All language subtitles for The.Huntresses.2013.DVDRip.450MB.Ganool

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Namanya adalah Gang Nan.

Tuduhan penculikan wanita, mengancam, dan membunuh.

Batas waktu 10 hari. Imbalan... 500 Nyang (mata uang zaman dulu)?

- Mau taruhan berapa kali lipat? - Dua kali lipat!

- Berapa kali lipat? - Dua kali lipat!

Buka!

Anda tidak ikut bertaruh?

Iya nih! Mau ikut taruhan yang mana ya?

Yang bagus yang mana?

Mana kutahu?

Kalau begitu, ya sudah.

Jangan banyak bacot! Ayo cepat, bangsat!

Iya, tidak boleh banyak bacot.

Ya kan, Gang Nan?

Takut apa?

Dasar orang gila! Dasar gila!

Ikut aku dengan patuh ya!

Jangan bergerak!

Hei, Jin Ok! Lama tidak bersua.

Buat apa memberi salam?

Ok Ah!

Lama tidak bersua.

Dasar gerombolan ini.

Pokoknya kalian jangan mendekat! Pergi sana!

Mau makan sup bersama, apa maksudmu?

Tidak, ayo kita bertarung satu ronde.

Setelah kupikir-pikir, 1000 Nyang bukanlah jumlah yang sedikit.

Apa? Bukan 500 Nyang?

Hargaku itu 1000 Nyang.

Wah, Tuan Mu Myeong menggelapkan lagi?

Ternyata dia menggelapkan 500 Nyang?

Hei, hei, hei! Tangkap kunyuk itu!

- Hei, ayo naik! - Ha?

Kalau masih ingin hidup, cepat naik kunyuk!

Apa katamu?

Dasar orang yang tidak mengerti bahasa manusia.

Apaan? Apa itu?

Bagaimana kalau kita mulai?

Serbu!

Hei, dasar kau bajingan!

Ga Bi!

Sebelah sini!

Hei, bangsat!

Tangkap dia! Tangkap dia!

Hei, hei, hei, hati-hati! Semuanya hati-hati!

Yah, si kunyuk Jin Ok itu...

Sampai dulu di sini hari ini.

Sampai jumpa. Telah menyusahkan.

Apaan? Apaan ini?

Kau harus memanah dengan jitu, jika tidak Jin Ok bisa mati. Cepat panah!

D

Di

Dit

Dite

Diter

Diterj

Diterje

Diterjem

Diterjema

Diterjemah

Diterjemahk

Diterjemahka

Diterjemahkan

Diterjemahkan

Diterjemahkan o

Diterjemahkan ol

Diterjemahkan ole

Diterjemahkan oleh

Diterjemahkan oleh:

Diterjemahkan oleh:

Diterjemahkan oleh:

Diterjemahkan oleh: ~

Diterjemahkan oleh: ~

Diterjemahkan oleh: ~ t

Diterjemahkan oleh: ~ to

Diterjemahkan oleh: ~ tot

Diterjemahkan oleh: ~ toto

Diterjemahkan oleh: ~ totor

Diterjemahkan oleh: ~ totoro

Diterjemahkan oleh: ~ totoro

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

-= The Huntresses =-

Masih tidak mau mendekat?

Sudah kubilang aku telah bersalah. Lain kali tidak berani lagi.

Jangan melawak! Memangnya ini kejadian sekali dua kali?

Di mana sisa uang 500 Nyang itu?

Ga Bi, katakan sesuatu! Sekarang ini perilaku dia aneh sekali.

Dia bukannya aneh, tapi gila.

Sebelum kau menjadi babi rebus, sebaiknya segera berikan padanya.

- Cepat, berikan! - Dasar kau...

Kumpul! Kumpul!

Suasana sekarang ini agak jelek.

Yang jelas sangat berbahaya, kan?

- Tidak, tidak seperti itu. - Kalau begitu aku dulu... - Tidak, tidak seperti itu.

Apa itu? Itu manik besi bukan?

Apa? Manik besi?

Tapi ini bukan sembarang manik besi.

Manik besi biasa? Biasa? Katanya biasa.

Ah, dasar...

Apaan? Cuma manik air, kan?

Benarkah seperti itu?

- Sudah malam. - Nyalakan lampu! - Jin Ok, kau mengulah lagi, kan?

Pada saat diblokir dari keempat sisi, panahnya tentu harus ditangkis.

Sudah pasti panahnya harus ditangkis. Kalau bisa, tanpa habis-habisnya.

Bagaimanapun juga, Jin Ok hebat sekali.

Dalam situasi seperti ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ini sudah tingkat tinggi.

Apaan sih?

Kalau begitu, mari kita pergi makan ke tempat yang bagian atasnya juga terkunci. Lapar.

Cepat buka! Aku mau pergi ke suatu tempat.

WC?

Kenapa sih? Dia sudah bilang keadaan darurat. Cepat buka pintu!

Aku masih belum membuat cara bukanya.

Jadi kita tidak bisa keluar?

Tangan... buka pakai tangan harusnya bisa.

- Amankah ini? - Kau yang paling berbahaya.

Sudah, jangan ribut! Pakai tenaga!

Ayo, satu, dua, tiga.

Kenapa tidak pakai tenaga?

- Hitung sampai 3 terus pakai tenaga, kan? - Hitung sampai 3 terus pakai tenaga?

- Kan sudah bilang hitung sampai 3. - Siapa yang bilang hitung sampai 3?

Tiga, tiga, tiga... Apanya yang hitung sampai tiga? Lebih baik jika kerahkan semua tenaga, kerahkan tenaga!

- Ayo sekali lagi! Begitu hitung sampai 3, pakai tenaga! - Baik.

Ayo, satu, dua, tiga!

-Kau mengacuhkanku? - Cepat buka! - Dasar yanbian! - Kubunuh kau sekarang juga!

Harus kau serahkan pada Kaisar. Harus!

- Masih ada satu orang lagi. Cepat cari! - Siap!

Sibjagyeong sudah ditemukan?

Tidak ada padanya.

Masih ada korban yang lain?

Pada saat penghadangan...

Saya telah bersalah.

Tidak usah omong-kosong! Tidak peduli ada kejadian apapun,

sibjagyeong harus kau bawa ke hadapanku!

Cepat atau lambat harus dikembalikan, bukankah begitu?

Sampai saat ini, jumlah anggota kita yang terbunuh ada tujuh orang.

Semuanya dibunuh sebelum memasuki istana.

Yang tersisa hanya Gong Goo seorang.

Kalau seperti begini, mendapatkan Sibjagyeong adalah hal yang mustahil.

Tapi tidak mungkin jika kita hanya menunggu saja.

Kita harus mencarinya sendiri.

