All language subtitles for Guna Guna Istri Muda 2024 WEB.DL 1080p

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian Download
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Matrasnya, sih, aman,

cuma mungkin karena masih baru, jadi agak licin, kali, ya.

Ya.

Hei!

- Ya, ya, ya, ya, ya. Bye, bye. - Bye, bye.

- May. - Ha?

Angel jadian sama Leo?

Sejak kapan, deh?

Jangan nanya ama gua, gua nggak ngerti.

Eh, bukannya gua jealous, ya,

tapi lo mau temen lo dipelet terus dipelorotin?

Emang lo dulu dipelet?

Ya, iyalah!

Kalo nggak, ngapain gua ngabisin duit ratusan juta

cuman buat modalin dia doang, coba?

Lo sahabatan, kan, ama Angel?

Sekarang lo bilang ke dia, hati-hati ama Leo.

Jauh-jauhlah dari Leo.

Ha?

Aduh.

Ha?

Tolong!

Mas.

Mau di angka berapa kita kasih donasi untuk asrama sekolah?

Ya sudah, kalau itu kamu atur sajalah. Ya?

Oke. Oke, Mas.

Kepada Ibu Vivian Sasmita, kami persilakan untuk menggunting pita

sebagai tanda peresmian gedung asrama sekolah Mata Harapan.

♪ Bagai sang surya menyinari dunia ♪

♪ Naik, naik ke puncak gunung… ♪

Semoga jiwa sosial Ibu Vivian

akan mengantar Ibu menuju pintu kebaikan dan pahala yang sangat besar, Ibu.

Terima kasih, Ki.

♪ Naik, naik… ♪

Oh, iya, Bu.

Mengenai ini, hm,

renovasi pondok sama tempat pelatihan itu gimana, ya, Bu?

Sudah, Ki. Akan ditransfer hari ini.

Oh, gitu.

Jangan lupa nanti kirim buktinya, ya.

Siap, Ki.

- Terima kasih, Ibu. - Sama-sama, Ki.

♪ Banyak pohon cemara ♪

Gel.

Kamu tahu, 'kan,

kalo aku itu benar-benar tergila-gila sama kamu.

Sumpah.

Sumpah itu serius, lo, konsekuensinya kalo dilanggar.

Apalagi kalo sama perempuan.

Apalagi kalo sama aku.

Nikah aja, yuk.

Mana cincinnya, hm?

Iya…

Cincinnya nanti, nyusul belakangan.

Yang penting kamu mau dulu.

Mmh.

Ya! Bagus!

Yes!

Yes!

Ya. Plis, plis, plis.

Ini, tolong.

Halo, hai.

Hello, my Angel.

Ke mana aja kamu?

Iya, Dad. Sori lagi di Garut. Mama lagi sakit.

Kamu tahu? Aku ada kabar baik.

Vivian mau dimadu.

Dia bilang dihalalin aja, daripada bikin dosa.

Halo? Kok diem aja?

Kamu nggak seneng, ya?

Seneng banget. Syok aja, syok.

Tapi nggak mungkin stay di rumah yang sama sama Tante Vivian, kan?

Ya, nggak, dong.

Kalo itu, nanti kamu akan tinggal di rumah yang baru.

Hmm?

Sudah dulu.

- Aku cinta kamu. - Aku juga.

Mama?

Sini, Sayang.

Vi, jalan dulu, ya.

Papa mau ke mana?

Papa ada rapat penting.

Papa mau ke tempat Tante Angel, ya?

Hm?

Papa ada urusan kerjaan, mau pergi sebentar.

Danar, belajar yang pinter, ya?

Papa pergi dulu, ya?

Dia yang ngajak liburan, lo yang bayar!

Itu namanya mokondo, anjing.

Dia muja gua, ya?

Oke, gua itu kayak piala untuk dia, tahu nggak?

Sumpah, lo bakal dilepehin,

kayak dia ngelepehin Lena. Percaya ama gue.

Eh, nggak mungkin.

Lo tau, nggak? Dia ngajak gua nikah.

Terus lo mau?

Entahlah. Mungkin. Nggak tahu.

Gel, Gel.

Kayaknya lo dipelet.

Ngaco banget sih lo jadi orang. Sumpah, deh.

Make sure aja dulu, lo pastiin dulu biar nanti nggak ribet. Udah, itu aja.

- Angel! - Bentar, ya, bentar.

