All language subtitles for Chakravyuh.2012.WEB.Rip.720p.x264

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Itu orangnya?

Tolong lepaskan aku. Aku tak tahu.

Tolong lepaskan aku. Aku tak tahu.

Itu dia!

- Rumah sakit pemerintah. - Selamat pagi, Profesor Govind.

Kubilang, selamat pagi, Profesor Govind.

Kau salah. Namaku Dharamprakash.

Govind, Dharamprakash, Wilson, Srivastava, Deshpande.

Pilih salah satu aliasmu. Tak ada bedanya bagiku.

Adil Khan, AKBP Bhopal.

Aku tahu.

Aku sudah menunggu empat tahun untuk pertemuan ini.

Mari.

Dia bertanggung jawab atas kejahatan...

...di semua tempat, bahkan Nandighat.

Govind Ram Suryavanshi.

Lahir di keluarga bisnis kaya raya di Mumbai.

Setelah lulus dari Sekolah Doon yang bergengsi...

...dia belajar di Sekolah Ekonomi London.

Setelah menyelesaikan Ph.D-nya di Universitas Oxford...

...dia kembali ke India.

Tergerak oleh penindasan orang miskin, dia menyerahkan segalanya...

...dan bergabung dengan gerakan Maois.

Dia telah bersembunyi selama 30 tahun...

...dan dianggap sebagai ideolog paling senior dari Gerakan Naxal.

Naxalisme, yang telah dinyatakan oleh Perdana Menteri...

...sebagai ancaman terbesar bagi keamanan dalam negeri.

Lebih dari 200 distrik di negara ini terkena dampaknya.

Semuanya dimulai 45 tahun yang lalu di Naxalbari...

...sebuah desa di Benggala Barat...

...saat para petani miskin membunuh seorang tuan tanah...

...untuk menegaskan hak atas tanah mereka.

Peristiwa itu melahirkan Naxalisme.

Naxalisme menyebar ke Karnataka, Andhra Pradesh...

...Maharashtra, Bengal, Bihar, Odisha, Jharkhand...

...dan banyak negara bagian lainnya.

Ribuan suku telah mengangkat senjata melawan negara.

Diyakini mereka menerima senjata dan pelatihan mereka...

...dari organisasi teroris yang berbasis di India dan luar negeri.

Alasan munculnya Naxalisme di daerah ini...

...adalah tak adanya pembangunan di sini dalam 65 tahun terakhir.

Hari ini, kau bicara soal pembangunan di daerah suku-suku...

...karena secara terselubung, kau ingin merebut tanah mereka...

...yang kaya akan besi, mangan, batubara, bauksit, dan banyak mineral lainnya.

Kalian harus memahami satu hal.

Kalau kita tak mengeksploitasi sumber daya alam ini...

...bagaimana mungkin ada pembangunan?

Itu sebabnya kami meneken perjanjian senilai 3 miliar dolar AS ini...

...dengan Grup Mahanta yang besar.

Apalagi, rencana rehabilitasi untuk suku-suku sudah siap.

Sebagai Ketua Grup Mahanta...

...aku ingin meyakinkan penduduk Nandighat...

...bahwa semua kebutuhan mereka akan terpenuhi.

Rumah beton, rumah sakit, sekolah internasional...

...dan universitas kelas dunia.

Seiring dengan bisnis...

...Grup Mahanta menjalankan tanggung jawab sosialnya dengan sangat serius.

Tuan Mahanta.

Apakah ada kursi untuk anak-anak suku di universitas kelas duniamu?

- Begini... - Pak...

Jelas bahwa suku-suku itu tak mau pindah.

Apakah mereka akan dipaksa pindah?

Ketika media tunduk pada propaganda Maois...

...bagaimana publik akan mengetahui kebenaran?

Suku-suku itu adalah saudara kita.

Tak akan ada kekerasan terhadap mereka.

Kekerasan hanya akan digunakan terhadap Naxal.

Ancaman ini akan dilenyapkan dari Nandighat.

Ini janji pemerintah!

Kami semua siap.

Tapi, yang tidak kupahami adalah...

...kau mendukung demokrasi...

...tapi kau tak bersedia berbicara dengan pemerintahan demokrasi terbesar di dunia.

Aku tak percaya pada demokrasi...

...yang tak menghargai orang miskin.

Kita akan memperdebatkan kekerasan ekstremismu dan anti-kekerasan polisi...

...lain hari, Profesor.

Sementara ini, aku hanya punya beberapa pertanyaan dasar.

Sebelum kau membuang waktumu untuk pertanyaan tak berarti...

...izinkan aku mengklarifikasi sekali ini saja.

Aku hanya melakukan tiga hal sekarang.

Membaca, menulis...

...dan mengajar.

Tentang ketiga hal itu, akan kujawab setiap pertanyaanmu.

Tentang hal lain...

...aku tak akan bicara sepatah kata pun.

Itu juga adalah hakku.

Jika itu cara yang kau pilih, tak masalah.

Bagiku, kau bertanggung jawab atas kematian 91 polisi...

...dan 150 warga sipil tak berdosa.

KK.

Bagaimana kabar di Nandighat?

Sangat bagus.

Dengan menahan Govind Suryavanshi...

...kau sudah memberikan pukulan besar bagi Gerakan.

Apa dia memberikan informasi tentang Nandighat?

Belum, tapi Rhea tak akan mengampuninya.

Sampaikan salamku untuk Rhea.

Omong-omong, bukankah reuni kampusmu hari ini?

Ya, itu membosankan.

Tapi, malam ini, kita akan bersenang-senang!

Banyak kembang api.

Kenapa? Apa rencanamu?

Apa itu pertemuan? Katakan padaku.

Akan kubuat pertemuan ini tak terlupakan.

Setelah kuhabisi pemimpin mereka...

...kau akan merayakannya sepanjang tahun!

Siapa? Rajan?

Bersabarlah, Kawan.

Kau akan lihat di koran besok.

Aku tak sabar menunggu.

- Tangkap bajingan itu! - Pasti.

- Siapa itu? - Seseorang bernama Kabir.

Kabir?

Halo, Kabir?

Ini betul kau?

Satu-satunya!

Astaga, aku tak percaya ini. Ke mana saja kau?

Kabarku baik. Aku di sini sekarang.

Kau akan datang ke pesta?

Ya, tapi di mana temanku?

Ada di sini.

Ini Kabir!!

Dia akan menghadiri pesta itu.

Kau sudah marah selama tujuh tahun. Kau bisa sakit maag.

Apa kau tak bisa memaafkannya?

Sikapmu kekanak-kanakan.

Apa yang bisa kukatakan tentang Kabir?

Dia lebih dari seorang teman bagiku.

Lagipula, dia tak punya siapa-siapa dunia ini.

Apa yang kau lakukan?

Aku bermimpi selama ini.

Tapi, aku kembali ke universitas negeri.

Itu memang berat dan mereka sudah naikkan uang kuliah.

Uang kuliahmu sudah dibayar.

Aku tak mau uang ayahmu.

Kupakai uang Ayah untuk uang kuliahku.

Beasiswaku, untuk uang kuliahmu.

Apa ini?

Masa depan kita!

Dengar, Bos. Sebelumnya, kita selalu melakukan segalanya bersama...

...tapi sekarang jalan kita berbeda.

Hentikan sandiwaramu dan tanda tangani formulir ini.

Tapi aku tak mau lakukan ini.

Tak ada "jika" dan "tapi"!

Aku akan jadikan kau sebagai polisi.

Ayo, tanda tangan.

Dingin, hujan deras, atau panas terik...

...dalam badai petir atau banjir, siang atau malam...

...begitu kalian bertugas, tak ada lagi yang penting.

Kalian tak bergerak dari posisi kalian, apa pun yang terjadi.

Pak, tapi bagaimana jika ini?

Dewasalah, Kabir. Kau selalu bersikap kekanak-kanakan.

- Hentikan omong kosong ini. - Kau yang omong kosong.

- Kursi-kursi sudah dipesan... - Jangan, Kabir.

Tunggu sebentar.

Apa yang kau lakukan, Mahesh?

- Lepaskan dia. - Jangan bicara begitu padanya.

- Mengerti? - Siapa kau?

Aku sering memberi tahu Kabir, untuk menjaga dirinya sendiri...

...dan meributkan masalah sepele.

Berhenti! Berhenti, kataku!

Tapi Kabir...

- Lepaskan. - Lepaskan, kataku!

Dia tak pernah bisa mengendalikan dirinya.

Aku tak bisa minta maaf.

Inilah aku apa adanya dan aku tak akan pernah berubah!

Jika kau sudah tahu, kenapa kau membawaku kemari?

Aku membuat kesalahan! Kesalahan besar!

Ayah benar.

Kau adalah pecundang.

Jangan pernah datang lagi.

Selama bertahun-tahun ini...

...entah di mana dia berada, apa yang dia lakukan.

Tiba-tiba saja, si bodoh itu memutuskan muncul.

Dia pikir aku akan memeluknya?

Kabir!!

Orang ini!

Maafkan aku, Tuanku!

Aku tak akan pernah membantahmu!

Jika kau tak memaafkanku hari ini, aku akan bunuh diri!

Aku akan melakukan semua perintahmu.

Hentikan sandiwaramu.

Biasa saja.

Aku melakukan beberapa pekerjaan yang membosankan...

...lalu aku bergabung dengan sebuah perusahaan elektronik.

Lalu aku mulai membuat ponselku sendiri.

Apa, ponsel?

Merekmu sendiri?

Kau pernah coba ponsel ini?

Ponsel RAK!

Apa itu RAK?

Kau gila!

R-A-K...

- Rhea, Adil, Kabir! - Ya!

Pantas saja gagal.

Gagal?

Konsinyasi pertama terjual habis di MP dan Chattisgarh.

Tapi setelah dua bulan, muncul keluhan...

...dan distributor berhenti membayar.

Orang-orang bank datang ke rumah.

Situasinya jadi tak terkendali.

Akhirnya aku memukul seorang polisi.

Mereka menangkapku!

Kau memukul seorang polisi?

Hebat.

Jadi, berapa lama kau dipenjara?

Sudahlah.

Setidaknya dia kembali.

Selamat sore, Pak.

Dua belas kilometer dari sini, ada pasar raya desa.

Menurut beberapa sumber, Naxal adakan pertemuan daerah di sana.

Anggota Komite Pusat, Shivram dan Chakravarthy akan hadir.

Komandan Daerah, Rajan, juga akan hadir.

