Syukurlah.

Terima kasih, Guru, tadi.

Tempat itu benar-benar terlalu gelap.

Terima kasih, Guru, sudah menyelamatkanku.

Aku tidak bermaksud begitu.

Kalau kau mati di sana,

Itu melanggar aturan perguruan Makam Kuno.

Aku perjelas padamu.

Aku tidak berniat menyakitimu.

Itu semua ulah "Hantu Penderitaan" itu.

Apakah dia akan kembali?

Kakak seperguruanku memang tidak sepenuhnya menguasai rahasia Makam Kuno.

Tapi dia sudah mempelajarinya selama bertahun-tahun.

Pintu batu itu hanya bisa menahannya untuk sementara waktu.

Hanya sementara.

Tempat ini adalah peristirahatan leluhur Perguruan Makam Kuno.

Jangan membuat keributan di sini.

Maaf, maaf.

Aku Yang Guo,

Tanpa sengaja melanggar batas.

Itu semua gara-gara "Hantu Penderitaan" itu.

Dia memaksaku datang ke sini.

Kalau mau menyalahkan seseorang, salahkan dia.

Salahkan dia saja.

Tapi...

Kenapa kita datang ke sini, Guru?

Aturan Perguruan Makam Kuno tidak boleh menerima orang luar.

Kalau kau keluar, kau pasti mati.

Lebih baik aku membunuhmu dan menguburmu di sini.

Dengan begitu, jasadmu tidak akan membusuk.

Jadi kau membawaku ke sini...

Hanya supaya tubuhku tidak membusuk?

Lihat peti mati batu ini.

Satu untuk kakak seperguruanku.

Satu untukku.

Yang kosong itu untukmu.

Yang ini...

Ehh, yang itu, yang ini...

Bukankah ukurannya terlalu kecil?

Kalau begitu, kita potong tangan dan kakimu supaya muat.

Begitulah aturan Perguruan Makam Kuno.

Memohon padaku pun percuma.

Aku tidak akan memohon padamu.

Aku ingin menjadi muridmu.

Menjadi muridku?

Benar.

Kalau aku jadi muridmu,

Bukankah aku jadi bagian dari Perguruan Makam Kuno?

Itu berarti tidak melanggar aturan, bukan?

Itu benar.

Tapi aku tidak ingin menerima murid.

Tunggu...

Kalau kau menerima murid, maka...

Ada banyak manfaatnya!

Aku bisa bersih-bersih untukmu.

Mencuci pakaian, memasak.

Kalau kau bosan,

Aku bisa menemanimu mengobrol.

Baiklah.

Setelah kau menjadi muridku,

Seumur hidupmu kau adalah murid Perguruan Makam Kuno.

Harus mengikuti aturan perguruan.

Apa kau sudah memikirkannya matang-matang?

Itu masih lebih baik daripada mati di sini.

Apa katamu?

Guru, izinkan aku bersujud kepadamu.

Jangan buru-buru sujud padaku.

Ini adalah Nenek Guru Pendiri.

Bersujud.

Jadi kau benar-benar menerima aku?

Murid Yang Guo,

Bersujud kepada Nenek Guru Pendiri.

Masih ada satu orang lagi.

Murid...

Yang satu ini tidak perlu dihormati.

Siapa ini?

Penipu nomor satu di dunia, Wang Chongyang.

Dia adalah pemimpin dari Lima Pendekar Terhebat, Wang Chongyang.

Dulu Nenek Guru Pendiri bertarung dengannya.

Menang, tapi dia tidak mengakuinya.

Jadi Nenek Guru Pendiri mengasingkan diri di sini.

Menulis "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok".

Untuk membongkar seluruh teknik bela diri Perguruan Quanzhen.

Dan meludahi wajahnya.

Aku yang membuat aturan ini.

Ternyata hanya seorang pecundang.

Puih! Aku meludahi dia! Puih! Puih!

Cukup!

Sekarang bersujudlah kepada gurumu.

Bibi.

Izinkan aku bersujud kepadamu.

Bibi.

Aku pernah menjadi murid Perguruan Quanzhen.

Dan berguru pada si hidung kerbau itu.

Bahkan dalam mimpi, aku sering mengutuknya.

Aku takut kalau aku mengutuk guruku,

Aku akan menyeretmu dalam masalah.

Terserah kau.

Murid Yang Guo, hari ini resmi bersujud kepada Bibi sebagai guru.

Yang Guo bersumpah akan selalu mendengarkan Bibi Guru.

Jika Bibi dalam bahaya,

Yang Guo bersedia mengorbankan dirinya untuk melindungi Bibi.

Jika Bibi dihina oleh orang lain,

Yang Guo akan membunuh siapa pun yang menyakiti Bibi.

Jika...

Cukup!

Berdirilah.

Bibi.

Mulai sekarang panggil saja aku Guo’er.

Boleh, kan?

Jangan bertele-tele lagi.

Baik.

Bibi, Nenek Guru Pendiri menampakkan diri!

Bibi.

Cepat lihat.

Ada tulisan di sini.

Ini "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok".

"Kitab Ilmu Hati Gadis Giok".

Jadi ini...

Hal yang selalu dicari oleh "Hantu Penderitaan".

Ternyata ada di sini.

"Kitab Ilmu Hati Gadis Giok" adalah ilmu bela diri perguruan kita.

Hanya mereka yang telah...

Mewarisi teknik Mengendalikan Angin dari Nenek Guru Pendiri.

