All language subtitles for My Boss ep 06

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

BOSKU

(Episode 6: Cheng Yao, jangan menyimpan harapan yang tak realistis.)

Zaman sekarang, salad mentimun pun perlu disajikan.

Penyajian bisa sangat indah.

Harga hidangan ini hanya beberapa yuan.

Jika disajikan di restoran, harganya puluhan yuan.

Kau tak menjalankan restoran, kenapa membuang waktu?

Kita harus belajar menghargai kesenangan kecil dalam hidup.

Bos, boleh kita membicarakan kasus Bai Xing Meng sambil makan?

Kenapa kau begitu tertarik dengan kasus ini?

Ini kasus pertama yang kutangani saat bergabung dengan Junheng & Co.

Aku berharap memiliki awal yang baik.

Selain itu, Bai Xing Meng sangat baik.

Aku mau berusaha membantunya mendapatkan hak yang layak dia terima.

Kita tak boleh membiarkan orang jahat itu lolos begitu saja.

Bai Xin Meng sangat baik?

Cheng Yao, jaga jarak dari klienmu.

Apa maksudmu?

Jika mau menjadi pengacara yang baik,

kau harus ingat saat sedang bekerja,

kau tak punya emosi, hanya pendirian.

Kau membela klienmu, mempertimbangkannya

dan mendukung kepentingan terbaiknya dalam batas-batas hukum.

Itu bukan masalah.

Tapi ini hanya didasarkan pada etika profesionalmu sebagai agennya,

bukan karena perasaan pribadi.

Kau berpikir sangat tak profesional.

Tapi bukankah orang jahat harus dihukum?

Siapa yang memberitahumu kalau Xu Jun orang jahat

dan Bai Xing Meng korbannya?

Apa kau pihak yang terlibat, atau menyaksikan sesuatu?

Dalam hubungan ini, Bai Xing Meng menyatakan perasaannya,

sementara Xu Jun memanfaatkannya.

Pernikahan adalah hubungan yang stabil antara dua orang dewasa.

Ini bukan dongeng "Aku cinta kau, kau cinta aku".

Hukum mana yang menyatakan jika seseorang menyatakan perasaannya,

yang lain harus membalas perasaan itu?

Bos, kau makanlah sendiri.

Aku akan kembali ke kamar untuk melihat berkas kasus.

(Apa kau punya waktu besok?)

(Apa kau mau keluar untuk makan?)

(Aku dan Yao Yao mau pergi ke taman hiburan.)

Kau memang pantas menjadi Qian-ku.

Sepuluh cincin, sangat mengesankan!

Qian.

Apa kau tak tidur nyenyak semalam? Lihatlah lingkaran hitam itu.

Diam.

Apa yang kau mau dariku?

Jadi, Asosiasi Hukum ada acara besok.

Aku tak akan pergi.

Aku tahu kau tak tertarik dalam kegiatan nirlaba ini.

Tapi presiden Asosiasi Hukum sudah memanggil namamu.

Acara besok juga akan sangat membantu untuk Golden Scale Award.

Apa kau tak menginginkan Golden Scale Award?

Tidak perlu mengambil jalan pintas.

Jangan khawatir. Ini sangat masuk akal dan sah.

Ini hanya acara tentang

kebudayaan spiritual pengacara muda masa kini.

Semua orang akan berkumpul dan saling berkomunikasi.

Tenang saja.

Kenapa Presiden Zhang memanggilku untuk mengikuti kegiatan semacam ini?

Itu pasti karena Presiden Zhang menilai kau sangat berpengaruh

dan cukup berkualitas.

Kau tak tahu kalau Deng Ming juga mau pergi,

tapi Presiden Zhang langsung menolak.

Bagaimana menurutmu? Apa kau bangga?

-Pastinya. -Baik, tentu saja.

Satu hal lagi.

Setiap firma hukum harus mengirimkan satu pengacara pria dan wanita.

