All language subtitles for Ari Aster - Beau Is Afraid - English with German Subs (Dires Cut)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Terjemahan takarir oleh Saul Saleh (Thalut al-Shalihi)

Terjemahan takarir oleh Saul Saleh (Thalut al-Shalihi) Resync oleh M Kibara

Dorong terus...

- Kepalanya terbentur. - Tidak.

Kepalanya terbentur?

Tidak, dia menangkapnya.

Tapi dia terbentur ke lantai. Aku melihatnya.

- Tidak. - Kau membuatnya terjatuh!

Sayang, percayalah. Dia baik-baik saja.

Mengapa dia tak menangis?

Seharusnya dia menangis, 'kan?

Sebentar lagi pasti menangis.

Bayiku mau dibawa ke mana?

Ada apa ini?

Mengapa dia tak bernapas?

- Kau membunuhnya! - Tidak!

Kau membunuh bayiku!

Tapi dia masih bernapas.

- Kau menjatuhkannya! - Tidak!

- Kau membuatku mengandungnya. - Perawat akan menjaganya.

Ya, sedang kami jaga.

Mengapa kau membantingnya?

BEAU KETAKUTAN

Terjemahan takarir oleh Saul Saleh (Thalut al-Shalihi)

Terjemahan takarir oleh Saul Saleh (Thalut al-Shalihi) Resync oleh M Kibara

Aku tak sengaja minum obat kumur saat Jumat malam.

Kau tak bisa terkena kanker perut karenanya...

Tak bisa jika hanya sekali.

Aku juga minum seteguk beberapa minggu yang lalu.

Kuyakin itu tak mengapa.

Aku akan mengunjungi ibuku besok.

Aku tahu. Hari peringatan wafatnya ayahmu.

Hari ayahku wafat.

Bagaimana pandanganmu tentang itu?

Aku tak pernah bertemu dengannya.

Maksudku bagaimana perasaanmu tentang pulang ke rumah.

Aku mengalami mimpi itu lagi.

Tetaplah fokus.

Bagaimana perasaanmu tentang perjalanan itu?

Senang rasanya bisa pulang.

Sudah lama.

Benarkah?

Beberapa bulan.

Kau menyesal karena itu?

Menyesal

Dan ketika kau berada di sana,

apakah kau sudah punya rencana?

Punya tujuan tertentu?

Seperti apa?

Kau pikir kau akan pergi dengan harapan yang nyata?

Andai terakhir kali kau merasa haus,

kau pergi ke sumur dan airnya membuatmu sakit,

akankah kau kembali ke sumur itu lalu berharap akan aman?

Kau tak pernah harapkan ibumu mati?

Apa?

Tentu saja tidak!

Durhaka jika kau begitu.

Kita bisa inginkan suatu hal, namun juga tak menginginkannya sama sekali.

Perasaan itu bisa berdampingan.

Kita di sini agar kita dapat menyuarakan pemikiran semacam itu.

Baiklah.

Bagaimana Hidrotipnolnya? Masih membuat mata gatal?

Hanya jika aku tak terus berkedip.

Itu membantu redakan kecemasanmu?

Dengar,

kau akan kuberi resep obat baru yang cespleng

namun harusnya lebih ringan.

Harus diiringi banyak minum.

Selalu. Dan jika napasmu berubah atau tubuhmu terasa hangat,

hubungi aku segera. Karena itu kondisi serius.

Semoga keadaanmu membaik.

Hai, Sayang, ini Ibu.

Ibu hanya ingin bilang

bahwa Ibu sangat bersemangat untuk bertemu denganmu besok.

- Joseph? - Kau malaikatku,

dan aku mencintaimu.

Ya, Ibu mencintaimu. Dah, Sayang. Ibu menyayangimu.

Dengarkan Ibu

saat Ibu suruh untuk jangan berkeliaran!

Halo.

- Bolehkah aku melihat yang ini? -Yang itu?

Kau pikir aku takkan melakukannya!?

Kau ingin aku melakukannya?

Begitukah?

Pria itu kenapa?

Kita memancing dia agar melompat.

Diam, Jalang! Persetan denganmu!

- Enyahlah dariku. - Berhenti membuatku jengkel!

Enyahlah!

Mie ayam untukmu.

- Enyahlah.

- Kukira kau peminat minestrone.

- Persetan denganmu! - Enyahlah!

Panas!

Kita kehabisan kerupuk.

PERHATIAN KEPADA SELURUH PENYEWA

LABA-LABA PERTAPA COKLAT BERKELIARAN

JANGAN BIARKAN MEREKA MENGGIGITMU HUBUNGI PENGENDALIAN HAMA

Hai, Ayah.

Pencarian atas pria itu dilanjutkan

ia dikenal sebagai "Pria Penikam Anak yang Ultah,"

yang dalam sepekan terakhir telah merenggut tiga nyawa lagi.

Dikenal karena suka berkeliaran di jalanan tanpa busana

dan menikam pejalan kaki secara acak

di bagian leher dan perut.

Saksi telah mengidentifikasinya sebagai lelaki kulit putih, disunat...

SANGAT AMAN UNTUK PRIA

SANGAT AMAN UNTUK PRIA Karena kesehatanmu amat berharga

Ibu, sekarang hari peringatan wafatnya Ayah. Terima kasih. Maafkan aku, Ibu.

Penuh cinta...

Hai, Beau, kagumi aku dengan foto ini.

Penuh cinta,

Penuh cinta, Beau

Hai, bisakah kau kecilkan volume atau bas musikmu? Terima kasih!

Ayolah, orang-orang kehilangan waktu tidurnya yang berharga!

Halo?

Ayolah!

Ayolah!

Aku harus tidur!

Oh, begitu?

Kusuruh kau kecilkan volumenya dan malah kau naikkan?

Mari menari!

Permisi, Pak. Tas dan kunciku tadi ada di sini.

Kau kacau, Bung.

Mengapa kau katakan itu?

- Halo? - Halo, Ny. Wolski.

Ini Beau Wassermann dari apartemen 303.

Aku ingin menanyakan kunciku...

Tidak, tolong, jangan ada pengacara!

Tidak, maaf, aku bukan pengacara,

Aku salah satu penyewamu. Aku perlu tukang kunci.

-Aku terlambat ke bandara. -Terima kasih.

Halo?

Halo?

- Halo? - Hai, Martha.

Apa ibuku ada?

Beau! Sayang! Ya, Ibumu ada di sini.

Beau?

Halo, Bu.

Halo, Sayang. Kau sudah tiba di bandara?

Belum.

Kau sedang di perjalanan, 'kan?

-Di dalam taksi? -Belum, Bu...

Berapa lama jika naik taksi?

Bu, aku tak ingin buat Ibu khawatir,

tadi aku baru mau berangkat,

namun sesuatu...

Aku tak bisa tidur semalaman.

Tetanggaku terus mengirim catatan

tentang kebisingan,

padahal bukan aku yang gaduh.

Aku ketiduran, dan saat mau pergi,

aku lupa sesuatu, lalu kembali ke dalam.

Lalu aku keluar lagi dan...

dan kunciku dicuri dari pintuku.

Astaga.

Jadi sekarang kau menelepon Ibu di mana?

Di apartemenku.

Tunggu, jam berapa sekarang? Bukankah sekarang jam 4:30?

Memang.

Sayang, penerbanganmu sejam lagi!

Memang, tapi kunciku dicuri.

Bu?

Bu!

Ibu...

Baiklah, Sayang. Ibu mengerti.

Ibu, ini tidak baik-baik saja.

Kukira Ibu mengerti keadaan di sini.

Tentu saja itu masalah. Kuncimu dicuri.

Itu hal yang buruk.

Ya, dicuri.

Artinya kita bertemu lagi di lain waktu.

Bisa saja Ibu yang mengunjungimu, jika itu tak merepotkanmu.

Tentu takkan pernah membuatku repot, Bu.

Aku masih bisa mengunjungi Ibu.

Aku masih akan berangkat, aku hanya...

Menurut Ibu aku harus bagaimana?

Menurut Ibu aku harus bagaimana?

Ibu yakin kau bisa atasi itu dengan benar, Sayang.

Dengan benar?

Apa yang menurut Ibu benar?

Bagaimana jika aku melapor pada polisi?

Atau mungkin ada cara bagiku untuk tetap pulang sekarang.

Tapi apakah aman?

Jika apartemenku terbuka dan seseorang punya kunciku,

aku tak bisa bayangkan hal yang akan terjadi.

Maksudku, rasanya takkan aman.

Tak aman, bukan?

Beau...

Ya?

Tidak.

Ya.

Ibu pun khawatir akan kuncimu, maaf, Sayang, sekarang Ibu ada perlu.

Tunggu sebentar, Bu.

-Ibu... -Ibu harap kau menemukan kuncinya.

Tunggu, kita selesaikan dulu.

Kita selesaikan dulu.

Halo?

Kau akan mati, Jalang!

Harus diiringi minum.

Harus diiringi minum.

Selalu.

Selalu.

Selalu.

Efek samping Zypnotycril tanpa air

Mengenang John Zypnotycril tanpa air? Ide yang buruk

Tolong aku!

Tolong!

Tolong!

Ditolak.

Apa?

Tidak, tidak. Bisakah kau coba lagi?

Tidak...

Oh, tidak.

Tetap tidak bisa.

Astaga, berapa?

Diminum duluan. Harganya 1,79 dolar.

-Baik... -1,79 dolar

Oh, tidak.

Akan kulaporkan pada polisi.

Apa? Jangan, ini aku bayar!

Kurang 30 sen.

Astaga...

Masih kurang 20 sen.

- Astaga... - 20!

-Aku tahu! -Jangan membentakku.

Aku tak bisa diperlakukan begitu.

- Astaga! - 5 sen lagi.

Ini saja!

Akan kupanggil polisi!

Ny. Wolski?

Awas!

Menjauhlah!

- Oh, tidak! - Menjauhlah!

Awas!

Awas!

Menjauhlah dariku!

Sialan kau!

YESUS MELIHAT KEFASIKANMU

Halo?

Pak?

Halo?

KEPADA SELURUH PENYEWA: AIR SUDAH BERFUNGSI KEMBALI

Hai, ini Mona!

Tinggalkan pesan jika ingin menghubungiku lagi.

Hai, Bu.

Aku mencoba memesan penerbangan untuk malam ini,

tetapi kartu kreditnya ditolak.

Mohon maaf.

Pesan Anda tidak terkirim.

Tolong tutup telepon dan...

Halo?

Halo?

Maaf, siapa ini?

Maaf. Aku mau menghubungi ibuku.

Ini nomor ibumu?

