Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Setahun memasuki Perang Dunia II, Inggris dan sekutu persemakmurannya
menentang kekuasaan Jerman Nazi.
Angkatan udara Hitler meluncurkan kampanye pengeboman berat
mengincar kota-kota Inggris.
Masa ini disebut "Blitz",
istilah yang berasal dari kata Jerman "blitzkrieg"
berarti perang halilintar.
Sejumlah 1,25 juta orang di Britania Raya dievakuasi
dari kota-kota yang dibom ke area yang lebih aman.
Lebih dari separuhnya adalah anak-anak.
Benar, di sana!
Mau lewat! Aku mau lewat!
Matikan rokokmu!
- Siapa yang punya pipa? - Kita perlu tekanan lagi!
- Siapa yang punya pipa? - Semprot!
- Air! Ayo! - Semprot!
Tahan!
Ambil!
Awas. Maju! Ayo maju!
Ayo! Maju! Ambil selangnya!
Mainkan drumnya.
Dan lakukan... Dan rasakan melalui seluruh tubuhmu.
Buatlah keinginan.
Pikirkan.
- Satu keinginan? - Satu keinginan.
Anak yang baik. Tampan...
Ayah!
Ayo.
Ayolah.
Ayah!
Ayo. Kita hampir tiba.
Stasiun tutup!
Kita perlu tempat berlindung!
Kau harus tahu tempat berlindung tak disediakan!
- Buka gerbangnya! - Mundur!
Stasiun ini bukan tempat berlindung serangan udara yang diizinkan.
Tempat berlindung penuh. Kami harus pergi ke mana?
Jangan jauh-jauh.
Jika ada tempat berlindung di rumah, kalian bisa berlindung di sana.
Selembar besi bergelombang untuk ditaruh di kebun jika ada.
- Kau mengejutkan! - Mundur,
atau ada yang akan cedera!
Kawan, yang akan cedera di sini hanya kau, jika tak mengizinkan kami masuk!
- Buka paksa! - Lepaskan!
Tahan mereka!
Ada anak-anak di sini! Astaga, buka gerbangnya!
- Jauhi gerbang! - Ada anak-anak di sini!
- Buka gerbangnya! - Inspektur, ini melanggar hukum!
Mereka benar-benar terpapar!
Kuperintahkan sekali lagi. Buka gerbangnya!
Buka!
- Masuklah! - Masuk, George.
- Ayah tak apa-apa? - Ya, Sayang, aku tak apa-apa.
- Pergilah, George. - Berlindunglah, George.
Lewat sana! Di sini.
Ayo, Sayang. Mari kita ke belakang.
Mereka pengecut! Itulah kalian!
Bagaimana kau bisa biarkan mereka?
Ayo, George.
Awas.
Di sana.
Pergi ke sana.
Akan baik-baik saja, Olly.
Aku tak akan meninggalkanmu. Kau aman denganku.
Hei, tak adil untuknya, Rita. Kau harus melepaskannya.
Ya.
Tak apa, Olly.
Aku, kau, Ibu dan Kakek, kita akan ada di rumah besok pagi.
Ini, George.
Yang ini?
Kenapa Ibu tak bisa ikut denganku?
Sayang, sudah kukatakan, ini cuma petualangan untuk anak-anak.
Orang dewasa dilarang.
Tetapi akan menyenangkan.
- Kau akan mendapat teman baru. - Teman-temanku di sini.
Ya, kau akan bermain di pedesaan.
Itu akan menyenangkan.
Akan ada sapi, kuda, domba...
Tetapi semua itu bau.
Aku ingin bersama Ibu.
Ya, aku tahu.
Hanya hingga semua ini usai.
Lalu sekolah dibuka lagi dan kehidupan akan kembali normal.
Aku berjanji.
Tolong, Ibu, jangan mengutusku pergi.
Ini.
Ayahmu ingin kau memilikinya.
Bagaimana Ibu tahu?
Aku tahu karena dia orang seperti itu.
Karena kau putranya, dan ini milikmu sekarang.
Akan menjagamu tetap aman, ya?
Ya?
Pakai bajumu dan jaketmu.
Turunlah, ya?
Untuk semua orang tua yang masih punya anak di rumah,
masih ada peluang untuk mengevakuasi mereka.
Ada kemungkinan mereka akan tak nyaman
atau akan rindu pulang.
Tetapi alternatifnya bisa tak terpikirkan.
George! Cepatlah, Nak. Sarapanmu sudah siap.
Malam panjang berbagai serangan...
- Kau baik-baik saja? - Ya.
...segera setelah pukul delapan,
ketika sirene peringatan dibunyikan sekali lagi.
Serangan udara ditangkis oleh rentetan berat senjata AA
tetapi beberapa berhasil lolos...
Akan baik-baik saja.
Perwira medis terluka dan staf medis...
Serangan itu jelas merupakan serangan udara teror.
Warga London tidak boleh terintimidasi atas kekejaman Nazi.
London melanjutkan kegiatan seperti biasa saat warga menyesuaikan...
Jack? Masih ada sarapan di kompor.
Tidak usah, terima kasih, Gerald.
Harus periksa keadaan Ibu. Aku kembali bertugas beberapa jam lagi.
Sampaikan salamku kepadanya.
Sampai jumpa, Olly.
- Semoga berhasil. - Terima kasih.
Jangan nakal, ya.
Jaga dirimu, Nak.
Jangan lupa, beranilah dan lawan perundung.