Aku akan menugaskan Cheng Yao.

Kenapa dia?

Semua orang di timku sibuk.

Aku harus mencari orang dari timmu.

Jika kau tak keberatan, aku akan segera memberi tahu Cheng Yao.

Tidak usah. Aku akan memberi tahu dia.

Biasanya kau menyuruh orang untuk melakukan ini.

Kenapa kau begitu bersemangat hari ini?

Agar kau tak memengaruhi pendatang baru secara negatif.

Kau mau Cheng Yao pergi,

tapi tetap mengkhawatirkan pengaruhku terhadapnya.

Jika dia terpengaruh, bahkan jika dipecat,

itu tetap akan memengaruhi citra firma kita.

Baiklah.

Karena bunga yang kau beli,

aku memaafkanmu atas kejadian semalam.

Buatlah makan malam. Aku lapar.

Bunga ini untuk dekorasi rumah, bukan untukmu.

Benar. Besok pukul 09.00, kita berdua mewakili firma

menghadiri diskusi panel yang diselenggarakan Asosiasi Hukum.

Kenapa kau mau aku pergi?

Karena semua orang harus lembur hari Minggu ini, kecuali kau.

Dengan mengajakmu ke acara tersebut,

itu seperti mengumumkan kalau kau pengacara di tim kami.

Ini dukungan untuk lompatan pekerjaanmu di masa depan.

Lulusan timku cenderung sangat kompetitif di tempat lain.

Apa kau tak takut

seseorang yang luar biasa sepertiku akan diremehkan besok?

Lebih telitilah. Ini bukan meremehkan, tapi mengambil alih.

Tapi aku sudah membuat rencana dengan kakakku besok.

Berapa banyak utangmu padaku?

Baik. Tentu saja aku akan pergi. Ucapan bos adalah hukum.

Boleh aku melewatkan makan tengah malam?

Apa kau sedang tawar-menawar denganku?

Itu jelas tak mungkin.

Ingat. Jangan bernyanyi saat memasak.

Bernyanyilah saat kau membuat makan tengah malam.

LEMBAH BAHAGIA

(Cheng Xi, aku ditugaskan oleh bos hari ini.)

(Aku khawatir kau tak akan pergi jika sendirian.)

(Jadi, aku baru memberitahumu sekarang.)

(Tiket taman hiburan dibeli secara berkelompok,)

(dan uangnya tak bisa dikembalikan.)

(Kau masuk dan bergembiralah.)

(Cerialah sedikit.)

(Aku akan datang menemuimu setelah selesai.)

Aku mengerti.

Jangan khawatir. Aku sudah di sini.

Kau bekerjalah dengan tenang.

Wu Jun.

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku di sini untuk bermain.

Cheng Yao tiba-tiba harus lembur.

Apa itu ulahmu?

Tidak, bukan aku.

Aku dengar dari Qian Heng. Cheng Yao harus lembur hari ini.

Aku bergegas menemanimu jaga-jaga jika kau bosan.

Aku akan menemanimu.

Benar, 'kan? Lihatlah langit biru dan awan putih ini.

Teman-teman lama bertemu.

Bagus sekali.

Baik, aku mengerti.

Begini saja.

Mari kita bersantai hari ini.

-Jangan membicarakan pekerjaan. -Jangan membicarakan pekerjaan.

Hari ini mendung.

Tapi hatiku cerah.

Tunggu.

Halo.

Wu Jun.

Aku mau bertanya padamu.

Bagaimana bisa diskusi tentang pembangunan kebudayaan spiritual

berubah menjadi pesta lajang?

Qian.

Menyelesaikan kehidupan lajang adalah salah satu topik terpenting

kebudayaan spiritual bagi para pengacara muda masa kini.

Baik. Kau tak akan mendapatkan bonus tahun ini.

Apa katamu? Aku tak bisa dengar.

Sinyalnya buruk sekali.

Bos, kita sudah di sini.