Ya, benar.

Siapa ini?

Aku kurir UPS.

Aku tak tahu ponsel siapa ini.

Aku baru saja menelepon polisi. Mereka sudah dalam perjalanan.

Baik.

Kenapa?

Halo?

Bisa jelaskan deskripsi ibumu padaku?

Mata coklat. Rambut merah kecoklatan?

Bisa kau gambarkan ciri fisiknya?

Tunggu, ada apa?

Kenapa kau memanggil polisi?

Dengar, aku pun tak tahu.

Aku sedang mengantar paket,

dan aku hanya masuk karena penasaran dengan bau ini,

dan anjing-anjing di blok tak terkendalikan,

dan pintunya terbuka, aku pun masuk saja sejengkal,

tapi...

ada wanita tergeletak di lantai.

Tubuh seorang wanita, tanpa kepala.

Apa?

Tadinya kupikir tak seharusnya kujawab ini.

Polisi datang. Ini bukan ponselku.

Aku sungguh baru saja menemukan ini.

Kau berbicara omong kosong.

Apa maksudmu tanpa kepala? Siapa dia?

Maksudku, pastinya ada.

Pasti ada di sini. Tapi bisa jadi ada di mana-mana.

Lampu gantung...

jatuh di atasnya.

Sepertinya jatuh dari langit-langit

menimpa wanita itu.

Dan meremukkan kepalanya, seakan menguap.

Tapi siapa?

Apa?

Siapa dia?

Aku tak tahu, aku mencoba diplomatis di sini.

Maksudmu wanita ini mungkin ibumu?

Apa? Aku tak bilang itu!

Kenapa kau katakan itu?

Tidak, kau yang mengatakannya padaku!

Dengar, kau yang bertanya jika ibumu di sini.

Memang, tapi aku tak tahu dia siapa!

Aku baru saja mengangkat telepon dan kau mengatakan itu, mengerti?

Bukan aku pelakunya! Kau paham?

Sungguh, bukan aku.

Mungkin kau menelepon nomor yang salah.

Kau menghubungi langsung nomor ini?

Ya, tersimpan di ponselku.

Sudah tersimpan di ponselmu? Mungkin kau salah panggil.

Astaga.

Astaga... Kau...

Iya, 'kan? Mungkin kau salah panggil.

Mungkin ini semua kesalahpahaman besar.

-Kau membuatku takut. Sebaiknya kita tutup telepon...

- Oke. -...maka mungkin ibumu...

-Ibumu akan mengangkatnya. -Oke

Hei... Oke. Tutup. Telepon kembali.

Tidak, maaf...

Aku sungguh menyesal.

Aku sungguh menyesal.

Boleh kuperiksa KTP di tas tangannya?

Karena sekarang memang lebih mungkin bahwa ini adalah ibumu.

Halo?

Apakah namanya...

Mona Wassermann?

Apakah itu ibumu?

Halo?

Mona Wassermann? Itu nama ibumu?

Hei...

Apakah ada seseorang di sana?

Hai, kau menghubungi Dr. Jeremy Friel.

Silakan tinggalkan pesan,

dan akan kutelpon balik sesegera mungkin.

"Aku sungguh menyesal."

Tolonglah.

Kumohon.

Tidak, tidak...

Tolong! Tolong!

Sialan kau!

Sialan kau!

Sialan kau!

Sialan kau!

Polisi! Astaga!

Polisi!

-Polisi, tolong! -Jangan bergerak!

Pria di kamar mandiku, dia punya pisau...

- Jangan bergerak! - Apa?

Pertama, jatuhkan senjatanya! Jatuhkan!

Jatuhkan senjatanya!

Jatuhkan senjatanya!

Jatuhkan senjatanya!

Hei, jangan bergerak.

Jangan bergerak!

Jangan bergerak!

Ini aku tak bergerak.

-Kubilang jangan bergerak! -Aku tak bergerak!

Takkan kuulang ucapanku.

Aku tak bergerak.

Astaga, jangan membuatku lakukan ini.

Jangan membuatku lakukan ini.

Tolong...

- Jangan membuatku lakukan ini! -Tidak.

Tidak.

Jangan membuatku lakukan ini!

Lemnya belum kering

Tekan tombolnya jika butuh apa pun

Aku datang!

Roger, dia sudah bangun.

Kau menekan tombolnya?

Kau sudah bangun?

Bagaimana perasaanmu?

Aneh.

Pastinya. Kau pingsan selama dua hari.

Apa?

Apa aku tertabrak mobil?

Kecelakaan, ya.

Astaga... Aku menabrakmu.

Apa ini?

Terjadi penusukan.

Kau diserang.

Apa?

Kenapa?

-Apa? -Aku paham.

-Aku sudah mati? -Tidak.

Tidak. Kau sudah sembuh dengan cepat.

Dan tak ada organ yang terkena,

dan pendarahanmu ringan.

Ruangan apa ini?

Ini kamar di rumah kami,

tapi ini menjadi rumahmu selama yang kau butuhkan.

Namaku Grace.

Oh, dia Roger.

Suamiku.

Kau sudah bangun.

Kukira kau akan tidur lagi.

Roger adalah ahli bedah yang sangat dihormati.

Dialah yang mengobati lukamu.

Kau beruntung.

Apa ini?

Itu monitor kesehatan kecilku.

Memantau kondisimu.

Apakah tadi itu mimpi?

-Apa? -Apakah tadi itu mimpi?

Penusukan?

Bukan, tentang ibuku.

- Ibumu? -Ibuku.

Apakah ibuku meninggal?

Bagaimana mimpinya, Sayang?

Kepalanya... hilang begitu saja.

- Apanya? - Kepalanya.

Oh, bukan, itu mimpi. Itu mimpi.

Tidak, kepalanya hilang.

Tidak, itu hanya mimpi buruk. Jangan khawatir.

Hanya mimpi buruk.

-Tak apa. -Ibuku...

Itu hanya mimpi.

Takkan pernah berpisah, selalu akan berjumpa lagi

Amin.

Amin.

Amin.

Amin.

Itu Nate. Putra kami.

Nathan.

Dia seorang tentara?

Divisi Lintas Udara ke-82. Ditugaskan di Caracas.

Gugur dalam tugas.

Di mana itu?

Oh, sudah saatnya untuk pencuci mulut.

Ini dia.

Dan...

dua untuk pria besar ini.

Omong-omong, Beau, maaf kukatakan di sini,

tapi, kuperhatikan ketika kau pertama kali ke sini,

testismu

terlihat jelas bengkak.

Kurasa itu epididimitis yang parah.

Jangan ganggu dia saat makan, Roger.

Tapi kita harus lakukan USG

untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu.

Oh, Toni!

Kemarilah.

- Kemarilah. - Dia masih hidup, baguslah.

Aku ingin kau bertemu teman baru kita.

Beau, ini Toni.

Toni, ini Beau.

Halo.

Kau menikmati tempat tidurku dan semua barang-barangku?

- Itu kamar tidurmu? - Astaga.

Aku tak tahu.

Beau, santai saja.

Dengan senang hati Toni memberimu kamarnya.

Tidak juga, tak bisa dibilang kita punya ruangan kosong dan tak terpakai.

Benar. Tidak seperti itu.

Itu sudah jelas.

Aku mau berangkat sekolah.

Sayang, sekarang hari Sabtu!

Jangan campur itu, Toni!

Bocah nakal.

Hubungi saja panggilan darurat, maka kau akan baik-baik saja.

Kau punya nomor yang kau butuhkan?

Ibuku menyuruhku menghafalkannya.

Hai, Jeeves!

Jeeves, dia...

Jeeves dan putraku ditugaskan bersama di Caracas.

Dia ada di sampingnya ketika dia meninggal.

Oh, sepertinya dia berdarah.

Kau sudah beri dia obat-obatannya?

Kukira kau sudah melakukannya!

Baiklah...

Kalau butuh apa-apa, panggil saja.

Tetap di sana, Jeeves. Sayang, jangan sentuh apapun.

Halo.

Dr. Cohen?

Aku bukan dokter, Beau, aku pengacara.

Hanya memastikan tentang Ibu.

Apakah itu benar?

Apanya yang benar?

Bahwa dia ditemukan dengan kepala hancur

di ruang tamunya?

Dan kaulah orang pertama yang diberi tahu

dengan memakan waktu tiga hari

untuk siapa pun agar mendengarnya darimu?

Ya, Beau,

itu benar.

Tapi bagaimana bisa? Aku baru saja berbicara dengannya.

Aku berniat untuk menemuinya.

Apa...

Ada yang telah terjadi?

Apa aku orang pertama yang kau tanyakan?

Lampu gantung menghancurkan kepalanya!

Halo?

Astaga.

Halo?

Apa yang telah kulakukan?

Apa...

yang telah...

Haruskah kupanggil...

petugas pemakaman?

Apa?

Apakah aku perlu untuk...

Semua orang dihubungi pada hari ibumu ditemukan.

Pemakaman telah ditunda dengan keterlaluan.

Jadi...

Kapan...

Kapan itu?

Jenazah akan dikuburkan secepat mungkin, Beau.

"Tak boleh dibiarkan semalaman."

Kau paham?

Mulai paham sekarang?

Aku baru saja siuman .

Aku tertabrak mobil,

dan aku ditikam.

Itu adalah permintaan malang dari ibumu

bahwa ia tak ingin dimakaman, hingga kau hadir di sana.

Jika kita menunggu saja, Beau,

setiap menit yang kita buang, tiada lain hanya memperdalam kehinaan.

Baiklah.

Jasad ibumu diawasi setiap saat.

Tidak ada istirahat untuknya.

Tak ada istirahat untuk orang-orang yang mencintainya.

Kau harus ada di sini, Beau,

berpakaian jas, membaca eulogi.

Kau harus menghentikan kehinaan ini.

Itu semua yang dituntut darimu.

Akan kami jaga kereta kencana milik Yang Mulia.

Kau tak apa?

Aku...

Aku harus pulang.

Aku harus kembali.

Sayang.

Aku harus kembali.

Menghubungi Dr. Rog. Dr. Rog memanggil.

- Baiklah. - Aku harus pergi.

Ini agak tercampur.

- Sekarang. - Angkat lidahmu.

- Bisakah kau mengantarku? - Ayolah.

- Bagus. - Astaga...

Astaga...

Bagaimana pasien kita?

-Dia ingin pulang. -Aku harus pulang sekarang.

Apakah ada penerbangan malam atau sore ini?

-Atau sekarang? -Oh, Sayang,

Sekarang sudah sore.

Baik, bisa kita pesan satu atau...