Rajan?

Informasimu bisa dipercaya?

Kami sudah cek ulang, Pak.

Intelijen juga sudah memastikan.

Mereka akan membalas penangkapan Govind.

Baiklah.

Terus kabari aku.

- Aku sampai di Pusat Komando sejam lagi. - Baik, Pak.

Pak.

Tolong pergi dari sana.

Para kamerad sudah berkumpul untuk mengadakan pertemuan...

...di belakang kuil.

Pak, aku Kamal Kishor.

Halo, KK. Aku Rathod.

Selamat sore, Pak.

Kami sudah dapat kepastian.

Rajan ada di sini.

Dia berjarak 400 meter.

Bagus. Sangat bagus.

Jangan biarkan Rajan lolos!

Buat seperti pertempuran.

Habisi saja dia.

KK, begitu kata Menteri Dalam Negeri.

Siap, Pak!

Hati-hati, KK.

Siap, Pak.

KK. Kau bisa mendengarku?

Coba saluran kedua.

KK!

KK, kau bisa mendengarku?

- KK. - Ya, Tuhan!

KK, kau bisa mendengar kami?

Pak, ini jebakan. Kami dikepung.

Halo? KK?

Lal Salaam!

Lal Salaam!

Lal Salaam!

Permisi, Pak.

Pak, kelompok mana yang melakukan ini?

Kami sedang menyelidiki masalah ini.

Kami akan bicara dengan kalian nanti.

Pak, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk penyelidikan?

Pembantaian 84 polisi...

...personel paramiliter di Nandighat sudah dipastikan.

Pemakaman mereka dengan upacara kehormatan...

...akan berlangsung pukul 16.00 hari ini.

Sementara itu, pemimpin Naxalite, Rajan...

...berbicara kepada media di lokasi yang tak diketahui.

Kami ingin menyatakan kepada dunia...

...walau kaki tangan pemerintah...

...memberi tuduhan palsu kepada kami sebagai pembunuh dan teroris...

...setiap serangan kami adalah untuk membela suku-suku miskin...

...yang telah ditindas oleh polisi dan negara.

Kami tak akan membiarkan pemerintah merebut sejengkal pun dari tanah suku.

Lal Salaam.

Pembantaian ini adalah tanggung jawabmu.

Tapi, Pak...

...Menteri Dalam Negeri mengizinkan serangan itu.

Di Pusat Komando...

Kapan aku memberimu izin?

Apa aku mengatakan informasinya akurat dan menyuruh mereka menyerang?

Justru kau yang menipuku!

Tolong, jangan melempar kesalahan itu kepadaku.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang kesepakatan Mahanta.

Prashant Mahanta, Ketua Grup Mahanta...

...telah mengadakan konferensi pers.

Kami membawa Anda ke markasnya.

Di mana bahkan polisi dan paramiliter tak aman...

...bagaimana mungkin kami ambil risiko dirikan pabrik di sana?

Sebelum pemerintah menjamin nyawa setiap pekerja...

...kami tak akan memulai pekerjaan apa pun.

Terima kasih.

Katakan kepada kami, Inspektur Jenderal.

Apa kau mampu mengatasi masalah ini...

...atau kuminta saja Tn. Mahanta untuk meneken perjanjian dengan Rajan?

Tunjukkan tindakan, Inspektur Jenderal.

Tindakan.

Baik, Pak.

Pembalasan langsung akan menimbulkan komplikasi.

Musuh tak akan menunggu di perbatasan yang bisa kita serang.

Pembantaian ini telah mengusik perasaan orang-orang kita.

Karena dendam, mereka akan bertindak berlebihan...

...dan orang tak bersalah akan mati.

Itu akan memprovokasi suku-suku. Itu yang Naxal mau.

Aku tahu, Adil...

...tapi para politisi ini punya tujuan sendiri.

Untuk memenuhi motif egois mereka, mereka terus menekan kita.

Apakah mereka peduli berapa banyak orang kita yang sudah gugur?

Kami kehilangan prajurit pemberani seperti KK!

Mereka akan memberikan kompensasi untuk publisitas, itu saja.

Dalam situasi yang buruk ini...

...siapa yang mau pergi ke Nandighat?

Apa?

Kenapa kau bisa lakukan ini?

Kau mengambil keputusan besar tanpa bicara denganku?

Aku tak mengerti!

Yang tidak kumengerti adalah...

...bagaimana 84 polisi bisa dibunuh dalam satu malam...

...dan bagaimana Nandighat bisa diperintah oleh teroris...

...bukan oleh negara?

Kenapa tak ada yang mau ditugaskan di sana sebagai AKBP?

Dengar, Rhea.

- Seseorang harus melakukan ini. - Benar...

...dan hanya kau yang bisa melakukannya, 'kan?

Tak ada yang cukup jantan di seluruh kepolisian, 'kan?

Bicaralah padanya.

Dia bereaksi berlebihan.

Itu sudah pasti...

...karena kau bertekad bertindak gila.

Sangat sulit untuk ditugaskan di kota yang sama.

Begitu kita berniat untuk berkeluarga...

...dia pindah ke Nandighat!

Jangan lakukan ini, Adil.

Menurutku, tak ada untungnya di sini.

Rute mana yang kau ambil?

Jalan raya utama, Pak. Itu lebih aman.

- Tidak, kita akan melewati Lakhimpur. - Tapi hutan di sana...

Lantas?

"Peringatan!

Ini adalah negara bebas di bawah pemerintahan rakyat.

Polisi, jika masuk, risiko kalian tanggung sendiri."

- Seberapa jauh Lakhimpur dari sini? - Sekitar 4-5 km, Pak.

Kita bisa ambil jalan lewat lereng ini.

Tapi, Pak...

Laksanakan.

Berikan kuncinya.

Masuk. Ayo, Pak.

- Kenapa ini terkunci? - Akan kuperiksa, Pak.

- Buka! - Baik, Pak.

Kuncinya ada pada Inspektur.

Cepat. Beri tahu Tewari AKBP sudah datang.

Pak.

Maaf, Pak.

Ini kantor polisi atau sarang pencuri?

Pak.

Berapa luas yang dicakup Kantor Polisi Lakhimpur?

Dua kilometer, Pak.

- Dua kilometer? - Ya, Pak.

Tapi kantor polisi berikutnya adalah 23 km dari sini.

Ada blokade jalan di setiap arah 2 km dari sini.

Tak ada yang berani pergi ke sana.

Setiap pos baru yang kami buat, diledakkan oleh Naxal.

Lalu bagaimana kau dapat informasi tentang Naxal?

Kau punya informan di desa-desa?

Bagaimana kau kendalikan kejahatan di sini?

Walau terjadi pembunuhan...

...tak ada yang melaporkannya.

Semua masalah diselesaikan di pengadilan rakyat Naxal.

Di sini sangat damai, Pak.

Jangan tembak!

Jadi, Manajer...

...datang sendiri?

Kupikir kau akan mengajak polisi.

Untuk apa butuh polisi jika ada kau, Nagaji.

- Denganmu... - Manajer!

Hentikan omong kosongmu!

Aku akan mengakhiri sandiwaramu.

Cepat pasang dinamitnya.

Kenapa kau marah, Nagaji?

Kami bukan orang luar...

Cukup, Bodoh!

Perusahaanmu membeli tanah ini dengan harga jutaan, lalu kami?

Kami hanya meminta sumbangan 40.000 dolar, kau menggerutu.

Tunggu sebentar, aku akan mengaturnya.

Hanya itu waktu yang kau punya.

Atau dalam 60 detik, kau tinggal sejarah.

Halo?

Lima.

Sepuluh.

Dan...

Lima belas. Jumlahnya, 15.000 dolar AS.

Lal Salaam.

Lal Salaam.

Hai!

Apa yang kau lakukan?

Mengambil upahku, Kamerad.

Benarkah?

Sangat cerdas, ya?

Sangat pintar jika urusan uang.

Begitulah aku.

Dengan uangmu, mereka membeli senjata dan amunisi.

Sama saja dengan konspirasi kejahatan melawan negara...

...dan aku bisa menangkapmu menurut pasal 120-B dan 121.

Pak, aku Ravinder Nath. Manajer Proyek Cosmos Global Steel.

Pekerjaan pipa kami terhenti sejak empat tahun terakhir.

Maaf, tapi polisi bahkan tak membalas permintaan perlindungan kami.

Kami merugi jutaan setiap tahun.

Kami tak punya pilihan.

Jika kami buat kesepakatan dengan Naxal, kau membunuh kami.

Jika tidak, kami rugi besar.

Kami bukan hanya menanggung kerugian...

...tapi nyawa kami juga terancam.

Jika ada telepon dari hutan, polisi tak terlihat.

Kami akan lindungi.

Kau akan mendapatkan bantuan dan perlindungan polisi.

Tapi kau juga harus membantu kami.

Aku ingin memotong pasokan Naxal.

Mereka tak bisa membeli senjata cuma dari sumbangan suku-suku.

Ingat, kita harus hadapi perang ini bersama-sama.

Orang-orang kita tak mengerti politik.

Mereka tak bisa mengerti...

...kenapa kita berperang melawan bangsa kita sendiri...

...dan sekarat.

Mereka merasa politisi kita tak menginginkan solusi.

Kami digunakan sebagai kambing hitam.

Kondisi kamp sangat buruk.

Walau mereka lolos dari peluru Naxal, malaria akan membunuh mereka.

Penempatan di pedalaman berarti tak ada listrik, tak ada jaringan...

...tak bisa bicara dengan keluarga berbulan-bulan.

Bagaimana intelijen kita?

Itulah masalah terbesar kami.

Jika intelijen kita baik...

...KK dan Sarabjeet tak akan terjebak.

Bagian yang paling menakutkan adalah...

...penduduk desa sangat mendukung Naxal.

Kami mengumumkan hadiah sebesar 25.000 dolar AS...

...tapi tak ada yang berani maju.

Karena Maois milik desa-desa itu...

...mereka mudah berbaur dengan mereka.

Jaringan mereka sangat kuat. Mereka tahu semua gerakan kita.

Hanya karena ini...

...Rajan dan dua komandan wilayahnya, Naga dan Juhi...

...sudah menyebarkan teror di Nandighat.

Kita harus hancurkan kendali mereka, bagaimanapun caranya.

Ada polisi! Lari!

Ada polisi! Lari!

Penduduk desa belum pernah melihat pejabat pemerintah.

Jadi, mereka pikir polisi adalah pemerintah.

