Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diselaraskan Dan Di Sunting Oleh : Ry@Di, Samarinda, 11 Oktober 2018.
Subtitle Oleh: GuAVAberry.
Tuan Chen...
Aku sudah baca Daftar Riwayat Hidup-mu.
Pengalamanmu cukup banyak.
Tapi pengalaman mengajar.../ Sebenarnya aku tak pernah mengajar.
Sekolah ini banyak murid bermasalah, aku butuh guru yang berpengalaman.
Ku pikir posisi ini tidak cocok untukmu.
Aku bisa buatkan rekomendasi, kau bisa coba di sekolah lain.
Maaf, tunggu sebentar.
Kepala Sekolah Fang.
Tak ada uang lembur. Jam pulang tak tetap.
Gaji lebih besar 2.000 dari pelayan restoran.
Pertimbangkanlah.
Bagian kebersihan sekalian kukerjakan.
Jam 8 mulai mengajar, jangan sampai telat.
Guru Chen...
Kenapa kemari ingin jadi guru?
Sampai jumpa.
Tidak tidur main game, ini sudah telat, ayo ganti baju.
Jangan ganggu aku.
Hei, kembalikan!
Kau serius, ya?!
Hei, masih marah?
Sudahlah, kau ini.
Paman Long, tiket konser ditukar uang.
Kalian lagi buat apa?
Tunjukkan KTP-mu.
Apa isi tasmu? Coba buka.
Sudah mau telat, Pak.
Pergi sana.
Kalian, bubar.
Ayo sarapan./ Tidak, mau sekolah.
Uang jajanmu ambil sendiri./ Jangan salah ambil...
Yang banyak punya adikmu.
Kenapa adik lebih banyak?/ Adikmu anak laki laki...
Dia butuh lebih banyak./ Dasar pilih kasih.
Nenek, aku sekolah./ Sepatumu sudah kutambal.
Sudah kubilang tak perlu, restoran kemarin gajian, aku bisa beli lagi.
Hari ini bayar sewa.
Ibu kos nanti marah lagi.
Bersiap.
Selamat pagi murid sekalian./ Selamat pagi Guru Liang.
Bagus, 14 orang pas sesuai ketentuan...
Cukup untuk satu kelas.
Semester baru dimulai, sudah kusiapkan ini.
Ingat, semester baru cukup satu saja target kalian...
Hong Kong DSE (Diploma Pendidikan Menengah HK).
Jam pulang 3:30.
Guru jam 3:15, bersiap pulang.
Tepat waktu bagi kalian ini penting.
Selamat pagi.
Murid kelas 6B, selamat pagi.
Selamat pagi!
Sudah pakai sebungkus MSG./ G apa?
Kau tahu, sebungkus bumbu ini mengandung 1000-2000mg natrium.
Ini sudah melebihi standar toleransi tubuh manusia.
Kebanyakan natrium akan darah tinggi.
Kusarankan pakai 1/3 bungkus saja, sisanya disimpan.
Siapa dia?
Kau setel ke G baru ke A.
Do...
Ya! Sempurna.
Ini barang bagus./ Kau mengerti mobil?
Mobil ini hebat, top speed-nya 307 km/jam.
Tapi batas di Hongkong hanya 110 km/jam.
Surat tilang polisi untuk tahun ini saja lebih 10 ribu...
Kelak kau dapat SIM mesti hati-hati, oke?
Sudah selesai main?/ Jangan ganggu, Townhall hampir pecah.
Kau tahu, ponsel itu ada 0.27 sampai 0.58 tingkat radiasi.
Sudah kutempel anti radiasi.
Apa gunanya satu sisi? Tempel semua, jika tidak, tiap 15 menit istirahat sebentar.
Bangunlah!
Selamat pagi!
Mulai hari ini, aku wali kelas dan guru Pengetahuan Umum kalian.
Namaku Henry Chan.
Aku pernah tinggal di Amerika, nama mandarinku Chen Xia.
Chen artinya debu?
Tentu bukan, marga Chen.
Hei, dia ada tato.
Chen Xia?/ Ini nomor ponselku.
Terlalu lama di luar negeri, tulis saja susah.
Ini nomorku, tak ada hal penting jangan mencariku.
Darimana dia?
Halo.
Chen Xia, cepat pulang!
Kenapa kau ini?
Murid sekalian, selamat datang di kelasku!
Guru baru hari ini siapa dia? Sombong sekali.
Hari pertama sudah cari masalah./ Beruntung ponselku anti air.
Cari mati dia, ganggu aku jual sarapan.
Mengomel bukan solusi, pikirkan cara bagaimana selesaikan dia.
Tenanglah, seminggu lagi dia akan hilang.
Ujian kali ini, kalian tak kuasai dengan baik.
Pulang kerumah catat ini 10 kali.
Ingat, segala hal jika di catat berulang kali akan ingat, ayo bagikan.
Meizhen kali ini nilainya terbaik.
Jadi, belajarlah dengannya jika tak paham, tanya dia.
Hei, lihat Zhen, dia tercantik di sekolah.
Pantas tak konsen dia.
Wah, cantiknya.
Berikan padaku.
Busuk sekali.
Bau apa ini?
Tentu busuk, banyak sampah./ Kau bilang apa?
Murid yang nilainya jelek tekanan pasti berat...
Jadi merokok disini ringankan beban, kita lapor guru saja?
Ya, laporkan guru mereka./ Nilai bagus, memang kenapa?
Kau berani lapor, Huang Junjie./ Feibo, tangkap bolanya./ Oke.
Hei, kau ini sengaja, ya?!/ Mau main bola atau orang?
Mau berkelahi?
Tak takut diberhentikan?
Lain kali jangan kotori tempat basket.
Ayo latihan./ Ayo.
Bertahan, bertahan!
Hei, itu cewekmu.
Lari dong, jalanmu santai sekali!
Butuh nasehat dari kakak?
Main bola tak pakai mata./ Bukankah kau hebat?
Kau hebat, kan? Malu dong di lihat penggemarmu.
Awas kalian.
Li Weicong!
Kalian berlima ke kantor, catat aturan sekolah 10 kali.
Atas dasar apa?
Bagaimana ini? Benar dicatat? Banyak ini.
Aku tidak mau, nanti masih harus kerja lagi.
Jadi, bagaimana?
Guru, aku sudah selesai.
20 kali sudah selesai?
Baiklah, cepat pulang.
Astaga!
Ulat itu untukmu.
Tak perlu lembur lagi./ Kami pergi, ya?
Atasan Huang...
Terima kasih sudah ke sekolah kami untuk berikan penilaian.
SMU Tak Chi dibanding sekolah ternama memang kalah, tapi sejarah kami lama...
Jika Departemen Pendidikan bisa beri bantuan, pasti bisa kami perbaiki.
Sejarah lama, kata lainnya adalah sudah tua...
Sudah tua tentu akan dihapuskan, benar tidak?
Hei, dia datang. Dia datang!
Siapa yang punya cara bodoh begitu untuk kerjai guru?
Tak suka kelasku, ya?
Siapa yang tak suka boleh tinggalkan kelas ini.
Tapi jawab dulu tiga pertanyaanku. Jika bisa jawab, kalian boleh pergi.
Kau bercanda ya, Pak?/ Tidak.
Ada laporan, di kelas ini ada siswa yang merokok.
