All language subtitles for Mrs.2025.x264.WEBRip-DL-HD-IND

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Terima kasih.

Kau di kelas berapa?

Kelas dua belas.

Dan kau ingin menjadi apa:

Insinyur atau dokter?

Belum memutuskan, Paman.

Tidak, terima kasih.

Jadi, kalian punya dua anak?

Tidak. Kami juga punya Lola!

Dia benar-benar memperlakukan Lola

seperti anak ketiga kami!

Dia sangat menyayanginya.

Anjing itu sangat setia.

Richa, masuklah.

Halo.

Duduklah.

Kami juga punya seorang putri.

Telepon dia. Lakukan panggilan video.

Dia menikah dengan seorang dokter

dan sekarang sedang hamil.

Jaringannya buruk.

Kata sandi WiFi?

A1B2C3D4E5F6

Apa?

A1, B-

2...

2, C...

3...

D?

4...

E?

5...

F6

Itu baru koneksi instan!

Apa kalian kesulitan

menemukan rumahnya?

Tidak juga.

Sempat salah pencet bel dua kali,

tapi akhirnya ketemu.

Dokter spesialis apa?

Dokter kandungan.

Wow!

Aku belum pernah bertemu

dokter kandungan pria sebelumnya.

Itu pujian, kan?

Iya.

Aku belum pernah ke sini,

tapi kami sering makan di luar.

Aku suka pizza.

Dan favoritku, Cassata!

Coba yang ini!

Kau suka apa?

Aku suka makanan rumahan yang sederhana.

Tak ada yang menandingi itu.

Dalam alunan pagi yang lembut

Bisikan harapan, bagai embun pagi

Mari kita berjalan bersama

Selamanya

Dalam cahaya bahagia yang bersinar

Semua impian kita menyala terang

Mari kita berjalan bersama

Selamanya

Selamat datang di keluarga!

Sekarang kau adalah putri kami.

Perlahan terbangun, merekah

Kerinduan hati yang membara

Mata berbinar penuh mimpi

Gema dunia yang tak terlihat

Di luar batas imajinasi

Mimpi telah menjadi nyata

Siapa namamu?

Apa?

Siapa namamu?

Richa, ayo cepat!

Selamat datang!

Bukan tangan kirimu.

Maaf.

Masuk dengan kaki kanan dulu.

Dalam alunan pagi yang lembut

Bisikan harapan, bagai embun pagi

Selamat!

Mari kita berjalan bersama

Selamanya

Dalam cahaya yang cerah dan penuh sukacita ini

Sajikan tehnya di sana.

Mari kita berjalan bersama

Selamanya

Prosesor...

Maaf, itu keadaan darurat.

Kau bosan?

Bajumu bisa ternoda!

Apa?

Kelopak bunga meninggalkan noda.

Dua bagian air lemon,

satu bagian soda kue.

Dapur adalah solusi

untuk setiap masalah.

Headphone ini dari teman-temanku.

Mau?

Tunjukkan.

Kau saja yang simpan.

Apa lagi yang kita dapatkan?

Sebuah termos,

termos lainnya,

dan sebuah food processor.

Sepertinya semua hadiah

untukmu.

Bagaimana menurutmu rumah barumu?

Bagus.

Keluarga barumu?

Mereka juga baik.

Dan suami barumu?

Itu sisi tempat tidurku.

AC tetap di 21 derajat.

Tidak apa-apa?

Ya.

Haruskah lampunya dimatikan?

Selamat pagi, Ibu.

Selamat pagi, sayang.

Haruskah aku menggiling bawang

dengan food processor?

Biar salah satu hadiah pernikahan

berguna!

Biar saja.

Ayah mertuamu

ingin chutney-nya digiling manual.

Katanya blender tidak

menghasilkan enzim yang sama.

Enzim?

Ya.

Batu giling menghancurkan,

sementara blender hanya mencacah.

Rasanya jadi berbeda.

Bibi, sayuran untuk hari ini.

Ya. Ambil dari dia.

Cuci bersih dengan air garam, ya?

Agar pestisidanya hilang.

Baik.

Ini hari pertama pengantin

di dapur.

Dia akan memasak halwa!

Tentu saja!

Semolina ada di sana.

Baik.

Ibu, di mana kapulaga?

Di atas, di situ.

Kau cantik sekali!

Tidak secantik kau!

Namaku Richa.

Namamu siapa?

Saavi.

Aku harus pergi ke sekolah sekarang.

Kalau tidak, aku akan membantumu.

Manis sekali! Aku bisa sendiri.

Kau bisa buat halwa,

atau mau aku ajari?

Aku akan cari resepnya online.

Kelas berapa kau?

Kelas tiga. Kau?

Di 'kelas master' dapur!

Ibu ada di sini!

Sebentar.

Bagaimana tehnya?

Enak.

"Teh almond."

Apa itu?

Apa?

Jangan melihatku seperti itu.

Aku bukan ahli dalam hal ini.

Serius?

Biodatamu bilang

kau ahli membuat kue dan sebagainya!

Baiklah kalau begitu.

Aku akan ganti baju.

Sampai nanti, istriku!

Kau masih di dapur?

Kita setidaknya bisa

membeli manisan dari pasar!

Kau mau menyajikan makanan luar

untuk kepulangan putrimu?

Lagi pula, Diwakar tidak suka

makanan dari luar.

Aku juga tidak menyukainya!

Ini dia.

Hanya satu hari libur seminggu,

tapi undangan makan siang dan malam begitu banyak.

Ambil cuti yang benar.

Pergi berlibur.

Tidak bisa, Paman.

