All language subtitles for David Bruckner - The Signal - English with German Subs (Anthology)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

~Penerjemah: ahmadwasyarif~

Astaga!

- Aku bisa melihat kun... - Apa?

Aku bisa melihat kuncinya.

Kuncinya. Di sini, aku bisa melihatnya. Oke?

Aku bisa melihat kuncinya di luar. Tak apa.

Oke. Oke.

Aku akan kembali dan aku akan membawa kuncinya...

dan kita akan baik-baik saja. Oke?

- Oke. - Kita akan baik-baik saja.

Aku akan kembali.

Apa itu?

- Itu aneh. - Apa?

TV-nya menyala sendiri.

Kembali.

Oke.

- Jam berapa sekarang? - 00.15.

Kau bercanda.

Apa kau serius?

Oh, Tuhan.

Maafkan aku, aku harus menelponnya.

Teleponku mati.

Terima kasih.

Teleponmu mati juga.

Apa?

Aku harus pergi.

Dud... Duduk dan santailah.

Aku tak bisa santai, Ben.

Aku belum pernah melakukan ini sebelumnya.

Aku tak tahu apa yang kulakukan. Aku tak tahu.

Aku tak tahu cara melakukan ini.

Pertama-tama bernafaslah...

kemudian sadarilah bahwa itu baik-baik saja.

Itu baik-baik saja? Yang kita lakukan?

Apakah kau mencintai suamimu?

Itu tak masalah.

Baiklah.

Aku akan memberi tahu dia...

bahwa aku pergi dan minum dengan gadis-gadis...

dan teleponku tak berfungsi.

Masuk akal, bukan?

Aku bahkan tak punya waktu untuk mandi di sini.

Aku tak ingin dia mencium baumu di badanku.

Kau tahu, kau bisa meninggalkannya.

Tidak sesimpel itu, Ben.

Maksudku, aku tak mungkin hanya...

Apa pun mungkin, ayolah.

Apa pun.

Kau bisa meletakkan barangmu sekarang...

dan tinggal di sini malam ini...

dan jangan pernah kembali ke sana.

- Ben. - Atau kita bisa...

pergi ke atap dan membangun taman bunga eksotis...

atau kita bisa membawa salah satu kameraku...

dan berdandan seperti gelandangan...

dan masuk ke komunitas mereka...

dan mengambil gambar kehidupan mereka.

Atau kita bisa membawa Tv-ku...

dan melemparnya dari balkon...

dan menggantinya dengan buku mewarnai...

atau kita bisa meninggalkan Terminus besok.

Malam Tahun Baru.

Kita bisa.

Meninggalkan Terminus?

Kita akan turun ke stasiun, kita kan naik ke Terminal 13...

dan kita akan naik kereta dan kita...

akan berada di kamar tidur pribadi kita...

saling merobek pakaian kita...

dan bercinta dengan cara kita untuk kebebasan.

Kita akan pergi ke perdesaan dan memulai hidup baru.

Kehidupan yang sesungguhnya.

Mya and Ben.

Malam Tahun Baru, Terminal 13, Mya and Ben.

Dan lupakan masa lalumu.

- Itu indah. - Itu mungkin.

Tinggalkan dia.

Tinggalkan dia.

Aku harus pergi.

- Oke. - Oke.

- Apa ini? - Itu hadiah.

Itu sebuah mix CD. Aku membuatnya untukmu.

PENJANGKITAN I

TERGILA-GILA DALAM CINTA

Karena aku pria yang keren. Dan aku menyukaimu.

Tuhan.

Sial.

Halo?

Aku butuh bantuan.

- Apa? - Aku mohon.

- Aku tak punya uang. - Aku tak butuh uang. Aku terluka.

Jika kau berkenan kemarilah sebentar. Aku mohon, aku butuh bantuan.

Aku mohon.

Jika kau berkenan kemarilah sebentar. Oke?

Aku mohon, astaga, kau tahu?

Aku sedang berjalan, menghampiri mobilku...

Kau baik-baik saja?

...dan sekarang aku berdarah. Berdarah di mana-mana.

Pria ini datang dan menyayatku dan dia kabur dan kurasa aku...

Dengar, oke, baiklah, baiklah. Kau harus ke rumah sakit. Oke?

- Whoa! Whoa! - Aku mohon, segera tolong aku. Aku mohon.

- Aku mohon. - Tidak.

Jangan dengarkan dia. Dia gila.

Oke.

Dan hanya karena kau melakukan itu padaku,...

bukan berarti aku takkan pergi.

Ketika aku pergi dari sini,...

aku takkan kembali dalam kehidupmu.

Begitukah? Apakah kau punya uang?

Omong kosong. Aku muak.

Aku wanita. Aku masak, aku membersihkan, aku mencuci.

Cukup. Itu kesepakatanmu. Sekarang, aku pergi dari sini.

Aku pergi dari sini. Kau dengar? Pergi.

- Hei. - Hei, Janice.

- Lewis mencarimu. - Aku tahu, terima kasih.

Dia bersama teman-temannya di sana. Kau tampak sakit.

Ada darah di bajumu.

Bisakah kalian diam?

Ini jam 1:00 pagi!

Terima kasih, Janice. Aku akan masuk.

Itu takkan berhasil.

Bisakah kau diam sebentar? Sialan, bantu aku di sini.

- Apa yang terjadi? - Kabelnya mati.

- Bukan, di lorong luar sana. - Ini menyebalkan.

Itu mungkin adalah pertandingan terbaik yang pernah ada.

- Di mana Lewis? - Dia di kamar mandi.

- Maksudku... Ya? - Jerry, letakkan tongkatnya dan bantu aku.

Pertama-tama, tongkatnya takkan diletakkan. Tapi aku akan...