Mereka tak takut mati...

...tapi mereka takut pada seragam polisi.

Cepat. Ayo kita pergi.

Tunggu sebentar.

Dengarkan.

Lari!

Maafkan aku, Pak. Aku tak tahu apa-apa.

- Ambil pelbetnya. - Aku tak tahu apa-apa.

Aku tak melakukan apa-apa.

Mari.

Maafkan aku, Pak.

Duduk.

Bagaimana kau bisa terluka?

Silakan duduk.

Silakan duduk.

Silakan duduk.

Kau tak perlu takut.

Namaku Adil.

Teman kalian.

Kuakui kami sudah melakukan kesalahan.

Pemerintah tak perhatikan kebutuhan kalian dan sudah terjadi ketidakadilan.

Bahkan hari ini...

...kalian takut pada polisi.

Aku di sini untuk menghilangkan ketakutan itu.

Dengan kerja sama kalian, kami bisa memperbaiki kesalahan kami.

Pemerintah dan negara ingin kalian menjadi bagian dari kemajuan kami.

Anak-anak kalian harus punya masa depan cerah...

...dan tak hidup di bawah bayang-bayang teror dan senjata.

Pikirkan diri kalian sendiri.

Apa gunanya para Maois memberi kalian senjata?

Jalan, listrik, sekolah, rumah sakit yang menjadi tujuan kalian berperang...

...apa mereka berikan semua itu kepada kalian?

Apa mereka bisa berikan semua itu?

Naxal tak percaya pada demokrasi.

Mereka ingin merebut kekuasaan dengan senjata.

Siapa pun yang mendapat kekuasaan dengan senjata...

...atas dasar apa mereka akan memerintah kalian?

Kalian harus pikirkan itu.

Perang ini harus dihentikan sekarang. Itu tak ada gunanya bagi siapa pun.

Berhentilah hidup dalam ketakutan dan bekerja samalah dengan kami.

Kita bisa bekerja sama meraih kehidupan lebih baik.

Tak seorang pun bisa mengancam kalian.

Tak seorang pun!

Berikan padaku.

Jika kalian memiliki masalah...

...atau jika ada yang mengancam kalian...

...baik itu Naxal atau polisi...

...ini nomor teleponku. Panggil aku.

Aku berjanji akan segera bertindak.

Percayalah padaku.

Percayalah padaku.

Semua orang di sini adalah anggota partai...

...dan kalian semua punya hak yang sama.

Apa yang harus dilakukan...

...siapa yang harus didengarkan...

...adalah pilihan kalian.

Aku hanya bisa bilang, AKBP baru itu sudah memberikan kebohongan.

Mereka sudah menipu kalian selama 60 tahun terakhir...

...dengan kata-kata manis dan janji-janji palsu.

Dengan memberi kalian sebuah permen...

...mereka akan mengisap darah kalian.

Jangan lupa, Kamerad.

Polisi-polisi ini bekerja untuk pemerintah yang lalim.

Menurut kalian, Mahanta, pemilik Steel Project...

...di mana dia tinggal?

Dia tinggal di London.

Istananya bernilai 300 juta dolar AS!

Empat puluh kamar tidur.

Masing-masing kamar untuk makan, mandi, menari, buang air besar.

Kolam renang, lapangan golf... Entah apa lagi yang ada di sana!

Dari mana semua uang itu?

Katakan padaku, dari mana?

Dari mineral yang ada di bawah tanah ini.

Sekarang, Mahanta sudah dapat proyek 3 miliar dolar AS dengan pemerintah ini.

Berapa?

Tiga miliar dolar AS!

Tiga 3 miliar dolar AS!

- Balu. - Ya, Kamerad?

Pernah melihat uang sebanyak itu?

Pernah, Kamerad, dalam mimpiku.

Tiga uang kertas bernilai satu miliar per lembarnya.

Lalu, apa yang Mahanta janjikan?

Dia akan membuka universitas internasional kelas satu...

...di mana anak-anak kita akan belajar, membaca, dan bicara dalam bahasa Inggris.

- Diam, Bodoh. - Diam!

Ini adalah taktik untuk mengambil tanah kita dan menggusur kita.

- Apakah kita mau digusur? - Tidak!

Kita tak akan pernah digusur.

Ponsel.

Halo, Pak AKBP.

Pak AKBP.

Halo?

Halo, Pak AKBP.

Pak AKBP.

- Halo? - Halo?

- Halo? - Halo, Pak AKBP.

Pak AKBP.

Itu aku...

Berengsek kau!

Berengsek kau!

Berikan padaku.

Halo?

AKBP Adil Khan?

Siapa ini?

Aku Rajan.

Rajan siapa?

Dengarkan ini...

...dan kau akan tahu.

Dengarkan.

Rajan!

Bajingan kau, Rajan! Lepaskan dia!

Kenapa kau menyiksa orang miskin? Jika kau jantan, temui aku!

Diam!

Diam!

Jangan menyesatkan penduduk desa kami yang tak bersalah dengan janji palsumu.

Jangan coba-coba datang ke desa kami lagi!

Jika kau ingin hidup, jangan keluar dari kota Nandighat!

Tetaplah di sana.

Diam!

Hukum pengadilan rakyat sudah jelas...

...soal hukuman pengkhianatan.

Untuk mengadukan kameradmu, hanya ada satu hukuman.

Lal Salaam!

Lal Salaam!

Lal Salaam!

Lal Salaam!

Lal Salaam!

Lal Salaam!

Pak.

Anakku sudah mati!

Tak ada yang mau buka mulut.

Walau ada yang membubuhkan cap jempol pada laporan...

...mereka berubah pikiran di pengadilan.

Tak mungkin memenangkan perang ini dengan cara hukum.

Aku ingin Rajan, bagaimanapun caranya.

Informasi juga sama di sini.

Rajan berkemah di Latehar tadi malam.

Dia berangkat pagi ini pukul 10.00 lewat Kolhar.

Diperkirakan akan melintasi perbatasan sekitar pukul 15.00 melalui Danau Takroli.

Berapa orang yang bersamanya?

Sekitar 40-50 orang, Pak.

Apakah informasi itu kuat?

Pak, itu...

Aku sudah mempertaruhkan nyawaku untuk menemuimu.

Jika Rajan tahu, dia akan membunuhku.

Percaya pada kami.

Kau pergi ke sana.

- Kau pergi ke sana. - Baik, Pak.

Lal Salaam!

Pak!

Ayo, Pak! Ayo kita pergi, Pak!

Tetaplah di Nandighat, AKBP!

Atau tak akan kuampuni nyawamu!

- Lal Salaam! - Lal Salaam!

- Lal Salaam! - Lal Salaam!

Lal Salaam!

Lal Salaam, Kamerad.

Lal Salaam. Bagus.

Kabir?

Apa kau gila?

Aku bisa saja menembakmu.

Sahabatku, nyawaku adalah milikmu.

Ambillah kapan saja...

...dan tukar dengan minuman.

Pihak keamanan tak menghentikanmu?

Keamananmu sangat ketat. Aku tak akan bisa masuk.

Jadi, aku datang dengan caraku sendiri.

Bagaimana mungkin mereka tahu kita ini pejuang gerilya terlatih?

Sepertinya kau sangat tegang.

Lupakan itu, katakan saja kenapa kau kemari?

Kenapa aku kemari?

Aku merindukanmu.

Jadi, aku datang untuk menemuimu.

Rhea cerita tentang insidenmu.

Kudengar kau membunuh 8-10 Naxal.

Omong kosong!

Itu jebakan.

Itu jebakan lagi, Kabir.

Rajan sudah menciptakan teror seperti kematian di sini.

Dia membantai Dagdu yang malang dan berlagak seperti pahlawan besar.

Dia lolos hari ini.

Tapi aku akan memburunya.

Akan kugantung mayatnya dari jendela Menteri Dalam Negeri.

Aku akan bersihkan Nandighat. Apa yang mereka pikirkan?

Aku adalah polisi di sini.

Akulah yang memutuskan apa yang benar dan salah.

Jika dia punya nyali, biarkan dia menghadapiku!

Kutantang dia satu lawan satu. Tanpa senjata.

Satu lawan satu!

Akan kuhancurkan bajingan itu!

Sudahlah.

Tidurlah sekarang.

Ayo.

Aku hanya butuh satu petunjuk yang kuat.

Aku akan menghabisi Rajan.

Tidurlah.

Aku senang kau datang.

Semua orang takut.

Adil.

Adil!

Kau belum tidur?

Aku ingin bicara denganmu.

Bangun.

Apa kau gila?

Tidak, aku sudah pikirkan baik-baik.

Kita bisa melakukannya.

Jika mereka curiga, mereka akan langsung membunuhmu.

Bagaimana mereka akan curiga?

Tak seorang pun yang mengenalku dan pernah melihatku di sini.

Baik penduduk lokal atau Naxal, bahkan polisimu.

Setelah sudah berbaur dengan mereka, akan kukirimkan semua informasi.

Rencana, gerakan, tempat persembunyian mereka.

Kau tinggal serang dan basmi mereka.

Tamat.

Kabir.

Idemu sangat bodoh dan berbahaya.

Bahaya dari siapa?

Aku akan jadi anggota mereka, kamerad mereka.

Mereka tak akan curiga.

Kita selalu bekerja sama sebagai satu tim.

Tak ada yang pernah bisa menyentuh kita.

Percayalah, Kawan. Kita pasti bisa.

Kabir, kau tak mengerti...

Dengar.

Cara polisi konvensionalmu gagal.

Kau harus pakai cara berbeda.

Kau ingin Rajan, 'kan?

Aku akan memberimu Rajan.

Percayalah, kita akan menang.

Kau tinggal carikan cara agar aku bisa masuk.

Jadi, Moti...

...kau sudah berkhianat?

Pak, tokoku ini untuk umum.

Aku tak bisa menolak siapa pun, bukan?

Tapi sudah tujuh hari sejak kupasang poster itu.

Kau belum berikan informasi apa pun.

Tak mudah mendapatkan informasi.

Kau sudah lihat sendiri...

...mereka ambil uangnya dan berikan informasi yang salah.

Ayo, berikan bagianmu!

Pak, aku belum menjual apa pun.

Omong kosong! Setiap minggu, alasanmu selalu sama.

Aku butuh uang ini untuk beli obat.

Putriku sedang dirawat di rumah sakit!

Kau adalah pelayan masyarakat. Ini bukan tindakan yang baik.

Berani-beraninya kau menyentuh polisi?