Apa yang akan kita lakukan?

- Santai dulu. - Astaga...

Kau tak bisa naik pesawat dalam kondisi begitu.

Ya, aku tahu.

Apa masalahnya?

Ibuku perlu dikebumikan segera.

Mereka menungguku. Ibuku...

Ibuku akan dianggap terhina. Amat terhina.

Beau, dengar,

tidak ada yang lebih buruk daripada kehilangan orang tua.

Aku kehilangan ibuku saat aku berumur 11 tahun.

Kurasa aku tak bisa melupakannya.

Tapi percayalah, kami akan mengantarmu ke sana.

Wasserton hanya sekitar enam jam dari sini.

Bisakah kau mengantarku sekarang?

Tetapi kau juga perlu istirahat yang banyak.

- Kau pun perlu dukungan. - Tidak, aku baik-baik saja.

Kapan kau bisa mengantarku?

-Beberapa hari? Lalu... -Apa?

Lalu setelah pertunjukan,

kita semua bisa kembali ke sini bersama-sama.

-Roger. -Sebagai sebuah keluarga.

Kumohon, aku harus pulang sekarang.

Beau, jika kau perlu pulang secepatnya...

- Ya. - ...artinya kami harus

menemukan cara untuk mengantarmu besok.

Apa?

Besok, tidak... Tapi... Tapi...

- Kau tahu? - ... hari ini, kenapa tak hari ini?

Kau benar, Sayang. Besok.

Roger, kumohon...

- Oh... -Kenapa tidak hari ini?

Jangan dalam kondisi begini.

Aku butuh lebih banyak kepingan merah dan biru.

Aku menemukannya.

Baiklah!

Ini perpisahan untuk si Rog-man!

Di mana pengantinku yang merona itu?

Penuh cinta dari Grace, Roger, Toni dan Nathan.

Aku hanya mau ke kamar mandi.

Mau bertukar?

Aku sama sekali tak keberatan.

Tutup pintunya dan masuklah ke tempat tidurku.

Aku sungguh tak keberatan.

Aku suka sofa.

Dan aku akan berangkat besok.

Jika kau berubah pikiran,

aku siap bertukar kapan saja. Aku akan dengan senang hati melakukannya.

Maaf. Terima kasih. Maaf.

... Aku tak tahu di mana itu!

Bisa-bisanya menyentuh barang orang lain?

Dia memindahkan sikat gigiku. Apakah dia memakai...

Dia memakai sikat gigiku?

Sekaranglah saatnya, Beau. Bagaimana menurutmu?

Apakah dia tak suka denganku?

Mungkin.

Dia hanya agak gelisah, Beau.

Dia telah melalui banyak hal.

Sama sepertimu.

Dia adalah pahlawan.

Baiklah, hanya kita berdua!

Sayangnya, Grace tak bisa ikut.

Dia harus menghadiri rapat pemegang saham besarnya.

Apakah kau sedih harus pulang, Beau?

Pasti rasanya tak terbayangkan.

Ya...

Ya, aku tak tahu. Aku tak tahu.

Benar. Jadi...

Bukan "sedih" tepatnya.

Maksudku, ya. Tentu saja. Aku hanya...

Aku pikir aku perlu ke sana bahkan untuk...

Ya, itu masuk akal.

Itu sangat masuk akal.

Halo?

Ya?

Kapan itu terjadi?

Ski air?

Tentu saja.

Katakan pada mereka untuk bergegas.

Astaga!

Operasi darurat.

Kepala Carl Oberst sobek.

Salah satu pasien tertuaku.

Aku tak boleh melewatkan pekerjaan hari ini.

Semuanya siap.

Astaga, Carl.

Aku tahu. Carl, si pandai.

Baiklah...

Beau,

ini akan memakan waktu cukup lama.

Aku tak tahu apakah hari ini kau bisa pulang.

Oke...

Apa maksudmu?

Aku minta malam ini,

tapi aku sudah memindahkan operasi pagi ini ke besok.

Tapi, jika kutarik semuanya ke sore ini,

kita bisa berangkat besok pagi!

Tidak, tapi aku harus pergi hari ini.

Aku harus pergi hari ini, ibuku...

Nah, 'kan?

Oh, Beau!

Kau belum sembuh.

Belum lagi dengan...

Mungkin bisa.

Karena kau sibuk, mungkin aku bisa berangkat.

Lalu akan kubayar kembali saat aku dapatkan lagi kartu kreditku.

Ini bukan soal uang, Beau.

Kau tak bisa pergi dengan lukamu yang belum sembuh.

Tekanan udara akan membuat lukamu terbuka.

Aku bisa naik bus!

Bisa, 'kan?

Atau naik kereta? Atau naik taksi?

Beau, kami sangat peduli padamu.

Mengantarmu pulang adalah hal yang paling tak bisa kami lakukan.

Terima kasih.

Terima kasih.

Maaf, tapi aku harus pergi hari ini.

Aku harus pergi hari ini.

Aku tak ingin merepotkanmu untuk ikut.

Berangkat besok bukanlah hal yang merepotkan!

Aku akan dengan senang hati melakukannya.

Oke?

Bagaimana kau membawaku ke sini?

Sungguh, Beau?

Tak seharusnya kau tanyakan itu.

Ini kehendakmu sendiri.

Kena kau, Jagoan. Maaf telah membuatmu bingung, Beau!

Tunggu, bukannya kau harus menjahit lukaku?

Itu baik-baik saja. Asalkan jangan banyak gerak,

kau paham maksudku?

Sementara itu, anggap ini rumahmu.

Aku pun harus pergi, Sayang.

Aku memberi Jeeves obatnya,

jika kau dengar dia teriak, dia hanya mengigau.

Jangan lupa minum.

Apa?

Minumlah banyak air.

Kami akan mengantarmu pulang besok.

Dah, Sayang.

Berhentilah membebani diri.

Apa?

Maksudnya apa?

Tunggu! Maksudnya apa itu?

ROGER: Bergegaslah.

Kau telah terhubung dengan kantor Harold Cohen.

Tinggalkan pesan mendetail.

Akan kuhubungi kembali secepatnya.

Hei, Dr. Cohen. Ini Beau.

Aku sedang dalam perjalanan.

Kotak pesan penuh

dan tak dapat menerima pesan apa pun...

KAMI PANTANG MUNDUR

Mona Wassermann meninggal

Koresponden senior kami,

Brian Galloway, bergabung dengan kita sekarang.

Brian, ada informasi apa untuk kami?

Yang kami tahu saat ini hanyalah

Mona Wassermann telah ditemukan tewas

di ruang tamu rumahnya yang megah

dengan lampu gantung menimpa kepalanya.

Karena prosedur investigasi, pemakamannya tertunda.

Seyogianya sudah dimakamkan. Wafat di usia 70 tahun.

Permisi, Pak, kau yang menemukan jasadnya?

Dengar, aku takkan pernah masuk ke dalam jika...

andai anjing-anjing di jalan tak menggila

dan andai tak kucium bau itu

dan pintunya tak setengah terbuka.

Itulah satu-satunya alasan aku masuk ke dalam.

Dihormati oleh teman-temannya dan disegani oleh para pesaingnya,

Mona Wassermann adalah raksasa industri lokal

dan kekuatan yang harus diakui.

Aku tak percaya beliau wafat.

Mona Wassermann telah...

Apa?

Elaine Bray Karyawan M.W.

Apa-apaan ini!

Maaf!

Maaf aku memakai komputermu. Aku muntah.

Akan kubersihkan itu.

Akan kubersihkan, lebih bersih dari sebelumnya.

Kita berangkat.

Apa?

Aku akan mengantarmu pulang.

Bukannya Roger yang mengantarku?

Menurutmu siapa yang menyuruhku mengantarmu?

Perkenalkan kakak baruku.

Aku hanya teman Grace dan Roger.

Lihat.

Aku bahkan tak peduli.

Dia baru saja muntah di komputerku.

Terima kasih sudah mau mengantarku.

Mengantarnya ke mana?

Bukankah kau terlalu tua untuk diadopsi?

Aku tak diadopsi.

Kau diadopsi.

Berikan padanya.

Tidak usah.

Ayah bilang kau harus merokok itu.

Apa?

Demi kesembuhanmu. Dia bilang kau perlu santai.

Tak usah, sungguh. Terima kasih.

Aku sudah minum beberapa pil.

Tidak.

Seharusnya kau jangan menolak.

Ayah barumu mengatakan bahwa pilmu tak cukup

dan kau harus merokok ini dengan adik perempuanmu.

Ayolah, aku benar-benar tak mau ini.

Aku baru saja melihat sesuatu yang sangat membingungkan

dan aku hanya ingin pulang.

Dengar, jika kau merokok maka kami akan mengantarmu pulang.

Kau tak lakukan, kami pun tidak. Sederhana saja.

Tunggu...

Maka aku hanya tinggal menunggu Roger untuk mengantarku.

Tolong buka pintunya.

Jika kau tak melakukannya sekarang,

aku akan membuatnya menjambak rambutku sekeras mungkin,

dan dia akan mengadu bahwa kaulah yang melakukannya.

Aku akan melakukannya.

Aku ingat kau melakukannya, aku melihatnya.

Kau memanfaatkan kami.

Apa isinya?

Ada tiga hal.

Baiklah, terima kasih.

Lakukan dengan benar.

Tolong, itu sudah cukup.

Hisap lebih kuat.

Teruskan.

Jangan berhenti.

Jangan batuk. Jangan...

Astaga...

Astaga!

Astaga!

Aku akan mengambil ini.

Tunggu, apa?

Apa itu?

"Apa itu?"

Bisakah kau buka...

Kakakmu kacau.

Bisakah kau buka jendelanya?

Ya, Jalang! Lakukan itu!

Astaga.

Tunggu, apa isinya?

Kau melihat postingan Sarah?

Astaga. Sungguh jalang kecil pendusta.

Pasti dia bahkan tak pernah bertemu pria itu.

Peduli apa aku? Dia bisa menaikkan nilaimu.

Bisakah kau mati karena ini?

Bisakah kau mati karena ini?

Apa? Entahlah... Tunggu, tunggu.

Aku tak mau.

Aku masih sangat kesal.

Ya, terserah.

Ini, seakan kelima kalinya!

Ini bukan yang kelima!

- Ini, seakan yang kedua! - Aku tak peduli!

Bahkan bukan nilai D. Sebuah D-plus.

Beri aku C-minus!

Itu karena dia menginginkanmu.

Harusnya dia dipecat karena menginginkanku.

Astaga, dia benar-benar tak akan bertahan.

Dia sangat tua.