Kenapa kita tak ikuti saja?

Sepertinya kau sangat mau bergabung, ya?

Ayo, Semuanya.

Teman-teman pengacara yang terkasih.

Pertama-tama, terima kasih sudah meluangkan waktu kalian

untuk datang ke pesta lajang Asosiasi Hukum.

Kegiatan hari ini dibagi menjadi dua bagian.

Bagian pertama adalah mengenal satu sama lain.

Bagian kedua adalah kegiatan mendayung.

Biar kujelaskan maksud dari mengenal satu sama lain.

Ini untuk setiap pengacara pria

dan pengacara wanita

berbincang tatap muka selama tiga menit.

-Tiga menit. -Kuharap kalian memaksimalkannya

untuk mempercepat pengenalan satu sama lain.

Baik. Jika tak ada masalah, mari kita mulai bagian pertama.

Selanjutnya, semua orang akan duduk saling berhadapan.

Mari kita mulai.

Halo.

Halo.

Halo.

Pengacara Qian, tipe gadis seperti apa yang kau suka?

90, 50, 90.

-Apa maksudnya itu? -Pengukuran tubuh.

Aku hanya menyukai proporsi 3 daripada 21 wajah oval.

Area tersebut dikontrol secara ketat dalam jarak 16 cm kali 10 cm.

Selain tubuh dan wajah,

apa persyaratan lainnya?

Memanjangkan rambut dan tergerai selamanya.

Jika mulai berkencan, ke mana kau akan pergi?

Kantor.

Apa yang akan kau lakukan di kantor?

Bekerja lembur bersama.

Bagaimana jika itu kencan biasa?

Mengingat padatnya jadwal pengacara,

menurutmu berapa frekuensi pertemuan yang optimal?

Kencan seperti itu tak ada.

Aku menolak melakukan apa pun yang tak berhubungan dengan pekerjaan.

Qian, ada apa denganmu?

Ini hanya pesta lajang, tapi kau masih menerima keluhan.

Apa maksudnya ukuran pinggang 50 cm?

Lalu, rambut yang tak dipotong seumur hidup?

Kau bahkan menetapkan standar ukuran untuk wajah orang?

Kenapa tak menyarankan mereka untuk tak tidur dan tinggal di kantor?

Kuberi tahu.

Bisakah kau memberi alasan yang pantas untuk menolak orang?

(Junheng & Co perlu mempertahankan citra perusahaan.)

Halo?

Apa katamu?

Aku tak bisa dengar. Sinyalnya buruk sekali.

Baik. Bagus.

Semuanya.

Kegiatan selanjutnya adalah mendayung perahu.

Dua orang per tim.

Mari kita tentukan kemenangan dengan melihat tim mana

yang bisa mendayung ke seberang titik temu kita.

Kalian semua sudah saling mengenal di pagi hari.

Jadi, kita akan membentuk tim dengan bebas, setuju?

-Ayo mulai. -Bagus.

-Mau satu tim denganku? -Tentu.

Ayo pergi.

-Mau satu tim denganku? -Tentu.

Halo, mau satu tim denganku?

Halo, Nona. Mau satu tim denganku?

Tentu. Kalau begitu, aku akan...

Cheng Yao.

Kemarilah.

Ada apa, Bos?

Masuklah timku.

Jarang sekali ada kesempatan untuk berinteraksi antara firma hukum.

Bukankah sebaiknya kita masuk tim

dan berinteraksi dengan rekan-rekan kita?

Aku memerintahkanmu dengan bonus akhir tahun untuk satu tim denganku.

Bos.

Kau jarang sekali beraktivitas di luar ruangan.

Apa kau mau menggerakkan ototmu sedikit?

Mendayung sebenarnya bisa meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran.

Bukankah kau paling benci kalah?

Jika terus seperti ini,

kita tak akan hanya kalah,

tapi kita akan menjadi yang terakhir.

Aku selalu mau merasakan rasanya kalah dalam tuntutan hukum.

