All language subtitles for Demián Rugna - When Evil Lurks - Spanish with German Subs

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kau dengar itu?

Apa di lahan kita?

Bukan, tapi di hutan.

Mungkin Ruiz?

Atau para pemburu?

Bukan, pemburu tak menembak sebanyak itu.

- Apa sebaiknya kita bawa anjing? - Jangan, nanti mereka akan lihat.

Ada tiga tembakan.

Lalu berhenti. Dan dua tembakan lagi.

Mereka tak berburu.

Itu bukan senapan.

Tapi revolver.

Kenakan jaket.

Apa dekat sini atau dekat rumah Ruiz?

Dekat dari sini.

Besok saja kita ke sana.

DITERJEMAHKAN | YOYONG MASAMBA

Sial.

Puma?

Ada seekor binatang besar mengintai di sini.

Memakan kambing Ruiz.

Bukannya ini Ruiz?

Dia memburu puma.

Tapi dikalahkan sama kucing itu.

Tidak.

Pria ini di potong dengan sesuatu yang tajam.

Kita harus bagaimana?

Harus di laporkan.

Ini barang bagus.

Aku pernah lihat barang ini.

Buat apa ini?

Aku tak tahu, kakak.

Kita sekarang ada di wilayah Ruiz.

Kita harus beritahu dia.

Atau polisi?

Bagaimana jika pembunuhnya adalah Ruiz?

Dia memergokinya saat mencuri dan membunuhnya.

Ruiz tak akan memotong seseorang, jadi diamlah.

Dia memotongnya, untuk menyingkirkannya.

- lalu dia berikan ke babi... - Kenapa dengan Ruiz?

Kenapa?

Apa terjadi sesuatu dengan Ruiz yang tak kau ceritakan padaku?

Dia tak suka kita.

Dia membencimu!

Dia pergi...

atau datang.

Dia ambil jalan pintas ke bukit itu.

Ke rumah Maria Elena.

Apa dia keluarganya?

Bahasa apa ini?

Aku pernah lihat tulisan ini.

- Mungkin bahasa Rusia? - Bahasa Rusia?

Lihat, Maria Elena Gomez.

MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

MAINKAN SEKARANG JUGA

Kenapa anjing-anjing itu?

Hai, Maria Elena.

Apa kabar?

Sudah lama tak bertemu.

Kami kemari...

soal suara tembakan semalam, kau mendengarnya?

aku sudah selidiki bersama Jimmy dan anjingnya,

di dekat sini.

Kami temukan seseorang yang mungkin kau kenal.

Kau lagi menunggu seseorang?

Karena dia...

dia sudah mati.

Dia mengalami masalah.

Kapan dia akan datang?

Dia pasti sudah lama datangnya.

Kami lagi menunggunya.

Karena cuma dia yang bisa menangani anakku.

Uriel?

Ya.

Dia harus bunuh anakku.

Dia harus bunuh Uriel.

Dia dirasuki,

dan sudah lama membusuk.

Kami menunggu mereka untuk membuangnya.

Ini salahku.

Aku kira dengan berdoa...

bisa menyembuhkannya.

Kami menyalakan lilin untuk Santo...

Gereja sudah mati, nyonya.

Sudah mati.

Kami takut membicarakannya.

Takut diusir dari tanah ini oleh Ruiz dan para tetangga.

Kami tak punya apa-apa lagi.

Tak tahu mau kemana.

Kukira kami bisa menyembuhkannya.

Jadi kami merawatnya agar dia tidak mati.

Mereka bisa membunuhnya.

Tapi butuh waktu lama.

Kau sudah laporkan ini?

Setahun lalu, atau lebih.

Setahun?

Kau laporkan ke siapa?

Anak dari wanita itu?

Ya, yang lebih tua.

Dia tak laporkan padaku. Kalau kau, Inspektur?

Kalian melihatnya?

Ya.

Kalian lihat apa?

Katakan.

Kau pernah lihat manusia busuk itu sebelumnya?

Terus?

Kalian tahu dari mana?

Gutierrez, bilang...

jika kau pernah lihat yang begituan, kau akan tahu.

Kami memang sudah tahu.

Kau sudah terpengaruh.

Sudah banyak kasus kerasukan bohongan.

Dan kita di sini, di tempat terpencil...

Uriel sudah sekarat!

Dia membengkak, seperti bola nanah.

Laporkan ke Walikota.

Berikan ponselnya.

Hubungi dia.

Berikan nomornya, akan kuhubungi, gak masalah.

Dia harus mengurus ini.

Tak ada yang boleh memerintahku.

Terutama kau, Yazurlo.

Terutama kau.

Sudah setahun.

Sudah setahun dan cuma menugaskan petugas pembersihan kemarin.

Jangan membentakku.

Tidak ada yang bicarakan soal ini padaku.

Kau akan kenak masalah, lagi.

Kau tak percaya, kan?

Biarkan dia.

Jangan sampai aku menahanmu.

Kau tak bakalan bebas, orang gila.

Tenang, Kak.

Kami temukan petugas pembersih itu mati.

Dia di potong, kau mengerti?

Ada protokol untuk kasus seperti ini.

Kami bubungi, Dinas Kesehatan datang dan membereskannya.

Selesai.

Begitulah rencananya.

Lakukan sesukamu.

Kenapa petugas pembersih itu dibunuh?

Siapa?

Ruiz yang membunuhnya?

Ruiz?

Aku tak percaya.

Kita sudah dekat kiamat.

Kenapa ada orang kerasukan di sini?

Maksudmu apa?

Mereka takkan datang melihat mayatnya.

Meski mayatnya belum membusuk.

Katanya itu bukan masalah mereka.

Mereka menolak bertanggung jawab.

Tapi ada yang membunuhnya, Ruiz.

Ada yang mencegat petugas pembersih itu...

ke rumah Maria.

