All language subtitles for Speak.No.Evil.2022.720p.WEBR

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Maaf. Apa kursi ini kosong?

Ya, tentu.

- Terima kasih banyak. - Sama-sama.

Agnes, sayang, kami pergi.

Tolong jangan beri dia jus apel sebelum tidur.

Jus apel. Ya. Seperti malam lainnya.

Ya, tapi tak ada jus apel.

- Ya, itu terlalu banyak gula. - Oke, tidak.

- Dah. - Dah, Ibu.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Hari ini kami membuat ravioli dengan...

Aku rasa ada potongan sosis didalamnya.

Kau harus ikut kursus memasak bersama kami besok.

Karena aku yakin besok mereka membuat gnocchi.

Ravioli yang mereka coba ajarkan...

Baik.

Maaf mengganggumu saat makan malam menawan ini.

Aku hanya ingin mengatakan dua hal.

Aku harap kami tidak membangunkanmu,

Karena kebisingan yang kau dengar semalam,

Gedoran di pintu, begitu cepat, itu aku.

Kami tak bisa temukan jalannya, jadi kami sangat terlambat ke sini.

Maaf untuk itu.

Kita tak saling kenal.

Begitulah biasanya saat liburan.

Tapi aku ingin bertemu kalian,

Karena kalian semua terlihat begitu baik dan menawan.

Dan aku ingin bersulang untuk kalian. Untuk Italia, tentunya.

Untuk makanannya. Dan untuk cinta.

Untuk cinta. Bersulang!

- Mungkin sedikit ke-turisan? - Kita juga turis.

Ayah...

- Kita pilih yang ini. - Tentu. Atau kita bisa cari tempat lain?

- Ayah! - Agnes. Jangan berteriak. Ada apa?

Aku tak bisa temukan Ninus.

- Astaga! Jaga baik-baik kelinci itu! - Hei, tolong jangan bicara begitu.

Astaga.

Seperti kelinci? Untuk anak-anak?

Tidak? Oke, sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Itu naik dan turun, lalu naik dan turun...

Itu sangat panas. Ya. Tapi kau melakukannya...

- Lihat siapa yang Ayah temukan. - Terima kasih.

- Ini suamiku, Bjørn. - Patrick. Senang bertemu kau.

- Kita bertemu di vila, benar? - Benar.

- Hai. - Hai. Karin.

Maaf, aku lupa perkenalkan diri. Aku Louise...

- Halo. - Dan ini Agnes.

Dan siapa namamu?

Abel memiliki kesulitan berbicara.

Jadi jika dia merasa tertekan, dia menjadi sedikit tak nyaman.

- Tapi tak ada tekanan sama sekali. - Dan ini siapa?

- Ninus. - Ninus?

Agnes menghilangkannya, jadi Bjørn pergi menemukannya.

- Kau temukan kelincinya? - Ya.

Kau sangat heroik.

- Terima kasih. - Tidak, aku serius.

Respek.

- Terima kasih. - Terima kasih kembali.

Kalian sudah makan siang?

Omong-omong, dari mana asal kalian?

Belanda. Bagian paling selatan.

Ya, daerah pedesaan. Itu area yang indah.

Wow. Aku sangat ingin pindah ke sisi luar kota,

Dan dekat dengan alam.

Kau harus datang berkunjung.

- Itu akan sangat bagus. - Lasagna Vegetarian.

- Ya. Vegetarian? - Benar.

- Vegetarian. - Ya, terima kasih.

- Tagliatelle ai funghi. - Terima kasih.

- Piza margherita. - Jadi kau vegetarian?

Ya, aku makan ikan, tapi, ya, aku vegetarian.

Itu sangat bagus. Kami bisa belajar banyak darimu.

Ya, sangat bagus untuk lingkungan.

- Terima kasih. - E peposo.

Terima kasih banyak. Aku lapar.

- Itu terlihat lezat. - Terlihat luar biasa.

Wow.

Aku sebenarnya berpikir orang Belanda dan Denmark sangat mirip.

Ya, kita mirip.

Dalam banyak hal, bahkan.

Selera humor yang sama, budaya yang sama.

Ya, setidaknya kami lebih banyak kesamaan dengan orang Belanda,

Dibanding dengan orang Swedia.