Tapi aku tak boleh kalah.

Jika bisa merasakannya kali ini, menurutku itu tak buruk.

Sepertinya masih ada harapan.

Asal masuk tiga besar, kita bisa mendapat bonus.

Jumlahnya 200 yuan.

Dayungku.

Apa yang harus kulakukan?

Bos.

-Ada yang jatuh ke dalam air. -Tolong! Ayo!

Ayo, selamatkan dia!

Cheng Yao!

Bos, kau baik-baik saja?

Cheng Yao, apa kau sudah gila?

Aku pakai jaket pelampung. Kenapa kau ikut terjun?

Aku takut kau tak bisa berenang.

Aku tak bisa berenang. Kau berenanglah dengan cepat.

Kau menariknya kencang.

Bos.

Aku tahu kau jatuh karena membantuku mengambil dayung.

Terima kasih. Tapi apa kau kedinginan?

Cheng Yao.

Jangan menyimpan harapan yang tak realistis.

Pertama, kau mendorongku ke danau.

Lalu, kau mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkanku.

Kau pikir itu akan membuatku mengalah dan membebaskanmu dari utang.

Lupakan saja.

Bos.

Sebenarnya, ucapanmu itu sudah ketinggalan zaman.

Kalimat itu sudah kuno.

Drama idola sudah berkembang secara signifikan sejak saat itu.

Ayo pergi. Cari hotel.

Apa yang akan kita lakukan di hotel?

Tentu saja ganti baju.

Kau pikir apa yang mau kulakukan padamu?

Entahlah.

Ada apa? Ayo pergi.

Cheng Xi, ada sebuah danau di sana.

Kenapa kita tak mendayung perahu dulu?

Tidak. Ayo kita mendayung perahu di danau.

Kau takut.

Jangan takut. Rumah hantu ini sangat menyenangkan.

Ayo.

Cheng Xi, apa kau tak takut?

Tidak apa-apa. Aku akan melindungimu.

Cheng Xi.

Lari.

Astaga.

Aku takut sekali, Cheng Xi.

Aku takut sekali.

Tidak apa-apa.

Lari.

Ada apa?

Apa yang terjadi?

Ada hantu.

Di mana orangnya?

Baik, sepertinya sudah pergi.

Bagaimana? Ini menyenangkan, 'kan?

-Seru, 'kan? -Sangat seru.

Ini tak menyenangkan. Ini penyiksaan diri.

Apa kau takut?

Kenapa bibirmu pucat sekali?

Pasti aku agak anemia sekarang.

Kalau begitu, tutup matamu.

-Aku akan membawamu keluar. -Mustahil.

Aku makin panik jika tak bisa melihatmu.

-Kalau begitu, pegangan tangan. -Ya, pegangan tangan.

-Ayo. -Ayo.

Ayo cepat.

Apa kau baik-baik saja?

Apa kau baik-baik saja?

Aku minta maaf.

Aku akan membawamu keluar.

Astaga.

Kita sudah di pintu keluar.

Sudah aman.

Selama bertahun-tahun,

aku mendengar banyak gosip tentangmu.

Katanya kau suka memacari klien wanita.

Apa ini teknikmu?

Tidak, Cheng Xi.

Pasti ada kesalahpahaman di sini.

Aku harus mengklarifikasi ini denganmu.

Aku punya tanggung jawab dan kewajiban.

Pertama, aku tak pernah menjalin

hubungan apa pun di luar pekerjaan dengan klien wanita mana pun.

Kedua, aku sudah bertobat untukmu.

Sekarang aku adalah pemuda yang baik.

Untukku?

Kita sudah dewasa.

-Aku mengerti. -Bagus jika kau mengerti.

Tidak, itu tak benar. Kau tak mengerti.

Cheng Xi, aku tak seperti yang kau pikirkan.

Aku akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi malam itu.

Malam yang mana?

Itu...

Halo, Nn. Wang.