Terlalu banyak pekerjaan.

Dia sangat berdedikasi

pada pekerjaannya, Papa.

Nah, begitu juga dengan Richa kita!

Serius? Dalam hal apa?

Menari!

Ambil lagi.

Bibi, apakah kau melatihnya

untuk membuat semua hidangan ini?

Aku sudah berusaha!

Mereka yang suka makanan enak

bisa belajar memasak dengan baik juga.

Jangan khawatir.

Apa yang tidak bisa diajarkan ibu ini,

ibu satunya akan mengajarkannya. Benar?

Tentu saja!

Ibu!

Cukup, jangan lagi!

Dia tidak akan bisa menghabiskan semuanya.

Kita bisa berbagi dari piringku.

Tidak boleh.

Nyonya sudah memasak semuanya

setelah pulang kerja.

Kau harus menghabiskannya, oke?

Makanlah, kalau begitu.

Ngomong-ngomong,

Vishesh bilang kau

bisa membuat halwa yang luar biasa?

Kami tidak akan pergi tanpa mencicipinya!

Pasti.

Biarkan saja cucian itu, Ibu.

Pembantu akan mencucinya

besok pagi.

Dapur tidak boleh dibiarkan kotor.

Biar aku bantu, kalau begitu.

Biarkan saja untuk hari ini.

Bagaimana makan siang dan malamnya?

Aku terlalu kenyang,

bahkan menyebut makanan saja membuatku mual.

Haruskah aku mencuci panci?

Tidak, aku yang mencucinya.

Aku melakukannya setiap hari.

Kau pergi dan beristirahatlah.

Selamat malam.

Selamat malam.

Saatnya bulan madu!

Tidak hari ini. Besok?

Bagaimana kalau besok

aku tidak mood?

Lusa?

Kalau begitu kita lakukan lagi

lusa!

Aku benar-benar terlalu banyak makan hari ini.

Seks adalah antasida yang bagus!

Kotak obat ada di dapur.

Apa? Pergilah, ambil!

Kupikir kau yang akan mengambilkannya untukku,

Tuan Dokter!

Ibu...

Di mana kotak obat?

โ€” Situs Bonus Melimpah โ€” โ€” Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ€”

WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )

Selamat pagi, Ibu.

Selamat pagi.

Wow, mentega segar!

Aku suka mentega segar.

Kau bisa potong sayuran itu.

Ukurannya sudah pas?

Buat lebih kecil.

Rasa kari tergantung pada

cara kau memotong sayuran.

Biar saja, Ibu.

Nanti pembantu yang bersihkan

saat dia datang.

Aku tidak bisa menyerahkan

dapur ke pembantu.

Kau sadar seberapa sering

dia tidak masuk kerja?

Richa?

Ya?

Cepat pergi.

Lihat apa yang dia butuhkan.

Aku akan menyelesaikan masakan dulu.

Meftal-Spas?

Ya, kau bisa minum.

Jangan terlalu banyak berbaring.

Endometriosis-mu makin parah.

Richu, semua pakaianku.

Haruskah aku mendandanimu juga?

Silakan saja.

Di klinik ada mesin USG.

Jadi, kenapa beli yang baru?

Teknologi sudah berkembang, Papa.

Kita butuh mesin 4D.

Sekarang ini, dokter senior

merekrut 2-3 dokter di bawah mereka

dan hanya mengelola klinik.

Praktik tunggal sudah tidak menguntungkan.

Pasien datang ke klinik

karena keahlian medismu,

dan kau malah ingin jadi manajer!

Kau kuliah MBBS atau MBA?

Kita harus mengikuti perkembangan zaman.

Dulu ayahku juga menghindari teknologi.

Sekarang dia pakai email

untuk segala hal.

Sajikan untuk Papa dulu.

Jangan pakai tangan kiri.

Memberi sedekah ke pengemis saja

tidak pakai tangan kiri!

Maaf.

Ibu, duduk saja.

Aku akan menyelesaikan masakannya.

Kita bisa makan bersama.

Bukan seperti dia harus

pergi ke klinik dan bekerja!

Aku hanya ingin kita

sarapan bersama.

Ambilkan Diwakar roti hangat.

Begitu aku sampai di klinik,

aku hampir tidak punya waktu minum air.

Ambilkan sebelum rotinya gosong.

Teh.

Aku berangkat dulu, sayang.

Banyak pasien menunggu.

Nyonya, bolehkah aku bersihkan rumah?

Oh, akhirnya kau datang kerja!

Istriku sakit.

Istrimu sakit setiap dua minggu sekali.

Ganti pekerjaan atau istrimu.

Jangan bilang begitu, nyonya.

Aku akan segera bersihkan.

Dan kau sudah berhenti

membersihkan debu sama sekali!

Bubbles! Coba langkah lain di sini.

Aku harus bagaimana?

Dan kapan kau datang?

Gabung latihan dengan kami!

Bagaimana caranya?

Perjalanan sendiri butuh tiga jam.

Tim tari kita merindukanmu!

Setidaknya mampir.

Ya, baiklah.

Akan aku usahakan.

Putrimu butuh istirahat,

Bu.

Sebanyak apa pun aku membantu,

dia hanya bisa tenang

kalau Ibu ada di sini.

Bu, aku ingin bicara

tentang sesuatu.

Aduk ini dengan benar, ya?

Tinggallah beberapa bulan

bersama kami, tolong!

Ibu juga bisa beristirahat.

Bagaimana aku bisa

meninggalkan semuanya di sini?

Richa bisa mengurus rumah.

Benar?

Ya, tentu saja.

Hari ini aku belajar membuat

Galouti Kebab.

