All language subtitles for Suitable.Flesh.2023.720p.WEBRip.x26MX]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aku dengar dia datang dengan kondisi mengenaskan.

Kita akan segera tahu.

Itu sulit untuk tahu jika itu manusia,

Apa lagi siapa orangnya.

Kau ingin melihatnya.

Dia dulu berparas menawan.

Mereka semua terlihat sama didalam.

Kau tahu, dokter, aku tidak iri denganmu,

Pernah bekerja dengan ini saat mereka masih hidup.

Dia bukan salah satu pasienku.

Mereka semua pada akhirnya menjadi pasienku.

Manis.

Hei, Dr. Upton.

Aku dengar mereka memiliki Dr. Derby di bawah sini?

- Aku takutkan begitu. - Kau sebaiknya berhati-hati.

Ayahku pernah bilang,

"Teman adalah yang paling berbahaya."

Mengapa?

Karena mereka adalah teman.

Ya.

Keamanan Bangsal Kejiwaan

Sekolah Kedokteran Miskatonic Arkham, Massachusetts

Bersiaplah.

Potong kepalanya...

Hancurkan tubuhnya...

Aku harus selesaikan itu...

Apa mereka kremasi mayatnya? Apa dia sudah mati?

Benar-benar mati?

Mereka memulai autopsi sebentar lagi.

- Tidak, tidak, tidak, tidak... - Hei, hei.

- Dia masih bisa mendapatkan aku. - Dia sudah mati.

- Kau memastikan itu. - Dani.

Dani, aku mau kau percaya aku.

Beth, kendalikan dirimu.

Lepaskan dia.

- Bu, dia berbahaya. - Dia pasienku.

Aku temanmu.

Aku tahu bagaimana kedengarannya, tapi jika dia melakukannya lagi,

Itu selamanya.

Tinggalkan kami.

Siapa sebenarnya dia?

Kita tak bisa bicarakan ini lagi.

Kita tak punya waktu. Aku tak punya waktu.

Kau pasti mengenali gejalamu.

Ya. Paranoid skizofrenia.

Tapi bagaimana kau bisa mengerti kecuali itu terjadi kepadamu?

Oke, beritahu aku dari awal.

Aku pikir memiliki segalanya.

Praktik yang sukses.

Suami ideal.

Kehidupan yang cocok.

Hingga itu mengetuk pintuku,

Aku pikir memegang kendali.

- Dia pikir aku lemah. - Bagaimana menurutmu?

Aku rasa dia tak tahu betapa sulitnya itu.

- Sulit bagaimana? - Desakannya.

Aku mencoba mengontrol itu, tapi aku menyerah.

Jadi itu kelemahanmu?

Kau tak harus bicara mewakili aku.

Aku takut waktu kita sudah habis.

Dia membuatku merasa seperti pecandu narkoba sudut jalan.

Aku bukan pecandu. Aku profesor Bahasa Inggris.

Mari diskusikan ini di sesi berikutnya.

Dengar, aku akan sudah dikalahkan oleh ini saat itu, dokter. Oke?

Hanya...

Mereka mau aku lenyap. Mereka semua.

Kolegaku, Dekan, istriku.

Aku tak seperti yang mereka kira.

Hingga bab berikutnya, profesor.

Benar. Terima kasih.

Sial.

Ada yang bisa aku bantu?

- Kau Dr. Elizabeth Derby? - Benar.

Bisa aku bicara denganmu?

Maaf, kau bisa buat janji untuk gunakan jasaku.

Tolong. Aku butuh bantuanmu.

Apa ada yang ketinggalan, profesor?

Lanjutkan.

Maaf.

Tak apa. Kenapa kau di sini?

Aku mahasiswa di Miskatonic. Aku membaca bukumu.

Yang mana?

Mengenai pengalaman meninggalkan raga.

Sebagai gejala skizofrenia?

Aku sempat meninggalkan ragaku.

Masuklah.

- Duduk. - Terima kasih.

Siapa namamu?

Asa Waite.

Hal pertama yang harus kau tahu yaitu jika kau tidak sendiri.

Tidak, aku sendiri.

- Tak ada yang mengerti. - Kau akan terkejut.

Banyak mahasiswa psikologi berpikir melihat gejalanya...

...dari apa yang mereka pelajari didalam perilaku mereka sendiri,

Tapi itu bukan berarti kau memiliki masalah.

Tidak, aku tidak membaca itu untuk sekolah.

Aku membacanya karena itu terjadi kepadaku.

Tak apa. Kau bisa angkat itu.

Aku tahu ini terdengar gila, tapi aku takut bicara dengan dia.

- Dengan siapa? - Aku tak tahu bagaimana itu terjadi,

Tapi rasanya seolah dia melakukan itu.

Seolah dia memiliki kuasa terhadap aku.

Siapa yang memiliki kuasa terhadapmu, Tn. Waite?

Dia ingin melakukannya lagi. Aku tahu itu.

Menginginkan apa?

Dia menginginkan ragaku.

Siapa orang yang kau takuti ini?

Ayahku, dia mencariku.

Bisa kau ke rumahku?

Maaf, tapi aku tidak pergi ke rumah klien.

Itu tak jauh. Di ujung Jalan High. Nomor 33.

Aku mohon.

Biar aku hubungi departemen psikiatri di Miskatonic.

Aku bisa beritahu mereka jika ini darurat.

Ini dia.

Tidak, aku tak mau bicara denganmu, oke?

Kau harus berhenti.

Aku pergi menemui seseorang.

Seseorang untuk membantuku.

Tidak. Tidak. Tidak. Tidak.

Asa? Asa?

Tolong.

Bagaimana perasaanmu?

Sangat kacau.

Kau dokter.

Itu sebabnya kau di sini.

Tenanglah.

Apa aku dilanda?

Apa maksudmu?

Apa aku sakit?

Apa kau ingat percakapan kita, Tn. Waite?

Itu tergantung. Apa yang aku bilang?