Ya Tuhan. Ke mana saja kau?

Aku pergi minum dengan gadis-gadis.

Aku coba menelponmu tapi teleponku mati.

Aku coba menelponmu dari bar tapi...

telepon di sana juga mati, jadi aku...

Jerry, Kawan. Berikan padaku ples...

Aku memutuskan untuk pulang, jadi akhirnya aku pulang.

- Plester. - Tapi aku tidak...

Ulurkan tanganmu dan berikan plester-nya.

Dahulu ini digunakan dalam kasus serangan kimia.

Jerry, Jerry, Jerry.

Apa yang terjadi? Kenapa apa pun tak berfungsi?

Semua orang di lorong. Teleponmu berfungsi?

Tidak. Aku mencoba menghubungimu.

Aku tak tahu kau di mana.

Maafkan aku.

Seharusnya aku menghubungimu sebelum aku meninggalkan restoran.

- Itu bodoh. - Berikan aku ples...

Kau minum dengan siapa?

- Donna dan Emily. - Ke mana kau pergi?

Siapa Donna?

Pekerja bar. Donna pekerja baru, dia baru bekerja kemarin.

- Dia pelayan? - Kepala pelayan.

- Apa yang kau minum? - Apa yang aku minum?

Kau minum apa?

Gin dan tonic dan sedikit tequila.

Ada sesuatu di bajumu.

Ya.

Apa itu?

Ini saus daging panggang...

atau apalah, aku tak tahu.

Parfum-mu menyengat.

Aku tak ingin berbau seperti restoran.

Aku merasa kotor.

Kau tahu betapa aku mencintaimu.

Kau tahu betapa aku mencintaimu.

Kau bisa melihatku ketika kau mengatakan itu.

Apakah kau membayar tagihan kabelnya, Kawan?

Aku butuh waktu dengan istriku.

Maaf.

Mengapa kau tak mandi? Singkirkan bau parfum-nya.

Aku suka saat kau basah.

Itu sungguh aneh, Kawan.

Itu bunyi yang sama dengan bunyi telepon.

Cepatlah, mandi, Mya.

- Hei, letakkan tongkatnya. - Apa?

Kau hampir mengenai kepala Mya.

Letakkan tongkatnya sekarang.

- Ini tak melukai siapa pun. - Cukup letakkan tongkatnya.

Tidak. Aku tak bisa menonton pertandingan,...

aku akan mengayunkan tongkatnya, oke?

Aku bilang, letakkan itu. Duduk.

- Ada apa dengamu? - Kau bisa melukai seseorang.

- Mengapa kau menatapku seperti itu? - Kau hampir membunuh istriku.

- Duduk. - Ada apa denganmu?

Kau hampir menyetubuhi istriku.

Apa yang baru saja kau katakan?

- Kau hampir memukul wajahnya. - Oke, oke, oke, Anak-anak.

- Santailah, Lewis, duduk. - Aku takkan duduk.

Ini rumahku. Kalian tamuku.

Kalian menonton TV-ku. Kalian meminum bir-ku.

Ini tongkat baseball-ku.

- Itu istriku yang hampir kau pukul. - Lewis, kupikir kita...

Mandilah, Sayang.

Oke. Aku paham itu.

Saat ini kau sedikit agresif, Kawan.

Mengapa dia menatapku seperti itu?

- Aku bahkan tidak menatapmu. - Kau sedang menatapku sekarang.

Lihat, lihatlah dia. Dia sedang menatapku sekarang.

Oke, Teman-teman.

Dengar, ambil nafas dalam-dalam dan duduklah, silahkan.

Lewis, Tuhan...

Lewis!

Lewis. Apa yang kau lakukan? Ada apa denganmu?

Lepaskan. Menyingkir. Lepas... Menyingkir.

Mandilah, Sayang.

Lewis, ada apa denganmu? Lewis, apa yang kau lakukan?

Janice.

Janice.

Janice. Janice! Janice!

Janice! Janice!

- Janice. Janice, pintunya. - Masuk.

- Masuk. - Tutup pintunya.

- Dengar, kau harus menutup pintunya. - Tidak, tidak, kau aman.

- Janice, ada seorang pria... - Tetap di sini. Tetap di sini.

Tetap di sini. Tetap di sini. Sayang...

Shh, Shh, shh.

Kau akan baik-baik saja. Kau bersamaku.

Kau baik-baik saja.

Steven, keluarlah sekarang.

Steven, kemari.

Apakah kau mendengarku?

Kemari, kemari. Kemari.

Mya?

Apakah pikiranmu gila?

Bagaimana agar aku tahu? Katakan padaku.

Tatap mataku.

Apakah kau menatap?

Aku akan melepaskan plester ini. Kau membuat keributan...

aku akan memukulmu, kau paham?

Hm? Hah?

Apakah kau membunuh seseorang semalam?

Bagaimana agar aku tahu? Katakan padaku, aku...

Tunggu, kau ada di mana semalam? Kau di mana?

Aku bersembunyi di sisi lain apartemen.

Maafkan aku, maafkan kau, maafkan aku.

Aku tak bisa percaya pada siapa pun,...

aku pergi mencarimu, aku tak bisa menemukanmu.

Semua orang mati, sekarat atau memberontak.

Edan, gila.

- Kenapa Lewis melukai Jerry? - Melukai? Jerry mati, Nona.

Lewis memukulnya. Retak.

Aku tak mendapatkan pemahaman dari Lewis.

Aku menjatuhkannya. Aku memplester-nya...

jadi dia tak bisa melukai orang lain. Aku tak punya pilihan.

Kemudian aku melihat lorong.

Aku tak pernah melihat sesuatu yang seperti itu.

Satu dari dua orang mulai membunuh satu sama lain.