Yang dapat melihat "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok".

Teknik ini namanya apa?

Kelihatannya luar biasa.

Ini adalah "Dua Pedang Berpadu".

Teknik terakhir dari "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok".

Harus dilakukan oleh dua orang bersama-sama.

Bagus!

Kalau kita berhasil menguasainya,

Bukankah kita bisa melawan "Hantu Penderitaan"?

Untuk belajar "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok",

Tidak hanya harus menguasai ilmu pedang Gadis Giok dari Perguruan Makam Kuno.

Tapi juga harus memahami mantra ilmu batin Perguruan Quanzhen.

Yang Guo, aku tanya padamu.

"Menjalankan pelatihan spiritual, apakah manfaatnya?"

"Jika energi dan semangat terpenuhi, tubuh akan bekerja sempurna." Lalu apa dua kalimat berikutnya?

"Menjalankan pelatihan spiritual, apakah manfaatnya?"

"Jika energi dan semangat terpenuhi, tubuh akan bekerja sempurna."

"Ketika hati mati, semua keinginan lenyap."

"Cahaya spiritual menerangi seluruh syaraf."

Ini adalah mantra ilmu batin Perguruan Quanzhen.

Benar.

Mantra ilmu batin Perguruan Quanzhen.

Aku sudah menghafalnya.

Bibi.

Bibi, apa yang sedang kau lakukan?

Melatih ilmu tidak boleh terburu-buru.

Hari ini kita istirahat dulu.

Baiklah.

Dasar tubuhmu cukup baik.

Saluran energi Ren Mai dan Du Mai-mu sudah terbuka.

Dulu saat aku berlatih dengan ayah angkatku,

Setiap hari aku bermeditasi dan mengatur pernapasan.

Terkadang,

Beliau juga membantu membuka saluran energiku.

Bibi.

Kenapa di sini dingin sekali?

Astaga, ini, ini...

Batu es sebesar ini!

Ini adalah tempat tidur Giok Dingin, dibuat dari giok purba,

Merupakan alat bantu terbaik untuk berlatih ilmu dalam tingkat tinggi.

Aku...

Berlatih di atas ini selama satu tahun,

Setara dengan sepuluh tahun latihan orang biasa.

Mulai sekarang, kau tidur di sini.

Hebat sekali!

Ini adalah salep Giok Angin.

Bisa membantumu mengumpulkan energi untuk melawan hawa dingin.

Bibi.

Ini luar biasa.

Bagaimana kalau Bibi mengajariku dulu?

Ilmu tidur di tali ini misalnya.

Bibi?

Secepat itu sudah tidur.

Dikenal sebagai Peri Api Merah.

Tapi bahkan tak punya rumah untuk pulang.

Kau lagi.

"Hidup panjang tapi tetap penuh derita."

"Jangan bilang kesedihan itu bisa hilang."

Beberapa hari tak bertemu.

Dewa Wanita Api Merah masih saja begitu anggun.

Hari ini kau ke sini.

Hanya untuk mengucapkan kata-kata itu?

Tentang kerja sama yang kita bicarakan sebelumnya.

Bukan aku tak mau bekerja sama dengan kalian.

Hanya saja...

Bicaralah, jangan sungkan.

Orang-orang di pihak kalian,

Semuanya jelek seperti hantu.

Terutama yang...

Si pangeran kecil yang sombong itu.

Kau bilang aku jelek?

Pangeran kecil marah rupanya.

Pokoknya...

Apa pun yang kau inginkan, guruku juga bisa memberikannya.

Apa yang tak bisa kau dapatkan,

Guruku juga bisa memberikannya.

Terserah kau.

Semoga kau mempertimbangkannya dengan matang.

Berlatih "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok".

Langkah pertama adalah mempelajari seni bela diri khas Perguruan Makam Kuno.

Ilmu Pedang Gadis Giok yang cepat dan kuat.

Penuh dengan perubahan yang tak terduga.

Hanya bisa mencapai puncaknya jika dipadukan dengan energi dalam yang mendalam.

Barulah dapat mencapai kekuatan maksimal.

Baik, Bibi.

Langkah kedua adalah mempelajari ilmu bela diri Perguruan Quanzhen.

Zhao Zhijing tidak mengajarkanku gerakan silat.

Sebaliknya, dia hanya menyuruhku menghafalkan...

Mantra teknik tenaga dalam Perguruan Quanzhen.

Ilmu pedang Quanzhen menggunakan serangan terbuka dan frontal.

Butuh puluhan tahun untuk benar-benar menguasainya.

Tapi karena saluran energi Ren Mai dan Du Mai-mu sudah terbuka,

Ditambah efek dari tempat tidur Giok Dingin,

Latihanmu bisa lebih cepat.

Dulu aku berlatih bersama ayah angkatku,

Terkadang beliau juga membantuku membuka jalur energi.

Langkah ketiga adalah berlatih ilmu tenaga dalam Kitab Ilmu Hati Gadis Giok.

Prinsipnya adalah keseimbangan Yin dan Yang.

Hanya dengan terus berkembang...

Kita berdua bisa benar-benar memahami esensinya.

Bibi jangan khawatir.

Aku pasti akan berlatih dengan sungguh-sungguh.

Bibi.

Jurus Jaring Langit dan Bumi ini...

Ternyata luar biasa.

Bibi tersenyum!

Aku tersenyum?

Cukup untuk hari ini.

Yang Guo.

Kenapa kau begitu gigih berlatih?