Ya, Ma.

Mm-hmm. Iya. Nanti aku kirimin, ya, duitnya.

Aku sayang Ibu, dah.

- Hei. - Biasa, Mama.

Minta uang bulanan.

Eh, kita jadi pergi, kan?

Hm…

Kamu aja kali, ya. Aku di sini aja.

- Tapi aku nitip sampanye boleh, nggak? - Boleh.

Oh, ya, by the way, kamu ada cash, nggak?

Aku takut mesin debitnya rusak.

Ya, ya.

Nih.

Aku anter ke depan, ya.

- Oke. - Oke.

- Maaf, ya. - Aku tidak lama.

- Love you. Hati-hati. - Dah, Sayang.

- Bye! - Bye!

Oke, ya udah. Nih gua mau cari, ya, bukti lo.

Itu koper siapa?

Itu? Kopernya Leo.

Buka, buka, buka, buka, buka. Cek, cek, cek.

An…

Nih. Nih, nih, nih, nih. Tuh, kan? Nggak ada apa-apa. Tuh.

Itu apa?

Samping. Sampingnya. Plastik hitam, plastik hitam.

Iya.

Buka, buka, buka, buka, buka.

Sial.

Anjing.

Kamu ngapain?

Balikin ke tempatnya, Gel.

Kamu jelasin dulu, ini apaan?

Kamu nggak perlu tahu. Balikin.

Eh, Mayang saksinya, ya. Kamu jangan ngapa-ngapain.

Oke, Angel…

Iya, aku jelasin, aku jelasin.

Aku butuh ini buat menyatukan cinta kita, Gel.

Aku cinta sama kamu. Begitu pun kamu ke aku, kan?

Kamu cinta sama aku.

Ya? Sekarang balikin ke aku, ya?

Balikin. Angel. Angel!

- Angel! - Gila, ya?

Sini. Eh, dengerin!

Aku tahu, ya. Hubungan kamu sama si bangsat itu, aku tahu!

Aku tahu dia emang kaya.

Tapi kamu nggak bakal pernah bahagia, Gel!

Kamu bahagia sama aku doang!

Gila. Kamu udah gila, tahu nggak?

- Mau ke mana? - Minggir!

Angel!

Makcik!

Makcik!

Makcik!

Makcik, tolongin, Makcik!

Siapa yang melakukan ini?

Diam.

- Makcik, jangan! Jangan, Makcik! - Diam!

- Makcik! - Tahan.

Makcik!

Aduh!

Sedikit lagi.

- Makcik, Makcik! Makcik! - Siapa yang melakukan ini?

Siapa yang melakukan ini?

Saya nggak merasakan adanya aura hitam yang ada di ruangan ini.

Pak Burhan memang sedang dalam puber kedua.

Dia benar-benar jatuh cinta pada perempuan itu.

Kesabaran Ibu hari ini akan meningkatkan aura putih yang terpancar pada wajah Ibu.

Itu serius bininya datang?

Kata Daddy Burhan sih, gitu ya.

Anak-anaknya?

Yang kecil ada datang.

Yang dua masih di Jogja.

Mereka pernah maki-maki gua lewat telepon.

Anjing bocah-bocah.

Udah yuk, udah mau jam 10.

Udahlah. Biarin mereka nunggu aja.

Langsung! Aduh.

Yang sabar, ya, Tante.

Good! Yes, hebat.

Itu dia dateng.

Kamu akan jadi bidadari yang sangat cantik.

- Seperti Bunda? - Iya.

Kamu jangan pernah membiarkan

ada orang yang menghalangi kamu saat kamu ingin meraih keinginan.

Ya?

Angel pengen jadi orang kaya, Bunda.

Apa pun. Apa pun bisa kamu dapatkan.

♪ Mencintai ♪

Dasar kamu, ya. Pelacur lo!

Lo masih mikir bisa ngambil laki gua seenaknya? Ha?

Lo pikir lo siapa? Ha?

Kita lihat abis ini, laki gua masih nafsu nggak sama lo!

Bunda!

Ini akibat kalo perempuan nggak tau diri!

Jadiin ini pelajaran biar nasib kamu nggak sama kayak ibu kamu!

Perempuan bego!

Bunda!

Ini semua gara-gara lo, tahu nggak?

Kalo lo nggak ada di perut gua waktu itu,

gua nggak akan kawin sama bapak lo yang pengecut itu!