Mereka memutuskan untuk membunuh orang.

Aku tak pernah membunuh orang sebelumnya. Apa yang kulakukan?

Aku takkan bermain-main. Tapi, kau tahu, apa yang kulakukan?

Jadi siapa pun yang mendatangiku...

aku menyingkirkan mereka. Tak ada pertanyaan.

Yang ditanyakan. Pada siapa pun.

Yang lainnya, aku mengunci dan menaruhnya di tempat yang aman.

Tak tahu siapa yang selanjutnya gila. Kau harus menaruh mereka.

Aku menyalakan alarm kebakaran.

Aku tak tahu mengapa. Mungkin akan ada yang datang.

Mungkin tidak. Mungkin mereka juga sama kacaunya. Jadi aku naik ke atap.

Melihat keadaan dengan gamblang.

Seseorang mencari tau, harus tahu, bukan?

Kemudian aku melihat itu, di jalanan.

Seluruh Terminus, itu terjadi di mana-mana.

Orang-orang menjadi gila.

Pertama terjadi pembunuhan, orang gila membunuh...

siapa pun, semua orang, satu sama lain.

Tak pandang bulu, itu nampak seperti kekacauan.

Kemudian aku sadar, mereka berpikir. Kemudian aku benar-benar ketakutan...

karena itu rasional. Mereka tahu apa yang mereka lakukan.

Maksudku, mereka pikir itu masuk akal. Tapi itu tak masuk akal.

Itu tak lazim bagi semua orang.

Kuberi tahu, mereka akan membunuh dunia.

Dan kurasa mereka semua akan mati.

Kau tahu, tapi aku tak bisa membunuh mereka semua.

Aku berpikir bahwa di sana terlalu banyak.

Mungkin aku akan lari.

Tapi lari ke mana?

Aku berpikir...

kemudian kepalaku dipukul.

Apakah ini parah?

Kau akan baik-baik saja.

Bajingan ini punya palu.

Kepalaku dipalu.

Jadi aku menghancurkan wajahnya.

Dan aku menyadari dia tidak gila.

Dia pikir aku gila.

Aku tidak gila.

Dia terluka sangat parah, jadi aku menyelesaikannya.

Aku memplester 12 orang semalam.

Semua mati pagi harinya.

Semua kecuali Lewis.

Apa yang harus kulakukan?

Ya, kita pergi. Kita pergi.

Kita keluar lewat pintu...

dan kita mulai berjalan, dan kita jangan berhenti.

Kita jangan berhenti. Jangan bicara pada siapa pun.

Kita jangan menarik perhatian.

Kita hanya perlu berjalan.

Kita pergi ke mobilku...

Kita pergi ke mobilku, dan kita masuk...

dan kita berkendara.

Oke?

Kita lakukan ini sekarang.

Kita berkendara?

- Ya. - Ke mana kita pergi?

Apakah itu aman?

Ayo, Rod, jalan terus.

Jalan, Rod.

Hei. Roger?

- Apa itu kau? - Jalan terus, Rod.

- Tunggu. Tunggu, tunggu, tunggu. - Rod.

- Mungkin dia hanya kebingungan. - Rod!

Apa kau...?

- Rod! - Apa kau gila?

Brengsek.

Jalang sialan.

Jalang sialan, Jalang sialan!

Rod. Sial.

Tunggu. Tunggu. Tunggu.

Tunggu! Tunggu!

Apa kau...? Tunggu.

Aku kena tembakan.

Aku ditembak.

Aku ditembak, dan kau mau meninggalkanku di sana.

- Pakai sabuk pengamannya. - Kau mau meninggalkanku.

Sialan. Ya, benar, kau mau meninggalkanku.

Siapa pun tak bisa dipercaya.

Sialan, juga dengan radio-nya.

- Matikan itu. Rod, matikan radio-nya. - Kau dengar itu?

Menurutmu aku ingin membunuh mereka? Aku harus membunuh.

Maafkan aku.

Sialan. Sekarang aku akan berdarah sampai mati.

- Kau akan baik-baik saja. - Sial, sial, sial.

Aku tak ingin mati seperti ini.

Kau akan baik-baik saja, Rod.

Kau berbohong. Kau berbohong padaku.

Kita seharusnya tak pergi ke luar.

Seharusnya kita tetap di sana. Aku mempercayaimu.

Tolong diamlah.

Lihat aku, Jalang gila. Aku berdarah sampai mati.

- Tolong diam. Diamlah! - Kau menembakku di perut.

Kau meninggalkanku berdarah di jalanan.

- Diam, diam, diam. - Aku tak bilang apa-apa.

Apa yang kau lakukan?

Jangan tinggalkan aku.

Kau gila, Rod.

Sama seperti mereka.

Tidak. Aku tidak gila.

- Apa kau baik-baik saja? - Jangan dekati aku.

Aku hanya coba membantu.

Hei, tak aman di luar sana.

Aku punya tempat di sini. Kau harus masuk.

Ke mana kau pergi?

Aku akan pergi ke Terminal 13 untuk bertemu seseorang...

dan kita akan meninggalkan kota sialan ini dan takkan pernah kembali.

Kau paham? Jangan ikuti aku.

Yah, bagaimana dengan pria di mobil?

PENJANGKITAN II

MONSTER YANG CEMBURU

Aku tahu apa yang kau pikirkan.

Kau tak harus mengatakannya.

Tak perlu memberi tahuku, karena aku sudah tahu.

Menurutmu pesta ini ide yang buruk.

Aku tak berpikir kita akan kedatangan tamu sekarang.

Aku memberi tahu mereka bahwa pesta dibatalkan.

Clark?

Kau terlihat buruk.

Ini kostum pesta di sini malam ini.

Aku butuh beberapa barang yang dipinjam Ken, yakni kampak-ku.