Kenapa kau tidak mengunjunginya?

Aku yakin dia rindu

masakan ibunya.

Terima kasih sudah mengatakannya.

Aku akan pesan tiket, Bu.

Nanti aku kirim daftar

barang yang kuinginkan dari sana.

Semakin lama labu direndam,

semakin lembut petha-nya.

Tekan perlahan dari samping.

Cepat. Kita harus membuat banyak.

Lezat!

Tambahkan sedikit minyak mustard

setelah matang.

Berapa banyak?

Satu atau dua sendok makan.

Ini, berikan ke Papa.

Papa, ini laddoo untukmu.

Kau bisa mengurus semuanya di sini?

Ayo pergi, Bu. Kita sudah telat.

Ini, simpan di dompetmu.

Oke.

Ayo pergi.

Selamat pagi, Papa.

Ini tehnya.

Aku belum lancar buang air.

Mertua perempuanmu memberiku

air jintan setiap pagi.

Papa, ini airnya.

Hari ini aku masak sayur

dengan gula merah dan asam.

Makanan manis pagi-pagi?

Baiklah.

Tidak ada phulka?

Ada.

Bukan roti, aku mau phulka.

Langsung dari kompor.

Sebentar.

Sayang?

Ya?

Ada yogurt?

Ada.

Ambilkan, ya.

Richu, cepat!

Papa sudah menunggu.

Ya!

Sayang...

Ya?

Ini bukan sambal yang diulek, ya?

Tidak, Papa, aku buat di blender.

Mengulek sambal pakai batu

bisa bikin tangan panas, aku tahu.

Tidak apa-apa.

Kau juga punya banyak yang harus dikerjakan.

Mertua perempuanmu sudah terbiasa.

Suamimu mau berangkat kerja, Sayang!

Beri aku salam perpisahan

dengan senyum, dong.

Aku berbau tak sedap.

Kau bau dapur...

Dan itu bau paling seksi di dunia.

Dadah.

Makan siang pakai daging kambing.

Saheb yang mengirimnya.

Aku ini wanita cantik nan menawan!

Semua mata tertuju padaku

Pegang erat hatimu

Jangan sampai terlepas

Aku kecantikan yang memesona

Richa?

Pegang erat hatimu

Jangan sampai terlepas

Richa?

Apa gunanya kecantikan

Jika tanpa kesetiaan?

Lebih perhatikan sekeliling, sayang.

Aku sudah memanggilmu dari tadi.

Ya, Papa.

Butuh sesuatu?

Tidak. Aku bisa ambil sendiri.

Siapkan makan siangku.

Pak, makan siang belum siap.

Mau aku pesan sesuatu?

Tidak, biarkan saja.

Buatkan kopi hitam.

Pengantin baru masih

butuh waktu beradaptasi, ya?

Ambilkan air.

Baik, Pak.

Maaf, Papa.

Dagingnya lama sekali matang.

Bahkan setelah empat peluit.

Kau masak ini di presto?

Ya.

Itu namanya pulao, bukan biryani.

Dum Pukht Biryani

dimasak dengan api kecil.

Pelan-pelan.

Ya.

Dengan kesabaran.

Ya.

Lapisan demi lapisan.

Mau raita?

Terima kasih.

Aku bekerja dua belas jam sehari.

Setidaknya aku berhak

makan siang tepat waktu.

Aku hampir tak punya waktu makan

di antara pasien.

Hari ini aku hanya minum enam kopi hitam.

Bisa makan malam sekarang?

Dan phulka hangat, ya.

Meena, kau belum ajari

asistenmu masak biryani di panci?

Bertahanlah dengan pulao

beberapa minggu dulu.

Untuk sementara bisa dimaklumi...

Tapi Richa harus belajar

mengurus rumah tangga.

Minimal suruh dia

membersihkan rumah dengan benar.

Kalau alergiku kambuh,

aku bisa masuk rumah sakit sendiri!

Hai, halo, namaste,

Sat Sri Akal!

Selamat datang kembali di channel favoritmu,

King Kalra's Kitchen!

Resep spesial hari ini adalah

Dum Pukht Biryani.

Membuat Dum Pukht Biryani

adalah sebuah seni,

yang membutuhkan

teknik dan cinta.

Jadi pertama, untuk membuat

biryani yang lezat dan harum:

Marinasi ayam dengan

pasta jahe-bawang putih,

yogurt, dan chutney.

Benar sekali!

Sekarang campurkan semuanya.

Merebus nasi dengan benar

sangat penting.

Ingat, jangan terlalu matang.

Setiap butir nasi harus terpisah.

Bawang juga bahan

yang sangat penting.

Harus diiris tipis.

Seperti ini.

Masak ayam dengan api kecil.

Biarkan mendidih perlahan.

Kemudian dalam panci,

tambahkan satu lapis ayam

dan satu lapis nasi.

Lalu tambahkan lagi lapisan ayam

dan satu lagi lapisan nasi...

Sekarang tutup pancinya rapat.

Sekarang kau bisa bersantai.

Dum Pukht biryani

akan segera siap.

Dan jangan lupa

bahan yang paling penting:

Sejumput cinta!

Bagaimana rasanya, Papa?

Ada raita?

Ada.

Kurang garam.

โ€” Situs Bonus Melimpah โ€” โ€” Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ€”

WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )

Masih banyak biryani

sisa makan siang.

Ayo makan sesuatu yang ringan

untuk makan malam.

Tapi masih banyak biryani tersisa.

Aku membuatnya dengan penuh cinta.

Makanya aku makan berlebihan...

Bisa kita makan kadhi-phulka?