Nn. Wang, aku agak sibuk sekarang.

Baik, mari kita bicarakan nanti.

Benar.

Baiklah kalau begitu.

Sampai jumpa.

-Klien. -Klien wanita?

Ya. Kebetulan sekali. Aku baru saja membicarakannya.

QIAN HENG

Apa kau sudah selesai? Sudah kubilang hari ini akhir pekan.

Ada hal penting yang harus kulakukan.

Jika kau tak punya alasan kuat untuk meneleponku, kita akan bermasalah.

Baiklah. Pergilah ke vilaku dulu dan bawakan satu set pakaian lengkap.

Aku akan kirimkan alamatnya. Semua pakaian,

termasuk pakaian dalam.

Satu lagi. Pergilah ke toko baju wanita

dan belikan satu set pakaian wanita.

-(Satu set lengkap juga.) -Pakaian wanita seperti apa?

Apa yang kau lakukan? Kau butuh pakaian wanita?

(Jangan banyak bicara. Cepatlah.)

Cheng Xi, sepertinya aku harus pergi dulu.

Aku mengerti.

Kau pergilah. Pekerjaan lebih penting.

Nn. Wang, 'kan?

Bukan, itu Qian Heng.

Bukankah dia mau membeli pakaian wanita?

Aku mendengar semuanya. Cepat pergi.

Jangan membuatnya menunggu.

Qian Heng mau membeli pakaian wanita.

Sepertinya kau tak percaya.

Dia mengerjaiku. Astaga.

Aku...

Aku akan jelaskan padamu nanti. Cheng Xi, maaf.

Aku sudah selesai, Bos. Kau mandilah.

-Bos, pakaianmu.. -Jangan sentuh aku.

-Aku akan melakukannya sendiri. -Bos.

Kenapa reaksinya berlebihan?

Aku tak melakukan apa pun.

Aku dulu salah mengira kau berpengalaman dalam hubungan.

Aku tak menyangka kau akan begitu pemalu.

Kau membuatku terlihat seperti orang mesum.

Qian, buka pintunya. Aku datang.

Kenapa?

Cepat masuk.

Berikan padaku, lalu kembalilah.

Qian, kenapa kau berpakaian seperti ini?

Bagaimana dengan Cheng Yao? Apa yang kau lakukan pada Cheng Yao?

Cheng Yao? Di mana Cheng Yao?

Apa kau merundungnya? Apa yang kau lakukan?

-Apa yang kau lakukan? Bagaimana... -Seleraku tak terlalu buruk.

Apa maksudmu seleramu tak terlalu buruk?

Ya, itu arti harfiahnya.

Kau bahkan tak masuk standar estetikaku.

Kau bicara seolah kau masuk standar estetikaku.

Tunggu. Kalian berdua, berhentilah berdebat.

Bisa jelaskan kenapa kalian berpakaian seperti ini?

Ada orang bodoh yang menyeretku ke dalam air.

Orang bodoh itu bahkan menyelamatkanmu.

Jadi, kau mengakui kau bodoh?

Baik, Kalian berdua bodoh. Berhenti berdebat.

Ayo, ganti bajumu.

Aku pergi.

Jangan beri tahu siapa pun tentang hal ini.

-Atau, kau... -Aku mengerti, Bodoh.

Jaga dirimu.

Jangan khawatir, Bos. Aku juga tak mau orang lain tahu.

Sebaiknya begitu.

Jangan menulariku.

Yu Fei.

Pindai lalu simpan laporan penyelesaian dan putusan.

Cheng Yao,

tolong buat janji dengan klien besok.

Bos, kau baik-baik saja?

Mau kubelikan obat?

Jika bisa pergi, kau pasti sudah pergi.

Aku mau pergi, tapi kakiku...

Kau pergilah.

Aku tak akan menolak.

Apa kau sadar kalau bos

tiba-tiba menjadi agak rapuh dan menyenangkan setelah sakit?

