Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SANDIWARA MURAHAN
Tuan, semoga usahamu hoki! Tolong berikan sedekahnya
Hoki? aku lagi tidak hoki.
Aku tidak hoki melihatmu! Enyahlah!
Tidak perlu marah-marah juga 'kan?
Tuan muda
Jika boleh minta tolong...
Ini diuangkan berapa?
Diuangkan? ini bahkan tidak cukup untuk menambal gigi
Gigi apa? gigi kuda nil atau gigi gajah?
Tolong diuangkan saja sekedarnya
Emasku bisa tertiup
Tunggu sebentar.
Ini.
Terima kasih.
Dasar kampret!
Siapa kamu? Darimana kau tahu namaku Kampret?
Benarkah namamu Kampret?
Baguslah! aku baru dari luar negeri. pamanmu Kalong?
Kamu... / Bukan, maksudku pamanmu..
Benar, pamanku namanya Kalong. katakan apa maumu.
Pamanmu memintaku membawakanmu surat dan paket ini
Ini, lihatlah.
Tuan muda! aku buta huruf. bisa tolong dibacakan?
Untuk Kampret.
Keponakanku tersayang, pamanmu menyuruh Chun Sing Ma
Membawakanmu 20 ons emas dari harga penjualan rumah.
Tolong disimpan dan tetap sehat. dari pamanmu.
Baik. tolong diuangkan.
Baik.
Ini untukmu. / Terima kasih.
Ini lebih dari 28 ons
Si bodoh ini mengira hanya 20 ons
Keuntungan besar!
Tuan muda, apakah beratnya cukup?
Tidak juga, kurang sedikit.
Tapi kita bertetangga, biar kubayarkan saja.
Enam koin per ons, jadi semuanya 120 koin.
Terimalah.
Aku buat tanda terimanya, agar resmi dan sah.
Ini.
Ada yang memberiku uang, betapa beruntungnya.
Tidak kau hitung dulu? / Aku percaya padamu, ayo kita makan.
Tidak bisa, aku harus jaga toko.
Aku mau ke kedai makan, bergabunglah kalau kau mau.
Aku tahu kau akan datang.
Dasar dungu.
Ah Wei, jangan ganggu wanita!
Mulai sekarang bisa kukencani wanita mana saja.
Ada apa?
Ada orang bodoh memberiku 8 ons emas
Benarkah?
Emasnya seberat 28 ons, tapi aku membayarnya hanya 20 ons
Aku mendapat untung besar
Dimana emasnya? / Sini.
Ini, Ayah
Kau yang bodoh!
Lama-lama kita bisa bangkrut! Ini emas palsu!
Berarti aku yang dibodohi
Jangan khawatir. Dia bilang dia ada di kedai makan.
Ayo kita ke sana.
Kau mudah sekali ditipu.
Itu dia.
Kenapa kau lama sekali? duduklah. Pelayan!
Bajingan! kau akan meringkuk di penjara.
Duduklah dan minum teh. kita bicara baik-baik.
Kurang ajar, kau menukar emas palsu dengan uang tunai.
Jangan sembarangan bicara.
Banyak tingkah! Hajar dia!
Ada apa ini?
Kebetulan sekali, Kapten.
Bajingan ini menipu kami dengan menukar emas palsu 20 ons
Aku tukarkan emas asli
Orang awam pun tahu emas ini palsu
Tapi emas yang kuberi itu asli
Diam!
Bagaimana kau membuktikan emas itu bukan palsu
Emasku tidak sebesar ini
Berapa berat emasmu?
Pamanku menitipkan emas pada Chun Sing Ma untukku
Beratnya 20 ons. Ini suratnya.
Ini tanda terima dari tokonya.
Bawakan timbangan / Baik, Kapten.
Emasnya.
Berapa berat emasnya? / 20 ons.
Ini lebih dari 20 ons.
Ini berat 28 ons.
Lihatkan? Emasku tidak seberat itu.
Emasku tidak terlalu berat
Kalau benar emas itu punyaku, aku akan kaya.
Kapten, ini kutunjukan dia memberiku uang tunai untuk emas 20 ons.
Jadi koin ini palsu!
Mati aku!
Paman, uang yang kau berikan semuanya telah ditipu mereka!
Diam!