Li Weicong, berikan rokokmu./ Dia tahu?
Berikan padaku rokokmu.
Pertanyaan pertama, apa komposisi kimia rokok itu?/ Nikotin.
Kau tak angkat tangan./ Nikotin.
Ada apa lagi?/ Tar.
Apa lagi?/ Karbon Monoksida.
Betul.
Kau boleh pergi./ Serius nih?
Tentu saja./ Aku boleh pergi?
Pergi sana!
Kalian belajar yang baik, ya?
Aku mau pergi! Aku mau pergi!
Hei... Kelas selanjutnya ingat kembali tepat waktu.
Ingin seperti dia? Lanjutkan.
Atasan, mari ke ruang rapat lanjutkan lagi.
Pertanyaan kedua...
Ada yang bisa beritahu aku, rokok itu terdiri dari berapa bagian?/ Aku tahu!
Guan Qi... Cheng.
Racikan tembakau, kertas rokok dan filter./ Benar.
Rokok itu terdiri dari 3 bagian.
Racikan tembakau, kertas rokok dan filter.
Filter ini terbuat dari apa?
Pasti dibuat dari kapas.
Salah./ Kau salah.
Filter itu tengahnya kosong./ Benar setengah.
Dibuat dari kertas rokok./ Salah.
Filter itu ada lubang-lubang kecil yang aneh./ Kenapa aneh?
Aku tahu!
Menurut wikipedia...
Lubang filter itu untuk masuk udara segar...
Agar tak kebanyakan menghisap nikotin dan zat-zat berbahaya.
Disini tak ditulis aneh?
Membohongi kami saja.
Bukan aku bohong, tapi produsen rokok yang membohongi kalian.
Li Weicong, coba praktekkan cara merokok untuk mereka.
Wauw... Benarkah?
Cukup.
Duduklah.
Tadi Li Weicong praktekkan dengan jari menjepit lubang kecil ini...
Menjepit ini bisa menghalangi masuknya udara...
Maka nikotin yang kau hisap berbeda dengan yang dijelaskan di bungkusnya.
Kau akan ketagihan, karena ketagihan, kau akan beli lagi.
Beli terus memang kenapa?
Kau tahu, di seluruh dunia 6 besar produsen rokok...
Menghasilkan omset sebesar USD 350 juta pertahunnya.
Wauw... Benarkah?/ Banyak sekali.
Angka ini beritahu kita, tiap rokok yang kau hisap memperpendek 14 menit umurmu.
Yang merokok tak takut mati.
Mati tak masalah, semua akan mati. Yang jadi masalah jika mati konyol, benar, kan?
Pak Guru, kau membahas sains, nanti ekonomi, nanti filsafat...
Aku jadi tak mengerti./ Pak Guru, kau ini mengajar apa sebenarnya?
Mengajari kita sampai semuanya tak mengerti.
Bukan ingin kalian tak mengerti, aku ingin kau...
Gunakan otak untuk menganalisa agar tak mudah di bohongi.
Semakin banyak tahu, kita semakin punya daya nalar...
Pengetahuan adalah kekuatan.
"Knowledge Is Power."
Aku tak ingin kalian tahu segalanya, tapi aku ingin kalian punya nalar untuk menilai.
Aneh sekali, beberapa tahun ini tak ada siswa sekolahmu yang lulus ujian masuk universitas.
2 tahun lalu, siswa kalian sangat kurang, totalnya tak sampai 50 orang.
Departemen Pendidikan sudah menilai sekolah kalian ini.
Jika jumlah murid terus menurun hingga tahun depan.
Kami memutuskan untuk menghentikan bantuan.
Itu artinya, menutup sekolah ini.
Atasan Huang, bisakah Departemen Pendidikan memberi sekolah kami keringanan?
Semoga berhasil.
Oke, waktunya makan siang.
Tapi rokok yang kubagikan tadi. Kembalikan lagi padaku.
Kembalikan padaku, ayo.
Tak masalah jika kalian merokok diluar sana, tapi ini sekolah.
Ku harap kalian tak melanggar aturan sekolah lagi. Rokok ini aku sita.
Boss.
Mau bikin masalah lagi./ Hei, kemarilah.
Kau suka Cola?
Botolnya bisa bikin terpeleset.
Berhati-hatilah.
Main game terus jadi buta.
Apa-apaan ini? Kau mau apa?
Mau berkelahi?/ Ayolah.
Sudahlah!
Waktu kecil apa orang tua kalian tak pernah mengajari agar tak berkelahi di depan umum?
Oh, maaf, aku lupa, sepertinya ada yang tak punya ibu, ya?
Apa katamu?
Mau berkelahi?
Berkelahi lagi, aku lapor polisi!
Mau cari mati, ya?
Kepala Sekolah.
Kau tak usah bicara lagi, 5 siswamu yang berkelahi akan dikeluarkan.
Jangan berkelahi lagi. Jangan berkelahi lagi.
Beri jalan. Beri jalan.
Jangan berkelahi lagi. Hentikan.
Hentikan! Hentikan!
Hentikan, diam di sana!
Dia menghina ibuku!
Itu fakta, kau tak punya ibu!/ Kau tak perlu bilang itu lagi!
Sudahlah! Tenang dulu.
Tak peduli siapa yang benar atau salah, berkelahi itu jelas salah.
Bagus kau bicara begitu.
Dua kelas yang berkelahi.
Tapi hanya 5 siswa yang dikeluarkan!
Kenapa begitu?!
Karena dunia ini tidak adil!
Kau sudah selesai?
Kau merasa benar?
Jika kau benar...
Jika kau merasa dunia ini tak adil...
Sejak saat ini, di sekolah ini, di kelas ini...
Buktikan pada semua orang jika kau benar!
Guru Liang.
Ini ada 5 formulir pertobatan.
Ini kesempatan terakhir yang diberikan oleh sekolah.
Kuletakkan di sini.
Semua murid kembali ke kelas.
Tak capek berdiri di sini terus? Ayo, kembali ke kelas kalian.
Ayolah...
Cepat, cepat, cepat.
Kembali ke kelas kalian.
Guru Liang, mie instan tak baik untuk kesehatan.
Terima kasih.
Guru Chen, ku pikir kau butuh ini.
Buku Panduan Guru.
Terima kasih.
Data Murid Kelas 6B.
Namaku Xiang Zufa, tapi nama asliku adalah Fayaz Ahan.
Kampung halamanku di Karachi, Pakistan.
Aku lahir di Hong Kong, jadi aku adalah warga Hong Kong.
Sejak kecil aku hobi menyanyi.
Tapi tiap naik panggung, baru mulai menyanyi sudah ditertawakan.
Waktu kecil aku senang sekali saat berdiri di panggung.
Baru mulai menyanyi, semua tertawa.
Ternyata mereka tertawa karena bahasa mandarinku sangat pas.
Tapi karena warna kulit, semua memandangku ini aneh.
Bahkan mengira kami yang kulit hitam adalah pelaku kriminal.
Sebenarnya, sejak jaman kakekku, kami sudah ada di Hongkong...
Sudah masuk ke budaya kalian.
Ku harap kelak bisa menjadi seorang penyanyi.
Dan saat aku menyanyi, tak ada yang mentertawaiku.
Namaku Wang Denan.