Astaga, bagaimana jika dia mati karena kita membuatnya dipecat?

Mobil semakin mengecil.

Oh, tunggu, rumahnya di sini!

Rumahmu terlewat!

- Hei! - Apa?

Apa?

Apakah kau merindukan Martha, Beau?

Tentu saja. Aku suka Martha.

Kau menyukai Martha?

Dia temanku. Aku menyukainya.

Lihat, Beau. Kau bukan satu-satunya anak di sini.

Kau paham yang telah kulalui. Kau malah menyuruhku.

Kau bahkan tak bisa membayarnya.

- Ada mayat di kolam renang!

- Ada mayat di kolam renang!

Ada mayat di kolam renang!

Ada mayat di kolam renang!

Ada mayat di kolam renang!

Ada mayat di kolam renang!

Jadi kau ada di sini hanya dengan ibumu?

Terkadang. Saat ini, aku sendiri.

Aku Elaine.

Aku Beau.

Aku Elaine.

Apakah kau di sini bersama ibumu?

Ya.

Ibuku mengurusku, sedangkan ayahku mengurus tetangga pelacur kami yang kaya

yang mungkin sedang dia tiduri sekarang

di atas tumpukan uang jalangnya di Aruba.

Ambil fotoku dengan Gene.

Apakah gadis itu tipemu?

Bukan.

Karena kuperhatikan kau punya tipe tertentu.

Tak apa jika begitu.

Kau tak perlu malu.

Aku tidak malu.

Dia sangat cantik.

Sangat natural.

Kau boleh minta saran padaku.

Hanya wanita yang paham akan wanita.

Itulah hakikatnya.

Pria itu buta.

Itu bukan kritik. Itulah pesona mereka.

Jangan bersikap defensif.

Aku bangga dengan pria sepertimu.

Hei...

Aku bangga dengan pria sepertimu.

Gadis seperti dia...

percaya diri, mandiri...

Seorang pria harus menjadi pasangannya.

Kau bisa, kau tahu.

Dia pasti akan sangat beruntung.

Wanita mana pun akan sangat beruntung.

Kau hanya perlu berkomitmen sepenuhnya.

Tak ada yang lebih penting dalam hidup daripada memilih pendamping yang tepat.

Hei, Sobat! Kami merindukanmu.

- Bagaimana harimu?

- Sudah agak membaik, Sayang? - Oh, bagus!

Kau sudah memakai piamamu.

Kami pun akan menyusul.

Ibu mau tidur lebih awal.

Baiklah.

Tapi belum pasti.

Kecuali, jika kau ingin Ibu begadang.

Kita bisa jalan-jalan di sekitar geladak...

untuk melihat bintang.

Aku mau tidur.

Bagaimana dengan eklair?

Orang menyembunyikan silet di dalamnya.

Kalau kue pelangi?

Warnanya menyebabkan kanker.

Kalau kudapan lumer?

Apakah menurutmu ibumu menyebalkan?

Apa maksudmu?

Tak apa. Ibuku pun menyebalkan.

Apakah kau masih perjaka?

Itu bukan masalah!

Aku juga. Maksudku, siapa yang peduli?

Aku harus terus perjaka.

Sangat berbahaya bagiku. Itu genetik.

Ayahku meninggal karenanya.

Ini...

- Hisap ini. -Apa?

Apa?

Apa?

Kita boleh ciuman.

Siapa yang boleh?

Waktunya tinggal 10 detik lagi.

Apa maksudmu?

Sepuluh, sembilan,

-delapan, tujuh... -Apa? Tunggu...

-...enam, lima... -Kita boleh...

-...empat, tiga... -Aku tak mengerti.

-Apakah kita... -...dua, satu!

Satu setengah! Satu tiga perempat!

Maaf.

Elaine!

Sial, aku harus pergi.

Baiklah, maaf.

- Besok lagi? - Sekarang!

Apa-apaan kau ada di ranjangku!

Dia melanggar peraturanmu! Dasar munafik!

Kau ingin menguji kesabaranku?

Jeeves!

Dia ada di dalam!

Di dalam!

Beau, Beau.

Beau, Ibuku memaksaku pulang.

Beau, bangun! Ibuku memaksaku pulang.

- Dia memaksaku pulang! - Ada apa ini?

Dia mengajakku pulang.

- Akankah kau menungguku? - Beau, ada apa?

Aku mencintaimu. Akankah kau menungguku?

Ada apa ini?

Aku mencintaimu.

Astaga.

Kenapa kalian lakukan ini?

Apa-apaan ini?

Akankah kau menungguku?

-Ya. -Kau berjanji?

-Ya, aku bersumpah -Berjanjilah padaku!

-Oke? Oke... -Aku berjanji.

-Cukup! -Siapa jalang ini?

Permisi.

- Apa ini? - Tidak! Jangan!

- Sekarang! - Beau, aku mencintaimu.

Kemarilah!

Aku pasti kembali.

- Diam! - Astaga!

- Lainie! - Tunggu aku!

Astaga.

- Jangan bertemu dengannya lagi! - Tidak!

- Astaga. - Tidak!

Sudahlah!

Apa yang kau janjikan padanya, Beau?

Aku pasti kembali. Aku berjanji akan menjadi milikmu selamanya.

Beau!

Ke mana dia pergi, Beau? Apakah dia orangnya?

Tidak, jangan! Letakkan itu!

Dia sedang duduk di sofa!

Dia ada di dalam!

Baiklah...

-Cukup kau! -Dia bukan orangnya.

Cukup!

Tak perlu bangkit, Beau!

- Dia tidak lurus! - Tetaplah membungkuk!

Baiklah...

- Dia tertawa! - Tidak.

Dia tertawa!

Dia tertawa.

Jangan khawatir, Beau. Ancaman palsu.

Tak apa, Beau.

Dia tak tahu apa yang dia lakukan.

Semuanya terkendali.

- Oke. - Dia tertawa!

Ketika mereka menyelamatkannya di hutan,

mereka mendapatinya berlarian, menembaki jasad-jasad itu.

Dan bukan pada musuh saja,

- pasukannya juga. - Pasukannya sendiri, Beau.

Dia masih membela diri.

Dialah pahlawan yang terabaikan.

Kamilah satu-satunya yang akan membawanya masuk.

Dia akan sangat merasa malu di pagi hari, Beau.

Lihat saja nanti.

Dia mencintaimu. Dia bilang dia mencintaimu.

Dia memberitahuku kemarin.

Itu bukan bagian dari kontrak awal.

Aku sendiri seorang ibu.

Dalam hal ini, aku mungkin harus membiarkan ...

Ayolah! Saatnya memanggang!

Kita akan makan barbekyu perpisahan

sebelum kita berangkat!

- Apa? - Kau dapat bagian bawah sirloin!

Pagi, Sayang. Kau baik-baik saja?

Kau akan kemari, Gracie?

Sebentar lagi.

Ayo, bangun.

Ayo.

Sayang. Tarik napas.

Sebagai seseorang yang merawat dan menyayangimu

dan memahami hal yang kau alami,

meskipun kutahu aku takkan pernah bisa,

aku harus memberitahumu...

Sayang?

Bisa ke sini sebentar? Aku butuh bantuan.

Baiklah.

Mengapa tak menonton saja dulu?

Aku akan segera kembali.

Kanal 78.

...sekarang!

Apa...

Apa...

Apa...

Akhirnya akan kita buat dinding ini lebih berwarna.

Apa?

Catlah dinding itu.

Dinding itu!

Baik.

Baiklah, begini saja.

Tunggu...

Kenapa kau lakukan ini?

Grace sangat berhati-hati dengan kamar ini.

Kamar kakakku, terserah aku!

Aku tahu, tapi kenapa?

Oke.

-Baiklah. -Apa?

Ya, kau tahu?

Mengapa kau tak mati saja bersamaku?

Seharusnya aku sudah pergi.

Kalau begitu, pergi mati saja!

Sekarang aku merasa sangat tak enak, tolonglah!

Lantas? Kau bisa datang ke dalam hidupku dan tidur di kasurku

dan merebut orang tuaku,

tapi kau tak bisa bunuh diri denganku?

Sungguh, aku tak mencoba mencuri apa pun!

Memang. Tapi kau telah gagal!

Kau gagal dalam ujian bodohmu!

Apa?

Semua orang pura-pura menganggapmu sebagai anak yatim piatu menyedihkan!

Itu membuatku muak!

Aku tak mengerti maksudmu.

Maaf...

Aku akan pergi.

Akan kulakukan apa pun yang kau mau. Tapi apa maksudmu tadi itu?

Apa maksudmu tentang ujian?

Aku tak menyuruhmu pergi!

Yang kumau, kau harus minum cat ini denganku!

-Toni, ayolah! -Jangan panggil aku Toni!

Tapi itu namamu!

Memang, itu namaku.

Tunggu, apa maksudmu tentang ujian itu?

- Apa artinya? - Aku tak peduli!

Kau duluan.

Jangan, Toni, kumohon.

Dengar.

Aku punya videomu.

Akan kuposting itu. Akan kubocorkan hal yang kau perbuat!

Memangnya aku melakukan apa?

Baiklah, dasar pecundang.

Kumohon, Toni, jangan!

Jangan lakukan itu! Itu berbahaya!

Berhenti! Berhenti!

Persetan denganmu!

Tolong! Dokter!

Tolong!

Astaga!

Astaga!

Dia harusnya berkedip!

Tidak! Dia meminum...

Apa yang kau lakukan padanya?

Tidak! Aku tidak...

Aku mencoba menghentikannya.

Aku melarangnya agar dia tak melakukannya.

Astaga...

Ayolah, Toni.

Ayolah, Sayang.

Aku telah melarangnya.

Hingga memohon padanya.

Ayolah... Tidak!

Ayolah, Sayang!

Aku paham sekarang!

Apa?

-Menukar anakku dengan setan! -Tidak, Grace.

Dengan setan!

-Akan kubunuh kau! -Tidak! Tidak!

-Akan kubunuh kau! -Tidak! Astaga!

Ini berakhir buruk. Sangat buruk.

Jeeves!

Cabik-cabiklah dia!

Terjemahan takarir oleh Saul Saleh (Thalut al-Shalihi)

Terjemahan takarir oleh Saul Saleh (Thalut al-Shalihi) Resync oleh M Kibara

♪ Menuju genggamanmu

♪ Menuju kecupanmu

♪ Menuju tatapanmu, aku terjatuh

♪ Kurasakan seluruh nafasku

♪ Kau meyakinkanku dengan sepenuh hatiku

-♪ Kau... ♪ -BEAU: Halo? Aku...

Maaf, aku tersesat.