Dan Walikota?

Mereka sudah hubungi dia.

Dia sudah tahu, setahun lalu.

Dia cuma cuek saja.

Dan bilang kasus itu sudah selesai.

Mereka menyuruh kita diam,

atau kita dan tempat ini akan dianggap tak berguna.

Kota hantu, Ruiz.

Kita kehilangan segalanya.

Mereka menyuruh kita pergi sampai petugas pembersih baru didatangkan...

dari Kementerian.

Kapan?

Mereka tak beritahukan.

Tak ada waktu lagi, Uriel akan mati,

kita jangan tunggu petugas kebersihan itu.

Pergi,

diam...

dan tinggalkan.

Kita harus mempersenjatai diri.

Mempersenjatai diri?

Mau lawan siapa?

Anjingku pergi sebulan lalu.

Ada 4 ekor.

Awalnya mereka buat hewan-hewan menggila, katanya.

Lalu membuat orang yang sudah mati jadi gila.

Terus?

Kita harus lakukan sesuatu.

Mungkin kita harus bongkar semuanya.

Pergi sebelum hal ini viral.

Kalian kurang berpengalaman.

Ini jebakan.

Ini ulah Pemerintah.

Mereka menginginkan tanahku.

Makanya mereka acuh dan tak peduli sama kita.

Ada yang kerasukan di sini.

Tak kusangka akan begini.

Armando, mau kemana?

Jangan bertindak bodoh.

Santa Maria!

Tn. Ruiz.

Astaga, apa yang kau lakukan?

Apa yang kau lakukan?

Bajingan...

Tidak,

lihat apa yang mereka bawa.

Mereka bawa mahkluk menjijikkan ke tanahku.

Jangan tembak.

Tn. Ruiz, jangan tembak, kumohon.

Aku harus membunuhnya.

Jangan membunuh secara keji seperti itu, akan berdampak buruk nantinya.

Jika kau bunuh dia, kau akan mati.

Itu akan masuk ke raga kita, dan merenggut jiwa kita.

Jangan tembak, kumohon, akan mendatangkan keburukan.

Nasib buruk.

Ini harus ditangani oleh seorang profesional.

Diamlah, sialan.

Harusnya kubakar rumahmu...

saat kau kemari, bersama anak kotormu ini.

Kau sudah mencemari semuanya.

Semuanya.

Bajingan.

Bajingan.

Bunuh aku, Ruiz.

Kumohon,

pengecut, bunuh aku.

Sebelum aku masuk ke dalam rahim Jimena,

dan hidup dan di besarkan dalam dirinya.

Kaulah orang yang pertama aku datangi...

saat aku di lahirkan.

Armando.

Kau sudah berbuat apa? Katakan kau tak menyakiti siapa pun.

Dia bermain, itu saja.

Dia bisa lakukan apapun semaunya, bermain-main dengan kita.

Buka jendelanya.

Dia mengejek kita.

Armando.

Dia masih hidup, dia tak membunuhnya.

Kau harus pergi.

Kami memang berniat mau pergi.

Keadaanya makin kacau, Ruiz.

Tidak, dianya harus pergi.

Kita harus bawa jauh dia pergi.

2 , 3 jam dari sini. Sejauh-jauhnya.

- Ini terlalu berisiko. - Justru berisiko jika dia di sini.

- Kami tak tahu bagaimana membawanya. - Pengecut.

Aku akan membawanya bersamamu,

atau aku bawa sendiri.

Ini tanahku.

Manusia busuk itu harus dibuang sebelum membusukkan lainnya.

Kau punya keluarga, Pedro.

Benarkan?

Buang dia demi mereka.

Terima risikonya.

Kau mau apa?

Tuan Ruiz.

Jangan menyakitinya.

Apa yang kau lakukan? Jangan menyakitinya.

Dia terlalu besar, tak bisa diangkat.

Aku tak mau menyentuhnya.

Ambilkan tali, kita ikat kakinya dan seret dia seperti babi.

Apa yang akan kau lakukan?

Membawanya dari sini.

Bawa dia pergi? Kemana?

Mereka mau membawa kakakmu.

Ambilkan tali atau apalah untuk mengikatnya.

- Tali? - Kita angkat dia pakai seprai ini.

Angkat seprainya.

- Seprainya akan putus. - Tidak akan putus.

Dia benar, pegang kakinya dan kita angkat dia.

Bersama-sama.

Bersama-sama.

Satu, dua, tiga, sekarang.

Angkat, sama-sama.

Lebih kuat.

Tunggu, lihat.

Lihat!

Dasar bajingan!

Kau membunuhnya.

Keluarlah, kunyuk, atau mau kubunuh.

Angkat dia, tarik.

Ini, tarik.

Ayo, ayo, tarik.

Tersangkut.

Kotorannya banyak.

Jangan sentuh dia!

Kita angkat sama-sama.

Angkat.

Hati-hati tangganya.

Hati-hati.

Angkat, sial.

Angkat, bersamaan.

Bersama-sama.

Aku capek, dia sudah jatuh.

Lebih kuat, pegang di situ.

Dia jatuh.

Tarik dia, brengsek!

Kita butuh selimut.

Ambilkan selimut.

Cepatlah, brengsek.

Satu, dua, tiga.

Apa sebaiknya kita buang dia sini atau lebih jauh lagi?

Sudah seberapa jauh kita?

300 kilometer.

Lebih jauh lagi,

mungkin 100km.

Kita periksa dia dan berkendara 100km lagi.

Bau apa ini, sialan.

- Kau tadi menyentuhnya? - Tidak, tidak.

Kita harus bakar pakaiannya.

Kita harus membuangnya dengan baik.

Kerjamu bagus.

Ini harus kita lakukan.

Awas!

Sialan.

- Kau menabraknya? - Tidak, aku tak tabrak.

Bocah ini dari mana datangnya?

