Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
RANGAMPETA , KABUPATEN CHITHOR 2007
-Pandu! -Hadir, guru.
-Swathi! -Hadir, guru!
Gali Nageshwara Rao!
Gali Nageshwara Rao!
Hei! Gali Nageshwara Rao!
Bu! Namaku bukan Gali Nageswara Rao. Tapi G Nageswara Rao.
Dipanggil Ginna. Aku hanya akan merespon itu.
Oke. Duduk.
Selamat pagi, pak.
Duduk, duduk.
Dia murid baru kita.
Halo semua!
Namaku Narayana Swamy.
Ini putriku.
Dan juga dia anak yang istimewa.
Dia tak bisa berbicara. Dia tak bisa mendengar.
Tapi dia bisa mengerti apa yang kita katakan dengan membaca bibir kita.
Dia juga bisa merespon melalui isyarat
Kami tinggal di Amerika sampai sekarang.
Jadi, dia tak punya teman di sini.
Mulai sekarang, kalian semua adalah temannya.
Bersikaplah baik padanya.
Sayang! Duduk di mana pun kau suka.
Oke?
Ayo.
Halo selamat datang.
Namaku Ginna.
Namamu?
RENUKA
Oh! Renuka?
Renuka! Apa yang kau lakukan di sini?
Oh! Rantai sepedamu putus?
Kau bisa memanggil aku!
Oh! Maaf.
Paman! Tolong beri aku ini.
Setiap kali kau ada masalah,
tiup peluit ini. Aku akan segera datang.
Takkah diam mulai berbicara
Dan menjadi burung kukuk?
-Pandu! -Hadir, Bu.
-Swathi! -Hadir, Bu.
Renuka! "Saat persahabatan menggenggam tanganmu?"
Selingan
Seperti warna pelangi Seperti kerusakan pada angin sepoi-sepoi".
Seperti nada kaskade
Inilah persahabatan
Inilah persahabatan
Inilah persahabatan
Ibu!
Aku juga... sama seperti ayah...
harus menjadi presiden desa? Oh! Pasti.
Ibu! Ini temanku.
Nama?
Dia Renuka.
Tuhan tak muncul karena alasan lain
Itulah sebabnya di mana-mana di seluruh dunia
Renuka¦
Dia mengirim untuk keuntungan kita
Persahabatan ini seperti anugerah
Seperti detak jantung
Seperti bulu mata untuk mata
Seperti garis di telapak tangan
Inilah persahabatan
Inilah persahabatan
Inilah persahabatan
Ibu!
Bu, bangun!
Ibu, tolong bangun!
Ibu!
Ibu!
Muncul sebelum kau ingat
Memberimu sebelum kau meminta
Menemukan sebelum kau ketinggalan
Inilah keutamaan persahabatan
Hei, pengacara! Mengapa kau menatap seperti orang bodoh?
Dia dapat memeriksa laporan itu nanti.
Biarkan dia menyelesaikan laporan ku terlebih dahulu.
Beri aku bagianku dan aku akan menjalani hidupku.
Pengacara! Dia tak akan hidup.
Dia akan membuat keluarganya juga tunawisma.
Jika dia berhenti minum dan berjudi, hidupnya akan lebih baik.
Katakan padanya.
Maksudmu¦.?
Kau tak akan membagi propertinya?
Lihat! Aku memiliki keraguan yang tulus.
Apa kita berdua lahir dari orang tua yang sama?
-Atau apa ibu punya orang lain... -Hei!
Mengapa kau mengangkat tangan?
Aku juga punya tangan. Perlu aku mengangkatnya?
Berengsek!
Yang kau inginkan hanyalah properti, bukan?
Ya. Tandatangani surat-suratnya.
-Disini. -Aku tak mau.
Aku telah mentransfer semua properti atsa namamu. Ambillah!
-Lakukan apa yang kau inginkan. -Ah, terima kasih.
Selamat tinggal!
Bersulang!
Sayang! Sayang!
Bangun.
Tolong, bersiaplah.
Kita akan pergi ke Amerika.
Kita tak punya siapa-siapa di sini.
Ayo. Ayo, bersiaplah. Ayo.
Apa yang terjadi sayang?
Sayang! Sayang!
Ayo. Ayo pergi.
Alih Bahasa Oleh JonesBoy https://subscene.com/u/1203543
-Renuka! -Renuka!
-Renuka! -Renuka!
RUMAH TENDA GINNA RANGAMPET, OPP. RAMALAYAM
Hei, Muniappa! -Ah!
-Sudah memuat kursi dan mejanya? -Sudah.
-Dimana singgasananya? -Disini!
Di mana Ginna?
Dia belum membayar bunga dalam dua bulan.
Bayar bunganya satu lakh.
Baru setelah itu kendaraan akan bergerak.
Saudara! Saudara Govardhan! Aku mohon padamu.
Aku akan menyentuh kakimu.
Kau mengharapkan aku untuk mengatakan itu?
kau mengambil bunga setiap bulan namun kau begitu bersikeras.
Kami membayar bunganya dan betapa kerasnya kita seharusnya!
-Aku akan membunuhmu. -Beraninya kau menamparku!
Kau tak menampar Sattipandu, putra Babji.
Ini sahabat karib Ginna, Sattipandu. Kau akan membayar untuk ini.
Oke. Panggil dia ke sini kalau begitu.
Dia pergi untuk pertandingan Kabaddi.
Pertandingan Kabaddi?
Ada pendukung dalam pertandingan di sana.
Tak peduli apa kompetisi atau seberapa kuat lawannya…
mereka harus menggigit debu begitu dia masuk.
-Kabaddi, kabaddi, kabaddi... -Ginna, Ginna¦
Dia seperti bola.
Semakin kau mencoba menjatuhkannya, semakin kuat dia bangkit kembali.
Kabaddi, kabaddi, kabaddi…
Salam, Shriram!
Ranggampet menang!
Presiden kita, Tn. Tippeswamy akan memberikan penghargaan kepada Ginna.
Hah! Hei, paman!
Senyummu terlihat terpaksa Kau tak mengharapkan aku untuk menang?
Mengapa kau mengatakannya? Ini. Ambil.
PERTANDINGAN KABADDI CHANDRAGIRI
Trofinya bagus. Dimana uangnya?
Eh, aku hampir lupa. Ini. Ambillah, ambillah.
Hore!
Hore!
-Selamat, kawan! -Ya ya.
Hore!
Ginna!
Hri! Sari Gowardhan!
Hei! Aku Chirala Govardhan.
Keduanya sama. Bunga kau. Hitung itu.
Ranga, apa bunganya cukup?
Ya, saudara.
Dia menamparku, sobat.
-Kurasa masih ada sisa saldonya? -Saldonya?
Berikan.
Beraninya kau memukul orang kami?
Hei, hei, hei! Berhenti berhenti!
Apa ini? Kenapa kau selalu bertengkar?
Govardhana! Pergi.
Ayo. Dengarkan aku.
Hei! Ginna bukanlah mentega di atas wajan.
Dia adalah senjata yang dimuat.
Sentuh dia dan akan ada kembang api.
-Kawan, kita harus memberi tahu orang-orang ini tentangmu. - Mari beri tahu mereka.
Namaku Ginna Aku adalah saudara bagi semua
Bertindak cerdas dan ceritamu akan ditutup”.
Hei, lihat siapa yang datang semua orang menyingkir”.
Semua sampah tutup mulut dan hormat pada saudara
Dia tak akan mengampuni yang minta banyak untung Dia akan menyelesaikan skor begitu dia masuk”.
"Hei, mataku tak pernah berkedip aku tak takut
Setiap pukulanku akan menunjukkan bintang padamu
Potongannya membuatmu menggigil
Punggungmu akan patah, awas
Hei, ini dia, lihat, saudara kita Ginna
Dia melempar tantangan, hati-hati, saudara kita Ginna
Saat dia masuk ke dalam game, saudara Ginna sudah mengakhiri semua”.
Dia tak memiliki tandingan sekarang atau selamanya
Hatinya berkobar dengan api yang berkobar
Jika kau punya nyali, hadapi dia
Saat kau melihatnya, kau akan mengompol
Ayo...tunjukkan keberanianmu jika kau menginginkannya
Dia akan mengirimmu kembali dengan kenyang
Kejenakaanmu tak akan berhasil dengannya Jika dia membidik, kau akan terbang seperti elang
Kau tak akan pernah kembali
Ingat ini dan diamlah
Karena tak ada siapa-siapa siapa yang bisa melawannya
Hei, ini dia, lihat, saudara kita Ginna
Dia melempar tantangan, hati-hati, saudara kita Ginna
Saat dia masuk ke dalam game, saudara Ginna sudah mengakhiri semua”.
Game selesai
Game selesai
Namanya Gali tapi dia sangat kasihan
Dia akan mendukungmu sekuat batu
Tak peduli seberapa banyak kau menyakitiku tak apa-apa jika kau bertobat”.
Ayo, aku akan mengajarimu benar dan salah
Tapi jika kau macam-macam denganku, Aku tak akan membiarkanmu
Aku akan memberimu pelajaran pahit dan mengirimmu".
Jika aku membidik dan meninju, kau akan terbang seperti elang
Kau tak akan pernah kembali
Ingat ini dan diamlah
Karena tak ada siapa-siapa siapa yang bisa melawan aku
Hei, ini dia, lihat, saudara kita Ginna
Dia melempar tantangan, hati-hati, saudara kita Ginna
Ketika dia masuk ke dalam game, saudara Ginna sudah mengakhiri semua”.
Game selesai
Game selesai
Game selesai
Kenapa kalian semua murung?
Maksudku, sobat¦ Ini akhir bulan.
Belum ada gaji.
Kami butuh uang untuk bensin, diesel dan pemeliharaan.
Pemilik terus menelepon.
Aku telah merencanakannya. Aku telah merencanakan semuanya.
Ini.
Hah? Mengapa kau mengeluarkan tablet?
Bisakah kita menghasilkan uang dengan mereka?
Kita bisa mendapatkan banyak emas.
Ini adalah pil tidur.
Jika aku memberikan tablet ini kepada nenekku,
dia tak akan bangun bahkan jika kita memotong telinganya.
Jika perlu, potong saja, sobat.
Satu teman sepertimu sudah cukup baik.
Untuk menghancurkan hidup!
Kau harus digantung di Ukraina dan dimakamkan di Pakistan.
Jika aku tahu kau akan menjadi seperti ini,
Aku akan membunuhmu dalam buaian itu sendiri.
Apa ini setiap hari?
Mau menikmati ocehan ibumu seolah-olah itu acara radio.
Hukuman ibuku seperti manisan
Mereka sangat beruntung.
Hanya karena kau memiliki kekuatan, pensiun aku dibatalkan!
Dia menghukumku!
Seharusnya aku tak menamaimu Tippe Swamy.
Aku seharusnya menamaimu penipu Swamy. Muka yg tak menunjukkan perasaan!
Lihatlah wajah pecundang itu menyeringai tanpa malu.
Bajingan sepertimu hanya lahir untuk melecehkan kami.
Perhatikan tawanya yang tak tahu malu!
Hei, Angelina Jolie aku!
Cukup dengan hukumanmu. Ayo masuk.
Lihat! Apa kau lihat? Ini cucuku!
Terus berteriak seperti ini setiap hari, kau akhirnya akan kehilangan suaramu.
Aku tak keberatan.
Jantungnya harus berhenti.
Dia akan mati ketika waktunya.
Kau mengeluh sakit lutut.
-Aku membawakanmu beberapa tablet. Bawa mereka. -Oke. Ayo pergi.
Terima kasih Dewa!
Perutku terasa kenyang sekarang.
Ini. Minumlah air ini.
-Tunggu. Aku akan menyalakan kipas anginnya. -kau mengingatkan aku pada kakekmu.
Kakekmu seperti ini.
Ketika aku kembali dari pertanian, dia akan mengurut kakiku. Kipasi aku.
Astaga!
Tidur. Tidurlah, nenek.
Dewa memberkati.
Mengapa kau menarik-narik mereka?
Kau perlu melepaskannya. Atau telingaku akan potong, bukan?
Hei! Kau tak tidur?
Tidur apa?
Kau berpikir aku meminum tablet yang kau berikan kepadaku?
Aku telah curiga dan membuangnya.
Hah! Nenek penipu!
Lebih buruk darimu?
Kau memberiku tablet sekali. Kau ambil kalung emasku.
Kedua kalinya kau memberi aku tablet, Kau mengambil gelangku.
Sekarang kau ingin mencuri anting aku?
Err¦
Ayahmu presiden desa selama lima belas tahun
dan reputasinya bagus di desa ini!
Kenapa kau berubah menjadi seperti ini?
Ini hanya untuk menyelamatkan reputasinya.
Bagaimana kau akan menyimpannya?
-Nenek! Nenek! -kau tak layak tinggal di rumah.
-Keluar! Gelandangan! -Nenek! Bah!
-Salam, Pak. -Salam, salam.
-Salam. -Salam.
Rekan mertuaku, Williamson.
-Salam. -Salam.
Tn. Ramaswamy! Kau akhirnya menikahkan putramu dengan orang asing.
Kau beruntung.
Aku tak beruntung. Anakku yang beruntung.
Titik untuk menakut-nakuti kejahatan. Letakkan di sini.
-Aku akan selfie. -Ya.
Wah, wah!
Salam, Pak Presiden.
Tn. Ramaswamy! kau tampaknya telah merencanakan pernikahan gala.
- Dari mana asal katering? -Dari Guntur.
-Waw! Bagaimana dengan cincin kawin? -Dari Nellore!