Aku kecelakaan. Dan aku tak...

Aku tak tahu ini di mana.

Maaf, bisakah kau membantuku?

Apakah kau terluka?

Ada serpihan kaca yang besar di kepalamu.

Kaca?

Oh, itu dari pintu.

Oh, kupikir kita harus...

Mencabutnya. Bolehkah aku mencabutnya?

-Pendarahannya banyak? -Ya, sudah.

Bagian kepala pendarahannya banyak lalu berhenti begitu saja.

Benarkah?

Sudah berhenti?

-Sungguh? -Kau lihat.

Benarkah?

Percayalah, ayahku wafat karena kehabisan darah.

Kita harus membersihkannya.

Itu masih bisa terinfeksi.

Kau mau ikut?

Oke.

Terima kasih.

Kita hampir sampai.

Jangan berlebihan

Ikuti tiap pelangi hingga kau temukan impianmu

Hai, Lloyd.

Ini Beau.

Halo.

Dia mengalami kecelakaan.

Ibunya baru saja meninggal,

dan ayahnya meninggal sebelum dia lahir.

"Ketika duka menghampiri,

"tidaklah ia datang dengan seorang mata-mata, melainkan dengan berbatalion."

Terima kasih.

Ini tempatku. Tunggu, Beau.

Aku punya kantong tidur lebih jika kau membutuhkannya.

Lewat sini, Beau.

"Sebagian Dewa Asmara membunuh dengan panah, sebagiannya lagi dengan muslihat."

♪ Terbanglah, Kepik, terbang

♪ Terbanglah tinggi ke awang-awang

♪ Orang tuaku telah berpulang

♪ Aku kehilangannya bukan kepalang ♪

Persimpangan yang meruwetkan!

Bagaimana bisa seseorang mempertaruhkan nyawanya

pada pilihan antara dua jalur tanpa tanda?

Jika salah satu mengarah ke depan, yang lain harus mundur?

- Bagaimana jika itu jebakan? - Atau justru kesempatan?

Atau mungkin keduanya menunjukkan arah pulang,

tempat yang menjadi tahtaku,

dan menjadi penguasa atas kekuasaanku sendiri?

Mereka sedang berlatih untuk pratinjaunya.

Persimpangan yang ruwet!

Harus berbenah.

Sebagaimana terompet akbar berkata,

pahlawan malang kita terlambat menyadarinya.

Namun inilah terompet tanduk pemakaman!

Semuanya!

Ini Beau.

Hai, Beau!

Dia mengalami kecelakaan

dan kedua orang tuanya sudah meninggal.

Kau tak mengapa?

Sungguh malang.

Tempat apa ini?

Kami menyebut diri kami Para Yatim Piatu Hutan.

Benar.

Meskipun banyak dari orang tua kami menelantarkan kami tanpa sebab

bahkan tak peduli sekali pun kami mati.

Kami adalah industri teater keliling.

Berangkat dari hutan ke hutan,

hidup di alam bebas, membuat naungan dari apa saja yang kita temukan.

Dan pada akhirnya, kami mengadakan pertunjukan besar!

Aku turut berduka cita.

Kau tahu siapa dia?

Itu Yesekov.

Dialah yang memulai semua ini.

Ayah...

Saatnya pertunjukan!

Hai. Kau mau ikut tampil?

Apa maksudmu?

Mau pakai kostum?

Kami akan mengaburkan batas antara penonton dan pemain.

Salah satu dari ini?

Warna ini selaras dengan matamu.

Atau yang ini?

-Yang itu. -Itu juga favoritku.

Kita ganti kostum.

Aku senang kau bergabung, Beau.

Hai, aku Duncan!

Mengapa kau tertarik untuk bergabung?

Jeeves! Cabik-cabiklah dia!

♪ Kau bisa lenyapkan hidupmu, kau bisa korbankan nyawamu

♪ Kau bisa benturkan kepalamu atau kau bisa tenggelam dalam ceruk

♪ Tak ada yang abadi, namun...

Sedang apa aku di sini?

♪ Lihatlah di sekelilingmu

♪ Setiap orang yang kau lihat, setiap orang yang kau kenal...

Tolong beritahu aku, sedang apa aku di sini?

♪ Berkemilau ♪

Tidak!

Astaga...

Nasib telah membakar rumahku menjadi abu

dan menyeretku ke pengasingan.

Dulu kukira aku paham dan bisa kendalikan keputusasaan,

namun sekarang aku paham rasa sakit ini,

Tak dapat kumafhumi kelegaannya.

Saat kucari jawabannya,

aku berbalik putus asa.

Duhai, dengan berpulangnya ibu dan ayahku, aku telah kehilangan diriku seluruhnya!

Duka citamu berjalan baik.

Orang tuamu mendapat takzim,

dan semoga mereka beristirahat selamanya dalam ketenangan.

Berdirilah.

Maju.

Bangunlah rumah glamormu sendiri ...

dan miliki untuk selamanya.

Haruskah kuambil risikonya ...

atau tetap di sini?

Dengan berbekal pengalamanku.

Jika aku tetap tinggal, maka aku mati.

Tidak. Aku harus pergi.

Rantai?

Sekarang kau tahu.

Senantiasa di sana.

Ya. Majulah.

Berdoalah agar kau menjadi berani dan diberi keberuntungan.

Kau akan menempuh jalan panjang.

Lusinan akan menjadi ratusan,

ratusan akan menjadi ribuan.

Kau akan melewati desa yang tak terhitung jumlahnya.

Namun pada akhirnya, sebuah desa akan menunjukkanmu,

sesuatu yang mendalam, bagian esensial dari dirimu

akan mengenalinya,

dan kau akan berkata, "Desa ini milikku."

Kau akan belajar berniaga...

pun halnya dengan menyambung hidup.

Kau akan tahu nikmatnya mencicipi buah dan roti

dan anggur milikmu...

...karena telah kau dapatkan sendiri.

Kau akan temukan sebidang tanah

dan membangun rumah dengan tanganmu sendiri.

Kau akan menggarap ladang.

Kau akan hidup darinya.

Kau akan bertemu kawan baru.

Kelak kau akan bertemu seorang perempuan.

Kisah perjumpaanmu akan berubah tergantung beragam penuturnya:

entah kau yang tersesat

lalu dia membantumu menemukan jalanmu,

atau justru dia yang tersesat

dan kau menuntunnya pulang.

Dia akan melihat ketakutanmu,

rasa sakitmu, impianmu, dan potensimu...

dan kau akan melihat ihwal dari dirinya.

Dalam menemukan belahan jiwamu,

karunia hidupmu akan dilipat gandakan.

Terkadang, dia akan terlihat seperti pria bagimu.

Dia akan hamil, karena kau bersanggama dengannya.

Kau akan dikaruniai tiga orang putra.

Akan kau ajari mereka hal yang kau ketahui,

dan tiap hari akan kau beri tahu, bahwa kau menyayangi mereka.

Mereka akan tumbuh menjadi anak lelaki yang tampan,

diberkati dengan keberanian, serta kebaikan dan ambisi.

Kau akan ceritakan perasaan banggamu dengan terapismu.

Dia akan mengarsipkannya.

Suatu hari, badai bersejarah akan menyapu desamu...

...dan meluluh lantahkan rumahmu.

Kau akan terbawa...

...oleh banjir besar.

Kau akan terpisah dari keluargamu.

Dan kau akan terdampar di negeri yang asing.

Kau akan mencari keluargamu selama berhari-hari...

kemudian berminggu-minggu,

lalu berbulan-bulan,

begitu banyak bulan dilalui, hingga tak mampu kau hitung,

namun tetap kau takkan menemukannya.

Kau akan mencoba mencari pekerjaan

demi menyokong pencarianmu yang berkelanjutan,

namun tak seorang pun akan memahami bahasamu.

Kau akan diperlakukan seperti penjahat.

Akhirnya, kau akan tiba di sebuah desa

diterpa oleh wabah yang di luar nalar.

Saat kau melewatinya, seorang pria yang gila karena tragedi,

dia akan mengenalmu sebagai dabat yang membumi hanguskan rumahnya

dan yang menukar kaki anak-anaknya dengan tangan mereka.

Kau akan mencoba membela ketidakbersalahanmu,

tapi itu hanya akan membuatmu terdengar lebih bersalah.

Kau akan mulai skeptis pada ketidakbersalahanmu.

Kau akan melarikan diri.

Marah karena balas dendam,

akan mereka kirim anjing penyerang untuk mengejarmu.

Mereka akan mengobrak-abrik dunia hanya untuk menemukanmu.

Kau takkan tahu, namun kau akan merasakannya.

Dan kau akan punya catatan rinci akan kesan-kesan ini.

Dan seiring waktu, catatannya akan semakin banyak.

Petualanganmu akan berlanjut selama bertahun-tahun.

Kau akan mampu membedakan jenis burung dengan kicauannya saja

dan kau akan tahu setiap pohon dan tanaman cukup dengan namanya saja.

Menyampingkan seluruh kenyamanan,

kau akan menertibkan pikiranmu pada cara pandang yang baru.

Kau akan mengalami fase adiluhung dan nista,

dan kau akan mencari keluargamu

sampai hidupmu menyusut lagi memudar

menuju mimpi milik kaum lelembut.

Kau akan bertanya-tanya akan eksistensi mereka.

Hingga saat kau menua dan uzur,

kau akan tumbang karena keletihan.

Oh, Sayang...

Mengapa kau menangis?

Karena selama ini aku telah mencari keluargaku

sepanjang hidupku,

sampai akhir hayatku,

sedangkan aku masih sendiri.

Tak seharusnya kau ratapi kemalanganmu,

atas dosa-dosamu sendiri.

Kau pun selama ini telah dicari,

namun kau begitu tenggelam dalam keegoisanmu sendiri

hingga tak ada yang bisa menemukanmu.

Mengakulah.

Kepada handai taulanmu.

Tapi apa yang telah kuperbuat?

Kau tahu.

Mengakulah.

Aku telah menjadi seorang pengecut.

Selama hidupku.

Kau akan mengakui semuanya.

Setelah itu, akan kau temukan bumi

silih berganti dengan air yang baik.

Keadaan tidur yang nyenyak.

Dengan suara terompet di kejauhan,

kau akan bangun, seakan karena keajaiban,

di kaki desamu yang bersemarak.

Tak ada yang akan mengenalimu,

namun aroma udara, serta suara serangga,

dan cara cahaya malam merambat melewati cerobong asap

dari rumah tua sang tetangga,

akan memberikanmu pancaran kenangan yang hidup.

Kau akan diundang ke pertunjukan khusus

yang akan diadakan di teater luar ruangan

terbatas untuk malam itu saja.