Jika kau memiliki pengalaman meninggalkan raga.

Kau tak seharusnya percaya setiap pemuda saat dia bicara asal.

Apa kau sering bicara asal?

Aku yakin respon yang tepat untuk itu adalah...

...bukan urusanmu.

Kau tak kebetulan punya rokok?

Ini kantor medis. Tak ada rokok.

Demi Tuhan.

Kadang aku benci dunia moderen.

Kau bilang butuh bantuan. Aku ingin membantumu.

Mungkin.

Suatu hari.

Aku tidak menarik bayaran. Kau tak perlu keluarkan uang.

Ini nomor pribadiku.

Kau sangat berani, Dr. Derby.

Aku ingin membantumu, Asa.

Permisi?

Aku tak yakin kau bisa.

Untuk sekarang.

Tapi aku akan biarkan pintunya terbuka.

Untuk jaga-jaga.

Melihat dia pergi, aku merasa syok,

Tapi aku tak bisa berhenti memikirkan dia.

Lalu aku melanggar peraturan paling penting di profesi kita.

Aku membawa pulang pekerjaanku.

Itu jelas gangguan kepribadian ganda.

Kasus paling dramatis yang pernah aku lihat.

Dia bertransisi melalui kejang dan gejala somatik ekstrem.

Aku jelas ingin segelas anggur. Terima kasih, dokter.

Maaf, sayang.

Aku rasa dai ketakutan terhadap sosok pria.

Kekerasan dini terhadap anak adalah penyebab klasik MPD.

- Tapi dia bukan pasien? - Masih belum.

Tapi dia bisa jadi subjek untuk studi kasus besar.

Tapi dia butuh bantuan.

Bagaimana harimu, Edward? Kau tahu, lumayan.

Aku bangun, aku berolahraga.

Aku ada tiga wawancara kerja dengan bos separuh dari umurku.

Menangis di mobil, pulang ke rumah,

Dan temukan sedikit hiburan,

Pada ikan kakap dihadapanmu ini.

Maafkan aku. Kau benar.

- Bagaimana harimu, Eddie? - Tak apa.

Kau mendengarkan orang bicara seharian.

Aku yakin ada cara lain yang bisa kita pikirkan.

Ini datang jauh-jauh dari laut.

Bisa kau temukan aku rumah baru?

Di perutmu?

- Di perutmu? - Hentikan.

Makan aku.

Hentikan.

- Tolong. Aku butuh bantuanmu. - Aku tak begitu yakin kau bisa.

Aku meninggalkan ragaku.

Aku tak tahu bagaimana itu terjadi,

Tapi itu terasa seolah dia melakukannya.

Ayahku. Dia menginginkan ragaku.

Bisa kau ke rumahku?

Itu tak jauh. Di ujung Jalan High. Nomor 33.

Tapi aku akan tetap biarkan pintunya terbuka.

- Untuk jaga-jaga. - Tolong.

Perjalanan menuju Jalan High 33.

Apa yang mendorongmu pergi ke rumah dia?

Aku tahu bagaimana kedengarannya,

Tapi benar-benar tak bisa mengontrol diriku sendiri.

Pikiranku tertuju kepadanya.

Halo?

Halo?

Halo?

Permisi, pak?

Apa kau baik saja?

- Bisa beritahu aku ada apa? - Obat... Obat di kantong.

Kau memiliki kondisi jantung yang serius, Tn. Waite.

Terima kasih untuk diagnosis yang sudah jelas, Dr. Derby.

Kau tahu siapa aku?

Aku mengenali wajahmu dari bukumu.

Aku sudah tebak kau akan datang.

Berarti kau tahu aku mencari Asa.

Dia beritahu kau dia menemuiku?

- Apa dia di sini? - Dia kabur beberapa hari lalu.

Kau tak terdengar kesal tentang dia yang menghilang.

Dari pembelaanku,

Anak itu tak pernah benar-benar berguna.

Apa itu gunanya anak? Untuk digunakan?

Begitu untuk semua orang. Kecuali aku.

Sekarang aku sama sekali tak berguna sejak dilanda.

Dilanda? Maksudmu kau terkena stroke?

Ya, aku menderita stroke, serangan jantung, dan kanker.

Dan aku kalahkan semuanya.

Buku apa ini?

Judulnya "Bukan urusanmu."

Lihatlah dirimu. Kau langsung tergerak.

Mengambil alih. Mengira kau pantas untuk rasa hormatku.

Asa temui aku untuk pertolongan.

Dia pemuda yang sangat bermasalah.

Dia butuh perawatan medis.

Jangan salah,

Daging dan darahku akhirnya melemahkanku.

Tapi pikiranku masih tajam dibanding gigi ular.

Selain anak tak tahu terima kasih dan penglihatanku,

Aku masih menghargai sosok menawan saat melihatnya.

Dengarkan aku, pak.

Itu berbahaya dalam kondisi Asa untuk ditinggal tanpa pengawasan,

Dan mengingat kondisimu...

Jangan khawatir dengan aku dan anakku.

Kau urus utusanmu sendiri.

Jika Asa kembali, minta dia hubungi aku.

- Jika kau peduli dengan dia. - Tentu saja aku peduli.

Dia anakku. Dia...

Dia penyelamatku.

Dengarkan aku, teman.

Aku hanya butuh sat panggilan telepon...

Dokter...

Dr. Derby, kunjungan rumah ini berakhir.

Keluar! Keluar!

Aku kembali ke hidupku,

Dan mencoba fokus pada pekerjaanku.

Tapi sesuatu tidak mengizinkanku.

Kemudian kapan hari aku gemetar dan berkeringat.

Aku tak bisa berpikir jernih. Aku ingin...

Kau ingin apa?

Aku ingin memukul dia.

- Tapi tidak kau lakukan? - Tidak. Aku memukul dia di pikiranku.

Dan aku melakukannya berulang-ulang. Dan aku suka itu.

Maksudku, aku cinta dia.