♪ Antara aku dan kau ♪

♪ Yang kutahu pasti ♪

♪ Kubenci untuk mencintaimu ♪

♪ Dan aku tak tahu apa yang terjadi ♪

♪ Antara aku dan kau ♪

Saya terima nikahnya dan kawinnya Angela Basuki binti Mahmud Hartanto

dengan mas kawin dibayar tunai.

Sah!

Angel!

Leo?

Leo?

Leo!

Leo!

Leo?

Saya minta tolong sama kamu, tolong jagain Angel.

- Saya, Om? - Mm.

Karena saya cuma percaya sama kamu.

Ya?

- Terima kasih. - Ya, Om.

Mama diundang jadi pembicara di seminar.

Terus Mama juga mau kampanye 1.000 rumah asuh itu, lo.

Mama tuh hebat banget deh. Salut.

Tetep bisa aja keliatan normal gini.

Ya, ini kan tanggung jawab Mama sebagai ketua yayasan.

Nggak capek apa, Ma, akting melulu?

Akting gimana sih maksudnya?

Tetep senyum depan orang-orang,

padahal hatinya ancur.

Eh, kalian tuh beneran nggak mau pulang?

Nggak kangen sama Mama, sama Danar?

- Mama aja yang ke Jogja. - Sekalian cari rumah aja, yuk, Ma.

Banyak rumah mungil yang cocok buat Mama di sini.

Gimana pun juga, dia itu papa kamu, lo.

Dengerin Bima, Ma.

Dia udah khianatin Mama, udah khianatin kita.

Bima aja lihatnya udah males, Ma!

Ya udah. Udah dulu, ya. Papa udah pulang tuh.

Bye.

Halo, Sayang.

Hai, Mas.

Hm.

Perutku ini masih saja nggak cocok sama masakan Eropa.

Oh, ya. Nanti tolong kasih tau si Mbok Atik…

Kamar tamu biar diberesin aja.

Biar aku tidur di sana.

Kenapa?

Ya, sesama perempuan tahulah pasti.

Nggak tahu.

Hm…

Yah, sementara saja.

Hm? Oke?

Ya udah, aku aja nanti yang di kamar tamu.

Kok gitu sih? Kamu marah?

Aku pergi dulu, ya.

Aku mau kasih motivasi ke ibu-ibu di yayasan.

Supaya mereka kuat menghadapi masalah dalam rumah tangga.

Pergi, ya.

Vi?

Eh, Mbak Angel.

- Mau keluar, Mbak? - Mau ke studio.

Kalo gitu, saya ganti baju dulu, ya.

Aku mau pernikahan mereka nggak bahagia, Makcik.

Mau Angel menderita.

Leo, anakku.

Kau bawa ludah mereka.

Berikan pada Makcik.

Bahaya nih pengantin baru. Bisa hole in one.

Ya, nggak, dong.

Burhan two hole in one sekarang.

Ah!

Faktor umur, nih.

Bolanya langsung goyang.

Pil biru, Bro. Biar lebih mantap. Lihat nih.

Mbak, saya ambil mobil dulu, ya.

"Saya ambil mobil dulu, ya."

Diam!

- Tapi dia manis. - Ya, dia manis.

Dia memang manis.

Aku suka dia.

Punyaku, untuk sekarang.

Untuk sekarang.

Taksiku sampe.

- Oke. - Dah, Sayang.

Muah.

Hati-hati. Kabarin kalo udah sampe.

Ya, bye.

Kunci mobil di mana, sih?

Hai, Angel.

Sial! Mau ngapain di sini?

Hei.

- Leo. - Sini.

- Dengerin dulu. - Anjing, apaan, sih?

- Lepas, nggak? - Dengerin, dengerin. Sst, dengerin.

Aku bakal pergi.

Asalkan kamu cium aku dulu.

- Sekali aja. Cium dulu, sekali. - Najis lo!

- Najis lo. - Apa?

Hei, ngapain lo, ha?

- Udah, udah, udah, nggak usah. - Mbak.

Udah! Udah, nggak usah!

Tanah yang sebelah timur itu tanah bekas kuburan, Pak.

Jadi, banyak tukang-tukang kita nggak mau kerja, Pak.

Alah. Takhayul itu lah.

Udah, gini aja. Kamu panggil Ki Kholil.

Dukun hebat tuh, nggak macem-macem.

Kamu coba hubungin istri saya, Vivian.