Astaga! Rumah tenda dari mana?
Dari desamu sendiri. Rumah Tenda Ginna.
Rumah tenda Ginna?
-Mengapa? Bukankah dia datang tepat waktu? -Pasti.
Tapi dia membawa waktu yang buruk.
Dia mendirikan tenda untuk dua pernikahan baru-baru ini.
-Keduanya dihentikan. -Hah?
-Benaekah? Bagaimana? -Ah!
RUMAH TENDA GINNA
Itu dia. Dia akan tetap datang. Tanyakan dia sendiri.
Ah!
Dia Ginna. Teman dekatku.
-Bongkar. Bongkar, cepat. -Tetap ikat.
Mengapa, paman? Apa tempatnya berubah?
Tempat tak berubah. Aku berencana untuk menggantikan kau.
-Mengapa? -Ayah!
Apa masalah yang terjadi di sini? Mengapa kau membuat keributan?
Kau memberinya kontrak pernikahanmu karena dia adalah teman masa kecilmu.
Dua pernikahan dia berikan sebelumnya keduanya dibatalkan.
-Tanya dia kenapa. -Tanyakan dia!
Kenapa bro? Apa yang terjadi?
Salah satu mempelai pria digigit ular sobat.
Itulah masalah ular itu. Bagaimana kesalahannya?
-Ah! Bagaimana dengan pengantin pria kedua? -Hmm!
Dia menginjak mentega dan jatuh.
Punggungnya patah, sobat.
Salahkan orang yang menjatuhkan mentega. Mengapa menyalahkan pria rumah tenda?
-Bukan itu. -Ayah!
Aku bekerja di NASA.
Aku tak suka omong kosong India semacam ini.
-Uh, Ginna! Lanjutkan pekerjaanmu. -Oke, sobat.
Hei, tak ada lagi diskusi.
Aku merencanakan bulan madu aku di luar angkasa.
Semua pengaturan akan dilakukan oleh Ginna.
Ayo, sayang. Mari bersenang-senang.
-Hei! -Saudara!
-Bongkar truknya! -Oke, saudara.
-Hei! -Sobat!
Jika sesuatu terjadi padanya sekarang, kita akan membuat hattrick.
-Sampai dia mengikat simpul, -Hmm.
-Kita harus mengawasinya. -Oke.
Jangan lupa. -Hmm.
Hei, Petrus. Ya, aku mendengar kau tak datang.
Jangan khawatir.
Aku akan memberimu hidup pada waktu yang baik.
Taruh nasi suci di layar.
-Sobat! -Hah?
Dia sedang menggunakan telepon saat sedang mengisi daya.
Setelah Corona, semua orang melakukan ini.
Hei! Bagaimana jika teleponnya meledak?
Hei! Apa sih yang kau lakukan?
Mengapa kau menggunakan telepon ketika di cas?
Bagaimana jika meledak?
Mengapa telepon meledak saat di cas? Kau pasti bercanda.
Yo, ponsel meledak di desa kami. Jauhkan teleponnya.
Itu penggoda.
Baru saja ketinggalan, bung.
Err¦hal seperti itu terus terjadi di sini.
-Itu biasa. Apa yang kau katakan? -Cukup umum.
Aku meletakkan titik ini untuk menangkal kejahatan. Itu sebabnya itu terjadi di sana.
Pernikahan kita akan terjadi.
Setelah Penchalaiah menikah, mari buka toko di AS dengan bantuannya.
-Hebat! -Ide yang hebat.
Tapi dimana dia?
Buka!
Ginna, mereka berfoto di sana.
-Astaga! -Hei!
Apa? Apa aku tak diizinkan untuk mengambil foto dengan istriku?
Trailer!
Oh tidak! Oh, tidak, Penchalaiah!
Astaga! Kau hampir membunuhnya!
Dia seharusnya pergi ke luar angkasa.
Sekarang kau mengirimnya ke rumah sakit.
Tuangkan. Seluruh rumah tenda harus dibakar. Tuang lagi!
Tuangkan. Mari kita bakar itu.
Hentikan! Hentikan!
Harga bensin melambung tinggi.
Mengapa kau menyia-nyiakannya di tokoku?
Berapa banyak pengantin pria yang akan kau bunuh di desa ini?
Yo! Jika kau kehilangan panen karena hujan yang berlebihan, apa kau akan membakar kantor BMKG?
Mengapa berbicara dengannya?Bakar!
-Ya, bakar itu. -Cobalah dan aku akan melihat, Pak tua!
Tunggu! Berhenti!
Apa yang sedang kau coba lakukan?
Turun! Persetan dengan mereka!
Dia mendirikan toko dengan pinjaman!
Jika kau membakarnya?
Bagaimana dia akan bertahan?
Apa yang terjadi, sobat? Mengapa pamanmu memihak kita?
Aku juga heran, gan.
Apa yang harus kita lakukan, Presiden?
Dia harus bertahan hidup dan begitu juga calon pengantin pria.
Dari hari ini,
Rumah Tenda Ginna tak akan digunakan untuk kesempatan yang menguntungkan.
Gunakan untuk pemakaman dengan bahagia.
Ini keputusan Thippe Swamy.
Kedengarannya tak masuk akal.
Ada yang meninggal sekali dalam dua bulan.
Apa yang kita lakukan sampai saat itu?
Aku akan menunjukkan kepadamu semua.
Aku akan menunjukkan pernikahan besar dalam tiga puluh hari.
Ya! Kami akan menunjukkannya kepadamu.
-Ya! Dan pernikahan itu milikmu, sobat. -Kenapa bro?
-Aku belum bisa urus diriku. -Kau orang bodoh!
Lihat? Temanmu sendiri gelisah.
Apa yang kau lihat? Ganti papannya.
RUMAH TENDA GINNA Hanya untuk pemakaman.
Bukankah papan terdengar cocok, sekarang? Bergerak.
-Ayo pergi, ayo pergi. - Ayo pergi!
-Presiden membuat perubahan yang menyenangkan. - Ayo pergi!
Itu adalah kapasitas pamanmu.
Jika aku benar-benar ingin, aku bisa mengganti papan lagi.
-Jika kau mendengarkan aku- -Apa itu?
Aku mendengar kau bersaing di pemilihan presiden kali ini.
Menarik.
Jabatan presiden adalah milikku.
Kami menjadikan kau presiden sehingga kau akan melakukan sesuatu yang baik untuk desa ini.
Sebaliknya, kau akan menelan desa ini.
Mengapa?
Kursi itu adalah milik ayahku selama lima belas tahun.
Setelah dia, itu pasti milikku.
Orang gila!
Kau tahu berapa banyak suara di desa kita?
6.000 suara.
Siapkan seribu rupee per suara, kau membutuhkan 60 lakh.
Kau punya uang?
Berpikirlah dengan baik.
Dia ingin kau memasang tenda untuk upacara kematian?
Hmm.
Upacara pertama akan menjadi miliknya. Lihat saja.
Dia akan mati dengan kematian yang mengerikan. Dia akan dibakar di atas tumpukan kayu.
-Dia mengutukku! -Upacaranya akan diadakan.
Betapa kau menikmati kutukannya!
Dia akan dihinggapi hama. Lihat saja. Jangan garuk aku. Ini akan memberiku luka.
Hei, BMC aku! Kutuk dia atau beri dia makan.
Lakukan keadilan untuk salah satu dari mereka.
Kau ingat apa yang aku katakan?
Di sana! Di sana!
Pecundang!
Ada apa, Govardhan?
Mengapa kau membawa orang ini?
Hah! Aku datang untuk menagih bungaku.
Hei, Ginna!
Kau tahu berapa banyak utangmu?
-Katakan. -35 lakh dan enam puluh ribu.
Dia ingin kau membayar dalam sebulan.
Jika tidak?
Jika dia tak melakukannya?
Dia harus menikahi adikku.
Apa apaan! Menikahi Lalitha yang kawin lari?
-Hah? -Lalitha yang kawin lari?
Ya, nenek. Hei sobat. Katakan.
Pertama, dengan toko Kirana Kittu¦
Kedua dengan toko motor Srinu¦
Ketiga dengan Siti Cable Sai¦
Keempat adalah Ramalayam Ramanachari.
Secara resmi empat, sobat. Dia tahu nomor tak resmi lebih baik. -Astaga!
-Dia mengelilingi gold india dalam perjalanan romantis, nenek. -Astaga!
Hei!
Adikku murni seperti api.
Itu sebabnya setiap pria lain menyalakan api unggun.
-Hei! Kau! -Hei! Oke! Oke!
Adikmu bukan bunga. Dia adalah api.
-Jemput dia sekarang. Temanku akan mengikat simpul. -Aku baik-baik saja.
Dia bilang dia baik-baik saja dengan itu. Pergi jemput dia.
-Uh... dia akan datang dalam beberapa hari. -Dua hari?
Kemana dia pergi?
Uh¦ Dia pergi ke rumah bibiku.
Berbohong! Dia pergi ke Pune dengan Patel.
Dia pergi ke Pune?
Pune?
-Rumah mereka ada di Pune. -Oke oke.
Ini saranku sebagai presiden.
Apa itu?
Dia bilang dia akan kembali dalam dua hari. Kita akan adakan nikahan nanti.
Hei, payung!
Pertahankan nasihatmu di atas payungmu.
Hei, pecundang!
Pastikan adikmu tinggal di rumah dulu.
Kau dapat mencoba mengirimnya ke rumah seseorang nanti.
-Hei! Ginna! -Hei,
Govardhana! Berhenti!
Mengapa kau berkelahi?
-Hei! Ulurkan tanganmu. -Mengapa, nenek?
Aku bilang berikan tanganmu.
Dia berjanji padaku.
Dia akan membayarmu dalam sebulan.
Jika tidak, dia akan menikah dengan adikmu.
-Pergilah sekarang. -Nenek!
Itulah kejujuran!
Jika ibukucberjanji, anggap adikmu sudah menikah.
Ayo sekarang.
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau ingin aku lakukan?
Saat ayahmu masih hidup, semuanya akan berjalan di depan kita dengan tangan terlipat.
Lihat kita sekarang!
Kita hidup dalam penghinaan.
Jadi, kau ingin aku menikahi adiknya?
Hei, jika kau adalah keturunan Gali,
jika kau cukup jantan, lunasi pinjamannya.
Atau anggap nenekmu sudah mati.
Nenek!
-Ibu! Gadis itu seperti laddu Tirupathi. -Hmm.
Aku sangat menyukainya.
Aku tak menyukainya.
Tak ada garam di upma. Dan tak ada gula dalam manisan.
Mari kita pergi.
Kita memiliki kesempatan untuk mengambil foto berwarna ke dalam keluarga hitam dan putih. Permisi.
Aku ingin berbicara denganmu secara pribadi.
Uh¦
Aku menyukaimu.
Tapi aku ingin kau berjanji sesuatu padaku.
Apa yang kau inginkan? Katakan saja.
Apa perlu aku mendapatkan sanksi pensiun janda untuk nenekmu?
-Tidak tidak. -Atau untuk ibumu?
Maaf. Ayahmu masih hidup, bukan?
Bagaimana dengan jabatan guru di Anganwadi?
Apa kau menginginkannya? -Uh¦
Tanyakan saja apa yang kau inginkan.
Calon suamimu adalah relawan desa.
Dia bisa memberimu apa saja. Tanya saja padaku.
Uh¦ pernikahan kita-
Pernikahan kita?
Pesan Rumah Tenda Ginna untuk pernikahan kita. Itu saja.
-Itu semuanya? -Hmm.
-Oke! -Aku tak setuju.
Jika pernikahan berlangsung di bawah tenda Ginna,
takkah keluarga kita akan menjadi tunawisma bersama dengan lima puluh lainnya?
-Bicaralah, presiden! -Kau benar, Varadarajulu.
Bagaimanapun, diputuskan rumah tendanya hanya untuk kematian.
Hei, diam.
Mengapa kita tak duduk dan membicarakannya? Masalah akan terpecahkan.
-Ayo sisi ini. -Bergerak, bergerak!
Bung, sesuai surveiku jumlah orang tua yang siap mati di desa kita adalah 42.
Karena ini adalah musim dingin,
hitung dua per minggu dan bisnis kita akan berkembang.
Lupakan itu, sobat.
Berapa harga ginjal kita?
Bukankah kita akan mendapat sepuluh hingga lima belas lakh?
Jangan mengambil keputusan drastis seperti itu, bung.
Aku tak berbicara tentang milikku. Itu tentang ginjalmu.
Ah! Tapi milikku kecil.
Hei, harganya sama untuk setiap ukuran.
Ginna, hentikan ide bodoh ini.
Cari jalan keluarnya.
Jika ingin hutangku lunas,
dewi Lakshmi sendiri akan muncul di Rangampet dengan bus hijau.
Rangampet! Turun!
Maaf, Nyonya.
Kau harus naik bus karena mobilku mogok.
Tolong jangan berpikir sebaliknya.
Hei, anak-anak! Kemarilah.
Kau saudara memiliki tiff atas Pankajam, kan?
Lakukan satu hal.
-Kau pergi ke tempatnya tiga kali seminggu. -Oke, Pak.
-Dia akan pergi tiga kali. -Kau pergi ke sana pada hari Minggu?
-Apa wanita tak berhak berlibur di hari Minggu? -Sangat penyayang!
Ah!
Apa yang terjadi?
Apa ada pemotretan yang terjadi di desa kita?
Sepertinya begitu.
Lihat! Bahkan pahlawan wanita ada di sini.
Dia terlihat luar biasa.
Ah...!
Dia memanggik aku.