- Aku senang kau mengatakan itu. - Ya?

Sungguh. Aku punya rekan orang Swedia,

Saat aku bekerja untuk Médecins Sans Frontières.

- Kau dokter? - Ya.

Tidak, sungguh. Dia orang paling menjemukan dan sok paham politik...

...yang pernah kutemui di hidupku.

Sungguh.

Kau tahu, mengatakan hal yang salah.

Pernah saat kami di Yunani, aku berteriak kencang.

Aku bilang, "Kalimera"!

- "Kalimera"? - "Selamat pagi".

Sikat gigimu, pakai baju tidurmu. Ini sudah malam, oke?

Oke.

- Boleh aku yang tekan tombolnya? - Tidak. Biar Ibu saja.

Agnes, jika tidak kau takkan dapat piza.

- Siapa yang bacakan kau dongeng? - Ayah. Dan aku mau tiga cerita.

"Bebek menarik rambutnya dengan paruhnya,"

"Lalu menariknya ke bawah bendungan dan dia tenggelam."

"Anak-anak pulang dengan bahagia, dan jika mereka tidak mati..."

"Mereka mungkin masih hidup."

Cerita yang menarik.

- Tidur yang nyenyak. - Bisa biarkan lampunya tetap menyala?

Tentu. Masuklah ke dalam selimut.

- Ayah menyayangimu. - Aku juga sayang ayah.

Lihat apa yang kita dapat, sayang.

Oke.

Balik.

"Salam hormat Louise, Bjørn dan Agnes. Bagaimana kabarmu?"

"Kami kemarin baru saja berbincang..."

"...betapa serunya menghabiskan waktu bersamamu musim panas ini."

"Dan meski ini belum lama,"

"Kami ingin mengundangmu untuk datang mengunjungi kami."

"Bagaimana menurutmu?"

"Akhir pekan di pedesaan Belanda."

"Makanan, anggur, dan jalan-jalan panjang."

"Dan omong-omong,"

"Abel terus menyebutkan Agnes. Sangat lucu."

"Dia sangat merindukannya."

"Semoga yang terbaik dari Abel, Patrick, dan Karin."

- Mereka begitu baik hati. - Mereka sangat baik hati.

Bukankah itu harusnya seru?

Itu mungkin agak terlalu lama untuk habiskan waktu...

...bersama orang yang tak begitu kita kenal.

Kita butuh sepatu baru untuk Agnes. Aku pertimbangkan yang ini?

Ya.

Kita mungkin juga butuh jaket untuknya sebelum udara makin dingin.

Silakan makan. Celupkan ke saus. Gunakan jarimu.

Ada banyak serbet. Kami punya banyak waktu. Nikmatilah.

- Itu terlihat sangat enak. - Sangat bagus.

Kami mendapat undangan...

...dari orang yang kami temui di Tuscany musim panas ini.

Untuk datang mengunjungi mereka.

- Oke. Siapa mereka? Apa mereka baik? - Sangat baik.

Ya. Mereka sangat baik. Dan dia seorang dokter.

Kami tak tahu jika kami harus pergi atau...

Kami banyak terbang tahun ini. Kami sudah terbang dua kali.

- Mereka dari mana? - Belanda.

- Kalau begitu lewat darat. - Berapa lama perjalanannya?

Sekitar delapan jam perjalanan?

- Aku rasa bisa tujuh jam. - Tidak, itu bisa lebih lama.

- Itu bukan apa-apa. - Kau bisa lakukan itu dengan mudah.

- Benar. Jika kita jalan semalaman. - Itu bagus punya teman di luar negeri.

Ya. Dan kurasa itu sedikit tak sopan untuk menolaknya.

Kami sangat bersenang-senang bersama mereka,

Dan mereka punya anak seumuran dengan Agnes.

- Ya, itu sempurna. - Kurasa begitu. Mungkin...

- Apa hal terburuk yang bisa terjadi? - Tepat sekali.

Aku rasa kita sudah sampai.

Kita sudah sampai, sayang.

Ya! Kau datang!

- Akhirnya. - Ya! Ya!

Hei.

- Hai. - Hai.

Senang melihatmu lagi.

- Hei, Bung. - Tempat ini sangat indah.

Terima kasih.