Saat aku lahir, ayah bilang tak masalah walau anak perempuan tetap di sayang.
Kelak baru lahirkan lagi.
Saat aku 5 tahun, adik laki-lakiku lahir.
Katanya akan sayang keduanya, tapi faktanya lebih sayang anak laki-laki.
Sejak itu, aku benci jadi anak perempuan.
Ku potong rambutku pendek-pendek.
Manusia sudah mau pindah planet tapi keluargaku masih seperti orang purba.
Selalu tak suka padaku, tak pernah beri perhatian padaku.
Semua orang mengira aku suka bermain boneka.
Sebenarnya aku lebih suka mobil.
Kuharap kelak bisa menjadi pembalap yang hebat.
Namaku Guan Qixian.
Aku ingat, saat aku masih kecil, ibuku pergi dengan pria yang pakai arloji emas.
Ibu takkan pulang lagi.
Kalian jangan ganggu aku!
Sejak hari itu, aku kehilangan rumah.
Tapi aku menemukan tempat yang lebih indah...
Di tempat ini, jika gagal kau bisa mulai dari awal lagi.
Tidak sekejam dunia nyata.
Sebenarnya lakukan hal apapun akan ada artinya.
Bahkan di tempat ini aku bisa jadi yang nomor 1 didunia ini.
Namaku Guan Qicheng, aku kembar dengan adikku Guan Qixian.
Jangan tidur, birnya habis!
Aku bantu belikan.
Aku terlahir dengan fokus yang kurang...
Sering kehilangan fokus.
Ditambah ayahku tiap hari mabuk dan marah-marah...
Makin membuatku tak bisa belajar.
Ayo jalan, main game saja.
Apakah ada makanan yang bisa membantuku agar bisa fokus?
Mungkin itu bisa membantuku./ Jangan main terus, ayo makan.
Belikan aku bir.
Aku memutuskan untuk giat belajar, dan menjadi pengusaha yang sukses...
Menghasilkan banyak uang dan pergi jauh-jauh.
Aku sudah muak tinggal dengan ayah yang pemabuk ini.
Li Weicong dan anak-anak itu berkelahi memang salah.
Tapi bukan berarti kita harus menyerah.
Jika guru saja menyerah, bukankah mereka akan lebih pasrah pada dirinya?
Departemen Pendidikan tiap tahun mendapatkan hasil dari nilai ujian.
Dan menentukan kualitas sekolah kita.
Jika tak mau ditutup maka kita mengandalkan Huang Junjie, murid yang cerdas ini...
Saat ujian umum bisa dapatkan nilai bagus.
Jika di Hongkong hanya ada 20% murid yang bisa kuliah...
Maka 80% lainnya bagaimana?
Menyerah?
80% inilah yang membentuk 20% ini.
Sistem pendidikan ini bukan ajari murid bagaimana lulus ujian...
Melainkan memberi pedoman agar bisa memilih jalan sendiri.
Tapi faktanya generasi ini di tuntut agar dapat nilai tinggi dan sekolah bagus...
Akibatnya murid dapat tekanan dan aku juga dapat tekanan.
Komunitas yang buruk tak bisa jadi alasan kita untuk menghakiminya.
Menurutku, kita di bidang pendidikan harus ada keyakinan...
Semua yang diajarkan harus bisa bermanfaat.
Ini adalah misi dari sekolah kita.
Telat lagi.
Sudah ku bilang, datang tepat waktu.
Cepat kerja.
Mana minuman kami?
Ya, cepatlah.
Tunggu sebentar, ya?
Ini sudah datang. Layani meja ini dulu.
Ayo, pukul aku./ Rasakan ini.
Tuan Zhang sangat hebat.
Tuan Luo, sudah jadi raja tinju./ Apa kabar semua?
Silakan duduk.
Tak sia-sia Tuan Zhang jadi petinju hebat.
Tuan Zhang memang hebat.
Tuan Luo memang pintar memuji.
Simon.
Kau lihat dulu.
Daerah ini bagus, prospeknya cerah, bisa di bangun apartemen mewah.
Ini sekolah Tak Chi.
Kau tahu sekolah itu?/ Aku tahu.
Sekolah ini akan ditutup tahun ini.
Setelah ditutup, kita bisa beli dan membangun kembali.
Tapi disini banyak toko-toko kecil.
Banyak yang dokumennya tidak jelas, kau tahu harus bagaimana.
Jika bos suka, tentu saja tidak masalah.
Ayo, bersulang./ Bersulang.
Bawakan sebotol./ Oke.
Terus... Terus... Terus!
Menang.
Bos Zhang menang besar.
Lain kali kita minum lagi./ Tentu saja bisa.
Pelan-pelan, papah dia.
Ingat bos Zhang, jam 9 besok pagi kita berlatih tinju.
Hati-hati dijalan./ Sampai jumpa.
Sampai jumpa besok.
Pinjam korek apimu.
Siapa yang suruh kau mencuri?
Bangun! Barang bosku kau berani curi?
Mampus kau!/ Kau berani pukuli aku?
Orang tuamu tak mengajarimu, ya?/ Jika hebat pukul aku sampai mati!
Kau ini galak juga, ya?
Siapa namamu?
Apa urusanmu?! Memang kau siapa?!
Li Weicong, sekolah Tak Chi.
Tak sekolah dengan baik, kenapa jadi pelayan?
Mau cari uang ikut aku. Kau mau ini, beli sendiri.
Kakak Long, tiket konser, kau hitunglah.
Halo.
Aku mencari Xiang Zufa, Anda ibunya?
Ya./ Aku gurunya./ Benarkah?
Ya./ Di mana dia?
Ku pikir dia di luar./ Aku akan mencarinya.
Senang bertemu denganmu./ Senang bertemu denganmu, Pak.
Kurang satu lembar./ Kurang satu lembar?
Kembalikan./ Kembalikan apa?
Apa ini?!
Jadi ini apa?!
Aku juga mau nonton.
Nonton apa? Kau tahu berapa harga tiket ini?
Paman Long, tolong bantu aku tangkap dia.
Dasar bocah tengik.
Jangan lari!
Hei, kau...
Guru Chen!
Aku mencarimu./ Tolong aku!
Mereka terlalu banyak.
Maaf./ Guru Chen, kau mau apa?
Pinjam sebentar. Nanti kukembalikan./ Cepatlah, guru. Mereka datang.
Untuk apa parang itu?/ Berdiri di belakangku.
Ada apa? Ada apa?
Bicara pelan-pelan.
Ada apa? Ada apa?
Bocah tengik, kau mencari orang luar melawan ayahmu?/ Ayahmu?
Maaf, sepertinya salah paham.
Hanya untuk sebuah tiket konser?/ Aku suka lagunya, jadi aku ambil tiketnya.
Kau pernah berpikir untuk menyanyi di atas panggung?
Aku benci panggung.
Kau takut?/ Aku takut?/ Iyalah.
Suaraku lebih bagus dari penyanyi yang ada di sini.
Yang benar saja./ Tentu saja.
Aku tak takut./ Benarkah?
Kalau begitu, nyanyi di sana.
Di sini?/ Iyalah.
Sungguh?/ Ya.
Bolehkah?/ Ku beri contoh. Biar aku dulu.
Jika aku bisa, kau juga bisa.
Bung, aku mau nyanyi. Terima kasih.
3, 2, 1, mulai.