Ada apa, nona?
Ini aku. Tippeswamy.
Biden adalah Presiden Amerika.
Di sini, aku presidennya.
Apa yang kau inginkan?
Narayanaswamy! Dia adalah teman dekatku.
Dia tak ada di sini sekarang. Dia ada di Amerika.
Putrinya. Renuka.
Aku biasa menggendongnya.
Dia juga tak ada di sini. Dia berangkat ke Amerika Serikat dengan ayahnya.
Apa?
Kau Renuka?
Astaga! Apa yang terjadi?
Dia pergi sebagai bayi dan kembali sudah dewasa!
-Dia bisa mendengarmu. -Dia tak bisa.
Tuhan memutuskan pendengaran dan ucapannya ketika dia masih kecil.
Pamanmu, Veeraswmy?
Dia tinggal di sudut itu.
Ayo. Mari ku tunjukkan.
Oh tidaj! Apa ini?
Tangannya terasa sangat lembut seperti kapas.
Kau bilang kau menggendongnya saat masih kecil. Ini salah, Pak.
Aku merasa ingin menggendongnya sekarang.
Tapi aku semakin tua.
Bawa kopernya.
Ayo. Mari ku tunjukkan.
Waw!
Hei, Veeraswamy!
Cobalah dan kenali dia.
Siapa ini?
Putri saudaramu. Renuka.
Dia berasal dari Amerika Serikat.
Kau Renuka?
Jyothi! Renuka ada di sini.
Putri kita.
Kau bertanya mengapa pamanmu dalam keadaan yang begitu buruk?
Setelah ayahmu pergi ke AS,
pamanmu sibuk minum dan perjudian.
Dia menggadaikan mobilnya, bungalonya dan lahan pertaniannya.
Sekarang dia memotong kayu setiap hari,
menjualnya di pasar dan memakan roti hariannya.
-Dia meminta aku untuk tak mengatakan lebih banyak. -Apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau datang sendirian?
Apa saudara belum datang?
Kenapa sayang?
Apa dia masih marah padaku?
Kenapa dia tak datang saat itu?
Apa yang dia katakan?
Dia meninggal karena kecelakaan.
Apa?
Apa Narayanaswamy tak ada lagi?
Saudaraku sudah mati?
Itu semua karena aku! Karena aku!
Dia akan senang jika dia ada di sini.
Aku membunuhnya dengan tanganku sendiri.
Aku pembunuhnya.
Mohon maafkan aku.
Veeraswamy! Putri saudaramu ada di sini.
Hipotek rumah telah dirilis.
Laporanmu diselesaikan.
Hei, hei!
Itu adalah rumah yang sangat indah.
Govardhan menggunakannya seperti rumah tamu.
Dia menghancurkan perabotan!
Kau teringat akan ayahmu?
Jangan marah.
Kau punya aku.
Aku akan menjadi ayahmu, ibumu dan segalanya.
Apa yang kau katakan?
-Bung! Bung! -Hmm, apa?
Aku mendengar Renuka kita telah kembali dari Amerika.
-Renuka? Benarkah? -Renuka!
Kau duluan! Ayo!
-Renuka! -Renuka!
Renuka! Apa kabar?
Kau tak mengenali aku?
Mereka adalah teman masa kecilmu.
Ini aku! Ginna.
Gali Nagewara Rao.
-Aku akan mematahkan rahangmu. -Maaf kawan.
Kau tunggu!
Renuka! Aku Swathi.
Kau juga tak mengenali aku? Aku Pandu.
Err¦Saat kau masih kecil, Aku membelikanmu peluit.
Apa kau ingat?
Maksudmu?
Untuk peluit 25 paisemu, kau mau dia mengingatmu selama 15 tahun?
Jangan ingatkan dia tentang semua kenangan burukmu dan mengganggunya. Pergi.
Untuk pertama kalinya aku menyadari bagaimana rasanya ketika kegembiraan dan ketakutan datang bersama-sama.
Kegembiraan karena teman masa kecilku, Renuka, telah datang.
Jika aku tak membayar kembali pinjaman Govardhan, Aku harus menikahi adiknya.
Kekhawatiran tentang janji nenekku dibuat dariku.
Konspirasi pamanku untuk menghentikan pencalonanku sebagai Presiden adalah rasa sakit tambahan.
Untuk mengatasi semua kesulitan aku,
aku tak punya pilihan selain meminta bantuan Renuka. Kau pikir dia akan membantuku?
Hei, berapa nilai 35 lakh bagi orang yang menghabiskan jutaan?
Dia akan membuangnya seperti kacang dan memintamu untuk mengambilnya.
-Kau pikir begitu? -Ya. Ayo ikut.
Aku akan memberimu satu!
Kau ingin pinjaman?
Hanya karena kau mengajar Renuka ketika dia masih kecil,
kau ingin pinjaman satu lakh sekarang!
Kau tak punya rasa malu?
Apa yang terjadi?
Ayo. Kau berada di sini pada waktu yang tepat.
Lihatlah Ginna.
Dia memiliki hutang di seluruh desa.
Dia tenggelam dalam masalah.
Tapi apa dia pernah menggunakan persahabatan dan meminta pinjaman?
Kau menyebutnya seorang pria.
Belajarlah darinya.
Bukan aku. Lihat kedepan.
Mengapa berbicara tentangku, paman?
Aku harus.
Kalau tidak, semua orang akan minta pinjaman.
Tak ada pinjaman. Enyah.
Dia bilang dia telah mengajarimu.
Jika kau mengajar mereka dengan baik, mereka akan diselesaikan sekarang.
Ads apa dengan dia? Kenapa dia mengejar kita?
Hei, Ginna.
Eh, katakan padaku, paman.
Aku memiliki pekerjaan denganmu.
Katakan padaku!
Kami tak bisa mengerti Isyarat Renu.
Meskipun dia seorang miliarder, dia tak bisa meminta apapun.
Kami jadi kesulitan.
Bisa carikan seorang penerjemah dari isyaratnya?
Um.
-Paman, ada seseorang. -Siapa?
Guru Rakesh.
Aduh! Kembali hebat.
-Pandu! -Uh?
Rumah ini terlihat seperti sarang wanita?
Mereka semua adalah pelayan.
Wanita harus selalu memimpin.
Kita harus tetap berada tepat di belakang mereka dan mengaguminya.
Kau bisa mengagumi. Tapi Ginna adalah masalah. Bergerak.
Kau mengirimnya untukku?
Tetap diberkati, sayang.
Jadi, paman Swamy! Guru Rakesh. Penerjemah.
Pria ini? -Ya.
Aku pikir aku melihatnya di sirkus!
Penerjemah.
Lupakan itu.
Dia acar Swathi. Ingat dia?
Bagaimana aku bisa lupa?
Kau masih ingat lemparan sandal aku?
Aku masih menyimpan sadalnya.
-Ah. -Sialan kau.
Omong-omong, siapa yang akan aku terjemahkan?
-Untuk keponakanku. -Untuk dia.
Betapa cantiknya!
-Hei, Guru Rakesh! Apa kabar? -Uh? Aku baik.
Dia adalah penerjemahmu.
Ini aku. Kapan aku bisa bertugas?
Hei, bajingan! Sendimu mungkin terjatuh.
Aku harap kau ingat.
Aku ingat, Ginna.
Aku akan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.
Lihat aku dan katakan itu.
Maksudku... aku berhutang padamu seumur hidup.
Kami ingin membayarmu dua puluh ribu per bulan.
Sangat kecil.
Ambil tiga puluh.
Mengapa kau membayar aku?
Untuk menerjemahkan gadis itu, aku yang harus membayarmu.
Hei! Hati-Hati!
Permisi, Ginna.
Dia cantik!
Ini bukan hanya kenangan ibuku, Renuka.
Itu milikmu juga.
Setiap kali aku melihat ini,
Aku ingat ibuku dan kau.
Aku pikir kau tak akan pernah kembali.
Tapi aku benar-benar berterima kasih karena telah mengingatku.
Ginna! Jika kau selesai berbicara, kemari.
Ayo pergi.
Kau terlihat sangat manis dengan setengah sari.
Dewa, Engkau memberiku kesempatan untuk berdiri di sampingnya.
Tolong beri aku kesempatan segera berbaring di sampingnya.
Apa ini sesuatu yang dapat kau minta dari Dewa?
Hei, Ginna!
Kau dan adikku akan menikah dalam sepuluh hari.
Mengapa kau berkeliling dengan gadis lokal di satu sisi dan NRI di sisi lain?
Jika kau ingin membawa mereka berkeliling,
saudaraku kosong.
Dia akan memuaskan mereka.
Troll aku. Aku akan menikmatinya.
Jika kau ikut campur dengan orang-orang aku,
Aku akan menghajarmu.
Dia mengatakan satu kata dan kau memukulnya.
Aku akan membawa kedua gadis itu sekarang dan menyimpannya di rumahku.
Apa yang bisa kau lakukan?
Mengapa kau tak mencoba menyentuhnya? Aku akan mengirim mereka pulang sendiri.
Kejar mereka!
Kami merencanakan kekerasan. Dia mengalami asmara.
Ginna!
Ah¦
Tidak!
Tidak!
Sentuh dia.
-Ayi. -Tidak! -Saudara!
Kau ingin membawa mereka pulang. Sentuh mereka.
Tidak, dengarkan aku.
-Saudara! -Hei, Ginna!
Jika kau tak melunasi pinjaman kau dalam sepuluh hari,
Aku akan mengajarimu. Ayo pergi!
Hore!
Sangat bagus.
Serangan yang hebat!
Hore!
Hah!
Ah!
-Yuk! -Aku haus.
Renuka! Dia tak bisa mendengar.
Renuka!
Aku ingin berbicara denganmu.
Tentang lamaran pernikahan kau.
Kau pamannya atau perantara pernikahan, tolol!
Jika saudaraku masih hidup,
dia akan menemukanmu pria yang baik dan menikahkanmu.
Tapi kau punya aku.
Aku menyaring seluruh Chittoor dan lihat berapa banyak pelamar yang aku temukan!
-Paman! -Hei!
Aku tahu lebih baik dari Renuka siapa yang baik untuknya.
Oh tidak.
-Apa yang kau lakukan? -Apa yang terjadi?
Mengapa kau membuang gambar-gambar itu?
Kau tak suka menikah?
Mengapa?
Apa yang dia katakan?
Siapa yang memintamu untuk membawaku lamaran bodoh ini?
-Hei! -Maksudku¦
Bahasa isyarat dan bahasa tubuhnya menyatu, itu yang mereka sampaikan, Pak.
Katakan padaku, sayang. Apa masalahnya?
Aku jatuh cinta dengan seseorang. Hah?
Kau sedang jatuh cinta?
Siapa lelaki itu?
Di mana dia tinggal? Di Amerika?
Hah! Ginna?
-Ginna! -Ginna?
-Ginna? -Ya.
Aku jatuh cinta pada Ginna.
Dan aku ingin menikah dengannya.
Bagaimana kau jatuh cinta padanya dari semua orang?
Cintaku pada Ginna bukanlah hal baru.
Aku jatuh cinta padanya sejak anak-anak.
Meskipun aku pergi ke Amerika, Ginna tak pernah keluar dari pikiranku.
"Lihat aku mengepang rambutku, Lihat aku mengepang rambutku"
Aku akan melepaskannya sebelum kau melihatnya. manisku yang lezat
Hei, pergilah.
Ada sesuatu yang penting ingin ku katakan. Ayo.
-Hei, pergi. - Ayo pergi.
Hei kau lagi ngapain?
Ayo ikut.
-Kemana? -Ayo!
Hei! Apa masalahmu?
Hei, kenapa buru-buru?
Mengapa kau mengunci pintunya?
Oye! Oye!
Apa itu?
Kau melewatkan sentuhannya?
Kau dalam mood?
Tempat tidurnya nyaman.
Perlu kita melakukannya?
Itu bisa menunggu.
Ayo pergi ke Renuka dulu dan ceritakan padanya tentang cinta kita. Ayo.
Apa terburu-buru?
Berapa lama kita menunggu?
Aku berkata mari kita beri tahu ibuku dan kau bertanya mengapa.
Aku menyarankan untuk memberi tahu nenekmu tapi kau bilang jangan sekarang.
Kau ingin menikah denganku atau tidak?
Atau hanya untuk bersenang-senang dan melarikan diri?
Kau seperti acar mangga.
Setelah aku mencicipinya,
toplesnya tak akan aku lepas
Baik. Tapi kata Renuka dia datang ke sini hanya untuk menikahimu.
Itu sebabnya dia datang langsung ke sini dari Amerika.
Dia baru saja memberitahu kita.
Apa yang kau pikirkan?
Ayo beri tahu dia tentang kita.
Hebat, hebat! Kabar baik!
-Berita habat! Hebat, hebat! -Ginna! Ginna!
Ginna! Apa yang terjadi?
Aku cemas, kau malah menari!
Jadi, kau juga tertarik dengan Renuka?
Hanya karena dia kaya, Kau akan meninggalkan aku?
Bah, bah, bah! Hentikan dramamu.
Apa yang kita harapkan?
Kita berharap Dewi Lakshmi turun di Rangampet dari bus.
Dia datang dalam wujud Renuka!
Dengarkan skemaku dengan sabar.
Jika berhasil, kita semua bisa berkeluarga.
Mwah!
Tapi, apa skemamu?
Salam, bu.
-Veeraswamy! Ayo ayo. -Salam, Bu.
Ayo. Duduk, duduk.
Kau sangat beruntung. Kau terlihat hebat.