Apa ucapan kita tentang mereka?
Tong kosong nyaring bunyinya?
Maaf? Aku tak dengar ucapanmu. Bicaralah dengan lantang.
Tong kosong nyaring bunyinya.
Benar. Kemarilah.
Ini untukmu. Ini untuk hal darurat.
- Ayo. - Terima kasih, Kakek.
Besi tua! Besi tua apa saja!
Besi tua! Besi tua apa saja!
Besi tua! Besi tua apa saja!
Besi tua! Besi tua apa saja!
Besi tua! Besi tua apa saja!
Besi tua! Besi tua apa saja!
- Ya? - George Hanway, sembilan tahun.
Ini untukmu.
Tetap maju di peron!
Baik-baik saja?
Aku menyayangimu.
Ingat, jangan nakal.
Jangan seka hidungmu di lengan baju. Gunakan saputangan.
Aku benci Ibu.
George!
Lewat sini! Masuk ke gerbong!
George, kembali!
- George! - Rita!
- Semua naik! - Rita, tenang. Dia akan baik-baik saja.
Aku harus berpamitan dengan layak.
- George! - Rita!
Harap mundur!
Semua naik!
George!
George, lihatlah aku, Sayang! Sayang, kenapa kau tak mau melihatku?
Sayang, kumohon! Aku menyayangimu!
Apa kau bisa buka ini...
Kumohon! Tidak, George, kumohon!
- Kumohon! Lihat aku! Sayang, kumohon! - Dia akan baik-baik saja.
Keluarga yang baik akan mengurusnya. Jangan cemas.
Lepaskan aku!
George!
Baik-baik saja?
Ya, aku tahu. Sulit sekali mengirim mereka seperti itu.
Tetapi tetaplah ceria, ya?
Ayolah, Rita. Cerialah.
Lihat segi positifnya. Kau bisa sendirian.
Kau bisa menikmati hidupmu.
Dia akan diurus. Kalau tidak mereka tak akan dievakuasi.
Akan seperti pergi ke Blackpool. Lebih baik!
Kurasa kau menghemat suaramu untuk nanti, ya?
Kurasa kau agak gelisah. Aku akan begitu.
Kau yakin mampu melakukannya?
Tentu dia mampu. Kita semua menantikannya!
Itu keputusannya.
Semua orang dan nenek mereka akan mendengarkan.
Ya, aku tahu itu, tetapi itu akan membuatnya merasa lebih baik.
Dia bukan cuma ibu. Suaranya merdu.
Tanganku.
- Coba tarik. Kau jorok. - Coba tarik tanganmu.
Baik, Ibu-Ibu, apa bisa berhenti mengobrol dan lanjutkan bekerja?
Benar, ya. Aku tahu hari ini istimewa
tetapi bukan berarti kalian boleh tak berfokus.
Para prajurit kita di luar sana mengandalkan kita.
Mengandalkan kalian!
Semoga Tuhan tolong mereka.
Aku akan memberinya kerja.
Ambil itu!
Bagus, Tilda!
Tunjukkan, Kawan.
Lihatlah dirimu!
Dia menyebalkan, bukan?
Tentu, kita bermain di sini.
Jangan taruh kaki di kursi, Anak-Anak.
Hei, ayo turun dari sana, Nak. Itu tak aman.
Maaf.
Ya?
Kendalikan amarahmu.
Kau mirip anjingku. Di mana ekormu?
Jangan ganggu dia!
- Dia menangis! - Rindu Ibu, ya?
Jangan ganggu dia!
Memang kenapa? Dia pacarmu?
Diam.
Cukup.
Jika kudengar satu kata lagi dari kalian atau siapa pun,
kalian akan duduk di gerbong penjaga sepanjang perjalanan.
Sudahlah.
Siapa anak pintar?
Baik, siapa yang mau berkelahi? Kau? Kau?
Yang mana dari kalian?
Sudah kuduga. Tong kosong nyaring bunyinya.
Kau berani. Namaku Cathy. Siapa namamu?
George.
- George, teh. - Baiklah.
Ayolah. Kau mau bermain atau tidak?
Tunggu. Lebih jauh. Mundur lebih jauh!
Ayo.
Baiklah, kau yang minta.
Tangkap!
- Aku dapat! - Aku dapat.
Enam!
Ada apa dengan kalian? Dasar ceroboh!
George, teh, sekarang.
Pulang ke Ibu, Dasar Haram Jadah Hitam.
Aku menyimpan cintaku untukmu
Baik-baik saja, George?
Kau tak apa? Ada apa, Kawan?
- Bukan apa-apa. - Sepertinya tak begitu.
Mau bernyanyi dengan kami?
Ada apa? Kau baik-baik saja?
Mau berdendang?
Aku menyimpan cintaku untukmu
Kita mulai.
- Siap? - Siap?
Seperti Jack Horner Di pojok
Tak ke mana-mana
Aku peduli apa?
Ciumanmu layak dinanti
Percayalah
- Ibu! - Ayo.
Aku tak keluar larut Tak ingin pergi
Aku pulang pukul 20.00 Hanya aku dan radioku
Tak berperilaku buruk
Aku menyimpan cintaku untukmu
Ya.
Berikutnya di BBC, inilah Victor Smythe yang akan mengenalkan acara.
Benar, Hadirin.
Kita siap menyiarkan langsung secara nasional
dalam lima, empat, tiga, dua, satu.
Itu grup musik Work's Brass di bawah dirigennya, William Laughton,
memainkan "Trumpeter Bob".