Bocah sialan inu lagi berangkat ke sekolah.

Sialan!

Bajingan, bikin kaget saja.

Sangat membahayakan.

Sialan!

Kita akan buang di sini?

Ya.

Dan kalau dia tenggelam?

Gotnya kering.

Sialan!

Ada apa?

Apa dia loncat?

Dia tak bisa bergerak.

Tidak, pasti terjatuh saat kita belok,

saat dia hampir menabrak bocah itu.

Sudah kusuruh kau mengawasinya, Jimmy.

Aku tak melihatnya.

Kok bisanya kau tak melihatnya?

Aku tak lihat.

Yang kulihat kita hampir membunuh seorang anak.

Sudah berapa lama sejak kita ketemu anak itu?

20 menit.

- Yakin? - Kurang lebih.

Kembali kesana.

Apa kita akan angkat dia lagi?

Selesai.

Sudah jauh juga.

Ini bukan masalah buat kita.

Armando.

Armando.

Armando.

Kambingnya.

Kau.

Tidak.

Tidak.

Pergilah, bajingan.

Armando.

Jangan tembak, tunggu.

Jangan tembak binatang itu.

Kita akan dikutuk, sayang.

Kita akan jadi orangtua, jangan tembak, kumohon.

Pergilah!

Pergilah, brengsek.

Pergi.

Aku barusan ke rumah Ruiz.

Dia sudah mati.

Dan istrinya juga.

Ibuku menghilang.

Apa maksudmu? Di mana dia?

Sesuatu terjadi,

kalian sudah berbuat salah karena sudah membuang Uriel.

Kau lihat Ruiz mati?

Aku akan tinggal di sini, aku tak mau pulang sendirian.

Kau tak boleh tinggal, pergilah.

Kumohon, aku bisa mati kedinginan.

Kumohon, Tn. Yazurlo.

Tinggallah di ruang pelana,

dan temukan sesuatu yang bisa menghangatkanmu.

Jangan izinkan dia tinggal.

Pergilah pagi-pagi sekali.

Dia bersenjata?

Kau bawa senjata?

Ya, kaliber.38.

Berikan padanya.

Pergilah begitu ada matahari.

Jangan kembali lagi.

Baik, Pak.

Ada yang harus kuberitahu.

Jangan nyalakan lampu listrik.

Bayangan akan memanggil roh-roh jahat.

Kenapa kau izinkan dia tinggal?

- Dia takut, Jimmy. - Begitu.

Kau mempercayainya?

Ibunya tak akan meninggalkan dia.

Kenapa Ibunya meninggalkannya?

Dia pasti berbohong.

Lima.

Tak ada satupun kita ambil dari rumah itu.

Barang berharga?

Tidak.

Tidak ada apa-apa di sini,

di tempat ini.

Tak ada pakaian,

dan kenangan.

Kita berangkat ke kota,

aku jemput anak-anakku,

dan pergi dari sini.

Buka pintunya.

Ini aku, Pedro, kita harus bicara.

Ada apa, Pedro?

Kita harus bicara, biarkan aku masuk.

Apa Sabrina tahu? Dia tak bilang apa-apa.

Aku mau bicara, biarkan aku masuk.

Tunggu.

Kau tak boleh masuk.

Tunggu, apa?

Biarkan aku masuk ke rumahku.

Apa-apaan kau ini?

Bangunkan Sabrina dan anak-anak, juga.

Bawakan 2 baju ganti, untuk aku dan saudaraku,

nanti aku jelaskan.

Apa yang kau lakukan? Apa-apaan ini?

Dengar,

jika kau kenak masalah, jangan libatkan keluargaku.

Ambilkan pakaiannya, ini demi kebaikan kita semua.

Bawa mereka, cepatlah.

Apa-apaan ini?

Sabrina, kita harus bicara.

Apa dia mabuk?

Aku tak tahu, lihat saja sendiri.

Kenapa kau telanjang?

Cepat pergi.

Kita harus bicara.

Kenapa kau datang ke rumahku?

Pergi.

Apa ini?

Kita harus bicara, sesuatu terjadi.

Kau sudah gila.

Akan ada musibah.

Kau tak boleh di sini, pergilah sekarang.

Kau dengar tidak?

Pergi!

Aku butuh pakaian.

Sialan.

Alkohol?

Sini berikan.

- Jangan melihatku begitu. - Kau sudah gila.

Nanti aku jelaskan.

Ayo masuk.

Tidak, jangan masuk.

Kau melanggar perintah penahanan, kau tahu kan?

Ada apa ini?

Kau bangunkan Jair.

Kegilaan macam apa ini.

Leonardo, kita masuk dan kujelaskan.

Ayah.

Sayang.

Santino, masuk, di sini dingin.

Ayo masuk.

Lakukan sesuatu, suruh dia pergi.

Coquito, siapkan tas pakaian, mainan,

dan sesuatu yang hangat, kita akan pergi.

Apa? Santino tidak akan ke mana-mana.

Kaulah yang pergi.

Kita semua akan pergi.

Ada mahkluk busuk di kota ini.

Seseorang tertular, Sabrina.

Mahkluk itu berkeliaran bebas.

Kota ini tak lama lagi akan berubah jadi neraka.

Apa sebaiknya aku hubungi pengacara?

Hubungi polisi, dan membawanya pergi.

Dia akan menakuti anak-anak.

Ayah, apa Roger boleh ikut?

Ya, siapkan tasmu, cepat.

Suruh dia pergi.

Aku akan pergi.

Dia menakut-nakuti anak-anak.

Ayah, Vicky boleh ikut?

Ya, semuanya akan pergi, cepat bangunkan kakakmu.

Vicky dan Santino tak akan ke mana-mana,

kaulah yang pergi.

Akan kuhubungi polisi.

Aku sudah putuskan, maaf.

Santino,

bangunkan saudaramu, kita pergi sekarang.