Putrimu telah kembali dari Amerika dan Hari-hari bahagiamu kembali.
Nenek! Bukan hanya Tn. Veeraswamy, Hari-hari Ginna juga ada di sini.
Bagaimana itu?
Tak banyak.
Kami datang untuk melamar cucumu.
Perempuan ini?
Lalitha yang kawin lari terlihat jauh lebih baik.
Nenek! Bukan gadis ini.
-Dia berbicara tentang Renuka. -Renuka?
Baik bu.
Renuka mengatakan dia sangat mencintai Ginna.
Dia bilang dia sedang jatuh cinta.
Itu sebabnya kami ada di sini untuk membahas lamaran mereka.
Cucuku sangat beruntung.
Bagimana?
Bukan aku.
Yo! Apa masalahnya dengan dia? Dia adalah seorang miliarder.
Itu sebabnya bukan itu.
Rangampet akan ramai dengan rumor tersebut bahwa Ginna menikah karena uang.
Aku tak menyukainya.
Uh... ketika dewi kekayaan sedang berjalan ke dalam hidupmu,
mengapa kau tak menyambutnya?
Kau masih mabuk?
Aku sudah jelaskan.
Aku tak suka Renuka.
Aku mencintainya dengan hidupku.
Itu sebabnya, setelah hutangku lunas dan aku menjadi presiden,
Aku akan menikahinya.
Aku akan mengikat simpul.
-Bukan itu. -Nenek! Diam.
Paman, kau harus meyakinkan Renuka tanpa menyakiti perasaannya.
Katakan padanya Ginna punya banyak hutang tapi dia lebih menghargai diri sendiri.
Hmm.
Aku tak menyadari kau orang yang begitu hebat, bung.
Sekarang setelah kau tahu, diamlah.
Dia bilang dia mencintaimu.
Itu cukup. Aku akan menunggu berapa lama pun itu.
Bagaimana kau bisa menunggu?
Kau tahu berapa besar pinjamannya?
Kau tahu berapa biayanya untuk menjadi presiden?
Hei, katakan padanya.
Dia berutang pada Govardhan 35 lakh 60 ribu.
Harga setiap suara di 500, jumlahnya mencapai 40 lakh.
Minuman, biryani, publisitas, dan poster…
Pada saat orang kita menjadi presiden, dia membutuhkan satu crore.
Kapan dia akan mendapatkan semua uang itu?
Kapan dia akan menjadi presiden?
Kau akan menunggu sampai saat itu?
Pilihan apa lagi yang dia miliki?
Aku punya ide.
Kau punya uang.
Lunasi semua utangnya.
Juga, bantu dia menjadi presiden.
Maksudmu?
Dia berbicara tentang harga diri.
Mari kita melakukannya tanpa sepengetahuannya.
Benar.
Semua orang ada di sini.
-Salam. -Salam.
-Jadi, Veeraswamy! -Salam.
Kudengar Renuka berasal dari Amerika baru saja melamar Ginna?
Betapa jahatnya!
Mengapa kau membuat entri jahatmu di sini?
Err¦Tak apa.
Dusserah sudah dekat.
Ayahnya dulu orang pertama yang menawarkan sumbangan setiap tahun.
Itu sebabnya kami datang ke sini dulu.
Oh! Mengapa banyak sekali?
Apa ini?
Kami hanya meminta perayaan.
Bukan untuk membangun kuil.
Lima lakh untukmu. Empat puluh lima lakh untuk Ginna.
Ginna harus mendapatkan seluruh kontrak.
Empat puluh lima lakh untuk kontrak untuk perayaan Dusserah.
Kau mendapatkan kontrak untuk cahaya dan semuanya selama sembilan hari, Ginna.
Benarkah?
Tapi kau bilang rumah tendaku bagus hanya untuk pemakaman?
Sebenarnya, ibu dewi telah menyelamatkanmu.
-Nikmati! Bergerak. - Ayo pergi.
Ayo pergi.
Bro, urus pengaturannya.
Bung! Tak ada hutang sekarang!
-Senang? -Hebat!
Lihat seberapa baik skemanya berhasil?
Bagaimana dengan peranku?
Itu semua karena kau.
Kau adalah soda klasik aku.
Kau adalah soda klasik
Memabukkan hatiku kau adalah daun sirih dengan kacang
Membuang pikiranku, kau telah menelan keindahan".
Kau melontarkan pandangan yang sangat trendi Aku mendapatkanmu 'karena aku beruntung'
Ayo kita lakukan ini
Semua orang
Seperti tendangan minuman keras pedesaan adalah pandanganmu
Saat aku mulai mengikutimu aku telah kehilangan akal sehatku”.
Beri aku lip-lock dan itu akan bergoyang
Kau adalah soda klasik
Memabukkan hatiku kau adalah daun sirih dengan kacang
Membuang pikiranku, kau telah menelan keindahan".
Kau melontarkan pandangan yang sangat trendi Aku mendapatkanmu 'karena aku beruntung'
Memakai kacamata berwarna dan melipat kemeja kotak-kotak
Beri aku ciuman dan aku akan menanamnya sebagai imbalannya itu adalah jaminan”.
Gelang kaki yang terlihat lucu dan bunga-bunga di rambut itu”.
Menguap panas adalah gayamu aku harus membuka kancing bajuku
Aku telah memberimu hatiku, dan kehilangan semua rasa lapar dan tidurku
Isi daya ponsel kau dan aku akan meneleponmu tepat waktu".
Kau terlihat sangat berkelas
Kau adalah favorit massa
Bergabunglah denganku dan mari menjadi pasangan
Kau adalah soda klasik
Memabukkan hatiku kau adalah daun sirih dengan kacang
Membuang pikiranku, kau telah menelan keindahan".
Kau melontarkan pandangan yang sangat trendi Aku mendapatkanmu dan aku beruntung
Seperti tendangan minuman keras pedesaan adalah pandanganmu
Saat aku mulai mengikutimu aku telah kehilangan akal sehatku”.
Beri aku lip-lock dan itu akan bergoyang
Kau adalah soda klasik
Memabukkan hatiku kau adalah daun sirih dengan kacang
Membuang pikiranku, kau telah menelan keindahan".
Kau melontarkan pandangan yang sangat trendi Aku mendapatkanmu dan aku beruntung
-Saudara, Manik? -Hah?
Renu telah memanggilku. Dimana dia?
Di sana, Pak.
Renuka!
Apa ini?
Aku memanggilmu untuk mengungkapkan cintaku pada tunangan aku dengan ciuman.
Hei, dimana kau?
Di sini, Pak.
Nyonya telah menulis perasaannya dan memberikan kertas itu kepadaku.
Dia melakukan romansa.
Aku yang dubbing.
Mengapa kita tak melakukan ini setelah pernikahan?
Aku telah menunggu ciuman ini selama lima belas tahun, Ginna.
Bukankah ini salah sebelum pernikahan?
Banyak orang menangis atas kesempatan emas ini.
Mengapa kau berbicara tentang Benar dan salah?
Hei, ini kalimatmu atau milik gadis itu? Sialan!
Bagaimana bisa itu kalimatku, Ginna? Ini dialog nyonya.
Aku pikir cinta kita murni.
Jika kau menganggapnya cinta kotor,
lakukan apa yang kau mau.
Terima kasih.
Hampir lolos!
Tanggal 16 bulan ini adalah hari yang sangat baik untuk pertunangan, Bu.
Perbaiki waktu yang sama, pendeta.
Hei, nenek! Apa ini?
Apa terburu-buru untuk pertunangan?
Hei, jauhi ini. Semua pinjamanmu telah lunas.
Pemilihan akan berakhir dalam sebulan.
Apa masalahnya dengan bertunangan?
Kau bisa menikah setelah jadi presiden.
-Bukan itu, nek. -Ginna!
Mengapa kau ragu-ragu?
Bukankah kau bilang sangat mencintai Renuka?
Mengapa kau mau mundur, sekarang?
Lebih baik mempertimbangkan semuanya, paman.
Kau mengurus itu.
Kami akan mengurus hari keberuntungan.
Ketika dia menikah, Ginna memerintahkan semuanya.
Kita kembali ke pemotongan kayu.
Wanita bodoh!
Dia menikah hanya jika dia masih hidup.
Kau akan membunuhnya?
Hei, ubah ekspresinya.
Berbicara sambil tersenyum.
Dia nanti curiga.
Di sana!
Beberapa orang biasa pergi dengan semua hartanya
dan kau berpikir aku bodoh untuk hanya menonton?
Aku Veeraswamy.
Tapi kapan kau akan membunuh saudara, ayah?
Malam ini!
Ada orang di Punganur yang akan menggorok leher untuk seribu dolar.
Aku telah memberi mereka fotonya.
Perencanaan...perencanaan pernikahan.
Aku akan membunuh gadis bodoh ini sendiri malam ini.
Idenya luar biasa.
Tapi jika kita membunuhnya saat kita di rumah, bukankah kita akan menjadi tersangka?
Untuk menghindari itu, kita meninggalkan kota untuk mengundang orang untuk pernikahan.
Siap-siap.
Saat saudari meninggal, aku mendapatkan semua perhiasannya, benar, ayah?
Mengapa perhiasannya saja?
Kita akan menguasai seluruh propertinya.
Rangameta! Turun, turun.
Bagaimana cara mencapai bungalo Tn. Narayanaswamy?
-Siapa kau? -Kami di sini untuk pekerjaan pernikahan.
Lurus ke ujung jalan, ambil kiri dan jalan lurus.
Oke.
Bung, siapa orang-orang ini?
Mengapa mereka memegang senjata?
Mungkin para juru masak.
Hei, tak bisakah kau membedakan pisau sayur dan pisau pembunuh?
Hei, Pandu! Jaga toko.
-Aku akan kembali. -Oke.
Tetaplah disini. Aku akan memeriksa siapa mereka.
Oke, baiklah.
Hei, seseorang mengikuti kita. Waspada.
Siapa kau? Mengapa kau mengikuti kami?
Apa yang kau inginkan di bungalo?
Apa kami membutuhkan izinmu?
Kau tak bisa pergi jika tak penting.
Kalau begitu kami akan menguburmu terus pergi.
Hei, ayo pergi.
Kawan! Kawan!
Mereka melarikan diri.
Siapa mereka?
Pasti perampok.
Bulan lalu di pesta pernikahan di rumah Pakala Murali,
bukankah mereka merampok dengan menodongkan pisau?
Itu pasti mereka.
Renuka membuang uang seperti apa pun.
-Kau yakin mereka adalah perampok? -Aku yakin mereka.
Mari kita pergi.
-Saudara, selamat tinggal. -Sampai bertemu sayang.
Halo!
Ini Gangga, Pak.
Dimana kalian semua? Kita akan berangkat.
Ayo selesaikan pekerjaannya.
Bagaimana kita bisa?
Beberapa pria melihat kami dan menyerang kami.
Kami melarikan diri dengan susah payah.
Kami tak melakukan ini. Kami pergi.
Apa? Hei, hei!
Untuk pernikahan.
Koki... aku mengharapkan koki.
Aku akan tinggal di sini. Mereka akan pergi.
Apa yang terjadi?
Mereka yang datang untuk membunuhnya kembali.
Jadi, mereka tak jadi membunuh saudari malam ini?
Apa bedanya?
Ayahmu ada di sini.
Kau pergi dengan tenang.
Datanglah di pagi hari dengan memukul dadamu.
Dia akan mati dan siap. Ayo.
-Hati hati. -Sampai jumpa, saudari.
Sayang, kau pergi ke depan.
Aku akan mengurus pekerjaan itu. Para koki¦
˜Ayam jantan sedang berfoya-foya Itu menerkam setiap hari '
tak ada orang di rumah. Aku tak boleh melewatkan kesempatan itu.
Guru Rakesh!
Kau menafsirkannya selama ini.
Sekarang, waktunya telah tiba bagimu untuk menikmatinya.
Kenangan ini akan menjadi seumur hidup, memori manis untukmu.
Gunakan semprotan ini.
Gunakan kloroform ini padanya.
Hei, aku datang.
Dimana dia?
Oh, kau di kamar mandi?
Dia disini.
Wah, wah!
Oh tidak! Dia tertutup.
Waw! Lihatlah paha itu.
Ayo... serang.
Renu sayang!
Renu!
Renu?
Sayang¦
Sial. Bukankah dia keluar dari stasiun?
Renu! Ini persembahan dari Kanipakam.
Tukang kebun kita telah membawanya.
Makan.
Oh tidak.
Kau tak boleh menolak penawaran. Aku akan menyuapimu. Ayo.
Buka mulutmu.
Dia tak mau makan, dasar bodoh!
Hanya satu sendok, sayang.
Hanya sedikit. Sedikit. Makan.
Kau akan membunuhku, paman?
-Hah? -Hei!
Kau berencana untuk membunuh aku?
Bukankah kau menyuruh orang dari Punganur untuk membunuhku? Hah?
Sekarang kau mencampurkan racun pada manisan!
Kau pandai berbicara.
Kau bukan Renuka kami.
Aku Renuka!
Aku Renuka.
Aku Renuka, bung!
Hei, hei!
Kau bukan Renuka aku.
Dokter memberi tahu kami Renuka tak pernah bisa berbicara.
Siapa kau?
Siapa kau?
Hei, kau mencoba membunuhku!
Kau mencoba untuk menghentikan pernikahanku dengan Ginna.
Kau tahu hukuman aku untuk orang sepertimu?
Kematian!
Renuka, semuanya baik-baik saja?
Tak ada apa-apa. Ada terlalu banyak bajingan di sini.
Kau menghabiskan terlalu banyak uang.