- Aku tampak rapi? - Membuka sumbangan kami...
- Kau tampak cantik. - ...untuk Works Wonders dari pabrik ini
di Tenggara negeri.
Seperti kalian tahu, kami bepergian ke mana-mana di Britania
mencari buruh pabrik yang berbakat
untuk membantu menceriakan negeri.
Hari ini kami menampilkan pekerja amunisi, Nona Rita Hanway.
Ayo, Rita! Ayo, Kawan! Tunjukkan!
Tetap tenang.
Ini untuk semua orang tua yang anaknya dievakuasi,
dan untuk putraku, George.
Kita mulai.
Membalikkan
Maaf.
Bisa ulang lagi?
Baiklah.
Membalikkan kerahku
Apa pun cuacanya
Kau akan bersamaku
Ke mana pun aku pergi Kita akan bersama
Hanya kau dan aku
Dalam dirimu yang cerah, kau selimutku
Agar tak merasa sendu
Mantel musim dinginku adalah kau
Di luar mungkin gelap dan kelabu
Namun hari yang cerah di hatiku
Cercah musim semi akan segera tiba Dalam matamu yang tersenyum merekah
Tak ada yang bisa membuatku kecewa Karena kurasakan dirimu di mana-mana
Hujan atau terang, hujan es atau salju
Kau tempat bernaung, rumahku
Kubalikkan kerahku Tanganku di saku
Kau akan bersamaku
Ke mana pun aku pergi Kita akan bersama dari laut ke laut
Dalam dirimu yang cerah, kau selimutku Agar tak sendu
Mantel musim dinginku adalah dirimu
Mantel musim dinginku adalah dirimu
Mantel musim dinginku adalah dirimu
Terima kasih.
Kami perlu tempat berlindung! Buka Metro!
Maaf.
Kami perlu tempat berlindung! Buka Metro!
Kini, Hadirin, kita kembali ke Broadcasting House.
Terima kasih.
Kami perlu tempat berlindung!
Buka Metro!
Lakukan saja. Bicaralah kepadanya.
Hei, aku Tommy. Siapa namamu?
George.
Georgie Porgie, puding dan pai. Cium gadis dan membuatnya menangis.
Tommy Tucker kecil menyanyi untuk makan malam.
Kita beri apa kepadanya? Roti dan mentega.
Baiklah.
Ini adik-adikku, Archie dan Ian.
Kau mau lihat kumbangku?
Kau mau memegangnya?
Namanya Gerry.
Saat kami tiba di Somerset, kami akan dipisahkan.
Itu tak akan terjadi.
Dalam keluargaku, satu untuk semua, semua untuk satu.
Jadi kami kabur, bersembunyi di hutan, dan lompat ke kereta ini.
Tommy, aku lapar.
Jangan merengek lagi.
Aku punya roti lapis.
Kita bisa berbagi.
Selai stroberi! Kesukaanku.
Bagaimana kau kabur?
Aku lompat keluar kereta.
Ya ampun!
Ibuku mengirimku pergi.
Di stasiun, aku agak jahat kepadanya.
Dia ibumu. Dia akan memaafkanmu. Mereka selalu begitu.
Aku cuma mau pulang.
Kau tahu apa yang terjadi jika kita tertangkap, George?
Kau diantar ke stasiun terdekat dan ditaruh di kereta berikutnya.
Lalu mulutmu disumpal dan kau diikat di kursi,
dan di lehermu digantung papan yang tertulis "Pelarian Berbahaya"
agar kau tak bisa kabur lagi.
Bagaimana jika mau ke toilet?
Mungkin kau akan diberi tisu.
Ayo bermain adu tantang.
Baiklah.
Kutantang kau memanjat atap kereta.
Mudah.
Lakukanlah.
Ayolah. Bantu aku.
Tak apa.
Biar kubantu.
Panjat kotak itu!
Ya!
London, kami datang!
London! Bangun!
Kita berhenti tetapi tidak di stasiun.
- Kosong! - Juga kosong!
Jangan. Lewat sini. Ayo, cepat.
Kosong!
Sekarang!
- Kemari kau. - Lepaskan!
- Lepaskan aku, Begundal. - Lepaskan abangku!
- Lari! - Lari, George!
- Tommy! - Lepaskan aku!
Bill! Kemari!
Lebih cepat!
- Ayo, Tommy! - Bill!
Bos!
Ayo, George!
Kembali ke sini!
- Ayo tangkap kami! - Lari!
- Berhenti! Kembali! - Ayo tangkap kami!
Berhenti di sana!
Ayo, George!
Keluar dari rel!
Kenapa berhenti? Kau bisa.
Tommy!
- Tommy! - Kembali ke sini!
- Tommy! - Tommy!
Kenapa kau biarkan itu?
- Ini kacau dan tak bisa diterima. - Memalukan.
Tak bisa kendalikan stafmu? Kita berperang!
Maaf. Seharusnya ini tak terjadi.
- Yang bertanggung jawab akan dihukum. - Semoga, dan kau akan mujur
jika kami ke pabrik malang itu lagi.
Kau.
Hei, Kau! Ambil barangmu dan ikut aku.
Kalian semua.
Ayo. Mari pergi.
Lanjutkan bekerja.
Agnes dan para gadis hanya berkata jujur.
Lihat akibatnya. Kau diusir.
Seharusnya mereka tutup mulut dan menjaga pekerjaan.