Aku tidak punya bantuan, Bu.

Diwakar sudah lelah

saat pulang kerja,

dan pekerjaan di rumah ini

tidak ada habisnya.

Kau harus belajar

menanganinya, Richu.

Aku sudah mencoba.

Papa bahkan tidak

menyukai masakanku.

Haruskah aku menyarankan

untuk menyewa koki?

Jangan!

Kau baru saja menikah.

Bertahanlah sebentar.

Setelah beberapa waktu,

usulkan dengan hati-hati.

Aku akhirnya makan sisa makanan

atau membuang banyak makanan.

Kau tidak bisa memperkirakan porsi?

Porsinya sudah tepat, Bu.

Percuma bicara denganmu.

Baiklah, dadah.

Ya, Richu.

Bu...

Kunyitnya dimasukkan ke dalam yogurt

atau ke dalam wajan?

Tidak, aku sudah selesai. Terima kasih.

Air?

Selesai!

Terima kasih.

Ibuku tidak memakai bindi.

Katanya bindi hanya untuk

perempuan yang beruntung.

Kenapa begitu?

Semua orang punya keberuntungan.

Kau tidak tahu apa-apa.

Perempuan tanpa suami

tidak punya keberuntungan.

Kau kelas 3, kan?

Kau tahu apa itu

bilangan prima?

Angka yang tidak bisa dibagi,

kecuali oleh dirinya sendiri.

Lima, tujuh...

Sebelas, tiga belas.

Itulah ibumu.

Dia seperti bilangan prima yang kokoh.

Jadi ibuku punya keberuntungan?

Tidak.

Karena dia sendiri

adalah pembawa keberuntungan!

Sekarang cepat.

Pergi, menangkan, dan kembali. Oke?

Ayo, sekarang.

Nanti kau terlambat.

Diwakar!

Diwakar!

Hai.

Lihat siapa yang akhirnya menjawab!

Kupikir kau tidak akan menjawab.

Aku tidak mau bicara denganmu.

Lalu kenapa menelepon?

Karena aku punya kabar baik.

Cepat katakan!

Penampilanku terpilih di Kamaani.

Koreografi pertamaku!

Wow!

Itu kabar luar biasa!

Kapan latihan dimulai?

Kami sudah mulai.

Aku meneleponmu selama dua minggu,

tapi kau tak menjawab!

Jadi kami lanjut latihan tanpa kau.

Kami harus latihan setiap hari.

Ya...

Akan sulit bagiku untuk ikut.

Sudah kuduga.

Tapi setidaknya datanglah menonton.

Hei, tolong bujuk dia!

Hai, Richa. Apa kabar?

Datanglah bersama suamimu.

Aku tidak mau bosan sendirian!

Diwakar tidak punya waktu libur

dari rumah sakit.

Hari Minggu, lho!

Tak ada alasan!

Kau menaruh terlalu banyak gula!

Bagaimana aku bisa diet?

Richa, dietnya selalu berubah.

Kau bilang saja apa yang harus kulakukan!

Jadi janji ya?

Richu, kau tak angkat telepon,

tak ikut latihan,

bahkan tak aktif di media sosial...

Kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Oke, datanglah ke rumah

setelah pertunjukan.

Seperti dulu lagi?

Oke. Oke, sampai jumpa.

Sampai jumpa!

Papa, pertunjukan yang

aku koreografi di sekolah...

Papa ada videonya?

Sayangku...

Nanti Papa telepon lagi, ya.

Ya?

Mesin cuci tidak bisa

menghilangkan noda keringat.

Dua bagian air lemon,

satu bagian soda kue.

Dapur selalu punya solusinya.

Ya, sayangku.

Aku akan mencucinya.

Hati-hati. Itu kurta favoritku.

Ya, aku akan berhati-hati.

Diwakar. Aku sudah mengirim pesan.

Kau belum memanggil tukang ledeng...

Seorang perwakilan medis

memberi tablet ini.

Ambillah. Aku sudah punya satu.

Tukang ledeng belum datang.

Dan bisakah kita mempekerjakan pembantu

untuk membantu pekerjaan rumah?

Kenapa?

Ved Prakash sudah datang

untuk membersihkan, kan?

Ya, tapi aku ingin

memulai pekerjaanku sendiri.

Sekarang aku tak punya waktu untuk itu.

Pekerjaan apa?

Kau tahu aku bagian dari grup tari.

Bubbles baru saja mendapat

pertunjukan di Kamaani.

Apakah pekerjaan itu menghasilkan uang?

Atau hanya sekadar hobi?

Akan menghasilkan jika aku serius.

Richu, aku sudah menangani 50-60 pasien

sepanjang hari...

Dan kau langsung membebaniku

begitu aku pulang ke rumah.

Bisakah kau biarkan aku bernapas?

Sayang, kau sudah selesai?

Aku harus mencuci peralatan makan.

Di mana kau semalaman, Richu?

Aku datang bulan.

Apa?

Maksudku, sejak kapan?

Baru saja.

Kupikir kita sudah melakukan

segalanya dengan benar...

agar kau bisa hamil.

Kenapa kau menatapku begitu?

Aku bercanda.

Apa kau pergi ke dapur?

Belum, aku akan pergi sekarang.

Tidak perlu!

Jangan masuk ke dapur

selama 4-5 hari.

Kenapa?

Karena kau butuh istirahat.

Santai saja.

Aku yang akan menyiapkan sarapan.

Aku akan pergi sebentar.

Aku butuh pembalut.

Perawat akan membelikannya untukmu.

Tolong santai saja!

Aku yang akan membersihkan debu.

Papa punya alergi debu.