Tidak, kau bisa tetap memakainya. Atau melepasnya.

Memakainya. Atau melepasnya.

Memakainya, melepasnya, terserah denganmu.

Terima kasih.

- Berikan mantelmu. - Terima kasih.

- Maaf berantakan. - Tidak masalah.

Ini akan semakin memburuk. Ayo!

Silakan masuk.

Wow. Sangat nyaman.

Ya, itu yang kami suka.

Dan kami bawakan kau sesuatu.

Sedikit cinderamata dari Denmark.

Louise yang membelinya, jadi...

Terima kasih.

- Di mana Abel? - Di bawah, mungkin?

Dia memasak seharian. Dia mengolah babi hutan.

Wow!

Ayo. Ini kamarmu.

- Wow. - Itu menakjubkan.

Agnes, ikut denganku.

- Bjørn? - Ya.

- Kau mau bir? - Ya.

- Aku ingin tunjukkan kau kolamku. - Abel? Abel?

- Kau punya kolam? - Lihat siapa yang datang.

Agnes.

Kau tak mau menyapanya?

- Kau mau menyapa Abel? - Hai, Abel.

- Dia tidak ingat aku, Ibu. - Dia ingat. Dia hanya malu.

Lihat, Agnes, kami siapkan kasur kecil untukmu.

- Kau suka? - Ya, dia suka.

Kita akan pikirkan sesuatu, sayang.

Aku lupa kadonya. Maaf.

Tidak, tak apa.

Wow... Ini gelas kopi. Itu manis.

- Ya? - Ya.

Dan putri duyung?

Ya, itu sesuatu yang menurutku sangat mewakilkan Denmark.

Itu Little Mermaid.

- Ya. - Aku tahu itu.

Aku dengar itu cukup kecil dan mengecewakan.

Sebenarnya ada anekdot tentang itu yang sangat bagus.

Ya? Kau tahu apa lagi yang bagus?

Louise?

Ini untukmu.

- Tidak, tak apa... - Aku memaksa.

Aku memaksa.

Tidak, aku akan menunggu hingga...

- Ini bagian favoritku. - Oke.

Itu enak. Renyah dan lembut secara bersamaan.

Ya.

Ya.

Makan sedikit saja, sayang.

- Enak, 'kan? - Sangat enak.

Hai, Abel.

Abel, masuk. Ini sudah malam.

Untung kami memiliki GPS,

Karena jika tidak kami akan tersesat 20 kali.

- Aku bisa mengatasinya. - Bukan, tapi GPS.

Aku yang bisa.

Di mobil ada peta, sayang.

Itu terkadang menakutkan,

Bagaimana kita kehilangan kemampuan kita temukan jalan dalam kehidupan.

Karena kita menyerahkan tanggung jawab kepada teknologi.

Itu sangat benar.

Maksudku, orang zaman sekarang tak bisa membaca peta.

Aku akui jika kemudikan mobil seperti itu,

Dengan GPS dan semua benda moderen ini, kau...

Aku terkadang ingin mematikannya.

Dan seperti kau bilang, Patrick...

- Apa dia baik-baik saja? - Tidak, dia baik.

Dia akan segera ketiduran.

Dia kadang melakukan ini. Itu bagian dari penyakitnya.

Ya, apa itu?

Abel menderita yang disebut "Aglosia bawaan".

Yang pada dasarnya, dia lahir tanpa lidah.

Atau lidah yang jauh lebih kecil dibanding kau dan aku.

- Tapi apa dia kesakitan? - Sama sekali tidak.

Dia hanya kesulitan untuk memahaminya.

Tidak, aku paham semua yang dia katakan.

- Apa dia sudah tidur? - Belum.

Ayah, bisa lampunya tak usah dimatikan?

Tidak, kita harus tidur, sayang.

Kau bersama Ayah dan Ibu sekarang. Takkan ada yang terjadi kepadamu.

Kita harus menyesuaikan diri, oke, sayang?

Ayah yakin ini akan jadi akhir pekan yang indah.

Ibu!

Ibu!

Ibu!

Aku permisi sebentar.

Abel tak mau minggir dan aku ingin coba perosotannya.

Abel, apa kau bisa minggir?

Karena Agnes sangat ingin untuk mencobanya.

Permisi?