Dan beberapa tong sampahku.

Ken, aku butuh kampak yang kau pinjam.

Dan aku juga mau meminjam...

- Dia mati. - Ya.

- Aku akan menyalakan program kita. - Terdengar meriah.

- Berapa banyak lagi balon yang kita butuhkan? - Setidaknya tujuh.

- Itu adalah jumlah yang kupikrkan. - Yah, itu sebabnya kau kunikahi.

Sayang?

Ada apa?

Sayang, orang-orang datang.

Sayang.

Sayang.

Kau menyakitiku.

Hentikan, Sayang, kau menyakitiku.

Sayang, hentikan.

Astaga.

Aku tahu.

Dia kotor sekarang.

Anna, maafkan aku.

Apa kau marah padaku karena aku membunuh temanmu?

- Apa? - Aku tahu dia temanmu dan sebagainya.

- Kami tak sedekat itu. - Kau selalu membantu memperbaiki barangnya.

- Aku tuan tanahmu. - Aku tahu, tapi kau marah padaku?

Tidak.

Kau melakukan apa yang harus dilakukan.

Kita melakukan apa yang harus dilakukan terkadang.

Oh, sial.

Apa yang kau lakukan?

Kurasa kita dalam masalah yang sama.

Apa yang harus kita lakukan sekarang?

Aku masih mencari tahu yang itu.

Bagaimana jika tamu pestanya datang?

Anna, aku tak tahu jika kau tahu ini...

tapi ada masalah gila yang serius sedang terjadi di luar sana.

Orang-orang tidak waras.

Ada kerusakan di spektrum elektromagnetik...

yang menyebabkan keretakan pada pemikiran logis.

Perilaku rasional memberi jalan untuk tindakan primordial.

Kita mencapai titik waktu kritis dalam konsistensi kehidupan sehari-hari.

Norma sosial telah sepenuhnya ditinggalkan.

Anarki telah mengambil alih etiket.

Kekacauan adalah kelas pemerintahan dari peradaban ini.

Kurasa datang ke pesta Malam Tahun Baru...

adalah hal terakhir yang orang-orang pikirkan.

Baiklah.

Kau urus mereka, aku akan memindahkan Ken ke kamar tidur.

Yah, apa yang harus kukatakan?

Apa pun.

Jangan biarkan mereka masuk, apa pun alasannya.

Oke.

- Ya? - Pengecekan hama.

Tidak ada pesta, terima kasih.

Seseorang di sini memanggil pembasmi?

- Kami tidak punya masalah serangga. - Kurasa mereka tikus, Bu.

Suamimu pasti memanggilku.

- Ken? - Ya.

- Ken. - Hei, kami baik-baik saja.

Terima kasih Tuhan, ini kau. Kau masih hidup.

Tunggu, apa kau mengalami itu?

Apa kau gila?

Dengar, aku tahu kau meninggalkanku di kursi...

karena kau mengira aku gila.

Tapi aku tidak gila. Aku melihat mobilmu di luar, dan kupikir sesuatu yang buruk terjadi.

Aku pikir salah... Salah satu dari mereka...

telah mendapatkanmu dan menjauhkanmu dariku.

Mereka tak bisa mendapatkanmu.

Tak seorang pun.

Apa lagi sekarang?

Hentikan, apa yang kau lakukan? Jangan lakukan itu padanya.

Dia mendatangimu, kupikir mungkin dia salah satu dari mereka.

Dia temanku, dia menolongku. Kau tak bisa melakukan itu pada teman.

- Dia seperti mau menyakitimu. - Dia Clark, kau Idiot.

- Dia takkan menyakitiku. - Kau tak bisa percaya pada siapa pun.

- Oh, matanya yang malang terbakar. - Mya, maafkan aku.

Siapa Mya?

Aku akan mengecek kamar mandi jika ada sesuatu yang bisa disemprot dengan racun.

Jangan masuk ke sana.

Jangan masuk ke sana.

Apa yang kau punya di sini?

Itu, kau tahu, Ken. Dia tidur.

Dia terlihat mati.

- Memang. - Aku paham.

- Siapa yang melakukan ini? - Aku.

- Tapi aku tak menginginkannya. - Kau membunuhnya?

- Dan Clark membunuh seseorang juga. - Aku tak...

Aku membunuh.

- Itu membela diri. - Kau menebas kepalanya.

Dia gila.

Mungkin.

Ini masa-masa gila.

Semua orang bertindak nekat.

Kurasa ini terjadi pada semua orang. Aku punya sesuatu untuk ditunjukan.

Kau tak tahu harus percaya pada siapa sekarang.

Mya.

Di mana Mya?

Lepaskan aku.

Ah!

Sial.

Kau adalah dia.

Rod!

TV-nya pasti mempengaruhinya dan mengatakan padanya untuk membunuhmu.

Ya, itulah yang terjadi pada Ken.

Dia menonton TV dan itu terjadi padanya.

Ini adalah, tanpa keraguan, hari paling kacau dalam sejarah umat manusia.

Kita harus kembali masuk.

Siapa ingin miras?

Tamu pesta.

Bertingkahlah natural.

- Hai. - Kau harus menolongku.

Ibuku mencoba membunuhku dan aku melarikan diri darinya...

dan ayahku membunuh anjing karena dia mencoba menggigitku...

dan aku meninggalkan anjingnya di mobil, dan aku tak tahu harus pergi ke mana...

dan aku ingat bahwa Anna dan Ken tinggal di sini, dan aku Laura.

- Laura. - Anna.

Laura!

Apa-apaan?

Kau membunuh Laura.

Dia mendatangimu.

Menjauhlah dariku.

Kau membunuh Laura.

Dia mendatangimu dengan pisau itu.