Kau bisa, kan?
Giliranmu, ayo.
Ayo, semuanya!
Ayo, ayo!
Birku habis. Siapa yang mau beli?
Pergi saja beli sendiri.
Apa katamu?!
Kau saja yang pergi.
Aku tidak mau./ Aku kerja susah payah hidupi kalian!
Suruh kerja sedikit saja tidak mau!
Seminggu kau paling kerja cuma 2 hari...
Saat kau tidak mabuk.
Mau beli atau tidak?!
Tak lihat aku lagi kerjakan PR, aku tak mau.
Tak usah kerjakan PR!
Pergi sana, jangan kembali!
Tuan Guan, Tuan Guan.
Aku wali kelas dari anakmu.
Bagaimana? Ada yang tak bisa?
Memang kau bisa?
Jawaban untuk soal ini adalah 27X. Y = 36.
Kenapa kau begitu bodoh?
Kalau kau pintar, ajari aku.
Aku tak tahu, apa saja yang kau lakukan di sekolah.
Yang ini? Yang ini?
X + 35 = 29.
Beraninya kau bilang aku bodoh.
Ayah, tolong aku.
Kenapa ganggu adikmu belajar?
Ini untukmu./ Apa ini?
Alat dandan.
Aku tak mengerti soal perempuan, tapi wanita harus pintar dandan.
Besok sore temani aku makan.
Mau makan apa perlu dandan?/ Bos Zhu mau kenalkan putranya padamu.
Anak muda banyak teman bukannya bagus?
Anggap temani ayah berbisnis saja.
Aku tak mau, ini konyol.
Sejak kapan kau yang buat keputusan? Aku sudah janji.
Sudahlah, dia akan pergi, jangan emosi.
Tak tahu apa pikiran dia. Sekolah tinggi buat apa?
Kau lulus sekolah, bisa langsung kawin dan jadi nyonya, enak santai.
Banyak wanita yang mau, kau tak mau.
Kakak mungkin masih ingin terus sekolah.
Memang ada universitas yang mau terima dia?
Kau jangan urusi kakakmu, kau belajar yang baik...
Lulus ujian semester yang akan datang.
Jika bisa kuliah di Boston aku sudah tenang.
Belajarlah yang baik, ya?
Kakak, kau benar bisa berdandan?
Tak bisa, tapi bisa belajar.
Kakakmu keluar lagi?
Matematika dapat nilai 100, lain kali yakin bisa 100 lagi?
Tentu saja.
Kau kenapa?
Kakak bilang dia belajar.
Guru Chen?
Wang Denan, akhirnya kutemukan kau.
Kau lagi apa?
Aku bawa mobil ayahku keliling parkiran, boleh, kan?
Pertama, kau melanggar hukum.
Kedua, kau tak punya SIM. Ketiga, kurasa ayahmu tak tahu.
Benar?
Aku sangat ingin menyetir./ Baik.
Kau mau menyetir? Baiklah.
Kau sudah siap? Giliranmu.
Tentu saja, kau tak bertanding denganku?
Ada orangnya, tapi bukan aku.
Siapa?
Ayah?
Aku adu denganmu.
Jika kau menang, apapun yang kau lakukan, aku tak peduli lagi.
Tapi jika kalah, kau harus belajar yang baik dan menikah.
Jangan membantah lagi.
Aku pasti takkan menikah.
Mulai!
Ayo...! Ayo... Ayo... Ayo!
Ayooo...! Yes!
Kau menang! Yes!
Kau harus tepati janjimu.
Janji apa?
Kau kira kau hebat?
Kau hanya berputar-putar saja.
Setir mobilku bermasalah, jadi balapan tadi tak masuk hitungan.
Jika bisa menang balapan diluar, baru bicara lagi denganku.
Baiklah.
Hei nak, kau sudah puas main belum?
Menyetir ini hal yang sangat serius...
Tidak main-main.
Kau suruh aku balapan diluar, aku sudah menurutimu.
Bukan begini. Ini sangat berbahaya, tahu?!
Akhirnya, kau perhatian padaku.
Yang aku perhatikan mobil ini, jika rusak harus ganti banyak.
Kelak jangan pedulikan aku lagi!
Hei, berhenti!
Ayah!
Putriku.
Di mana kau, anakku?
Bukan aku marah padamu.
Aku menyayangimu, mengkhawatirkanmu.
Kau kira aku marah? Tidak.
Aku menyayangimu, anakku.
Jangan marah pada ayah.
Ayah akan mendengarkanmu.
Kau dengar ayah, Nak?
Jawablah.
Jangan marah pada ayah, cepatlah keluar.
Menangis begitu sedih untuk siapa?
Kau tidak terlindas? Syukurlah.
Kenapa? Ayah tak apa-apa?
Sakit./ Ayah lebih parah jatuhnya.
Itu bahaya sekali, kenapa kau tak lihat-lihat dulu?
Ayah cemas sekali, tapi aku tak apa-apa.
Parah rusaknya?
Kau tak apa-apa?
Maaf, maaf.
Jadi, siapa yang menang dan siapa yang kalah?
Kalian ayah dan anak juga.
Oke, jangan salahkan aku, ya?
Aku sudah tak peduli padamu.
Terjadi hal yang bahaya begini anggap saja itu ujian dariku.
Benarkah? Ini baru ujian, mobil ini harus kau ganti.
Tak apa-apa, nanti aku bantu ganti.
Terima kasih Guru Chen, kuserahkan ayahku padamu.
Aku pergi dulu./ Hei!
Sampai jumpa, ayah pulang naik taksi saja.
Hei Nak, jangan pergi! Berhenti!
Kita kejar dia?/ Tentu saja.
Tunggu aku.
Hei... Guan Qicheng, naiklah! Dia sudah pergi.
Sudah hampir telat.
Tunggu aku.
Oke, cepatlah.
Guru Chen mempermainkan kita?
Kita belajar ke pusat rehabilitasi?
Halo, kami dari Sekolah Tak Chi.
Sekolah Tak Chi.
Sudah di atur oleh Guru Chen.
Murid sekalian, yang di dalam itu Tuan Guan.
Dia ikut program untuk berhenti minum, kalian bisa bicara dengannya.
Silakan.
Selamat pagi, Tuan Guan./ Selamat pagi.
Tuan Guan, dirumahmu ada siapa saja?
Ada 2 anak, istri sudah cerai.
Cerai karena masalah minum?
Dulu aku minum karena istri punya pria lain.
Minum hanya untuk mabuk.
Mabuk tak ingin bangun.
Tak ku sangka, aku mabuk sudah puluhan tahun.
Puluhan tahun? Lalu anakmu?
Mereka tak peduli padaku./ Kau yang tak pedulikan mereka.
Atau sebenarnya mereka peduli padamu, Tuan Guan?
Aku tak tahu./ Tak tahu? Bagaimana kau jadi ayah?
Aku tahu, jika tak berhenti akan menyesal seumur hidup.
Aku sudah banyak kehilangan.
Aku tak ingin akhirnya kedua putraku juga pergi.
Kau sering bicara dengan kedua putramu?
Kami tak ada komunikasi.
Aku tak tahu cara memberitahu mereka.
Awalnya rencanaku setelah mereka beranjak dewasa...
Aku akan jelaskan pada mereka kenapa ibunya pergi.