Agnes sangat ingin mencoba perosotannya.

Apa kau bisa meminta Abel untuk minggir sebentar?

Maaf soal ini.

Tidak, tak apa. Ini bukan apa-apa.

Patrick, tak apa. Dia tak harus minggir.

Tidak, dia ingin meminta maaf.

Ya, dia sangat ingin.

- Bilang maaf ke Agnes! - Maaf.

- Aku harus minta resepnya. - Enak, 'kan?

Ini mengingatkanku dengan yang kami sebut Mazarin?

Kue Mazarin? Makanan Denmark.

Kemari.

- Aku tak suka berada di sini. - Kenapa?

Aku merasa mereka bukan orang yang begitu ramah.

Oke.

Hei. Apa aku mengganggu?

Tidak. Tentu saja tidak.

Patrick dan aku ingin mengundangmu makan malam nanti.

Kau begitu baik hati.

Ya, ada restoran bagus dengan hidangan lokal terbaik tak jauh dari sini.

Dan kami tak ingin kau melewatkan kesempatan ini selagi di sini.

- Itu terdengar bagus. - Baiklah.

Dia sangat tak ramah, ya?

Hanya tersisa satu hari setengah. Aku yakin kau bisa bertahan.

Kau tak sabar untuk pergi? Kau lapar? Apa mereka punya yang kita suka?

- Kentang goreng. - Ibu rasa mereka punya kentang goreng.

- Agnes, ambillah jaketmu. - Oke, Ibu.

Abel tidak ikut?

Bagus. Tepat waktu.

Aku Muhajid.

Aku Louise.

Dia tak bisa Bahasa Inggris.

- Muhajid siapa? - Dia pengasuh.

- Pengasuh? - Ya.

Tapi anak-anak ikut, 'kan?

Tidak, malam ini tanpa anak-anak. Aku belum memberitahumu?

Ibu, aku tidak ikut?

Halo. Ayo, ayo, ayo.

Muhajid sangat pandai dengan anak-anak.

Semua orang gunakan jasanya, dan bukan hanya karena dia murah.

Hei, teman-teman!

Ayo!

Ayo, kita pergi.

Patrick, apa kita akan segera sampai restoran?

Kita sampai sebentar lagi.

- Tahu mau pesan apa, sayang? - Jika aku paham yang ada di menu.

Apa itu "stamppot"?

Itu enak. Itu menu andalan di sini.

Kau harus coba.

- Oke. Ya, dan "boerenkool"? - Itu enak.

Boerenkool. Itu juga stamppot. Kau pasti suka.

Itu enak. Mereka membuatnya dengan sangat baik di sini.

Jadi semuanya stamppot?

Dan apa itu stamppot?

Stamppot? Itu khas Belanda. Sangat tradisional.

Seperti kentang dan sayuran, lalu ditumbuk jadi satu.

Steef? Biar aku yang urus pesanan kalian. Oke?

Ya, aku tak keberatan.

Dan ingat, aku vegetarian.

- Maaf? - Ya, aku tak makan daging.

Ya. Bagus untuk lingkungan.

- Tapi kau makan ikan, bukan? - Ya.

Berarti kau bukan vegetarian, kau pescatarian.

- Benar. - Benar. Steef?

Dan ikan bukan daging?

Tentu saja. Tapi itu lebih baik untuk lingkungan.

Dan cara kerja industri pemancingan,

Juga cara kita perlakukan laut tak mempengaruhi iklim?

Aku ingin ajukan sulangan...

- Oke. - Untuk waktu kesenangan.

Untuk waktu kesenangan. Kami bilang proost.

- Proost. - Proost.

Aku benci soal...

Soal bualan pendekatan tim, kau tahu?

Ya. Itu hanya... Seperti...

Kau harus lihat mereka. Gila. Sangat tak waras.

- Ayo, sayang. Ya. - Tidak. Tidak!

Wow.

Ada yang sangat bersenang-senang malam ini.

- Kau mau patungan? - Terima kasih, kawan.

Jadi kami yang traktir makan malamnya?

Itu sangat murah hati.

Terima kasih, kawan. Terima kasih.

Terima kasih.

Bisa kau minta dia pelankan sedikit suaranya, tolong?

Patrick, bisa kau pelankan sedikit musiknya?