Minta supaya Ki Kholil itu datang ke sini.

Oh, kami sebenarnya sudah siapkan mbah dukun.

Beliau sudah datang dan beliau minta sesuatu dari Pak Burhan, begitu, Pak.

- Sesuatu dari saya? - Iya, Pak.

Blessing, Pak. Restu.

- Mana orangnya? - Silakan, Pak.

Ada aja, sih.

Mbah.

Beliau Pak Burhan.

Silakan, Mbah, kalau mau minta sesuatu, Mbah.

Tolong ludahi guci ini, Pak.

Hah?

Ludahi.

Biar saya minta izin sama petugas setempat.

Agar proyek ini bisa berjalan dengan lancar.

Oke, bapak-bapak sekalian.

Saya harap Anda semua tidak usah…

Mbak Angel?

Eh…

Saya pulang dulu, ya, Mbak.

Besok pagi saya balik lagi.

Mbak?

Mbak?

Mbak Angel?

- Mbak, kenapa, Mbak? - Roy!

Oh.

Ah, sori.

Ah…

- Aduh. - Mbak kenapa, Mbak?

Tadi jatuh.

Kakiku sakit banget, sumpah.

- Saya bantu. - Pelan-pelan, please.

Oke, ah…

Saya bantu.

Oke.

- Sori. - Oke, oke, oke.

- Oke, oke. - Oke?

Ups. Awas, Mbak.

Yang sakit yang mana, Mbak?

Kaki. Boleh pijitin, nggak, plis?

- Maaf, ya. - Ya.

Mbak!

Kenapa, Roy?

Nggak, saya nggak bisa.

Kenapa?

Mbak itu istrinya Om Burhan. Nggak, saya nggak bisa.

Roy! Roy!

Makcik!

Makcik!

Makcik.

Makcik.

Ini ludah mereka, Makcik.

Ini ludah mereka.

Ini tidak main-main, Leo.

Burhan.

Burhan.

Burhan.

Kau kuburkan di halaman rumah mereka masing-masing…

Dengan tangan kamu sendiri.

Angel.

Hola, Nyonya Burhan.

Astaga!

- Gila, gua kangen banget sama lo, Jing. - Sama, lo apa kabar?

Anjing.

Lo tinggal di tempat semewah ini?

Duduk, duduk, duduk.

Hmm, pantes aja lo udah nggak mau nongkrong lagi sama kita-kita.

Apaan sih? Lebay lo.

- Eh, Firman mana? - Ada di luar.

Woi, ngapain lo?

Ngapain lo, Anjing?

Ngapain lo, ha?

Anjing!

Lo makin cantik aja, sih?

Teman-teman, kejutan!

Apa-apaan?

Anjing lo ya.

Dia pasti mau melet lagi, Gel.

Siapa dukun yang lo pake untuk melet gua, hm?

Jawab gua!

Lo urusin deh, tuh.

Bangun.

Bangun.

Ayo.

Burhan.

Sakit!

Sakit!

Satu per satu.

Mas, Mas, Mas!

Mas, Mas kenapa? Mas!

Kamu kenapa, Mas?

Mas!

- Mas, kenapa? Mas! Kenapa, Mas? - Papa! Papa kenapa?

- Pa! Papa kenapa, Pa? - Mas! Mas, Mas!

Pa!

Pa! Papa kenapa, Pa?

Keadaan Om Burhan gimana, Tante?

Nggak jelas.

Tadi dokter udah dateng, udah periksa.

Tapi hasilnya baik-baik saja, nggak ada yang salah.

Saya bisa bicara sebentar sama Om?

Om.

Hei.

Udah dateng kamu.

Eh, tolong ambilkan handphone saya di dalam dan tutup pintunya.

Oke, Om.

Nih, Om.

Kalo sampe tante kamu denger, bisa repot ini.

Halo, Bidadariku. Apa kabar?

Aku…

Malem ini belum bisa ke tempat kamu, ya.

Aku sakit soalnya.

Kenapa?

Roy?

Ya, nanti coba aku bicara sama dia, ya.

Iya, Sayang.

Aku kangen.

Mbak Angel ngomong apa soal saya, Om?

Kamu nggak suka nemenin Angel?

Bukan gitu, Om. Eh…

Bukannya saya nggak suka, tapi…

Eh…

Dia senang dengan cara kerja kamu.

Malem ini jadi tolong temani dia lagi, ya?