Dia seperti wanita cantik yang sakit-sakitan itu.

Walau kondisinya tak sehat, dia tetap menunjukkan kekuatan.

Sungguh sifat yang manis.

Jadi, kau suka pria bertubuh lemah seperti ini?

Pergilah berobat jika kau sakit.

Cheng Yao, kau juga flu.

Menjauhlah. Jangan menulariku.

Bukankah tadi kau bilang kau suka sifat yang seperti ini?

Apa begitu?

Kau sudah pulang, Bos.

Apa kau mau minum teh jahe? Kusisakan secangkir untukmu.

Ini bagus untuk flu.

Tidak.

Apa ini bermanfaat?

Ya.

Teh jahe punya banyak manfaat.

Kau belum pernah minum teh jahe?

Berikan aku secangkir.

Bukankah tadi kau bilang tak mau?

Aku sudah menghabiskannya.

Bos,

boleh kita mendiskusikan sesuatu?

Hari ini aku flu.

Aku tak punya tenaga.

Untuk makan malam, kita makan mi instan.

Untuk tengah malam, kita akan makan mi instan goreng.

-Bagaimana? -Jangan memaksa.

Membuat mi instan juga butuh tenaga.

Aku benar-benar tak mengerti

kenapa kau mau berbagi tempat denganku?

Kau juga minta aku membuatkanmu makan tengah malam.

Membuatkan makan tengah malam itu satu hal,

tapi juga mau aku bernyanyi saat membuatnya.

Aku membuatnya, tapi kau bahkan tak memakannya.

Apa mungkin karena kau berpikir

sikap salehku bisa mengisi kekosongan?

Sebenarnya, ini karena...

Qian Heng.

Qian Heng, aku tahu kau ada di rumah.

Qian Heng.

Diamlah. Apa pun yang kau lakukan, jangan buka pintunya.

Qian Heng, kuperingatkan. Jika kau tak membuka pintu...

Siapa itu? Mantan pacarmu?

Bukan, jangan pedulikan dia. Jangan buka pintunya.

-Jangan buka pintunya. -Qian Heng.

Aku benar-benar marah.

(Ini gadis yang disembunyikan Qian Heng.)

Qian Heng, jika kau tak membuka pintu, aku benar-benar akan membuat keributan.

Halo.

(Aku tak di rumah.)

(Tolong jangan ganggu pacarku, Cheng Yao.)

Aku sedang tak baik.

Kau mencari Qian Heng, 'kan?

-Aku adalah... -Cukup.

Kau tak perlu pamer di sini.

Aku tahu.

Kau pacarnya Qian Heng.

Cheng Yao.

Walau aku tak mau mengakuinya,

selera Qian Heng cukup cantik.

Tapi dia dan aku sebenarnya tak menjalin hubungan.

Aku tahu.

Kalian berdua punya ikatan yang kuat sekarang.

Boleh aku masuk?

Silakan masuk.

Qian Heng bahkan tak tinggal di vilanya, semuanya untukmu.

Dia tinggal di apartemen seperti ini.

Biar kuberi tahu.

Ada perasaan yang hanya bersifat sementara.

Qian Heng dan aku tak seperti yang kau pikirkan.

Jangan terlalu percaya diri.

Masa depan masih panjang. Dengarlah!

Qian Heng akan selalu menjadi milikku.

Selama dia belum menikah,

aku, Dong Min, akan bersaing denganmu, Cheng Yao, sampai akhir.

Tapi hubungan kami berdua memang tak seperti itu.

Bagaimana aku harus mengatakannya agar kau percaya?

Kenapa kau tak mengakuinya?

Dia sudah mengirimiku pesan.

Lihat.

Jangan terlalu senang.

Kau tampak sangat senang.

Intinya, aku datang untuk menyatakan perang hari ini.

Kuberi tahu kau.

Qian Heng

akan selalu

menjadi milikku.

Itu saja.