Kau berani menyentuh polisi?

Tangkap dia!

Tangkap dia!

Ikut ke kantor polisi!

Bawa dia.

Jalan!

Kau berani memukul polisi?

Pasal 353...

...419...

...420...

...468.

Kau anggota pasukan Naxal yang mana?

Berapa kali harus kubilang aku bukan anggota Naxal.

Aku datang untuk menagih utang.

Berikan cerita itu kepada orang lain.

Aku akan menulis ceritamu!

Aku akan menuntutmu dengan banyak tuduhan sampai lupa menghitung!

Madhav!

Biar aku yang tangani.

Kau urus hidungmu. Kurasa hidungmu patah.

- Kau... - Ayo.

Kau bisa bereskan masalahmu besok.

Dia tak akan kemana-mana.

Pergilah.

Tinggalkan dia.

Kau mau coba, AKBP?

Ayo, pukul aku!

Tapi ingat, aku tak akan mengampuni siapa pun.

Masukkan dia ke sel isolasi.

Dia banyak bicara.

Biarkan dia membusuk!

- Bajingan itu kabur! - Tangkap dia!

Setelah kabur dari sel polisi, langsung lari ke hutan.

Jangan takut.

Polisi tak akan mengikutimu ke hutan di malam hari.

Hutan itu adalah wilayah Naxal.

Mereka akan menemukanmu.

Ingatlah...

...mereka mencurigai setiap orang asing sebagai informan polisi.

Hai!

Hai!!

Bangun!

Kalian boleh pergi.

Dia tahanan kita sekarang.

Siapa kalian?

Bangunkan dia.

Apa yang kalian lakukan?

- Ke mana kalian akan membawaku? - Diam!

Bawa dia.

Duduk.

Duduk.

Siapa namamu?

Jawab! Siapa namamu?

Kabir.

Nama lengkap! Kabir apa?

Apa untungnya bagimu?

Apa kau polisi?

Kau yang polisi!

Bagaimana menurutmu?

Hanya karena kami hidup di hutan, maka kami bodoh?

Kami tahu kau adalah orangnya AKBP Adil Khan.

Benar sekali!

Aku juga tahu kau adalah Madhuri Dixit!

Sok tahu.

Kami tak main-main.

Berengsek.

Dalam sedetik, peluru ini akan menembus tengkorakmu.

Lalu kenapa kau bertanya seperti itu?

Kalian membawaku kemari dengan mata tertutup...

...kemudian menghinaku dengan menyebutku polisi.

Kau bukan berasal dari sini.

Apa yang kau lakukan di Nandighat?

Aku punya bisnis di Nagpur, pabrik ponsel.

Usahaku gagal...

...dan orang-orang di sini berutang padaku.

Aku datang kemari untuk menagih utangku.

- Tapi kulihat tokonya sudah tutup. - Toko yang mana?

Shri Computers.

Menjual ponsel bekas.

Di Hanuman Chowk.

Kenapa?

Menagih utang dilarang di sini?

Kalian akan menembakku?

Berdirikan dia.

Fajar itu

Fajar itu pasti akan datang Suatu hari nanti

Fajar itu pasti akan datang Suatu hari nanti

Fajar itu

Tunggu saja

Aku sudah periksa Shri Computers.

Apa yang dia katakan benar.

- Soal polisi? - Mereka memburunya.

Mereka mendakwanya dengan 7-8 kasus.

Lepaskan ikatannya.

Aku mengerti sekarang.

Kau bukan manusia.

Kau Naxal.

Tolong maafkan aku.

Aku datang ke tempat yang salah.

Tak masalah kalau uangku tak kembali.

Radio, televisi...

Aku bisa cari yang lain.

Kau boleh pergi jika kau mau.

Tapi polisi sudah menjebakmu.

Menyebutmu Naxalite juga.

Omong-omong, kudengar kau patahkan hidung Madhav Rao.

Jika petugas lain tak menahanku...

...aku pasti sudah...

Ayo kita pergi.

Kalian akan meninggalkanku di sini?

Apa lagi?

Kami tak bisa membawamu.

Lalu kenapa kau menangkapku?

Kau tadi bilang...

...jika polisi menemukanku, mereka akan membunuhku, menyebutku Naxal.

Kau tak memberiku pilihan lain.

Yang dia katakan benar.

Kamerad, kita tak tahu politiknya.

Bisa jadi, dia adalah penjahat.

Politik apa, Kamerad?

Musuh dari musuh kita selalu menjadi teman kita.

Sepertinya dia akan berguna.

Dia pintar menyanyi.

Dia memekakkan telingaku semalaman.

Baiklah. Masukkan dia ke kelompok teater.

Dia akan berguna untuk kampanye.

Hei, Kakak, kami sudah muak Dengan hukummu yang lalim

Sekarang giliran kita

Wabah harga tinggi Telah memadamkan api dapur kita

Mereka bilang akan menghapus kemiskinan Tapi malah menyingkirkan orang miskin

Seperti menyeruput limun manis Mereka menelan negara dalam satu teguk

Kantong rakyat jelata dikuras

Seperti menyeruput limun manis Mereka menelan negara dalam satu teguk

Kantong rakyat jelata dikuras

Kantong rakyat jelata dikuras

Hei, Kakak, kami sudah muak Dengan hukummu yang lalim

Sekarang giliran kita

Hei, Kakak, kami sudah muak Dengan hukummu yang lalim

Sekarang giliran kita

Baik itu Birla atau Tata, Ambani atau Bata

Demi mengejar keuntungan, Mereka mengeruk negara

Baik itu Birla atau Tata, Ambani atau Bata

Demi mengejar keuntungan, Mereka mengeruk negara

Itulah darah kita

Ya, darah kitalah yang menggerakkan Mesin mereka, cepat dan ganas

Kantong rakyat jelata dikuras

Kantong rakyat jelata dikuras

Tak ada lagi kesombongan dan keserakahan

Sekarang giliran kita

Tak ada lagi kesombongan dan keserakahan

Sekarang giliran kita!

Madhav, cari dan periksa seluruh distrik.

- Nanti kucek langsung. - Siap.

Pak! Dia adalah Naxalite yang sama.

Sudah kubilang.

Aku tak akan mengampuninya hari ini.

Radionya.

Masuk, Tim Patroli.

Pak, ada telepon dari markas.

Ini.

Ya, Pak?

Tangkap dia. Dia anggota Naxal.

Baik, Pak.

Itu Grup Teater Rakyat.

Tangkap orang yang bermain harmonium!

Baik, akan kuperiksa, Pak.

Ayo.

Di mana?

Ayo, Saudaraku, main tamburnya Suarakan iramanya

Ayo, Saudaraku, main tamburnya Suarakan iramanya

Agar mereka percaya padamu...

...kau harus beri mereka informasi tentang kami.

Senin pagi, aku akan berpatroli di Jhingna dan Ratonwadi.

Frekuensi radio pada Senin pagi adalah 132,5.

Kalian mau ke mana tergesa-gesa begitu?

Lima unit polisi menuju ke Jhingna.

Kita harus segera bergerak.

Bagaimana kau bisa tahu?

Dari radio. Mau tanya apa lagi? Kita harus pergi.

Hentikan omong kosong ini!

Polisi umumkan rencana mereka di radio sekarang?

Didi!

Didi, ada pesan dari Ratonwadi.

Musuh sudah sampai di Jhingna.

Saat aku memberitahumu...

...kau langsung menyerangku!

Ayo kita pergi dari sini.

Segera beri tahu Kamerad Rajan. Kami tunggu dia di Motireta.

- Lal Salaam! - Lal Salaam!

Siapa dia?

Ini Kabir, Kamerad.

Kabir.

Jadi, ini kau.

Orang yang mematahkan hidung Madhav Rao!

Dia mencegat pembicaraan polisi di radio!

Radio?

Tunggu sebentar!

Kami berpatroli di Jhingna.

Kami tak tahu keberadaan Naxal. Ganti.

Kami menuju ke sana dan segera bergabung. Ganti.

Kami butuh orang lebih banyak. Ganti.

Lanjutkan patrolimu.

Bagus, Kamerad.

Di mana kau belajar semua ini?

Aku seorang insinyur teknis...

...dan ini hobiku.

Keshav, bawa dia bersamamu.

Mereka adalah rekrutan baru?

Mereka adalah rekrutan baru dan latihan mereka baru saja dimulai.

Baik!

- 19. - 20.

21.

21, mulai dari 1 lagi.

Kenapa? Satu setelah 20?

Karena suku-suku kita tak bisa menghitung lebih dari 20.

Luar biasa!

Tak bisa menghitung lebih dari 20...

...tapi tahu segalanya tentang politik, revolusi, Mao, Lenin.

- Hebat. - Satu...

"Tak ada halangan dalam mendirikan pabrik baja Mahanta, kata PM."

Dengar.

Jangan anggap enteng Adil Khan ini.

Mereka tempatkan petugas senior di sini...

...karena mereka berniat menggunakan semua kekuatan untuk proyek ini.

Di mana pun Mahanta mendirikan pabriknya...

...Indonesia, Brazil, Libya...

...dia menggunakan tentara bayaran untuk menggusur warga setempat.

Milisi sipil Salwa Judum juga buat banyak keributan di sini.

Beri tahu Komite Pusat untuk mempersiapkan aksi langsung.

Kita dirikan kamp untuk melatih milisi dan pasukan suku.

Beres.

Tapi kita butuh dana untuk beli senjata.

Dana kita tak cukup.

Kenapa kau memandang ke arahku?

Rekeningmu tak masuk hitungan, Kamerad.

Apa maksudmu?

Kamerad Naga.

Dalam tiga bulan terakhir...

...kau sudah mengumpulkan 25 dari Road Contractors...

...22 dari kontraktor Bamboo and Tendu Leaf...

...dan 20 dari Cosmos.

Apa maksud 25, 22 dan 20?

Aku yang mengumpulkan dan yang menghitung?

Kamerad Rajan, kau salah informasi.

Lihat.

Setiap sen yang terkumpul disetorkan sepenuhnya.

Kau harus membuktikan angkanya.

Kau tak boleh bicara denganku seperti ini.

Aku komandan wilayah. Darahku untuk partai...

Duduk, Naga.

Aku bilang duduk.

Kendalikan dirimu. Kami hanya memeriksa rekening.

Catatanku bersih.

AKBP Adil Khan sudah sangat mempersulit keadaan...

...tapi jika partai butuh dana, aku masih bisa kumpulkan.