- Dia tak punya pisau. - Itu kumpulan kunci.

Aku mencoba melindungimu.

Tak apa. Tak apa.

Tak apa.

Semua baik-baik saja.

- Dia memukul wajahnya. - Aku tahu.

Aku tahu, dan aku akan mencari tahu apa yang terjadi...

tapi kau harus kuat demi aku.

Oke?

Laura mungkin benar-benar ingin menyakitimu.

Anak anjingnya bernama Charlie Man.

Kita tak tahu di mana Laura sebelumnya. Kita tak tahu, oke?

Dengar, semua yang kita tahu, dia mungkin punya sinyal yang bersifat kanker ini.

Hipnotis frekuensi ini ada di mana-mana.

Dia mungkin terjangkit itu, dari radio mobilnya.

Atau TV atau stereo atau...

Kita tak tahu. Maksudku, semua orang dicurigai saat ini, semua orang.

Matikan itu.

- Kenapa kau menyalakannya? - Bukan aku. Dia.

Ah!

TV-nya menyala, dia hidup kembali.

Dia coba untuk membunuhku.

Pukul aku untuk apa yang kulakukan padanya.

Ini semakin konyol.

Ya Tuhan.

Buka saja pintunya, kemudian aku akan mengurus mereka.

Itu bukan cara untuk mengatasi ini.

Tak bisa yakin. Kita harus memusnahkan dengan prasangka yang ekstrem.

Itu mungkin orang yang bisa membantu kita. Kita tak tahu.

Kita tak bisa mengambil resiko.

Aku akan membunuh siapa pun yang melewati pintu.

Itu Jim.

Itu Jim Parsons.

- Jangan percaya siapa pun. - Kau tadi menonton TV-nya.

Kubilang padamu aku tak menonton TV-nya.

Dengar, jika aku gila, aku sudah membunuhmu sekarang, bukan?

Kurasa begitu.

Aku baik-baik saja, dan kau juga dan wanita itu juga.

Ini yang kita tahu. Tapi mungkin dia tak beres, dan bisa jadi dia gila.

Kau mungkin benar.

Mungkin dia terinfeksi.

Kalau begitu kita harus membunuh Jim.

Jim Parsons.

Mungkin jika kita diam, dia akan pergi.

- Dia ingin masuk, untuk membunuh kita. - Shush! Shh!

Dia pergi.

Astaga...

Clark.

Clark, apa itu kau?

Aku harus membiarkan pria malang itu masuk, dia mungkin dalam masalah.

Aku mohon, biarkan aku menangani ini.

Jika dia tak beres, aku yang akan membunuhnya.

Jangan biarkan aku di luar sini, Kawan.

- Clark, ayolah, biarkan aku masuk. - Jim? Ya, ini aku, Clark.

Hei, Clark. Biarkan aku masuk.

Oke, tunggu sebentar.

Ayo, Sobat.

Aku tak punya tempat... Tempat lain untuk dituju malam ini.

Clark.

Kau hanya harus membuka pintunya.

Oke.

Di mana semua orang?

Oh, aku datang terlalu cepat.

- Terlalu cepat? - Kegembiraannya.

Pestanya.

Itu malam ini, bukan?

Itu lebih baik malam ini.

Kemaluanku kendur, aku akan meraih pelacur, dan aku akan kencing di bokongnya.

- Jim, apa kau sadar bahwa...? - Oh, tidak, maafkan aku.

- Jim. Jim Parsons. - Jim Parsons. Ini, um...

- Lewis. - Lewis.

Lewis.

Clark.

Lewis dan Clark.

Di mana Sacagawea?

Aku benar-benar akan menyetubuhi wanita Indian. Aku akan melakukannya.

Itu bagus, jika kau pernah melihatnya.

Aku akan menyandarkan punggungnya, "Oh, wanita Indian kecil yang mantap."

"Oh, telanjangi aku!", kau tahu?

Serius, apakah akan ada beberapa vagina di sini?

Karena aku tak ingin basa-basi dengan...

dua penjelajah keberanian di sini.

Jadi kau di sini untuk itu?

Kau tahu ini, ya.

Apakah Ken dan Anna di sekitar sini?

Anna sedang siap-siap.

Dan Ken sedang berbaring sebentar.

Dia sangat kelelahan.

Bisa berikan miras-nya, Jim?

Oh, ya, tolong.

Taruh di pendingin, aku akan mengambilnya nanti.

Hm.

Itu tertulis "Lewis" di bajumu.

Itu lucu.

Aku bahkan tak melihat itu. Rumahnya bagus.

Ken.

Aku tahu kau akan membaik.

Wanita itu punya payudara yang bagus di sana.

Kuharap dia punya beberapa teman yang imut.

Itu akan bagus.

Aku ikut pesta tahun lalu...

semua orang mulai mencium satu sama lain, kau tahu, saat tengah malam...

seperti, tradisi, atau bagaimana awal mulanya?

Semua orang mulai mencium satu sama lain...

dan aku tak punya seseorang untuk dicium,...

jadi aku, sebagai candaan, mencium anjing...

tapi saat sampai rumah aku sadar bahwa aku...

berciuman dengan anjing saat Tahun Baru.

Itu salah.

Malam ini aku tak keberatan untuk bercinta, kau tahu?

Mungkin sedang threesome di dalam sana.

Clark sudah lama di dalam sana.

Kau tahu...

dia dengan semua orang, kurasa.

Kau.

Aku.

Clark.

Pengantar minuman.

Dia sudah rusak.

Seseorang seharusnya mengeluarkan dia dari penderitaan.

Itu istriku.

Apa?

Itu bukan istrimu, itu istri Ken.

Istrimu tidak di sini.

Istrimu pergi jauh...

dari pandanganmu...

di mana kau tak bisa menolongnya lagi.