-Biar kuantar. -Terima kasih.

Terima kasih.

Dia sudah pergi.

Bos.

Kenapa kau mengirim pesan seperti itu?

Karena aku tahu kau pasti akan membuka pintu.

Kau tahu itu.

Tapi aku juga takut

pasanganmu yang ambigu akan cemburu dan salah paham,

jadi aku membuka pintunya.

Kukoreksi. Aku hanya ambigu dengan uang.

Siapa dia?

Putri seorang klien besar.

Aku menolaknya.

Tapi dia tak mau mendengarkan.

Apa klien itu penting?

Dia klien pertama di awal karierku.

Jadi, ini sangat spesial untukmu.

Jadi, kau menghindari kejaran gila-gilaan putri klien

saat kau memutuskan untuk menyewa tempat ini denganku.

Aku mewakili kasus keluarga untuk klien ini

dengan target sejumlah 700 juta.

Tapi, Bos,

Dong Min sudah tahu alamatmu.

Tinggal di sini sudah tak mungkin lagi.

Menurutku

kau tinggal dengan karyawan kecil sepertiku

adalah sebuah penghinaan untuk dirimu.

Apa kau mempertimbangkan untuk pindah?

Selain apartemen ini, memangnya tak ada tempat tinggal lain?

Tidak ada.

Kau tadi dengar aku punya vila,

tapi letaknya terlalu jauh dari firma, jadi tak nyaman.

Orang kaya memang aneh.

(Ting Ting, aku yakin Qian Heng pasti punya rahasia.)

(Pengacara dengan kekayaan bersih lebih dari seratus juta)

(meninggalkan vila besarnya dan tinggal bersamaku di tempat kecil ini.)

(Dia juga punya pelayan yang bekerja keras.)

(Jangan menyela. Aku harus mencari tahu.)

(Atau, aku benar-benar tak bisa membalikkan keadaan.)

Fei, minumlah.

Terima kasih.

-Bao. -Kau baik sekali.

Aku malu.

Apa yang harus kulakukan?

-Lain kali gulanya setengah saja. -Baik.

Ada apa?

Apa kau punya berkas kasus pekerjaan bos dalam tiga bulan terakhir?

Aku mau belajar dari berkas itu.

Ya. Aku juga punya notulennya.

-Aku akan tandai poin-poin pentingnya. -Bagus.

Fei, kau serius sekali.

Cheng Yao sangat bijaksana.

Kau benar-benar bakat langka yang dibutuhkan Junheng & Co.

Hidup memaksa kita untuk menjadi lebih baik.

(Coba kulihat.)

(Apa aku bisa menemukan kekurangan pada fail terbaru ini?)

Yang lainnya semuanya di atas 10 juta.

Kenapa yang ini hanya bernilai 5 juta?

Ini hanya kasus perceraian biasa.

(Jumlahnya sangat kecil.)

(Pasti ada yang salah.)

(Halo.)

Halo. Aku asisten Pengacara Qian Heng.

-Aku mau membantunya... -(Kenapa meneleponku?)

(Tidak mau mengikuti pengobatan.)

(Menyerangku secara pribadi.)

(Dia pantas menderita insomnia.)

(Aku tak bisa berbuat apa-apa untuk penyakitnya.)

(Beri tahu bosmu kalau dia harus mengandalkan keberuntungannya.)

Insomnia.

Ingat. Jangan bernyanyi saat kau membuat makan malam.

Bernyanyilah saat kau membuat makan tengah malam.

Kau tak makan tengah malam. Kenapa aku harus membuatnya?

Makan tengah malam itu tak baik untuk kesehatanku.

Bos, makan tengah malam sudah siap.

Apa yang terjadi?

Tertidur?

Setelah semua keributan itu, dia memperlakukanku seperti obat tidur.

Cheng Yao.

Aku perlu melihat materinya nanti.

Tidak usah membuat makan tengah malam.

(Tidak bisa tidur, ya?)