Tapi hentikan tuduhan palsu ini.

Serahkan masalah uang kepadaku.

Aku akan mengatur semua dana itu.

Beri tahu pemasok bahwa senjata harus dikirimkan...

...tepat waktu.

- Lal Salaam, Kamerad. - Lal Salaam.

Hati-hati, Kamerad.

110 senapan otomatis, 500 kg bahan peledak, dan 25 AK 47...

...dalam empat kotak.

Cepat.

Biar aku saja.

Kenapa kita tinggalkan di sini?

Di sini, hutannya tak lebat dan banyak polisi yang berpatroli.

Berbahaya jika membawanya kembali.

Shivram akan segera mendirikan kamp pelatihan di sini.

Nanti baru kita ambil.

Pergilah dengan Kabir dan beli sayuran.

Kutunggu kalian di halte bus.

Berapa harga tomat ini?

Baik, nanti kutelepon lagi.

Halo?

Ya.

Busnya terlambat.

Sebentar lagi sampai.

Apakah Juhi nama aslimu?

Semua orang di sini punya banyak nama.

Aku tak tahu apakah namamu Juhi atau bukan.

Itu bukan nama asliku.

Itu nama pemberian partai.

Aku bahkan tak ingat lagi nama asliku.

Sudah sembilan tahun aku pergi dari rumah.

Apa yang terjadi?

Aku dari Jharkhand.

Ayahku ingin mendidikku.

Tapi takdir punya rencana lain.

Dia meminjam uang dengan bunga.

Si pemberi pinjaman pertama membawa dua kakak perempuanku...

...kemudian merebut tanah kami.

Saat aku pergi ke kantor polisi untuk melaporkan...

...polisi itu bilang, "Pulanglah nanti malam.

Aku akan sampaikan laporanmu nanti."

Saat itulah aku memutuskan.

Sekarang aku benar-benar tak peduli.

Misiku adalah mendirikan pemerintahan rakyat.

Jika aku hidup sepuluh tahun lagi, akan kubunuh setidaknya 100 orang lagi.

Kabir.

Giliranmu jaga.

- Halo? - Ini aku. Kau bisa dengar?

Kabir?

Apa kabar? Kau telepon dari mana?

Dari kamp. Aku sudah bergabung dengan mereka, Kamerad.

Kupikir kau hanya menyanyi.

Semua harus melakukannya. Sekarang dengarkan.

Kiriman senjata sudah datang.

Aku akan kirimkan lokasi.

Kamp pelatihan juga akan dibuat.

Kukirimkan detailnya begitu aku tahu.

Kapan?

Begitu aku tahu.

Hancurkan ponsel ini setelah mengirim lokasi. Mengerti?

Hati-hati.

Ya, baiklah. Sampai jumpa.

Sedang apa kau?

Kau kirim pesan untuk siapa?

Berikan padaku.

Lebih dari 500 kamerad sudah mendaftar kali ini.

Senjata kita tak cukup.

- Jadi, latih mereka dengan baik. - Pak!

Ada penggerebekan polisi pagi ini.

Kemari.

Semuanya hilang.

Apa maksudmu?

Semua senjata kami disita.

Semuanya hilang.

Satu, dua, satu!

Satu, dua, satu!

Satu, dua, satu!

Satu, dua, satu!

Di manakah Keshav?

Dia tak ada saat aku berjaga.

Aku juga tidak.

Hancur semuanya!

110 senapan otomatis, 500 kg bahan peledak, dan 25 AK 47.

Mereka berencana membagikan senjata ini kepada penduduk desa.

Kaum Maois semakin putus asa.

Tapi intelijen kami mengawasi setiap gerakan mereka.

Kami tak akan membiarkan rencana mereka terlaksana.

Kami memiliki informasi lengkap tentang pemasok dan sumbernya.

Adil Khan boleh mencoba semua yang dia mau.

Jika kematian pun tak bisa menghalangi kita...

...apa yang bisa dilakukan oleh kemunduran kecil ini?

Gerakan kita adalah untuk rakyat.

Demi hak mereka, kita akan berjuang hingga napas terakhir kita.

Sebelum kita menyingkirkan musuh dari setiap jengkal tanah kita...

...kita tidak akan hidup dengan tenang.

Kamp pelatihan rakyat akan berlanjut...

...sampai tujuan kita tercapai.

Lal Salaam!

Kita akan merebut dan mengambil hak kita

Kita akan merebut dan mengambil hak kita

Tanpa bimbang atau ragu

Hutan ini adalah ayah kami Sungai adalah ibu kami

Hati-hati, jika ada yang merebutnya

Kita akan hancurkan mereka.

Kini, kita tak mengindahkan siapa pun Atau menderita lagi.

Kita sudah cukup mendengar Sudah cukup menderita

Sampai kapan lidah kita harus membisu

Suatu hari, lidah kita akan berbicara

Dia menuntut

Pria baru ini menuntut hak untuk hidup

Dia menolak haknya dan mengangkat senjata

Kau adalah awan, sarat dengan cinta

Aku adalah gunung, berdiri di jalanmu

Saat kau menyerangku

Gerimis datang

Hujan turun di mana-mana

Hujan sepanjang malam

Hujan turun di mana-mana

Hujan sepanjang malam

Setelah kau membebaskan diri

Begitu kau membebaskan diri

Polisi menyerang!

Ayo, Juhi. Ayo kita pergi.

Cepat!

Mundur!

Berhenti!

JEDA

Kami menghancurkan kamp pelatihan...

...dan operasi terbesar mereka dalam semalam.

Semua pujian untuk ini diberikan kepada Adil Khan.

Pak, aku Mansi Dubey dari Dainik Bhaskar.

Kau yakin, tak ada penduduk yang tak bersalah di antara 64 korban?

Dengar.

Polisi tak mengincar warga sipil yang tak bersalah.

Ketika polisi melanggar HAM, kenapa kasusnya tak pernah diusut?

Akan diusut.

Mari kita luruskan satu hal.

Ada perang yang terjadi di Nandighat...

...yang dihasut oleh Maois melawan kedaulatan negara kita.

Perang yang peraturannya tak bisa kita putuskan...

...karena gerakan Naxalite tak mengikuti aturan apa pun.

Jika kalian mengkhawatirkan HAM...

...kenapa kita tak membicarakan tentang kekerasan mereka.

2.000 polisi mengorbankan nyawa mereka...

...karena mereka melindungi negara kita.

Kusarankan kalian selidiki kematian mereka terlebih dahulu...

...setelah itu, kubalas tuduhan kalian.

Kau terluka, bukan?

Bagaimana kabarmu?

Kenapa kau tak beri peringatan?

Kau langsung menembak.

Kami sudah peringatkan, Kabir.

Tapi musiknya sangat keras, tak ada yang mendengar.

Penjaga mereka juga mulai menembak.

Kami bisa apa? Membuang senjata kami?

Ini tak benar, Adil.

Anak-anak, orang tua, wanita.

Kebanyakan adalah orang tak bersalah.

Orang yang tak bersalah tak datang untuk latihan senjata.

Mereka merasa pemerintah tak berbuat apa-apa untuk mereka...

...dan sekarang ingin merebut tanah dan rumah mereka.

Mereka mengira pemerintah dan polisi mendukung Mahanta.

Dengarkan, Kabir.

Aku percaya padamu sepenuhnya.

Kalau tidak, takkan pernah kubiarkan kau menyusup.

Tapi, jika kau bingung dengan propaganda sia-sia mereka...

...dan ingin meninggalkan misi ini, aku tak keberatan.

Tak ada yang lebih penting bagiku selain kau.

Apa aku bilang aku ingin pergi?

Aku melakukan misi ini untuk membantumu.

Kupikir kau akan mengerti bahwa mereka memperjuangkan hak mereka.

Cara mereka salah, Kabir.

Aku tahu bahwa kau sedih melihat kondisi mereka yang mengerikan.

Itu sangat mempermalukan negeri ini!

Tapi, jika memang tak ada pembangunan di sini...

...tempat ini akan benar-benar menjadi neraka.

Percayalah. Apa yang kita berdua lakukan di sini...

...pada akhirnya akan menguntungkan masyarakat setempat.

Bagus.

Begitu kami menangkap Rajan, kau keluar.

Aku akan menjaga masa depanmu. Paham?

Paham.

Selamat, Tn. Mahanta.

Selamat datang, Pak.

Silakan, Pak Menteri.

Selamat. Aku punya dua kabar baik untukmu.

Kau sudah bekerja dengan baik di sini.

Jadi, kami ingin lakukan sesuatu untukmu.

Kami tak bisa mengakhiri pengasinganmu di Nandighat ini...

...jadi, kami akan mengirim Dewi Sinta untukmu.

Kabinet sudah menyetujui proposal...

...untuk Pasukan Intelijen Khusus di Nandighat.

Kami menugaskan Rhea Menon sebagai direkturnya di sini.

Terima kasih, Pak.

Tak ada yang bisa menghentikanmu untuk memenangkan Medali Emas Presiden.

Belilah tuksedo baru untukmu.

Kemajuan kita tak akan lengkap...

...selama masyarakat suku yang miskin dan terbelakang tak maju.

Untuk itu perlu ada pendidikan...

...kesehatan dan pekerjaan di sini.

Pemerintah ingin membawa semua fasilitas ke rumah kalian...

...dan kami akan melakukannya!

Pabrik baja yang didirikan di sini oleh Grup Mahanta...

...khusus untuk kalian!

Jika terjadi kemajuan di rumah kalian, maka bangsa ini akan maju.

Tak ada yang berjalan dengan baik, Kamerad.

Aku tahu kamp pelatihan itu adalah tanggung jawabmu.

Tapi, kejadian itu bukanlah tanggung jawabmu.

Enam puluh tiga orang menjadi martir.

Kami kehilangan Shivam...

Chakravarthy.

Apa yang harus kami lakukan sekarang?

Proyek Mahanta akan menghancurkan segalanya di sini.

Bagaimana kita akan melawan mereka sekarang?

Rajan yang selalu siap, pantang menyerah...

...terlihat sangat tak berdaya hari ini.

Itu membuktikan, bagaimanapun, kau juga adalah manusia.

Apa yang harus kulakukan?

Apa yang akan kau lakukan di waktumu?

Perang semacam ini selalu merupakan permainan kepercayaan diri.

Kepercayaan diri kedua jenderal itu.

Adil Khan sangat tahu itu.

Aku sudah pelajari berkasnya dengan cermat.