Kau tak tahu apa yang kau katakan.

Tidak.

Kau tak tahu apa yang kau katakan.

TV itu mencarkan sinyal ke otakmu dan mengubah persepsi-mu.

Aku tidak gila seperti yang lainnya.

Tidak, Kawan.

Kau jauh lebih parah...

karena kau bahkan tak menyadari apa yang terjadi padamu.

Kau bahkan tak tahu.

Istrimu meninggalkanmu, sendiri, terikat di kursi, tak berdaya...

jadi dunia bisa membunuhmu dan para orang gila bisa berpesta dengan jenazahmu.

Tidak.

Dia di sini.

Dia baik-baik saja.

Maaf.

Tapi itu tak benar.

Aku mencintaimu, Ken.

Tapi aku tahu di mana dia...

dan aku akan menemukannya...

dan membebaskannya dari pemanfaatan, perzinaan yang dia alami.

Aku akan mendapatkannya. Aku akan mendapatkannya sebelum kau...

dan takkan ada yang bisa kau lakukan tentang itu.

Istriku di dalam sana...

dan dia kesal...

karena aku tak sengaja membunuh temannya.

Tapi dia aman sekarang...

dan kau tak bisa mendapatkannya.

Aku takkan membiarkanmu mendapatkannya.

Apa?

Tadi itu aneh.

Apa yang kau katakan?

Di mana dia?

Siapa?

Istriku.

Mana aku tahu? Aku baru saja bertemu denganmu.

Aku tak tahu kau sudah menikah, itu... Itu keren.

Kuharap aku sudah menikah.

Kau melakukan itu untuk apa?

Di mana istriku?

Di mana Mya?

Dia baik-baik saja. Dia tak meninggalkanku.

Dia mencintaiku dan aku satu-satunya.

Dan semuanya akan aman dan tenang.

Jangan sentuh dia.

Dia sedang cemas, dan aku menghiburnya.

Tolong tinggalkan kami sendiri, kami tak ingin kau di sini.

Aku mencoba untuk memiliki momen intim dengan suamiku sebelum dunia berakhir.

Tapi akulah suamimu.

Kau bukan suamiku.

Kau pembunuh maniak.

Tapi aku membunuhnya untukmu.

Aku tak menginginkan itu, dan bukan aku yang meminta itu.

Dan orang terakhir yang akan mati bersamaku adalah kau.

Ken.

Kurasa dia akan membunuh kita.

Aku bukan Ken.

Oke? Lihat, itu Ken.

Sial, baiklah.

- Tidak, A... Aku Ken. Aku bisa menjadi Ken. - Kau bukan Ken.

Dia bukan Mya.

Aku akan menjadi siapa pun yang kalian inginkan.

Jika dia bukan Mya, itu artinya kau melakukan sesuatu pada Mya.

Tidak, tidak. Dia bisa menjadi Mya. Benar? Benar.

Mya, Mya...

Lihat aku. Lihat aku.

Jadi tak bisa disangkal bahwa aku memang kacau sebelumnya.

Hari yang gila bagiku seperti halnya yang kau alami.

Tapi aku paham sekarang. Kau bukan Mya. Kau takkan pernah menjadi Mya.

Kau hanya wanita lain yang tak penting.

Jadi, kau harus mengatakan padaku...

agar kita tak mengulur waktu lebih lama dan itu yang kita inginkan...

di mana Mya?

Di mana istriku?

Jawab aku atau aku akan menyemprotmu lagi. Di mana Mya?

Aku tak bisa melihat.

Dia pasti di sekitar sini.

Mobilnya di luar. Aku tahu dia pernah berada di sini.

Aku bisa mencium parfum-nya di seluruh tempat ini.

Kami mengadakan pesta.

Aku perlu tahu dia di mana. Aku harus menemukannya.

Aku mencintainya. Aku harus menyelamatkannya.

Aku harus melihat agar aku bisa berpesta.

Dengar, aku tahu istriku datang kemari...

jadi katakan padaku di mana kau menyembunyikannya atau di mana dia pergi...

jadi aku bisa membunuhmu dan mengakhirinya dan kemudian aku akan tahu di mana dia.

Di mana Ken?

Aku ingin melihat Ken.

Ken sedang menikmati pesta.

Ken. Aku ingin melihatmu.

Ken? Ken?

Apa yang kau lakukan padanya?

Sudah waktunya pulang sekarang.

Ken, aku sudah pulang, Bodoh.

Astaga.

Kau. Kau tahu. Kau tau di mana dia pergi.

Kau salah. Kau salah, Kawan.

Kau melihat hal-hal yang salah. Apa yang ada di dalam kepalamu tidak nyata.

Kau akan melihat hal-hal itu sama seperti aku. Kau harus paham.

Paham pesan yang disampaikan.

Tidak, itu membuat orang salah berpikir.

Semuanya tak seperti yang terlihat.

Aku tak paham sebelumnya, tapi sekarang aku paham.

Itu memberi tahuku apa yang seharusnya aku lakukan.

Apa yang seharusnya kuinginkan.

Aku ingin istriku dan aku ingin rumahku.

Dan aku ingin kalian semua untuk berhenti mengganggu kami.

Jadi katakan di mana dia.

Kau tak bisa membunuh...

Apa yang disampaikan kepalamu padamu... Itu bukan yang...

Itu beracun... Itu radioaktif...

Kau harus membunuh orang-orang itu, bukan?

Itu benar.

Mereka menjauhkanmu dari kebahagiaan.

Sekarang kau paham.

- Aku ingin bahagia. - Kau akan bahagia.

Kau akan bahagia jika kau menurut dan memberi tahuku.

Katakan padaku ke mana dia pergi.

Terminal 13.