Aku sangat suka berpikir tentang memukuli dia.

Apa yang harus aku lakukan?

Kita bisa coba hipnosis.

- Itu akan hentikan dorongannya? - Bisa.

Apa aku mendapat persetujuanmu, Tn. Crawley?

Oke.

Bernapas seperti biasa. Tenangkan pikiranmu.

Apa aku akan kehilangan kesadaran atau kontrol?

Ini hanya teknik relaksasi.

Sekarang lihat pena ini. Benar-benar melihatnya.

Lihat cahaya yang bersinar.

Biarkan pikiranmu mengambang.

Mengambang naik ke langit-langit.

Pikiranmu mengambang meninggalkan ragamu.

Sekarang kau sendiri.

Sendirian bersama orang yang kau cintai.

Bagaimana perasaanmu?

Dia tidak cinta aku.

Dia tidak bisa.

Aku benci dia.

Aku ingin memukul dia.

Makin erat kau kepalkan tanganmu,

Makin berkurang perasaan dorongan untuk membenci.

Apa kau merasakan itu mereda?

Ya, aku merasakannya.

- Dokter. - Asa.

Aku mencoba lari. Aku mencoba kabur dari dia.

Aku sedang ada klien. Tunggu di sini.

Dia menginginkan ragaku.

Ayahmu? Apa yang dia lakukan kepadamu?

- Kau lihat apa yang dia lakukan. - Melihat apa?

Kau berada di kantormu. Kau melihat itu terjadi.

Aku membawamu ke Miskatonic. Lalu kita hubungi polisi.

Kau tidak percaya aku?

Aku tak bisa melawan dia. Aku tak bisa melakukan itu, oke?

Tubuh tua dan sakit itu...

- Aku lebih memilih mati. - Kau tidak bersungguh-sungguh.

Tapi dia mencuri hidupku.

Maka dia juga harus mencuri hidupku.

Aku senang kau kembali. Tunggu di sini.

Sial.

Stresmu menghilang. Pikiranmu tenang.

Tubuhmu rileks, melayang turun,

Kembali ke tubuhmu.

Saat aku ketuk tiga kali, kau kembali ke kesadaranmu.

Oke, aku siap.

Maaf, tapi ada situasi darurat.

Aku harus mengantar pasien ke rumah sakit secepatnya.

- Aku tidak merasakan perbedaan. - Kita akan lanjutkan berikutnya.

Ingat, saat kau merasa dorongan kekerasan,

Buatlah kepalan. Buat kepalan.

Aku permisi.

Hari yang panjang, dok?

Hari yang sulit.

Kau mau bicarakan itu pro bono?

Aku tak bisa. Privilese pasien-klien. Kau tahu bagaimana.

Kau mau berguling di kasur?

Seandainya. Aku harus membuat catatan.

Aku akan begadang sebentar.

Aku tak bisa tidur nyenyak tanpamu.

Aku bisa resepkan kau sesuatu untuk itu.

Aku juga bisa.

Tidak.

Aku harus. Itu mungkin pasien.

- Ya. - Dokter!

- Asa? - Apa itu dia?

Tolong. Tolong. Aku tak bisa hentikan dia.

- Asa, hubungi polisi. - Polisi?

- Kau di mana? - Di rumah...

Asa? Asa?

- Aku harus pergi. Ini darurat. - Darurat seperti apa?

Tidak, kau hubungi polisi, biar mereka yang urus.

- Kau hanya dokternya. - Tidak, Eddie, itu tugas mereka.

Bukan tugasmu yang aku khawatirkan.

Ini akan baik saja.

Kau memang manis. Aku segera kembali.

Asa!

Asa!

Asa?

Asa?

Tn. Waite?

Di mana obatmu?

- 911. Apa keadaan daruratmu? - Halo. Ini darurat medis.

- Ada yang mengalami serangan jantung... - Tidak!

- Apa yang kau lakukan? - Bantu aku. Bukan dia.

- Dia sekarat! - Bagus.

Dia harus hentikan itu.

Asa, berikan pisaunya padaku.

Ini bukan kau. Ini dia, bukan kau.

Berikan pisaunya padaku!

Kau mau dipenjara sepanjang sisa hidupmu?

Berikan pisaunya padaku.

Tolong, tolong, tolong, biar aku bunuh dia.

- Di mana obatnya? - Tidak.

- Berikan obatnya padaku. - Hentikan.

- Berikan obatnya padaku... - Lepas!

Biarkan dia mati. Tolong biarkan dia mati.

Ya Tuhan.

Apa dia mati?

Berapa lama?

Berapa lama otak tetap hidup setelah tubuhnya mati?

Ini berakhir.

Apapun rasa sakit yang dia sebabkan, apapun perbuatan dia kepadamu,

Ayahmu tak bisa melukaimu lagi.

Itu bukan ayahku, oke?

Itu mencuri kehidupan ayahku, dan itu menginginkan hidupku.

Kita akan panggil polisi,

- Lalu berikan kau pertolongan. - Tidak.

Tidak, tidak! Jangan panggil polisi.

Potong kepalanya. Keluarkan otaknya!

Dia tak punya kekuatan terhadapmu kecuali di pikiranmu.

Pikiran dia...

Kau tidak mengerti. Pikiran dia memiliki kekuatan!

Hari kita bertemu di kantormu...

Itu adalah yang kedua kalinya.

Jika itu terjadi lagi, maka ini berakhir...

Itu selalu terjadi tiga kali.

Aku bisa membantumu. Biar aku membantumu.

Kalau begitu bantu aku memotong kepala dia!

Dan bakar dia. Oke?

Jika dia bisa bicara, jika dia mengatakan itu sekali lagi...

Tidak. Tidak!

Asa. Kau mengalami kejang.

Kejang?

Kau bisa sebut itu begitu.

Kau ingat apa yang terjadi?

Aku pikir dia sudah mati.

Dia jelas mati sekarang.