Kalo dia pergi sama temen-temennya, laporkan ke saya.

Ya, Om. Pasti.

Fix nih, Vivian yang nggak ngebolehin dia balik ke rumah sini.

Ya, baguslah, Nyet! Berarti kan bisa berduaan sama Roy!

Apa jangan-jangan gagal, ya?

Gua nggak pernah gagal, oke?

Okelah, kalo begitu.

Terserah kau sajalah.

- Ya udah, gua cabut dulu, ya. - Ya udah.

Dah.

Muah. Love you.

Aku kira kamu nggak bakal balik lagi ke sini.

Dengerin, ya.

Aku nggak bakal maksa kamu.

Kita harus sama-sama suka.

Dan kayaknya nggak mungkin, Mbak.

Maksudnya?

Jangan coba jatuhin harga diri sendiri

kalo nggak mau orang lain ngelakuinnya.

- Kita jadi jalan? - Jadi.

Saya pikir kita mau ke studio, Mbak.

Nggak, ini aku mau jenguk saudara dulu.

Nggak mau saya temenin aja, Mbak?

Nggak usah.

Nggak apa-apa, kok.

Sori. Gemes banget.

Bye.

Daus. Firman.

Siap-siap, ya.

Gua udah di rumah ibunya.

Ya, oke.

Untuk apa kamu ke sini?

Ini dari Ibu, 'kan?

Ibu mana yang mengajarkan anaknya cara kotor

untuk mendapatkan perempuan seperti ini?

Sebersih apa kamu sebagai perempuan?

Kau sudah mencelakakan anak saya.

- Itu salah dia sendiri. - Di mana dia?

Lepasin gua, nggak!

Naikin.

Eh, lepasin!

- Woi, anjing lo! - Kondisinya mirip boneka itu.

Aku bisa bikin kamu cacat seumur hidup.

Kembalikan anakku.

Lepaskan aku.

Atau semua jari Leo akan putus.

Turunin.

Heh.

Bu, Bu! Bu, bantuin, Bu!

- Ibu! - Leo!

Bu!

Ini buat lo, Anjing!

Saya akan lepaskan Leo…

Jika Ibu membantu saya.

Anjing lo!

Saya harus kasih semuanya?

Cukup satu tetes di dalam setiap minumannya.

Dan bagaimana dengan anak saya, Leo?

Akan segera aku balikin

setelah saya tahu ramuan ini efektif apa nggak.

- Roy, minta anduk, dong. - Oh.

Oke.

Sori.

Saya ke toilet sebentar, ya.

- Aku ke toilet dulu, ya. - Oh, ya.

Sebentar, Mbak.

Jadi, nanti malam…

Kamu tidur sama dia? Hm?

Kenapa, hm?

Cemburu?

Dia tuh om kamu.

Ya, aku cuma nggak mau kamu sama orang lain aja.

Kok jadi posesif gitu, sih?

Ya, karena aku cinta sama kamu, Angel.

Sini.

Angel!

Om?

Om?

Om? Om! Om!

Om!

Angel!

Om!

- Angel! - Ada apaan, sih?

Sial!

Kenapa? Burhan!

Burhan? Astaga.

Burhan. Hei, hei, hei!

Gimana kondisinya?

Nggak tahu.

Dr. Santoso, 'kan?

Nggak nanya.

Tadi Roy masuk.

Kok kamu nggak ikut masuk?

Nggak ditanya sama dokternya.

Ya, tapi, 'kan, kamu istrinya.

Gimana kondisi Om?

Hm…

Om Burhan udah dikasih obat penenang sama dokter.

Dan udah nggak teriak-teriak lagi.

Tapi, eh…

Perilakunya agak aneh, kata dr. Santoso.

Perilakunya aneh kayak…

Kayak binatang.

Kayak binatang?

Tapi mungkin karena ada sesuatu di otaknya.

Makanya dokter nyaranin untuk kita lanjut tes MRI

supaya kita lebih tau apa yang terjadi sama Om Burhan.

Oke.

Roy, aku mau pulang, dong.

Tapi, Mbak…

Aku capek banget. Pusing lihat Om Burhan kondisinya kayak gini.

Roy.

Ya, kita pulang, Mbak.

Tante, saya pulang dulu, ya.

Tapi, Roy…

Nitip, ya. Mbak, kan, yang kenal sama dokternya.

- Yuk. - Tante.