Tapi, aku juga tidak tahu siapa mata-matanya.

Jika bertindak gegabah,

akan lebih membahayakan Gong Goo.

Pasti ada orang-orang yang sudah ditugaskan.

Katanya segala hal yang terjadi di sekitar sini, bisa kau selesaikan.

Itu semua hanyalah rumor. 70% bagaimana?

Namanya adalah Gong Goo. Ada untungnya menguping.

Hei, sedang apa kalian? Kalau mau menguping pakai ini, lebih jelas jika pakai ini.

Pakai ini dengarnya lebih jelas.

- Tapi, cara yang digunakan untuk mencari adalah urusan kami. - Di belakang leher ada tato huruf 9.

Di tangan orang ini ada sebuah Sibjagyeong.

Pada saat memburu dia bersama, sebisa mungkin secara diam-diam.

Bayarannya adalah 12 ribu Nyang.

- Aku tidak bersedia. - Kenapa?

Maaf.

Keluar!

Prajurit Song, di mana kau?

Prajurit Song!

Ada!

Mengagetkan saja!

Bagaimanapun juga segera kau cari ke arah istana. Pantau mereka dengan seksama!

Jangan khawatir. Atas nama prajurit, hamba akan menjamin rampungnya tugas ini.

Baiklah, kembali ke posisimu!

Siap!

- Kotor sekali hujan terus. - Kita keluar diam-diam mencari makanan enak.

Kenapa? Menurutku menarik dan baik.

Apa maksudmu dengan menarik?

Bibir atas bawahmu harus saling bersentuhan dan merasakan dulu biar tidak bicara sembarangan.

Makanya, siapa suruh kau menikah cepat-cepat? Kau cari sendiri namanya.

Aku bilang apa memangnya?

Pokoknya selagi masih bisa bertahan, sebisa mungkin kau lalui sendiri. Mengerti?

Tapi, dia masih belum bertemu dengan suaminya?

Dasar kotoran anjing.

Jika tidak begitu, bisa diomeli oleh ibu mertua.

Menjawab saja tidak berani? Hajar saja langsung!

Bagaimana? Mau aku saja?

- Kenapa nada bicaramu dan mertuaku itu.. - Mirip?

Maksudku bawa sial. Ya ampun!

Apa? Prasasti di dapur?

Dengan ilmu seperti ini butuh 1000 lembar? Jadi begitu caranya kau mengurus rumah tanggamu?

Wanita iblis seperti ini membiarkan suaminya melakukan hal rendahan seperti ini?

Eomonie, saya tidak pernah berbuat seperti itu.

Ditambah, mau itu hal yang rendah atau bukan,

itu adalah keinginan dia sendiri. Tidak bolehkah begitu?

Kau jangan banyak bicara. Jangan bicara lagi, jangan.

Beraninya kau menyanggah Ibu mertuamu?

Orang rendahan seperti kau, berani-beraninya...

Mau itu orang rendahan ataupun Eomonie, bukankah kita sama-sama perempuan?

Ibunya Eomonie, Ibu dari Ibunya Eomonie bukankah juga perempuan?

Ditambah putra Eomonie yang berharga ini...

bukankah juga dilahirkan oleh Eomonie?

- Aduh... aduh... - Ibu...

Itulah kenapa aku suruh kau memperistrikan seorang wanita yang lebih berpendidikan.

Kau keluar! Segera keluar dari rumahku!

- Eomonie... - Siapa Eomonie mu? Segera keluar dari rumah ini! Sekarang!

Hong Dan!

Apa kabar, Eomonie? Saya adalah teman menantu Anda, Jin Ok.

Cermin dan barang-barang ini berasal dari China.

- Jepit rambut ini... - Oh, Annam atau Samdaguk?

Samdaguk, tepat sekali!

Tapi, ada apa mencari menantuku?

Anak ini tidak cerita apa-apa?

Ce--cerita apa?

Perlihatkan pada Eomonie mulai dari jepit rambut.

Jepit rambut? Sedang apa kau?

Tidak apa-apa, santai saja. Jangan terlalu banyak pikir! Coba tunjukkan pada kita.

Mau gila aku rasanya, dasar!

Mau apa kau?

Ayo, minum sedikit air.

Ayo, sekarang perlihatkan hal yang paling hebat dari menantumu.

Eomonie, setelah melihat kehebatan menantumu pasti kaget sekali ya?

- Iya. - Karena itu, tolong jaga Hong Dan baik-baik.

Aigoo, baik... baik...

Ayo, ayo, satu orang satu lembar!

Pelajar juga satu orang satu renteng kepeng.

- Kalau begitu, aku akan menjelaskan dengan singkat. Dengarkan baik-baik! - Iya.

Ada seorang pengkhianat bernama Gong Goo.

- Gong Goo? - Benar.

Di bagian belakang lehernya ada tato huruf 9.

'Goo' yang ini, bukan 'Goo' tangkap.

'Goo' dengan huruf 9. (ada 2 macam penulisan nomor pada aksara China dan Korea. Yakni huruf atau angka).

Di belakang leher ada sebuah huruf 9?

Hei, kau benar tahu orang bernama Gong Goo itu berada di mana?

Wah, Jin Ok memang benar-benar hebat.

Karena uang itu jauh lebih baik dari suamiku.

Eh, hilang ke mana mereka?

- Hei!, apaan ini? - Siapa kau? Kenapa membuntuti kami?

Kalian bisa melihatku?

Kutanya kau siapa?

- Apaan? - Yang jujur!

Aku tidak boleh sampai kelihatan.

- Sudah jelas memalukan. - Kenapa membuntuti kami?

Apa alasanmu?

Masa aku harus latihan membuntuti kalian satu persatu?

Kalau mau latihan, kau duluan, setelah itu kau, baru kemudian kau. Dasar...

Baik. Aku akan memperkenalkan diri pada kalian.

Jika kau bertanya aku itu siapa,

Hanseongbu, pernah dengan Hanseongbu?

- Di sana aku... - Kalian atur saja. Aku duluan.

Tidak usah lama-lama. Cepat nyusul! Aku sudah lapar.

Baik. Tolong order satu porsi nasi dan sup untukku!

Hei, hei! Kalian yang tidak punya akal sehat! Habis bertanya langsung...

Hei! Hei! Ini... wanita ini... Kenapa menatapku sedemikian rupa?

Setelah dilihat dengan teliti, kau itu benar-benar orang yang aneh.

Benar-benar kelu aku, dasar ini orang...

Aku... aku...

Aku... dasar...

Seorang wanita memukul orang sembarangan.

Hei, hei! Sini kalian!

Tunggu, tunggu!

Apa?

Wah benar seorang laki-laki. Laki-laki.

Pulang sana! Kalau kau buntuti kami lagi, aku bisa marah.