Semua mata tertuju padamu.
Hati-hati.
Kau membunuhnya dan kemudian menyiapkannya seperti anak sekolah!
Mengapa kau melakukan ini, paman?
Seberapa baik aku menjagamu!
Demi harta,
kau ingin membunuh jiwa yang tak bersalah seperti aku!
Dalam hal apa kau tak bersalah?
Siapa yang akan menikahkanku sekarang?
Katakan padaku. Siapa?
Bicaralah, paman. Katakan!
Kenapa kau melakukan ini?
Mengapa?
Kenapa kau mencoba membunuhku?
Guru Rakesh!
Eh! Oh, sial, dia melihatku!
Maaf, Nyonya. Maaf.
Astaga!
Salam Anjaneya, berkati aku Anjaneya.
Yesus, dewa! Yesus, dewa!
Haleluya!
Melihat semuanya?
Aku tak akan memberi tahu siapa pun, Nyonya.
Aku akan pergi, Nyonya.
Mengapa?
Kau memiliki suara Shreya Ghoshal.
Mengapa kau membutuhkan aku, Nyonya?
Orang-orang yang tahu tentang aku-
Pertama-
Aku akan membunuh mereka.
Kedua-
aku akan membuat mereka tetap dekat.
Jadi, apa pilihanmu?
Bahkan di 'Siapa yang ingin menjadi jutawan' mereka menyediakan empat pilihan, nyonya.
-Mengapa kau memberiku hanya dua, Nyonya? -Hah?
Aku pikir yang kedua lebih baik, Nyonya.
Aku akan tinggal bersamamu.
Dalam hal ini, simpan tubuhnya.
Di mana aku harus menyimpannya, Nyonya?
- Ada kemari es di kamarmu, bukan? - Ya, Nyonya.
Simpan tubuh di dalamnya.
Apa dia Frooti atau Pulpy Orange untuk disimpan di lemari es, Nyonya?
Kau ingin memasukkannya ke dalam lemari es atau tinggal di kulkas?
Aku akan menyimpanya di sana, Nyonya.
Sangat bagus.
Apa kau lelah?
Selamat jalan, paman.
Aku sudah memasukkannya, Nyonya.
Anak baik.
Sadis ini memperlakukan semua orang seperti anak sekolah.
Hei, Raki, lari untuk hidupmu.
- Guru Rakesh! -Nyonya?
Mengapa kau membunuh pamanku?
Hah? Aku?
Hmm. Lihat.
Oh tidak! Oh!
Kenapa kau terkejut?
Seolah-olah Aku tanpa ampun membunuh pamanmu
dan menyeretnya ke lemari es.
-Bukankah itu? -Hmm.
-Jika kau mencoba untuk lari... -Hah?
-Publik akan melihat video ini. -Astaga!
Sampai kau mengatakan 'yuck' 'menjijikkan' 'ayo'
-Aku akan tinggal bersamamu, Nyonya. -Bagus.
-Nyonya. -Hmm?
Berapa lama frooty itu akan bertahan di kulkas, Nyonya?
Sampai aku menikah dengan Ginna.
Jadi, kapan kau akan melepaskan aku, Nyonya?
Sepuluh Januari.
Setelah kita berdua pergi berbulan madu.
Oh! Jadi, ini rilis Pongal!
Ketika seseorang bertanya kepadaku tentang frooti, apa yang harus aku katakan kepada mereka, Nyonya?
Mumbai!
-Ibu! Ayah pasti sudah membunuh saudari sekarang. -Hmm?
Ssst! Pelan-pelan.
Dia pasti telah membunuhnya.
Kau harus menangis secara alami.
Aku akan hidup dalam peran itu.
Kenapa kau kembali begitu cepat?
Kau sendirian. Jadi, kami kembali.
Dimana pamanmu?
-Apa dia masih tidur? -Dia telah pergi.
Hah?
Dia berangkat ke Mumbai.
Mumbai? Untuk apa?
Uang yang dia dapat dari penjualan Properti Amerika, lima puluh crores,
berada di Bank Cadangan.
Nyonya mengirimnya ke Bombay untuk mengumpulkan uang terus kembali.
Dia pergi ke sana untuk uang.
Dia tak tahu bahasa Hindi.
Kau seharusnya mengirim Guru Rakesh bersama.
Tidak! Jangan berikan Nyonya segala macam ide.
Mumbai sangat ramai.
Hari menjadi gelap ketika tak ada listrik. Aku benci Mumbai.
Nyonya, saatnya untuk nominasi Ginna.
Kau akan bersiap-siap?
Beri suara untuk Thippeswamy!
Beri suara untuk Thippeswamy!
Beri suara untuk Thippeswamy!
-Nenek! -Hmm.
Bukankah itu terlihat seperti melempar bunga di bier?
Yang kau katakan sama dengan dipikiranku.
Kau bahkan akan menyaksikan itu.
Berhenti.
Ibu! Berkati aku, bu!
Kau bahkan tak akan mendapatkan depositmu kembali, pecundang!
Pelanggaran ini sudah cukup untuk membuatku menang.
-Bergerak! Bergerak! -Orang yang tak tahu malu.
Tolong, tandatangani.
Kapan waktu penutupan?
Sekarang jam setengah empat. Kita akan menutupnya pada pukul lima.
Aha.
Ibu! Ayah!
Aku berdiri untuk pemilihan presiden untuk pertama kalinya.
Aku bersaing dengan paman.
Aku membutuhkan kedua restumu.
Mereka yang berada di sisi gerbang ini dapat mengajukan nominasi mereka.
Hei, Ginna! Kau akan mencalonkan diri?
Aduh! Sekarang bukan waktu yang tepat.
Waktu buruk.
Pergi setelah setengah jam. Kau akan aman.
Saat kau ikut campur denganku, ini adalah waktu burukmu.
Mengapa ini waktu yang buruk bagiku, bro?
Waktu kau tampak hebat.
Sudah waktunya untuk nominasi aku.
Aku akan menemuimu nanti.
Tinggal dua puluh menit lagi. Di mana Ginna?
Bagaimana dia bisa berhasil?
Pukul lima kurang sepuluh menit.
Dia tak akan datang.
Pukul lima sebentar lagi. Tutup gerbangnya.
Jai Shriram!
Pukul drumnya!
Menari!
Kau bilang kau akan melakukan sesuatu.
Jadi hanya ini yang mampu kau lakukan?
Apa yang membuatmu begitu lama?
Terlalu banyak anjing di tanah kremasi, nek.
OK silahkan. Sudah terlambat.
-Terima kasih! -Semua yang terbaik.
Hei, barang!
Beri tahu pasanganmu bahwa waktunya telah tiba untuk mengosongkan kursi.
Itu adalah warisan ayahku untukku.
Bagaimana, nenek?
Kau mencoba untuk menang di atas bahu wanita.
Bagaimana kabarmu jodohku?
Yo! Bukan dengan memanfaatkan wanita,
Ginna akan menang dengan dukungan wanita.
Aduh, dukungan!
Kau membuat Renuka melunasi semua hutangmu.
Apa dukungan semacam itu?
Kau akan menggunakan dia lagi dan memenangkan pemilihan. Benar?
Nyonya, tidak, Nyonya.
Dia adalah presiden desa.
Selain itu, kita tak memiliki lemari es lagi di rumah, Nyonya.
Tenang, Nyonya. Tenang!
Bagaimana, paman?
Kebenaran.
Mengapa kau tak bertanya kepada temanmu, Renuka?
Ada apa dengan dia?
Dia bertingkah aneh tiba-tiba.
Semua orang tahu kecuali kau.
Kenapa kau tak bertanya pada Pandu? Tanyakan dia.
-Kawan! -Hei,
Apa dia mengatakan yang sebenarnya?
-Kebenaran dalam arti... donasi... -Donasi apa?
-Tampar dia. -Komisi¦
-Komisi apa? -Pukul dia.
-Emosi¦bro. -Emosi apa?
-Emosi di kakiku! Tidak! Tidak! -Pukul dia.
Mengapa dia melakukan bagiannya secara berlebihan sekarang?
Saat kau bilang kau mencintaiku,
aku pikir kau mencintai harga diriku.
Aku pikir kau menyukai karakterku.
Oh!
Tapi aku tak pernah berpikir kau akan menyeret kehormatanku ke jalan!
Terima kasih untukmu Ginna hari ini telah menjadi bahan tertawaan di mata setiap orang bodoh.
Maksudnya aku?
Cinta tanpa kepercayaan
dan tenda tanpa tiang tidak bertahan, Renuka.
Tidak bertahan.
Jangan berlebihan.
Apa terlalu banyak?
Sangat banyak.
Maaf, Ginna.
Kenapa dia meminta maaf?
-Aku membuat kesalahan. -Hah?
Hei kau! Raki! Terjemahkan!
Kalian semua dengarkan ini.
Dia bilang dia tak akan memberikan satu rupee pun ke Ginna untuk pemilihan.
Terima kasih Dewa.
Dia bilang dia akan menang dengan kekuatannya sendiri, dukungan publik dan harga dirinya.
Nah, itu yang kau sebut kompetisi.
Hei, Ginna! Hitunganmu akan menjadi nol.
Pukul drumnya!
Letakkan karangan bunga!
-Harga diri? -Oh!
-Harga diri? -Oh tidak.
Dengan ucapanmu, kau telah merusak semuanya.
Tunggu. Bagaimana aku tahu dia akan bereaksi seperti itu?
Tunggu. Tunggu. Dengarkan aku.
Apa yang harus aku dengar?
Sekarang kita tahu Renuka tak akan menghabiskan satu sen padamu untuk menjadi presiden.
Mengapa kau harus berpura-pura?
Mari kita beri tahu Renuka tentang kita.
Jangan bersikeras memberitahunya dan membuatku stres.
Jika kita memberitahunya, apa aku akan menjadi presiden?
Kau akan menjadi orang sekarang?
Bagaimana kau mengatur satu crore?
Aku punya ide bagus.
Apa itu?
Ada loker di kamar Renuka.
Ada kodenya.
Ada crores di belakang kode itu.
Jadi?
Aku akan mencuri crore dari loker dan menjadi presiden.
Mencuri?
Tak ada jalan lain!
Jika aku tak menjadi presiden saat ini, aku tak bisa menunjukkan wajahku kepada siapa pun.
Jika aku takcmendapat suara, aku tak bisa menjadi presiden.
Begitu aku menjadi presiden, itu semua adalah uang.
Itu tak salah, sayang.
Mereka tak memilih secara gratis.
Mereka perlu di suap.
Ketika mereka memiliki pekerjaan denganku di masa depan, aku akan menerima suap tiga kali lipat yang aku bayarkan.
Kita akan mengembalikan uangnya di loker Renuka.
Kesalahan yang kau rencanakan untuk diperbaiki tak ada yang salah, sayang.
Astaga! Siapa ini?
Betapa menipu!
Apa kau berdua kekasih?
Dan kau ingin merampok Renuka satu crore?
Yang benar saja.
-Buat satu crore lima puluh lakh. -Hah?
Aku butuh lima puluh.
Aku ingin berkeluarga juga.
Kau akan mendapatkannya dariku.
Ikuti kepribadiannya dan beri aku setidaknya sepuluh, bro.
Orang ini tampaknya lebih buruk dariku.
Nyonya, aku ragu.
Apa kau Renuka atau pembunuh kontrak yang datang menggantikannya?
Hah?
Ah! Kudengar Renuka tak akan menyakiti lalat.
Tapi kau membunuh orang seperti lalat.
Siapa kau, nyonya?
Tak ada yang menginginkan jawaban karena pertanyaan ini ada di bumi.
Jadi, mereka ada di lemari es.
Ceritakan sekarang. Kau ingin jawaban?
Mengapa aku menginginkannya, Nyonya?
Aku tak membuat bio-pic kau.
Aku tak ingin apapun.
Lakukan pekerjaanmu.
Kau menggunakannya, Nyonya.
Ya, itu akan keren.
Aku ingin kau memilih simbol pemilihanku dengan tanganmu sendiri.
Lihat! Merpati, bunga, kapak, es krim, kulkas¦
Kulkas!
Nyonya sangat menyukai kulkas.
Dia memasukkan semua barang favoritnya ke dalamnya.
Siapa yang meminta saranmu? Diam.
Renuka, katakan padaku.
Kapak?
Aku pikir kau akan memilih merpati atau bunga mengikuti karaktermu.
Tapi kau memilih kapak!
-Untuk menyerang. -Hah?
Ya.
Untuk menyerang akar segala kejahatan di masyarakat.
Itulah yang Nyonya rasakan.
Hmm?
Mari kita serang. Bagimana, saudara?
Tentu. Mari kita lanjutkan.
-Renuka, Renuka! - Siapa yang mengejarmu?
Apa yang terjadi, bibi?
Sepupumu, Mysore Bujji, menelepon.
Dia akan datang besok.
Kenapa kau menatapku?
Oh, mengerti.
-Ah? -Bawa kopernya.
Aku bukan seorang pelayan. Aku teman Renuka, Pandu.
Pergi ke tempat lain memohon.
Kau menganggap aku lebih buruk daripada seorang pelayan?
Aku mengatakan kepada Renuka untuk tak menghibur gelandangan sepertimu.
-Menjauhlah! Bawa tasnya! -Oke.
Hei, bukankah kau Swathi?
Kau tumbuh sangat seksi!
Aku dulu suka acar daun coklat kemerah-merahan dari rumahmu.
Dapatkan aku sedikit. Aku akan menjilatnya.
-Aku akan memukulmu. -Hah? Angkuh!