Karena aku ingin melindungi orang-orang yang baik padaku.

Dan juga membalaskan dendam ayahku.

Aku selalu penasaran.

Saat kau bertarung dengan orang-orang Quanzhen...

Kenapa kau tidak meminta ampun?

Siapa pun yang berbuat jahat padaku...

Bahkan jika mereka membunuhku...

Aku tidak akan meminta belas kasihan.

Tapi jika seseorang baik padaku...

Aku rela mengorbankan nyawaku untuk mereka.

Jadi, coba katakan...

Siapa yang baik padamu?

Orang yang baik padaku...

Adalah ibuku.

Ayah angkat, Paman Guo.

Dan juga Bibi.

Aku tidak pernah baik padamu.

Kenapa begitu?

Apakah kebaikan atau keburukanmu ada hubungannya denganku?

Aku akan tinggal di sini seumur hidup.

Setiap hari melakukan hal yang sama.

Tidak ada yang baik atau buruk.

Bagaimanapun, menurutku Bibi sangat baik padaku.

Perintah telah diberikan.

Semua murid tingkat A ke atas segera berkumpul di gerbang gunung.

Guru.

Murid tingkat pertama dan kedua telah berkumpul.

Saudara senior.

Mengapa mengerahkan begitu banyak orang?

Tentu saja untuk menangkap Yang Guo si penjahat.

Bagaimana kau bisa yakin bahwa Yang Guo adalah pelakunya?

Dia menggunakan ilmu hitam dan bekerja sama dengan musuh luar.

Hari itu kita semua menyaksikannya sendiri.

Yang Guo tidak bisa melarikan diri dari gunung Zhongnan.

Kita pasti bisa menemukannya.

Saudara senior.

Jangan bertindak gegabah.

Aku sudah berbuat kesalahan.

Aku telah menyebabkan kematian banyak murid.

Jika guru besar benar-benar meminta pertanggungjawaban,

Bisakah kau menanggungnya?

Aku...

Berangkat!

Perintahkan!

Meskipun harus menggali tiga kaki ke dalam tanah,

Kita harus menemukan dan menangkap Yang Guo.

Baik!

Yang Guo, Gunakan teknik Dua Pedang Bersatu!

Bibi.

Mengapa setiap kali kita mencoba

Menggunakan jurus terakhir Dua Pedang Bersatu,

Aku selalu merasa ada sesuatu yang kurang?

Di dalam Kitab Ilmu Hati Gadis Giok tertulis,

Kita harus memiliki hubungan batin yang selaras,

Baru bisa memaksimalkan kekuatannya.

Hubungan batin yang selaras?

Apa maksud sebenarnya dari pendiri kita?

Bibi,

Apakah karena kita sudah sering bersama

Maka hubungan batin kita mulai terjalin?

Bocah ini benar-benar baik terhadapmu.

Sungguh beruntung kau, saudari kecil.

Siapa itu?!

Saudari senior.

Tak kusangka pertahanan Gua Giok Kuno

Memiliki titik lemah yang bisa ditembus dengan teknik dasar.

Membuatku membuang cukup banyak usaha.

Aku pikir siapa.

Ternyata sastrawan tua ini.

Adik seperguruan.

Racun dingin dalam tubuhmu belum hilang, jangan banyak bergerak.

Iblis Pengganggu!

Kenapa kau masih berkeliaran di sini?

Adik seperguruan, sebagai perempuan,

Kebahagiaan terbesar dalam hidup kita,

Adalah menemukan seorang pria yang tulus mencintai kita.

Bocah itu sangat baik padamu.

Kau seharusnya turun gunung bersamanya.

Menikmati kehidupan duniawi berdua.

Menurutmu, bukankah itu bagus?

Kau... Kau bicara apa sih?

Berikan "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok" padaku.

Aku akan membiarkan kalian berdua pergi.

Kakak seperguruan.

Usiamu sudah tua,

Untuk apa kau masih menginginkan kitab itu?

Lebih baik berikan saja padaku,

Sebagai bentuk kasih sayang pada juniormu.

Baiklah.

Biar aku menunjukkan kasih sayangku padamu.

Bibi, kau masih terluka.

Biar aku saja.

Teknik Gadis Giok!

Pukulan Menyapu Bunga, Bulan Dingin Menyinari Orang.

Bocah, kemajuanmu cepat juga.

Bukan aku yang maju cepat,

Kakak seperguruan,

Tapi kau yang sudah tua.

Yang Guo, hindari serangannya!

Gunakan teknik gerakan yang lincah,

Lakukan Jaring Langit dan Bumi.

Kurung pergerakannya.

Serang saat dia lengah!

Sayang sekali.

Tenaga pukulanmu masih kurang kuat.

Yang Guo, Langit Luas Tanpa Batas!

Bunga di Depan Bulan.

Hidup Harmonis.

Bunga Krisan Kecil.

Cawan Giok Bersinar.

Bibi.

Sudah kubilang kau harus hati-hati.

Racun dingin dalam tubuhmu kambuh lagi!

Bibi!

Meskipun kau menggunakan "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok", lalu apa?

Mau kabur?

Racun dingin dalam tubuhmu kambuh lagi!

Bibi.

Cepat pergi!

Cepatlah!

Kenapa, Bibi?

Cepat pergi!

Sebentar lagi aku akan menjatuhkan Batu Pemutus Naga.

Setelah Batu Pemutus Naga turun,

Makam Kuno ini tidak akan memiliki jalan keluar lagi.