Kenapa perasaan menghajar dia berbeda dengan dulu?

Benar-benar sebuah perasaan yang aneh.

Baru pulang sekarang?

Ke mana perempuan-perempuan bau itu?

Kenapa kalian ini sesuka hati masuk ke rumah saat pemilik tidak berada di tempat?

Kabarnya kalian sedang memburu orang ini.

Mereka pergi ke mana?

Apa?

Pergi ke mana?

A...a...aku tidak mau kasih tahu, kenapa? Bisa apa?

Sebelum kau mengatakannya, kau akan kubiarkan tetap hidup.

Sekarang siapa yang membiarkan siapa hidup?

Kau lihat sumbu yang menyala ini? Begitu nyala tidak akan bisa padam.

Jika tidak ingin mati, segera enyah dari sini. Lho kok padam?

Terakhir kalinya kutanya...

Ke mana perempuan-perempuan itu?

Tuanku, mereka pergi jalan-jalan. Mencari mereka ada perlu apa?

Bagaimana? Ada?

Wajahnya terlalu biasa. Tidak gampang dikenali.

Benar juga. Mau mencari dia dengan hanya mengandalkan secarik kertas itu tidak gampang.

- Bagaimana jadinya? - Apanya bagaimana? Sini!

Perhatian!

Namanya Gong Goo. Bukan karakter 'pintu masuk´, tapi karakter 'angka 9'.

Di belakang lehernya ada tato.

Jika ada yang merasa orang yang kucari adalah dia, tolong angkat tangan.

Ayo, ayo, dimohon kerja-samanya.

Tuan Gong Goo. Anda adalah Tuan Gong Goo, bukan?

Ikut aku dengan baik-baik!

Siapa kalian?

- Kalian diutus oleh Kim Ja Heon? - Siapa?

Bukan ternyata. Siapapun yang berniat membawaku pergi dari sini,

akan mati di sini.

Hari itu nasibmu cukup beruntung sehingga berhasil melarikan diri. Tapi hari ini sepertinya tidak begitu.

Aduh, aduh, aduh... sakit, sakit.

Siapa ya, kalian ini?

Wajahmu lumayan cantik.

Dari rumah bordil mana?

Apa?

Kutanya kau pelacur dari rumah bordil mana?

Ini orang...

Anggap saja aku tidak dengar. Pergi dengan baik-baik dari sini!

- Benar-benar... - Kenapa lagi dia? Mau apa kunyuk satu ini?

Hei! Dasar kau pelacur murahan!

Jangan begitu! Bicara pakai mulut, pakai mulut.

Kalian bukan utusan Kim Ja Heon?

Kami diutus oleh Kepala Polisi.

Apa? Kepala Polisi?

Kenapa tidak bilang dari tadi?

Gigiku copot. Mana gigiku?

Siap siaga!

Situasi seperti apa ini? Tangkap mereka!

Hei! Tangkap mereka!

Anggota, tangkap mereka!

Jadi rumit. Tuan Gong Goo, jangan jauh-jauh dari saya.

I--iya.

Jangan berdiri di belakangku, ya!

Teman-teman, tidak bisa seperti ini.

Kita pencar saja! Ketemu lagi nanti.

Ketemu nanti? Di mana?

Katanya kita pencar dulu.

Ikut di belakangku, belakangku.

Turun! Turun!

Kenapa?

Apanya kenapa? Turun! Cepat lompat!

Lompat! Lompat!

Bisa! Aku pasti bisa.

Pasti bisa!

Bagus, berhasil lewat.

Patah.

Ga Bi! Hong Dan! Hong Dan!

Cari dengan seksama!

D

Di

Dit

Dite

Diter

Diterj

Diterje

Diterjem

Diterjema

Diterjemah

Diterjemahk

Diterjemahka

Diterjemahkan

Diterjemahkan

Diterjemahkan o

Diterjemahkan ol

Diterjemahkan ole

Diterjemahkan oleh

Diterjemahkan oleh:

Diterjemahkan oleh:

Diterjemahkan oleh:

Diterjemahkan oleh: ~

Diterjemahkan oleh: ~

Diterjemahkan oleh: ~ t

Diterjemahkan oleh: ~ to

Diterjemahkan oleh: ~ tot

Diterjemahkan oleh: ~ toto

Diterjemahkan oleh: ~ totor

Diterjemahkan oleh: ~ totoro

Diterjemahkan oleh: ~ totoro

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

Berhenti!

Jangan bergerak!

Jika bergerak, otakmu akan hilang.

Sudah kubilang jangan bergerak!

Katakan!

Apa alasan membunuh Gong Goo?

Putar kepalamu ke arahku!

Putar kepalamu ke arahku!

Agassi cepat lari!

Yang Mulia itu benar-benar orang yang sembrono.

Dia itu hanyalah raja sebuah kerajaan kecil.

Beraninya dia mencoba melukis peta sebuah kerajaan besar seperti China.

Selanjutnya, serahkan sibjagyeong ini pada Kanselir China,

dan Joseon akan menjadi milikku... milikku.

10 tahun kah?

Tidak, lebih lama dari itu.

Betul, hiduplah seperti itu. Bertahanlah!

Sampai Kanselir dari China tiba, tidak boleh ada kesalahan sama sekali.

Iya, tapi yang kita takutkan adalah pembatalan.

Karena itu bukankah kau kusuruh mengancam dia dengan mengatakan putrinya berada di tanganku?

Hanya itu satu-satunya cara untuk mencegah dia bunuh diri.

Jangan sampai dia mati.

Sama sekali tidak boleh!

Dasar!

Guru, semua ini terjadi gara-gara aku. Hukumlah aku.

Betul! Semua gara-gara Jin Ok dia...

Kan memang begitu.

Bagaimanapun juga, Guru, ini adalah kesalahanku. Aku rela dihukum.

Tapi sebelum itu, Gong Goo itu dari mana asal muasalnya?

Kalau itu aku juga tidak tahu.

Siapa itu Gong Goo? Aku tidak tahu.

Bukankah kau sedang mencari Gong Goo?

Hari itu aku berada di sana.

Oh ya?

Kenapa aku tidak lihat?

Jangan-jangan kau bermaksud menelan sendiri imbalannya?

Tidak boleh begitu.

Bb--bukan seperti itu.

Benar-benar tidak ada hubungannya dengan kalian.

Percayalah padaku. Benar.

Pembohong!

Penipu!

Ini adalah kebiasaan.

Sudah pasti kebiasaan.

Dasar kalian ini. Seperti inikah cara kalian berbicara dengan Guru?

Sesekali, kami juga ingin bisa melakukannya dengan baik.

Jangan membuang-buang biaya.

Aku sama sekali tidak tahu apa-apa.