Aku tak mengerti kenapa kau seperti ini?

Aku yang berhak di sini.

Mereka tak akan ke mana-mana.

Bisakah kau mendengarku?

Kau sudah menakuti keluargaku.

Ada mahkluk busuk di kota ini.

Persetan kalian berdua.

Aku melihat dia, aku bersamanya.

Kita harus pergi, semuanya.

- Mana kunci mobilnya? - Kunci apanya, bodoh!

Aku tak mau bertengkar.

Berhenti, di mana kuncinya?

Kau bohong.

Kau bohong.

Kenapa kau mengacaukanku?

Kau gak lihat apa aku bahagia?

Kau kemari membuat perasaanku tak enak,

menakuti anak-anak.

Kau sudah gila.

Kau menghilang 4 tahun lamanya, tanpa sedolar pun,

dan sekarang kau pulang.

Kuizinkan kau bertemu anak-anak kayak orang bodoh, dan untuk apa?

Kau datang mau menggancurkan hidupku.

Dasar gila bodoh.

Apa salahku sehingga diperlakukan seperti ini?

Pergi.

Jalanilah kehidupan baru, pecundang.

Aku tak menginginkanmu di sini.

Jangan teriak.

Berhenti teriak!

Pergi, kau dengar?

Ada perintah penahanan, sadarlah.

Apa yang bisa kulakukan agar kau mengerti?

Mengertilah,

ada mahkluk busuk,

kenapa kau belum mengerti juga?

Kau gila.

Kau sadar akan kata-katamu?

Ibu! Ayah! Leo!

Aku melihatnya sendiri. Lantas harus gimana aku beritahukan?

Ada apa?

Roger menggigit Vicky, anjing itu menyakitinya.

Tidak!

Tidak! Vicky!

Tangkap dia!

Tidak!

Tidak, tidak.

Vicky!

Roger!

Vicky!

Tangkap dia!

Leo!

Leo!

Putriku, di mana dia? Tolong aku.

Tolong aku, di mana dia.

Di mana dia?

Pedro, apa yang terjadi? Di mana dia?

Di mana putriku?

Santino, nak.

Santino, kita akan pergi, tunggu di sini, ya?

Jair, nak, ini Ayah.

Nak, lihat Ayah.

Ini Ayah.

Dengar.

Tidak, jangan gigit dirimu, tenanglah.

Jair, Nak.

Nak, lihat Ayah.

Lihat Ayah.

Ini Ayah.

Jair.

Jair.

Jangan gigit dirimu, jangan.

Jair, ini Ayah.

Ini Ayah.

Tenang, Jair.

Tenanglah.

Tenanglah, Jair.

Santi!

Kita pergi,

cepat, nak.

Di mana dia?

Hubungi polisi.

Di mana dia?

Hubungi polisi.

Tenanglah.

Leo, jangan gunakan senjata.

Bantu aku temukan putriku, brengsek.

Jangan gunakan senjata, Leo.

Ini anak adikmu, bodoh.

Bantu aku temukan dia.

Kau tidak akan temukan anjing itu,

tapi setan.

Leo.

Leo, buang senjatanya.

Jangan pakai senjata.

Leo.

Sialan.

Yazurlo, ada apa ini?

Anjing itu.

Dia menyerang putri mantan isitriku.

Anjing besar warna cokelat.

Kau hubungi kami cuma seekor anjing?

Dia menyeretnya pergi, Gutierrez.

Dia membawanya pergi.

Hubungi markas.

Apa yang terjadi, Yazurlo? Ada apa?

Buat salah lagi?

Aku lagi bicara sama kamu.

Kau mendengarku.

Kau tak boleh di sini.

Jangan dekati istrimu lagi.

Aku lagi bicara, apa yang sudah kau lakukan?

Jangan tembak anjing itu, jangan.

Kau tak apa, sayang?

Terima kasih, di mana Leo?

Bilang padanya dia baik-baik saja.

Katakan padanya.

Kau tak apa, sayang?

Vicky sudah kembali, dia sudah kembali.

Sayang, lihat Ibu.

Sakit?

Di mana Leo?

Bilang ke Leo kalau Vicky baik-baik.

Kau tak apa?

Lihat Ibu.

Apa sakit?

Tolong sampaikan sama Leo.

Vicky baik-baik saja, katakan padanya.

Kunci mobil.

Di mana kuncinya?

Nak, Jair, ini aku, Ayahmu.

Dengar, di mana kunci mobil Ibu?

Kau tahu?

- Cepat ambil tas Jair. - Dia tak punya tas.

- Terus apa? - Cuma gambar.

Ambil, di mana itu?

- Di mana itu? - Itu dia pegang.

Mau es krim?

Ayo kita makan es krim.

Es krim apel? Kita akan beli.

Ayak tak temukan kunci mobilnya.

Ayah tidak temukan.

Ayah akan pergi.

Ayah akan pergi, Santi, Ayah mau bawa mobil itu.

Jika Ayah temukan kunci mobil abu-abu di garasi...

Ayah akan membunuh Ibu.

Kau bicara apa?

Ayah...

akan pulang...

menaiki mobil..

dan pum!

Sayang.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

MAINKAN SEKARANG JUGA

Ayah, apa yang terjadi?

Ayah, suara berisik apa itu?

Leo.

Kau tak apa?

Leo.

Hubungi ambulans, dia terluka.

Tak apa, tenanglah.

Kejutan apa ini?

Tak kusangka, mereka berikan anak-anakmu.

Apa yang terjadi?

Suatu kejutan.

Aku tidak tahu...

Sabrina?

Aku tidak tahu..

Pedro, kau baik sekali.

Bukannya mereka harus sekolah?

Bukankah ini mobil Sabrina?

Apa yang sudah kau sepakati dengan dia?

Kau sudah bicara dengan Jimmy?

Aku belum beritahu dia.