Aku dan kakak seperguruanku akan terjebak di sini dan mati.

Kau tidak pergi bersamaku?

Aku sudah bersumpah pada guruku.

Aku tidak akan pernah meninggalkan Makam Kuno seumur hidupku.

Pergilah!

Bagaimana mungkin aku pergi sendiri, Bibi?

Kalau pergi, kita pergi bersama.

Perkataanku...

Kau masih tidak mau mendengarkannya.

Pergilah!

Long Nu.

Kau telah diterima sebagai murid di Makam Kuno.

Maka kau harus mematuhi aturan sekte.

Aku akan menandai tanganmu dengan Tanda Kesucian Perawan.

Murid Makam Kuno,

Seumur hidup tidak boleh meninggalkan gunung.

Kecuali...

Ada seorang pria yang tidak mengetahui aturan ini,

Dan bersedia mati demi dirimu.

Bibi...

Bibi...

Kenapa kau kembali?

Aku juga tidak tahu.

Kau tidak takut mati?

Aku takut.

Tapi...

Setiap kali aku berpikir kau akan sendirian di sini,

Kesepian dan terluka parah seperti ini,

Aku merasa khawatir.

Aku tidak tega...

Sayangnya...

Sayang kenapa?

Kakak iblis itu sudah hampir sampai.

Kita tidak akan bisa bertahan lama.

Meskipun kita tidak bisa bertahan,

Kita tidak boleh mati sebelum Iblis Pengganggu itu!

Adik seperguruan...

Yang Guo...

Masukkan aku ke dalam peti mati batu.

Adik seperguruan...

Bibi, pelan-pelan...

Murid Makam Kuno harus tetap berada di Makam Kuno.

Yang Guo, jangan terlalu bersedih...

Yang Guo...

Kenapa kau juga masuk ke sini?

Aku harus mati bersamamu.

Biar si Iblis Sial itu tidur di peti mati lain.

Guo'er.

Kau benar-benar merasa aku baik padamu?

Tentu saja.

Aku bertanya padamu.

Jika ada gadis lain yang juga memperlakukanmu seperti ini,

Apakah kau juga akan memperlakukannya sebaik ini?

Siapa pun yang baik padaku,

Aku juga akan baik padanya.

Bibi.

Kita hampir mati sekarang.

Apa aku masih harus

Bersikap baik pada iblis di luar peti mati ini?

Sebenarnya...

Di Makam Kuno ada satu aturan.

Jika ada pria yang rela mati untuk seseorang,

Maka orang itu bisa melanggar sumpah dan meninggalkan gunung.

Seandainya aku tahu lebih awal,

Kita tidak perlu mengalami semua ini.

Tapi keadaan sudah seperti ini.

Satu-satunya pilihan adalah mati bersama.

Bagaimanapun, hidupku juga diberikan olehmu, Bibi.

Adik seperguruan.

Kenapa kau harus menyiksa dirimu seperti ini?

Racun dingin dalam tubuhmu,

Aku bisa membantu mengeluarkannya.

Iblis yang tak tahu malu ini,

Kenapa kau masih menghantui kami?

Dengar, Adik Seperguruan.

Kau belum pernah turun gunung,

Kau tidak tahu betapa jahatnya dunia ini.

Terutama laki-laki.

Dia bisa bersamamu untuk sementara waktu,

Tapi bisakah dia bersamamu seumur hidup?

Bibi, lihat ini.

"Kitab Ilmu Hati Gadis Giok".

Mengalahkan Quanzhen.

Chongyang tidak pernah kalah seumur hidupnya.

Apa maksudnya?

Ini tentang Wang Chongyang.

Dia mengatakan dirinya tidak pernah kalah dari nenek pendiri sekte kita.

Lalu ini apa lagi?

Sepertinya ini peta Makam Kuno.

Di bawah Makam Kuno ada ruang lain.

Bertahun-tahun aku tidak menyadarinya.

Ruang lain?

Aku akan memberimu satu kesempatan lagi.

Jika kau tetap tidak keluar...

Jangan salahkan aku jika tidak mengingat hubungan sesama murid lagi.

Yang Guo, apa yang sedang kau cari?

Bibi, lihat ini.

Di sini ada mekanisme rahasia.

Di sana.

Bibi.

Bibi.

Apa kau baik-baik saja?

Ini tempat apa?

Mungkin ini salah satu gudang senjata rahasia.

Gudang senjata rahasia?

Makam kuno ini dulunya dimenangkan

oleh nenek moyang dari Wang Chongyang.

Dahulu, Wang Chongyang membangun gudang senjata ini

untuk melawan penjajah asing.

Ia menyimpan peta pertahanan perbatasan dan perbekalan militer.

Tak disangka,

ternyata ada di bawah makam kuno ini.

Bibi,

dengar itu.

Bibi, lihat ini.

Ada aliran air di sini.

Kita bisa keluar dari sini!

Di bawah makam kuno ini

ternyata ada ruang sebesar ini.

Jadi ini alasannya.

Gudang senjata yang disebut oleh guru kita

ternyata ada di sini.

Bibi, kita sudah di luar!

Pegang erat tanganku.

Bibi,

kenapa tanganmu begitu dingin?

Tadi suhu air sangat dingin,

racun dingin dalam tubuhku…

Aku tak akan bertahan lama lagi.

Cepatlah pergi.

Tidak, tidak akan terjadi apa-apa.

Pasti ada cara.