Tidak bisa. Mana pedangnya?

- Berikan pedangnya padaku! - Di mana pedangnya?

Sebenarnya aku tidak ingin menceritakannya.

Aku akan menceritakannya sekali, jadi dengarkan baik-baik. Tidak diperbolehkan bertanya.

Pada zaman dahulu kala...

Pertempuran antara Joseon dengan China, kalian masih ingat?

Gara-gara kejadian itu, Pangeran kita ditangkap dan dijadikan sandera.

Kemudian, setelah satu dekade,

Yang Mulia berhasil mendapatkan kekuasaan.

Lalu Yang Mulia menulis sebuah petunjuk penting pada sibjagyeong.

Tapi antara penguasa selalu begini begini.

Tapi ternyata gagal. Aneh sekali.

Mengerti?

Tidak mengerti? Mau kuulangi dari awal?

Zaman dahulu kala...

Ada orang yang bernama Gong Goo.

Yang ternyata merupakan utusan Kaisar.

Ingin secara diam-diam menyerahkan sibjagyeong yang berisi petunjuk rahasia kepada Kaisar.

Kami yang tidak tahu diri menemukan orang bernama Gong Goo itu.

Serahkan saja dia kepada pejabat pemerintah dan ambil 10 ribu Nyang itu.

Organisasi mata satu yang memburu sibjagyeong itu...

Orang yang muncul waktu itu mau merebut dia dari kita.

Saat itu Gong Goo dan utusan rahasia sudah mati.

Karena aku kehilangan sibjagyeong itu.

Uang tidak kita peroleh, malah terjepit di tengah.

Kira-kira seperti begitu.

Para pembunuh cepat keluar dan menyerahkan diri!

Pembunuh? Siapa?

Mereka menuduh kita membunuh Tuan Gong Goo.

Bukan kita yang bunuh! Bukan Jin Ok yang berkelahi.

Siapa yang akan percaya?

Sepertinya kita akan ditangkap gara-gara ini.

Apa itu?

Jika kita keluar dari sini, kita bisa langsung menuju ke danau.

Oh ya? Bagus! Ayo!

Tunggu dulu! Guru kau berdiam di sini saja. Kami pergi duluan.

Kita harus melarikan diri bersama.

Coba pikir! Pada saat kami melarikan diri, prajurit akan segera mengejar kami.

Barang siapa yang tertangkap oleh mereka, dia akan dianiaya kemudian...

Tidak, tidak! Tidak boleh itu! Tidak boleh! Tidak boleh!

Kalau begitu, aku pergi dulu.

Hei, Hong Dan!

Jin Ok! Jin Ok!

Kalau membiarkan kalian pergi begitu saja, aku bisa khawatir. Lebih baik aku juga ikut.

Mau masuk ke mana kau?

Kami akan melakukannya dengan baik. Kau tunggu saja!

Jaga diri baik-baik!

Jaga diri? Kenapa jaga diri? Kenapa jaga diri?

Dasar kalian ini!

Dasar kunyuk! Aku datang!

Ayo serang!

Lepaskan panah!

Ayo, panah saja! Berkedip saja aku tidak.

Ayo panah! Ayo panah!

Bidik kepalanya!

Hei, sudah kubilang bukan perbuatanku. Dasar!

Hei kunyuk! Dari kesatuan mana kalian?

Dasar kalian! Awas saja kalau aku sudah keluar...

Aigoo, bukankah ini Tuan Mumyeong?

Kalian kenal padaku?

Ada apa ini?

Ada apa? Mau minta dihajar ya?

Pertanyaan ini kelak kau tanyakan pada Jin Ok saja.

Pantau Jo Yoo Shik dengan baik-baik!

Dalam waktu dekat ini kita mungkin membutuhkan dia.

Akan saya camkan dengan baik.

Tapi Daegan...

Para utusan rahasia sudah disingkirkan.

Kenapa Jo Yoo Shik adalah pengecualian?

Sibjagyeong yang dirancang bersama oleh Kaisar dengan para utusan rahasia itu,

Bukankah ada peta militer China?

Walaupun merebut sibjagyeong dan mengembalikannya pada China...

Tanpa titah langsung dari Kaisar, China juga tidak berdaya.

Karena itulah kita mengecualikan Jo Yoo Shik yang merupakan pembuat sibjagyeong itu.

Tapi...

kenapa mendadak kau merasa tertarik pada hal ini?

Bukankah dia dihukum penjara 10 tahun?

Saya hanya ingin tahu jika dia cukup berharga dibiarkan hidup.

Semua ini dikarenakan oleh rasa penasaran semata?

Siapa?

Kamar rahasia! Sepertinya sudah kita temukan.

Tidak kusangka aku akan mengejar sampai ke mari.

Tidak peduli bagaimana kalian berusaha melarikan diri, kalian berada dalam cengkeramanku.

Disembunyikan di mana sebenarnya?

Ga Bi, sudah ketemu!

Memang benar barang berharga. Bentuknya saja unik.

Ayo kita pergi!

Hong Dan, sudah ketemu!

Sedang apa dia? Ayo cepat!

Letakkan!

Di sini!

Siapa kau?

Mau lari ke mana?

Kau...

Bukan seperti itu.

Sepertinya kau sudah bosan hidup.

Baik, kalau begitu siap-siaplah dihajar!

Hei, hei! Aku duluan ya! Kalau sudah selesai kalian nyusul aku.

Baik.

Hei, hei!

Hei apa hei, kunyuk!

Bilang! Di mana?

Ayah!

Beraninya kau...

Tunggu apa lagi? Segera tangkap dia!

Hei, kau kenapa?

Ayo!

Tangkap! Jangan sampai mereka lolos! Kejar!

Berhenti!

Mau gila rasanya. Mereka langsung ke sini. Bagaimana sekarang?

Apanya bagaimana...

Sebelah sana!

Dia seorang diri tidak akan bisa.

Hei, bagaimanapun juga, sebaiknya kau pergi dulu. Sampai ketemu nanti.

Maafkan aku.

Jangan bicara sembarangan. Jaga diri sendiri baik-baik!

Hei, kunyuk! Aku ada di sini.

Ada apa ini? Tidak melarikan diri?

Saat-saat seperti ini aku boleh melarikan diri? Aku duluan kalau begitu.

Kejar!

Tangkap mereka!

Jika ingin hidup, jangan macam-macam.

Orang yang membunuh Gong Goo adalah Kim Ja Heon?

Perintah dari Kim Jae Heon, bukan?

Cepat jawab!

Tuanku tidak ada hubungannya dengan kejadian itu. Akulah yang telah membunuh Gong Goo.

Sejak kapan orang itu menjadi Tuanmu, Sa Hyeon?

Kau kenal aku?

Jangan bergerak!