Jangan khawatir.

Aku akan membuat semuanya bersih.

Perempuan di rumah ini

hampir tak pernah beristirahat.

Beristirahatlah selama lima hari.

Apa kau perawat di klinik?

Bukan, aku petugas kebersihan di sana.

Tapi aku bisa melakukan pertolongan pertama.

Bisakah kau mencarikan pembantu

untuk membantu di rumah?

Aku sudah mencari banyak.

Tapi mereka semua keluar.

Orang-orang di rumah ini

terlalu banyak mengeluh.

Aku benci mengatakannya, tapi...

terlalu banyak mencari kesalahan, diskriminasi kasta...

Itu sudah biasa di sini.

Aku dari kasta yang berbeda, kau tahu.

Aku tidak percaya dengan semua ini.

Atau bahkan dengan mitos menstruasi.

Dan kau juga seharusnya tidak!

Lagi pula, wanita sepertiku

tak bisa libur lima hari!

Aku tak pernah memberi tahu siapa pun

saat aku sedang menstruasi.

Lagipula tak ada yang menanyakanku!

Kau benar-benar seperti bilangan prima.

Apa?

Putrimu sangat manis.

Dia sangat mengagumimu!

"Aku ingin besar nanti

seperti kak Richa..."

"Kak Richa begini,

Kak Richa begitu..."

Dia memujimu

sepanjang hari!

Lalu, siapa yang akan memasak?

Aku! Siapa lagi?

Mertua laki-lakimu bilang:

"Api di dapur sangat sakral."

"Ia menyucikan semua ketidaksempurnaan!"

Papan-papan berderit

Perahu mulai bocor

Bagaimana kita bisa berlayar, kawan?

Tak ada yang mendengarmu mengeluh

Saat kau menikmati hidanganmu

Apakah kau baik-baik saja, para pria?

Mahaguru pun terdiam

Sementara Mahaguru diam

Bejana kosong berisik bagaikan petir

Tersentak dan goyah, perahu pun oleng

Tersentak dan goyah, perahu pun oleng

Sudah berapa hari?

Empat, Pak.

Dongeng lama yang diwariskan pada kita

Tak kusadari ternyata palsu belaka

Raja dan ratu, hidup bahagia selamanya

Semua terbuai oleh cerita dusta

Tersentak dan goyah

Perahu pun oleng

Tersentak dan goyah

Perahu pun oleng

Tersentak dan goyah, perahu pun oleng

Aku akan melakukan operasi terbuka.

Itu pilihan terbaik untuk kasus ganas.

Yang kau butuhkan adalah ahli anestesi yang baik.

Bicaralah dengan Dr. Pathak.

Putranya baru saja bergabung di klinik.

Bicaralah dengan Dr. Pathak senior, percayalah.

Bagaimana rasanya?

Dal-peetha buatanku. Apakah kau suka?

Dibutuhkan bakat khusus untuk merusak resep spesial Ibu.

Aku hanya bercanda!

Rasanya lumayan.

Aku ingin mendiskusikan sesuatu dengan kalian berdua.

Tentu, katakan saja.

Aku berpikir untuk melamar pekerjaan.

Pekerjaan?

Kenapa kau butuh pekerjaan?

Ayah benar.

Satu orang gila kerja sudah cukup di rumah ini.

Benar, Ayah?

Pekerjaan apa?

Mengajar.

Mengajar?

Tapi apa yang akan kau ajarkan?

Aku akan menjadi guru tari.

Pekerjaan paruh waktu di sekolah dekat sini.

Guru tari?

Aku sudah menari sejak kecil.

Sudah empat tahun aku mengajar tari.

Aku juga punya grup tari sendiri.

Tapi itu hanya hobi, bukan?

Siapa yang mengubah hobi menjadi pekerjaan?

Ya, dan itu tidak sesuai dengan reputasi keluarga kita.

Dal-peetha-nya lumayan.

Dengar...

Jangan melamar sekarang.

Aku akan berbicara dengan Ayah jika kau mau.

Lagi pula, kau akan berhenti bekerja setelah hamil, kan?

Benar?

Senyumlah.

Richu, lihat siapa yang datang!

Kita kedatangan tamu!

Ya?

Aku membawakanmu mangga organik langsung dari kebun!

Lihat betapa segarnya!

Bagaimana kau ingat untuk mengunjungi kami hari ini?

Aku ada rapat di Delhi,

jadi kupikir, kenapa tidak bermalam di sini?

Hanya semalam? Ayolah, kita ini keluarga!

Tak ada waktu! Kau tahu sendiri bagaimana sibuknya.

Aku juga bawa manisan segar! Coba cicipi.

Lihat siapa yang datang!

Aku yakin kau tidak mengenaliku.

Aku yakin dia tidak ingat. Coba tebak, siapa aku?

Sepupu Diwakar, Tunnu Bhaiyya, dan istrimu Binni Bhabhi.

Luar biasa!

Ini anak kami, Guddu.

Guddu, sapa semua orang.

Bagaimana kalau kita buat teh kental untuk semua?

Aku mau lemon shikanji.

Terlalu panas untuk minum teh.

Tidak bisa minum teh?

Berapa banyak yang harus dia buat?

Jangan khawatir. Dia bisa melakukannya dengan cepat.

Kau mau apa, Guddu?

Kopi dingin!

Tidak ada kopi dingin untukmu. Minum lemon shikanji saja!

Richa?

Aku mau kopi panas.

Ini harus dirayakan! Benar?

Untuk Tunnu Bhaiyya dan idenya yang luar biasa.

Seperti biasa!

Hari sudah sore. Sudah lewat waktunya, bukan?