Hei, Mysore Bajji! Apa kabar?
Aku bukan Mysore Bajji.
Aku Mysore Bujji! Apa kau mengerti?
-Sialan¦ -Hei!
Kau ingat aku?
Bagaimana aku bisa melupakanmu? Kau bukan sekedar kenangan.
Kau adalah luka.
Lukanya masih segar.
Hei, jangan di sana-sini. Kau harus berusaha keras untuk menemukannya.
Kalungmu tak akan kemana-mana. Kau akan menemukannya. Jangan menangis.
Swathi! Lihat!
-Kau mencurinya? -Aku melakukannya untukmu!
-Paman! -Hmm?
Tak ada gunanya mencarinya.
Mereka pasti telah mengambilnya.
Angkat lenganmu.
Aku tak menemukannya!
Maaf, paman. Itu tak ada di sini.
Bodoh! Pergi.
Sama denganmu.
Paman, kau menggeledah kami.
Mau menggeledah Bajji?
Hei, apa maksudmu?
Bujji... Mysore Bujji!
Mengapa aku mencuri dari rumah pamanku?
Apa aku miskin sepertimu?
Aku berasal dari keluarga Mysore Maharaja.
Oh! Keluarga Mysore Maharaja!
Hei, periksa dia.
Paman! Kau juga?
Periksa! Lepaskan pakaian aku jika kau mau.
Hei, hitam! Kena kau.
Paman! Kalungnua.
Astaga!
-Hei, Mysore Bajji! -Paman?
Aku tak bisa membuktikannya ketika kau mencuri rantai itu.
Apa yang kau rencanakan untuk dicuri sekarang? Hah?
Kau pikir dia tak punya siapa-siapa?
Dia memiliki pendamping.
-Kapan dia akan datang? -Dia akan datang.
Hei, aku pendampingnya.
Tunggu saja.
Aku akan membuatnya berkata 'keluar' padamu.
-Kau tak bisa. -Aku bisa.
-Kau tak bisa. -Aku bisa.
-Apa kepercayaan dirimu? -Dia tak bisa berbicara.
-Dimana sepupuku? -Disini.
Dia terlihat seperti gadis barang. Dia bukan Renuka.
Kau akan mendapatkannya dariku.
Kau Renuka?
Apa buktinya?
Akhirnya.
Dia menemukan pasangannya.
Apa itu?
Kau tampaknya sangat dekat. Siapa kau?
Jadi kau bodoh. Semoga cepat sembuh.
-Hmm. Penerjemah. -Baik. Ayo.
Sepupu, bagaimana kabarmu?
Jangan memanggilku seperti itu dengan suaramu yang serak.
Aku merasa ingin melompat ke dalam sumur.
Ayo. Tunjukkan kepadaku. Mana buktinya?
Hei, ini hadiahku untuk Renuka ketika kita masih anak-anak.
-Kau masih menyimpanya, Renuka! -Hah?
Maaf sayang.
Kau bukan gadis barang.
Aku adalah barangnya. Kau adalah gadis.
Kau adalah barang nyata.
Kau datang pada waktu yang tepat, Bujji.
Ginna dan Renu bertunangan besok.
Diam!
Kenapa kau tak memberitahuku Renuka?
Kau berbicara tentang pertunangan dan acara!
Gan, kenapa bujji si pengacau ini muncul sekarang?
Aku tahu. Dia tak mempercayai kita sama sekali.
Mari kita mundur.
Apa maksudmu kita akan mundur?
Kau tak mendapatkan uang dengan mudah.
Kau harus bekerja untuk itu.
Semua orang akan sibuk dengan pertunangan besok.
Kau berdua fokus untuk mendapatkan kodenya.
- Paham? -Oke.
Apa... apa...apa...apa...¦
Apa, sungguh, pasangan yang luar biasa
Wow, pasangan yang luar biasa
Apa, sungguh, pasangan yang luar biasa
Wow, pasangan yang luar biasa
Apa, sungguh, pasangan yang luar biasa
Wow, pasangan yang luar biasa
Hei, ayo, ayo, ayo kalian semua
Perayaan dan sambungan akan sangat menyenangkan
Hati gadis itu mengeluarkan suara
Hati pria itu bergema
Suara drum yang berbeda
Ini tren baru saat ini
Berjalan dan berbicara itu bagus
Tak ada tempat untuk basa-basi
Keajaiban Manchu adalah kecepatan super duper
Ini cerita yang penuh warna
Jangan nyaman dengan masa muda
Hidup adalah keajaiban masa muda
Bagaimana menurutmu, ya? Ya? Ya?
Dhinak dhin dhin tha biarkan drum dan bassoon dimainkan”.
Dhinak dhin din tha Hidup ini bergoyang dan menyenangkan
Dhinak dhin din tha biarkan drum dan bassoon dimainkan”.
Dhinak dhin dhin tha Hidup ini bergoyang dan menyenangkan
Renuka, kita harus membayar katering.
Apa... apa...apa...apa...¦
Apa, sungguh, pasangan yang luar biasa
Wow, pasangan yang luar biasa
Seorang penipu di sebelah kiri gaduh di sebelah kanan
Apa, sungguh, pasangan yang luar biasa
Wow, pasangan yang luar biasa
Pasang.
Pasang
Pasang
Pasang
(Suara)
Pasang
Pasang
Kunyit dan vermilion dicampur
Ini adalah pemandangan indah dari setiap pernikahan
Di sini, masih terasa agak aneh
Mata para pengunjung berbinar-binar
Masa muda itu penuh gaya
Tapi jantungnya berdegup kencang
Penampilan yang memberimu tendangan memiliki sesuatu yang lain untuk dikatakan”.
Ada strategi diam tapi tariannya berisik tiga kali lipat”.
Dhinak dhin dhin tha biarkan drum dan bassoon dimainkan”.
Dhinak dhin din tha Hidup ini bergoyang dan menyenangkan
Dhinak dhin dhin tha biarkan drum dan bassoon dimainkan”.
Dhinak dhin dhin tha Hidup ini bergoyang dan menyenangkan
Biarkan drum dan bassoon bermain
Biarkan drum dan bassoon bermain
Biarkan drum dan bassoon bermain
Hentikan!
Hei, Renuka!
Kau kehilangan penlihatanmu beserta suaramu?
Kau menyadari apa yang terjadi disini?
-Apa yang terjadi? - (Mengejek) Apa yang terjadi?
Rencana Ginna telah bocor.
Dia mencoba untuk mendapatkan kodenya.
Dia tertangkap!
Ayam apa? Negara, kalkun, atau peternakan?
Aku tak mengatakan ayam, kau pecinta makanan!
Kode loker!
Cucumu mencoba mencuri! Pencuri sialan!
Beraninya kau menyebut cucuku pencuri!
Kau akan terkena cacar monyet.
Kau akan berakhir menjadi pengemis di Malaysia.
Diam kau sialan, tua, burger ayam basi!
-Hei, itu nenekku. -Tunggu!
Jika tak mencuri,
mengapa mereka membawa Renuka ke ruang ganti sesekali?
-Mengapa? Untuk apa? Katakan padaku. -Sebenarnya-
Mengapa? Mengapa? Tanya!
Lihat sekarang.
Dia akan putus.
Dia tak bisa menyalahgunakan kau.
Dia menulis semua kata-kata makian di atas kertas.
Kau akan mendapatkannya.
Di sana. Baca
Ini adalah kode lokernya.
Hah?
Mulai hari ini semua uangku adalah milikmu.
Kau memiliki loker aku.
Buka kapan pun kau mau.
Gunakan sesukamu.
Kau tahu apa artinya menyerahkan kunci kepada pencuri?
Ini dia.
Kau terlihat seperti ayam yang terlalu gosong.
Enyah!
-Hei, Mysore Bajji! -Bukan Bajji, itu Bujji.
Diam.
Kau tahu apa yang tak kau miliki tapi aku punya?
Apa itu syal?
Tidak. Wajahku.
Pergi cepat!
Pada suatu waktu aku ingin melakukan sesuatu dengan dia.
Sekarang aku gemetar berpikir apa yang mungkin dia lakukan denganku.
Nyonya, mengapa kau sangat mencintai Ginna, Nyonya?
Bagaimana perasaanmu?
Celupkan aku lagi dan aku akan mati, nyonya.
Bukan?
Sama. Aku merasakan hal yang sama.
Saat aku tenggelam di masa kecilku,
Ginna menyelamatkanku.
Itu sebabnya aku menghargai Ginna lebih dari hidupku.
Kau bisa mengatakan ini kepadaku tanpa menenggelamkan aku, nyonya!
-Guru Rakesh! -Pak?
Mengapa sepupuku begitu mudah tertipu?
Ya pak. Sangat naif.
Tak peduli apa yang terjadi, sampai aku memisahkan mereka,
Aku tak akan menyentuh air.
Pak, kau pernah pergi ke Mumbai?
Orang yang lucu. Dia muncul dengan pertanyaan yang tak relevan.
Tidak Memangnya kenapa?
Entah bagaimana aku merasa kau akan pergi ke Mumbai segera, Pak.
Diam.
Seolah-olah kau seorang peramal dari kuil Rama!
Aku sudah kesal. kau mengajukan pertanyaan konyol kepadaku.
Ngomong-ngomong, tak ada lemari es di kamarku. Tidak di Renuka.
Kenapa kau punya?
Kau tamu yang begitu penting?
Tamu, kakiku!
Hanya aku yang akan tahu masalahku, Pak.
Aku tak bisa tidur di malam hari melihat kulkas itu, pak.
Mengapa, Pak Rakesh?
Uh... apa yang bisa aku katakan, Pak?
Dia mengetuk pintuku di tengah malam dan meminta es batu, Pak.
Kau mengingatkan aku pada waktu yang tepat. Bahkan aku ingin es batu.
Pak, Pak, Pak!
Jangan buka kulkasnya, Pak.
-Aku butuh es batu! -Tak ada es batu, Pak.
Tolong jangan buka kulkasnya, Pak.
Hei, aku tak bisa minum mentah, bung.
Kalau tak bisa, buang saja, Pak. Tapi jangan buka kulkasnya, Pak.
-Jangan jangan! -Apa masalahmu?
Kalahkan aku seperti yang kau inginkan.
Tapi aku tak akan membiarkan kau membuka kulkas, Pak.
Mengapa tidak, Guru Rakesh?
-Ada mayat di dalam, Pak! -Ah?
-Mayat? -Ah.
Siapa?
Seekor tikus mati di dalam, Pak.
Kulkasnya bau.
-Tikusnya? -Ah!
Bau sebelumnya dan aku pikir itu darimu.
-Apa itu dari tikusnya? -Ya!
Berengsek! Bersihkan kulkasnya.
Hei, bodoh!
Terima kasih Dewa.
Tangkapan bagus!
Kau ditahan!
Kau tertangkap! Kau tertangkap!
Hei, Renuka! Bangun!
Bodoh! Naik naik!
Lihatlah. Ayo.
Kau memberinya kode tadi pagi Dia di sini sekarang untuk mengambil crores.
Bodoh! Ini adalah karakter aslinya.
Kenapa kau menatapku?
Palingkan wajahmu. Lihat disana. Lihat!
Mengapa kau bangun dalam gerakan lambat? Ayo!
Kenapa kau berkedip seperti kucing?
Mengapa dia datang ke sini?
Kenapa dia datang dengan tas? Tanyakan dia!
Eh, Renuka, kenapa kita datang ke sini-
(mengejek) Kenapa kita datang ke sini- Mengapa kau datang?
Mengapa? Apa untuk menyanyikan lagu pengantar tidur untuknya?
Guru Rakesh! Telpon polisi.
Beri tahu mereka bahwa kita sedang dirampok.
Katakanlah ini adalah geng cheddy.
Hei, bajingan!
Berhenti melakukan. Jam berapa?
Apa hubungannya antara waktu dan kejahatanmu?
Hei, aku akan memberimu sandal!
Beri tahu aku waktunya.
-Ini jam 12. -Ini jam 12.
Terus? Terus?
Selamat ulang tahun¦
Selamat ulang tahun¦
Selamat Ulang Tahun, Renuka sayang!
Selamat ulang tahun!
Selamat ulang tahun!
Kami membawa kue untuk mengejutkanmu.
Orang bodoh ini telah menghancurkan semuanya.
Sebentar!
Bahkan pencuri paling pintar pun tertangkap oleh satu kesalahan kecil.
Tapi kau pencuri waktu kecil. Kau membuat kesalahan besar dan tertangkap.
Mengapa kau membawa tas sebesar itu untuk kue sekecil itu?
Jadi, rencanamu adalah kue jika kau tertangkap. Uang tunai jika tidak.
Bukankah itu rencanamu? Ayo. Katakan.
Mereka tertangkap. Aku mendapatkanmu!
Kau sangat penyayang!
-Guru! -Kau adalah sepupu aku.
Namun, kau tak tahu hari ulang tahunku. Pemboros! ih!
Enyah! Dia mengatakannya, Pak.
Dia mengatakan sebanyak ini dan terjemahanmu sangat besar!
Dengan bahasa tubuhnya, itu pengertiannya pak.
-Permisi. -Hah?
Beraninya kau mencurigai kami?
Mengapa kau mendorong bajji di antara teman?
Hei, pendamping!
Kau seharusnya berada di gerbang. Apa yang kau lakukan di kamar ini?
Uh¦ Baiklah¦
Jika kau mengganggu teman,
kepalamu akan berada di Talakona tapi tubuh akan berada di Mysore.
Kau mengerti?
Ya. Sangat jelas.
Tenang, Pak. Tenang, Pak. Tenang.