Hingga hari ini aku masih belum melupakan kejadian 10 tahun yang lalu.

Adegan di mana kau membunuh ayahku...

masih jelas terpatri dalam ingatanku.

Tapi aku tidak menyalahkanmu.

Karena dengan itu kau menyelamatkanku.

Mendengar kata-katamu yang memaafkanku, aku sangat bersyukur.

Tapi...

aku tidak tahu kesalahan apa yang telah kuperbuat.

Jin Ok! Jin Ok!

Eonnie! Eonnie! Sadarkan dirimu, Eonnie!

Jin Ok, kau kenapa?

Bagaimana?

Parah.

Seberapa parah?

Seberapa parah kutanya?

Sangat. Sangat parah.

Segera didihkan air dan taruh garam!

Kemudian tambahkan biji pinus.

Pertama, aduk sedikit tanah lanau. Kemudian campurkan air ke dalam tanah tersebut.

Kemudian coba cari daun plantago, kemudian...

Tunggu,tunggu! Pelan-pelan, pelan-pelan!

Semakin situasi seperti ini, semakin kita harus tenang. Mau gila rasanya.

Pertama, garam, kemudian biji pinus... Habis itu apa?

Bersumpah di bawah langit biru yang dipenuhi dengan awan putih...

Saat kita mati, kita harus mati bersama.

Bukan seperti ini! Harus dengan lembut tapi menusuk.

Sa Hyeon!

Semakin dilihat, semakin sempurna. Mengagumkan.

Saat mati, kita harus mati bersama, ya.

Bukan seperti ini.

Bersumpah di bawah langit biru yang dipenuhi dengan awan putih...

Kekagumanku pada dirimu, tidak akan luntur oleh waktu.

Awan yang menghilang, batu yang hancur...

Janji itu... sumpah itu...

tidak akan terlupakan.

Sudah selesai kau tulis?

Sudah, Agassi (Nona).

Tulis nama di atasnya!

Ini untukmu. Ini adalah pisau kembang.

Aku minta dari ayahku.

Dibuat oleh pengrajin paling handal di Jang An.

Mulai sekarang, gunakan pisau yang indah ini untuk melindungi aku yang cantik ini.

Mengerti?

Maaf?

Kenapa? Tidak mau?

Di mana daftar nama utusan-utusan rahasia yang akan dikirim ke China?

Haruskah jari putrimu kupotong dulu sebelum kau bersedia membuka mulut?

Jin Ok!

Ayah!

Katakan! Di mana?

Ayah!

Agassi, cepat lari!

Agassi, cepat!

Anak kecil sialan!

Sa Hyeon!

Seperti itulah ayahku dibunuh.

Dan orang yang merebut semuanya dariku adalah Kim Ja Heon.

Setiap hari aku membulatkan tekad, suatu hari jika bertemu kembali dengannya aku harus balas dendam.

Tapi pada saat orang itu benar-benar berdiri di hadapanku, aku menjadi ketakutan.

Pedang pun tidak sanggup kugenggam dengan benar.

Ayo!

Makanya aku sempat heran kenapa kau tidak bangkit dari tadi.

Aku sudah tidak bisa menahan diri lagi.

Bangsat Kim Ja Heon itu, sudah seharusnya langsung dibunuh!

Mau dia kau bunuh atau kau kasih makan, kau lakukan saja sendiri.

Apa maksudmu ini?

Langit sudah gelap. Hentikan!

Orang yang usianya paling muda, tapi lagaknya seperti yang paling tua saja.

Pada saat ingin mencari sebuah tempat untuk bergantung...

Karena kedua Eonnie itu tidak dewasa, jadi tidak ada kesempatan untuk bergantung.

Setelah masalah ini berakhir, aku berjanji akan menjadi seorang Eonnie yang baik.

Maafkan aku, Ga Bi.

Omo, Ga Bi bagaimana ini! Betapa menderitanya dirimu. Kulit kakimu sampai menebal seperti ini.

Sedang apa kau bicara sendirian?

Siapa kau?

Ga Bi.

Kalau begitu, ini adalah...

Air... air...

Dasar kunyuk! Kenapa kau bisa ada di sini?

Ini Eonnie sudah gila ya? Siapa yang kau lempar dengan batu?

Sana lanjutkan tidurmu!

Kau tidak apa-apa? Sakit sekali ya? Kau pasti kaget ya?

Orang kalau hidup itu, seperti ini ya?

Benar-benar tidak tahan! Tidak kuat lihatnya!

Bagaimana ini? Sobang (suami) hari ini ada ujian.

Ga Bi, kalau Jin Ok pulang bilang padanya aku pulang ke rumahku!

Orang itu juga... Kelihatannya seperti orang yang sangat aneh.

Kalau aku?

Apanya?

Aku bagaimana?

Apanya bagaimana? Ya cantik.

Kenapa? Tidak akan seperti itu kan?

Pertama kali?

Yang benar saja, sudah berapa umurku sekarang?

Iya, pertama kali.

Lumayan.

Kalau begitu... sekali lagi!

Tapi sepertinya progres kita terlalu cepat.

Kalau begitu, siapa pembunuh Gong Goo?

Tuan Kim Ja Heon.

Orang-orang yang memburu mereka yang memiliki sibjagyeong juga merupakan anak buah Kim Ja Heon.

Orang yang membunuh utusan rahasia itu juga anak buah Kim Ja Heon.

Saya juga mengetahuinya setelah terlibat dengan mereka.

Itu hanyalah sebuah spekulasi saja. Tidak bisa dijadikan bukti.

Sibjagyeong yang berada di tangan Gong Goo, bisakah itu dijadikan bukti?

Barang itu sudah kau temukan?

Tentu saja.

Barang itu bukanlah sembarang barang. Segera serahkan!

Sudah pasti saya akan mengembalikan sibjagyeong tersebut kepada Anda. Tapi dengan satu syarat.

Tua bangka itu ingin mempraktekkan ilmu mengambang di udara ya? Tiap hari duduk bersila seperti itu.

Ajussi, keluar! Ajussi!

Ibu, benar bukan aku yang makan. Benar bukan aku.

Benar-benar banyak variasi, banyak variasi.

Cepat keringkan air liurmu dan keluar!

Hari ini adalah hari di mana aku akan dipancung? Hidup ini benar-benar tidak kekal.

Aku ini sibuk sekali. Cepat keluar!

Orang tidak punya hati ini... Mana boleh mengancam orang yang sudah hampir mati?

Apa?

Sekalipun begitu, aku tidak akan menyalahkanmu. Aku sudah memaafkan kalian semua.

Ternyata cinta dan maaf adalah segalanya bagi manusia.

Iya, iya, iya, Ajussi pintar sekali. Sana cepat!