- Ya ampun, Doris. - Ada yang harus bicara, bukan?
- Itu indah, Rita. - Sungguh?
Awalnya agak gemetar.
Tidak, menurutku suaramu merdu.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Baik, kau siap?
Ayo!
Ayo! Ya!
Ayo!
Ayo. Ya, Pak! Ayolah!
Ibuku memberinya kepadaku...
dan kini
aku memberinya untukmu.
Akan menjagamu agar tetap aman.
Sendirian
Tak ada yang diajak berjalan
Tetapi aku senang tak diperhatikan
Tak berperilaku buruk
Aku menyimpan cintaku untukmu
Hei, awas.
- Ayo. - Apa katamu?
Kataku, "Awas." Kau sengaja.
Ayolah. Jangan dipedulikan.
Kau pria macam apa, yang perlu wanita untuk membelanya?
Kenapa kau bersama kera itu?
Hei. Jaga mulutmu.
Marcus!
Jangan ikut campur.
- Lepaskan! - Kemarilah.
Lepaskan aku!
Hajar dia habis-habisan.
Marcus!
- Hei! Ada apa? - Lepaskan dia!
- Itu polisi. - Lepaskan!
Pak! Dia orang liar!
- Dia mau menyerangku, Pak! - Tidak! Dia berbohong. Mereka yang mulai!
Dia menyerang kami secara buas.
- Baik. Kau ikut kami. - Ya, benar.
Dia harus dikurung. Jenis itu selalu ancaman.
Mereka yang memukul pertama kali. Aku membela diri.
Kau akan harus lebih membela diri bila ikut ke kantor polisi.
- Dia tak lakukan apa-apa! Marcus! - Astaga! Rita!
- Mundur! - Rita!
Kataku, "Jangan bergerak".
Tetap di sana.
Marcus.
Tiketnya.
Kau punya tiket, Anak Muda?
Halte berikut, Piccadilly Circus!
Apa aku di bus yang benar ke Stepney?
Ya dan tidak.
Kau harus turun di halte berikut,
menyeberang jalan,
naik nomor 14, kembali tiga halte dari tempatmu tadi.
Lalu kau keluar dari bus itu, belok kanan, belok kiri,
menyeberang jalan,
kau akan melihat halte bus nomor 64 menuju Liverpool Street.
Tetapi kau harus naik bus tujuan Whitechapel.
Lalu dari sana lima halte.
Pergilah, Nak. Dilarang berkeliaran.
Ayo. Pergi.
ARKADE KERAJAAN
BELI GULA ASAL KERAJAAN
TIGA PER LIMA PASOKAN DUNIA BERASAL DARI SUMBER KERAJAAN
KAKAO
PISANG
KERAJAAN MENGEKSPOR 12.000.000 TANDAN SETAHUN
Siapa namamu?
Ikut aku.
Ya ampun. Jangan bergerak.
Geli.
Baik, sudah selesai.
Kau tak menggambarnya cukup tinggi.
Memang kenapa? Tak ada yang akan melihat di atas sana.
Nah, pasti aku berharap lebih tinggi untuk malam ini daripada kau.
Dave bagaimana?
Memang Dave kenapa? Dia di luar negeri.
Yang tak dia ketahui, tak akan menyakitinya.
Benar. Kau lihat ke mana jariku?
Aku ingin kau tandai hingga ke atas sana.
Ada pemandangan sangat indah di bawah sana, Doris.
Ya, itu indah.
Ya ampun. Jangan bergerak.
Apa kau tahu, sentuhanmu sangat lembut, Doris.
Aku sudah tahu. Terima kasih.
Dia sangat lembut.
Senang?
Itu lebih baik.
Nah, bukankah kau tampak cantik bila kau biarkan kami mendandanimu?
Aku sedang tidak ingin.
Itu mudah diobati dengan satu atau dua gelas miras.
Kuberi lipstik terakhirku, jadi, jangan biarkan aku menyesalinya.
Ayo. Mari ke sana sebelum semua yang tampan pergi.
Yang tersisa.
Halo, Pelaut.
Dia boleh juga.
Pikiranmu cuma berfokus pada satu hal.
Dia punya teman, lihat. Kau ikut?
Tidak mau.
Hei.
Ayo, Jackie.
- Yang sama lagi? - Tak usah. Aku akan pergi.
Mungkin akan membantu Mickey Davies di tempat berlindung.
Apa? Mickey Kecil?
Kau tahu kata orang. Tinggi badan bisa menguntungkan.
Kau cuma bisa pikirkan satu hal. Bisa diam sebentar?
Maaf.
Dia tak bisa menahan diri.
Mau kuambilkan apa?
Yang sama lagi.
Siapa namamu?
Tilda dengan T.
Kau minum apa, Tilda dengan T?
Kami punya pekerjaan.
Kami bisa beli minum sendiri, terima kasih.
Ayolah.
Kami pria baik-baik tradisional, sopan santun kami masih tinggi.
Biar kutraktir kau dan teman-temanmu.
Baiklah, jika kau bersikeras.
Hei, ini dia.
Lihat yang kutemukan.
- Selamat malam. - Halo.
- Bersulang. Terima kasih. - Itu tak apa.
- Bersulang. - Bersulang.
Tampaknya kau melewatkan peluangmu lagi, Jackie.
Ya, tetapi dia barang rusak, bukan?
Dia perlu mengurus kera kecil itu.
Baik, ayo berkelahi, Campbell.
- Sampai nanti. - Kau apa?