Sekarang, kau tinggal menyusun langkah untuk menghancurkan kepercayaan dirinya.

Yang kau butuhkan hanya satu langkah mematikan, Kamerad.

Tuan, ada 17 kasus yang terdaftar...

...melawan Govind Suryavanshi di Nandighat.

Itulah yang kumaksud.

Alih-alih mengadakan persidangan di tempat yang berbeda...

...semua kasus harus dipindahkan kemari.

Penangguhan pemindahan dikabulkan.

Aku membaca di koran, kau juga pergi ke Nandighat.

Benar, Profesor.

Itu sebabnya aku tak mau meninggalkanmu.

Kita harus melaksanakan misi ini dengan cara apa pun, Kamerad.

Kita akan memasuki rumah musuh dan memukulinya...

...dan menghancurkan kesombongannya.

Buang seragam kalian...

...dan bagi menjadi tim yang lebih kecil dengan pemimpin tim kalian...

...dan masuki kota dari arah yang berbeda.

- Lal Salaam. - Lal Salaam!

Ayo kita pergi.

Kalian berdua tetap berada di luar gerbang markas polisi.

- Baik. - Begitu mobil polisi pergi...

...kabari aku lewat walkie-talkie.

- Ingat, jangan ada kesalahan. - Baik.

- Lal Salaam. - Lal Salaam.

Polisi sudah pergi bersama Kamerad Govind.

Kalian semua pergi dari sana.

Hentikan busnya.

Berhenti!

Minggir.

Mobil VIP akan lewat. Minggir!

Ayah!

Lindungi aku!

Ayo, Juhi. Kita harus pergi.

Ayah!

Ayo kita pergi!

Kejar mereka!

Bagus, Adil. Bagus.

Aku tak mengerti kenapa dia dibiarkan hidup!

Pak!

Pak, tolong satu pertanyaan.

Ini kemenangan yang luar biasa bagi kami.

Adil Khan sudah menghancurkan semangat mereka.

Orang-orang kami berjuang dengan berani untuk meraih kemenangan besar.

Kenapa kau menyebut ini adalah kemenanganmu...

...ketika Naxal menyerang kotamu di siang bolong...

...dan lolos dengan pemimpin mereka, Govind Suryavanshi.

Bahkan para Dewa tak bisa memuaskan kalian para jurnalis!

Selalu negatif.

Apa yang bisa dilakukan guru tua yang sakit-sakitan itu?

Biarkan mereka membawanya.

Kami menangkap panglima mereka.

Rajan.

Orang yang bertanggung jawab sudah meneror Nandighat.

Kami sudah memenangkan pertempuran di sana!

Terima kasih.

Jangan terlihat kecewa begitu.

Percayalah...

...kau sudah menang...

...dan aku sangat bangga padamu.

Tapi, aku kehilangan Govind.

Apa pentingnya itu, Adil?

Aku sudah minta izin untuk pengintaian satelit...

...di atas seluruh Nandighat.

Setiap jengkal akan diawasi.

Dia tak bisa lolos.

Lagipula, dia tak akan lolos.

Aku akan segera dapat informasi tentang dia.

Katakan padaku.

Bagaimana kau bisa menyiapkan jaringan informasi andal secepat itu?

Kau sudah mengubah kelemahan terbesar Kepolisian Nandighat...

...menjadi kekuatan terbesarmu.

Bagaimana caranya?

Satu intelijen memberikan intelijen lainnya.

Kebutuhan adalah inti dari semua penemuan.

Ketidakberdayaan adalah nama lain dari Mahatma Gandhi.

Itu dalam sekali.

Gandhi dengan senjata.

Kurang lebih seperti itu.

Kau sudah melakukan keajaiban, Adil.

Putraku adalah penggemar berat keberanianmu.

Berkat kau, proyek ini akan terlaksana.

Sudahlah, Pak.

Aku hanya melakukan tugasku...

...dan aku akan berusaha sebaik mungkin agar Naxal tak mengganggumu.

Bagaimana dengan bantuan lain?

Ini adalah daftar 230 desa suku...

...yang ada di area proyek dan pertambangan kami.

Evakuasi mereka.

Jangan khawatir soal biayanya.

Untuk mengevakuasi desa-desa itu...

...kau harus menghubungi Departemen Pendapatan Negara.

Ya, tentu saja kami akan menghubungi mereka.

Tapi, kau tahu penduduk desa ini tak akan pergi...

...kecuali jika kau gunakan senjatamu.

Maaf, Pak.

Senjataku hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Jika memang perlu digunakan...

...akan kugunakan senjataku untuk kebaikan.

Terima kasih, Tn. Khan.

Terima kasih sudah datang.

Aku sudah bicara dengan Komite Pusat.

Mereka akan memasok senjata dalam keadaan darurat.

Kita akan pergi ke desa-desa yang sudah diminta untuk pergi...

...dan meminta mereka untuk protes.

Apa yang kau harapkan akan terjadi, Rajan?

Kita akan bertarung.

Kenapa?

Kau memanggilnya Rajan.

Dia mirip Rajan.

Tak ada yang bisa menggantikan posisi Kamerad Rajan.

Itu benar.

Aku sangat merindukannya.

Tapi kita harus melanjutkan tugasnya.

Aku ingin kau mengambil alih tanggung jawabnya...

...untuk melatih dan melawan.

Mulai sekarang, nama revolusionermu adalah...

Azad!

- Lal Salaam. - Lal Salaam!

Pekerjaan, komisi, dan kemajuan...

...akan kalian dapatkan semua.

Tapi sebelum kita mendapatkan tanahnya, bagaimana proyek ini akan dimulai?

Dua ratus tiga puluh desa ini harus dievakuasi secepatnya.

Kalian juga sudah pernah melakukan ini.

Dengar, Tn. Mahanta.

Mahkamah Agung sudah melarang milisi sipil yang didukung negara.

Ya.

Tapi kalian punya tentara pribadi, bukan?

Kami menghargai pembicaraan terus terang seperti itu.

Buatlah kontrak dan kau akan mendapatkan hasil setiap hari.

Benar?

Makin banyak uang yang kau berikan kepada kami...

...kami akan meningkatkan tekanan dan menyelesaikan pekerjaan ini lebih cepat.

Tak ada paksaan.

Aku menghargai waktu melebihi apa pun.

Soal pemerintah, serahkan padaku.

Kami sudah lama berhenti mengkhawatirkan mereka.

Maju!

Ayo, jalan!

Ini imbauan kepada seluruh warga desa!

Evakuasi tempat ini secepatnya...

...beserta semua ternak, peralatan, dan persediaan kalian!

Evakuasi desa ini!

Jangan khawatir!

Pergi!

Ini perintah pemerintah, demi kebaikan kalian!

Pergi!

Pemerintah akan mengurus kalian dan menjamin masa depan kalian!

Dukung kami!

Pemerintah mendukung kalian!

Masa depan cerah menanti kalian!

Pindah ke kamp Beroma!

Pergi!

Masa depan cerah menanti kalian!

Kosongkan desa ini!

Pergi!

Pergi!

Cepat!

Cepat!

Cepat!

Polisi sama sekali tak membantu.

Ketika penduduk desa mengungsi sendiri, kau malah menangkap mereka!

Memangnya ini lelucon atau apa?

Pak, AKBP Nandighat menelepon.

Pak AKBP, Kabinet sudah menyetujui...

...evakuasi sukarela oleh penduduk desa.

Jangan ikut campur.

Pak, itu bukan sukarela. Mereka menggunakan kekerasan.

Ayolah, AKBP!

Beberapa pertempuran kecil terjadi bahkan selama festival.

Apa kau juga akan menangkap mereka semua?

Biarkan mereka pergi.

Kau fokus pada Naxal, mereka tangani desa-desa itu.

Tolong mengerti, Pak.

Situasinya sangat tegang.

Suku-suku itu itu sudah marah kepada pemerintah.

Dengan melakukan ini, apa pun niat baik kita akan...

Persetan dengan niat baik!

Kami hanya butuh tanah itu, titik!

Maaf, Pak.

Tapi jika ada yang melanggar hukum dalam wilayah hukumku...

...aku akan mengambil tindakan.

Aku bisa membuatnya dipindahkan dalam sekejap.

Dia berani mengajariku soal hukum?

Bicara padanya.

Adil...

...aku akan mengirim unit khusus untuk mengawasi Pengambilalihan Tanah.

Mereka akan melapor langsung kepadaku.

Lepaskan mereka.

Pak, ini tidak benar.

Itu bukan lagi yurisdiksimu, Adil Khan.

Serahkan padaku.

Terima kasih.

Bukan lagi yurisdiksiku.

Mereka menghancurkan kamp pelatihan kita.

Membunuh puluhan kamerad kita.

Ini rencana yang dipikirkan dengan matang dan pasti untuk melemahkan kita...

...dan orang di balik semua ini adalah Adil Khan.

Tapi, kita harus mendapatkan senjata lagi dan membalas.

Tidak sekarang.

Kita harus menggunakan apa pun yang kita miliki...

...untuk merehabilitasi dan memberi makan orang-orang tak berdaya ini.

Itu akan terlambat.

Inilah kenyataan pahit negara kita.

Tak ada yang peduli dengan kaum papa.

Proyek dan bisnis besar hanya memikirkan keuntungan.

Negara, polisi, dan sistem, semuanya dirancang untuk mereka.

Tak ada untuk rakyat jelata.

Itu sebabnya kami berjuang...

...dan terus berjuang sekuat tenaga.

Tapi, sekarang kita harus menyembuhkan luka-luka mereka.

Juhi sayang...

...berapapun dana yang dimiliki komandan wilayah, mintalah.

Ayah, dana kita tak banyak lagi.

Dana yang Naga kumpulkan sangat banyak...

...tapi dia berani menyangkalnya.

Jangan mematok harga untuk cinta, Sayang

Jangan mematok harga untuk cinta

Tawarlah dengan matamu

Tawarlah dengan matamu

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Karena aku telah menjadi jiwa tempat ini

Hatiku berkobar, dan mataku tak setia

Hatiku berkobar, dan mataku tak setia

Akal sehatku telah hilang dan imanku goyah

Karena aku telah menjadi jiwa tempat ini

Suara batinku tak lagi bisa kupendam

Sayangku, ungkapkan isi hatimu

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Matamu yang tajam membantaiku hidup-hidup

Matamu membunuhku

Matamu membunuhku

Seorang pria telah menjadi kekasih

Sebuah cinta telah mekar

Malam telah berlalu dan fajar tiba

Jangan pikirkan akibatnya

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Bukalah hatimu, Orang Malang

Bukalah

Bukalah hatimu, Orang Malang

Keputusan akan diambil dalam pengadilan rakyat.