♪ Tak pernah terbayang ♪

♪ Bila tak bersamamu ♪

♪ Siang hari bagai malam ♪

Haus.

♪ Langit pun jadi kelam ♪

Haus.

♪ Hati tak menentu ♪

♪ Hanya denganmu ♪

Ini, Mas.

♪ Buatku mencinta ♪

♪ Tak peduli kata orang ♪

♪ Bila banyak yang menentang ♪

♪ Ku tetap denganmu ♪

♪ Mulai hari ini ♪

♪ Hanya satu kamu di hati ♪

♪ Tak akan bisa terganti ♪

♪ Walau datang banyak hati ♪

♪ Kamulah milikku ♪

- Halo. - Ma, perempuan pelakor itu mana?

Kok Mama sih yang ngurusin dia?

Dia bukan pelakor.

Dia belum berhasil merebut Papa dari Mama.

Kok Mama belain, sih?

Mama nggak ngebelain dia!

Dia itu cuman benalu yang numpang hidup sama kita.

♪ Buatku mencinta ♪

♪ Tak peduli kata orang ♪

♪ Bila banyak yang menentang… ♪

Perkembangan Pak Burhan cukup baik.

Dan untuk kepastiannya, akan kita lihat besok.

- Mari, Bu. - Makasih, Dok.

♪ Mulai hari ini ♪

♪ Hanya satu kamu di hati ♪

♪ Tak akan bisa terganti ♪

♪ Walau datang banyak hati ♪

♪ Kamulah milikku ♪

♪ Tak lagi kucari ♪

♪ Artinya cinta yang sejati ♪

♪ Sejak kubertemu kamu ♪

♪ Hilang semua rasa ragu ♪

♪ Kamulah milikku ♪

Mas.

Aku mau pulang.

Aku mau pulang, Vi.

Mm.

Saya nggak mau Vivian mengganggu hubungan saya dan Roy.

Buat dia menderita.

Bebaskan dulu anak saya, Leo,

dan saya akan bantu kamu.

Dia baik-baik aja, kok.

Bu, bantuin, Bu.

Bantuin Leo, Bu.

Tolong keluarin!

Nggak seharusnya anak saya jatuh cinta pada perempuan seperti kamu.

Sekelilingmu adalah musuhmu.

Serang perempuan jalang itu.

Sakiti dia seperti dia menyakiti dirimu.

Sekelilingmu adalah musuhmu. Serang perempuan jalang itu.

Serang, serang!

- Sakiti dia seperti dia menyakiti dirimu. - Kamu kenapa, Mas?

- Serang wanita jalang itu, serang! - Aku Vivian! Mas, aku Vivian!

Serang, serang!

Mas. Ini aku, Mas! Mas!

Seperti dia menyakiti dirimu!

Seperti dia menyakiti dirimu!

Seperti dia menyakiti dirimu!

Sakiti!

Bi!

Ya, Bu? Ya?

Mama! Kenapa, Ma?

Panggil Aki Kholil sekarang, cepet!

- Bapak… - Kenapa, Bu?

Serang wanita jahanam itu.

Serang, serang!

Serang!

Serang!

Serang.

Serang!

Bapak! Pak! Bapak!

Bapak!

Bi, bangun, Bi!

Danar, kamu jaga ibu kamu!

Mama! Ma!

Pak Burhan mungkin diguna-guna.

Siapa yang tega, Ki?

- Aku ke toilet dulu, ya. - Oke, babe. Bye-bye.

Apa sih, bagusnya Angel dibanding gua?

Oh my God, hai!

Apa? Kenapa? Ha?

- Hei, hei. - Nggak suka cowoknya direbut, ha?

Gua sih udah tahu lo bakal nusuk gua dari belakang.

Nusuk lo dari belakang?

Lo ngerebut Om Burhan dari gua, Anjing!

Bangsat!

- Lo ngapain nyiram gua? - Lo nggak ada urusan.

- Sana lo keluar. - Anjing! Lo anjing, Gel.

Apa? Dia duluan! Anjing, bangsat!

Halo? Halo, Om?

Om, buka chat dari aku sekarang, Om.

Aku ngirim bukti kalau Angel tuh berengsek, Om.

Angel tuh jablay!

Angel tuh ular!

Om salah banget nikah sama dia, Om.

Om? Halo?

Kok bisa?

Roy! Minta air putih, dong!

Ya.

Eh… Angel?

Ada tamu!