Dalam Kitab Hati Gadis Giok,

terdapat catatan seperti ini.

“Teknik misterius ini,

satu maju satu mundur,

menyelaraskan energi, menjaga keseimbangan spiritual.”

Jika berhasil dikuasai,

maka racun dingin dalam tubuh Bibi bisa sepenuhnya disingkirkan.

Bibi.

Tapi untuk mempelajari teknik ini,

kau dan aku harus melepas pakaian,

dan menyelaraskan energi secara bersamaan.

Jika pernapasan kita sedikit tidak sinkron, racun dingin akan semakin menyebar.

Kakak seperguruan juga hampir mengejar kita.

Kalau dia ganggu, bisa berbahaya,

Bibi.

Bibi, lihat deh.

Ada pagar bambu dan kabut di sana,

sepertinya bisa menghalangi pandangan.

Kita latihan di sana aja yuk.

Guo'er.

Gerakanmu bisa berhenti kapan saja.

Tapi gerakan aku harus selesai satu kali.

Nggak boleh berhenti tengah jalan.

Hanya kamu dan aku, aku dan kamu.

Kita harus bekerja sama.

Baru bisa melewati bahaya bersama.

Iya, Bibi.

Di sini nggak ada.

Qingdu.

Guru.

Bagaimana keadaanmu di sana?

Sampai sekarang belum ketemu Yang Guo.

Sudah lama banget, kok belum ada yang ketemu?

Benar-benar nggak berguna.

Terus cari lagi.

Iya.

Kalian berdua coba cari di sana.

Iya.

Guru.

Sudah cari tempat ini belum?

Cari tempat lain aja.

Iya.

Kita coba cari di sana, oke?

Ayo

Ada orang!

Apa itu Iblis Kesedihan?

Yang Guo, energi positif-mu sudah menurun.

Sekarang aku akan menutup aliran energi.

Dalam satu jam, tubuhku nggak boleh bergerak.

Iya, aku pasti akan melindungimu, Bibi.

Guru, ada kabar tentang Yang Guo nggak?

Sudah cari semua di arah tenggara.

Ternyata mereka

Coba cari lagi di sisi gunung

Kalian yang lain coba cari di sisi gunung belakang aku.

Qingdu, Boran, ikut aku

Cepetan

Iya.

Cek lagi di belakang batu dan rumput

Kita harus temukan Yang Guo.

Iya.

Guru, guru, lihat itu.

Siapa yang berisik begitu?

Kamu ini, nakal banget, lagi sembunyi di sini ya?

Kenapa kalian masih berani datang ke sini?

Gak takut sama sengat lebah emas milik aku?

Lebah emas?

Bagus, Yang Guo.

Kamu malah bersekongkol dengan wanita jahat dari Sekte Makam Kuno.

Tangkap dia!

Siap.

Ayo, ayo, ayo.

Langkah terbang di langit.

Kenapa bisa sekuat itu?

Sakit, sakit, sakit.

Senang gak?

Brengsek!

Percikan bunga, tertiup angin.

Gimana bisa?

Itu jurus apa sih?

Itu jurus buat mukul kepala babimu.

Satu, dua, tiga, empat.

Enak gak?

Kamu...

Cepat pergi!

Pergi!

Mau kena tamparan di muka? Cari aku!

Cepat berkembang ya.

Yang Guo!

Kamu kan?

Yang Guo, kamu kan?

Energi yin aku sudah selesai.

Tapi aku masih butuh waktu biar tubuh bisa bergerak.

Yang Guo!

Yang Guo, kenapa kamu...

Ya sudah lah.

Kamu siap hidup dan mati bersama aku.

Aku juga siap bersama kamu.

Bersama-sama kita jelajahi dunia.

Bocah ini, berani nipu aku ya.

Masih lari!

Pria-pria brengsek pada umumnya memang begitu.

Udah tahu, kamu gak jujur.

Keduanya sama saja.

Bocah, sayang banget kamu harus mati kayak gitu.

Gimana kalau kamu serahkan "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok" itu?

Aku bisa maafin kamu.

Gak mungkin.

"Kitab Ilmu Hati Gadis Giok" sudah aku hancurkan.

Gak tahu diuntung.

Adik Seperguruan susah payah akhirnya dapet seorang pria.

Aku, kakakmu, bener-bener sedih banget.

Ada ahli, ada ahli.

Aku bisa merasakannya sekarang.

Anakku, kamu...

Ayah angkat.

Ham Mo Gong, Si Racun Barat - Ouyang Feng.

Ayah angkat, ayah angkat.

Kamu bukan anakku.

Ayah angkat, apa kamu lupa siapa aku?

Ayah angkat.

Kamu sudah aku tipu.

Anakku yang baik.

Pasti.

Anakku, kemari.

Pasti.

Dia mau membunuhmu.

Apa kamu sudah mengganggu anakku yang baik?

Anak nakal.

Kali ini kamu beruntung.

Dia sudah kabur.

Anakku yang baik.

Aku rasa tenaga dalammu sudah lebih kuat.

Apakah kamu diam-diam belajar ilmu bela diri?

Itu diajarin oleh Bibi.

Bibi. Benar, ayah angkat.

Aku harus cari bibi sekarang.

Lain kali aku main denganmu.

Bibi itu siapa?

Lain kali aku main denganmu.

Kalau ada bibi, aku lupa ayah angkat.

Anak nakal, kamu tidak tahu berterima kasih.

Bibi, Bibi.

Bibi.

Bibi.