Patrick, musiknya, bisa kau pelankan...

Aku suka lagu ini! Ini lagu yang bagus!

Pelankan musiknya!

Dengarkan ini!

Maafkan aku. Dia sangat mabuk.

Aku benar-benar minta maaf. Oke?

Aku minta maaf, sungguh.

Dan...

- Patrick! - Sedikit saja, tolong?

Hanya sedikit saja.

Sedikit saja.

- Oke, sedikit. - Ya!

Ya. Terima kasih.

Aku bau asap.

Aku rasa aku akan mandi.

Apa mandinya enak?

Kau mau aku matikan lampu?

Ibu!

Ibu! Aku mau tidur di ranjangmu!

Boleh aku masuk ke kamarmu?

Bjørn? Bjørn?

Bjørn? Bjørn?

Bjørn.

Aku mau pulang.

- Apa ada yang salah? - Aku mau pulang sekarang juga.

- Di mana Ninus? Tidak. - Kau tidak membawanya?

- Apa kau yakin? - Ya.

Bukankah kau memegangnya saat kita meninggalkan rumah?

- Aku rasa tidak. - Kau rasa tidak?

Astaga.

- Tak ada disana. - Sayang, dia tak di sana.

- Kita akan beli Ninus yang baru. - Aku menginginkan Ninus!

Ibu tahu, tapi kita harus beli yang baru saat pulang nanti.

- Tidak, aku mau Ninus! - Ibu tahu, sayang. Tapi dia tak di sini.

- Pokoknya aku mau Ninus! - Hentikan, Agnes! Dia hilang!

Jangan menangis, sayang.

Aku rindu Ninus.

Ibu tahu. Tapi sekarang dia tinggal bersama Abel.

Dia akan sangat bersenang-senang.

Terima kasih, Ayah.

Aku segera kembali.

Lihat!

Apa kau serius? Dia di mana?

- Dia jatuh ke bawah kursi. - Astaga, Agnes.

Tunggu sini.

Kembali ke mobil, sayang. Aku segera ke sana.

Kami menemukan hari-hari yang menyenangkan di sini.

Apa yang terjadi?

Kita ada situasi di sini.

Ada yang pergi tanpa pamit.

Tidak, aku hanya mencoba beritahu Patrick,

Kami menemukan hari-hari yang menyenangkan.

Maka aku tanyakan lagi, kenapa kau pergi?

Kami bersenang-senang, hanya saja...

Ada beberapa hal yang...

Yang membuat kami yakin bahwa kami sebaiknya pulang.

Apa contohnya? Aku ingin tahu.

- Itu ada banyak. - Seperti?

Itu... Seperti...

Contohnya kasurnya. Itu sangat kecil, dan...

Dan Agnes tak mau tidur di lantai.

Jadi dia masuk ke kamar kami saat malam.

Bisa kau bantu aku sedikit, sayang?

Oke, dengan segala hormat...

Pertama, aku vegetarian.

Tapi yang kalian lakukan sejak kami datang yaitu menyajikan daging.

Tapi kami punya banyak makanan.

Kau bisa makan roti isi hagelslag sekarang.

- Aku bisa buatkan untukmu. - Tidak, terima kasih.

Dan semalam di restoran itu, atau kedai...

Atau tempat apapun itu, itu...

Itu perjalanan yang sangat tidak nyaman.

Musiknya terlalu kencang.

Kau mengemudi dalam keadaan mabuk.

Dan cara kalian saling bersentuhan didepan kami,

Itu membuatku sangat tak nyaman, maafkan aku.

Intinya ada banyak hal yang terasa begitu salah.

Aku minta maaf, tapi begitulah situasinya.

Aku sangat syok.

Boleh aku mengatakan sesuatu?

Pertama-tama, Louise.

Aku minta maaf jika kami lupa kau vegetarian.

Dan jika ada sesuatu yang tidak kau makan,

Kau bisa cukup beritahu kami. Benar?

Dan rumah kami tak besar,

Jadi kami tak bisa tawarkan kau kamar besar mewah,

Serta ranjang yang besar, Bjørn. Maafkan aku.

Dan aku sangat menyesal jika Agnes merasa tak nyaman...

...tidur di kamar Abel. Tapi kami pikir itu hal yang tepat.