Aku pikir mereka akan memintaku untuk menamparmu.
Merasa buruk kau tak mendapatkan kesempatan?
Mengapa kau mengatakan itu, Pak?
Mengapa kau katakan?
Sama.
Ketika dia menikahi Renu, Ginna mendapatkan semua properti. -Hmm!
-Kenapa dia ingin mencuri? -Aku tak tahu!
Kita kehilangan logika di suatu tempat.
Aku akan mencari tahu.
-Gwlang adalah simbolmu! -Vote untuk itu!
-Gelang! -Vote untuk itu.
-Gelang! -Vote untuk itu!
-Gelang! -Vote untuk itu!
Apa kau memperhatikan, saudara?
Mereka jauh di depan kita dalam menyisir.
-Kita tak dapat menyediakan minuman keras! -Iya saudara.
- Pemuda koloniku memintaku minuman keras. -Ya, bung.
Kita bisa meminta anugerah dewa tanpa kelapa.
Tapi kita tak bisa meminta suara tanpa membayarnya.
Hei, kita tak punya uang untuk minuman keras.
Jadi, Ginna! Kau tampaknya menghadapi kekurangan besar!
Katakan padaku mengapa kau ada di sini.
Ah?
Mengapa uang ini?
Aku akan menikah pada tanggal delapan bulan depan.
Aku bertunangan lusa.
Tenda dan lampu... semuanya darimu.
-Kita akan atur, kawan. -Sebentar.
Hei! Beli kotak botol bir.
- Ini. -Kita akan atur.
Kita akan atur.
Apa lagi, sob?
Siapa gadis itu?
Acar Swathi. Temanmu.
Pernikahan itu harus megah.
Apa?
Yo, dengar.
Dia memberimu uang. Alih-alih kesal, kau dengan senang hati menerimanya.
Jadi, kau akan memasang tenda untuk pernikahanku?
Pernikahan tak akan terjadi.
Benarkah?
Janji.
Jika Ginna akan menikah, itu akan dengan Swathi.
Oh!
Ginna!
Hidupmu akan hancur.
Tak ada pernikahan. Tak ada apa-apa. Ayo menari untuk beberapa lagu.
Ayo!
Kau¦
Apa perlu aku memberi tahumu secara khusus? Enyah!
-Apa yang terjadi? -Perayaan sialan ini!
Kenapa kau menatap?
Hal-hal mengerikan sedang terjadi di luar sana dan kau menggantung hiasan di sini!
Pernikahan ini tak akan terjadi.
-Kenapa tidak? -Kenapa tidak?
Apa menurutmu Ginna jatuh cinta padamu?
Wanita naif!
Dia lebih memilih penjual acar daripadamu.
Apa yang membuatmu mengatakan itu?
Aku melihat mereka berpelukan dengan mataku sendiri.
Itu biasa di antara teman-teman.
Itu tak biasa. Itu terlihat penuh nafsu.
Sejak kau datang,
kau telah mencoba untuk memisahkan kami berdua.
Aku tak mempercayaimu.
Seolah-olah kau adalah kekasih yang ditakdirkan!
Kisah cinta yang tak berguna!
Kau menurut untuk peluit 25 paise.
Ini bukan cinta dan dia bukan kekasih!
Hmm. Kulkas dipastikan untuk orang ini.
Kau pikir aku akan mengampuni orang yang menipu sepupuku?
Aku tak akan meninggalkan dia.
Aku punya orang dari Mysore. Aku akan menyerang Ginna berkeping-keping.
Kau bahkan tak akan menemukan tubuhnya.
Aku berkata padamu.
Pernikahan ini tak akan terjadi!
Hei!
Kau ingin membunuh Ginna?
Kau ingin menghentikan pernikahan kami?
Bisakah kau berbicara? Kau bukan Renuka!
Aku Renuka.
-Kau bukan Renuka. -Aku Renuka!
Tak ada lemari es lain, jika dia mati.
Katakan padanya dia adalah Renuka. Terima! Kalau tidak, dia akan membunuhmu.
Aku Renuka!
Kau Renuka. Kau. Kau Renuka. Kau.
Aku akan membunuhmu.
Kenapa dia mencelupkanku seolah-olah ini adalah sungai suci?
Untuk menunjukkan ikannya.
Aku melihat banyak ikan.
Bisakah dia berbicara?
Dia bahkan bisa mendengar, Pak.
Nyonya menjalani perawatan di AS.
Mengapa dia melakukan pertunjukan diam ini? Apa dia sudah gila?
Untuk mengetahui apa yang orang lain rasakan tentang dia.
Waw! Ginna sudah selesai.
Aku butuh istirahat, bung.
-Berikam aku pasak. -Oke.
Apapun itu, Renuka jauh lebih baik ketika dia tak bisa berbicara.
-Imut-imut sekali. -Ya pak.
Dia terlalu liar sekarang.
Baik, dia cantik. Tapi setidaknya€¦
Mengapa botolnya tak bergerak? Kenapa macet?
Pak!
Pak!
Bukankah kau mengatakan dia pergi ke Mumbai?
Ini Mumbai, Pak.
-Apa dia membunuhnya? -Tidak pak.
Dia meninggal karena stroke jantung.
Dia khawatir pernikahan itu akan berhenti.
Jadi dia bertanya padaku untuk menyimpannya di lemari es dan aku melakukannya, Pak.
Inilah yang dilakukan orang sadis dalam seri web Korea!
Kenapa dia begitu gila tentang menikahi Ginna?
Tapi Ginna harus ikut campur dengan sadis semua orang ini!
Kenapa dia berpose seperti patung liberty?
Dia berkata 'aku sudah selesai', Pak.
Tapi dia sudah selesai, bukan?
Hei, kita harus membelikan Ginna kulkas.
-Sepupu! -Hah?
Kau terlihat seperti telah melihat hantu.
eh?
Jika kau mengatakan bahwa aku bisa berbicara, Aku akan mengirimmu ke Mumbai juga.
Aku baik-baik saja di sini. Aku baik-baik saja.
Pak, aku telah membawa chutney Mumbai. Kau ingin sedikit?
Tidak! Aku tak ingin chutney Mumbai.
Tak ada yang lain?
Aku memiliki Upma yang terbuat dari rawa Mumbai.
Kau tak punya apa-apa yang tak terhubung ke Mumbai?
-Tidak pak. -Lalu pergi. Pergilah.
Enyah!
Renuka! Kita akan kembali dari kuil.
Ambil persembahan.
-Apa yang kau inginkan? -Apa lagi yang aku inginkan, Nak?
Aku berdoa agar suamiku harus keren dimanapun dia berada.
Pastikan tak ada daya pemadaman di rumah.
Suamimu akan tetap tenang.
Keponakanku membuat lelucon lucu.
Dan kau mengerti untuk kenyamananmu.
Saudari, aku lupa menyebutkan.
Ayah menelepon tadi malam. -Hah?
-Dari Mumbai? -Ya.
Apa yang dia katakan?
Dia meminta kami untuk mengirim satu lakh untuk pengeluaran.
Tentu saja. Mumbai agak mahal.
Renu sangat sayang.
-Aku akan menyetor ini di ATM. -Lakukan.
Apa ini untuk kita, Nyonya?
Kita membutuhkan dua lemari es lagi. Beli segera.
Bukan untuk kita. Untuk mereka.
Keduanya seperti berjalan langsung ke dalam lemari es.
Sedih!
Nyonya!
Ginna mengundangmu ke pesta ulang tahunmu.
Bisa kita pergi?
Pria manis, pria manisku
Hei, seperti ini¦
Kelezatanku yang manis Manisku yang lezat
Mengharapkanmu untuk datang, priaku, aku memakai sari sutra
Bah! Aku memakai melati di rambutku
Bah, bah!
Ini adalah eskalasi romansa
Karena kau tak muncul, temanku, aku merobek sari sutraku
Dan menghancurkan melati segarku
Ini adalah eskalasi cinta
Berharap kau akan datang di siang hari temanku, aku sudah mengupas kacang mete”.
Aku telah menyimpannya di bawah toples
Takut orang lain akan melihat priaku, aku telah memberikan kacang itu kepada tupai”.
Dan aku harus memecahkan toples
Bukankah aku seorang wanita? Apa aku tak tahu romansa?
Ini adalah eskalasi romansa
Di malam hari yang kuingat hanyalah dirimu
Nak, hei, nak
Semua yang kusimpan untukmu, aku menyimpan semuanya di tempat terbuka”.
Hei, kawan... kawanku!
Berharap kau akan datang di malam hari Pak, aku bersihkan daun sirih dengan rapi
Aku letakkan buah pinang dan menunggu
Karena yang lain tertawa temanku, aku harus melipat daunnya
Aku kesal kehilangan kacangnya
Ini adalah eskalasi romansa
Bukankah aku seorang wanita? Apa aku tak tahu romansa?
Ini adalah eskalasi romansa
Hei, Gali Nageswara Rao! Lihatlah gadis ini.
Aku akan menggigit kacang metemu isi daun sirih dengan kacang
Aku akan menghancurkan kecantikan seperti ini
Semua keindahan yang dimiliki oleh sarimu
Semua keindahan yang dimiliki oleh sarimu
Aku akan mencuri semuanya
Ini adalah eskalasi romansa
Bukankah aku seorang wanita? Apa aku tak tahu romansa?
Ini adalah eskalasi romansa
Kelezatanku yang manis Manisku yang lezat
Ini adalah eskalasi romansa
Angkat, angkat! Ginna!
Dia tak akan mengangkatnya.
Coba sesukamu, Ginna tak akan menjawab teleponmu.
Kau telah bersama dengannya sejak masa kecilmu.
Kau tak dapat mempelajari karakternya?
Hei, jangan mengoceh. Enyah.
Kalian para wanita tak pernah berubah.
Kau selalu terhubung dengan pria yang menggunakan dan membuang.
-Aku akan memukul wajahmu, sialan! -Wah, wah, wah!
Aku tahu kalian berdua sedang jatuh cinta.
Aku juga tahu rencanamu berdua untuk menipu Renuka.
Tapi ada sesuatu yang kau tak sadari.
Mengapa Ginna tak mencuri uangnya meskipun memiliki kodenya?
-Mengapa? -Gadis bodoh!
Rencana yang sebenarnya adalah membuangmu dan menikahi Renuka.
-Benarkah? -Tentu saja.
Apa yang akan dia dapatkan dari menikahimu selain berbagai acar?
Siapa yang akan membuang majalah Playboy dan membaca buku tentang acar?
Aku tak akan pernah membaca.
Kawan, bung! Bangun!
-Bagaimana kau bisa tidur? Bangun! -Apa masalahmu, bung?
-Apa kita mencuri uang tadi malam? -Tidak.
Kau menenggak satu botol penuh lalu tidur.
Bagaimana kau bisa tidur seperti itu, Bung?
Hei, hanya ayam yang tahu rasa sakit saat bertelur.
Bagaimana seorang pemakan telur dadar sepertimu tahu?
Terlalu banyak minum tadi malam.
Mabuk total, bro.
Tak apa. Periksa berapa kali Swathi menelepon.
Astaga! 136 kali!
Kabar buruk. Besok adalah pertunangannya.
Kabar baik. Renuka tak ada di rumah. Dia keluar berbelanja dengan keluarga.
Loker menunggumu.
-Apa yang kita tunggu? Ayo pergi. -Ayo.
-Siapa yang ingin menjadi jutawan? -Ini kodenya.
Masukkan.
9 9 6 3 9 9
Dengan uang sebanyak itu, mengapa seorang jadi presiden, bisa jadi CM kan bung!
Tenang. Presiden cukup baik bagi kita.
Muat uangnya. Sialan, kau akan menjadi presiden.
Presiden¦ Aku adalah presiden¦
Aku presiden.
Catatan baru berbau sangat harum!
Aku presiden. Aku presiden.
-Pak Presiden! -Satu, dua, tiga, oke.
Empat lima enam tujuh delapan sembilan sepuluh.
Satu crore empat puluh lima. Satu crore empat puluh enam. Satu crore empat puluh tujuh. Satu crore empat puluh delapan¦
Simpan uangnya kembali.
Kenapa bro?
Aku bilang simpan uangnya kembali.
Apa ini, bung?
Kau membuatku mengembalikan uang itu di loker.
Ada apa denganmu?
Gadis yang bersama kita dengan senyum lebar bukan Renuka, gan!
Kalau bukan Renuka, siapa dia?
Dia Ruby D'souza. Lihat.
Apa bedanya dia Ruby D'souza atau Sunny D'souza?
Kita ambil saja uangnya.
Bagaimana aku menemukanmu? Sialan.
Uang penting bagiku.
Tapi orang-orangku lebih penting.
Meskipun aku tahu dia bukan Renuka, jika aku masih mengejar uangnya bagaimana aku?
Bodoh!
Pernikahanku dengan Swathi dan jabatan presiden tak penting sekarang.
Penting untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Renuka.
Di Sini. Ada kartu kunjungan beserta paspornya.
Dr raghu Varma.
Ada nomor Amerika dan nomor India.
'Ayahku' tertulis di belakngnya.
Jika kita menelponnya, kita akan mendapatkan kejelasan.
Halo?
Apa ini Dr Raghu Varma?
Ya. Katakan padaku.
Aku ingin berbicara denganmu tentang putrimu, Ruby, Pak.
Apa?
Bagaimana kau tahu Ruby?
Pak, Ruby tinggal di desa kami dengan nama, Renuka, Pak.
Jika kau ingin tahu tentang Ruby, Kau harus datang ke Mahabalipuram.