Bos.

Au membuat bubur. Apa kau mau makan?

Aku akan masuk dan memberikannya padamu.

(Dia benar-benar tertidur.)

Dia sekarang berada di bawah kendaliku.

Aku tahu keadaan tak sesederhana itu.

Cheng Yao.

Cheng Yao, apa kau membuat makan tengah malam kemarin?

Tapi bukankah kau bilang tak usah?

Aku hanya masak untukku sendiri.

Lain kali, saat kubilang tak perlu makan tengah malam,

maksudku itu juga untuk dirimu.

Bos, apa kau sudah selesai membaca materi kemarin?

Apa kau butuh bantuanku?

Materinya hanya sedikit.

Aku bisa menyelesaikannya tanpa bergadang.

Selamat pagi, Bao.

Cheng Yao.

Kau tahu bos ada rapat denganku kemarin,

tapi dia tak muncul pada waktu yang ditentukan?

Aku tahu.

Tidak, kau tak tahu.

Kau tak tahu.

Dia bilang maaf padaku.

Dia ketiduran kemarin.

"Maaf"?

Ini kali pertama dalam empat tahun

aku mulai bekerja di sini aku mendengar dia berkata "maaf" pada seseorang.

Apa mungkin kau salah dengar?

Mustahil. Ketahuilah,

dengan usaha yang cukup, bahkan alu besi bisa digiling menjadi sebuah jarum.

Begitulah gigihnya aku.

Aku bekerja dengan cedera.

Permintaan maaf ini adalah pengakuan terbesar dari bos padaku.

Selamat, Bao.

Apa kau merasa bos sudah berubah akhir-akhir ini?

Dia seperti punya semacam aura kebapakan.

Emosinya juga membaik.

Dia sangat keren!

Mungkin inilah kebahagiaan setelah menyiksa seseorang.

Ada apa denganmu?

-Kau tampak tak puas dengan bos. -Mana mungkin?

-Kau tak puas. -Dengan siapa kau tak puas?

Tidak ada.

Aku tak begitu puas dengan dokter yang merawatku.

Kakiku sudah lama seperti ini dan tak kunjung membaik.

Sepertinya patah atau apalah.

Tapi kondisinya belum membaik.

Tulang-tulang sudah tersambung, tapi apa posisinya salah atau bagaimana?

Cheng Yao, bersiaplah.

Xu Jun dan pengacaranya segera datang untuk melakukan komunikasi praperadilan.

Haruskah kita beri tahu Bai Xing Meng?

Dia tak akan datang. Kita akan berkomunikasi dengannya nanti.

Baik.

Pengacara Qian, Pak Xu sudah tiba.

Baik.

Silakan masuk.

Pak Xu.

Halo, Pengacara Qian.

Pengacara Qian.

Halo, aku pengacara Pak Xu Jun, Gu Bei Qing.

Qian Heng.

-Silakan duduk. -Silakan.

Pengacara Qian. Sebenarnya,

kami datang ke sini untuk membicarakan penyelesaian di luar pengadilan.

Aku bersedia memberikan kompensasi harta yang seharusnya diberikan padanya.

Aku tak akan pelit satu sen pun.

Tapi Xing Meng menolak berkomunikasi denganku.

Aku benar-benar tak punya pilihan lain.

Pak Xu, kau bisa memberiku rencana penyelesaianmu.

Aku akan sampaikan pada klienku.

-Ini. -Terima kasih.

Ini rencana penyelesaian yang kami usulkan.

Pak Xu berharap bisa menyelesaikannya di luar pengadilan.

Perjanjian ini cukup membuktikan ketulusan kami.

Terlebih lagi, Nn. Bai adalah selebritas di industri hiburan.

Begitu proses litigasi dimulai, dia akan digosipkan.

Ini mungkin bukan hal yang baik untuk citranya.

Sempurna.

Sangat sempurna.

Sayangnya, aku tak menerimanya.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.