Ayo berkelahi di luar.
Duduk, Jack.
Dia terlalu banyak minum. Dia mabuk.
Ya, hanya bercanda. Jangan bersikap berlebihan.
Jadi, jangan sampai aku menantangmu.
Baiklah.
Duduk, bersikaplah sopan. Ucapanmu konyol.
Siapa namamu?
Aku bertanya dahulu. Di arkade.
Siapa namamu?
- George. - George.
Senang berkenalan, George. Namaku Ife.
Ife?
Ya. Ife bahasa Nigeria untuk "cinta".
George.
Kau tinggal di mana?
Stepney. Clifford Lane.
Jadi, kenapa kau ada di sini?
Aku lompat dari kereta karena ingin pulang.
Aku tersesat.
Tolong jangan kembalikan aku.
Habiskan tehmu.
Lalu kau bisa ikut aku saat berpatroli.
Setelah itu, kau kuantar pulang ke Clifford Lane.
Bagaimana?
- Ife? - Ya, George.
Kau berasal dari mana?
Kaumku adalah Yoruba.
Tetapi aku tumbuh besar di Pesisir Emas.
Apa kau tahu di mana itu?
Itu di Afrika.
Dari sanalah asal singa.
Ada singa di beberapa tempat.
Bukan dari tempat asalku.
Buaya bagaimana?
Ada buaya, ya.
Tetapi yang harus kauwaspadai di kota
adalah bus, motor, dan mobil.
Mereka berkendara seperti orang gila.
Apa kau Kulit Hitam?
Tentu.
Aku bukan Kulit Hitam.
Tidak begitu?
Tidak.
Ayahku, ya. Dia lahir di tempat yang bernama Grenada.
Namanya Marcus, tetapi aku tak pernah bertemu dengannya.
Ibuku berkata dia direnggut dari kami sebelum aku lahir.
Kenapa?
Aku tak tahu.
Kata kakekku, dia dideportasi.
Kukatakan kepada ibuku, aku membencinya.
Kenapa kau katakan itu?
Karena dia menyuruhku pergi.
Dia melakukan itu agar kau tetap aman.
Aku tahu.
Dia sangat terguncang tetapi kembali bekerja esok harinya.
Aku cuma ingin katakan, untuk mereka yang kehilangan barang milik,
jadi tunawisma karena pengeboman, harus ada aturan yang diterapkan
karena situasi jorok dan tak bersih yang kutemukan saat datang.
Gunakanlah ember yang kini telah disediakan.
Akan ada ember yang diedarkan
untuk pengumpulan dana demi membangun gedung ini.
- Maaf. - Kami ingin beri kesejahteraan
dan perawatan setara bagi kalian,
siapa pun kalian atau dari mana pun asal kalian.
Seperti sebagian besar dari kalian, aku tumbuh di East End sebagai Yahudi,
dan di komunitasku, kami saling membantu.
Kami bergabung dengan pria dan wanita kelas buruh untuk memerangi fasis.
Kini aku ingin menjelaskan.
Ada yang menyebutku sosialis...
...komunis...
...ancaman masyarakat.
Tetapi idealku lebih terkait dekat dengan Kekristenan
dibanding komunisme.
"Perlakukan orang lain seperti yang kauingin orang memperlakukanmu."
Mungkin Yesus sayap kiri.
Semoga Tuhan memberkati kita
dan para prajurit kita yang pemberani yang berjuang demi kemerdekaan kita.
Terima kasih atas dukungan kalian.
Jangan keliru dengan embernya.
Mickey! Mickey!
Ayo, Mickey!
Sebentar.
Pastikan dia meminumnya. Kondisinya buruk.
Ya, Mickey.
Apa yang bisa kubantu?
Aku Rita Hanway. Aku ingin membantu.
- Kau yakin datang ke tempat benar? - Aku bisa rapikan ranjang, mengepel.
Aku tak keberatan lakukan apa pun.
Bagaimana keahlian P3K-mu?
Kulakukan pelatihan tiga bulan yang lalu.
Kau baik-baik saja?
Aku mengevakuasi putraku pagi ini. Aku sangat merindukannya.
Halo, Betty.
Aku punya teman baru yang ingin kukenalkan kepadamu.
Namanya Rita. Dia akan mengganti perbanmu.
Kenapa lenganmu, Betty?
Entahlah.
Aku ingin ibuku.
Kau mau dipeluk?
Ya? Kemarilah.
Tak apa.
Halo?
Halo...
Selamat malam, Pak.
Ini pemadaman. Matikan lampu.
Siapa yang ketuk pintu, Stan?
Bukan siapa pun.
Haleluya
Haleluya
Haleluya
Haleluya
Bernyanyilah denganku.
Haleluya
Haleluya
Haleluya
Haleluya
Ayo, George.
Aku pergi ke halte berikutnya!
Pengawas ARP, mau lewat! Beri jalan agar mereka bisa lewat!
Ayo, George! Jangan jauh-jauh!
- Jangan dorong! - ARP mau lewat.
- Ife! - Biar anak itu lewat.
Menyingkirlah untuknya.
Malam.
Aku mau pipis.
Lewat sini.
Di balik tirai itu.
Maaf. Sedang apa kau?
Hei. Jika tak menyingkir, akan ada masalah.
Ini untuk orang Inggris. Menyingkir.
- Tetapi, Nyonya, kami... - Jangan memarahi istriku.
Memang kau pikir kau siapa? Menyingkir.
Pak, dia bukan memarahi.