Tapi, sekarang jam berapa? Sepertinya sudah hampir jam makan ya?

Ayo, cepat keluar!

Sepertinya sudah hampir jam di mana anakku akan datang.

Maaf ya, aku keluar besok saja. Besok ya?

Tua bangka ini sedang bercanda denganku ya? Kusuruh kau keluar sekarang!

Sebelah sana! Sebelah sana!

Apa? Apa?

Bukan aku. Sudah kubilang bukan aku yang bunuh. Setelah anakku kembali, dia akan membersihkan namaku.

Tua bangka ini sudah bosan hidup ya? Cepat buka pintunya!

Kalau pintunya kubuka, aku akan kau bunuh?

Benar-benar cari mati ya?

Kami sudah menerima perintah dari istana untuk membebaskanmu. Perintah dari istana.

Perintah dari istana? Benarkah itu adalah Titah dari Baginda?

Yang namanya perintah dari istana jika bukan dari Raja, masa dari tukang ikan?

Coba lihat matamu! Ayo cepat buka pintunya! Buka!

Sana cepat!

Pertempuran kali ini tidak akan mudah. Bubuk mesiu, senjata, semuanya harus dibawa.

Mau bawa apa ya kali ini?

Bagaimana jika bertemu dengan Kim Ja Heon?

Iya, ini lagi kupikirkan.

- Masih dipikirkan? - Jin Ok Eonnie, ini apa?

Apa ini?

Lembek-lembek begini.

Satu-satunya pusat perdagangan di Joseon, Pyeonglando...

Orang-orang dari China dan negara Barat berkumpul di sini

melakukan perdagangan internasional di tempat ini.

Ini adalah satu-satunya tempat yang tidak dapat beradaptasi dengan kedaulatan Joseon.

Nyonya, kita sudah hampir tiba di Bilandou (Pyeonglando), bersiap-siaplah.

Baik.

- Ceroboh! - Dasar, di sini saja.

Sudah lihat kan? Anak-anakku begitu terkenal.

Apa ini?

Ini ya? Ini adalah merpati yang digunakan untuk membawa pesan.

Burung yang digunakan untuk membawa pesan bukan burung elang?

Burung yang digunakan oleh Pocheong adalah merpati, merpati!

Selanjutnya!

Ada perlu apa kalian masuk ke kota?

Kami adalah peserta duel.

Kau adalah petarung?

Petarung apa?

Kalian berdua sangat mencurigakan.

Aku adalah petarung! Aku ini petarung apa?

Taekkyeon?

Aku seorang petarung Taekkyeon. (Ilmu bela diri zaman Joseon)

Namanya adalah Pejabat Uhm.

Perancang kamar rahasia milik Kim Ja Heon.

Pertama-tama, kita harus memastikan apakah orang itu membawa rancangan denahnya.

Setelah Jin Ok memastikan, Ga Bi alihkan perhatian mereka.

Maaf, maaf.

Lalu, bagaimana dengan denahnya?

Hal itu biar aku yang urus. Lakukan bagianmu dengan baik!

Oh, pusing... pusing kepalaku.

Ga Bi! Ga Bi!

D

Di

Dit

Dite

Diter

Diterj

Diterje

Diterjem

Diterjema

Diterjemah

Diterjemahk

Diterjemahka

Diterjemahkan

Diterjemahkan

Diterjemahkan o

Diterjemahkan ol

Diterjemahkan ole

Diterjemahkan oleh

Diterjemahkan oleh:

Diterjemahkan oleh:

Diterjemahkan oleh:

Diterjemahkan oleh: ~

Diterjemahkan oleh: ~

Diterjemahkan oleh: ~ t

Diterjemahkan oleh: ~ to

Diterjemahkan oleh: ~ tot

Diterjemahkan oleh: ~ toto

Diterjemahkan oleh: ~ totor

Diterjemahkan oleh: ~ totoro

Diterjemahkan oleh: ~ totoro

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~

Di sini terdapat dua kamar rahasia Kim Ja Heon.

Yang satu di lantai 7, satunya lagi di bawah tanah.

Mana? Mana?

Fokus yang benar!

Karena kupingku kemasukan air.

Coba pikir, hanya ada ruang rahasia di lantai 7, ditengah-tengah adalah tangga, dan di bawah adalah saluran ventilasi.

Saluran ventilasi?

Ga Bi ke lantai 6 lewat saluran ventilasi.

Aku dari bawah masuk ke ruang rahasia bawah tanah.

Terus aku?

Hong Dan naik ke lantai 7 lewat tangga biasa.

Kaget.

Sini kau!

Di sini hanya ada kalian berdua saja?

Kalau iya, kau ini siapa?

Hong--Hong Dan.

Hong Dan?

Ada pembunuh!

Bisa bertemu dengan Tuanku, benar-benar tidak rugi datang dari jauh.

Kabarnya pencuri yang mencuri peta militer China,

telah ditangkap oleh orang-orang Tuanku. Benar begitu?

Betul sekali.

Jika lewat orang itu bisa menyampaikan tujuan jahat Raja Joseon kepada Kaisar,

sudah pasti Joseon akan dihibahkan kepada Anda, Tuanku.

Bubuk mesiu dan senapan yang saya bawa hari ini, adalah merupakan hadiah pertama.

Sangat dinantikan... Sangat dinantikan.

Kalau begitu, di mana orang itu?

Akhirnya Kanselir dari China datang menjemputmu.

Kenapa? Sudah bosan hidup?

Sibjagyeong... sibjagyeong...

Bagaimana cara bukanya?

Dalam hidup seorang Hong Dan, tidak akan ada pasang surut lagi.

Apa? Mau apa? Mau lempar aku?

Kalau sudah muncul, jangan diam saja. Membuatku terkejut.

Ga Bi, aku sudah jadi orang kaya.

Coba lihat! Aku benar-benar jadi orang kaya.

Bagaimana ini?

Lolos. Kau ini apa?

Ke mana larinya si gendut itu?

Wah, kali ini pasti menang!

Gara-gara si gendut satu itu.

Sedang apa kau?

Sudah tahu masih tanya. Setelah menebar bubuk mesiu, tentu saja harus menyalakan api.

Gila ya kau? Siapa yang mau kau ledakkan?

Jangan dinyalakan dulu! Tunggu Eonnie-mu ini sudah di luar baru kau nyalakan.

Bakar semuanya!

Setelah kunyalakan, Kita lari keluar bersama.

Kalau kubilang jangan, ya jangan!

Aku ahli dalam bidang ini. Sudah kubilang tidak usah khawatir. Masa kau tidak percaya padaku?

Tidak percaya!

Kalau begitu, apa mau dikata.

Petarung yang akan tampil berikut ini adalah petarung Taekkyeon paling hebat se-Joseon.

