All language subtitles for Bijitâ Q (Visitor Q) (2001) XviD DVDRip [Polos]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese Download
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Apa kau pernah bercinta dengan ayahmu?

Apa kalian ingin tahu, kenyataan dari para remaja jaman sekarang?

Para remaja, masa depan Jepang.

Mau?

Masa depan yang tanpa harapan.

Apa kau sering melakukannya?

Melakukan apa?

Berhubungan badan.

Kenapa kau bisa ada di sini?

Kerja.

Sudah kubilang hentikan, hentikan.

Kau sudah ereksi?

Di sini panas.

Setubuhi aku.

Boleh foto?

Jangan lakukan.

Sudah ereksi kan?

Sudah ereksi.

Mau bercinta sekarang?

Seks, ¥50.000. Blowjob ¥30.000, aku bisa dua-duanya.

¥30.000 termasuk divideokan.

¥50.000 jika semuanya.

Tidak boleh, kita tak boleh lakukan ini.

Aku tak boleh main-main soal kerjaan.

Cepat, buka bajumu.

Lepaskan bajumu.

Kumohon hentikan.

Aku ini sedang kerja.

Kau yakin?

Enak sekali.

Lagi, ayo terus.

Enak ya?

Ayo ke sini.

Ayo.

Sini!

Luar biasa, enak sekali.

Bersiaplah.

Aku mau keluar.

Aku keluar!

Cilaka.

Apa yang kulakukan?

Apa yang kulakukan?

Kau jangan beritahu siapapun soal ini.

Cepat sekali.

Ha?

Kau keluar terlalu cepat.

Terlalu cepat!

Apa itu penting?

Terlalu cepat!

Berhenti mengatakan itu.

Apa pekerjaanmu ini berat?

Berapa semuanya?

¥100.000.

Ha?

100.000 karena kau keluar cepat.

Sudah berapa pria yang kau layani?

Hanya kau saja.

Yang benar saja. Kau pasti berbohong.

Aku hanya punya ¥70.000.

Miskin.

Sisanya akan kuberikan ke ibumu.

Berjanjilah untuk tak katakan ini kepada siapapun, janji?

Terserah.

Ini rahasia kita, oke?

Kau tak boleh bekerja seperti ini.

Usiamu itu harusnya belajar.

Kau sudah membuang waktuku.

Kenapa ini?

Keluar cepat!

Berisik!

Punyamu ngaceng lagi,

Kau mau lagi?

Apa kau pernah dipukul di kepala?

Apa kau pernah memukul ibumu?

Sikatku mana?!

Katanya merk terkenal, kenapa rasanya sakit?

Mau bikin gusiku berdarah?

Jangan main terus!

Jangan pukul wajahku!

Berisik.

(Dilarang masuk)

Takuya.

Takuya!

Takuya!

Sudah ya, Takuya.

Kita lanjutkan besok di sekolah.

(Ekstrak Kembang Kol Organik)

Tambah.

Tambahkan nasinnya.

Terima kasih.

Kenapa lama sekali!

Dia temanku. Dia mau tinggal di sini sementara.

Silakan, ayo ikut makan.

Kau sedang menunggu apa?

Iklan punya siapa ini?!

Aku mau kerja. Aku harus pergi.

Sudah kubilang kerja saja di rumah dan nyalakan TV untukku!

Maafkan aku.

Diam, pelacur!

Aku harus kerja di luar.

Aku tidur dulu.

Selamat malam.

Aku akan mencobanya lain kali.

Berisik!

Sakit! Jangan pukul wajahku.

Wajah pelacur.

Jangan pukul wajahku!

Jangan wajahku.

Selamat malam, pemirsa. Aku Asako Murata.

Aku Masashi Shimizu.

Rakun yang baru saja lahir di kebun binatang kemarin,

diberi nama, Helen.

Boleh aku minta es?

Imut sekali.

Jangan banyak-banyak.

Ada perdebatan sengit antara anggota partai yang berkuasa ...

mengikuti komentar off-color Perdana Menteri di resepsi kemarin.

Kau bisa lepas celanamu.

Kenapa?

Mau melakukannya lagi?

Kenapa? Ada yang salah?