Aku jelas tak bicara kepada kalian.
Jadi sebaiknya kau tutup mulut dan duduk atau kuhajar kau.
Ada masalah apa di sini?
Tuan ini menaruh seprai untuk menutupi kami.
Untuk menaruh kami di penjara di dalam penjara.
Aku tak tertarik melihatnya, tetapi aku tak mau ditutupi.
Hei, apa yang kau...
Pak.
Tak ada segregasi di sini.
Kita semua warga setara negeri ini, suka atau tidak.
Inilah yang dilakukan Hitler.
Memisahkan orang dari orang dan ras dari ras.
Kita sedang berperang,
berkumpul bersama, diminta bertindak sebaik mungkin.
Dan aku ingin berpikir...
Aku ingin berpikir kita ambil peluang ini
dan memandang sesama manusia dengan setara
dan kita memperlakukan satu sama lain dengan kasih sayang...
dan hormat.
Kusarankan mereka yang tak setuju untuk bernaung di tempat lain.
George. Ayo.
George. Tidurlah.
Aku masih bertugas. Aku harus selesaikan patroliku.
Aku akan kembali besok pagi.
Ife?
Ya, George.
Aku Kulit Hitam.
Aku akan kembali beberapa jam lagi.
Akan kuajari lagu lain saat mengantarmu pulang.
Matikan lampu!
Matikan lampu!
Kau ingat apa itu?
Itu G. Itu akor G.
Lalu kau turun.
Itu F.
Begitu. Mainkan itu.
Lagu apa yang kalian mainkan pada hari lalu?
Asyik, bukan? Ibu asyik!
Ya, benar. Dia sangat asyik.
Ibu, Ibu Seperti buah plum!
Apa?
Aku mirip plum?
- Benar. - Itu jahat.
Aku suka plum.
George Dia sangat rupawan
Semua aman!
Semua aman!
Pergilah ke atas dengan selamat, Semuanya!
Maaf, Pak. Kau lihat Ife?
Ife.
Ya. Ya. Tunggu di sini, Nak.
Kemarilah.
- Cepat, di sana. Sembunyi. - Cepat. Ayo.
Ini, Bill. Anak itu menanyakan Ife.
Kau tak dengar? Dia tewas semalam.
Apa?
Dia coba mengeluarkan manula dari rumahnya. Dia tak mau pergi.
Tak berpikir dua kali.
Ya ampun.
Baiklah. Kita harus mengurus anak itu.
Ayo, aku mulai dari sini.
Dia pergi ke mana?
- Awas! - Lihat arahmu!
Dia kulempari.
Ayo keluar! Kalian akan kupukul!
Ibumu akan mendengar hal ini! Aku tahu rumahmu!
Pergilah!
Rita!
Rita, kau baik-baik saja?
Hampir saja.
Baik. Ayo bersihkan ini.
Memanggil Rita Hanway.
Memanggil Rita Hanway.
Apa kau bisa datang ke kantor?
Duduklah, Rita.
Ada soal apa?
Ny. Hanway, aku Timothy Ashdown dan ini rekan kerjaku Brenda Watson.
Kami berasal dari Departemen Petugas Pendidikan.
Maaf, kami mengetahui bahwa putramu,
George Hanway, tidak sampai ke tujuannya.
Kami tahu sekitar satu jam dalam perjalanan, dia kabur.
Anak yang berteman dengannya berkata dia lompat dari kereta.
Dia lompat?
Dia berdiri dan melambai kepada temannya.
- Dia tak tampak cedera. - Dia dalam pengasuhan kalian.
- Keselamatannya tanggung jawab kalian. - Ini pasti mengejutkan, Rita,
- tetapi kendalikan dirimu... - Tidak. Di mana dia? Di mana putraku?
Kenapa tak bisa katakan di mana dia?
Semua pihak berwenang diberi tahu, termasuk polisi.
Seharusnya kalian mengurusnya.
Semua protokol diikuti
- sesuai hukum. - Semua protokol?
Di mana putraku? Kuserahkan dia kepada kalian kemarin pagi.
Ini perincian kami, Ny. Hanway.
Jika dia pulang, beri tahu kami.
Rita!
Aku tahu kau marah, itu bisa dipahami...
- Sungguh. - ...tetapi kau sedang bekerja.
Aku akan kembali saat menemukan putraku.
Mungkin pekerjaanmu tak akan ada lagi!
Sumpal pekerjaanmu di bokongmu, aku tak peduli!
Baik. Astaga. Rita!
- Hei! - Rita!
- Kembali ke sini! - Rita, ada apa?
- Rita, ada apa? - Rita!
- Rita! - Menyingkir.
Kembali bekerja!
Kami masih bertahan. Masih ada gula,
tetapi entah apa yang akan terjadi dengan jatah ini.
Hei!
Seharusnya mereka disingkirkan. Dasar begundal.
Perlu jadi begundal untuk kenali begundal.
Beraninya kau.
- Pergilah. - Kasar.
Hei!
Apa, kau lapar?
Ya! Pelan-Pelan.
Kapan kau terakhir makan?
Ayolah.
Ayo kita minum susu dan makan roti lapis, lalu kau bisa pergi.
Aku Jess.
Kau?
Siapa namamu?
Tak beri nama, tak dapat roti lapis. Terserah kau.
George.
Senang berkenalan, George.
Boleh minta roti lapis sosis?
Kenapa tidak?