Kita harus laporkan apa yang terjadi,

Lalu aku ingin membawamu ke rumah sakit untuk observasi.

Apa yang kau ingin observasi?

Asa, seseorang tewas.

Kalian para dokter sama saja.

Kau banyak bertanya,

Tapi kau tak suka menjawabnya.

Kau banyak menemui dokter?

Dokter. Tabib.

Penjual ramuan.

Pendeta yang sangat banyak.

Apa mereka jelaskan kenapa ini terjadi kepadamu?

Kenapa kau melupakan siapa dirimu?

Tidak. Setan memaksaku melakukan itu.

Menurutku kau berubah kepribadian...

...untuk kabur dari rasa sakit dan amarah yang kau rasakan...

...karena apa yang dia lakukan kepadamu.

Dan kau datang untuk selamatkan aku, benar?

Pahlawanku.

Apa yang kau alami disebut transferensi.

Kau mentransfer perasaan yang tak bisa diungkapkan...

...ke ayahmu dan doktermu.

Kepadaku.

Kalau begitu aku pasti sangat ingin menghabisi ayahku.

Aku akan pergi mencari bantuan.

- Aku mau kau ikut denganku. - Dan aku mau ejakulasi didalam dirimu.

Jangan buat ini lebih buruk.

Kalau begitu biar aku membuatnya lebih baik.

Kau tidak mengerti apa yang kau lakukan.

Aku tahu pasti apa yang aku lakukan.

Aku akan ejakulasi.

Berikan dirimu kepadaku.

Ayo.

Ayo.

Ayo!

Menarik.

Ya.

Tubuh ini menakjubkan.

Ini cocok denganku. Sangat cocok.

Ya. Aku menginginkannya.

Aku sangat menginginkan ragamu.

Apa yang baru saja terjadi?

Yang pertama selalu yang paling sakit.

Dan paling cepat.

Aku janji itu akan makin mudah.

Tidak, tapi aku tadi di tubuhmu.

Aku berada di tubuhmu.

Tidak, maksudku bukan begitu.

Maksudku, pikiranku berada di tubuhmu.

Aku rasa...

Jika orang lain bilang kepadamu untuk "mencumbu dirimu sendiri",

Kau bisa bilang mereka sudah pernah.

Kita harus cari tahu apa yang terjadi.

Kau akan tahu, dokter. Kau akan tahu.

Sial! Anak yang susah diatur!

Asa, kembali ke sini!

Tolong...

Tolong aku!

Ini aku!

Ini aku!

Ini Asa!

Lepaskan aku!

Asa! Asa!

Tolong aku!

Tolong aku!

Terlalu berat?

Dan saat itulah aku menemuimu.

Aku tidak mengerti betapa buruknya saat itu.

Kau saat itu kebingungan, halusinasi.

Aku berpikir...

Kau terdengar seperti mengalami pengalaman meninggalkan raga.

Ya. Tidak.

Aku merasakan pikiran dia memasuki tubuhku.

Itu rasa sakit yang tak pernah aku rasakan sebelumnya.

Tentu saja itu menyakitkan.

Kau merasa bersalah tentang perasaanmu terhadap pasien ini,

Karena kau mencintai suamimu,

Dan karena kau dokter berdedikasi.

Jadi kau proyeksikan egomu...

...terhadap salah satu orang yang membuatmu merasa bersalah.

Pasienmu.

Beth, kau menulis buku soal itu.

Oke, mungkin. Tapi itu terasa begitu nyata.

Dia bicara dengan bahasa yang tidak aku mengerti,

Dan aku merasa berada di tubuhnya.

Itu seolah dia membuatnya terjadi.

Jadi kau gunakan fantasi untuk permanis kehidupan seksmu,

Dan sekarang kau menciptakan yang lainnya untuk tutupi rasa bersalahmu.

Kau menyalahkan korban.

Entahlah, Dani.

Aku rasa aku kehilangan akal sehatku.

Apa yang harus aku lakukan?

Kau melakukan hal yang tepat.

Kau datang temui aku terlebih dahulu.

Kita akan melalui ini.

Tapi kau harus mengakui perbuatanmu.

- Berarti aku sebaiknya hubungi polisi. - Dan bilang mereka apa?

Jika pasien muda yang tidur denganmu,

Membunuh mayat ayahnya yang hidup kembali?

Tidak, kau harus mengerti,

Apa yang sebenarnya terjadi semalam.

Apa mungkin dia memberimu obat?

Aku tidak tahu...

Baik. Kita akan pikirkan ini bersama-sama.

Jangan khawatir.

Terima kasih.

Ya.

Biar aku ambilkan kau baju bersih.

Dan kau sebaiknya bicara dengan Eddie.

Kau tak bisa mengatasi ini, Beth,

Hingga kau menghadapi itu.

Semuanya.

Kau yang ajarkan itu padaku.

- Kau benar. - Tentu saja aku benar.

Melalui semua jenis rintangan.

Kita tetap bersama.

Tak ada lagi kunjungan rumahan, oke?

- Disana ada monster. - Disana ada monster.

Beth?

- Kau tak apa? - Aku tak apa.

Ada polisi di sini.

Dr. Elizabeth Derby?

- Benar. - Aku Detektif Ledger,

- Dan ini Opsir Huxley. - Bu.

Kami ingin ajukan beberapa pertanyaan jika kau tak keberatan.

Apa kau berada di kediaman Ephraim Waite...

...di Jalan High 33 semalam?

Ya. Seorang pasien menelepon dan bilang itu darurat.

Benar. Itu yang dikatakan pemuda tersebut.

Jadi kau bicara dengan pemuda itu?

Asa Waite. Ya.

Dia bilang kau sangat membantu dia.

Kau pasti menjatuhkan ponselmu saat pergi.

Terima kasih.

Jangan khawatir. Aku tidak memeriksanya.

Dinas damkar temukan itu di dekat rumah.

Ada kebakaran besar...

...yang menghancurkan kebanyakan lantai satu.