- Tamu? - Angel!

Kok Mbak bisa masuk sini?

Saya bisa masuk ke mana pun yang jadi milik suami saya.

Ini udah jadi rumah saya.

Kamu gila, ya, Angel?

Kamu nggak pakai otak?

Kamu main gila di belakang suami saya, saya nggak peduli.

Itu urusan kamu sama dia.

Tapi berani-beraninya kamu nyeret keponakan saya

untuk berbuat kotor sama kamu!

Mbak, Roy itu udah gede.

Dia bisa milih apa aja.

Roy, ibu kamu nitipin kamu ke Tante

bukan untuk dimainin sama pelacur macem dia!

Roy tuh cinta sama aku.

Ayo, coba bilang, Roy, hm?

Kalau kamu cinta banget sama aku.

- Aku cinta sama Angel. - Hm.

Bilang kamu tergila-gila sama aku.

Aku tergila-gila sama Angel.

Pulang, Roy, pulang! Ayo pulang!

- Lepasin! Lepasin! - Nggak!

Udah pernah belum, ditampar sama pelacur? Hm?

Berhenti kamu merusak hidup orang!

Merusak hidup orang! Berhenti! Berhenti, perempuan pelacur!

Bangsat kamu! Lepasin!

Cukup, cukup.

Cukup! Cukup!

Aku tante kamu!

Tante?

Tante Vivian?

Ibu Vivian nggak usah khawatir.

- Begitu efek ramuan peletnya hilang, - Angel!

Roy pasti juga akan kembali normal.

Percaya saya.

Saya kok merasa…

Tapi ini perasaan saya aja, lo. Perasaan saya.

Orang yang mencoba menyerang Pak Burhan itu

sama dengan orang yang mengirim ramuan pelet ke Roy.

Tapi ini perasaan saya, lo, Bu.

Jadi, Angel di belakang semua ini?

Nah, itu yang saya bingung.

Tapi untuk apa dia nyerang suaminya sendiri, Ki?

Mungkin supaya dia sama Roy…

Angel!

Bikin dia mati.

- Terima kasih, Bu Vivian! - Terima kasih kembali.

- Saya pamit, ya. - Iya, Bu.

Bu Vivian.

Saya dengar…

Iya, betul.

Keluarga kami memang sedang diuji.

Pak Burhan menikah dengan perempuan yang lebih muda.

Tapi saya merestui, kok.

Kami sekeluarga baik-baik aja, kok.

Saya pamit, ya.

- Iya, Bu. Terima kasih banyak, ya. - Sama-sama.

- Mari. - Mari.

Dia ada penjaganya.

- Ayo, Sumi, kamu masa nggak bisa? - Ini tidak bisa!

- Bisa, Sumi! Harus bisa! - Tidak bisa!

Berhenti!

- Berhenti! Berhenti, dia bukan boneka! - Mati!

Kamu jangan macam-macam.

Ini kamu mampu apa nggak, ha?

Mampu apa nggak, ha?

Hanya ini satu cara.

Tapi cuma kamu yang hanya bisa melakukannya.

Tidak bisa diganti oleh siapa pun.

Roy?

Roy?

Tante.

Roy.

Kamu udah sadar?

Memang saya kenapa, Tante?

Kamu diguna-guna Angel.

Tapi nggak apa-apa, Roy.

Nggak apa-apa, semuanya udah lewat, kok.

Jadi, selama Om Burhan sakit…

Saya sama Angel…

Udah lewat, Roy.

Om udah tahu?

Saya minta maaf, Om.

Saya nggak pernah punya perasaan sama Angel.

Saya minta maaf.

- Maafin saya, Om. - Sudahlah, Roy.

Ini juga salah Om.

Memang salah menikahi dia.

Dan dia sudah membuat keluarga kita menderita.

Saya minta maaf, Om. Saya minta maaf.

Dan tante kamu yang paling menderita.

Aku akan bereskan urusan aku dengan Angel.

Dan aku janji setelah ini tidak akan ada lagi masalah yang muncul.

Kamu hati-hati, ya.

Kok aku merasa dia nggak akan terima gitu aja.

Yang dia butuhkan hanya uang.

Aku akan kasih supaya dia pergi.

Saya khawatir sama Om Burhan.

Apa mending saya ikutin, ya, Tante?

Nggak usah.

Biar Om Burhan selesaiin sendiri masalahnya.

Masuk, yuk.