Sekarang sudah dibuat, kenapa tidak diminum saja?

Kami akan minum wiski sekarang!

Baiklah.

Karena kau sudah berusaha, aku akan mencobanya.

Tidak, terima kasih.

Membuat shikanji itu seni.

Shikanji tidak bisa dibuat seperti limun biasa.

Benar?

Airnya harus didinginkan dengan tepat.

Gulanya harus pas.

Sejumput garam hitam,

sejumput jintan,

dan sedikit lada hitam.

Itu baru shikanji yang asli. Tapi, usaha yang bagus!

Ini rumah, bukan restoran!

Istri yang bekerja pasti punya sikap!

Baiklah, katakan, mau makan apa malam ini?

Makan malam sudah siap.

Ved Prakash sedang membeli daging kambing.

Kalau begitu, aku akan memasak kari kambing malam ini,

ditambah shikanji spesial buatanku!

Yang benar-benar enak. Bagaimana?

Tidak, tidak!

Biarkan saja. Kami yang akan memasak.

Tenang saja, Binny!

Kalian para wanita santai saja, para pria yang akan memasak malam ini!

Setuju?

Richa, aku butuh 7-8 bawang bombay, cincang halus.

Sedikit pasta jahe-bawang putih,

5-6 tomat, cincang...

Kau tahu cara merendam daging kambing?

Binny, tolong rendam dagingnya, ya?

Lalu panggil kami dalam 30 menit.

Malam ini kedua saudara ini yang memasak!

Sudah diputuskan. Bersulang!

โ€” Situs Bonus Melimpah โ€” โ€” Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ€”

WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )

Ya Tuhan!

Ini yang aku takutkan.

Bisa kubantu?

Tidak, aku bisa mengatasinya.

Kau harus bangun pagi besok, kan?

Yakin?

Ya.

Kau juga belum terbiasa dengan dapur ini.

Ibu! Ibu!

Aku datang!

Richu!

Tiga shikanji, cepat!

Richu?

Sedang kuambil!

Richa, sayang?

Kau mau ke mana?

Ya, Papa.

Aku pergi untuk wawancara kerja.

Bukankah sudah Papa bilang

untuk tidak bekerja?

Ingat?

Kau tahu, ibu mertuamu...

Dia punya gelar PhD,

dalam bidang Ekonomi.

Tapi rumah dan anak-anaknya

selalu menjadi prioritas utama.

Sekarang lihat - Diwakar menjadi dokter,

dan Divya sudah mapan.

Ini hanya kerja paruh waktu, Papa.

Aku sudah menyiapkan

sarapan dan makan siang,

dan juga bersih-bersih rumah.

Aku bisa mengurus

pekerjaan dan rumah sekaligus.

Kami belum punya anak-

Itulah masalah generasi kalian.

Kalian meremehkan

jam biologis.

"Richa Kumar,

c/o Dr. Ashwin Kumar."

Itu alamat yang kau tulis

di aplikasi, bukan?

Jadi...

Kau berada dalam tanggung jawabku,

benar begitu?

Papa...

Kau tahu, dia alasan

aku belajar menari!

Aku yang mendorongnya

untuk bergabung dengan grup tari!

Sekarang aku jadi koreografer solo,

berkat dia.

Tapi sekarang, dia sendiri

menghilang dari dunia tari!

Kapan kau kembali?

Kami sangat merindukanmu!

Ya, kau harus pergi.

Setidaknya kunjungi mereka

seminggu sekali.

Serius?

Kau ke klinik

seminggu sekali?

Aku berharap bisa!

Tapi itu pekerjaanku.

Dan menari adalah pekerjaan mereka.

Tepat.

Bukan hanya pekerjaan -

itu panggilan jiwa mereka.

Hei, santai.

Habiskan anggurmu.

Biar aku bersihkan ini.

Wow!

Kau begitu membantu di sini!

Lalu?

Bukankah aku membantu di rumah?

Membantu?

Lupakan membantu di dapur,

dia bahkan tak pernah beranjak!

Dia datang makan

bersama ayahnya

dan pergi begitu selesai!

"Richu, phulka hangat!"

"Richu, kemeja!"

"Richu, teh!"

Aku juga bekerja sendirian

di klinik.

Apa kau membantuku di sana?

Serius?

Seolah kau akan membiarkanku

pergi bekerja?

Kau menemukan juru masak dan asisten rumah tangga

yang bekerja gratis, bukan?

Teman-teman, cassata?

Khusus untuk Richa.

Ya, tolong.

Beri aku potongan besar.

Itu favoritnya.

Apa kau mabuk?

Apa yang kau katakan?

Aku menikahimu untuk mendapatkan

koki dan pembantu gratis?

Aku hanya bercanda, Diwakar.

Apa ini alasanmu

membawaku ke sini?

Untuk mempermalukanku

di depan temanmu dan suaminya?

Diwakar, tolong.

Aku dokter yang terhormat.

Begitukah

caramu berbicara tentangku?

Tolong, bisa kita bicarakan nanti?

Teman-teman?

Ya?

Jangan repot-repot mencuci piring.

Aku akan memasukkannya ke mesin cuci piring nanti.

Ya, baiklah.

Ini potongan besar.

Aku tidak akan bisa menghabiskannya.

Kenapa kalian tidak berbagi saja?

Cinta semakin kuat

jika kalian berbagi makanan.

Diwakar?

Tidak, aku sudah kenyang.

Dia bisa menghabiskannya.

Tentu saja, dia bisa makan

satu kotak penuh cassata.

Makanlah.

Untukmu, Sayang.

Diwakar?