MAHABALIPURAM 65 KM
Siapa Ruby, Pak?
17 tahun yang lalu,
ketika aku sedang berlatih sebagai Psikiater di Santa Clara,
Aku mendapat telepon dari panti asuhan dan aku pergi ke sana.
Saat itulah aku melihat Ruby berusia delapan tahun untuk pertama kalinya.
Aku diberitahu bahwa dia sering melakukan percobaan bunuh diri.
Sekarang beritahu aku. Apa masalahmu?
Aku tak suka hidup ini.
Aku tak ingin hidup. Aku ingin mati.
Kemudian hidup seperti yang kau inginkan.
Aku memotivasi dia untuk hidup dan memulai terapi.
Untuk lebih meningkatkan dirinya, Aku membawanya pulang suatu hari.
-Sravya! -Iya ayah!
Hei, temui teman barumu. Ruby.
Oh! Hai!
Mereka menjadi teman baik dalam waktu singkat.
Aku salah dengan membawa pulang Ruby. -Ayah, itu sudah cukup.
-Aku tak menyadari betapa besar kesalahannya. - Perutku akan pecah.
AYAHKU
Dr Raghu Varma, ayahku.
Suatu hari ketika aku kembali ke rumah dari rumah sakit-
-Hi Ayah! -Hai!
Ruby, kau berdandan seperti Sravya!
Ayah, aku Sravya.
Hei, ayolah. Jangan bercanda.
Sravya!
-Sravya! -Ayah!
Mengapa kau mencari aku?
Aku di sini. Aku Sravya.
Apa kau gila?
Sravya!
Sravya!
Ayah!
Siapa gadis itu?
Polisi menangkap Ruby dan menahannya di penjara remaja.
15 tahun kemudian,
aku melihat Ruby di supermarket lagi.
Hei, dokter!
Kau tak mengenali aku?
Ini aku. Ruby.
Karenamu aku menjalani hidup terbaikku.
Terima kasih dokter.
Seperti yang kau katakan padaku, aku menjalani hidupku dengan persyaratan aku.
Dokter, ini temanku, Renuka.
Saat itulah aku melihat temanmu, Renuka.
Aku menemukan mereka berpakaian sama…
dan mulai curiga. Jadi aku mengikuti Ruby.
Hati hati sayang.
Sampai jumpa, ayah.
-Sampai jumpa! -Sampai jumpa.
-Sampai jumpa! -Uh, sampai jumpa.
Permisi.
Aku Dokter Raghu Varma.
Aku Narayana Swamy.
Sudah berapa lama kau mengenal Ruby?
Dia telah tinggal bersama kami selama dua tahun sekarang.
Dia seperti putriku sendiri.
Renuka berbagi setiap menit detail dengan dia...
tentang desa kami dan teman-temannya.
Ruby juga tahu Renuka sangat mencintai Ginna.
Dengarkan aku.
Putrimu dalam bahaya besar.
Ruby pertama bergerak mendekat kepada orang yang disukainya.
Lalu dia membunuh mereka dan mengambil alih hidup mereka.
Ruby bukanlah gadis biasa.
Dia adalah orang yang sadis.
Hai!
Lihat teman-temanku¦
Ginna, Swathi, Pandu¦
Tidak. Mereka adalah temanku.
Dari Ranggampet.
Bukan aku yang harus pergi. Tapi kau.
Apa yang kau lakukan di rumahku?
-Aku Renuka! -Ruby!
Siapa kau?
Ruby! Lepaskan dia!
-Ayah! -Tinggalkan dia sendiri. Keluar!
Keluar dari sini!
-Tidak, ayah. -Keluar sekarang.
Aku akan pergi.
Apa yang terjadi padamu?
Kenapa kau mencoba membunuhku?
-Tidak tidak! -Hei!
Hei!
Maksudmu Renuka sudah mati?
Dia adalah Renuka.
Dia cukup beruntung untuk bertahan hidup.
Ginna¦
Jangan bersemangat.
Dia kehilangan ingatannya dari peluru yang bersarang di kepalanya.
Dia akan segera pulih.
Polisi Amerika sangat mencari Ruby.
Mereka yakin dia telah melarikan diri ke Meksiko.
Dari apa yang kau ceritakan,
Ruby datang ke India hanya untuk menikah denganmu.
Dia akan pergi jauh untuk melakukan itu dan melakukan apapun.
Renuka!
Aku harus mengatakan yang sebenarnya.
Swathi!
Itulah yang terjadi, Renuka.
Swathi, apa yang kau lakukan di sini?
Orang tuamu khawatir. Ayo pergi.
Dia juga bagian dari rencana.
Kau membuat kesalahan.
Ginna¦ Renuka¦
Bulan madu... zoom, zoom, zoom!
Renuka!
Hei!
Oh! Tiket bulan madu?
Baik. Kita akan membicarakannya nanti.
Apa Swathi datang ke sini?
Dia tak pulang dari pagi dan dia tak datang ke sini.
Atau apa dia bunuh diri?
Karena sudah sampai sejauh ini, Aku ingin memberitahumu ini, Renuka.
Swathi jatuh cinta padaku.
Dan aku mencintainya juga.
Kau telah pergi sejak kecil.
Dia dan aku selalu bersama.
Dia merawat aku di saat-saat baik dan burukku.
Kami jatuh cinta.
Itu salah untuk tak memberitahumu.
Tapi situasinya seperti itu.
Kau datang ke sini ketika aku terlilit hutang.
Aku merasa tak salah menggunakan teman.
Kami ingin mengembalikan uangmu kepadamu.
Kami juga ingin meminta maaf.
Satu hal yang benar, Renuka.
Selama aku bersama Swathi, tak ada tempat untuk gadis lain.
Karena dia adalah hidupku.
Jika tak ada Swathi, Aku pasti akan menikah denganmu.
Tapi kau tak bisa menjadi Swathi.
Jangan salahkan aku.
Pernikahan kita tak akan terjadi.
Maaf.
Aku akan pergi.
Aku harus menemukan Swathi.
Siapa ini? Pembantu baru?
Bukan pak. Itu sepupumu, Renuka.
-Renuka? -Ah.
Hei, Renuka! Kenapa kau berpakaian seperti ini?
Aku bukan Renuka. Aku Swathi.
-Swathi? -Hmm!
Dengan bentuk wajahmu, kau pikir kau Swathi?
Setengah sari dan bubuk Pondsmu… Apa mereka menjadikanmu Swathi?
Beri tahu dia. Dia tampak gila.
Hei, Bujji! Aku Swathi.
Bersamaan dengan kostum, suaranya telah berubah.
-Pak, Pak, terimalah, Pak. -Aku tak akan menerimanya. Apa yang akan kau lakukan?
Diam, masuk dan ganti pakaianmu.
Kau Renuka.
Kau bukan Swathi.
Kau tak akan pernah bisa.
-Tak bisa? -Kau tak bisa.
-Tak bisa? -kau tak bisa.
-Tak bisa? -Kau tak bisa!
Hei!
Katakan padaku. Aku Swathi.
Setuju dengan dia, Pak. Kalau tidak, kau akan masuk di lemari es.
Ya ya. Kau Swathi.
-Kau Swathi. Kau pasti Swathi. -Aku akan membunuhmu.
Janji ibu. Kau Swathi.
Aku Swathi.
-Kau Swathi. -Aku Swathi.
-Kau Swathi. -Aku Swathi.
Mengapa aku mendapatkan Pushkaras setiap hari bukannya dua belas tahun?
Aku tak akan tinggal di sini. Aku akan pergi.
-Aku akan pergi. -Kau akan pergi ke Mumbai, Pak?
Mengapa aku akan pergi ke Mumbai, kakiku?
Aku akan kembali ke Mysore. Aku akan pergi ke Mysore.
Apa aku pantas menerima ini?
Dia menyebut dirinya Renuka kemarin. Hari ini dia menjadi Swathi.
Besok dia mungkin mengatakan dia adalah Samantha. Sialan, aku pergi.
-Mysore adalah tempatku. -Tunggu, Pak.
-Lihat pernikahan dulu terus pergi. -Untuk apa? Untuk makan di pemakamanku?
Tak perlu. Minggir!
Aku akan mengemas tasku terus pergi.
Satu celupan lagi dan aku akan mati.
Siapa yang akan mengambil tanggung jawab? Siapa yang bertanggung jawab atas kematianku?
Untuk semuanya-
Apa yang terjadi?
Apa yang kau temukan di sini, Pak?
Kenapa dia tersenyum seperti itu?
-Aku pikir dia meninggal sambil tersenyum, Pak. -Apa yang terjadi, bung?
Ada tumpukan mayat di dalam rumah!
Aku tak tahu dia membunuh mereka, Pak!
Dia bahkan tak menunggu lemari es.
Sepupumu seperti hukum, Pak.
Dia mengambil kursusnya.
Jika dia adalah hukum, dapatkah dia memberi hukuman mati untuk kerabatnya?
Apa ada dewa?
Katakan padaku, Ginna.
Aku memprovokasi dia seperti yang kau katakan kepadaku.
Dia berpakaian seperti Swathi dan pergi ke suatu tempat.
Jika Ruby menjadi Swathi,
dia akan membunuh Swathi.
Lindungi Swathimu.
Hei Ginna! Kau bertanya kepada orang-orangmu, untuk tak memilihku.
Oke, mencoba untuk menjadi baik?
Hei, kau telah merusak reputasi kami.
Sekarang kau harus membangunnya kembali.
Apa-apaan!
Astaga!
Hei, Pandu!
Hei, Pandu! Bangunlah!
Mengapa kau mengambil pisau?
Kita adalah teman masa kecil, Renuka.
Dia bukan Renuka. Dia adalah Ruby.
Aku bukan Ruby. Aku Swathi.
Mengapa kau berpakaian seperti aku?
Swathi!
Ginna!
Tolong selamatkan aku.
Swathi!
Swathi?
Aku berbicara denganmu!
Padaku?
Apa yang kau lakukan di sini?
Siapa gadis ini?
Aku tak tahu siapa dia.
Dia berdandan sepertiku dan mencoba untuk memisahkan kita.
Swathi, tak ada yang bisa memisahkan kita, Swathi.
Semua orang di desa tahu tentang cinta kita.
Mari kita pergi ke tempat lain lalu menikah. Ayo.
Benarkah?
Janji. Ayo.
Kita akan pergi setelah aku membunuhnya.
Hei, apa peduli kita apa dia sudah mati atau masih hidup?
Jika kau menyakitinya, polisi akan mengejar kita.
Mari kita tinggalkan tempat itu. Ayo. Ayo.
Buang sabitnya.
Er¦Buang!
Ayo. Ayo pergi.
Mari kita pergi.
Ayo.
Ayo.
Ayo.
Ayo, Swathi. Ayo!
Ayo, Swathi!
Hah?
Jika ada yang menyentuh Ginna Aku akan membunuh mereka!
Astaga!
Apa pertumpahan darah ini?
Hei, tapi bukankah kau bodoh?
Err¦
Paman! Kau sudah gila?
Renuka yang tak bisa berbicara. Bukan Swathi.
Tapi dia Renuka.
Apa kau mabuk?
Kenapa kau memanggilnya Renuka?
Kau pikir aku mabuk?
Katakan padaku. Siapa Swathi? kau atau dia?
Kau sudah buta? Aku Swathi.
Aku Swathi!
Hei, hentikan.
Diskusi bodoh di tengah malam!
Lakukan satu hal.
Kau berdua pulang dengan Aadhar dan kartu jatahmu besok.
Sebagai presidenmu, aku akan memutuskan siapa di antara kau Swathi.
Apa?
Kau ingin Aadhar dan kartu jatah?
Mengapa kau menjadi agresif?
Kartu liar!
Aku Swathi.
Aku akan membunuhmu!
Hei!
Apakah kita perlu berada di bagian tindakan ini?
Mari kita minggir.
Lepaskan, Ginna. Aku akan membunuhnya.
Hei, hei! Ayo tangkap dia.
Selama kau masih hidup, Ginna dan aku tak bisa bersama.
Aku akan membunuhmu!
Hei!
Aku akan membunuhmu!
Mwah!
Sepupu! Selamat tinggal!
Sepupu mentalku!
Ginna!
Aku mencintaimu!
Aku akan kembali!
Selamat tinggal!
Selamat tinggal.
SATU MINGGU KEMUDIAN
Hei, Ginna! Berapa lama?
Kapan Renuka datang?
Jangan takut, Pak. Dia adalah Renuka asli.
Hei, Renuka, ini aku. Ginna.
-Ini Pandu. -Uh, Pandu.
Apa kau ingat aku? Swathi? -Ceritakan padanya tentangku.
Ini adalah Bajji kita.
-Bukan Bajji. Aku Mysore Bujji. -Tunggu, tunggu... -Sesuatu!
Jangan khawatir.
Dia akan mengidentifikasi semua orang.
Tolong beri dia waktu.
Butuh sedikit waktu.
Ayo sayang. Ayo masuk. Ayo.
-Kenapa dia tak mengenali kita? - Butuh sedikit waktu.
Dia sangat tradisional, guru.
Halo!
Apa?
Benarkah?
Kapan?
Oke oke.
-Apa yang terjadi, kawan? -Ada apa? Apa itu?
Ruby telah melarikan diri dari rumah sakit.
Saat dia pergi dia menyebut nama Bujji.
Milikku?
Jangan bilang dia menyukai hidupmu?
Apa yang ada dalam hidupku untuk disukai? Aku tak suka hidupku sendiri!
-Hei, Bujji! Cepat sembunyi. -Sembunyi dimana?
Di dalam kulkas.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.