Kue beras goreng, ini kue beras goreng
Diam.
Kalian berdua penipu sebenarnya.
Jangan! Mereka tidak bermaksud begitu, mereka bisa bayar kembali.
Bayar kembali!
Ayah, kita bayar kembali saja? / Ya kita bayar
Nak, selama ada Kapten Botak kau tidak akan dirugikan.
Pak Tua, jangan lakukan ini lagi di wilayahku.
Adik, ternyata mudah sekali.
Seperti yang kurencanakan.
Dengan memutar otak kita akan menghasilkan 2 kantong uang.
Sebaiknya uangnya kita bagi sekarang.
Taruh dulu topimu dibawah
Suara apa itu? / Pawang hujan.
Serius, suara apa? / Dia bilang hujan akan turun. Cepat!
Satu untukku, satu untukmu.
Satu untukku, satu untukmu.
Satu untukku, satu untukmu.
Satu untukku, satu untukmu.
Satu untukku, satu untukmu.
Satu untukmu.
Adil, bukan?
Adil.
Aku percaya padamu.
Bagaimana kalau kita tukaran kantong?
Tidak masalah, jumlahnya sama.
Kau pikir aku buta? kantongmu lebih besar
Itu karena bagianku harus lebih besar
Aku lebih tua, seharusnya aku yang dapat lebih besar.
Kau tidak perlu mengantarku.
Ini.
Di sini.
Kemana jatuhnya?
Bagaimana bisa hilang?
Ini salahku
Sandiwaramu bagus, sebagai kakak aku mengambil kantong kecil saja.
Tapi ini idemu, aku ambil yang kecil saja
Aku yang ambil yang kecil / Aku saja.
Hanya ini yang tersisa / Tak seharusnya kita berkelahi.
Kita lagi hoki hari ini / Ayo kita berjudi.
Pasang taruhanmu / Kau bandarnya? aku pasang di sini.
Kau jangan asal main, kau harus bayar dulu.
Ini rumah judi bukan rumah bordil.
Aku punya uang.
Kau tidak lihat aku punya uang?
Pasang taruhannya, ini lempar dadu.
Semoga beruntung!
Singkirkan tanganmu dari meja.
Kalian siap?
Lekas bayar
Tunggu! tunjukkan dulu uangmu.
Tidak masalah. silakan dihitung.
Lihat?
Tak ada yang harus disembunyikan
Ini tidak perlu dihitung.
Baguslah!
Ambil kembali uangnya.
Kalian memang minta dihajar, Sikat!
Mati kau!
Tangkap dia!
Aku disini!
Cukup, aku bisa keras dengan kalian
Aku pakai Choi Li Fut padamu / Choi Li Fut? sini tunjukkan padaku
Aku pakai pancing, pukul, pacul, kail, tusuk.
Pancing, pukul, pacul, kail, tusuk.
Pancing, pukul, pacul, kail, tusuk.
Pacul, kail, tusuk. Pacul, kail, tusuk.
Pancing, pukul, pacul, kail, tusuk.
Kau tahu tehnik Choi Li Fut juga? / Ya.
Aku takkan memukul adik seperguruan
Kau bilang tidak memukul! / Pukul dan tendang itu berbeda.
Hebat.
Mantap
Hentikan!
Hentikan!
Abang jangan pukul aku.
Kami minta maaf.
Kalian berdua berani sekali menipu di sini.
Abang jangan pukul. Ini salahku, ini salahku.
Aku sudah ingatkan dia, tapi dia ngeyel
Ini gara-gara kamu
Aku bilang juga apa
Jangan ulangi lagi!
Apa? / Diam!
Ini salahku, ini salahku!
Dia mengaku salah, aku juga salah.
Kalau terjadi lagi, kucabut biji kalian satu persatu.
Lempar mereka keluar! / Ya lempar saja, terima kasih.
Monyet! lain kali kubunuh kalian.
Pergi!
Kita seharusnya tidak berjudi, untung aku jago bersandiwara.
Bagaimana sekarang?
Jangan cemas, kita masih punya ini.
Ini warisan ayah, kau sudah menghilangkannya
Jangan gunakan cincin ini
Cari cara lain.
Ikan segar, mari beli ikan segar
Kau tahu harus bagaimana. lekas kesana.