Kini mereka sudah dewasa tapi kami tak ada komunikasi.
Jika ada kesempatan, aku ingin katakan.
Ayah sebenarnya sangat mencintai kalian.
Ayah bersalah pada kalian.
Maafkan Ayah, anakku.
Ayah sangat menyesal.
Yes!
Kopi, ambil sendiri.
Bos menunggumu. Cepatlah!
Kakak Ying...
Kopimu.
Kakak Ying...
Tak sakit, lakukan lagi.
Nikmat!
Satu lagu lagi!
Oke!
Chopin Nocturne.
Kopimu.
Punyamu mana?
Aku tak biasa minum kopi.
Tak sekolah juga biasa?
Tak masalah.
Saat seusiamu, aku juga seorang pecundang.
Benarkah?
Hingga aku sadar akan satu hal.
Barulah aku bisa seperti sekarang, kau tahu apa itu?
Tinju.
Harus keras.
Ayo.
Bule ini adalah raja tinju yang kudatangkan.
Dia ini terkenal, banyak orang bertaruh untuknya.
Aku bandarnya.
Aku bilang, dia jangan menang.
Tapi dia menolak.
Kau anak pintar. Kau tahu apa yang harus dilakukan.
Ambil ini.
Apa ini? Aku tak ingin masuk penjara karenanya.
Ini dipakai orang bule saat mau bertarung.
Namanya Mydocalm.
Minum ini paling hanya kejang sebentar.
Supaya paham, kau coba sendiri di rumah, tak apa-apa.
Kau kerjakan ini, upah besar menantimu.
Ada orang?
Aku datang.
Kau cari siapa?/ Aku wali kelas Li Weicong.
Anda neneknya?
Ya. Apa margamu?
Marga Chen./ Guru Chen.
Ayo masuk. Duduklah.
Guru Chen tak keberatan duduk di ranjang?/ Oh, tidak, tidak.
Nenek lagi buat apa?/ Kerja sedikit saja.
Ini bunga anggrek putih.
Ini untuk habiskan waktu.
Aku tak bisa apa-apa.
Buat ini untuk bantu cukupi pengeluaran rumah.
Sudah lama tinggal di sini bersama Weicong?
Ya. Sudah lama, rumah subsidi pemerintah belum dapat giliran.
Cong umur 5 tahun datang ke Hongkong.
Saat itu kedua orang tuanya kecelakaan dan meninggal.
Tinggal kami berdua.
Tapi Cong anak pintar dan baik.
Kau tahu, tiap hari di sekolah dapat pujian dari guru.
Lihatlah.
Temannya tak banyak.
Lihat foto itu hanya kami berdua saja.
Habis sekolah biasanya dia pergi kerja sampingan.
Belakangan ini bagaimana?
Tiap hari dia kerja di restoran...
Tapi belakangan sepertinya pindah ke tempat berlatih tinju.
Dia tak ingin aku susah...
Kesehatanku tidak bagus.
Aku khawatir pada dia.
Hari ini mencariku ada apa? Di sekolah dia ada masalah?
Ya.
Apa yang terjadi?
Hari ini aku datang...
Bantu sekolah antarkan beasiswa Weicong padamu.
Cong ini baik sekali dan pintar.
Terima kasih Guru Chen sudah mendidiknya dengan baik...
Tak usah berterima-kasih, Cong memang anak hebat.
Ya, dia sangat hebat.
Ada cucu ini, aku senang./ Biar ku bantu.
Tak usah, aku bisa sendiri./ Aku hebat juga.
Begini, kan?
Ya.
Nampaknya kau sudah siapkan sampanye untuk rayakan kemenangan malam ini.
Bersulang! 3 ronde saja.
Cukup satu ronde!
Aku akan memberimu banyak uang!
Ayo, ayo!
Bagaimana rasanya?
Untukmu, Pak.
Cuma bercanda! Terima kasih, ya?
Kau takut? Anak baik!
Apa ini?
Kakak Ying!/ Diam kau!
Kau bilang apa?
Tutup mulutmu!
Jangan bicara sembarangan!/ Dia pasti haus.
Minum ini!
Keluarkan aku!
Diam!
Hadirin sekalian, bersiaplah untuk hancur-hancuran!
Ambil uang mudah itu.
Ronde pertama, bung. Oke?
Ini pertarungan yang mudah.
Tuan-tuan, maaf mengganggu.
Aku mencari muridku.
Seorang remaja, bernama Li Weicong, tingginya segini, umur 16 tahun.
Hei, bung. Ruang ganti kami penuh.
Kau tak seharusnya kemari.
Jika aku jadi kau, aku akan berbalik dan pergi dari sini.
Dengar, aku tak ingin ada masalah.
Aku kemari mencari muridku dan membawanya pulang.
Itu barang yang sangat mahal!
Barang itu bisa merugikanku jutaan dollar malam ini.
Guru, tolong aku!
Guru Chen!
Pulang saja kau!
Ada yang menelepon ambulan?
Tenang saja.
Kau suka itu? Hah?!
Kau suka itu, kan?
Ronde pertama.
Sudah kubilang! Cukup satu ronde!
Panggil ambulan!
Pak Polisi, dia yang suruh masukkan obat itu!
Bukan aku!/ Bukan urusanmu.
Ini ulah anak brengsek dan gurunya itu.
Kau ini seorang guru, ya?
Ya.
Lukamu ini, sepertinya...
Bekas lubang peluru.
Kini jadi guru saja begitu bahaya.
Pak Polisi, dia yang suruh aku masukkan obat itu. Bukan aku.
Dia yang buka bursa taruhan.
Jangan sembarangan.
Mana mungkin aku taruh obat?
Aku yang rugi paling besar.
Untuk ruang ganti ini saja harus ganti rugi berapa?
Untuk lebih jelas, ikut ke kantor polisi denganku.
Oke, kusuruh mereka lembur malam ini.
Tak usah. Tak usah. Hei!
Aku sudah rugi, kalian sibuk, dia mau sekolah.
Aku tak permasalahkan ini.
Boleh aku pergi, Pak?
Baiklah.
Hei, kembalikan KTP-nya.
Terima kasih, Pak Polisi. Mari kita pergi.
Dasar anak brengsek!/ Dia yang suruh aku.
Ayo pergi!
Kau belum genap 18 tahun, harus ada yang menjaminmu.
Pak Polisi, dirumahku hanya ada seorang nenek.
Dia tak boleh tahu.
Aku yang menjamin dia, Pak.
Kau siapa dia?
Aku wali kelasnya.
Tak apa-apa.
Jika kau mau nenekmu bahagia...
Belajarlah yang baik, jangan bikin susah nenekmu.
Guru Chen, aku mau berubah sekarang, apa masih bisa?
Datang jam 8 besok pagi. Jangan terlambat, ya?
Aku pasti datang tepat waktu!
Tunggu, kenapa kau hebat sekali?
Aku tidak hebat. Nenekmu yang hebat.
Bantu dia mendorong troli itu./ Baiklah, aku pergi dulu!
Nenek, sini ku bantu...
Kenapa kau disini?
Mukamu kenapa?
Tak sengaja jatuh.
Kau memang ceroboh!
Semalam, seorang guru SMU dengan berani menerobos ruang ganti tinju...
Dan membuat K.O raja Tinju MMA.