Dia bilang dia pergi ke Terminal 13 untuk meninggalkan.

- Meninggalkan Terminus. - Paham?

Paham betapa mudahnya itu?

PENJANGKITAN III

MELARIKAN DIRI DARI TERMINUS

Kau adalah dia.

Rod!

Sial.

Ayo.

Berdiri. Ayo.

Jangan lakukan itu. Ayo, bangun.

Paham betapa mudahnya itu?

Hentikan.

Tolong hentikan.

Tolong hentikan, Lewis.

Aku bukan Lewis.

Dengar, aku...

Aku benar-benar butuh bantuanmu, oke?

Wanita yang mengalami kecelakaan mobil di luar, apa kau melihatnya?

Apa kau melihat ke mana perginya?

Dengar, semua akan baik-baik saja. Oke?

Tapi kau harus mendengarkanku. Oke? Dengarkan saja.

Jika kau mendengarkanku, aku bisa membantumu menghilangkan itu.

Oke?

Siapa kau? Siapa namamu?

Katakan saja namamu.

- Clark. Aku Clark. - Hai, Clark.

- Um, aku Ben. - Ben.

Kita harus pergi dari sini sekarang. Mengerti?

- Tunggu. Ini baik-baik saja. - Tidak. Tidak. Tidak.

- Baiklah. Ini mungkin sedikit sakit. - Tidak. Tidak. Tidak.

Tunggu, tunggu, tunggu.

Clark.

Clark.

Sialan, Clark. Aku butuh bantuanmu.

Clark.

Clark. Clark.

Clark, buka pintunya. Sekarang.

Clark? Lewis Denton.

Buka pintunya!

- Dengarkan aku. - Buka pintunya.

Mobilnya, orang yang kecelakaan di luar.

Wanita yang mengemudikan mobilnya, ke mana dia pergi?

- Aku sudah mengatakan padamu. - Bukan aku. Itu bukan aku.

Kita harus menemukannya.

Aku tidak tahu. Aku tidak tahu.

Mungkin dia tahu.

Dia pernah bersamanya.

Kawan, dia takkan bisa mengatakan pada kita.

Aku membunuhnya.

Bukan?

Pikirkan kembali, oke?

Apa dia mengatakan sesuatu sebelum dia mati?

Tidak. Tuhan.

- Sial. - Dengar, dia akan membantu kita, mengerti?

- Kita akan menghidupkan otaknya. - Apa?

Jika kita merangsang premotor korteks-nya...

kita bisa dengan pasti mengembalikan beberapa pola kemampuan berbicaranya.

Paham?

Oke. Tentu. Lakukan.

- Oh, Tuhan. Oh, Tuhan. - Santai saja. Santai.

Tunggu. Aku urus ini, oke.

Kau hidupkan saja kepalanya. Oke?

Oke.

Clark.

Baiklah, kalau begitu.

Apa yang kau inginkan?

Kau bisa mendengarku?

- Punya rokok? - Aku tak merokok.

Tanyakan tentang gadisnya.

Kau ingin tahu tentang gadis itu, beri aku ro...

- Rokok. - Dia ingin rokok.

Apa?

Kau pasti... Kau pasti bercanda.

Apa yang dia katakan?

Ke mana dia pergi?

Dia bilang padamu dia pergi ke Terminal 13.

Bangsat.

Terminal 13. Dia bilang dia pergi ke...

Terminal 13.

Terminal 13.

Tidak.

- Dia ingin menemuimu. - Tak seorang pun meninggalkan Terminus.

Hei, dia juga mengatakan bahwa tak ada seorang pun yang meninggalkan Terminus.

Karena itu mustahil, jadi kurasa kita akan tetap di sini.

- Itu benar? - Ya.

Kerja bagus.

Sekarang, um...

Kau sadar bahwa kau berbicara...

dengan kepala yang dipenggal. Bukan?

Dengarkan aku. Dengar.

Dengarkan aku.

Kau dengar itu?

Dengar, emm...

Bekas kebisingan di kepalamu...

itu alami.

Itu sudah lama di sini sebelum kita.

Itu akan di sini dalam waktu yang lama setelah kita pergi.

Itu nyata.

Dan itu yang kita fokuskan.

- Bekas kebisingan. - Ya.

Ini panggilan untuk penilaian ulang radikal dari seluruh fakta.

Clark? Lewis Denton kembali.

Dengar, Kawan, kupikir aku menemukan godam-mu di luar sini.

Jadi aku akan meminjamnya sebentar jika tak masalah.

Aku akan menghancurkan pintunya.

Kukira kita saling memahami.

Rupanya aku salah.

Sial. Clark, jangan.

Dasar bajingan!

Bernafas. Bernafaslah, Kawan.

Bernafas.

Kita akan menyimpan nafas kita.

Kau punya mobil?

- Baiklah, ini baik-baik saja. - Ow! Sial.

Oke. Kau bisa?

Kau yakin tak masalah jika menyetir?

- Itu generator-nya. - Apa?

Itu seharusnya jadi penopang diri. Bisa menyesuaikan diri.

Satu-satunya cara mematikan sistem adalah menyambungkan indeterminisme...

- Perhatikan jalannya. - ke dinamik.

Beri sistem kemungkinan untuk membuat transisi ke rumusan yang lebih cerdas.

Kau membuat kalimat yang sederhana. Bagus.

Tapi penyaringnya pasti gagal.

Jadi sekarang hal tersebut adalah pemancaran dari frekuensi itu.

Apa-apaan yang kau bicarakan?

Itu mengacaukan jaringan neural sipnaptik, menyebabkan perubahan perilaku ekstrem.

- Kepanikan yang hebat. - Aku paham, aku paham.

Paranoia. Kemarahan. Sugestibilitas yang ditingkatkan.