Jangan sekarang, aku tak enak badan.

Aku mau tidur.

Kau melupakan sesuatu.

Kau orangnya rapi sekali.

Salut.

Jangan.

Sini.

Ada kamar perempuan di lantai bawah, punya siapa?

Kakakku. Dia pergi, tapi kamarnya masih ada.

Jangan berpenampilan seperti itu.

Permisi.

Aku sedang membuat laporan tentang kehidupan anak muda.

Apa?

Hei, jangan merekam di sini.

Hentikan rekamannya, cepat.

Kau mengerti apa tidak? Jangan merekam.

Apa-apaan ini?

Teriak sana. Biarkan orang mendengarmu.

Pantatmu, tua bangka. / Jangan lakukan itu!

"Aku mewawancarai orang." Bagus juga.

Aku selesai.

Sampai jumpa.

Bagus, bagus sekali.

Semoga harimu menyenangkan.

Permisi.

Selamat datang.

Selamat pagi.

Terimakasih sudah datang. / Kepalamu kenapa?

Mana kutahu? Aku dipukul orang.

Mungkin mereka hanya berandal kemarin sore.

Permisi. Kalian mau pesan apa?

Kopi saja.

Kita kan sudah sepakat untuk tidak bertemu sementara kan?

Aku punya ide yang dijamin dapat menaikkan rating.

Hanya itu?

Aku serius. Ini tentang bocah yang dibully dan ...

Itu hanya berita basi.

Dengarkan dulu.

Kau sudah lupa ya dengan skandal kemarin?

Menjauhlah dariku.

Kau sudah melihatnya sendiri.

Apa kau lupa video itu sudah hancurkan karirmu?

Aku sudah menemukan putraku.

Ternyata aku ayahnya.

Ha?

Ini bisa jadi berita bagus.

Ini kisah nyata.

Judulnya...

Aku kasih judul: "True Bullying."

Menurutku aneh.

Perempuan baik sepertimu bisa menjadi pelacur.

Hmm... Kau ini... lebih dari sekedar pincang.

Kenapa begitu?

Ada sesuatu yang spesial dalam dirimu.

Memang sulit dijelaskan.

Aku ingin tahu wujudmu aslimu.

Aku juga tak pernah diperlakukan baik oleh sipapun.

Bir?

Tidak, terima kasih.

Siapa yang melakukan semua ini?

Apa semua ini menyakitkan?

Nampaknya sangat menyakitnya.

Kenapa kau tak lapor polisi?

Maksudku, wanita sepertimu ...

Apa dia memukulimu jika penghasilanmu kurang?

Berapa tarifmu?

¥30.000 sudah cukup, kan?

Bisa kau cambuk aku dengan alat ini?

Tak apa-apa. Cambuk saja.

Lagi.

Lagi. Cambuk aku sekeras yang kau bisa.

Selamat datang kembali.

Aku pulang.

Apa yang kau mau?

Kenapa kau tidak ...

beristirahat sebentar di sini?

Bagaimana kau bisa memasak seenak ini?

Enak sekali.

Yang ini enak.

Sangat renyah, sangat renyah.

Lihat, lihat jusnya.

Kenapa bisa enak sekali?

Tambah lagi.

Baik.

Yang ini enak juga.

Ini dia.

Ada apa ini?

Siapa yang Ulang tahun?

Bukan.

Bohong!

Panas.

Sudah kubilang jangan ke wajahku.

Keluar.

Takuya.

Dasar mereka ini.

Lihatlah, lihatlah pemirsa.

Lihatlah yang dilakukan berandalan-berandalan ini.

Kalian lihat para pengganggu ini?

Ini rumah istriku. Istri kecilku yang cantik.

Makan malamnya sangat lezat.

Ini... siapa anda? Boleh kenalan?

Ini rumahku.

Pemirsa. Luar biasa, sungguh.

Apa itu? Siapa yang melempar pisau itu?

Kalian bisa bayangkan perasaan saya? Saya tidak tahu yang harus saya katakan.

Tapi saya tahu keluarga ini sedang hancur.

Jadi apa yang kalian pikirkan? Apa pendapat kalian tentang bullying di sini?