Guru ini dulu adalah anggota dari Angkatan Laut Amerika.
Hebat bukan?
Bukan itu saja.
Saat muda, dia adalah murid dari sekolah Tak Chi.
Dia adalah guru Chen Xia.
Itu Guru Chen, benar Guru Chen.
Pantas begitu hebat, ternyata tentara.
Ada tentara jadi guru, ini pertama kalinya!
Dan dia adalah kakak seperguruan kita!
Siapa tahu Guru Chen saat sekolah itu seperti apa?
Paman tentu ingat...
Selalu bolos, jika sekolah dia pasti buat onar.
Lihat hidung dari patung kepala sekolah ini, dia yang merusaknya.
Tahun itu, dia seorang diri merusak seluruh acara wisuda.
Siapa itu?!
Chen Xia, apa yang kau lakukan?
Chen Xia, kau berani buat onar!
Jangan lari!
Chen Xia.
Chen Xia!
Pergi ke kantorku sekarang!
Tanganku!
Chen Xia, kau buat masalah lagi.
Guru Chen kalian itu, aku ingat dia yang paling nakal di sekolah!
Suatu hari dia menghilang, ternyata sudah dikeluarkan kepala sekolah.
Maaf Nyonya Chen, Chen Xia dikeluarkan dari sekolah.
Tak apa-apa Kepala Sekolah, dia memang tak bisa diajari.
Kakakku (Ibu Chen Xia) meninggal muda, ayahnya juga kabur.
Aku bibinya, tak bisa mendidiknya.
Aku dan suami akan membawa dia berimigrasi ke Amerika.
Kau lihat apa, jagoan?
Kau mau coba?
Kau hanya bisa bikin masalah.
Ini surat yang kutulis untuk sekolah militer.
Kusarankan Chen Xia di Amerika belajar ke sekolah militer.
Jika dia tak bisa ikut aturan sehari saja...
Selamanya dia takkan pernah berada di jalur yang benar.
Pertimbangkanlah.
Beruntung Kepala Sekolah tak lapor ke polisi, hanya mengeluarkanmu.
Jika tidak, jangan harap bisa ikut ke Amerika denganku.
Sampai di sana, urus dirimu sendiri, aku tak punya waktu mengurusmu.
Ayo pergi.
Sampai di Amerika jadilah anak baik. Jadi orang baik.
"You Can Do It."
Ku dengar dia dapat rekomendasi dan sudah menjadi tentara.
Jadi tentara kapan saja bisa kehilangan nyawa.
Kenapa dia tak terus jadi tentara...
Dan kembali ke Tak Chi mengajar?
Ada yang bilang...
Perang untuk kedamaian.
Agar generasi berikut bisa hidup dalam damai.
Tapi yang aku lihat...
Perang hanya membuat hilang akal sehat dan merusak.
Cepat! Ayo, cepat!
Ayo cepat!
Putriku hilang.
Di mana dia? Di mana dia?
Di tengah medan pertempuran.
Pergilah, aku akan temukan dia.
Aku berusaha keras menyelamatkan hidup manusia...
Tapi yang kejam adalah sekeras apapun kau berusaha...
Tetap akan melihat banyak korban yang berjatuhan.
Sebenarnya apa arti hidup ini?
Aku putuskan untuk sisakan waktu bagi diriku sendiri.
Kembali lagi untuk mengenal dunia ini.
Petualangan hidup yang panjang.
Aku berjalan dari bagian barat dunia ini menuju ke timur.
Sepanjang jalan kurasa ada seekor elang mengikutiku.
Aku lihat elang itu, seberapa jauh dan tinggi dia terbang...
Dia akan kembali ke tempat asalnya dan mengembang-biakkan generasi baru.
Akhirnya di saat itu aku mengerti...
Ternyata Kepala Sekolah ingin aku pergi dari tempat asalku bukan untuk menyerah.
Tapi dia ingin aku temukan jalanku sendiri.
Sekolah Tak Chi adalah asalmu.
Ku harap kau kembali untuk mengajar.
Baik-baik menjaga adik-adik seperguruanmu.
Selamat pagi.
Guru Chen!
Selamat pagi, Kepala Sekolah./ Selamat pagi.
Guru Chen.
Selamat pagi.
Guru Chen, mari foto bersama!
Yang tampan, ya?
Selamat pagi, Guru Bin./ Guru Chen, tak di sangka kau ini petarung!
Sarapan aku yang traktir, siangnya kau yang traktir.
Ayo masuk belajar!
Semua sudah masuk?
Bersiap!
Berapa hari tak bertemu, mari kita belajar.
Kakak seperguruan, selamat pagi!
Selamat pagi. Sudahlah.
Ayo duduk, belajar.
Siapa yang memberiku apel?
Kalian suka kerjai guru. Ada racun, ya?/ Guru Chen!
Apel itu dariku, sampai jumpa.
Kenapa? Guru tak boleh makan apel?
Siapa yang bisa?
Aku, Guru! Aku!
6.300.000
Salah! Kesempatan terakhir.
Kau./ 7.340.000.
Benar sekali!
Soal selanjutnya.
Aku belum tanya./ Bukan Guru, aku mau kencing.
Ayo, cepat pergi!
Kita lanjutkan.
Li Weicong.
Ujian akhir sudah dekat, bagaimana persiapanmu?
Jika ada yang tak mengerti kapan saja bisa tanya padaku.
Mesin ini sering rusak.
Guru Chen!
Kau pukul terlalu kuat, jadi keluar dua botol.
Untukmu satu!
Terima kasih./ Aku mau pinjam caramu mengajar, tolong dibantu.
Nanti aku traktir makan./ Biar aku saja yang traktir.
Tak usah.
Aku mau lebih mengenal murid.
Agar mengajar lebih menarik.
Pikirkan nanti mau makan apa?/ Baiklah!
Sampai jumpa besok.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa./ Cepat pulang.
Kalian sudah pikirkan, jika berhasil ujian masuk universitas, mau ambil jurusan apa?
Tentu saja bagian teknik, aku mau perbaiki semua mobil merk terkenal.
Kalau aku? Tentu ambil jurusan musik.
Aku mau buat game sendiri. Aku mau ambil jurusan IT.
Kenapa tertawa?/ Kenapa kau diam?
Aku mau jadi guru./ Apa?
Aku mau jadi guru, kenapa?
Tampangmu tak bisa jadi guru./ Aku tak sehebat kalian.
Aku mau ambil jurusan ekonomi agar bisa berbisnis dan cari uang banyak.
Itu sulit.
Untuk lulus DSE setidaknya harus punya 2 nilai bagus.
Kita berlima tak punya nilai yang bagus.
Siapa bilang? Kau pikir aku sama seperti kalian?
Apa katamu?
Coba ulangi lagi.
Awas kalian.
Aku mau obat pintar.
Obat pintar?
Ritalin?
Ada resep dokter?
Tidak.
Lain kali jangan lupa bawa./ Terima kasih.
Murid sekalian, ujian dimulai.
Sebenarnya ini hanya ujian percobaan, hasil tidak penting.
Yang penting adalah kelak semua harus terus berusaha.
Guru Chen, kenapa nilaiku 49 kau tambahkan nilai 1 untukku?
Li Weicong dapat nilai 49, aku tambahkan 1 nilai lagi.
Salah satu soal adalah...