Ini ikan segar, pilihlah sesukamu
Kau yakin masih segar? / Tentu saja.
Baiklah, biar aku coba
Ikannya amis dan bau, aku tidak suka
Ikan rebus, ikan bakar, ikan isi,
Kepala ikan rebus, ikan goreng, sup ikan.
Ikan saja? kau tidak ingin makan yang lain?
Bukan urusanmu. Aku punya banyak ikan hari ini, bawa keranjangmu.
Ini dia.
Lekas!
Kita masih perlu bayar teh, nasi, tips dan ongkos kerja, kita tak punya uang
Jangan khawatirkan itu.
Kita punya banyak menu. kurang satu saja.
Menu apa? / Menu daging.
Menu yang mana?
Orang tua di belakangku
Kau yakin berhasil? Ini warisan ayah!
Cepatlah!
Hati-hati.
Bakpao
Daging goreng dengan sayur
Daging goreng dengan sayur
Maafkan aku.
Itu dia.
Pak Tua, dia bilang kau curi buntalannya
Kau! / Kau jangan sembarangan pukul meja.
Hanya aku yang boleh melakukannya.
Bicaralah!
Orang asing, kau tampak bersahaja tapi kau seorang pencuri.
Seperti apa buntalanmu? Apa kau sudah cari dengan benar?
Dia benar, apa kau sudah cari dengan benar?
Tidak perlu dicari, aku hafal dengan buntalanku sendiri.
Kau punya bukti? / Tentu saja.
Di dalamnya ada cincin berukir nama ayahku dibungkus kain merah muda.
Benarkah? tunjukkan padaku
Tidak ada? Berarti ini bukan buntalanmu.
Tidak ada? / Tidak ada.
Saat Kapten Botak bertugas, pencuri takkan bisa beraksi .
Lakukan di luar wilayahku, Mengerti? Pergi sana!
Aku mengerti.
Kau yakin sudah menaruhnya? / Ya, kau tidak dapat?
Tidak ada. / Kok bisa?
Mati aku
Kau tidak tahu berurusan dengan siapa.
Berani menipu kami? / Kembalikan cincinku.
Cincin? banyak dijual di pasar.
Pak tua, kau mau kupukul?
Pukul dia!
Kau baik saja? / Ya, pukul dia!
Kau baik saja? Pukul dia!
Kau tidak bisa melawan?
Nak, dadaku tidak terbuat dari baja.
Bagaimana dengan tanganmu?
Kenapa tanganmu?
Jangan sentuh. / Baik, kupukul dia.
Ini kukembalikan cincin murahmu
Ini cincin mahal.
Mahal?
Sekarang murah 'kan?
Murah.
Tidak ada lagi yang tersisa!
Jangan kejar dia, kungfu-nya hebat kau bisa dihajar olehnya
Jadi bagaimana? tanpa uang kita tidak bisa hidup?
Jangan khawatir, kita cari cara membuat orang tua itu menampung kita
Makan dan hidup dengan uangnya
Kita mohon dia jadi guru kita dan pelajari kungfu-nya.
Lalu kita tinggalkan dia untuk balas dendam
Tentu saja. dengan kungfunya kita takkan kelaparan
Kita bisa banyak uang!
Guru, kami sudah sering berkelahi sepanjang hidup kami
Kami belum pernah kalah, sedikitpun sampai hari ini.
Maka dari itu kami putuskan hari ini kau menjadi guru kami
Kau akan beruntung. / Apa untungnya?
Kami tampan dan baik.
Kurasa tidak.
Kami juga sehat dan tidak punya kebiasaan buruk
Kalau begitu kerjalah di toko.
Kami ingin bekerja untukmu.
Jadi kalau kau sedang tidak sehat
...kami bisa menjagamu.
Tapi aku tidak bisa menjaga kalian jika terjadi sesuatu.
Lihat diri kalian, kalian lemah.
Tentu tidak, aku sudah belajar semua Kungfu dan aku tahu gerakannya
Choi Li Fut Pancing, pukul, pacul, kail, tusuk.
Pancing, pukul, pacul, kail, tusuk.