Sup: 1 Dollar Nonton: 1 Dollar

PUTRA-PUTRAKU TERCINTA

Meskipun kau lapar,

kau akan membelanjakan satu dolar terakhirmu untuk ini.

Selama 40 tahun terakhir, ingatannya goyah

sampai-sampai dia tak bisa mengingat wajah ibunya sendiri,

namun hanya dengan menghirup udara,

dia dicengkeram oleh kepastian mutlak bahwa tempat ini adalah desanya.

Tak satu pun yang mengingatnya,

dan meskipun semua tetangganya

digantikan oleh generasi yang lebih muda,

dia mengenali segalanya,

dan entah bagaimana dia pun merasa dikenali.

Rumahnya telah menunggunya,

dengan setia seakan dia telah mencarinya.

Bahkan pemandangan mentari sore,

melontarkan kilatan cahaya ambar melalui cerobong asap yang familiar,

membuatnya terhuyung-huyung menuju banjir kenangan.

Apa yang ayah kita lakukan selanjutnya?

Dan di mana desanya?

Kami hanya menganggapnya sebagai anak lelaki yang tak memiliki ingatan!

-Tolonglah, beri tahu kami cara menemukannya. -Tidak, tunggu...

Apa yang dia lakukan selanjutnya?

Dia terlengah karena kelaparan dan uangnya hanya cukup

untuk semangkuk sup, tapi sebelum dia membelanjakannya,

dia diundang ke pertunjukan khusus.

Yang sedang berlangsung,

dia merasa harus masuk,

dan ia belanjakan dolar terakhirnya itu.

Tak lama setelah duduk,

dia melihat detail jalan ceritanya

yang tak mungkin mirip dengan

kehidupannya sendiri,

dan ada tiga pemuda di atas panggung

yang sangat mirip dengan dirinya.

Itu aku!

Dia pun bangkit, gembira sekaligus gelisah bahwa itu mungkin tak benar, lalu dia berkata...

Itu kisahku!

Dan ketiga pemuda itu langsung mengenali pria itu

sebagai ayah mereka.

-Ayah? -Tidak mungkin.

Putra-putraku!

Ayah...

Ayah...

Oh, Tuhan.

-Oh... -Astaga.

-Oh... -Astaga.

Kalian putraku!

Oh, putra-putraku tercinta!

Jangan takut. Aku di sini. Kemarilah.

Kemarilah. Oh...

Oh, astaga...

Ke mana saja Ayah selama ini?

Kalian direnggut dariku.

Sudah kucari-cari begitu lama.

Ayah baik-baik saja selama ini?

Akhirnya kita bertemu lagi. Oh, Sayangku.

Oh, Sayangku.

Oh, Sayangku.

Aku sangat merindukan Ayah.

Oh, tak apa.

Tak apa, Ayah ada di sini.

Oh, Sayangku.

Inilah akhirnya.

Tak apa.

Bagaimana dengan Ibu? Apakah dia...

-Apa? -Apakah dia...

Dia tak bersamamu?

Dia tak bersamamu?

- Astaga. - Kami...

Kami dibesarkan yatim piatu.

Oh, kasihan!

Maafkan aku.

Di mana Ibu?

Tak apa, Sayang.

- Tak apa. - Ayah...

Ibu...

Apakah ada...

Apakah ada saudara lain?

Selain kita?

Kalian punya seorang nenek.

Di mana dia?

Kepalanya...

Dan Kakek?

Kakek meninggal karena apa?

Dia meninggal pada malam pernikahan kami.

Malam yang sama saat kau dikandung Ibu.

Dia meninggal saat kau dikandung Ibu.

Bagaimana itu?

Saat ia sudah tuntas.

Di dekapan Ibu.

Ada deru di detak jantungnya, sama sepertimu.

Apakah sakit?

Ibu yakin rasanya menyiksa.

Itu adalah kali pertama kami bercinta.

Benar-benar pertama kalinya masing-masing dari kami bercinta.

Kakekmu dan kakek buyutmu

meninggal dengan cara yang sama.

Tapi ayahmu mengira dia mungkin berbeda.

Ibu turut prihatin dengannya.

Ibu mendesaknya.

Ibu menginginkan kehidupan yang normal.

Ibu menginginkan seorang anak.

Dia meninggal saat berada di atas Ibu.

Saat mencampuri.

Saat terlintas tentangnya, Ibu selalu merasa tak tega.

Namun kemudian...

Kemudian, trauma itu sendirilah...

yang mengubah Ibu sepenuhnya...

yang juga memberikan anugerah terindah dalam hidup Ibu.

Ibu sangat prihatin atas apa yang ayahmu turunkan kepadamu.

Tak bisa kuutarakan betapa prihatinnya Ibu.

Apakah itu bohong?

Tidak.

Apakah itu benar-benar terjadi?

Ya.

Itulah sebabnya Ayah tak pernah...

bersama siapa pun.

Ayah...

Kau belum pernah menjalin hubungan dengan siapa pun?

Lalu bagaimana kami bisa lahir?

Apa yang harus kulakukan?

Anggota tubuh mana yang harus kutikam?

Nasi sudah menjadi bubur.

Bukankah sudah kuberikan semuanya yang kumiliki?

Semua hal yang kau miliki?

Kau hanya memberikan hal-hal sepele.

Kau tak mengorbankan apa pun yang nyata.

Aku telah terikat oleh janji-janjiku!

Aku tak bisa menguasai hidupku!

Apakah kau baik-baik saja?

- Aku hanyalah tikus dalam labirin! - Labirin?

Aku merasa mual.

Aku tahu.

Coba ini.

Ini manjur.

Terima kasih.

Terima kasih.

Halo?

Ada yang bisa kubantu?

Kau mengenaliku?

Entahlah.

Ketika kau masih kecil ...

Apa?

Bagaimana kau bisa sampai di sini?

Aku diburu.

Ayahmu masih hidup.

Apa?

Aku kenal ayahmu. Setelah kau lahir.

Aku bekerja pada ibumu.

Bukan sebelum aku lahir. Ayahku meninggal sebelum...

Aku yang menyajikan makanan ayahmu, laku membersihkannya setelah selesai.

Orang tuaku berutang pada ibumu.

Apa itu?

Apa?

Siapa kau?

Itu tak penting, 'kan?

-Itu penting... -Tidak. Aku hanya...

bercanda. Aku...

Aku sangat senang melihatmu.

Apakah kau ayahku?

Tunggu.

Tunggu.

Kau baik-baik saja, Sayang?

Apakah mataku menipuku?

Hantu apa yang kulihat ini?

Halo, orang asing yang menawan!

Sekarang kau lihat,

dari bayang-bayang...

Turunkan aku sekarang!

- Turunkan aku! - Seseorang, tolong aku!

Turunkan aku dari sini!

- Aku tak bisa! - Aku terikat. Cepat!

Beau!

-Ayah? -Lari!

Apakah terlalu keras?

Oke, ayo. Buka bajumu.

Cukup untuk ini.

Apa Ibu bilang?

Ibu takkan lakukan ini lagi denganmu malam ini.

Ibu akan sakit hati.

Kau akan benar-benar menyakiti Ibu.

Di mana Ayah?

Apa?

Kau tahu di mana Ayah berada.

Ayah sudah meninggal.

Apakah kau mencoba untuk menyakiti Ibu?

Aku tak peduli! Aku ingin bertemu Ayah!

Kau ingin Ayah juga?

Baiklah, ayo, jika kau mau pakai caramu.

Naiklah!

-Aku tak bisa. -Tentu saja kau bisa!

Kau cukup besar untuk menyakiti Ibu,

maka kau pun cukup besar untuk ini!

-Tak ada yang boleh ke atas sana. -Naiklah!

- Kau ingin naik juga? - Tidak.

Apa itu? Kau mengangguk?

Cukup!

Kami akan melupakanmu!

Kembali!

Memasuki Wasserton Selamat datang kembali!

Permisi, Pak.

Apakah pemakaman telah berlangsung?

Sudah selesai. Ada video di dalam.

Mona.

Mona Wassermann.

Kita berkumpul hari ini sebagai paguyuban,

yang saling terikat bersama oleh cinta kita pada Mona,

dan menunaikan kewajiban.

Kewajiban untuk berduka atas kepergian Mona,

dan juga untuk memperingati kehidupan Mona.

Mona, wanita yang murah hati.

Mona, yang seorang diri membangun bisnis megah

yang melampaui mimpi terliarnya.

Mona, istri yang berdedikasi tanpa henti

bagi suaminya yang menyanjungnya,

yang meninggal secara tragis

sebagaimana merambaknya kehidupan mereka.

Dan Mona, seorang ibu yang sangat peduli

pada putra semata wayangnya yang masih hidup, Beau,

yang sangat dia cintai,

dan yang telah memutuskan untuk tidak hadir bersama kita hari ini.

Mona mencintai Beau dengan cinta yang bisa memindahkan gunung.

Bahkan, aku sarankan saat kita pulang nanti,

kita periksa pegunungannya untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

DI SINI LAMPU GANTUNG JATUH DAN MERENGGUT NYAWA MONA WASSERMANN

Apa lagi yang perlu diutarakan?

Kuharap dia tahu akan hal ini.

Kuharap aku bisa mengatakan itu padanya.

Bahwa aku memang mencintainya.

Dan itu sesuai dengan wasiatnya

agar kita memutar lagu ini sekarang.

Lagu favoritnya.

♪ Kau membuatku aman dari ancaman

♪ Kaulah yang membuatku tetap nyaman

♪ Kaulah yang memberiku kehidupan

♪ Membuatku terbebaskan dari banyak beban

♪ Masa-masa terbaik yang kutahu

♪ hanyalah tahun-tahun saat bersamamu

♪ Akan kuberikan segala yang kumiliki untukmu

♪ Akan kuberikan hidupku, hatiku, rumahku

♪ Akan kuberikan segala yang kumiliki

♪ Hanya untuk membuatmu kembali

♪ Kau mengajariku cara mencintai

♪ Tentang asal-usul cinta ini

♪ Kau jarang banyak bicara Tapi kau selalu tunjukkan cara

♪ Cukup dengan melihatmu, aku bisa tahu

♪ Tiada orang lain yang bisa tahu

♪ Bagian yang tak bisa lepas dariku

♪ Akan kuberikan segala yang kumiliki untukmu

♪ Akan kuberikan hidupku, hatiku, rumahku

♪ Akan kuberikan segala yang kumiliki

♪ Hanya untuk membuatmu kembali

♪ Adakah orang yang kau kenali

♪ Mereka yang sangat kau cintai

♪ Namun kau anggap remeh mereka

♪ Mungkin kelak kau akan kehilangan mereka

♪ Ada yang membawa mereka pergi

♪ Dan mereka tak mendengar kata yang ingin kau ucapkan lagi

♪ Akan kuberikan segala yang kumiliki untukmu

♪ Akan kuberikan hidupku, hatiku, rumahku

♪ Akan kuberikan segala yang kumiliki

♪ Hanya untuk membuatmu kembali lagi

♪ Hanya untuk menyentuhmu sekali lagi ♪

Halo?