Tn. Waite bilang kau pergi sebelum kebakaran terjadi.

- Apa itu benar? - Ya. Apa semuanya baik saja?

Pemuda itu baik.

Bagaimana dengan ayahnya?

Dia tak ada didalam rumah.

Tn. Waite, anaknya,

Bilang jika dia menghilang beberapa hari lalu.

Dia sudah dilaporkan sebagai orang hilang.

Kami hanya ingin kembalikan barangmu.

Maaf aku mengganggumu lagi,

Tapi aku punya satu pertanyaan lagi.

Ada panggilan dilakukan dari ponselmu...

...ke layanan darurat 911 semalam,

Melaporkan bahwa seseorang mengalami serangan jantung.

Siapa yang mengalami serangan jantung?

Aku salah diagnosis serangan panik pada pemuda itu...

...sebagai serangan jantung.

Itu sebabnya aku tutup teleponnya. Aku sadar membuat kesalahan.

Aku mengerti.

Kita semua membuat kesalahan.

- Selamat siang. - Bu.

Semoga hari kalian indah, Petugas.

Dia jelas memeriksa ponselku.

Beth, aku sangat khawatir denganmu.

- Jangan, Eddie. - Kau pergi semalaman.

Ada kebakaran? Seseorang kena serangan jantung?

- Mari kita duduk. - Oke.

Apa yang terjadi?

Pasien itu sangat bermasalah.

- Aku masih tidak mengerti. - Beritahu aku.

Kami melakukan...

...seks.

Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf.

Itu kesalahan. Kesalahan yang buruk.

Aku kehilangan kendali.

Ada darah di dirimu.

Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf.

Aku tak bisa...

Aku tak bisa melihatmu sekarang.

Jadi aku pergi.

Ke mana lagi aku bisa pergi? Apa lagi yang bisa aku lakukan?

Kau seharusnya kembali kepadaku.

Kau tidak akan mengerti. Kau takkan bisa mengerti.

Aku pikir aku lebih baik sendirian.

Aku tidak sadar itu sudah mustahil untukku sendirian.

Selamanya.

Asa?

Tidak.

Kerja bagus hari ini.

Terima kasih, dokter.

Aku bisa lihat sekarang itu hanya mimpi.

Sampai bertemu minggu depan.

Aku pikir kau bilang aku bisa kurangi sesiku jadi bulanan.

Maaf. Aku hanya...

Aku sering kelupaan waktu belakangan ini.

Aku selalu berharap bisa kembali memutar waktu.

Sampai bertemu bulan depan.

Ya.

Hai, Eddie. Aku akan pulang.

Aku akan lakukan apa saja yang diperlukan.

- Profesor. - Dokter.

Bagaimana dengan sesi kita?

SITUS ONLINE BARU DI 2023 SITUS BARU PASTI GCOR

RTP GAME RATA2 MENCAPAI 98.9% Gabung Sekarang beritafoya.online

JADILAH JUTAWAN DENGAN BERMAIN DI FOYA88

VISI FOYA MISI FOYA, VISI MISI FOYA FOYA Temukan kami di Google, ketik FOYA88

Asa?

Kau pergi terburu-buru kapan malam.

Aku tak sempat berterima kasih.

Apa yang kau lakukan? Apa kau memberiku obat?

Dan apa yang terjadi dengan ayahmu?

Maaf menyelamu, tapi aku sudah siap untuk pergi.

Aku hanya ingin beritahu betapa aku menikmati...

Menggunakan tubuhmu.

Kau akan terkejut.

Itu tak seperti yang pernah aku alami.

Aku ingin mengerti apa yang terjadi malam itu.

Jika kau memaksa.

Tidak, tidak.

Asa! Asa!

Apa yang kau lakukan kepadaku?

Asa? Asa, angkat teleponnya...

Tolong. Tolong. Kau tak bisa melakukan ini.

- Maaf. Salah sambung. - Tidak! Tidak, tidak, tidak. Tidak.

Ini memang terjadi.

Bau itu.

Setan gurita.

Luar biasa.

Sial. Aku menikah.

Dr. Danielle Upton.

Ini aku.

- Maaf. Ini siapa? - Ini...

Aku teman Elizabeth Derby. Dia butuh bantuanmu.

- Bantuan seperti apa? - Dia dalam bahaya.

Bahaya? Apa maksudmu?

Tidak, tak ada waktu, oke? Dia butuh bantuan temannya.

Aku pikir kau bilang kau teman dia.

Aku tak bisa membantu dia.

Aku tak tahu jika ada yang bisa, tapi...

Aku tahu jika dia membutuhkanmu.

Seperti kau butuh dia.

- Apa tadi kau bilang? - Itu tidak penting, oke?

Yang penting adalah jika kau tak datang, Elizabeth mungkin mati.

Atau apapun yang membuat dia berpikir siapa dirinya.

Oke. Di mana alamatnya?

Jalan High 33.

Di rubanah. Aku rasa harusnya ada pintu rahasia...

...di bawah karpet ruang belajar Oke?

Cepatlah, Dani, tolong.

Bagus.

Halo, Sayang.

Oke, Beth. Kau bilang mau bicara.

Mari bicara.

Kenapa kita tak minum dahulu? Kau mau?

Kelihatannya kau sudah cukup minum untuk kita berdua.

Untuk masa depan kita bersama.

Aku merasa lebih baik.

Aku merasa seperti orang baru.

Oke. Baiklah.

Apa yang terjadi denganmu?

Sayang, kenapa kita tak memulai kembali?

Aku Elizabeth. Boleh aku minta rokok?

Kau tidak merokok.

Kau juga biasanya tidak minum miras siang hari.

Dan kau tak tidur dengan klienmu.

- Kau siapa? - Aku sudah bilang.

Aku Elizabeth.

Dan kau, Tuan...

Oke. Apa-apaan?

Apa yang tidak kau beritahu aku?

Beberapa hal yang tak ingin kau ketahui.