Apa yang terjadi?

Ada yang mati?

Tidak ada yang mati, kan?

Kita tak pergi ke pemakaman.

Kita terlalu jauh perginya cuma karena itu.

Kejadian itu sering terjadi di kota.

Kalian melihat sesuatu yang tak kau pahami,

merasa takut...

dan di tipu.

Itu yang terjadi, Ibu.

Nenek, apa maksudnya kerasukan?

Aku lihat kalian yakin, tapi kau mungkin salah.

Kami yakin.

- Nenek. - Berhenti, Santino.

Kau juga yakin?

Ya, Jimmy juga yakin.

Kerasukan.

- Nenek. - Berhenti, Santino.

Kau sepakati apa dengan Sabrina?

Dia bilang apa?

Kita akan tinggalkan kota ini.

Sabrina tahu, kan?

Apa Ibu pernah melihat kejadian ini?

Apa?

Apa ada yang Ibu kenal melihat yang kesurupan?

Tidak, tak pernah.

Tidak, kecuali kalian berdua.

Kalian sudah bikin masalah.

Nenek, apa maksudnya kerasukan itu?

Sesuatu yang sangat jahat.

Dia masuk ke tubuh seseorang...

untuk di lahirkan.

Kayak penyakit?

Ada lagunya, kau tahu?

Tidak.

Lagu itu terkenal.

Mereka masuk ke tubuhmu,

mengotori pikiranmu,

mengambil hal paling berharga dalam hidupmu,

tubuhmu bukan lagi tubuhmu.

Dan bisa parah.

Tidak akan parah jika kau bisa berhati-hati.

Dengar, ada 7 aturan yang harus diikuti...

dan diingat saat ada yang kesurupan.

Untuk apa?

Agar mahkluk itu tak merasuki pikiranmu...

dan memaksamu berbuat sesuatu...

yang tidak kau inginkan.

Jangan nyalakan lampu listrik.

Jauhi binatang.

Jangan ambil apa pun yang berdekatan dengan mereka.

Jangan sakiti mereka.

Dan aturan pentingnya,

jangan pernah menyebut roh jahat itu dengan namanya.

Setan juga punya nama?

Tentu saja.

Dengar ya...

- Lucifer... - Ibu.

- Azrael... - Ibu.

Beelzebub.

Nenek sudah sebut namanya.

Kau benar juga.

Ada aturan yang sangat penting juga.

Jangan tembak mereka dengan senjata.

Hentikan, Ibu. Hentikan.

Apa lagi.

Cuma itu.

Masih ada satu.

- Bukannya Nenek sudah beritahukan ketujuh itu? - Tidak.

Pasti ini aturannya.

Jangan lupa aturannya.

Azrael.

Es krim apel biasa.

Tak ada rasa apel.

Uang ini juga tak cukup. Ibu ada uang?

Cuma itu uang Ibu.

Periksa lagi.

Sudah kubilang, tidak ada.

Jangan minta sama Ibu.

Ibu kira kau yang bayar.

Ayah.

Aku mau pulang.

Kita harus punya uang banyak.

Ayah.

Kita mau makan apa nanti?

Aku mau pulang.

Kalau Jair?

Di mana es krim apel itu...

Jair akan begitu terus.

Kita bisa kembali ke kota, beli es krim.

Ibu, tidak.

Memangnya butuh waktu berapa lama?

Tidak, Ibu, jangan kembali.

Kau mau apakan ponselmu?

- Kusuruh jangan bawa. - Aku tak bawa.

Tidak, itu ponsel Ibu.

Ponsel Ibu.

Telpon dari Sabrina.

Ngomong sama Ibumu.

Ayah, aku mau ngomong sama Ibu.

Ini pasti bukan dia.

Ayah, aku mau bicara.

Santino, ini bukan Ibu.

Apa sebaiknya kuangkat?

Aku mau ngomong sama Ibu.

Halo.

Kau bawa anak-anakku.

Kembalikan mereka.

Anak-anak baik-baik saja.

Jair tak boleh jauh dari rumah.

Dia harus minum obatnya, bawa dia pulang!

Jair bisa menggila!

Anak-anak baik saja, Jair baik, mereka aman bersamaku.

Sadarlah kalau putramu tidak menyukaimu.

Anakmu tak boleh menemuimu.

Anakmu tak mau ke rumahmu,

dan tak mau tinggal bersamamu.

Kau tak mengerti?

Makanya aku selingkuh.

Dan tidur dengan seseorang.

Sabrina.

Kau bukanlah siapa-siapa.

Cuma pria kecil.

Kau memberiku anak yang cacat.

Kau mau membunuhnya.

Dasar bajingan.

Seorang pembunuh.

Semuanya pada tahu itu.

Aku tahu kau dimana.

Aku akan datang mengambil anak-anakku...

dan membawanya pulang.

- Kau tak tahu kemampuanku. - Sabrina.

Sabrina, aku melihatmu mati.

Aku akan ambil kembali anak-anakku, kau dengar?

Aku akan ambil...

Kak, apa yang terjadi?

Apa yang terjadi?

Sabrina mati.

Suaminya menabraknya, dia membunuhnya.

Itu bukan Sabrina.

Maksudmu?

Apa? Apa yang terjadi?

Dia sudah mati, Jimmy.

Aku tadi melihatnya mati, aku lihat dia.

Aku bahkan bingung apa yang terjadi.

Serasa mau gila.

Aku pengecut.

Aku tak bisa kendalikan hidupku, aku pengecut.

Aku meragukan ini kalau hal ini benar.

Aku bawa roh jahat itu kepadanya,

dan hampir membunuh mereka semuanya.

Mestinya kita pergi begitu kita tahu.

Dan tak kembali ke kota ini.

Tenanglah, jangan berkata begitu.

Aku bangga padamu.

Ayo, kakak,

anak-anak pada lihat.