Tentang naskah dari Tuan Yin Haiguang.
Arti dalam hidup itu apa?
ABCD dia tidak pilih...
Tapi dia tambahkan satu pilihan E.
Tumbuh dewasa dalam membuat kesalahan.
Jawaban dia ini sangat patut di puji.
Hebat.
Toss dulu!
Kakak, kau dapat berapa?
Hampir sama dengan kalian.
Hampir sama, berapa itu?/ Ya, misterius sekali.
Sebenarnya berapa?/ Hampir sama.
Coba lihat punyaku ini, harus bagaimana menjawabnya.
Nilai tak bagus usaha lagi.
Mulai hari ini, setelah pulang aku bantu kau belajar.
Oke?
Terima kasih, Guru Chen.
Kau benar tak masuk sekolah?
Aku tak enak badan. Tolong ijinkan.
Baiklah, aku pergi dulu. Sampai nanti.
Xian.
Kenapa?
Kenapa?/ Tak apa-apa, pergi sekolah sana.
Sampai jumpa.
Maaf, aku sudah berusaha.
Dokter.
Pasien sudah lewati masa kritis.
Dia terlalu banyak konsumsi obat Ritalin.
Jadi sementara belum bisa sadarkan diri.
Kami harus memantau kondisinya beberapa saat lagi.
Belakangan ini banyak terjadi kasus siswa yang bunuh diri...
Maaf direksi Ma...
Media sudah membesar-besarkan masalah ini, dewan direksi harus cepat buat keputusan.
Mau pindah sekolah sekarang juga bisa dilakukan.
Guru tak bisa disalahkan karena kecelakaan ini, Nyonya He...
Aku sangat yakin pada kemampuan guru-guru kami dalam mengajar.
Aku harap media mau memberi sedikit ruang untuk sekolah kami.
Biarkan kami tangani masalah ini.
Angka siswa bunuh diri semakin meningkat, banyak pihak menuduh sekolah penyebabnya.
Banyak yang berkomentar soal pendidikan di Hongkong.
Sebenarnya...
Kami terus menerima masukan dan akan terus membenahi diri.
Kali ini terjadi kasus bunuh diri di sekolah Tak Chi.
Ku pikir ini adalah kasus pribadi saja.
Kami akan terus selidiki untuk menemukan fakta.
Cara mendidik dari wali kelas mereka mungkin berhubungan dengan kasus ini.
Kami akan adakan sebuah interogasi pada guru ini.
Semoga bisa menemukan alasan dari kasus ini.
Guru Chen, kali ini kami mau menguji apa kau masih layak untuk menjadi guru.
Kau sering tak mengajar sesuai dengan mata pelajaran...
Cara mendidikmu sangat berbeda sekali dengan kurikulum kami.
Media memberitakan, kau pernah terlibat dalam pertarungan.
Sebagai guru, kau bahkan tak bisa menjaga hidupmu sendiri...
Bagaimana bisa mendidik murid-muridmu?/ Kau baru setahun mengajar...
Sudah ada muridmu yang bunuh diri, bagaimana kau jelaskan ini?
Tidak, aku tak ada penjelasan.
Ku pikir kita tak perlu buang waktu untuk membahas apa aku layak jadi guru atau tidak.
Benar, kan?
Ada 19 kasus, di tahun 2014.
Tahun 2015 meningkat jadi 33 kasus.
Tahun 2016, 33 kasus terjadi hanya dalam waktu 8 bulan.
Setiap tahun di Hong Kong banyak siswa yang bunuh diri...
Menurutmu masalah ini muncul dari murid?
Atau dari orang tua atau guru?
Atau dari sistem pendidikan kita sendiri?
Bukankah itu yang harus kita bahas?
Bagaimana menghindari hal yang sama terulang kembali?
Coba buka halaman 30.
Soal nomor tiga ini lebih mudah di mengerti.
Guru Chen sudah kembali!
Guru Chen.
Kalian mau kemana?
Minggir...
Guru Chen.
Guru Chen?
Di mana Guru Chen?
Guru Chen sudah pergi.
Kasus sebesar ini, memang dia masih bisa jadi guru?
Guru Chen!
Guru Chen!
Guru Chen!
Jangan pergi, Guru Chen!
Guru Chen!
Guru Chen!
Cepat kembali ke kelas!
Jangan pergi!
Jangan pergi, Guru Chen!
Jangan pergi, Guru Chen!
Ingatlah! "You Can Do It."
Jangan biarkan dia pergi.
Cepat kejar!
Guru Chen!
"Monyet-monyet" ini akhirnya bisa diajari juga...
Meskipun karena itu dia harus kehilangan pekerjaannya.
Sebagus apapun yang dia lakukan sia-sia saja. Untuk apa?
Guru Chen...!
Coba pikirkan bagaimana agar Guru Chen bisa kembali jadi wali kelas kita.
Kini publik justru menganggap guru Chen adalah guru jahat, efek buruk pada kalian.
Maka kalian harus membuat publik tahu jika Guru Chen guru yang baik.
Jadi caranya, ujian DSE tahun ini kalian harus dapat nilai bagus.
Masalah di sekolah biar guru yang tangani.
Kalian tak usah khawatir, cukup belajar yang baik.
Jika ada masalah, datang padaku.
Para orang tua, kalian tenanglah.
Tenang dulu.
Dengarkan aku.
Dengarkan aku, oke?
Aku tak berharap pertemuan orang tua hari ini bisa mengubah pemikiran kalian.
Tapi aku berhak untuk meminta sebuah keadilan bagi sekolah Tak Chi.
Tak usah bicara lagi!
Jangan pergi.
Orang tua murid sekalian, sekolah Tak Chi masih ada sampai hari ini.
Aku sebagai Kepala Sekolah...
Adalah yang bertanggung-jawab paling besar.
Tapi aku mohon, kalian berikan sedikit waktu.
Dengarkan pendapat guru-guru kami bagaimana proses mengajar mereka.
Setelah mendengar, kalian tetap tak ada keyakinan pada sekolah Tak Chi...
Aku Lin Quoqiang bersedia mundur selamanya dari dunia pendidikan!
Sekarang orang tua sekalian bisa melihat diagram ini...
Ini adalah arah mengajar dari sekolah Tak Chi kita.
Kami berpusat pada hasil dari murid sebagai intinya.
Metode ini akan mendorong siswa...
Lebih giat belajar dan menuntun mereka ke arah yang tepat...
Agar menjadi siswa yang baik.
Jika kita guru saja menyerah...
Bukankah mereka akan lebih pasrah pada dirinya?
Kita di bidang pendidikan harus ada keyakinan...
Semua yang diajarkan harus bisa bermanfaat.
Ini adalah misi dari sekolah kita.
Bayangkan Masa Depan Dan Rangkul Budaya Kita.
Kalian punya masalah dalam Bahasa Inggris? Tanyakan saja padaku.
Aku takkan tanya ke Bapak. Bapak guru olah raga, kan?
Aku mengajar olahraga karena aku suka waktu pulangnya tepat.
Hari ini, aku lebih suka membantu les kalian.
Aku dulu kuliah jurusan Bahasa Inggris, sekarang aku bantu kalian hadapi DSE.
Yang ini Grammar-nya salah.
Ini adalah "the"...
Bukan "a", ayo diubah.
Maaf./ Ayo baca bersama!