Oke. Kau bilang akan lakukan apa saja yang dibutuhkan.

Jika memang itu maumu.

Aku tak tahu apa maumu.

- Apa yang kau lakukan? - Berhenti bertanya.

Ya.

Itu lebih baik, itu lebih baik.

Itu lebih baik. Itu lebih baik.

- Halo? - Di bawah sini!

Dani. Ya Tuhan. Syukurlah kau datang.

Kau memanggilku?

Itu terjadi lagi. Ini tubuh dia.

Tapi ini aku, Dani. Ini aku.

Apa yang terjadi di sini?

Aku tidak tahu. Mungkin semacam ritual.

Lihat.

Dani, aku tahu ini gila, oke? Tapi kau harus percaya aku.

Siapa yang melakukan ini padamu? Apa kau butuh bantuan?

Itu hampir mati di tubuh pria tua.

Itu sebabnya Asa mau aku hancurkan otaknya...

...sebelum yang ketiga kali.

Tapi dia gagal.

Kemudian itu berubah selamanya.

Ya Tuhan. Asa.

Siapa namamu?

Ini aku, Dani. Ini Beth.

Aku mengerti.

Lalu di mana tubuhmu?

Aku tadi di rumah.

Aku tadi di rumah. Eddie!

Siapa yang kau hubungi?

911. Layanan darurat.

Ya. Suamiku dalam bahaya! Kirim polisi sekarang!

- Halo. - Maaf mengganggumu lagi,

Tapi kami mendapat laporan gangguan rumah tangga.

Bisa kami bertemu istrimu, Tn. Derby?

Dia sedikit tidak sehat sekarang.

Aku takut kami harus memaksa.

Oke.

Silakan masuk.

Ada polisi datang, Dok.

Kau tak apa, Dr. Derby?

Aku? Aku menawan.

- Brandy? - Tidak, terima kasih.

Kami menerima laporan dari layanan darurat...

...tentang KDRT.

Siapa yang melaporkan itu?

Maaf, petugas. Itu mungkin salah satu pasienku.

Aku rasa aku tahu yang mana.

Gila.

Tn. Derby, bisa kau ikut aku ke ruangan sebelah sebentar?

Aku punya beberapa pertanyaan lanjutan.

Oke. Tapi kau bisa panggil aku Edward.

Edward.

Tolong, pergilah ke rumahku dan lihat jika Eddie baik-baik saja.

Tunggu dulu.

Kau pasien itu, 'kan?

Apa kau menguntit dia?

Bukan. Dia penguntitnya.

Pasti ritual ini untuk itu.

Itu pasti semacam pakta.

Itu harus pengorbanan untuk membuat pakta dengan sesuatu.

Untuk kekuatan mengambil alih tubuh seseorang.

Itu yang dilakukannya.

- Tubuh demi tubuh lainnya... - Baiklah, cukup.

Dengarkan aku, bocah sialan.

Aku punya kuasa untuk memasukkanmu ke Miskatonic...

...lebih cepat sebelum kau bisa bilang "keraguan logis".

Jadi beritahu aku,

Apa yang terjadi kepada Elizabeth Derby?

Apa tadi kau bilang?

Bu, kadang orang merasa tak nyaman bicara di depan pasangan mereka.

Jangan panggil aku "Bu".

Aku terdengar seperti kepala sekolah.

Panggil aku Liz, Opsir Huxley.

- Dr. Derby? - Opsir Huxley,

Apa itu hal biasa bagi detektif...

...untuk menjawab panggilan perselisihan rumah tangga?

Tidak, tapi kami pikir ini...

...dan insiden di kediaman Waite mungkin terkait.

Menarik.

Itu selalu terjadi tiga kali.

Dia bilang setelah yang ketiga, itu selamanya.

Aku punya satu kesempatan lagi sebelum itu selesai.

Aku panggil polisi.

"Gangguan Kepribadian Skizotipal".

Alexander Lawrence. 2013. Pasienmu dengan GKS.

Saat Sean tahu soal perselingkuhan, aku melindungimu.

Tak ada orang lain yang tahu

Hingga ke tahap perceraian.

Dia tak seharusnya beritahu itu padamu.

Tidak, tidak, aku...

Aku tak pernah beritahu.

Kita tetap bersama.

Dani, tolong.

Dr. Derby?

Kau siapa?

Di mana suamiku?

Aku di sini... Aku di sini...

Kau tak apa?

Apa dia baik saja, Tn. Derby?

Ini akan baik saja. Dia hanya terlalu banyak minum.

Itu terlihat lebih dari kejang.

- Haruskah kita panggil medis? - Tidak, tidak, tidak.

Aku tak apa...

Aku dan suamiku sedang merayakan rekonsiliasi kami.

Ya, itu benar. Ya.

Kalau begitu, kami minta maaf sudah mengganggu.

Jika kau ingin ajukan keluhan terhadap panggilan 911 itu...

Tidak, tidak, tidak... Tak apa...

Jika kau yakin tak apa-apa,

Aku akan tinggalkan kalian.

Dan maaf, aku harap kita takkan bertemu yang ketiga kalinya.

Biar kuantar kalian keluar.

Kau tak apa?

Menawan.

Kau ingat percakapan kita?

Biar aku tebak. Kau juga seorang dokter.

Apa yang terjadi dengan menyimpannya di dapur?

Bagaimana dengan menghubungiku?

Kau tahu, jika aku tak tahu siapa kau,

Bagaimana aku tahu nomor teleponmu?

Apa kau familier dengan Elizabeth Derby?

Dia, aku kenal.

Orang yang sosiopat.

Yang kurang adalah apartemen penuh kucing.

Apa dia melakukan ini kepadamu?

Apa?

Ini?

Kami hanya bermain.

Ini permainan seks?

Kenapa?

Apa kau mau ikut terlibat?

Semua ini bermain peran?

Semua yang terjadi itu konsensual.

Tidak artinya tidak, dan...