Ada kembang api di kepala saya. Panas sekali, panas sekali.

Kenapa lama sekali? Cepat keluarkan taimu.

Cepat keluarkan. / Aku tidak mau.

Kau pikir kau punya pilihan lain?

Keluarkan sekarang.

Hei keparat. Jawab kalau ditanya, keparat.

Menjijikkan.

Itu belum apa-apa. Ini hanya keisengan kecil.

Apa kau mau diam saja di sini?

Jika sudah terjadi pemukulan, baru kita masuk.

Itu akan jadi Headline-nya.

Kau akan jadi reporter perempuan pemberani yang bakal jadi sorotan.

Itu rencananya.

Kau juga harus dengarkan.

Zoom in wajah Takuya saat dalam bahaya.

Kemudian zoom out pelan-pelan.

Kita ingin lihat ekspresinya. Seolah dia benar-benar menderita.

Lalu aku akan pergi ke sana, dan aku akan jadi pahlawan.

Aku akan mengancam mereka dan teriak "Berhenti!" sekeras-kerasnya.

Ide bodoh.

Kenapa?

Kita pulang saja.

Memang kenapa?

Jangan rekam wajahku, bodoh.

Jangan merekam.

Dia yang menyuruhku pagang kamera.

Kau ini kenapa?

Aku muak.

Kenapa?!

Aku tak mencintaimu lagi. Aku hanya kasihan saja.

Aku tidak tahan lagi padamu.

Coba pikirkan dulu rencanaku tadi.

Aku mau pulang. Lepaskan!

Tunggu.

Kau pikir kau ini siapa?

Hentikan!

Apa karena punyaku tidak bisa tahan lama?

Itu sebabnya kau tidak mau denganku lagi?

Jadi kau suka... Kau suka yang tahan lama kan?

Kau mau seks yang luar biasa kan?

Akan kubuktikan sekarang juga. Buka bajumu.

Lepaskan bajumu, sekarang.

Sialan kau, jalang. Jangan remahkan aku.

Aku selalu ditertawakan orang.

Kali ini akan tahan lama.

Cepat, lepas bajumu.

Sekarang... sekarang bagaimana?

Ini yang kau mau kan, keras & lama?

Ayo, menggerang. Menggeranglah, jalang.

Aku mau dengar kau menggerang.

Merintih seperti kau menikmatinya.

Ini yang kau mau, lama dan keras.

Akan kubuktikan. Lama dan keras.

Kenapa kau diam saja?

Ayo menggerang.

Kita masih punya pekerjaan.

Ikut aku, ayo.

Siap? Kita potong kecil-kecil lalu masukkan ke kantong plastik.

Terus rekam sampai kita membuangnya ke tempat sampah.

Ambilkan kresek besar. Cepat.

Kresek besar?

Begini kan?

Tunggu sebentar. Aku sudah belajar memerasnya sendiri.

Aku menyadari sesuatu saat kau meremasku.

Aku tidaklah istimewa ataupun menyedihkan.

Tapi hanya wanita biasa.

Lihat? Bisa keluar.

Lihat kan? Banyak yang keluar.

Lihat kan? Keluar kan?

Potong lurus dari bahu.

Lalu payudaranya.

Putingnya juga.

Kemudian lengannya, Lalu pergelangannya.

Kakinya?

Kita potong dari di sini.

Bagus.

Tadi kita sudah lihat bagaimana anakku dipukuli.

Sekarang aku akan gambarkan perasaanku sebagai ayah.

Awalnya aku tak tahu bagaimana menggambarkannya.

Tapi sekarang aku mengerti.

Itu bukan kemarahan, ataupun kesedihan.

Aku merasakannya di sini, dan aku ingin berhubungan seks.

Ini aneh. Benar-benar aneh.

Ayo lakukan. Aku tak peduli jika kau mayat.

Mayat juga tidak apa-apa. Ayo kita lakukan seperti biasa.

Kau siap?

Jangan lemas begitu. Aku juga belum pernah seperti ini.

Aku juga gugup. Kancingnya tidak mau lepas.

Enak sekali, enak. Ayo semangat!

Pemirsa, bagaimana menurut kalian?