Kenapa Bibi jatuh ke tanah?

Racun jahatku sudah hilang.

Racun dinginnya juga sudah mereda.

Yang Guo.

Saat masuk ke sekolah.

Guru sudah memberi tanda pada titik tertentu untukku.

Tadi kamu perlakukan aku seperti itu.

Tanda itu sudah hilang.

Bibi, aku...

Aku tidak mengerti.

Kenapa kamu masih panggil aku Bibi?

Aku... aku... tidak panggil Bibi Bibi.

Kalau begitu, aku panggil Bibi guru.

Dulu aku takut turun gunung.

Sekarang, ke mana pun kamu pergi,

Aku rela ikut kamu.

Bagus, Bibi.

Bibi mau ikut aku turun gunung?

Kenapa kamu masih memanggilku Bibi?

Bibi telah menyelamatkan hidupku.

Dan juga mengajarkan ilmu bela diri padaku.

Aku bersumpah akan menghormati Bibi seumur hidup.

Tentu saja aku harus memanggil Bibi.

Apa kamu tidak pernah berpikir?

Bahwa aku bisa menjadi istrimu?

Aku...

Aku tidak pernah memikirkannya.

Bibi...

Kalau begitu...

Mulai sekarang jangan temui aku lagi.

Bibi, Bibi!

Guru, tolong bertahan sebentar lagi.

Tolong bertahan ya.

Adik seperguruan.

Barusan kamu pergi ke mana?

Aku...

Kenapa wajah kalian begitu?

Diajarkan oleh Yang Guo yang berkhianat.

Dia bahkan berani menyerang kami diam-diam.

Kakak bertemu dengan Yang Guo?

Kalian menemukan jejaknya?

Kalau ada lebih banyak orang lagi,

aku pasti bisa menangkap pengkhianat itu.

Saat kembali, kamu melihat orang lain?

Di mana para murid yang berjaga?

Aku juga tidak terlalu tahu.

Tapi aku merasa...

Malam ini terlalu sepi.

Qing Du.

Banyak sekali telinga yang menguping.

Lihat, ada orang di atas sana!

Katanya aliran bela diri terbaik di dunia...

Nyatanya tidak sehebat itu.

Bersiap!

Mereka bilang Sekte Quanzheng adalah aliran bela diri terbaik.

Hari ini kami datang untuk menguji.

Guru...

Selama ini,

Aku sudah menyelidiki setiap sudut Sekte Quanzheng.

Mungkin sejak awal kita sudah salah.

Gudang persenjataan sebenarnya tidak ada di Sekte Quanzheng.

Dulu, pendiri Sekte Quanzheng, Wang Chongyang,

memimpin pasukan melawan suku kita.

Setelah kembali ke Tiongkok, dia membangun gudang persenjataan.

Dia juga menyimpan makanan,

persediaan militer, dan peta pertahanan di sana.

Menunggu waktu yang tepat.

Katakan.

Di mana gudang senjata api?

Guru tidak pernah menyebutkan.

Aku tidak tahu.

Aku benar-benar tidak tahu.

Benar-benar tidak tahu.

Ada apa ini kok ramai sekali?

Kamu.

Tidak nyangka.

Ada juga saatnya Hakim Roda Emas Jin Lun kesulitan?

Aku tahu di mana yang kamu cari.

Aku akan membimbingmu untuk menemukan gudang senjata api itu.

Kamu bantu aku mengambil "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok".

Bagaimana dengan kesepakatan ini?

Bibi, bibi.

Anak katak kecilmu sudah besar.

Mau cari pasangan hidup.

Pergi sana.

Tentu saja, pergi sana.

Ayah angkat.

Anak yang baik.

Anak yang baik, ayah angkat.

Apakah kamu sudah menemukan bibimu?

Sudah.

Tapi sepertinya bibimu tidak senang.

Bibi bilang dia ingin menjadi istriku.

Aku tidak setuju.

Bibi lalu pergi.

Setelah bibi pergi,

Apa yang kamu rasakan?

Aku merasa...

Hati ini kosong.

Semakin aku tidak ingin memikirkan bibi,

bibi semakin jelas di pikiranku.

Bodoh sekali kamu ini.

Kamu suka sama dia, ya?

Suka dengan bibi, ya!

Kenapa tidak bisa?

Bibi itu guruku.

Kenapa tidak bisa?

Siapa yang bilang begitu?

Siapa yang bilang?

Apakah murid tidak boleh suka dengan gurunya?

Murid,

Bolehkah suka dengan guru?

Kenapa tidak boleh?

Ayah angkat,

Aku mengerti, aku sudah mengerti.

Aku mengerti.

Aku tahu harus melakukan apa sekarang, ayah angkat.

Ayah angkat, lagi ngapain?

Kasih aku sedikit makanan.

Lagi-lagi nih.

Kali ini beneran kok.

Fokuskan pikiranmu.

Hentikan pernapasan, kumpulkan energi.

Ayah angkat.

Ini...

Ini...

Lihat ini.

Kamu sudah punya sepuluh tahun kekuatanku.

Orang biasa nggak bisa sembarangan menindasmu.

Kalau kamu sudah dewasa, mau jadi apa?

Lakukan apa yang kamu inginkan.

Paham kan?

Terima kasih, Ayah angkat.

Beberapa hari yang lalu.

Beberapa hari yang lalu, aku ketemu sama seorang kakek pengemis.

Sepertinya dia kenal aku.

Aku penasaran banget sih, aku ini siapa.