Hei, kunyuk siapa namamu?

Song Sae Byeok.

Sae Byeok? Sae Byeok tadi pagi itu?

Ini orang.. itu tadi..

Song Sae Byeok!

Sudah tahu aku tidak boleh sampai kelihatan orang-orang.

Ada apa ini? Kenapa para Yangban (bangsawan Joseon) membawa seorang anak kecil?

Hei, berapa umurmu?

Ini anak, tampang sih lumayan cantik. Kau kira tempat apa ini?

Mana boleh berkeliaran di sini. Tidak tahukah kau betapa berbahayanya tempat ini?

Orang-tuamu mana? Hei, mana orang-tuamu?

- Di sana. - Mana?

Jangan pura-pura, ayo bangun kunyuk!

Oh, sesak sekali.

Di--di--di sana.. Apa-apaan ini? I--itu...

Nyonya, pertunjukkannya menarik?

Bagus, sangat menarik. Tapi aku lebih ingin bertemu dengan orang itu.

Jangan terlalu terburu-buru. Nikmatilah dulu.

Bawa dia ke sini sekarang. Segera!

Joo Yoo Shik kenapa masih belum tiba?

Akan saya pastikan.

Lakukan apa yang diperintahkan padamu!

Ceritakan semua hal yang kau ketahui pada Kanselir dari China itu!

Dengan begitu, putrimu akan dibawa ke sini.

Biarkan aku bertemu dengan putriku.

Benar-benar bangsat tidak tahu diri!

Kau baru bersedia patuh jika kepala putrimu sudah dipancung?

Pancung sekarang? Mau aku pancung sekarang, Jo Yoo Shik?

Jo Yoo Shik...

Bagaimana? Kau masih berniat membeberkan semuanya pada Kanselir dari China itu?

Jin Ok... Jin Ok...

- Aku pergi duluan. Tolong jangan mempersulit putriku. - Ayah...

Kumohon...

- Ayah... - Kumohon...

Siapa?

Siapa kau? Aku sedang bertanya padamu.

Jin Ok kah kau?

Iya, Ayah.

Ayah, aku adalah Jin Ok.

Aku benar adalah Jin Ok.

Jin Ok... Jin Ok...

Iya, Ayah.

Binatang saja lebih berharga darimu. Memperlakukan orang dengan begitu kejam!

Biar kau rasakan juga!

Biar kau rasakan juga seperti apa rasanya!

Kau masih hidup ternyata.

Karena aku tidak memiliki alasan untuk mati.

Mati juga perlu alasan?

Kenapa kau bisa jadi begini? Kenapa ayahku bisa jadi begini?

Hari ini aku harus cari tahu.

Dia adalah ayahmu?

Aku tidak tahu.

Ayahku juga kau tidak tahu. Kenapa kau berubah menjadi seperti ini?

Tidak tahu ya tidak tahu.

Aku tidak punya alasan untuk memberitahukan semuanya pada kalian.

Pada akhirnya kau menyangkal diri, dan menyangkalku.

Anggap saja ini adalah penyangkalan. Ini bisa dijadikan alasanmu untuk mati sekarang?

Kenapa tidak menyerang?

Kenapa bisa begitu tinggi?

Apinya? Sudah kau nyalakan?

Butuh waktu lama baru bisa meledak, kan?

Tidak.

- Kalau begitu, kapan akan meledak? - Sekarang.

Begitu sampai di bawah aku tidak akan mengampunimu.

Aduh, masalah lagi.

Bukankah aku sudah bilang hati-hati? Kau begitu tidak sabar ingin mati ya?

Yang penting kan masih hidup, ya kan?

Kau benar-benar ingin mati di tanganku?

Ada apa ini?

Tidak usah dihiraukan. Bukan masalah besar.

Jo Yoo Shik di mana? Di mana?

Tuanku, gadis itu adalah putri Jo Yoo Shik.

Waktu itu... makhluk itu masih hidup sampai sekarang?

Betul, tidak kusangka setelah berhasil bertahan hidup selama ini, aku bertemu kembali denganmu.

Jodoh kita benar-benar buruk.

Jangan langsung mengambil kesimpulan.

Mau itu masalah yang akan datang, atau jodoh yang buruk, akan kuperlihatkan padamu sekarang juga.

Memang pantas kau disebut putri Jo Yoo Shik.

Tapi aku bukanlah orang yang tidak punya kerjaan. Pengawal!

Imbalan untuk kepala gadis itu adalah 1000 Nyang.

Bunuh dia!

Kenapa bisa bangsat itu masih hidup? Kau sengaja?

- Daegan, apa maksud ucapanmu ini? - Kenapa?

Teringat ada kenanganmu dengannya, begitu?

Aku akan menunggu dan melihat, anjing siapa kau sebenarnya.

Kenapa aku begitu ceroboh?

Selama ini aku selalu berencana untuk memberikannya padamu, tapi tidak menemukan kesempatan.

Saat anjing yang dicuri bertemu kembali dengan majikannya semula, pasti akan menggigitnya.

Kau sudah tidak ada manfaatnya lagi bagiku. Kembalilah ke majikanmu semula!

Sa Hyeon, pisau kembangnya sudah kau terima?

Apabila aku dan Jin Ok berada dalam bahaya, bunuhlah aku dengan pisau tersebut.

Adegan di mana kau membunuh ayahku, masih jelas terpatri dalam ingatanku.

Jalan itu adalah jalan untuk menyelamatkan Jin Ok, mengerti?

Ayahku juga kau tidak tahu. Bagaimana bisa kau berubah menjadi seperti ini?

Agassi, cepat!

Sa Hyeon!

Tidak bisa melindungimu, aku minta maaf.

Ayah...

Buka mata lebar-lebar dan lihatlah ke depan. Dengan begitu kau baru bisa selamat.

Ayah!

Jangan harap kau bisa berbuat jahat. Hentikan! Mundur!

Jika dindingnya sampai runtuh, semua orang bisa mati.

Harus keluar dari sini secepatnya!

Kenapa mendadak menjadi seperti ini?

Kau ingin membunuh ayahmu? Kita harus keluar dari sini secepatnya!

Cepat keluar!

Lepaskan aku!

Tidak usah menolongku!

Kau ingin dua-duanya mati? Kau mau mati bersama?

Tidak bisakah dua-duanya hidup? Lebih baik dua-duanya hidup.

Dengar baik-baik kata-kataku. Aku tidak kenal padamu.

Tidak peduli bagaimana kau kenal padaku dulu, aku tidak kenal padamu.

Jelas-jelas kau masih ingat padaku.

Dengan menatap matamu, menatap matamu... pasti bisa.

Karena itu, tidak boleh menyerah. Ayo cepat naik!

Ayo cepat naik! Ayo cepat!