Kata aman kami adalah "Aw".

Sekarang keluar dari rumahku.

Beritahu aku di mana dia.

Aku yakin dia di rumahnya.

Bersama Eddie.

Kau tak apa?

Aku? Aku khawatir denganmu.

Aku tak apa.

- Kau merokok? - Kau tak tahu...

Betapa senangnya aku,

Tak harus sembunyi-sembunyi lagi.

Kau mau melanjutkan lagi? Aku siap jika kau mau.

Apa maksudmu?

Apa yang kita lakukan sebelum polisi datang.

Apa yang kita lakukan?

Baiklah.

Jika kau ingin bermain-main.

Kita bisa mulai sebagai orang asing...

Setiap waktu.

Aku mau kau tahu.

Aku tak pernah ejakulasi seperti itu sebelumnya.

Selamanya.

Aku tak tahu apa yang merasukimu.

Tapi jika kau mau...

Kau bisa mengirisku lagi.

Aku suka itu.

Apa?

Ada apa?

Kau harus pergi.

Aku mau kau ke tempat kita di Shelter Island.

- Kenapa? - Kau sebaiknya tak di dekatku.

- Dia tak boleh kau kau di mana. - Siapa yang kau bicarakan?

Jika dia lakukan itu sekali lagi, itu selamanya.

Jika aku harus membuatmu membenciku, akan kulakukan.

Jika aku harus bunuh diri, akan kulakukan.

Aku takkan biarkan dia memilikimu.

Cukup ingatlah aku.

Aku.

Dok?

Elizabeth! Elizabeth!

Tidak!

Ada kengerian di dalam apapun itu...

...yang tak bisa aku raih.

Itu ironis seberapa banyak yang harus hilang darimu,

Sebelum kau sadar betapa banyak yang kau miliki.

Yang dibutuhkan yaitu untuk tubuhku diambil dariku,

Dan seberapa jauh aku bertindak untuk pertahankan itu.

Eddie tersayang, aku mencintaimu. Aku...

Hati-hati, dok.

Kau tak ingin melukai dirimu sendiri.

Aku tak mengira kau bisa datang ke sini begitu cepat.

Aku selalu tahu kau di mana sekarang.

Lagi pula, kau tak sesulit itu ditemukan.

Kau memiliki kehidupan yang sangat kecil.

- Apa yang terjadi kepada Asa? - Di sini, di sana.

Tak ada yang tahu.

Jika dia beruntung,

Dia mati di tubuh pria tua menyedihkan itu.

Tapi ada tempat yang lebih buruk untuk dia berada.

Jauh lebih buruk.

Yang terpenting adalah jika kita di sini, kau dan aku.

Siapa kau sebenarnya?

Maksudmu raga tempat aku dilahirkan?

Astaga, aku...

Aku tidak begitu ingat.

Aku selalu beranggapan lahir sebagai pria.

Aku memiliki hasrat pria untuk memuaskan diriku sendiri.

Untuk mendominasi.

Sekarang...

Sekarang, aku tak begitu yakin aku tak terlahir sebagai wanita.

Lagi pula semuanya semantik.

Belakangan ini, aku melakukan itu saat bosan.

Kita bukan sekedar hasrat.

Kita juga terhubung secara pikiran.

Kau benar.

Siapa yang tak suka mencumbu pikiran yang bagus?

Waktu sudah berubah.

Masa depan adalah wanita.

Begitu juga masa depanku.

Sesaat kau sebutkan kalimat itu,

Sesaat aku merasakan kau mengambil alih pikiranku,

Aku akan lompat.

Lalu kau bisa ambil tubuhku saat itu jatuh menuju kematiannya.

Kau mau bermain?

Aku jadi sedikit bergairah, dok.

Oke. Bagaimana dengan ini?

Kau bisa hidup...

Jika kau bisa membunuhku.

Maksudku, benar-benar membunuhku.

Sebelum aku menjadi kau selamanya.

Kemudian kau bisa bersama suamimu.

Dan kau bisa pertahankan hidupmu yang kecil.

Tidak...

Atau...

Kau bisa memilih hal yang pasti.

Kematian.

Siapa kau sebenarnya?

Apa kau sesuai takdirmu saat kau dilahirkan?

Berapa lama kau berkeliaran seperti ini?

Tubuh ke tubuh.

Tahunan?

Bergenerasi?

Berabad-abad?

Waktu hanya bayangan bagiku.

Kau tak lelah dengan perubahan tanpa akhir?

Kau tidak jenuh?

Ya.

Itu yang membuatmu begitu menarik.

Kau sesuatu yang baru.

Daging baru.

Yang lain dan yang lainnya.

Baru menjadi lama.

Tanpa istirahat.

Tanpa istirahat... Tidak.

Biarkan pikiranmu melayang bebas.

Ya. Bebas.

Melayang bebas.

Bebas.

Ayo!

Tunggu.

- Dr. Derby, hentikan! - Jatuhkan pisaunya!

- Jatuhkan itu! - Tidak! Tidak! Tidak!

Tidak!

Aku saat itu tidak kehilangan akal sehatku.

Dan juga tidak saat ini.

Aku tidak membunuh Asa Waite.

Aku berusaha membunuh makhluk di dalam dia.

Makhluk yang datang untukku.

Kau benar-benar percaya itu yang terjadi?

Ya, dan aku masih tak yakin dia benar-benar mati.

Tubuh dia takkan bisa selamat dengan trauma itu.

Aku tak peduli dengan tubuhnya. Kau harus hancurkan otaknya.

Kau sangat kacau.

Aku tak mau kau mencium napas pastrami ku.

Oke.

Otaknya.

- Akan aku coba usahakan. - Terima kasih.

Melewati semua jenis rintangan..

Baiklah.

Sayatan pertama di tulang dada.

10 sentimeter di bawah tulang selangka.

Itu trauma yang sangat berat.

Sialan!

Beth!

Sialan!

Bajingan! Bajingan!