Kamu adalah Ayah angkatku.

Dan aku punya nama lain juga.

Nama yang sangat berwibawa.

Kakek pengemis itu bilang.

Dia sedang menungguku di gunung salju.

Sudah saatnya aku pergi menemuinya.

Setelah aku pergi,

Kamu harus urus semuanya sendiri.

Paham?

Ayah angkat, kamu juga mau pergi?

Sampai jumpa.

Ayah angkat.

Sekarang aku sendirian.

Pertunjukan ini mengundang para pendekar.

Semua ini berkat kamu, Jing'er.

Segalanya bisa berjalan lancar berkat kamu.

Ini yang seharusnya kamu lakukan.

Orang-orang dari sekte-sekte lain pasti akan datang segera.

Kita sudah pergi beberapa bulan.

Aku nggak tahu gimana keadaan Zhijing dan Zhibing.

Kakak Jing.

Zhijing, Zhibing.

Apa yang terjadi?

Guru, hati-hati.

Ada racun di pakaian itu.

Tapak 18 Penakluk Naga.

Cepat!

Racun ini menyebar cepat sekali.

Kalau sampai masuk ke pusat syaraf, bisa berbahaya untuk nyawa.

Kalian ikuti jalur energi aku.

Jangan terburu-buru.

Berhenti sejenak, kendalikan napas.

Tenangkan pikiranmu.

Putra dari Raja Hoa Đô memang benar-benar memiliki strategi yang sangat rumit.

Hanya dengan menggunakan sedikit trik kecil.

Dia bisa menahan Guo Jing dan para ahli dari Sekte Quanzhen.

Mereka benar-benar terjebak.

Kalian benar-benar rendah.

Sering dibilang lima pahlawan terbesar dunia.

Mereka adalah pilar dari dunia bela diri di Zhongyuan.

Tak disangka, ada satu yang keluar dari dunia, satu gila.

Satu mengasingkan diri.

Satu lagi langkahnya sulit dilacak.

Sekarang hanya ada Pendekar Guo dan Nyonya Huang Rong.

Mereka yang masih bisa memimpin situasi.

Ibu, sekarang bagaimana...

Ayah dan anak ini sudah terjebak oleh mereka.

Dikendalikan.

Tampaknya

Hanya aku, ibu hamil ini, yang bisa turun tangan.

Fu'er, cepat bantu ayah dan ketua Quanzhen.

Ibu, kamu sedang hamil.

Dalba, Jing dan Huo Du.

Saat ini pasti sudah mengendalikan Guo Jing.

Untuk sementara, tidak ada yang akan menemukan kita.

Tak disangka, Hakim Roda Emas Jin Lun memiliki pengaturan seperti ini.

Dulu ada jalur air langsung menuju gudang senjata.

Tapi entah kenapa, sekarang runtuh.

Sekarang satu-satunya jalan masuk adalah ini.

Namun batu penghalang ini beratnya ribuan kati.

Berat ribuan kati, tak bisa dihancurkan.

Berat ribuan kati.

Pimpin jalan.

Ibu, kamu tidak apa-apa kan?

Ibu, kenapa begini?

Tidak apa-apa.

Bibi Guo, Yang Guo.

Pengemis kecil.

Paman Guo.

Yang Guo, kita telah terjebak.

Aku ada di sini.

Jangan khawatir, semuanya aman.

Selain itu, aku bukan pengemis kecil.

Namaku Yang Guo.

Kamu!

Kamu! Itu kamu yang membunuh banyak orang beberapa waktu lalu!

Kenapa kamu belum pergi?

Bajingan tak tahu diri.

Aku akan bunuh kamu juga nanti.

Bajingan, kamu hina siapa?!

Hewan brengsek mengatai kamu.

Ternyata hewan brengsek mengatai aku.

Kamu...

Aku rasa kamu belum pernah melihat peti mati, belum menangis.

Orang dari aliran Makam Kuno kami,

Bahkan jika melihat peti mati,

Kami tetap harus mencoba berbaring di dalamnya.

Makan pakai mulut,

Bertarung juga pakai mulut?

Yang Guo.

Pukul anjing harus pakai tongkat.

Pegang ini.

Kalau begitu aku akan pakai tongkat ini

Untuk memukul dua anjing ini.

Ilmu bela diri Yang Guo,

Tidak sama dengan ilmu Sekte Quanzheng.

Dia belajar dari mana?

Pukul pantat sehari nggak boleh lebih dari tiga kali.

Satu kali, dua kali.

Udah lama nggak ketemu.

Ilmu Yang Guo berkembang pesat banget.

Ini buat kamu.

Kamu pakai apa sih kok keras gitu?

Keras banget.

Yang Guo.

Jangan keras-kerasan sama dia.

Dia latihan ilmu bela diri luar.

Poin lemah ada di titik akupuntur dada.

Kipasnya nggak jelek.

Tapi bertarung nggak cuma buat gaya.

dan memancing bulan.

Pukul kalian berdua.

Aku belum pakai dua bagian kekuatanku.

Udah lama banget nahan kaki kalian.

Mending pergi aja.

Huo Du.

Yang Guo, kamu nggak apa-apa kan?

Bibi Guo.

Terima kasih.

Paman Guo.

Adik Seperguruan, ternyata kamu sudah menghancurkan jalur air.

Anak itu di mana?

Nggak butuh kamu lagi.

Kamu bawa ras manusia masuk ke Makam Kuno.