"Buah akan segera matang Kita akan ambil peluang
Kekuatan segera tiba Kita akan berjuang sekuatnya
Akan segera tiba"
"Segera tiba"
Ini dia. Dia tampak cukup kecil.
Bagus, Jess. Siapa namanya?
George.
Kemarilah. Biar kau kulihat.
Dari mana kau?
Albert bertanya, George.
Stepney. Clifford Lane.
Tempat kumuh.
Baiklah.
Ayo bekerja.
Kau catat, Harve?
Evening Standard. Standard.
- Pergilah. - Terima kasih, Albert.
Ada lubang di belakang sana.
Kau harus membuat dirimu sekecil mungkin dan merangkak ke sana.
Ya? Ambil sebanyak mungkin.
Paham?
Hei.
Jika kau coba itu lagi, aku akan memukulimu
hingga hitam dan biru.
Setelah itu, jika kau masih bernapas, kami akan melemparmu ke sungai
dan kau tak akan ditemukan, hidup atau mati.
Ambil ini. Masuklah.
Evening Standard! Dapatkan Evening Standard!
Kita kurang uang, bukan?
Anak bodoh.
Tentu tidak. Apa, dengan melihatnya?
Aku akan membukanya bagaimanapun.
Bisa lakukan nanti?
Ada orang?
Hei, kau akan meruntuhkan seluruh tempat ini.
Itu akan perlu distem.
Jim.
Lihatlah ini.
Begundal jalanan bisa ke sini mengambil semuanya.
Ayo bantu.
Itu sudah cukup.
Biarkan polisi mengurusnya. Ayo pergi dari sini.
Ya ampun.
Jim.
Ada orang di sini.
- Aku tak suka ini. Ayo pergi! - Tunggu!
Ya, benar. Ayo pergi.
- Kenapa dia lompat? - Entahlah, Ayah. Tak ada yang tahu.
- Kau mau ke mana? - Aku akan mencari George.
Aku tak bisa diam saja di sini.
- Aku ikut. - Tidak.
Bagaimana jika dia pulang dan tak ada orang di sini?
Tetap di sana.
- Ada Jack di sini? - Dia ada di sana.
Ya ampun.
Ya, hasil kerjamu bagus, George.
Apa kini kau bisa mengantarku pulang?
Ya, semua ada waktunya.
Tidak, sekarang!
Apa, itu sakit?
Apa itu sakit? Begitu? Seperti itu?
Itu sakit?
- Albert - Itu sakit?
- Benar? Itu sakit? - Albert
Albert
Albert
Maaf.
- Kau di sini? - Ya.
Ya, kau layak diberi hadiah, ya?
Bagaimana dengan kue?
Apa kau mau sedikit kue? Ya?
Beri dia kue. Ya?
Tetap awasi dia. Dia sulit diurus.
Ya?
Ayolah.
- Secangkir teh, ya? - Ya.
Kau mulai kambuh, ya?
Maaf?
Putranya usia sembilan tahun, namanya George Hanway,
dievakuasi dari stasiun ini kemarin pagi.
Dia naik kereta pukul 10.45, tetapi lompat sejam setelah kereta pergi.
Dia tak pulang. Ya, apa kau melihatnya?
Dia hilang.
Ini tempat barang hilang. Bukan anak hilang.
Kami cuma ingin tahu apa kau dengar atau lihat sesuatu.
Aku tak tahu.
Selamat malam.
Maaf, putraku hilang. George Hanway.
Lihat di daftar.
Hei, itu saja sampai nanti!
Kemarilah.
- Terima kasih. - Tak apa.
Hentikan!
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Baik. Kabarnya sudah disebar.
Orang tahu tentang George, tetapi belum ada yang melihatnya, jadi...
- Aku tak bisa melindunginya. - Dia cerdik, Rita.
Dia tahu cara mengurus dirinya, bukan?
Katanya dia membenciku.
Kurasa aku akan berkata sama jika jadi dirinya.
Maksudku, aku akan ingin tinggal denganmu.
Maksudku, kau ibunya.
- Lewat sini. - Tidak, lewat sini. Ayo ke tempat Mickey.
Halo, Sayang.
Trompet! Berdirilah.
Maafkan ucapanku.
Pesanan bertumpuk!
- Lanjutkan! - Ayo!
Ya, Chef!
Ayo.
Cincin ini indah, Sayang.
Mungkin delapan atau sembilan atau semacam itu.
- Tunjukkanlah. - Kataku itu tujuh karat,
bukan delapan atau sembilan.
- Maaf, apa bisa singkirkan ini? - Selamat.
Terima kasih banyak.
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Sedang apa kau? - Tak bisa lepas.
Berikanlah.
Hei.
Berhenti melongo.
Jika mau pulang, ayo bekerja.
Kecuali kau mau orang berseragam mengembalikanmu ke kereta itu.
Karena itulah yang mereka lakukan.
Ayo, mulailah bekerja.
Tolong aku.
Tenang, mereka sudah mati.
Paru-paru mereka meledak karena ledakan.
Kini mulailah bekerja.
Lepaskan anting itu dari baju merah muda.
Beryl,
- kau mau bergabung? - Terima kasih.
- Pelayan! Minta sampanye. - Ya, Pak. Segera, Pak.
Ini pacar barumu, Albert?
Ini, teman wanitaku yang baik, Edwina.
Cantik. Dia menyenangkan, tetapi agak kaku.
- Boleh kuisi gelasmu, Pak? - Kemarilah.
- Bersulang. - Bersulang.