Pegang yang erat! Pegang!

Kusuruh kau pegang yang erat!

Mulai sekarang, gunakan pisau yang indah ini untuk melindungi aku yang cantik ini.

Mengerti?

Kau juga harus menepati janjimu, ya?

Cepat naik!

Mau apa kau? Tidak boleh!

Bukankah kita sudah berjanji? Bukankah kau sudah berjanji untuk melindungiku?

Sa Hyeon!

Kumohon, pegang tanganku! Kumohon!

Kumohon, pegang tanganku!

Walaupun aku telah kehilangan ingatanku... Aku yang sekarang sama sekali tidak tahu bagaimana harus memenuhi janjiku padamu.

Sa Hyeon!

Benar-benar kunyuk yang tahan banting.

Dia mau melarikan diri!

Hei, turun kau! Orang jahat yang ada di seberang sana!

Masih tidak mau turun? Sini kau!

Jika sanggup, tangkap saja aku ke mari!

Kau mau apa?

Mau apa kunyuk-kunyuk itu?

Tidak, orang-orang itu...

Saudara-saudaraku, dorong!

Dorong, dorong, dorong.

Hei, sedang apa kalian ini?

Jangan ribut, cepat bantu dorong!

Tembakkan panahnya!

Jangan berhenti!

Bagaimana ini? Jin Ok bisa mati.

Aku juga tahu.

Cepat cari akal! Sedang apa kau?

Cepat panah! Panah!

Tunggu apa lagi? Cepat tembakkan panahnya!

Cepat dorong!

Terbalik!

Hong Dan, cepat! Cepat!

Iya, iya.

Apaan sih? Cepat!

Cukup! Cukup!

Cepat serang!

Sana!

Bagaimana? Sekalipun kau mau kabur dengan cara ini, aku juga berhasil naik ke sini.

Kunyuk, percaya dengan pedang di tangan karena itu begitu berani.

Karena percaya dengan pedang di tangan, makanya berani.

Baiklah kalau begitu.

Dasar kunyuk, sudah diancam juga kau masih begitu...

Mau mati? Tentu saja harus kukabulkan. Tapi dengan cara apa ya bagusnya?

Kupatahkan kakimu, atau kucincang saja?

Dasar bangsat!

Coba saja teruskan bacotmu! Kenapa?

Tidak ada lagi yang bisa kau katakan?

Terhadap bangsat seperti kalian yang suka berbohong, mulut itu tidak ada fungsinya.

Ke depannya tutup bacotmu! Dan hidup dalam penderitaan!

Kalian dan para musuh telah membunuh orang yang setia.

Menyandera anak untuk mengancam ayahnya.

Kenangan yang berharga juga ingin kau rampas. Anjing saja jauh lebih berharga dibandingkan denganmu.

Akan kusingkirkan tanganmu yang suka mencuri.

Kuhancurkan kakimu yang mengkhianati negara kita.

Dan matamu yang tidak ada bedanya dengan mata binatang, yang kau gunakan untuk melihat kami.

Ampun... ampun...

Ampuni aku.

Beraninya kau membuatku menjadi seperti ini!

Bagaimana kalau kau juga kujadikan seperti ini? Seperti begini.

Yang kuberikan itu adalah pistol tanpa peluru. Bagaimana rasanya? Terasa hampa bukan?

Kekuatan yang berada di dalam kendalimu hanya ini?

Mau itu mati, hidup, lepaskan, genggam... pada akhirnya adalah seperti ini.

Aku akan mencari pemilik sibjagyeong ini.

Apa ini?

Ke mana? Cepat hubungi Pocheong!

Jika merpati ini mati, aku juga tidak bisa hidup.

Bagaimana ini? Ada masalah besar! Hei, sadarkan dirimu! Hei!

Hei! Hei! Dasar kunyuk! Bangun! Kumohon, bangunlah!

Di Jeongnamdo ini, kabarnya Anda aktif sekali.

Ini adalah hal yang sudah sepantasnya hamba lakukan.

Bagaimanapun juga, kalian telah menyelamatkan negara ini.

Karena itu Yang Mulia memberlakukan pekerjaan bagi kalian berdua untuk mengelola istana.

Pertama, Jo Yoo Shil bertanggung-jawab atas prajurit yang bertugas di perbatasan.

Hamba Jo Yoo Shik, bersumpah untuk setia melindungi negara.

Jenderal Mumyeong...

Jika masalah ini telah selesai, kembalikan jabatan Guru Mumyeong padanya.

... atas nama Duta Besar, akan membangun kembali jembatan.

Saya?

Selanjutnya adalah Hong Dan.

Tolong lunaskan hutang mereka, sehingga mereka bisa hidup dengan tenang. Dan berikan sebuah toko pada mereka.

Omo, terima kasih! Saya panik... Yang Mulia...

Kemudian, Park Ga Bi...

Ia memiliki bakat dan kemampuan dalam seni perang dan bela diri.

Jika ia memiliki pengetahuan dalam 2 hal tersebut, akan sangat bermanfaat bagi negara.

Aigoo, benar-benar memalukan.

Tapi Yang Mulia benar-benar tampan.

Dasar ini orang...

Siapa bos di sini?

Ambil ini!

Apa ini?

Kalian tahu anak ayam, kan?

Kalian tahu anak ayam, kan?

Nama Anak ayam, imbalan 1000 Nyang.

Jika misi ini rampung, aku dapat 500 Nyang ya!

Apa?

Sudah mulai pacaran, jadi sudah tahu menabung ya?

Siapa? Siapa? Siapa? Jangan-jangan si Prajurit Song?

Ternyata sudah pacaran. Boleh!

Apanya yang boleh?

Mengagetkan saja!

Pria dan wanita itu bertemu untuk pacaran.

Dari mana? Dari mana datangnya kau?

Dasar kunyuk! Kunyuk!

Ini Eonnie sudah gila ya? Situasi seperti apa sekarang ini? Kenapa kau pukul dia?

Hanya pukulan ringan saja.

Apaan ini?

Anak ayam sudah kelihatan. Satu, dua, tiga!

Sudah kuduga kalian akan datang.

Ternyata kalian yang selalu menindas Anak Ayam.

Tentu saja ini harus dicoba.

Hei, kunyuk! Aku ada di sini.

Coba saja kalian pukul aku.

Atas dasar nama keadilan, aku akan membiarkan kalian membunuhku.

Apa? Serbu!

Mulai sekarang, siapa yang berhasil menangkap dia duluan, menang.

Lain kali jangan pura-pura tidak lihat, tahu?

Baiklah.

Siap siaga!

Hei, kau ikut aku!

Kau ikut aku!

Mulai!

Terima kasih telah menggunakan subtitle terjemahan: ~ totoro ~

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.