Hung Gar Atas, bawah, dorong, serang, pukul
Atas, bawah, dorong, serang, pukul
Wing Chun: Ikat, simpul, tampar, sikut, mabuk
Ikat, simpul, tampar, sikut, mabuk
Shun San Ta Tunjuk, tepuk, injak, goyang, kesurupan
Tunjuk, tepuk, injak, goyang, kesurupan
Benarkah? jadi untuk apa belajar kungfu dariku?
Guru, aku belum pernah belajar kungfu ajarilah aku.
Tidak sama sekali? / Ya
Itu lebih sulit lagi.
Tidak juga, aku sering melihatnya berlatih, aku belajar sedikit
Jika kau ajari aku kungfu, aku akan melestarikan warisanmu.
Jika kau mati kau akan dikenang!
Mengapa kau tidak menyisakan kata baik untukku
Kau mendoakan dia mati, dia takkan menerimamu
Kau harus pandai menjilat / Jika tahu, aku sudah jadi pejabat.
Semua orang tahu itu masalahku.
Kejar dia!
Tukang perahu tolong ke sini.
Tunggu.
Dayung yang cepat! Lekas!
Tuan, airnya terlalu dangkal. datanglah ke sini.
Guru, kalau kau kesana pakaianmu bisa basah
Biar aku bantu.
Kau lebih kuat dariku, berbaringlah agar guru bisa menyebrang
Kau lebih kuat. / Tidak, kau yang kuat.
Mari kita putuskan seperti biasa.
Sudah kubilang kau akan kalah
Hati-hati kakak.
Hati-hati. / Kau sepertinya cukup kuat. Bertahanlah
Cepatlah.
Dia sudah siap menopangmu.
Silakan.
Jangan lama-lama cepatlah!
Sudah kubilang kau kuat.
Naik ke perahu, aku sudah tidak kuat.
Jangan pura-pura, aku tahu kau kuat / Betul, cepatlah!
Kau harus tunjukkan kau kuat agar dia mau menerimamu.
Aku sudah tidak kuat!
Serius? kalau begitu aku naik ke perahu.
Terima kasih banyak.
Berapa orang? / Apa kau buta?
Tiga orang. / Satu duduk, dua berdiri.
Mari silakan.
Silakan duduk.
Mau pesan apa?
Ayam... / ...rebus.
Daging... / ...dengan sayur.
Kerang goreng... / ...dengan toge.
Dan semangkuk nasi. / Cepat.
Silakan.
Pelayan, tolong dua mangkuk nasi lagi.
Duduklah.
Silakan.
Tunggu apa lagi? Silakan.
Ini pasti enak.
Enak juga!
Lumayan.
Jangan kurang ajar. / Tidak kok.
Kalian sudah kenyang? / Sudah, Guru bagaimana denganmu?
Lumayan.
Pelayan tolong tagihannya.
Tiga setengah sen. bayar di kasir.
Tagihannya tiga setengah sen.
Guru biar kami yang pegang
Ayolah.
Dia berlatih dengan kakinya aku hanya berlatih dengan bola ini.
Jadi kau pikir ini tidak berguna?
Aku tidak bilang begitu
Taipao, pegang ini.
Serang aku / Baik.
Bagaimana?
Yang kau pelajari itu Tinju Perempuan / Tinju Perempuan?
Dan kau Kaki Perempuan / Kaki Perempuan?
Belajar yang giat / Baik.
Biar kucuri jurusnya
Guru!
Kalian menguasai kungfu dengan baik, orang biasa takkan sepadan denganmu.
Belajar lebih giat / Tentu saja.
Aku pergi ke rumah makan / Sampai nanti.
Apa?
Kau dengar tadi? / Ya, guru suruh kita berlatih.
Guru bilang orang biasa takkan sepadan dengan kita.
Kau mau mencobanya? / Kau mau?
Ya, tapi dimana orang biasa itu?
Jangan khawatir, ikut aku.
Sayuran segar, mari silakan beli.
Siapa orang biasa itu?
Kenapa tanya aku? aku tidak tahu, mari kita cari tahu.
Minggir.
Jangan halangi jalan.
Minggir!
Ayo mari beli sayuran segar!
Mana setoranmu.
Setoran apa? aku sudah memberimu uang beberapa hari yang lalu.
Usaha majikanku sedang merugi. kesialannya adalah kesialanmu juga.