Pasangan tidak seharusnya tidur

dengan kemarahan seperti ini.

Bertengkarlah denganku jika perlu,

marahilah aku, tapi bicaralah denganku.

Apa aku benar-benar memperlakukanmu

seperti pembantu tak dibayar?

Bisakah kita lupakan saja?

Tak ada yang mendengarnya.

Tapi aku mendengarnya.

Apa menurutmu kau telah membuat kesalahan?

Kalau begitu, mungkin, minta maaf?

Maaf.

Bagaimana es krimnya?

Biasa saja.

Hanya biasa saja?

Kau menghabiskannya sendiri,

bahkan tidak menawariku satu gigitan!

Richa...

Diwakar?

Ved Prakash bilang

masalah bocorannya sudah lama.

Kita harus mengganti seluruh pipa.

Tolong panggil tukang untuk memperbaikinya.

Tolong siapkan tasku,

aku akan pergi ke konferensi.

Hari ulang tahun Papa

saat aku kembali nanti.

Teman-temannya akan datang untuk makan siang.

Makanannya harus enak, ya?

Aku akan menyusun menunya.

Berkemas sudah selesai.

Perlu yang lain?

Ya.

Aku butuh sesuatu

darimu.

Taksinya baru datang

dalam dua puluh menit...

Diwakar, tolong.

Jangan sia-siakan

periode ovulasimu.

Diwakar, tolong!

Ada apa?

Apa semuanya baik-baik saja?

Ada apa denganmu, Richa?

Apa masalahnya?

Aku sedang bicara denganmu!

Apa yang terjadi?

Apa seks hanya untuk membuat bayi?

Kita sudah menikah...

Perencanaan keluarga

itu penting, kan?

Perencanaan? Seperti ini?

Dengan seks yang mekanis?

Apa maksudmu?

Bagaimana kau tidak menyadarinya, Diwakar?

Aku merasakan sakit! Tidakkah kau lihat?

Jadi bahkan bercinta denganku

sekarang terasa menyakitkan?

Ya!

Seks seharusnya bukan tugas.

Seperti kau selesai,

dan 'tugas selesai'!

Di mana keintiman itu, Diwakar?

Bagaimana dengan foreplay?

Aku juga punya hasrat!

Kau hanya naik ke atas

dan langsung mulai!

Dan begitu kau selesai...

Jadi...

Kau cukup berpengalaman!

Ahli seks, ya?

Hasrat...

Kau pikir kau pantas dihasratkan?

Bau tubuhmu seperti dapur!

Sudahkah kau bercermin akhir-akhir ini?

"Seks mekanis!"

Richa?

Aku datang menggantikan

ibu mertuamu hari ini!

Aku membawakanmu makanan

pagi Karwa Chauth.

Namaste, Bibi.

Sudahkah kau memutuskan

akan mengenakan apa besok?

Makanlah banyak malam ini.

Besok kau bahkan tak bisa minum air.

Guddu...

Ya?

Kau dulu membuat

sabudana khichdi yang lezat, kan?

Ya!

Tolong buatkan besok.

Tentu, aku akan buat.

Aku juga membawakan jambu untukmu.

Aku akan membuat kari darinya.

Mantap.

Richa, tolong lakukan sesuatu.

Potonglah jambunya sekarang.

Aku akan pergi mengambil bubuk mangga.

Kenapa kau tak beristirahat sebentar?

Aku akan mengurus ini.

Aku ke sini untuk membantumu!

Aku sedang menjalankan tugas ibu mertua,

ingat?

Richa?

Semakin bersih dapur,

semakin makmur rumah tangga.

Ya, Bibi.

Seluruh pipa harus diganti.

Ihh!

Botolnya berminyak sekali.

Bibi!

Ya?

Ini ayam untuk makan malam nanti.

Dan kacang polong untuk besok

dan lusa.

Richa...

Ini resep ayamku.

Aku suka memasak.

Aku juga yang mengajari

ibu mertuamu memasak.

Aku suka menari.

Menari?

Menari apa?

Aku seorang penari.

Aku punya grup tari juga.

Biar aku tunjukkan.

Lihat.

Itu pasti Diwakar.

Diwakar!

Lihat dirimu.

Orang biasanya gemuk setelah menikah,

kau malah makin kurus!

Apa yang bisa kulakukan, Bibi -

dia menghabiskan semua makanan!

Tolong minum obatmu tepat waktu

saat puasa Karwa Chauth.

Melewatkan obat sehari

takkan membunuhku!

Puasa baik untuk kesehatan.

Ya.

Semua tradisi kita seperti Karwa Chauth

sudah dipikirkan dengan matang.

Setiap tradisi memiliki

dasar ilmiah.

Kau benar sekali.

Mau chutney tomat dan gula merah?

Ya, tolong.

Kenapa tidak kau latih dia?

Dia akan belajar nanti.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Hanya tekanan darah dan diabetesku.

Aku akan ambil obatmu.

Tidak! Tidak ada obat.

Aku sedang berpuasa!

Puasa seharusnya tidak dipaksakan.

Minum obatmu.

Aku tidak kesulitan berpuasa!

Aku sudah melakukannya bertahun-tahun.

Generasimu tidak punya

kemauan kuat!

Fokus saja pada puasamu sendiri.

Ibu mertuamu bilang

kau suka mencicipi makanan saat memasak?

Kuharap kau tidak

menghabiskan semua paneer

dan hanya menyisakan

kuahnya untuk kami!

Sekarang, simpan kembali obatnya.

Lihat! Apa aku terlihat seperti bilangan prima?

Tentu saja.

Kau juga bilangan prima!