Ya, nanti saya nyusul.

Iya?

- Misi. Hm, paket untuk Bu Vivian. - Ya?

Oh, iya.

Dari siapa, ya?

- Kurang tahu saya, Bu, tapi ada kartunya. - Oh, iya.

- Terima kasih. - Ya.

Gimana, Gel? Aman?

Aman.

Oke, sekarang kita ke rumahnya ibu Leo.

- Udah. - Jalan.

Angel!

Angel!

Angel!

Angel!

Wah.

Kue apa itu, Tante?

Ada bolu pandan kiriman…

Tapi nggak tahu, kosong ini.

Kayaknya dia lupa deh nulis kartunya.

Mm.

Kok kayak gini, Tante, rasanya?

Kenapa? Enak, kok.

Baunya kayak telor busuk.

Tante!

- Bi, Bi! - Ya, Mas?

Ambilin air, Bi!

- Bi! - Iya, iya!

Tante, minum dulu, Tante.

Tante kayaknya kena guna-guna. Saya harus ke Aki dulu.

Bibi jagain Tante, ya?

Bu, ditemenin sama Bibi ke kamar mandi, mau?

Ibu, ya?

Bu?

Nggak tahu malu!

Kamu merebut suamiku!

Ma!

- Bu! - Ma!

Mas Danar, lari, Mas, lari!

Mama! Mama!

- Anak setan! - Ma!

Mau ke mana kamu?

- Ma! Mama! - Mas Danar, lari!

Mas Danar, lari!

Bu!

Bu… Bu…

Ma?

Ma! Jangan!

Ma! Mama! Ma! Mama!

- Ma! - Ibu!

Mas Danar! Ayo, Mas, masuk!

Buka! Buka!

Buka!

Vivian!

Vivian.

Vivian.

Vivian?

Bu Vivian.

Vivian!

Pak Burhan!

Saya nggak apa-apa, Ki.

Yuk, Roy.

Vivian?

Vivian.

Telur hitam.

Tadi Tante makan kue itu, Ki.

Terlambat.

Udah bercampur dalam darahnya.

Satu-satunya cara, kita harus mencari siapa yang mengirim guna-guna ini.

Angel pasti yang melakukannya, Ki.

Dia pasti gunakan dukun untuk ini.

Kita harus cari siapa dia.

Turun!

Saya tahu tempatnya, Ki.

Lawan kita kuat.

Guna-guna itu masih ada di dalam perut dia.

Kita harus melakukan tindakan.

Cepat kamu ambil

batang bambu yang ada di dalam lemari yang berwarna hitam.

Lalu juga tanah kuburan, cepat ambil!

Buka.

Tanahnya masukkan.

Cepat kamu hirup.

Kamu hirup.

Hati-hati rambutmu.

Nanti kena air panas.

Gimana? Enak, nggak, mandinya?

Hai.

Pergi kamu! Ini rumahku!

Aku nggak akan berhenti sampai kamu mati menderita, Vivian.

Ini rumahku, pergi!

Anjing, gara-gara lo, nih!

Anjing!

Tolong!

Tolong!

Sumi!

Ha!

Sumi!

Sumi!

Sumi!

Kamu di sini rupanya.

Hentikan perbuatanmu, Sumi.

Jangan kau ikut campur.

Sudah tugasku untuk memusnahkan orang

yang menggunakan ilmu sesat untuk menyakiti orang lain!

Tolong!

Tolong!

Vivian?

- Vivian! - Tolong!

Tolong!

Vivian?

Vivian! Vivian!

Kamu tidak akan mengalahkan kemampuanku!

Maju!

Vivian, buka pintunya, Vivian!

- Vivian! - Tolong!

Vivian?

Vivian?

Vivian!

Ular!

- Vivian! Vivian! Vivian! - Tolong!

Sudah kuperingatkan.

Ilmumu tidak akan mengalahkan kemampuanku.

Makcik!

Leo!

Ini nggak nyata.

Semuanya nggak nyata.

Berhenti. Cukup!

Makcik dipaksa ngelakuin ini semua, Ki.

Cukup.

Ki.

Angel di mana, Ki?

Sumi!

Vivian.

Ular.

Ular.

Ini nggak nyata!

Ma!

Anjing!

Angel sudah kabur, Makcik.

Dia pikir dia bisa bebas begitu saja.

Setelah membuat kekacauan semua ini.

Sial! Ular!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.