Kemudian kau mendapati ion kalsium-mu. Pecah, gemercik, meletup.

Apa-apaan yang kau bicarakan?

- Keluar dari sel otakmu. - Kemudikan mobilnya.

- Apa yang coba kau katakan padaku? - Gema Psikotron.

Penyiaran pada skala itu bisa menyebabkan kegilaan masal.

Clark, aku tak tahu siapa atau apa yang memulai itu...

tapi kita semua yakin bahwa kita memasukinya.

Kita membuat diri kita mudah diserang.

Saat Mya pergi semalam...

aku menyalakan TV lagi, dan ada itu.

Itu menggantikan pikiranku.

Matahari terbit.

Aku melihatnya.

Itu kebohongan.

Sinyal-nya. Itu trik.

Jika kita mengubah cara kita untuk melihat...

apa yang kita lihat akan berubah.

Apa?

Kita kehabisan bensin.

Musik.

Mya?

Mya...

Kenapa kau...? Kenapa kau membawaku ke sini?

Aku akan membunuhmu.

Aku akan membunuhmu.

Aku akan merobek tenggorokanmu.

Diam.

Bernafas, Ben.

Bernafaslah untukku.

Bernafas. Tak ada apa-apa di sana.

- Itu bukan Mya? - Bukan. Itu bukan Mya.

Lihat.

Terminal 13 tepat di sini.

Jika dia di sini, kita akan menemukannya, oke?

Mya.

Apa ada air di sekitar sini? Dia butuh air.

- Tentu. - Mya, Mya.

Mya, tak apa. Ini aku.

Lihat aku. Lihat aku.

Ini dia.

Kau ingin bermain-main?

Semua yang harus kulakukan adalah mempererat genggamanku.

Aku mohon. Lepaskan dia.

Aku mohon. Lepaskan dia.

Kenapa dia tak bernafas? Clark?

Kau tak pernah berhenti memainkan orang-orang.

Mau ke mana kau? Kau tak butuh itu.

Mari jalan-jalan sebentar.

Mengatakan kebohongan padanya dan meracuni otaknya.

Dia bahkan tidak lagi tahu dirinya sendiri.

Itu mengagumkan. Tapi bahkan sekarang,...

bahkan dengan pandangan melamun itu...

dia terlihat seperti yang dia lakukan di video pernikahan kami.

Sangat aneh. Dua orang sangat ingin tahu satu sama lain.

Sampai kematian menghampiri kami dan sebagainya. Aku mencintainya.

Kami punya kehidupan yang baik.

Rumah.

Itu berharga. Dan kau takkan tahu betapa indahnya itu.

- Kau membunuh dia. - Aku menyelamatkan dia.

Tidak, kau tak begitu. Kau tak bisa melihatnya. Itu trik.

Sinyal.

Ya. Kau harus percaya padaku.

Oh, sungguh?

Kau ingin aku mempercayaimu. Bersama istriku.

Kurasa tidak.

Lihat dia. Cepat.

Lihat dengan baik-baik.

Lihat betapa cantiknya dia.

Dia menawan, ya?

Berapa lama menurutmu kau bisa menatap gambar itu?

Beberapa bulan? Setahun?

Sebelum itu lenyap?

Dia tak pantas mendapatkannya.

Dan kau takkan pernah memandang istriku lagi.

Mya. Jangan melihat, Mya.

Jangan melihat, Mya.

Tidak sekarang, Mya. Aku ingin kau tenang sekarang.

Biarkan aku menangani ini.

- Tidak. - Tidak sekarang, Mya.

Mya, diam.

Apa yang kukatakan padamu?

Kenapa kau tidak menutup mulutmu saja dan menonton TV?

Maafkan aku, Sayang.

Tapi kau tak paham situasi di sini.

Apa?

Apa yang coba kau katakan?

Tidak, tapi kau menyiratkan itu.

Itu salahku.

Aku tak tahu apa yang kau harapkan dariku.

Mungkin aku bukan lelaki yang kau pikir menikahimu.

Kau berpikir begitu?

Apa kau tahu betapa kerasnya aku mencoba...

untuk menjadi sosok yang kau inginkan?

Ke mana kau pergi?

Kau terus menyembunyikannya dan aku benar-benar kebingungan.

Kau terus menyembunyikannya dan aku benar-benar kebingungan.

Oke. Sekarang, itu tidak lucu.

Lepaskan.

Lepaskan topeng itu atau aku akan merobeknya.

Menurutmu kau bicara dengan siapa?

Apa? Aku berbicara dengan istriku. Apa kau keberatan?

Itu bukan istrimu. Itu istriku.

- Apa yang baru saja kau katakan? - Apa yang baru saja kau katakan?

Kau jangan melihatnya. Kau jangan bicara padanya.

Aku bicara padamu!

Sayang.

Apa lelaki ini coba menyakitimu?

- Mya. - Diam.

Apa yang telah kau lakukan pada istriku?

Apa?

Kau takkan bicara pada istriku lagi!

Sekarang...

Siapa kau?

Katakan namamu!

Lewis.

Apa itu sebuah permainan?

Atau kau benar-benar berpikir bahwa kau adalah aku?

- Benar. - Lihat aku.

Lihat aku.

Aku Lewis.

Jadi...

Siapa kau?

Tunggu sebentar.

Tunggu sebentar.

Kau adalah dia.

Kau orang itu.

Kau benar-benar berpikir dia mencintaimu?

Tak sadarkah jika dia memanfaatkanmu?

Dia memanfaatkanmu.

Dia tak mencintaimu.

Takkan pernah.

Dan sampai kapan pun.

Itu trik.

Mya.

Mya.

- Ben. - Ya.

Mya.

~Penerjemah: ahmadwasyarif~

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.