Jangan memeras disini! / Kenapa? pergi sana!
Cepat bayar!
Tidak mau! / Hancurkan daganganya.
Siapa yang majikanmu?
Terima kasih. / Tidak masalah.
Siapa kalian? / Kami orang biasa. Kenapa?
Kau dengar itu? / Orang biasa.
Akhirnya ketemu.
Sikat mereka.
Boleh juga!
Boleh juga!
Berhenti.
Kau belajar itu dari mana? / Darimu.
Siapa lebih hebat, kau atau kami?
Kalian lebih hebat.
Jadi siapa yang bayar semua ini? / Aku yang bayar.
Cukup? / Ya.
Ibu, ini pengganti kerugianmu
Baik! Terima kasih!
Guru benar / Orang biasa tidak sepadan dengan kita.
Sobat, kungfu kalian hebat / Jangan memuji.
Aku mau...
Tidak usah. / Kami sudah punya.
Kemana kita sekarang? / Ikut aku.
Pasang taruhanmu.
Jauhkan tanganmu dari meja.
Jauhkan tanganmu dari meja.
Pasang taruhanmu.
Jauhkan tanganmu dari meja.
Semakin banyak semakin bagus.
Pasang taruhanmu.
Pasti empat.
Pasang taruhanmu.
Jauhkan tanganmu dari meja.
Buka.
Hasilnya empat.
Pasang taruhanmu.
Kau yakin? / Yakin.
Pasang taruhanmu.
Pasang taruhanmu.
Semakin banyak semakin bagus.
Mau apa kau? / Hanya mau taruhan sedikit.
Pasang taruhanmu.
Kamu lagi, pengemis gendut. / Saatnya pawang hujan
Ini pasti empat lagi.
Pasang taruhanmu.
Kau pasang satu? pasang empat.
Buka.
Pasti empat.
Maaf tenggorokanku tiba-tiba gatal
Hasilnya satu
Sial.
Pasang taruhanmu.
Pasang di permainan ini.
Semakin banyak semakin bagus.
Buka.
Pasti dua.
Matilah kau.
Ini kancingmu
Bukan, kancingku berbeda, masih banyak lagi di tangannya
Kau mengacau lagi di sini!
Tunggu.
Jangan buru-buru, biar aku atasi sendiri.
Hadirin semuanya, rumah judi ini tutup sementara, silakan pulang.
Lihat apa yang terjadi
Aku pasang angka ganjil, bagaimana? / Aku genap.
Kalian lagi! serang mereka!
Empat orang
Satu, dua, tiga...
Masih genap.
Tak usah dihitung, hasilnya genap.
Sudah kubilang kau akan kalah.
Ayo pulang.
Belum selesai / Kenapa?
Ayo berdiri.
Santai saja.
Sialan, ini gara-gara kamu, harusnya kau jongkok lebih rendah!
Lain kali aku jongkok lebih rendah.
Ayo serahkan uangnya padaku.
Dimana uangnya?
Pengemis gendut itu lagi!
Ini untukmu, ini untukmu, dan ini untukmu...
Kau mau mencuri dari pengemis? Kutuntut kamu!
Kalian boleh pergi sekarang.
Pengemis gendut, kau menipu kami lagi / Kami bakar kamu!
Mau bakar? aku suka ayam bakar.
Hajar dia / Silakan.
Hancur kau
Kakak cepat bantu aku.
Baik.
Maaf.
Kenapa kau tendang dia? / Mati kau!
Sudah kubilang jangan pukul, kau malah memukul
Mampus!
Dia pukul kau lagi, sini kubantu / Terima kasih.
Aku bantu.
Kurang ajar, Saibo memukulku terus
Akhirnya! Taibo, ayo ini kesempatanmu!
Cepatlah!
Kau benar, ini kesempatanku
Kenapa kau terus memukulku? / Benar, kenapa memukulnya?
Hajar dia / Silakan.
Taibo kau sudah gila?
Kalian silakan teruskan. Aku tidak ikutan.
Ini salahmu!
Siapa kalian?
Jia Wu Dao dimana?
Kau mencari guruku? / Kami tidak tahu.
Jadi dia sudah mengangkat murid
Biar kulihat apa yang sudah diajarkan
Anak Muda, kungfu kalian lumayan.