Mereka akan takut.

Ayo.

Kau tak lihat apa yang kulihat.

Ayo.

Aku kenal seseorang yang mungkin bisa membantu.

Dia tinggal di tengah-tengah kota.

Kau mau bilang apa?

Aku tak tahu,

tapi sepertinya dia pernah mengalami hal seperti ini.

Dia juga bisa meminjami kita uang.

Jair akan begitu terus.

Dia akan begitu terus sampai dia diberi es krim apel.

Kakak, pikirkan lagi.

Berdirilah.

Ibu nanti marah.

Dia Mirta.

Apa kabar, Bu?

Rumahku tak ada listrik,

tapi ada kamar buat kalian, tinggallah selama yang kau mau.

Tidak, kami mau ke kota.

Tapi terima kasih.

Pedro, kau yakin kita akan lebih baik di kota?

Apa dia akan berikan kita uang?

Ya.

Kita istirahat sebentar dulu.

Kita sudah capek.

Popoknya Jair harus diganti.

Mirta tak mempermasalahkannya.

Justru ini baik baginya, dia tinggal sendirian.

Jangan, Jimmy.

Kita akan ke kota, sesuai rencananya.

Juga,

beritahu dia kalau...

kita akan kembalikan uangnya karena kita orang baik-baik.

Masalahnya,

uang dia ada di bank.

Hari Senin baru bisa di tarik.

Kita bisa bertemu dengannya di sana.

Popoknya Jair harus diganti.

Ayah, Jair berak.

Dia berak.

Anak itu terlihat kotor.

Dia autis.

Ya, kau sudah pernah bilang.

Kau pernah lihat orang yang kesurupan, kan?

Kenapa kau tanyakan itu?

Kau pernah bilang padaku. Saat kau tinggal di kota.

Kau hampir kerasukan.

Benarkah?

Itu sudah lama.

Kalau kau sudah terbiasa dengan kehidupan itu.

Entah kenapa aku bilang begitu.

Aku memang pandai membuka rahasia.

Untuk apa kau kemari?

Sepertinya kami melihat ada yang kerasukan beneran.

Di mana?

Di kota?

Kau takut.

Kayaknya.

Jika kau lihat ada yang kesurupan, kau takkan bilang "Sepertinya".

Kau tidak akan ragu-ragu.

Aku bingung atas apa yang kami lihat.

Bayi yang tidak menangis?

Bayangan yang bergerak sendiri?

Binatang melakukan sesuatu yang tak biasanya?

Aku tak tahu yang kami lihat.

Mungkin itu cuma khayalan Kakakku.

Mungkin juga tidak.

Bisa jadi itu beneran dan tak bisa kupahami.

Apa itu kakakmu yang mencolok stopkontak pemanasnya?

Mungkin istrinya bohong untuk menjaga anak-anaknya.

Dia sangat menderita.

Warga kota sudah bosan dan asal ngomong saja,

lagipula ini gratis.

Tak apa, sayang.

Ya?

Pejamkan matamu,

jangan membukanya...

Dia tak mau tidur.

Kau akan begadang lagi malam ini?

Lebih baik Ibu menidurkan Santino dan aku jaga Jair.

Dia takkan mau turun dari mobil.

Kita akan gantian.

Tidak.

Jadi, ini Mirta yang terkenal itu.

Mirta.

Kenapa kau senyum?

Kenapa kau senyum?

Aku tidak senyum.

Itu sudah lama sekali.

Sewaktu masih muda.

Dia juga masih muda.

Tentu saja.

Kau selalu di mabuk cinta.

Selalu di mabuk cinta.

Tiap tahun kau menangis kayak babi.

Katanya kau rindu sama guru.

Aku menyayangimu, Dik.

Ayah di sini, Nak.

Ini Ayah.

Ayah akan menjagamu.

Takkan terjadi apa-apa.

Sabrina?

Itu kau?

Aku senang kau datang.

Aku sedikit terpengaruh obat.

Aku tadi minum obat tidur.

Aku datang untuk anak-anakku.

Karena mereka membutuhkanku.

Akan kubawa anak-anakku...

ke tempat yang tidak ada yang bisa menyakiti mereka.

Ibu, aku kedinginan.

Pedro.

Pedro.

Ada yang aneh.

Aku tak yakin apa yang kulihat,

tapi itu bukan dia, kurasa itu Sabrina,

tapi entahlah.

Tenanglah.

Aku tidak yakin,

tapi ada tadi seseorang bersama Santino.

Ibu tidak yakin.

Tenanglah, Ibu.

Ibu turun mau memberitahumu,

karena Ibu takut.

Ibu takut.

Ibu tak tahu mau gimana lagi.

Tenanglah.

- Ibu takut sekali. - Tenanglah.

- Ibu tak tahu harus bagaimana. - Tenanglah.

Aku datang untuk anak-anakku.

Karena mereka membutuhkanku.

Akan kubawa anak-anakku...

ke tempat yang tidak ada yang bisa menyakiti mereka.

Ayah.

Tidak, tidak!

Nak.

Dia melompat, jalang itu.

Dia melompat bersama Santino.

Dia menculinya.

Sialan.

Di mana dia?

Di mana?

Dia tadi lompat di sini.

Periksa ke sana.

Nak!

Nak!

Jair.

Jair.

Jair.

Nak.

Jair, Nak.

Jair, Nak.

Nak.

Ini Ayah.

Nak.

Nak, buka.

Jair.

Jair, Nak, kau tak apa?

Kau tak apa? Ini Ayah.

Jair baik-baik saja.

Darah siapa ini?

- Darah siapa ini? - Aku tidak tahu.

Ambil senter.

Kita butuh senter.

Jaime.

Santino.

Nak.

Santino.

Nak.

Santino.

Apa ada senter lagi?

Yang lebih terang.

Jaime, itu setan.