Kau pikir begitu?

Ya!

Kau masih ingat bilangan prima?

Ya.

Satu, tiga, lima,

tujuh, sebelas...

Bilangan yang tak bisa dibagi

kecuali oleh dirinya sendiri.

Richa!

Apa ini?

Ini video lama, Diwakar.

Kau sudah tahu tentang ini.

Kupikir ini bersifat pribadi.

Aku tidak begitu paham

dengan media sosial.

Ini tidak terlihat baik.

Hapus video ini.

Aku tidak mau.

Jika kau ingin tinggal di rumah ini,

kau harus mengikuti aturannya.

Hapus videonya, atauโ€”

Atau apa?

Apa yang akan kau lakukan?

โ€” Situs Bonus Melimpah โ€” โ€” Aman , Nyaman , Pasti Bayar โ€”

WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )

Cium kakinya.

Berikan dia seteguk air.

Selamat!

Karwa Chauth pertamamu!

Ayo duduk.

Diwakar!

Bibi, tinggallah

untuk pesta ini?

Tidak. Tugasku di sini sudah selesai.

Aku punya rumah sendiri yang harus diurus!

Ved!

Ambil lebih banyak balon.

Tuan Mehta, silakan masuk!

Oh, tidak seharusnya kau...

Terima kasih, terima kasih banyak.

Selamat ulang tahun!

Tuan Agarwal, bagaimana kabarmu?

Kau tidak perlu repot...

Terima kasih banyak.

Senang sekali kau datang!

Terima kasih.

Bunga yang indah!

Terima kasih banyak.

Ambil ini.

Di mana fotografernya?

Di mana dia?

Ved Prakash?

Di mana fotografernya?

Ambil gambar.

Selamat ulang tahun!

Kau sudah 65 tahun, orang tua!

Jika kita semua bersatu,

negara kita tak terkalahkan!

Benar sekali.

Kalau begitu,

kenapa kau pindah ke luar negeri?

Pertanyaan bagus.

Di sini terlalu panas.

Ngomong-ngomong...

Shikanji? Shikanji?

Dengan gin?

Bukan hanya gin,

bisa pakai vodka, cabai hijau...

Manis, asin, apa saja!

Tapi, Tunnu Bhaiyya...

Ayo kita voting.

Siapa mau shikanji?

Satu, dua, tiga, empat...

Aku juga satu!

Semua jadi haus sekarang!

Bhabhi, mereka minta

sembilan gelas limun.

Dua manis-asin,

tiga manis,

dua asin, empat tanpa es,

dan satu dengan cabai hijau.

Diwakar, lihat gerakan ini!

Apa yang kau lakukan,

Tunnu Bhaiyya?

Kau tidak pakai media sosial?

Itu gerakan tari istrimu!

Ayo!

Bukankah sudah kuminta

hapus video itu?

Kau mempermalukanku

di depan semua orang!

Dan di mana shikanji-nya?!

Semua sudah menunggu!

Kau sudah gila, Richa?!

Kau butuh tamparan!

Sayang, itu rumahmu sekarang.

Siapa yang pergi dari rumah

hanya karena masalah kecil?

Aku ikut denganmu,

tinggal bilang maaf saja.

Kak, kapan kau datang?

Di luar panas sekali.

Tenanglah, Richu.

Pergi, minum segelas air dingin.

Dan ambilkan satu untuk saudaramu juga.

Pergi.

Tidak mau.

Kenapa harus aku?

Dia tidak bisa ambil sendiri?

Orang tua seperti kalian

yang memanjakan anak laki-laki!

Apa masalahnya, sayang?

Jangan menggurui aku!

Aku anak perempuanmu!

Sayang ini, sayang itu!

Anak perempuan berhak

atas cinta dan hormat yang sama!

Maaf, phulka pertama

agak gosong...

Tidak apa-apa.

Percobaan pertama sering gagal.

Percobaan kedua pasti berhasil!

Aku telah meninggalkan semuanya

Bindi.

Perjalanan ini milikku

Kalian semua siap?

Ya.

Pemanasan dulu sedikit.

Hari ini aku melangkah

ke dunia milikku sendiri

Wah, siapa yang memberimu buket?

Aku sendiri yang membelinya.

Dulu aku tersesat

Tanpa nama

Kini aku punya nama sendiri

Kita akan bangkit seperti feniks

Setiap kali kita jatuh

Kita akan mekar di musim semi

Kita akan memberikan segalanya

Kenapa tidak menjadi belahan jiwa bagi diri sendiri?

Tak ada yang bisa menentukan nasibmu selain dirimu sendiri

Belajarlah mempercayai hatimu

Kita akan bangkit seperti feniks

Setiap kali kita jatuh

Kita akan mekar di musim semi

Kita akan memberikan segalanya

Pandanganmu menjadi samar

Saat kegelapan merayap masuk

Terangi jalanmu

Dengan cahaya dalam dirimu

Kau adalah nyala api yang menyala

Kau adalah gemuruh yang bergema

Menggema jauh ke setiap penjuru

Kita akan bangkit seperti feniks

Setiap kali kita jatuh

Kita akan mekar di musim semi

Kita akan memberikan segalanya

Bertahun-tahun kau menyimpan api

Yang menyala dalam dirimu

Kini ia menerangi jalanmu

Saat kau keluar dari bayanganmu

Percikannya berkilauan

Seperti bulan yang terbit

Lihat, saksikanlah

Sebuah keindahan yang luar biasa

Kita akan bangkit seperti feniks

Setiap kali kita jatuh

Kita akan mekar di musim semi

Kita akan memberikan segalanya

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.