Halo!

Halo?

Halo?

Hai.

Maaf.

Kukira dimulainya jam 8 malam.

Aku membawakan bunga ini.

Akan kuletakkan saja di sini.

Dia memang berutang padaku.

Ini jelas bukan waktu yang tepat dan kau mungkin bukan orangnya...

Kalau begitu, aku pergi. Aku tinggal memesan Uber.

Aku bisa tunggu...

Sekali lagi maaf.

Elaine?

Ini aku.

Aku Beau.

Astaga.

Beau?

Tidak.

Mustahil.

Tak kusangka itu kau.

Astaga!

Maksudku, tentu saja itu kau.

Ibumu meninggal.

Aku turut berduka cita.

Sedang apa kau di sini?

Aku ke sini untuk melayat.

Dan berbela sungkawa.

Karena kau sungguh ada di sini. Aku...

sungguh menyesal.

Aku tak percaya itu kau.

Aku tak percaya itu kau.

Apakah aku terlihat pangling?

Kau mengenaliku.

Aku sudah tua sekarang.

Kau tak berubah.

Tidak.

Ya, kau masih sama.

Kau juga sama.

Kecuali tubuh dan wajahmu.

Kau bekerja padanya?

Apa?

Ya, aku kerja hingga pekan lalu.

Sebenarnya aku berlarut dalam duka cita sebelum kemari.

Napasku bagaikan anggur murni.

"Hingga pekan lalu"?

Aku turut berduka cita.

Selama ini aku menunggumu.

Apa maksudmu?

Mengapa?

Karena kau menyuruhku.

Aku bahkan punya bukti tertulisnya.

Aku memang ingin kau begitu.

Sayang...

Kau mau masuk?

Kau mau sendirian dulu?

Ayo masuk.

Di mana kamar tidurnya?

Kamar privasi!

Kau punya lilin?

Kau ke kamar mandi saja dulu.

Saat kau kembali, aku akan siap.

-Kau tak menanggalkan pakaian. -Ya.

Hai, maaf.

-Kau baik-baik saja? -Ya.

Apakah kau?

Kau sangat tegang.

-Oh, maaf. -Santai saja.

Ini agak, kau tahu, seperti sudah lama sekali.

Memang.

Aku suka bahwa kau tak sombong atas kejantananmu.

Terima kasih.

Lepaskan.

Yang kumaksud adalah aku belum pernah.

Itu tak mempengaruhi kejantananmu.

-Apa? -Ereksimu kuat.

Sungguh?

Astaga.

-Sudah bangun? -Ya.

Kau yakin kondomnya sudah membungkus seluruhnya?

Astaga.

- Sudah masuk? - Enak sekali.

Oh, tidak.

Oh, tidak!

Tunggu...

-Enak, 'kan? -Ya...

Tapi, tunggu.

-Aku... -Ayo kita mulai ulang.

Apa?

-Tapi enak, 'kan? -Ya.

Tunggu.

Aku tak bisa...

Kurasa hal itu akan menimpaku.

Tunggu! Tunggu sebentar!

Berhenti!

Berhenti! Ah! Oh, tidak!

Astaga!

Astaga.

Benar-benar terasa.

Aduh, keluar sangat banyak.

Kau baru saja meledakkan bijimu.

Astaga.

Aku juga mau.

Aku juga mau klimaks.

-Aku... -Tunggu.

Tunggu.

Jangan bergerak.

Jangan bergerak.

Jangan bergerak. Oke?

Astaga!

Ya ampun.

Astaga.

Kukira aku akan mati.

Sepanjang hidupku.

Oh, terima kasih.

Oh, terima kasih. Terima kasih.

Terima kasih.

Tidak, lanjutkan saja. Anggap saja aku tak di sini.

Selanjutnya apa?

Tidak?

Kau tak begitu senang melihatku, Sayang.

Baru saja aku seakan-akan mati. Ini memang keajaiban.

Jadikan ini pakan bagi Harry.

Dia bekerja padamu?

Kurasa tidak, Sayang,

tetapi jika demikian, kau bisa memberi tahunya bahwa dia dipecat.

Sejak kapan?

Sudah berapa tahun sejak awal?

Bagaimana kepalamu?

Sepertinya wajahmu benar-benar terbentur.

Kau bisa saja gegar otak.

Kau tak merasa kliyengan?

Kau tahu sedang di mana sekarang?

Di rumahku.

Sebenarnya, kau ada di rumah Ibu, Sayang.

Rumah Ibu adalah rumahmu, yang senantiasa begitu.

Tapi jika kau tahu di mana kau berada,

maka kau juga harus tahu kau baru saja dari mana.

Tahu pada tempat dan hal yang kau perbuat sebelumnya,

yang telah Ibu awasi setiap detiknya.

Kau tidak bangun tiba-tiba lalu berada di sana begitu saja.

Kau tak hanya muncul,

secara tiba-tiba, yang mengejutkanmu,

di kamar almarhum ibumu,

selang hari setelah kau kira ia wafat! -Memang tidak.

-Kau tak bisa ada di sana begitu saja! -Aku tak bermaksud begitu.

-Ya, Ibu tahu. -Aku tahu Ibu belum meninggal.

Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri

persis seperti yang kau tahu juga yang tak kau ketahui.

Kau melihat jasadku.

Bahkan tanda lahirnya juga, Bu.

Aku tahu itu tangan Martha.

Itu benar.

-Selamat tidur, Sayang. -Selamat tidur, Martha.

Jika kudengar suara apa pun, aku akan masuk kembali

dan aku akan menggelitikmu sampai tak berdaya!

Itu...

Apa...

Bagaimana...

Bagaimana kau bisa ...

Bagaimana kau bisa melakukan itu padanya?

"Melakukan itu padanya"?

Sayang, aku takkan pernah lakukan apapun

kepada pengurus rumah tangga yang loyal dan berkhidmat

yang memberiku 37 tahun khidmat tanpa pamrih.

Dia mengajukan diri.

-Tidak, dia tak begitu. -Ya, dia begitu.

-Tidak. -Iya.

Tidak, dia tak melakukannya!

Aku tak bisa mencegahnya untuk berkhidmat dengan sukarela.

Sepadan dengan apa?

Cukup untuk setiap anggota keluarga besarnya berhenti dari pekerjaannya pada hari yang sama,

dan tak perlu bekerja lagi.

Dan kau tahu hal yang lainnya?

Itu sangat sepadan.

Karena sekarang Ibu tahu.

-Apa yang Ibu tahu? -Semuanya.

Ibu tak tahu apa-apa.

Oh, begitukah, Beau?

Kau benar-benar berpikir begitu?

Apakah kau juga mengira bahwa Ibu tak tahu

saat kau menelepon untuk memberi Ibu kabar buruk

tentang kunci khayalanmu

yang dicuri dari pintu imajinermu?

Kunciku memang dicuri.

Kau pikir seorang ibu tak bisa melihat kebohongan terang-terangan dari putranya

juga kepalsuan dan tipuan tak berujung?

Kau pikir ini berbeda

pada saat kau memberi Ibu CD yang sama persis untuk ulang tahun Ibu

yang kau berikan pada Ibu di tahun sebelumnya

dengan yang juga kau berikan pada konselor SMA-mu?

Atau saat kau membelikanku peralatan dapur itu

di pekan yang sama setelah Ibu bersumpah untuk tak memasak!

Bahkan saat kau masih bayi,

kau mencampakkan Ibu dan menolak untuk disusui,

sementara setiap pelacur di jalanan

bahagia karena bayi mereka mengisap putingnya hingga kering!

Kau pikir Ibu percaya cerita absurd tentang ketinggalan pesawatmu itu,

lalu tak terbesit satu keraguan pun dari Ibu, bahwa sejak awal kau...

tak pernah berniat mengunjungi Ibu?

Kejutan yang seharusnya adalah jika kau benar-benar datang!

Sekarang, itu hanya membuat Ibu pusing.

Ibu takkan pernah tahu apa yang harus dilakukan!

Ibu akan membanting diri ke lantai,

memohon ampunan Tuhan karena sudah meragukanmu,

tapi tetap saja Ibu akan dianggap bodoh karena tak percaya!

Kau mau pergi saja?

Mau ke mana kau?

Ada apa di balik pintu itu, Beau?

Ke mana kau akan pergi?

Kau selalu berperilaku seperti anak kecil yang patuh dan penyayang,

seolah-olah membuat Ibu terperdaya.

Tak satu pun ada yang menjadi nyata.

Kau menghabiskan seluruh hidupmu berkelana,

menanyai tiap orang picik yang bisa kau temui.

"Jika kulakukan ini, bisakah kuhindari ini,

"atau akankah itu terjadi?"

Seolah-olah kau dilahirkan tanpa kemampuan untuk memilih.

Kau biarkan semuanya terselesaikan dengan sendirinya tanpa kehadiranmu!

Kau membuat semua orang melayanimu!

Kau pikir itu membuatmu tak bersalah?

Ibuku sendiri bahkan tak mau menyentuhku.

Tak mau menyentuhku bahkan jika aku terbakar!

Aku tak layak dapatkan cintanya.

Aku belum mendapatkannya! Dan takkan pernah mendapatkannya.

Tak peduli akan hal yang kuperbuat,

tidak peduli berapa dalam dari diriku yang kunafikan dan kupendam,

yang kubekap sampai mati.

Tak satu pun yang berarti.

Ibuku menyalahkanku atas semua yang dilakukan ibunya padanya.

Ketika aku memilikimu,

Aku berjanji, "Aku takkan pernah lakukan hal yang sama.

"Akan kuberikan seluruh cinta yang kumiliki."

Kau tahu apa yang kukatakan kepada orang-orang

ketika mereka menanyakan kabar putraku?

Kujawab dengan, "Tebakanmu sama denganku."

Sungguh aku berharap itu benar.

Kisahkanlah lebih banyak tentang masa itu.

Ketika aku memulai menjalani aspirasiku,

Ibuku menanggapi perubahan itu dengan rengat hati,

dan menjadi sangat marah atau sedih

dan membuatku merasa tak enak mengenainya sampai aku berhenti.