Dia culik keponakanku.

Ia merasuki anak itu.

Tidak, dia memang begitu.

Tidak, Jaime.

Dia memang begitu.

Diam, Jaime, dengar dulu.

Kemarilah dan lihat anak itu.

Lihatlah kaki dan tangannya.

Setan itu merasuki lewat kepalanya dan terperangkap.

Aku pernah lihat ini sama orang autis.

Setan itu menguasai tubuhnya tapi tak bisa menguasai pikiran mereka.

Mereka bisa tersesat lama dalam ketidakpastian itu...

tanpa melepas ikatannya, lalu merasuki mereka.

Anak ini bisa kerasukan, paham?

Jimmy, aku butuh kau, senternya.

Panggil kakakmu, kita harus masuk ke dalam.

Aku tak bisa tinggalkan dia sendiri.

Setan itu menculik Santino, pasti masih dekat.

Setan itu memang dekat, ada di mana-mana.

Dengarkan,

kalian berdua.

Kalian tak tahu yang kalian hadapi.

Sebagaimana lirik lagu itu.

Jika kalian takut jatuh ke dalam lubang,

setan itu akan membuat lubang untuk kalian.

Ada orang-orang seperti kita, yang pikirannya tak bisa di kuasai.

Tapi setan itu bisa menipu kita,

karena ini,

aku yakin setan itu ada di sini,

sudah lama di sini,

dan mendapat informasi.

Aturan ketujuhnya, jangan takut mati.

Dia tak bakal ada di sini...

jika kalian tidak takut dia akan bawa anak-anak itu.

Kau tak bakal bisa mengambil anakmu.

Kau harus memahami alasannya.

Rasa takutmu akan kehilangan dia membantu setan itu.

Roh jahat itu lebih tahu ketakutanmu ketimbang dirimu sendiri.

Kalau begitu aku saja, aku akan ambil Santino.

Aku janji akan menemukannya.

Aku juga akan pergi,

dia pasti ada di dekat kota.

Tidak, kita harus temukan manusia busuk itu dulu.

Bunuh orang itu agar binatang buas tak lahir lagi.

Manusia busuk itu sudah mati atau ini tidak akan terjadi.

Tidak.

Inilah yang kami sebut "proses kelahiran".

Saat ini, mahkluk itu hanya membebaskan esensinya.

Ia mungkin tak lahir secara fisik,

jadi kita harus membunuhnya, sesegera mungkin.

Kami tahu dia di mana.

Kami tahu.

Lokasinya dekat General Piran.

Itu jauh dari kota.

Kenapa kau begitu yakin?

Kami...

memindahkan orang itu dan membawanya ke sana.

Kau pindahkan manusia busuk itu?

Tahu kalau dia kerasukan?

Kalian memang bodoh.

Jaime.

Lampu di kota.

Mereka matikan.

Mereka putus aliran listriknya, dan mengaktifkan protokol.

Entah apa yang sedang terjadi.

Berbahaya jika kembali.

Jangan gunakan lampu.

Hati-hati.

Suamiku seorang pengembala,

kami punya gereja.

Kami melakukan penipuan.

Orang yang pertama kali dirasuki di Buenos Aires...

datang di gereja kami.

Awalnya, aku kira itu pekerja yang kami sewa,

sampai dia muntahkan semuanya.

Dia muntahkan anggota keluarga lainnya...

yang dia makan malam sebelumnya.

Tuhan telah mati,

dan masa-masa gereja berakhir dengan cepat.

Lalu ular kobra berdatangan,

para biarawan mengajari kami cara...

untuk membunuh mereka sebelum lahir.

Itulah yang kami lakukan selama 12 tahun.

Kami bertanggung jawab atas kerusakan yang kami akibatkan terhadap iman.

Penyerangan makin meningkat.

Wajar saja jika mereka membunuh petugas pembersihan.

Makanya semuanya jadi...

rahasia.

Kami harus lebih berhati-hati.

Kami sudah tua untuk ini.

Kau akan kehilangan refleks.

Suatu malam, suamiku...

tak kembali dari pembersihan.

Maka aku tinggalkan kota ini.

Dari roh-roh jahat itu,

kau cuma bisa melarikan diri dengan meninggalkan semuanya...

dan kabur...

ke tempat yang kau tidak tahu kalau itu ada.

Itulah yang kulakukan.

Sungguh suatu kebetulan, kau di sini,

di tempat antah berantah ini.

Bagaimana jika roh jahat itu menemukanku yang sudah merasuki pikiran Jaime?

Bagaimana jika mahkluk itu menginfeksi kota hanya karena aku?

Kenapa bukan kau yang di ambilnya, bukannya putraku?

Karena kau orang yang penakut.

Kita harus lanjutkan berjalan kaki.

Jika dia sudah bergerak atau berpindah,

mustahil untuk menemukannya.

Di sana.

Pasti dia ada di sana.

SEKOLAH PEDESAAN

Roh jahat itu suka anak-anak, dan anak-anak suka sama mereka.

Jimmy.

Kau bilang kau mencintaiku.

Aku lapar.

Dan kedinginan, Nenek.

Bisa nenek buatkan minuman hangat?

Teh atau apalah.

Aku tak mau akit.

Matikan lampu mobilnya.

Kok bisa tahu kalau ini belum terlambat?

Karena yang pertama kali dimakan oleh Setan itu saat dilahirkan...

adalah suara alam.

Burung dan jangkrik masih berkicau.

Jangan nyalakan senternya.

Jangan nyalakan senternya.

Jangan gunakan peralatan listrik.

Dimana dia?

Apa dia di sini?

Apa kau menyembunyikannya di sini?

Bisa beritahu dimana dia?

Kami datang untuk membantumu.

Apa yang terjadi?

Kau kenapa?

Apa kau...

Apa kau tidak mencium baunya?

Apa?

Nafas anak-anak itu.