Gudang senjata ada tepat di bawah Makam Kuno ini.

Tunggu aku beresin masalah aliran.

Akan bawa Hakim Roda Emas Jin Lun datang setelahnya.

Aku nggak akan biarin kalian masuk.

Dulu kala

Nenek guru dan Wang Chongyang

Sudah menyelesaikan dendam di sini.

Tak disangka, hari ini

Dua saudari kami

Juga harus berperang satu sama lain di sini.

Guru benar.

Kali ini, aku tidak akan memberi ampun lagi.

Kamu sudah berhasil melatih "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok" ya.

Yang Guo.

Bibi.

Dulu

Bibi yang melindungi Yang Guo.

Sekarang

Biar Yang Guo yang melindungi bibi.

Kamu rasa, kamu punya berapa banyak peluang untuk menang?

Anak kecil ini.

Datang lagi.

Masih muda, tapi sudah punya kekuatan dalam seperti itu.

Jarang banget, ya.

Kamu juga gak buruk sih.

Yang Guo.

Saudari, kenapa buru-buru begitu?

Guru sudah bilang,

Pria itu penipu, wanita itu bodoh.

Kamu pikir dia akan terus menyukaimu?

Aku tidak tahu.

Tapi kalau dia mati,

Aku akan ikut mati dengannya.

Kamu susah payah mencari "Kitab Ilmu Hati Gadis Giok",

Cuma untuk mencoba melupakan pria itu.

Di depan perasaan,

Orang yang berpura-pura bodoh adalah diri sendiri.

Orang yang tak bisa dikelabui juga adalah diri sendiri.

Kamu lebih baik dibenci orang,

daripada dicintai orang.

Benar nggak?

Tidak boleh kamu menyebut nama pria itu.

Jangan kasihan sama aku.

Pria itu semua penipu.

Bibi.

Berani berkelahi dengan aku, masih bisa terpikirkan hal lain.

Harus kalahkan dia dulu.

Kamu lawan yang bagus.

Sayang sekali,

Jika kita bertemu dengan cara lain,

Mungkin kita bisa minum bersama.

Bibi.

Saudari, pegang erat-erat.

Hingga sekarang kamu masih memanggilku saudari.

Tak perlu kamu berpura-pura baik hati dan melepaskan tangan.

Saudari, kenapa harus begitu menderita?

Kamu benar.

Kita semua cuma orang yang malang.

Suatu hari nanti, dia akan meninggalkanmu.

Bukan karena mati.

Tapi karena perpisahan.

Semakin lama kalian bersama,

semakin sakit saat berpisah.

Aku ingin kamu hidup.

Aku ingin kamu merasakan itu.

Kakak.

Tanya dunia, cinta itu apa?

Hanya debu yang kembali ke debu.

Tanah kembali ke tanah.

Kenapa harus ada cinta?

Sakit.

Cinta yang membelenggu.

Ternyata senjata ada di bawah sini.

Sial, peta pengaturan.

Hati-hati.

Kamu, Yang Guo.

Aku baik-baik saja.

Kamu bagaimana?

Yang Guo.

Yang perlu

sudah tidak ada.

Kalian, dari Dataran Tengah,

Tanah luas dengan banyak sumber daya,

Kaya dan kuat,

Tapi tidak tahu bagaimana memanfaatkan.

Para ahli hanya berebut nama besar,

Bagaimana mereka bisa mengerti

Sengsara dari kemiskinan?

Peta pertahanan sudah dihancurkan.

Hari ini kalian jangan harap bisa keluar.

Kamu masih ingat kan,

kamu ingin bersama aku

Pedang ini,

adalah pedangmu.

Aku juga seperti itu.

Ini adalah jurus terakhir

Dua pedang menyatu.

Ini bukan hanya koordinasi gerakan,

Bukan hanya satu lawan satu,

Tapi juga kesatuan hati dari kami berdua.

Memahami niat satu sama lain.

Yang Guo

Kamu gunakan teknik Quanzhen untuk membantu Ilmu Hati Gadis Giok-ku

Baik

Kekuatan pedang yang bersatu

Yin dan Yang bekerja sama.

Harapan yang tak takut

Hati seperti air tenang

Dua pedang bersatu

Yang Guo

Bagaimana bisa seperti ini?

Satu hati, satu pikiran, tidak terpisah

Ini adalah apa yang disebut oleh nenek moyang

Hati dan pikiran saling terhubung

Berikutnya di bagian ke-2

Paman dan Bibi Guo

Yang Guo

Aku dan ayahmu pernah memiliki ikatan pertunangan

Kamu dan Fu'er juga sudah cukup umur untuk menikah

Terima kasih atas niat baik Paman Guo

Tapi aku sudah ada seseorang di hati

Bagaimana bisa seperti ini?

Apa yang kamu katakan?

Nona Long adalah gurumu.

Aku tak peduli apa yang orang katakan.

Kita adalah kita.

Guru yang berharga bagimu.

Diam-diam bertemu dengan murid Sekte Quanzheng.

Zhi Bing bersalah.

Begitu aku melihat Nona Long.

Zhi Bing sudah tidak menjadi dirinya lagi.

Aku bahkan belum mengucapkan kata-kata yang lebih menyakitkan.

Guru yang berharga bagimu dan orang lain.

Saat sedang bahagia.

Kamu berkata ngawur!

Kamu berani memukulku?

Kamu siapa?

Tidak boleh menghina guruku!

Diterjemahkan oleh: SPANDA94 Pas

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.