Ini belum apa-apa, Pak Tua
Pelukis / Ada apa, Pesolek?
Si Rubah Perak sudah melatih mereka Tinju dan Tendangan Betina dengan baik
Kalau begitu pisahkan mereka
Orang itu seperti bibimu!
Bibi mana yang kau maksud? / Bibimu kan.. bibiku juga.
Kalau begitu aku ibumu!
Satu lawan satu, kalian bukanlah lawan kami.
Sampaikan ke gurumu untuk temui kami di penginapan Chun Lai saat dia pulang.
Bisa sebutkan siapa nama kalian
Lancang sekali kau menanyakan nama kami?
Kami bukan orang biasa. Pelukis, ayo pergi.
Bukan orang biasa? pantas saja kita bukan lawan mereka.
Guru, dua orang datang. mereka bilang bukan orang biasa.
Mereka bilang Chun...
Mereka menunggumu di Penginapan Chun Lai.
Akhirnya mereka menemukanku. aku sudah menunggu sekian lama.
Guru, siapa mereka?
Mereka musuhku / Guru, bagaimana cara kalahkan mereka?
Untuk Pelukis dan Pesolek
Sampaikan surat ini pada mereka.
Untuk bertemu di Hutan Genta Kecil
Kalian lawan Si Pelukis dan aku melawan Si Pesolek itu.
Jangan biarkan mereka bersatu, atau mereka akan semakin kuat
Jika mereka dibuat terpisah, kalian akan menang dengan mudah
Saatnya tunjukan kemampuanmu
Kau ceroboh / Aku terlalu semangat
Hebat!
Tendang!
Sudah kubilang kau tidak cukup hebat.
Dia tidak sepadan dengamu. / Terima kasih.
Terima kasih / Sama-sama.
Akhirnya mereka bisa kuatasi terima kasih atas bantuan kalian.
Sama-sama.
Aku harus membereskan sesuatu / Jadi?
Pulang dan mandilah, temui aku di Kedai Lun Qi untuk makan besar.
Terima kasih.
Pulanglah duluan / Baik.
Ayo pulang.
Roti babi panggang
Tuan, anda pernah lihat 3 orang ini?
Tidak pernah / Terima kasih.
Mau minum apa? / Teh Oolong
Tuan, pernah lihat orang ini? / Tidak pernah.
Kita pernah ketemu dia 'kan?
Tuan!
Kebetulan sekali, mari minum teh dengan kami
Duduklah / Tidak, terima kasih.
Pernah lihat orang ini?
Bukan saja melihatnya, kami belajar kungfu darinya.
Gambarnya mirip sekali
Ini pasti nama guru Koo Wu Dao.
Aku pikir juga begitu
Dimana dia sekarang?
Di rumah, alamatnya di jalan Sing Guang lorong pertama.
Ayo duduk dan minumlah dulu! / Kenapa buru-buru sekali?
Rubah Perak.
Polisi tua, kau kah itu?
Kau tidak percaya?
Aku tidak percaya kau menemukanku begitu cepat.
Kau benar-benar licik
Kau dan dua temanmu sudah merampok dan kau berhasil kabur.
Mereka dipenjara
Dan kini mereka lari, mencarimu untuk menuntut balas
Benarkah? Mereka sudah menemukanku.
Dimana mereka?
Kau akan menyusul mereka
Kau sudah membunuh mereka?
Kau ikut aku dengan sukarela, atau aku gunakan kekerasan?
Kau gunakan kekerasan pun aku siap.
Ayo!
Guru lama sekali, aku susul dia kau tunggu di sini.
Jangan lama-lama.
Rubah Perak, jika kau membunuhku hukumanmu akan bertambah.
Kau sudah banyak berbuat kejahatan, petugas akan menangkapmu segera.
Sampaikan itu pada iblis di neraka.
Jadi guru sejahat itu
Guru. kenapa lama sekali? Saibo kembali mencarimu.
Saibo kembali? / Ya, sejak tadi. Dimana dia?
Saibo!
Kau mau kemana? Bukannya kau datang mencari guru?
Ayo.
Guru, benarkan dia kembali.
Jadi kau lihat semuanya?
Tidak semuanya, sedikit saja.
Guru, dia lihat apa?
Guru, kenapa kau menyerangnya?