Untukmu dan semua yang akan berlayar padamu.
- Ini enak. - Sedikit lagi.
Benar, kita pantas mendapat ini.
Kau tampak cantik hari ini.
Terima kasih.
Indah sekali.
Bantu kami. Ayo.
Ayo!
Keluar!
- Cepat! Ayo! - Keluar, Semuanya!
Ayo!
Tunjukkan aku jalan pulang
Aku lelah dan ingin tidur
Aku minum sedikit satu jam yang lalu Dan langsung memabukkan kepalaku
Di mana pun aku berkeliaran
Di daratan, buih atau lautan
Kau selalu bisa mendengarku berdendang
Tunjukkan aku jalan pulang
Tak apa. Kau aman dengan kami di sini.
Tunjukkan aku jalan pulang
Aku lelah dan ingin tidur
Aku minum sedikit satu jam yang lalu Dan langsung memabukkan kepalaku
Di mana pun aku berkeliaran Di daratan, buih atau lautan
Kau selalu bisa mendengarku berdendang Tunjukkan aku jalan pulang
Masuk ke sana! Ayo masuk ke sana!
Tidak, itu tak adil untuk Hitler!
Itulah yang kulakukan.
Bagaimana dengan Punch, Hitler?
Pukul Hitler?
Tentu.
Begitu cara kami.
Tidak, Tn. Punch. Kau berani. Kau berani meninjuku?
Maksudmu berkata "Salam Hitler".
Salam Hitler?
Andai ada hujan es. Di sini sangat panas dan berangin di sini.
Mungkin sedikit hujan.
Ada apa dengan kalian orang Inggris?
Selalu membicarakan cuaca.
Maksudku, "Salam Hitler".
Angkat tanganmu seperti ini dan katakan "Salam Hitler".
Seperti ini. Angkat lenganku seperti ini dan berkata,
"Salam Hitler." Hitler, Hitler.
Begitu caranya.
Terima kasih.
Kau baik sekali. Terima kasih.
Hadirin, bisa minta perhatiannya?
Baik, semua keluar. Tak ada kereta lagi malam ini.
Aku berhak ada di sini. Aku membayar tiket.
Itu tiket untuk bepergian, Bu, bukan untuk menginap.
Aku menunggu hingga kereta tiba di sini.
Aku juga!
Tak akan ada kereta hingga besok pagi.
Kami datang awal.
Tak apa menunggu. Kami orang Inggris.
Aturan tetap aturan. Bukan aku yang membuatnya.
Apa kau tahu kejadian di atas sana?
Pergilah.
Ayo! Cepat pergi.
Ada jalan keluar! Lanjutkan!
Siapa lempar...
Pergilah, Dasar Sok Penting.
Tak ada kapasitas lagi. Kita harus mengunci gerbang.
Selamat jalan
Hari lebih cerah akan berkembang
Mungkin ini pertanda
Untuk menjaga hatimu
Tataplah mataku
Aku akan pulang kepadamu
Peganglah cahayamu sepanjang malam
Carilah jalan pulang ke daratan
Teman baik dan anggur lebih baik
Akan menyambutmu di rumah
Mungkin ini pertanda
Untuk menjaga hatimu
Nasib akan memaniskan anggur
Agar tak merasakan kesedihan lagi
Apa itu?
Apa itu?
Aku tak tahu.
Ayo. Lewat sini.
Berpeganglah padaku. Ayo.
Ayo.
Ayolah, ayo.
Ayo pergi.
Ayolah.
Ayo!
Nak! Di sini!
Mungkin kau muat masuk lewat bawah dan cari bantuan.
Kau paham?
Berusahalah sebaik mungkin.
Tunggu!
Dia terjebak!
Semua aman.
Jadi, aku harus pergi membantu di stasiun,
tetapi jaga dirimu, ya?
Aku akan memeriksa keadaanmu besok.
Pahlawan kecil kita akhirnya terbangun.
Kau menyelamatkan banyak nyawa, ya?
Jika kau tak mencari bantuan, lebih banyak orang akan...
Bagaimana keadaanmu pagi ini, Sayang?
Di mana St. Christopher-ku?
Di sini. Ada di laci. Dan bajumu sedang dikeringkan di rak.
Namaku Ruby.
Nah...
ini untukmu. Minumlah ini. Teh lezat.
Boleh minta kalungku?
Tentu bisa.
Kau George Hanway, bukan?
Ada banyak orang yang mencarimu.
Apa kau tahu itu?
Kau anak yang sangat berani dan mujur.
Baik. Akan kuambilkan sarapan,
seember air panas agar kau bisa membersihkan dirimu
lalu aku bisa mengantarmu pulang.
Itu tak jauh.
- Terima kasih. - Sama-Sama.
Aku tak akan lama.
- Pagi, Pak. - Pagi.
Dia sudah bangun?
Dia baru bangun. Dia segera siap. Lalu kita bisa antar ke kantor polisi.
- Secangkir teh? - Baiklah.
Olly.
Itukah namamu? Namamu Olly?
Ibu?
Kakek!
Kakek!
George?
- George. - Ibu.
Ibu.
- Ibu. - George. Tak apa-apa.
Tak apa-apa.
Tak apa-apa.
Aku tak membiarkanmu pergi lagi.
Tak apa-apa.
Buatlah keinginan.
- Satu keinginan? - Satu keinginan.
UNTUK JENNE
Terjemahan subtitle oleh Mimi Larasati Bonnetto
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.