Maksudku, seandainya kau tahu...

...betapa Abel menantikan berbagi mainan di kamarnya bersama Agnes.

Dan "Kedai" yang kau sebutkan...

Pelukan dan tarian...

Kami hanya bersenang-senang semalam.

Teman-teman, ayolah. Maksudku,

Menari dan mencium orang yang kau cintai...

Apa masalahnya?

Bagimu itu melewati batas,

Ketika kau membawa putriku saat malam.

Lalu membawanya ke ranjangmu,

Di mana kau tidur telanjang di samping dia.

Ya, tapi, kau di mana?

Louise, maksudku, Agnes terus memanggilmu?

Dia menangis.

Kau di mana?

Pertama, tak ada yang bisa kami lakukan sekarang,

Untuk mengubah perasaanmu selama beberapa hari terakhir.

Dan itu sangat membuatku sedih,

Untuk mendengar kau tidak menikmati masa menginapmu.

Itu membuatku bertanya-tanya jika aku gagal sebagai tuan rumah.

Tak ada yang memaksamu untuk tetap tinggal.

Namun aku berharap kau bersedia,

Karena hari ini akan menjadi hari yang menakjubkan.

Aku janji. Hari ini akan jadi yang luar biasa.

Ini gunting. Tapi tak bisa memotong apapun, ini sangat tumpul.

Boleh aku menyalakan radio?

Ya, tentu.

Kau bisa besarkan suaranya jika mau.

Jadi, musik genre apa yang kau suka?

Aku mendengarkan semua genre.

Seperti pop, rock, dan...

Intinya semua genre, kau tahu?

- Kau? - Aku juga.

Pop, rock... Funk.

Aku suka musik yang bisa membuatku ikut bernyanyi.

Aku suka bernyanyi.

- Ya, bernyanyi itu bagus. - Ya.

Sebenarnya, ada banyak musik Belanda yang bagus.

Kau mau aku memutarnya?

Tentu. Aku ingin mendengarnya.

- Kau yakin? - Ya, sungguh.

Ini judulnya "It Never Ends".

- Siapa penyanyinya? - Trijntje Oosterhuis.

Aku pikir seperti inilah suara malaikat.

Aku ingin meminta maaf atas sikapku semalam.

Maaf aku membuatmu merasa begitu tak nyaman.

Tidak, tak apa. Jangan khawatir soal itu.

Kau tahu, terkadang aku mengalami sesuatu di sini.

Itu begitu kuat dan liar.

Dan aku menyukainya. Itu bagian anehnya.

Aku sangat suka itu.

- Kau mengerti? - Ya.

Sungguh?

Tentu saja.

Biasanya aku hanya...

Aku hanya berusaha meredamnya, atau...

Tetap memasungnya.

Kenapa?

Aku tidak tahu kenapa.

Aku rasa terlalu banyak peraturan.

- Itu... - Apa?

Itu klau... Ya, entahlah. Itu klaustrofobia, kau tahu?

Aku seolah menjadi orang yang tidak aku inginkan.

Siapa orang itu?

Entahlah. Seseorang.

Seorang pria normal yang bangun di pagi hari,

Mengantar anaknya sekolah, lalu berangkat kerja.

Bermain skuas satu minggu sekali.

Makan malam bersama orang yang bahkan tak aku suka.

Dan aku begitu lelah tersenyum setiap waktu.

Ayo.

Ayo, aku ingin tunjukkan kau sesuatu.

- Ini fantastis. - Inilah hidup sebenarnya.

Louise, terima kasih banyak sudah membantu di taman.

Sama-sama.

Ibu! Ibu, bisa aku dan Abel tunjukkan kau satu tarian?

Mereka ingin tunjukkan sebuah tarian.

Itu sangat bagus. Mungkin saat kita minum kopi.

Kita akan melakukannya setelah makan siang, sayang.

Agnes, bisa kau tolong siapkan mejanya?

Ya, bisa kau tunjukkan Karin keahlianmu menyiapkan meja makan?

Apa kau luka terkena pisau? Siram itu dengan air dingin.

Apa itu sakit?

Patrick, mungkin kau bisa periksa jarinya?

Tentu.

- Apa itu tak apa-apa? - Ya.