- Lal Salaam! - Lal Salaam!

Bohong! Semuanya bohong!

Kau tak punya bukti, Kamerad.

Catatanku bersih.

Aku tak pernah memaksakan kehendakku kepada kamerad wanita mana pun.

Semua tuduhan itu palsu!

Ayo!

Ayo! Wanita murahan!

Lepaskan aku!

Ayo!

Bicaralah! Kenapa kau diam sekarang?

Hukum pengadilan rakyat sangat jelas.

Uang yang dikumpulkan oleh komandan wilayah...

...hanya milik gerakan kita.

Naga telah melanggar aturan ini...

...dan menyalahgunakan posisinya...

...untuk kesenangan pribadinya.

Satu-satunya hukuman untuk ini adalah...

...hukuman mati!

Lepaskan aku!

Aku tak ingin jadi bagian dari gerakan ini!

Lepaskan aku!

Putusan pengadilan rakyat tak berlaku untukku!

Lepaskan aku!

Lal Salaam!

Lal Salaam!

Aku melihat ada gerakan di sana.

- Perbesar itu. Cepat. - Baik, Bu.

- Lacak lokasinya melalui GSM. - Baik, Bu.

- Halo? - Adil, aku membutuhkanmu di sini.

Kulihat pergerakan di satelit.

Aku segera ke sana.

GPS Utara 23...

...15,59507 Timur 77.

Itu desa Barakhedi, Bu.

Barakhedi?

Aku tahu di mana Barakhedi berada.

- Rajaram. - Ya, Pak?

Cari siapa yang patroli di dekat Barakhedi.

Baik, Pak.

Telepon dari markas, Pak.

- Halo? - Madhav Rao.

Ya, Pak?

Kami melacak pergerakan di Barakhedi. Coba selidiki.

- Pak, kami dekat dari sana. - Bagus.

Perbesar ini.

- Berhenti. - Berhenti!

Kembali.

Kau baik-baik saja?

Kamerad Azad.

Kau kenapa?

Tak ada apa-apa.

Kalian lanjutkan saja.

Aku akan cari persediaan.

Halo?

- Lal Salaam. - Lal Salaam.

Apa gunanya menara ini jika tak ada jaringan?

- Lal Salaam. - Lal Salaam.

Lal Salaam.

Tidak, bukan ini.

Halo?

Halo, ini aku, Kabir.

Bagaimana kabarmu, Rekan?

Aku ingin bertemu denganmu.

Kapan? Ini penting.

Aku agak sibuk sekarang. Dua atau tiga hari lagi?

Ini mendesak, Adil. Besok...

...di tempat yang sama.

Ada apa? Kau baik baik saja?

Nanti kuberi tahu waktunya.

Baik, besok pukul 6. Di tempat yang sama.

Dari mana kau menelepon sekarang?

Desa Barakhedi.

Barakhedi? Keluar dari sana, sekarang juga!

Kenapa? Apa yang terjadi?

Aku mengirim Madhav Rao untuk menyerbu tempat itu.

Keluar sekarang! Cepat.

Ke mana mereka pergi?

Di mana mereka bersembunyi?

Kurasar Balu dan yang lainnya bersembunyi.

Mereka menunggu perintahmu.

Kita harus berhati-hati.

Nyawa wanita dan anak-anak terancam.

Keluar!

Keluar! Semuanya!

- Keluar! - Lepaskan anak-anak itu!

Adik.

Keluarkan semuanya atau kubakar seluruh desa ini!

Jika aku keluar sekarang, hanya aku yang akan ditangkap.

Seret semuanya kemari!

Jika tidak, mereka tak akan mengampuni, bahkan wanita dan anak-anak.

Bawa keluar semuanya!

Beri tahu yang lain agar tak menembak.

Bagus!

Kamerad Juhi sendiri.

Wanita berengsek!

Jangan...

Juhi bilang jangan menembak.

Ayo!

Baiklah.

Perlu kukabari markas besar?

Unit Empat, sebutkan posisi kalian.

Matikan radionya.

- Unit Empat, sebutkan posisi kalian. - Biar kuselidiki dia dulu.

Unit Empat, sebutkan posisi kalian. Ganti.

Kita pergi ke pos polisi hutan dulu.

Jika melihatmu, sulit dipercaya...

...kau sudah membunuh 49 polisi.

Lepaskan ikatan tanganku sebentar.

Akan kujadikan 50 polisi.

Tinggalkan dia.

Kalian keluar.

Kami akan merebut dan mengambil hak kami.

Kami akan merebut dan mengambil hak kami.

Kami akan merebut...

Beri tahu AKBP, operasi Barakhedi berhasil.

Komandan Wilayah Juhi sudah tertangkap.

Baik, Pak.

Ayo jalan.

Ayo jalan!

Jika kau berani coba bernapas...

...kau akan mati dua kali!

Jangan biarkan dia bergerak.

...mengambil hak kami.

Hei, bagaimana kabarmu?

Apa yang terjadi?

Kau bisa menghentikan Proyek Mahanta?

Apa?

Proyek itu akan menghancurkan daerah ini.

Dengar, Kabir.

Permintaanmu itu, mereka tak ingin...

Kau bisa menghentikannya atau tidak?

Tidak.

Kalau begitu, tinggalkan Nandighat. Kembalilah ke Bhopal.

Pergi ke Bhopal?

Kenapa?

Aku tak ingin terjadi sesuatu padamu.

Padaku?

Apa yang akan terjadi padaku?

Kau tak mengerti, Adil.

Orang-orang ini sangat marah dengan tindakanmu.

Mereka pasti marah.

Sekarang Rajan menjadi tahanan kami.

Tapi, jangan mengkhawatirkanku, Sobat.

Kita akan mengakhiri misi ini bersama-sama.

Tujuanmu melakukan misi ini akan segera tercapai.

Lihat chip ini?

Kami akan bisa melacak lokasimu.

Karena mereka sangat memercayaimu, mereka tak akan memeriksanya.

Tetaplah berada di dekat Govind dan Juhi besok.

Tinggal mereka berdua yang tersisa, Kabir.

Setelah mereka disingkirkan, permainan ini berakhir.

Satu lagi.

Kemarin beberapa Naxal menyerang pos polisi dan membebaskan Juhi...

...dan menculik Madhav Rao.

Selidiki di mana mereka menyekapnya.

Kau tahu perbuatan Madhav Rao?

Dia menangkap Juhi. Apa lagi?

Dia menembak dua anak-anak dan seorang wanita...

...serta mengancam akan membakar seluruh desa.

Untuk menyelamatkan nyawa orang-orang tak berdosa, Juhi menyerahkan diri.

Kemudian dia membawa Juhi ke pos itu...

...menyiksanya...

...dan memerkosanya.

Kenapa kau bisa begitu yakin?

Karena aku ada di sana.

Kau?

Kenapa kau bisa berada di sana? Kau sudah pergi saat itu!

Apakah kau melakukan semua itu?

Apakah kau menyerang pos polisi?

Ya.

Akulah yang membebaskan Juhi.

Akulah yang membunuh lima anggotamu.

Aku meledakkan pos polisi itu.

Sekarang, aku menahan Madhav Rao.

Apa maksudmu, Kabir?

Kau tahu konsekuensi dari perbuatanmu?

Kenapa kau melakukan ini?

Apa kau sudah benar-benar gila?

Sekarang!

Bebaskan Madhav Rao sekarang!

Jika dia sudah bertindak berlebihan, hukum akan menghukumnya.

Dia akan diadili di pengadilan rakyat kami.

Pengadilan rakyat kalian?

Hebat, Kabir.

Jadi, kau juga bicara bahasa terorisme senjata sekarang?

Terorisme senjata bukanlah apa-apa.

Membuat orang miskin tetap miskin...

...menjarah tanah mereka...

...merampas semua hak mereka...

...itulah terorisme yang sebenarnya.

Pemerintahmu yang melakukan ini.

Tapi kemarahan telah bangkit dalam diri setiap suku miskin...

...dan kemarahan itu akan meluap dari laras senjata.

Hentikan omong kosong ini!

Tak pernah ada solusi yang didapat dari laras senjata.

Orang-orang yang tujuannya kau bela itu...

...cara mereka salah dan kau tahu betul itu.

Maois memanfaatkan suku miskin dan tak berdaya...

...untuk mendapatkan kekuasaan.

Mereka memeras negara kita.

Bukankah kau yang mengatakan...

...jika sistem tak berfungsi, seseorang harus memperbaikinya?

Tak seorang pun yang diuntungkan dengan menghancurkannya.

Kabir...

Kuminta untuk terakhir kalinya sebagai teman.

Bebaskan Madhav Rao.

Ini sudah di luar persahabatan kita, Adil.

Baiklah kalau begitu.

Aku akan mengakhiri misi ini.

Pergilah sekarang. Tugasmu sudah selesai.

Tidak.

Misiku baru saja dimulai.

Aku sepenuhnya bersama mereka sekarang.

Selanjutnya...

...jika ada yang berani menyentuh satu saja suku miskin...

...akan kulakukan persis seperti yang kulakukan pada Madhav Rao.

Tak peduli siapa pun itu.

Jadi, akhirnya kau mengungkapkan watak aslimu.

Ketika aku memberi makan seekor ular, aku tak menyadari...

...bahwa suatu hari ia akan berbalik dan menggigitku.

Tapi ingat satu hal.

Kau tak hanya mengkhianatiku...

...tapi kau juga mengkhianati negaramu.

Kau tahu hukuman untuk pengkhianatan.

Mulai hari ini, persahabatan kita berakhir.

Kaulah yang menunjukkan watak aslinya.

Bagaimanapun, kau adalah seorang polisi!

Kabir...

Jangan lakukan ini, Kabir.

Ini akan berakhir dengan tragedi yang mengerikan.

Betul sekali.

Lain kali kita bertemu...

...hanya satu dari kita yang akan pergi hidup-hidup.

AKBP Adil Khan.

Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa?

Siapa Azad?

Kau harus menjawab. Ini kejadian yang mengejutkan.

Apakah kejahatan ini di luar kendali polisi?

Siapa penjahat baru ini?

Azad?

Ini berkas dari semua tersangka, Bu.

Kau pasti punya video penangkapan dan interogasi.