"To be or not to be, that is the question."
"To be or not to be, that is the question."
"Bravity is the soul of we."/ "Bravity is the soul of we."
Jika murid sekolah Tak Chi dapat nilai bagus dalam ujian DSE...
Maka akan dapat perhatian yang lebih besar.
Mereka akan berhasil lewati masalah ini.
Kau dengar itu tidak?
Proyek kita sudah tak bisa di undur lagi.
Bos, kau tak apa-apa?
Kau tenang saja, aku yang bereskan.
Itu katamu!
Untuk sekolah Tak Chi, kau tak suruhpun aku tetap bereskan!
Bantu aku dapatkan nomor ponsel Chen Xia.
Kau baru datang, lihat Guru Chen tidak?
Dia bilang jam 1./ Di mana dia, ya?
Tak ada, di sekolah tak ada orang.
Tak tahu Guru Chen kemana.
Yang lain dimana?/ Di kelas.
Di bawah tak ada juga./ Tunggu di kelas saja.
Bagaimana, sudah ketemu?
Tidak, tak ada dia.
Jadi bagaimana?
Atau kita ikut ujian dulu, aku khawatir tak sempat.
Kita jalan saja dulu.
Tunggu 5 menit lagi.
Ya, guru Chen biasa tepat waktu, kita kirim pesan lagi untuknya.
Ya, paling 5 menit lagi.
Pesan itu aku yang kirim, murid-murid sekalian...
Hari ini kalian tak perlu ikut ujian.
Ayo jalan, kenapa lambat sekali?
Hei, jangan merokok di sekolah.
Ayo jalan!
Serahkan ponsel kalian.
Cepat!
Hati-hati rusak!
Keluarkan kami!
Kami harus ikut ujian.
Hei, tak mau lepaskan, kami lapor polisi!
Mau lapor polisi? Memang kau masih punya ponsel?
Kau punya solusi apa, bos?
Mau bagaimana lagi?/ Tunggu sampai kapan?
Ujian sudah mau mulai.
Tunggu aku bertarung dengan mereka!
Benarkah?
Aku cuma bercanda.
Jangan merokok di sekolah!
Wah, itu Guru Chen!
Kalian semua baik-baik saja?
Awas dibelakangmu!
Sekarang aku ajari pelajaran terakhir, jurus lindungi diri.
Ayo, maju!
Kejar!
Hebat sekali!
Kalian pergi ke tempat ujian, cepat!
Cepat! Cepat! Cepat!
Ayo cepat!
Weicong!
Kartu ujianmu.
Mati saja kau!
Kenapa kau kemari?
Kau mau patahkan tanganku lagi?
Seperti kau patahkan tangan kananku?!
Aku tak pernah berutang padamu, Chen Xia!
Tanganku.
Siswa Luo Jianying, juara 2 taekwondo.
Juara utama, siswa Chen Xia.
Siswa Chen Xia!
Siswa Luo selain dapat juara 2 dari taekwondo...
Dia juga juara pertama dalam kompetisi piano.
Terlalu sering latihan piano, jarang berlatih tinju!
Sekarang kau dipermalukan!
Kau lihat apa! Tanganmu sudah patah!
Mana bisa ikut kompetisi piano? Ayo pergi!
FESTIVAL MUSIK SEKOLAH HONG KONG 1992.
Luo Jianying?
Sekolah Tak Chi bukan kau yang tentukan!
Kau dulu sudah merusak mimpiku di sini.
Sekarang...
Jangan harap kau bisa lakukan lagi!
Kau suka mengajar?
Sekarang aku yang ajari kau!
Di dunia ini yang ada hanya uang, kekuasaan dan siapa yang paling kejam!
Sebenarnya aku selalu ingin mencarimu.
Aku tahu, aku berutang satu kata padamu.
Maafkan aku.
Aku sangat suka bermain piano!
Ujian pendengaran segera dimulai.
Sekarang akan di putar Yin Haiguang.
Hidup ini harus punya mimpi...
Jika tidak, bukankah hidup ini sangat miskin?
Sekarang kita sudah punya mimpi.
Tapi setelah di masyarakat mungkin saja semua berbeda.
Saat itu, semua mengejar mimpi masing-masing.
Semua tekanan dan ujian...
Akan mengubur semua mimpi-mimpi besarmu.
Kenyataan yang akan menguji kita.
Mimpi-mimpi kita...
Menghadapi kenyataan, kebaikan dan keindahan akan hilang...
Di belahan dunia manapun sama.
Apakah kita bisa bertahan terletak pada kunci ini.
Sekarang waktunya untuk menguji diri kita sendiri.
Nenek!
Nenek!
Nenek!
Kenapa tergopoh-gopoh?
Apa?
Pemberitahuan Giliran Rumah.
Kita bisa pindah.
Benarkah?
Rumah yang baru.
Itu dia./ Berhenti dulu, aku mau tanya.
Pak Polisi, aku tak tahu apa-apa.
Aku mau tanya, kapan kau ada lagu baru?
Kami semua suka mendengar kau menyanyi.
Oke, aku segera rekaman.
Bagus, cepatlah.
Apa ini?
Punyamu.
Formulir Permohonan Ujian SIM.
Lihat apa?
Selesai sarapan kita serahkan permohonannya.
Ini mobilmu.
Setelah punya SIM baru boleh menyetir.
Terima kasih, Ayah.
Sudah, jangan bercanda terus.
Mukaku jadi berminyak.
Adik...
Nanti kau pergi daftar ujian lagi. Ayah kerja tak bisa pergi.
Kau makan kenyang untuk ayahmu.
Ayah, aku janji tahun depan aku pasti bisa berhasil ujian saringan masuk.
Kau sendiri yang bilang, ya?
Atasan Huang.
Sudah lama menunggu?
Tidak.
Apa Departemen Pendidikan putuskan dana bantuan sekolah tak berubah?
Maaf...
Departemen Pendidikan memutuskan untuk batalkan permintaan kalian.
Apa yang sekolah kami bisa lakukan agar Departemen Pendidikan bisa merubah ini...
Departemen Pendidikan sudah putuskan untuk pertimbangkan permintaan sekolah.
Tahun depan sekolah kalian dapat tambahan dana sebesar 20%, oke?
Dan juga...
Toilet dan AC akan di perbaiki agar tak kepanasan di musim panas.
Cepatlah, bulan 9 sudah masuk tahun ajaran baru, oke?
Ya, ya. Aku tahu.
Mantap!
Selamat pagi, murid sekalian.
Selamat pagi, Guru Liang.
Mau berikan kertas ujian percobaan?
Kami sudah dapat./ Tidak.
Ini formulir pendaftaran kegiatan ektra kurikuler.
Guru ingin tahu, kalian ke sekolah selain ujian, punya hobi apa saja?
Masih banyak kegiatan lain di luar sana, kalian tahu?
Selamat pagi, Guru Bin.
Mulai hari ini, panggil aku atasan guru.
Jika tidak, akan ada hukuman yang berat!
Kepala Sekolah di sini mengumumkan, AC di kelas kalian sudah diperbaiki.
Jadi saat sekolah pakailah sweater, jangan sampai masuk angin atau sakit.
Murid sekalian.
Selamat datang di kelasku!
Ry@Di, Samarinda, 11 Oktober 2018 https://subscene.com/u/911405
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.