Ya Tuhan.

Kau tak apa?

Tidak.

Ya Tuhan.

Sial!

Itu belum mati! Itu belum mati!

Itu belum mati!

Apa yang kau bicarakan?

Apa-apaan?!

Beth, kau tak apa?

Beth?

Di mana aku?

Keluarkan aku.

Keluarkan aku dari tubuh ini.

Apa aku pasien di sini?

Apa maksudmu?

Bukan apa-apa.

Kau tak ingat apa yang terjadi?

Tunggu.

Benar. Benar.

Oke. Aku takut kau dalam masalah serius, Beth.

Kau membunuh seseorang. Seorang pasien.

Astaga. Aku jelas bukan diriku sendiri.

Kau tahu aku.

Aku pikir begitu.

Itu terdengar seperti reaksi obat.

Kau bilang tidak dalam pengaruh obat.

Itu terdengar seperti sesuatu yang akan dikatakan pecandu.

Bagaimana kau akan sembuhkan aku, dok?

Mungkin pemeriksaan lebih mendalam.

Aku melihat episode skizofrenia sama seperti yang ini.

Pada pasienmu Asa Waite.

Aku suka saat kau bicara nakal.

Dia berubah dari pernyataan kerasukan yang histeris,

Menjadi sangat tenang.

Sama seperti yang baru saja kau lakukan.

Itu benar, bukan?

- Siapa namaku? - Apa?

- Siapa namaku? - Jangan konyol.

- Siapa namaku?! - Apa ini semacam tes?

Ya, ini tes.

Dokter! Dokter!

- Dokter, itu... - Apa?!

Kau harus ikut aku sekarang!

Jaga dia.

Hai, semuanya.

Kau harus ikut aku sekarang. Di sini, Dr. Upton.

Tolong.

Aku Elizabeth.

Astaga!

Beth?

Kode biru! Segera ke sini!

Cepat! Ayo, ayo!

Ayo, ayo. Tak ada tanda vital. Tapi dia masih hidup.

- Dia, dokter? - Gagangnya!

400.

Menjauh!

Lagi. Ayo!

Menjauh!

Beth?

Beth?

Semua ini kesalahan besar.

Kau tahu aku, 'kan?

Aku akan hisap penismu jika kau keluarkan aku.

Keluar dan bantu mereka dengan mayat itu.

Siapa kau?

Aku Dr. Elizabeth Derby.

Dan kau akan buang waktu meyakinkan orang lain sebaliknya.

Mungkin. Tapi aku bisa menahanmu di sini.

Terisolasi, dibius.

Terkurung hingga kau mati.

Apa kau benar-benar ingin itu terjadi kepada temanmu?

Elizabeth Derby memang temanku.

Dan dia tewas karenamu.

Semua teman-temanku di neraka.

Jadi teman-temanmu akan jadi pendamping yang bagus!

Bantalan ruang isolasi keparat.

Dasar jalang!

Saat aku mati, biar aku tetap mati.

Dr. Upton?

Kau tak apa, Dr. Upton?

Dia mencoba membunuhku. Tembak dia.

Itu bukan Daniella Upton. Tapi aku.

Aku Daniella Upton.

Dia gila dan berbahaya. Tembak.

Tunggu dulu...

- Oke, sebentar. - Astaga!

Sebentar, dokter! Tunggu dulu!

- Apa-apaan?! - Berikan senjatanya padaku!

Mundur! Mundur!

- Jangan lakukan ini, Dr. Derby. - Cepat mundur!

- Oke. Oke. - Menjauh.

- Oke. - Menjauh dari dia, Mace!

Menjauh! Itu bukan Daniella Upton!

- Aku Daniella Upton! - Dia gila!

Aku tahu siapa aku!

- Oke. - Jalang keparat.

Aku tahu siapa aku!

Tetap bersama.

Semua jenis rintangan.

Maaf.

Tidak!

Minggir! Berhenti! Minggir!

Dr. Upton?

Dr. Upton?

Tunggu. Sebentar.

Kembalikan senjatanya, Dr. Derby.

Banyak psikiater tak bisa menghadapinya.

Tekanan karena bertanggung jawab menyimpan pikiran...

...dari begitu banyak orang lain secara bersamaan.

Aku selalu beritahu Beth jika dia terlalu peduli.

Tapi aku tidak tahu,

Seberapa buruk keseimbangan pekerjaan dan kehidupan dia.

Itu pasti sangat berat untukmu.

Aku sangat mencintai dia.

Itu mulai membaik di akhir-akhir.

Aku tahu.

Dan kau harus coba selamatkan yang baik dari itu.

Dari abu?

Terima kasih untuk kopi dan waktumu.

Aku tahu kalian seperti saudari.

Dan itu menjadikan kita keluarga.

Jadi tolong panggil aku Dani.

Oke, Dani.

Dan kau tahu kau bisa datang temui aku kapan saja.

Eddie?

Aku menatap mata dia,

Sebelum pikirannya benar-benar hilang.

Dan aku tahu di momen terakhir itu,

Dia paham siapa dia sebenarnya.

Kami lebih dari saudari.

Kami teman.

Aku bukan dia. Aku diriku.

Aku tak seharusnya di sini. Aku dokter.

Kau dengar aku?! Aku diriku! Aku diriku!

Aku diriku! Ini bukan hidupku!

Aku diriku! Aku diriku! Tolong aku!

Tolong aku! Tolong aku!

Aku tidak membunuh mereka! Tolong aku!

Keluarkan aku dari sini! Keluarkan aku dari sini!

Aku diriku!

SITUS ONLINE BARU DI 2023 SITUS BARU PASTI GCOR

RTP GAME RATA2 MENCAPAI 98.9% Gabung Sekarang beritafoya.online

JADILAH JUTAWAN DENGAN BERMAIN DI FOYA88

VISI FOYA MISI FOYA, VISI MISI FOYA FOYA Temukan kami di Google, ketik FOYA88

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.