Syukurlah ada dokter di rumah ini.

Aku bukan dokter.

Tapi bukankah kau bilang kau dokter?

Benarkah? Aku bohong.

- Kau bohong? - Ya.

Kadang aku merasa minder saat bertemu orang baru.

Dia hanya ingin membuat kesan yang baik.

Lalu apa pekerjaanmu?

- Aku tidak bekerja. - Tidak kerja?

Tidak, aku pengangguran.

Aku tak pernah bekerja. Aku tak percaya dengan kerja.

Itu salah. Itu sebaliknya.

Apa kau baik-baik saja, sayang?

- Oke? - Maaf.

- Ya. - Tidak! Oke.

- Ya, aku bisa, terima kasih. - Kau tak apa, sayang?

- Siapa yang butuh dokter, benar? - Ya.

Roti? Ya.

Kau tahu, sayang sekali,

Belanda tidak benar-benar diakui,

Sebagai penghasil keju terbaik dan berkualitas tinggi,

Seperti Italia dan Prancis, contohnya.

Ini.

Maksudku, kami adalah negara keju.

Kami lebih banyak mengekspor keju dibanding negara lain di dunia,

Selain Jerman tentunya.

Tapi kadang aku merasa jika keju Belanda,

Tidak mendapat penghormatan yang semestinya.

Kau harus makan sayurmu, sayang.

Semuanya harus ikut dengan Bjørn dan aku ke pasar,

Lalu mencoba kejunya Johan.

Lalu mereka akan berikan keju Belanda kehormatan sebenarnya.

Johan sendiri yang bilang.

Lupakan Stilton, lupakan Gorgonzola.

Keju Belanda, keju Belanda yang nomor satu, benar?

Bjørn. Keju di pasar itu enak, bukan?

- Itu menakjubkan. - Itu yang nomor satu.

Johan sendiri yang bilang. Bersulang.

Bersulang.

Berhenti beritahu putriku harus apa.

Itu bukan tugasmu beritahu putriku harus apa, mengerti?

Oke, tenanglah. Aku minta maaf.

Sekali lagi. Kau melakukannya dengan baik.

- Maaf soal itu. Oke? - Tidak, tak apa.

Satu, dua, tiga, empat.

Tak apa. Mereka berdua sangat bagus.

Ya, tapi Abel sama sekali tak mengikuti ritme.

Dan dia mengacaukan gerakannya.

Tidak. Mereka masih anak-anak.

Benar, tapi jika dia ingin mencapai potensinya,

Dia harus konsentrasi, benar? Benar.

Oke, sekali lagi.

Ibu, aku tak mau menari lagi.

Tidak, dia tak boleh beranjak karena ini tarian duet.

- Dia tidak mau. - Tidak, dia tetap ikut.

Dia tak mau menari lagi.

- Agnes, hanya sekali lagi. - Dia tidak mau.

Ini yang terakhir. Yang terakhir. Ayah janji. Kau begitu bagus.

- Hanya sekali ini lagi. Bagus. - Oke.

Apa masalahnya?

Kau tak bisa...

Dia masih kecil.

Maksudku, ada apa denganmu? Itu...

Kau tak lihat dia menangis? Dia kesakitan?

Kau tak boleh bicara begitu dengannya. Ada apa denganmu?

Astaga. Apa masalahnya?

Karena kami melakukan sesuatu dengan cara berbeda?

Ini bukan soal melakukan sesuatu secara berbeda.

Ini bukan soal itu.

Tidak. Ini tentang melakukan yang benar.

Ini sepenuhnya soal melakukan apa yang benar untukmu.

Tunjukkan anakmu rasa sayang ketika dia menangis...

...daripada membentaknya.

Ya. Dan, Patrick, apa itu?

Kenapa kau tak bisa cukup biarkan dia menari?

Itu bukan menari.

Ya, tapi kau melempar gelas ke arahnya!

Maaf, tapi aku tak suka mendengarmu...

- ...bicara padanya seperti itu. - Kau melempar gelas ke dinding!

Oke, tolong hentikan ini. Tolong berhenti.

Sayang, Ibu akan bicara dengan Ibu sebentar. Tunggu sini.

Demi Tuhan.

Ibu, kau tak apa?

Ibu?