Akulah ayah yang putranya dipukuli.

Akulah ayah yang asli yang putranya dipukuli.

Bagaimana pendapat kalian?

Apa yang kalian pikirkan?

Hosso! Hosso! Hosso!

Waduh, aku sudah mau keluar? Lagi-lagi.

Aku bisa. Tunggu saja.

Vaginamu becek?

Kau sudah mati, tapi vaginanya bisa becek?

Pemirsa, ini misteri kehidupan yang luar biasa.

Mayatpun vaginanya bisa becek.

Boker lu!

Maaf, pemirsa. Bukan misteri kehidupan, tapi tai.

Kau ini makan apa?

Bau sekali, menjijikkan.

Masih belum keluar, tapi bau!

Kau sudah mati.

Mau apa kau sekarang?

Kenapa bisa lengket?

Apa kau mau jadi vampir?

Tidak bisa ditarik, sial.

Apa yang harus aku lakukan?

Hei, Keiko.

Keiko!

Keiko! Tolong!

Keiko! Tolong aku!

(Cuka)

Yakin ini berhasil?

Orang bilang, cuka bisa melembutkan badan.

Bukankah minyak hangat lebih efektif?

Setidaknya cuka lebih mudah dibersihkan.

Sakit! Lakukan sesuatu.

Aku tak punya pilihan. Tunggu sebentar.

Permisi.

Dia kenapa? Aku tak pernah lihat dia sesehat ini.

Mana kutahu?

Lubangnya semakin kecil.

Ulurkan lenganmu.

Buat apa? / Lakukan saja.

Julurkan jempolmu. Pegang erat-erat.

Apa isi jarum suntik itu?

Jangan khawatir.

Enak sekali.

Bisa keluar.

Keluar! Ha ha ha ha ha ha.

Sudah siap.

Dia istriku, Keiko.

Baik, kita taruh saja dia di sini.

Dia kaku sekali.

Rekam terus, jangan lewatkan ini.

Kenapa?

Kau suka kaki? Kau suka kakinya?

Tidak, tapi dia bau.

Bau? Kau benar, dia mulai bau.

Kau janji bawa uang hari ini!

Mau kemana? Melarikan diri?

Rasakan ini.

Mereka di sini.

Rakam baik-baik. Baterai masih ada?

Oke, ayo!

Pertama!

Satu lagi.

Aku pesta besar hari ini.

"Produk ini tidak mengandung wewangian."

Tidak buruk, hanya gel.

Terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Cukup.

Lihat dia. Semuanya menguning.

Kita tak bisa urus semuanya sekaligus.

Kerja bagus hari ini.

Dia sudah kutandai. Kita potong tangannya, lalu kakinya.

Lalu tulangnya, Iris perutnya...

Kau kenapa?

Mulai hari ini, aku akan rajin belajar.

Aku harus lulus ujian tahun depan.

Bagus.

Sekarang jawab. Kenapa kau datang ke rumahku?

Kau ingin menghancurkan keluargaku kan?

Itu yang kupikirkan selama ini.

Terima kasih.

Perutnya lebih empuk dari pada kepalanya.

Tentu saja.

Dia bisa muncrat sama seperti punyamu.

Isi perutnya mulai keluar.

Cantik sekali.

Ada yang warnanya putih.

Hampir selesai.

Kamu sudah lelah?

Belum.

Aku belum lelah.

Hei.

Ingin berhubungan seks?

Kau dapat diskon khusus karena ganteng.

Bercinta ¥30.000, blowjob ¥20.000. Mau?

Aku butuh uang.

Laut yang tak berujung. Kau takkan lihat apapun.

Terbentuklah ombak dengan perlahan. Kemudian mereka mulai menghilang.

Ada gelembung kecil di mana-mana.

Mereka terlahir berkilau, bersinar di bawah mantari.

Mereka bergerak perlahan, mengambang dan tenggelam.

Mereka bertemu dan menjadi satu, lalu mereka mengambang terpisah.

Tumbuh membesar, lalu meledak dan hilang...

Hilang di tengah belantara laut.

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

https://subscene.com/u/1162732 Bambang666setyawan

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.