Mereka tak mau bantu kita.

Tapi kau bilang dia di sini.

Atau mereka menyembunyikannya.

Di suatu tempat.

Aku belum pernah lihat yang beginian.

Entah apa aku bisa menghadapinya.

Semua anak-anak itu bersama-sama.

Apa dia kemari?

Anak-anak itu melindungi manusia busuk itu.

Ini gila.

Jangan menakutinya.

Nak.

Kau mau ke sekolah?

Dengar.

Kau tahu ada seseorang,

atau mungkin teman-temanmu tahu,

ada seseorang yang terluka,

terluka di dekat sini?

Kau lihat ada yang sakit...

atau terluka dekat sini?

Kemarin atau kemarin dulu.

Aku lagi bicara sama kamu! Jawab!

Aku akan masuk dan memaksanya bicara.

Tidak.

Ini bukan ide bagus.

Apa ada ide lain? Ide yang bagus?

Pokoknya akan kupaksa dia bicara, aku tak peduli.

Tidak.

Jangan buat kesalahan.

Bukan seorang, nyawa kita juga dipertaruhkan.

Biar kupikirkan dulu.

Kita tak perlu terburu-buru.

Kita harus saling menjaga.

Apa kau mencari Uriel?

Ya.

Dia di rumah guru Cortez.

Dimana rumahnya?

Apa kau tidak tahu?

Tidak, aku tidak tahu.

Dekat bundaran lalu lintas.

Bundaran lalu lintas, ya.

Masuk saja lewat pepohonan itu.

Bundaran lalu lintas?

Bisa ikut bersama kami?

Ayo.

Mirta, ayo.

Barangkali tak begitu,

dan ada seseorang yang menunggu kita.

Jebakan?

Tak ada waktu lagi, kita harus cari tahu.

Ayo.

Anak itu bohong.

Bohong, jangan ke tempat yang dia bilang.

Dia tidak ada di sana, Uriel ada di rumahku,

di rumahku.

Ayahku mau menolong dan menyembuhkannya.

Aku tinggal di sana, di bukit, tapi tolong berhati-hatilah.

Bocah sialan, berhentilah bohong, sialan.

Bocah sialan.

Setan itu menculik anakku, aku mau anakku, sialan.

Sialan.

Ia di sini, Pedro.

Setan itu di sini.

Jika mereka meminta kita ke tempat lain,

karena setan itu membawanya kemari.

Bunuh...

orang dewasa.

Belum pernah kulihat beginian.

Apa anak-anak itu yang melakukannya?

Mereka bukan anak-anak lagi.

Ambilkan barang-barangku.

Jangan lari.

Jangan buru-buru.

Mungkin saja setan itu ada di bawah situ.

Kubilang jangan lari.

Hati-hati.

Kami menemukanmu, brengsek.

Kami menemukanmu.

Kau harus pergi, dia mau membunuhmu.

Dia mau membunuhmu, apa kau tidak melihatnya?

Para orang tua dan guru mati, mereka ada di dalam situ.

Jangan bergerak.

Jangan coba bergerak.

Mereka menutupi mayat dengan kapur agar tak tercium baunya,

dan tak bisa ditemukan.

Kumohon, kalian pergilah.

Setan itu jahat, kalian akan mati,

kalian harus pergi.

Kalian akan mati.

Kita harus mengeluarkannya. Cepat.

Tak ada waktu lagi.

Pergi, waktu kalian masih ada. Pergilah.

Tidak.

Ayo, Pedro.

Pedro, jangan buang waktu lagi.

Tidak, tolong, tidak.

Ada satu yang masih hidup.

Tak masalah, ambillah yang busuk.

Cepatlah.

Kalian akan mati, pergi, kumohon.

Kalian akan mati, pergi.

Cepat, kita harus mengeluarkannya sekarang.

Kalian akan terinfeksi.

Dia di sini.

Masih hidup?

Aku tidak tahu.

Dia bergerak.

Bunuh aku.

Bunuh aku sekarang.

Jangan dipikirkan.

Satu-satunya cara untuk membunuhnya adalah dengan menggunakan ini.

Keluarkan dia.

Cepat selesaikan ini.

Cepat, Pedro.

Tengkuknya, aku harus lihat tengkuknya.

Aku tak bisa.

Tak bisa kuangkat.

Ini harus dimasukkan ke tengkuknya, aku harus melihatnya.

Aku tak bisa.

Ayo, bantu aku.

Tidak.

Tak bisa kuangkat sendiri.

Jauhkan dia.

Aku harus bongkar panggung ini.

Cepat.

Kau mau bunuh diri,

bersama anak-anakmu,

kau bisa bunuh aku.

Diam, sialan.

Diam, diamlah.

Ada kapak di kantor kepsek,

kapak untuk kebakaran.

Jangan, dia bohong.

Di lemari merah.

Dia bohong.

Aku melihatnya.

Pedro,

semua ini kesalahanmu.

Jangan dengarkan, jangan sampai dia menipumu,

angkat manusia busuk itu.

Lakukan demi Santino,

jangan sampai dia mati.

Kau masih bisa selamatkan dia.

Ya, ambil kapak itu.

Tidak, Pedro.

Bunuh aku.

Ini jebakan, jangan tinggalkan aku sendiri.

Jangan tinggalkan aku.

Tidak.

Tidak.

Sialan.

Tidak!

Pedro...

Ada...

suara-suara itu,

memaksaku membunuh orang...

yang mau menolong Uriel.

Aku mutilasi tubuhnya,

kuberikan pada babi.

Aku juga makan, memakan tubuh itu.

Dan Ibumu?

Apa yang menimpanya?

Sama yang menimpa Ibumu.

Pelan-pelan, Nak.

Tarik napas.

Ayo.

Jangan gigit.

Buka.

Buka.

MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

MAINKAN SEKARANG JUGA

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.