Bjørn, bisa kau tolong bawa dia ke dalam?

Aku tak mau dia melihatku seperti ini.

- Ayo, Agnes, kita kembali ke dalam. - Ibu, apa kau sedih?

Pergilah! Pergi! Tinggalkan Ibu sendiri!

- Ayo. Ibu butuh waktu menyendiri. - Terima kasih!

Ayo. Ayo, cepat.

Bukankah aku harusnya mengantar Agnes ke kursus flute hari Selasa?

Agnes, Ayah mengantarmu untuk kursus flute hari Selasa.

Agnes?

Ayah mengantarmu untuk kursus flute hari Selasa.

Baiklah, hanya itu saja.

Abel, berhenti.

Abel, berhenti!

- Louise. Louise, kita pulang. - Ada apa?

- Kau harus bangun. - Sekarang jam berapa?

- Agnes, bisa kau bangun? - Tenanglah.

Ayo. Cepat.

Oke, ayo.

Cepatlah.

Ayo, Louise.

- Bjørn, apa yang terjadi? - Sialan.

- Ibu, apa kita hampir sampai? - Tentu.

Aku rasa kita menyangkut.

- Apa kau mendapat sinyal? - Tidak.

Ada rumah di ujung sana. Aku akan meminta bantuan.

Kunci semua pintu, oke?

Cepatlah.

Ibu...

Halo?

Halo?!

Halo?!

Louise?

Louise?

Louise?

Agnes?

Agnes?

Louise?

Agnes!

Hei, Bjørn.

Terima kasih sudah menghubungi.

Aku senang kau setuju untuk temui kami di jalan.

Terima kasih sudah bantu kami. Kau sangat baik.

Tentu.

Masuk ke mobil.

Tolong jangan lukai kami. Tolong jangan lukai keluargaku.

Kami hanya ingin pulang.

Hei, tak apa. Tenang.

Selama kau melakukan yang kami katakan,

Ini akan baik saja.

Kau tahu kapan kita akan kembali ke rumah?

Takkan lama lagi.

Ibu?

- Apa Abel masih tidur? - Ya.

- Apa Abel sendirian di rumah? - Muhajid menjaga dia.

Dia juga bangun lebih pagi, jadi...

- Apa kau baik saja? - Tentu, aku baik.

Jari-jarimu sangat dingin.

Kau butuh mandi air hangat.

Dan terima kasih.

- Ibu, aku mau pulang. - Kita hampir sampai.

Apa kita hampir sampai?

- Ibu, aku tak suka ini. - Tak apa, sayang. Ibu di sini.

- Aku takut, Ibu. - Jangan berisik.

- Permisi? - Sayang, turuti perkataan mereka.

Tapi kita memutar begitu jauh.

Bisa kau tolong diam?

Bisa kau beritahu kami kapan kita akan kembali ke rumah?

Kita pergi ke rumahmu, 'kan?

Bjørn, apa yang terjadi?

- Ibu, aku takut. - Tak apa, sayang. Ibu bersamamu.

Tapi aku sangat takut.

Ingat apa yang selalu Ibu katakan kepadamu, sayang?

Saat Ibu di sini, tak ada yang akan terjadi kepadamu, karena ibu selalu...

- Tapi aku mau pulang ke kasurku sendiri. - Ibu tahu. Ibu akan menjagamu.

Tenanglah.

- Kau harus beritahu kami apa yang terjadi. - Diam. Tutup mulutmu.

Jangan bicara kepada keluargaku seperti...

Tenanglah.

Tak apa. Kemari, Agnes.

Agnes?

Agnes, kau akan ikut denganku, oke?

Kemari, Agnes. Kemari.

Louise, lepaskan dia.

Louise, tolong lepaskan dia.

Louise...

- Ibu! - Kau akan melepasnya. Ya.

- Tidak. - Kau akan melepasnya.

Ibu. Ibu. Ibu!

Ibu!

- Agnes! - Ibu!

Ibu!

Ibu! Ibu! Ibu! Ibu! Ibu! Ibu! Ibu!

Agnes!

Agnes!

Agnes!

Biarkan aku keluar! Biar aku keluar!

Kenapa kau melakukan ini?

Karena kau mengizinkanku.

Buka bajumu.

Maafkan aku.

ObezSubs

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.