Guru, hentikan!
Saibo, ini ada apa? / Aku...
Taibo / Guru, jangan!
Jangan Guru, jangan.
Atau aku akan membalasmu
Taibo, berani kau memukul gurumu? / Kau memukul adikku!
Jangan pikir aku tidak berani denganmu!
Taibo, ayo pergi.
Jangan pergi!
Jangan takut, kita lawan dia dengan kungfu yang diajarkannya.
Dengan kungfu ku?
Jurus apa itu? Tidak pernah dia gunakan.
Saibo, kita berdua bisa mati Kenapa tidak lari saja?
Satu dari kita harus berkorban. Pergilah!
Aku tidak mau!
Pergilah! atau tak ada yang membalas kan dendamku. Saibo, pergilah!
Aku selalu mendengarmu, dengarkanlah aku sekali saja.
Jika tidak kuadukan kau pada Bapak, pergilah balaskan dendamku!
Pergilah Saibo!
Taibo!
Sedap!
Lumayan.
Hah? Dimana ayamku?
Perlu ditambah bumbu / Tambah garam lebih enak.
Darimana kau tahu? / Ayam ini punyaku.
Punyamu?
Tidak ada namamu di sini / Ada.
Dimana? / Di paha yang kau makan.
Benarkah?
Aku tidak lihat.
Bilang kalau kau lihat.
Kau sudah memakannya.
Kau punya makanan sementara aku punya anggur
Bagaimana kalau kita berbagi?
Ini cuka!
Aku keliru, yang ini anggurnya.
Ini air cabe!
Air! / Baiklah air.
Ini airnya
Ini tambah airnya.
Lega.
Air ini rasanya aneh. yang ini asin yang ini tidak, air apa ini?
Ini dari mata air Gunung Lu tapi sudah kupakai cuci kakiku
Pengemis gendut, Beraninya kau menipuku!
Sudah capek? Ayo kubantu kau berdiri.
Ayo tidur.
Aku bertemu pengemis gendut ini berkali-kali, apakah ini takdir?
kungfunya hebat, jika bisa berguru padanya, aku bisa balas dendam Taibo
Apakah dia mau menjadikanku muridnya?
Tak ada pilihan, harus aku coba
Paman Gendut!
Kenapa kau rubah nada suaramu?
Pasti kau punya maksud tertentu.
Aku...
Kenapa kau berlutut tiba-tiba? kau bahkan memecahkan kenari untukku.
Aku mau...
Kau mau juga? bilang dari tadi aku sudah habiskan.
Bukan... aku.
Apa? Kau mau ucapkan Gong Xi Fat Choi?
Ini belum tahun baru, kau terlalu cepat
Bukan, ini tentang apa yang baru kau lakukan.
Kau mau aku jadi gurumu
Supaya kau bisa numpang makan, numpang tidur, numpang....
Aku banyak tanggungan! Tidak bisa!
Pengemis bangsat!
Tolong satu mangkuk / Satu juga.
Paman Gendut, kungfu apa yang kau kuasai?
Lap Cap Hui
Lap Cap Hui?
Aku tidak tahu kungfu-mu, tapi ada sesuatu yang kau tidak tahu juga.
Apa yang tidak aku tahu? aku tahu semuanya.
Jangan berdebat, kita coba saja sekarang.
Kalau kau tidak tahu, kau ajari aku kungfu.
Bagaimana kalau aku tahu?
Kalau kau tahu...
Aku akan mengemis untukmu.
Jadi kau bisa santai di rumah, sambil menunggu makananmu tiba.
Menunggu makanan?
Bersiaplah untuk mengemis. Apa yang kita lakukan?
Suruh mereka menebak, jangan pernah buka tanganmu apapun yang terjadi.
Jika tidak, kau kalah, bagaimana? / Anak kecil pun bisa.
Siapa pun yang bisa menebak, akan mendapatkan koin ini.
Coklat / Bukan, pasti meleleh, kurasa uang logam.
Kacang.
Biji zaitun / Tidak ada apa-apa di tangannya.
Batu kerikil
Kalian semua salah.
Lalu apa? / Mereka semua salah.
Coba tunjukkan.
Tunjukkan? Apa harus?
Buka saja tunjukkan pada mereka / Benarkah?