Ya, Bu.

Bawa semuanya.

Percepat.

Baik, Bu.

Tunggu sebentar.

Ini diska yang salah, Bu.

Pak, kami di daerah Ratobadi. Kami kehabisan bensin.

- Putar. - Baik.

Ini adalah Grup Teater Rakyat.

Dia juga seorang Naxal.

Dia kabur dari tahanan polisi.

Ini mungkin agak berbahaya, Pak. Ganti.

Apa yang kau pikirkan?

Rhea, tolong tenang.

Kabir?

Kita berdua sangat menyayanginya.

Tapi dia seperti kuda liar!

Siapa yang lebih tahu itu dibandingkan kau?

Tapi kau jadikan dia informan dan mengirimnya ke tengah Naxal?

- Apa yang kau pikirkan, Adil? - Aku tak tahu, Rhea.

Aku tak tahu apa yang kupikirkan.

Itu adalah idenya.

Aku tahu, mestinya kutolak...

...tapi aku tak pernah mengira...

...Kabir akan berbalik melawanku.

Maksudku, dia adalah sahabatku!

Mantan sahabatmu, Adil!

Hari ini dia adalah musuh terbesarmu. Ini tragedi terbesarmu!

Ya, Tuhan!

Kau telah menciptakan monster.

Entah apa yang akan dia lakukan selanjutnya.

Berhenti!

Biarkan mereka lewat.

Kami semua sama-sama prihatin soal ini, Tn. Mahanta.

Percayalah, pemerintah mendukungmu.

Kami akan atasi semuanya.

Aku ingin Aditya, Pak Menteri.

Jika terjadi sesuatu pada putraku...

Tak akan terjadi apa pun padanya.

Kami akan menggunakan segala daya kami.

Tak ada yang bisa hentikan proyekmu.

Persetan dengan proyek itu!

Proyekku sudah berakhir.

Ingat, jika putraku tak kembali...

...tak ada investor yang akan berinvestasi di negara ini lagi!

Jangan katakan itu, Pak...

Azad, sang pemimpin setelah Rajan ditangkap...

...pertama kalinya berbicara kepada media.

Kami akan membawa Anda ke lokasi.

Aditya Mahanta akan selamat selama tuntutan kami dipenuhi.

Kami hanya punya satu tuntutan.

Bebaskan Kamerad Rajan.

Kami akan kembalikan anak itu dengan selamat.

Bagaimana jika pemerintah menolak tuntutanmu?

Maka pemerintah bertanggung jawab atas konsekuensinya.

Apakah pemerintah akan membebaskan Rajan?

Kau mungkin akan menuntut yang lain.

- Ini adalah taktik tekanan. - Ini murni pemerasan.

Tunggu sebentar!

Ini bukan konferensi pers.

Tak ada pertanyaan.

Kami tak punya permusuhan pribadi dengan polisi.

Berhentilah menceramahi kami tentang pembangunan.

Halo?

Pak, ini Inspektur Jenderal.

- Ya, Pak? - Adil...

...pemerintah sudah memutuskan untuk membebaskan Rajan.

Jangan, Pak.

Itu kesalahan besar, Pak.

Tolong jangan lakukan ini.

Semua yang sudah kita capai, akan terbuang sia-sia.

Adil, cobalah...

Cukup sudah, Khan.

Itu keputusan pemerintah.

Kami tak bisa mengambil risiko lagi.

Amankan pembebasan Aditya Mahanta.

Jangan ada kesalahan.

...Komandan Wilayah Azad.

- Aku sudah membiusnya. - Baik.

Ini tanggung jawabmu, Bu.

Chip ini bisa menyebabkan infeksi dan berakibat fatal.

Hatiku kehilangan

Temanku pergi

Hatiku menangis

Temanku merenung

Hatiku kehilangan

Temanku pergi

Hatiku menangis

Temanku merenung

Tolonglah, ya Allah

Kasihanilah, ya Allah

Tolonglah, ya Allah

Kasihanilah, ya Allah

Kami terusir dari rumah kami

Bangsa kami sendiri telah merampok kami

Tolonglah, ya Allah

Kasihanilah, ya Allah

Tolonglah, ya Allah

Kasihanilah, ya Allah

Kasihanilah, ya Allah

Kau benar-benar ingin aku memublikasikan ini?

Ya.

Tapi ingat...

...kau mendapatkan informasi ini dari sumber anonim.

- Paham? - Sangat paham, Pak.

Ini berita halaman utama.

Jika aku bisa mendapatkan foto kalian berdua...

...itu akan menjadi berita besar.

Terima kasih, Pak.

Demamnya sudah mereda.

- Apa yang kau lakukan? - Diam, kau bajingan!

Ada apa, Juhi?

Jadi, ini wajah aslimu?

Pengkhianat!

Apa betul ini?

- Ayah... - Benarkah Adil Khan itu temanmu...

...dan dia mengirimmu kemari?

Maksudmu, pria ini...

...monster yang membunuh Madhav Rao dan lima polisi lainnya...

...yang menculik Aditya Mahanta...

- ...adalah anggotamu? - Ya, Pak.

Kau sudah menghancurkan...

...rasa hormat yang tersisa terhadap polisi di Nandighat.

Kau sudah mengubah operasi anti-Naxal menjadi lelucon!

Hanya ada satu alasan untuk mengungkapkan kebenaran.

Naxal tak pernah mengampuni pengkhianat.

Kabir adalah sahabatku.

Aku tahu ketika dia memutuskan sesuatu, tak ada yang bisa menghentikannya.

Hanya ini cara untuk menghabisinya.

Itu sebabnya kubocorkan informasi ini.

Setelah itu, aku siap menerima tindakan apa pun darimu, Pak.

Sebagai akibat dari konspirasimu...

...Kamerad Shivram, Kamerad Chakravarthy...

...16 revolusioner lainnya dan banyak orang tak berdosa kehilangan nyawa.

Ayah, aku tak tahu...

...kalau polisi akan menembaki kamp pelatihan.

Jadi, apa yang kau pikirkan?

Saat menerima informasi darimu, polisi akan datang dengan karangan bunga?

Kami memberimu perlindungan...

...memercayaimu sepenuhnya...

...menyayangimu sebagai salah satu dari kami...

...tapi kau terus menikam kami dari belakang!

Memang benar aku datang sebagai anggotanya.

Tapi, saat aku menyadari arti perjuangan kalian...

...setelah aku mengenal kalian, aku berubah pikiran.

Aku meninggalkan misi Adil.

Itu sebabnya dia membocorkan berita ini kepada pers...

...untuk memecah belah kita.

Bagaimana kami bisa tahu kalau ini bukan trik lain?

Trik apa, Balu?

Aku menculik putra Mahanta untuk membebaskan Rajan.

Adil menghukumku karena itu.

Dia tahu akan ada pengadilan umum...

...dan di hadapan semua rekan...

Ayah, polisi! Semuanya, pergi!

Polisi!

Lepaskan aku!

Aku akan menghentikan polisi! Kalian pergi dengan cara lain!

Cepat!

Bu, targetnya bergerak.

Ke mana helikopter itu pergi?

Bagaimana mereka bisa tahu?

Adil, titiknya bergerak. Mereka mencoba memindahkan Rajan.

Mereka menuju ke arah barat daya.

Baik.

Ke sana.

Berhenti!

Kenapa?

Apa yang kau lakukan?

Tunggu sebentar.

Mereka tak bisa melihat...

...tapi tetap saja mereka tahu ke arah mana kalian menuju.

Chip ini mengungkapkan lokasi kalian kepada Adil.

Aku akan mengarahkan polisi ke tempat lain.

Kalian lari dari sini.

- Bagaimana kau menghentikan mereka? - Ayah, jangan khawatir aku.

Kau dan Rajan harus bertahan hidup.

Kalian berdua bisa menciptakan ribuan kamerad lainnya.

Azad...

...bagaimana pun caramu memulai semua ini...

...akhirnya, kau menjadi seorang revolusioner!

Kamerad...

- Lal Salaam. - Lal Salam.

Kabir...

Chip itu bergerak ke arah berlawanan.

Ayo turun.

Dia berlari cepat dengan chip itu.

Mereka berganti arah.

Mereka bergerak ke tenggara sekarang.

Kabir!

Kabir!

Berhenti!

Maju!

Kabir!

Juhi, bangun.

Baik, Pak.

Juhi...

Juhi...

Juhi!

Juhi.

Berengsek, Kabir!

Kenapa?

Kenapa?

Kenapa kau melakukan semua ini?

Apa yang kau dapat dari semua ini?

Itu salahku karena membiarkanmu menyusup.

Tapi kau? Kau mendukung orang-orang ini?

Ayo.

Jangan, Kabir.

Jangan!

Kabir!

Kabir!

Kabir, jangan lakukan ini.

Kabir...

Kenapa?

Kenapa kau melakukan ini?

Hei, Kabir.

Apa pun yang kulakukan...

Aku tak menyesalinya.

Aku hanya menyesali satu hal...

...yaitu aku menyakitimu.

Tidak, semua ini salahku.

Mestinya aku tak pernah mengirimmu kemari.

Tak pernah!

Kau akan baik-baik saja...

Maafkan aku, Kabir.

Kabir?

Kematian Kabir dan Juhi sebagai martir ditolak.

Perjuangan Govind dan Rajan makin gigih.

Gerakan Naxal yang berkembang pesat...

...mengakar kuat di lebih dari 200 distrik di India.

Ribuan tentara gerilya Maois bersenjata...

...terlibat dalam perang sengit dengan pasukan Militer India.

Tiada hari tanpa tanah India tak basah...

...oleh darah anak-anaknya sendiri.

Kenapa kita tak bisa temukan jalan keluar dari lingkaran setan ini?

Dalam 65 tahun kemerdekaan kita...

...kita mencapai kemajuan pesat...

...tapi pada kecepatan yang sama...

...mayoritas penduduk tertinggal jauh di belakang.

Kebenaran yang disayangkan tentang India adalah...

...seperempat dari kekayaan India ditimbun oleh hanya 100 keluarga.

Sementara 75 persen penduduknya...

...dipaksa untuk bertahan hidup dengan kurang dari 40 sen AS sehari!

Makin hari, ketidakpercayaan yang timbul dari kesenjangan ini makin besar...

...dan mungkin, kita telah kehilangan waktu.

Ini adalah negeri kita

Kita lahir di sini

Kita akan tinggal di sini

Kita akan mati di sini

Tak seorang pun

Yang berharga

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.