Selama masa penyapihan,

ibuku menganggap kemandirianku sebagai pengkhianatan.

Tepat.

Apa maksudmu?

Coba berikan contohnya.

Seperti, saat dia akan memberiku banyak kasih sayang...

Oh, maaf Ibu memberimu banyak kasih sayang!

tetapi jika aku tak membalasnya dengan kasih sayang yang sama persis,

ibuku akan menganggap bahwa aku tak tahu diuntung

dan ia anggap seolah-olah aku mencoba menyakitinya.

Cinta yang bersyarat?

Ya.

Bagus untukmu, Beau.

Lebih dari 300 sesi,

dan itu semua sama-sama memukau.

Yang mana favoritku, Jeremy?

Tanggal 3 Oktober 2018.

Mengapa kau...

Mengapa kau...

Mengapa kau tega lakukan ini padaku?

Aku sudah mengalaminya sejak aku masih kecil.

Saat aku masih kecil,

mungkin seumuran dengan saat aku mulai bermimpi...

lalu ada diriku yang lain, yang terlihat identik,

namun dia lebih berani,

lalu menanyakan Ibu tentang ayahku

karena aku terlalu takut.

Kemudian Ibu mengusirnya dan menguncinya di lantai atas.

Dan dia tak pernah membicarakan tentang Ayah lagi.

Apa yang ingin kau ketahui tentang ayahmu?

Andai kau tak takut, andai tak ada konsekuensi...

- Aku ingin tahu yang sebenarnya. - ...apa yang akan kau tanyakan pada ibumu?

Aku akan bertanya padanya...

- Untuk mengatakan yang sejujurnya! - Entahlah...

Apakah menurutmu Ibumu tak mengatakan yang sebenarnya?

Ya.

-Entahlah. -Ya.

- Karena aku... - Tapi kurasa

- Aku terlalu takut untuk mempercayainya. -Aku tahu sekarang.

Aku tahu yang sebenarnya.

Aku bertemu ayahku. Aku bertemu pria di hutan dan aku tahu.

Mengapa Ibu berbohong kepadaku?

Apakah kau menginginkan kebenaran sekarang?

Ya!

Ikut Ibu.

- Ke atas sana? - Benar.

Tak ada yang boleh ke atas sana.

Demi kebaikanmu, Beau.

Dan Ibu ingin kau ingat bahwa Ibu menyimpan ini darimu!

Aku tak mau pergi ke sana sekarang.

-Aku tak mau... -Tidak,

kau menginginkan kebenaran, kurasa kau pantas mendapatkannya.

Jangan khawatir, Sayang. Ibu akan ada tepat di belakangmu.

Tidak. Aku tak mau pergi ke sana, Bu.

Ibu akan ada tepat di belakangmu. Jangan khawatir.

Naiklah.

Jangan khawatir, Ibu akan ada tepat di belakangmu.

Jangan khawatir, Sayang. Naiklah.

-Ini seperti mimpiku. -Ibu tepat di belakangmu.

-Ibu tepat di belakangmu. -Astaga.

Ini persis seperti mimpiku!

Apa kau tak mengerti, bodoh?

Itu bukan mimpi, itu ingatan!

Tunggu!

Ibu, tunggu!

Oh, tidak.

Kumohon...

Tidak...

Beau?

Anakku yang tampan.

Oh, Beau, jangan takut.

Tidak!

Astaga. Oh, Sayang.

Sayang.

Sayang.

Ibu tak ingin kau mengetahuinya.

Sekarang kau paham alasan Ibu berbohong?

Beau.

Beau!

Alasannya adalah ayahmu.

Ibu!

Aku sangat menyesal.

Aku sadar selama ini aku menjadi anak badung.

Kumohon, maafkan aku.

Akan kulakukan apapun demi menebus kesalahanku.

Demi menebus kesalahanku.

Kumohon.

Kumohon, maafkan aku.

Dasar bocah egois!

- Maafkan aku... - Apa yang kau tangisi?

Apakah kau tahu perjuangan Ibu agar bisa membawamu ke dunia ini?

Bangun!

Sekarang kau menangis?

Kau membutuhkan seorang ibu sekarang?

Sejak kau lahir, Ibu harus berikan seluruh cinta dari diri Ibu,

yang tetap saja Ibu berikan padamu.

Ibu telah memberimu seluruh hidupku!

Yang kau ambil terus-menerus, dan menguras diri Ibu habis-habisan!

Ibu memberimu segalanya!

Dan apa balasan darimu? Apa yang Ibu dapatkan?

Penghinaan! Dan janji kosong!

Kau berjanji takkan pernah menyakiti Ibu. Apakah kau ingat yang itu?

Kau menjanjikannya seratus kali!

Kau bersumpah atas hidupmu sendiri!

Tapi janjimu hanyalah omong kosong!

Aku sudah terluluh lantahkan

oleh cinta, kepanikan dan kekhawatiran.

Apakah bayiku kelaparan? Apakah dia sehat-sehat saja?

Apakah dia agak takut untuk menghadapi dunia?

Dan buah dari semua penderitaan ini?

Adalah ratapan!

Dan kebencian!

Ya. Ya.

Kebencian. Benar adanya.

Benar adanya!

Aku benci...

Ibu?

Apakah kau baik-baik saja?

Ibu bisa bernapas?

Ibu bisa bernapas?

Maafkan aku! Aku tak bermaksud.

Maafkan aku!

Ibu baik-baik saja, 'kan?

Beau Isaac Wassermann.

Lahir pada tanggal 10 Mei 1975.

Lanjutkan.

Kita berkumpul sekarang untuk menilai sejauh mana...

kesalahan dari terdakwa.

Pertama-tama, tradisi yang tampaknya tak berbahaya.

Setiap hari Senin sebelum janji pekanannya

untuk mengkambinghitamkan ibunya,

terdakwa akan mengunjungi kolam lokalnya untuk memberi makan bebek.

Sebagaimana dia tak pernah melewatkan kesempatan

untuk memberi makan ikan terapisnya.

Bagus sekali.

Bagus sekali.

Namun apa yang terjadi

saat dia bertemu pengemis malam itu juga?

Sekarang, orang bisa melihat

bahwa terdakwa akan berangkat

untuk memberi makan burung atau ikan,

tapi tidak dengan membantu makhluk menderita dari spesiesnya sendiri.

Keberatan!

Kejahatan jalanan yang kejam ada di seluruh berita

dan semua orang disarankan untuk menghindari orang asing!

Ini bukanlah hal baru!

Setiap hari, terdakwa memiliki pemikiran

mengenai meringankan penderitaan mereka yang kurang beruntung!

Dengan segala gelagatnya,

dia memiliki hati nurani yang sehat dan normal!

Dia hanya memilih untuk mengabaikannya!

Pertimbangkan peristiwa berikut.

Hari ke-49 di usia 9 tahunnya.

Dia pergi berbelanja dengan ibunya.

Suatu ketika, ibunya terpisah dari Beau,

atau begitulah sangkaannya.

Khawatir terjadi apa-apa, ibunya panik.

Dia mencarinya ke seluruh penjuru bangunan.

Dia menangis untuk putranya, yang sebenarnya

bersembunyi di balik sudut,

hanya diam saja selama ini.

Klienku memang terpisah dari ibunya dan tersesat.

Saat menemukan ibunya,

melihat ibunya yang panik, sebenarnya Beau sedang ragu

karena takut mendapat hukuman!

Itulah keadaan pikiran yang panik

takut ibunya tersandung dan jatuh,

merobek ligamen di lututnya dan melukai pergelangan kakinya dengan parah.

Dan tetap saja

terdakwa tak menolong ibunya!

Dia ketakutan!

Sekarang pertimbangkan terdakwa pada usia 15 tahun,

hari ke-210,

dirinya bergaul bersama anak lelaki lain yang berbeda.

Terdakwa, berharap untuk mengesankan teman-teman barunya yang heboh,

mengundang mereka ke rumahnya,

sementara ibunya keluar untuk membeli ...

... hadiah untuk ulang tahunnya.

Dia membiarkan mereka masuk ke kamar mandi ibunya,

dan membiarkan mereka mengobrak-abrik cucian kotornya,

memilah dan akhirnya mencuri pakaian dalamnya.

Astaga.

Mereka memaksaku!

Mereka memaksanya!

Apa yang kau lakukan?

- Apa? - Tidak!

Tidak!

Astaga!

Astaga!

Bahkan tindakan perhatiannya yang sudah semestinya

adalah simbol dari kemunafikan yang lebih besar.

Perhatikan pekan ini juga.

Terdakwa meminta Grace dan Roger untuk mengantarnya pulang

agar dia bisa memakamkan ibunya

dan memulai ritus berkabung.

Roger menawarkan pilihan untuk

mengantarnya pulang malam ini

jika tawaran mengantarnya besok tidak terlalu lebih awal.

Dan Beau memilih untuk pulang besok,

semakin menunda perjalanan yang sudah sangat tertunda!

Dan jika seseorang mengamati ekspresi wajahnya

saat Roger menawarkan pilihan itu,

seseorang dapat menyimpulkan bahwa

terdakwa merasa panik akan pemikiran untuk pulang.

Aku tak mau memaksanya.

Dia ada jadwal mengoperasi.

Aku menangis! Saat berada di samping peti mati.

Saat aku dikabari ibuku wafat,

aku menangis berlarut-larut.

Melanjutkan pokok masalah ini,

tolong perhatikan peristiwa kemarin.

Belum tiga jam setelah ia bertemu orang picik yang hamil,

yang main mata dengannya,

apakah dia memberinya hadiah penghormatan yang seharusnya khusus bagi almarhum ibunya?

Sekarang, saat si jalang hamil itu

menawarkan untuk memulangkan hadiah spesial itu,

apakah dia bersikeras bahwa orang asing ini tetap...

Tidak! Tunggu!

Tidak! Berhenti!

Tunggu!

Kakiku tersangkut!

Tunggu!

Tunggu, Bu! Aku tak bisa bergerak!

Apa?

Kumohon, Ibu!

Tolong aku!

Kumohon! Tolong aku!

Kumohon jangan salahkan aku!

Tolong aku!

Siapa pun, tolong aku!

Tolong!

Tolong aku!

Tolong aku!

Kumohon! Aku tak mau mati! Aku tak mau...

Tidak! Sayangku!

Sayangku.

Sayangku.

Sayangku.

Terjemahan takarir oleh Saul Saleh (Thalut al-Shalihi) Resync oleh M Kibara

Terjemahan takarir oleh Saul Saleh (Thalut al-Shalihi)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.