Lihat.
Sebongkah batu bara / Ya
Jangan pernah buka tanganmu, apapun yang terjadi
Benar / dan kamu...
membuka tanganmu.
Terima kasih. ayo pergi.
Bang, ini bayarannya.
Ayo.
Awas balasanku!
Guru / Tidak usah basa-basi, mulai saja.
Sakit? / Sedikit.
Lakukan lagi.
Masih sakit? / Ya.
Jika kakimu lurus, takkan sakit Lakukan lagi.
Lakukakn 30 kali / Apa?
Cepat
Dengan sepatu ini bisa menguatkan kaki dan perutmu
Guru, tidak perlu ribet.
Beri aku makan bayam maka setiap bagian tubuhku akan kuat.
Jika bayam benar-benar berkhasiat, siapa yang akan beli sayuran lain?
Lepaskan! Lepaskan cepat
Aku bocah yang belajar berenang
Apa maksudmu?
Aku tidak akan lepaskan.
Kau pikir aku pelampung?
Latihan lebih keras.
Apapun yang terjadi, aku harus bisa.
Aku tangkap...
Lehermu.
Jangan cengengesan, lakukan lagi.
Lap Cap Hui.
Choi Li Fut.
Jurus Monyet.
Enakkan? / Ya.
Itu lebih enak.
Lakukan lagi / Guru, aku kehabisan nafas.
Kau kehabisan nafas? Besok kita latihan pernafasan!
Mulai.
Mudah sekali.
Kau harus peragakan semua jurus yang sudah kuajarkan.
Baik.
Guru, bagaimana?
Ini belum seberapa, terus lompat.
Guru, sudahlah.
Jangan bicara, teruskan.
Guru, aku tidak bisa bangun.
Kau harus berusaha. Bangun!
Bangun dan lompat!
Guru!
Aku akan lompat / Lakukanlah.
Guru, bisa lebih cepat
Lebih cepat / Ya.
Kenapa semakin lambat?
Ada apa Guru? Kau capek?
Tidak, aku kehabisan nafas.
Kehabisan nafas?
Bagaimana kalau aku menjadi guru sebentar untuk melatih nafasmu?
Ayolah.
Lompat.
Bagaimana kungfu-ku? / Kungfu-mu lumayan, tapi kurang tenaga.
Bagaimana kalau pergi beli anggur? aku akan masak ayam kesukaanku.
Taibo?
Taibo?
Kau salah orang, aku bukan Taibo / Maaf, aku keliru.
Jia Wu Dao!
Setan tua!
Saibo, kaukah itu?
Kau belajar jurus itu dariku, kau bukan apa-apa bagiku.
Kau tidak mengajariku jurus itu. kau juga bukan siapa-siapaku.
Saibo kungfumu lumayan, tapi tenagamu lemah.
Berani kau bicara begitu! Biar kuajar kau sopan santun.
Lemah?
Saibo, jahe semakin tua semakin pedas
Kuat dan mematikan
Kau mau lari kemana?
Terima kasih
Ini uangnya.
Tolong jangan berkelahi di sini.
Bukan aku yang mulai, tapi dia
Sudah kubilang... / Aku lemah, 'kan?
Kau mau ikut campur? / Aku mau kau dihukum
Kau pengemis yang menyamar? / Apa aku terlihat seperti itu?
Perhatikan aku.
Jangan berkelahi...
Elang Menerkam Ayam?
Tolong jangan berkelahi di sini.
Sekarang ular bertemu ayam
Kita takkan kalah, selama masih ada aku.
Jurus Monyet?
Dia monyet pintar, kalau aku monyet pemarah.
Ada apa? / Guru, kau berat sekali
Tidak bisa, 'kan?
Tangkap!
Guru, jadi kau polisi?
Bukan, tapi aku menggigil dengan penjahat
Kau menggigil? sampai di rumah aku akan memasakanmu sup ayam.
Bagaimana kakimu? / Lemas, tolong gendong aku.
Baiklah.
Diterjemahkan oleh : Fathir Agry & Agoesinema Kendari, 16 Januari 2020
FAFATIRTIR FILM Kungfu Collection
FAFATIRTIR FILM Kungfu Collection
FAFATIRTIR FILM Kungfu Collection
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.