All language subtitles for Indonesia.ind

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Downloaded from YTS.MX

Official YIFY movies site: YTS.MX

Audzubillah

himinasyaitonirojim.

Bismillahirrahmanirrahim.

Wa lillahi

mulkus-samawati wal-ard,

Wa ilallahil-masir.

Audzubillah himinasyaitonirojim.

Bismillahirrahmanirrahim.

Fa qatilu auliya`asy-syaiṭan.

Astagfirullahaladzim. Ya, Allah.

Demi iblis,

aku bersumpah.

Kau akan tersiksa

atas rasa bersalahmu.

Alif.

Tolong Alif.

Tolong Alif.

Astagfirullahaladzim.

As Su'ala.

Laknatullah.

Alhamdulillah.

Di subuhlah, kau akan mendapatkan rezeki.

Di subuhlah,

kau menemukan jalan keluar.

- At… - At-Talaq.

Ayat dua sampai tiga.

Aku tahu itu.

Istigfar, Qodrat.

Hampir tiga tahun,

Allah memberikanmu berkah

untuk bangun tiap subuh.

Aku tak pernah meminta dibangunkan.

Aku juga tak pernah meminta dikeluarkan dari neraka ini.

Qodrat.

Puluhan tahun aku berada di sini.

Hanya kau,

napi yang mendapatkan remisi.

Sebentar lagi kau akan keluar.

Seharusnya,

berkat ini dapat mengingatkanmu,

- bahwa Allah… - Aku tak punya apa pun di luar sana.

Setelah Azizah,

lalu Alif.

Dia mengambil semua yang aku miliki.

Tolong!

Tolong!

Sudah kukatakan.

Kau akan menderita

sepanjang hidupmu.

Satu-satunya cara

untuk keluar dari neraka ini, Qodrat,

adalah di dalam kantong mayat.

As Su'ala!

Qodrat.

Tolong!

Tolong!

Astagfirullah.

- Tahan dia. - Lepaskan.

Cepat!

Bangun, Qodrat.

Bangun, Qodrat.

Allahu Akbar.

Allahu Akbar.

Asyhadu allaa

illaaha illallaah.

Asyhadu allaa

illaaha illallaah.

Asyhadu anna

Muhammadar rasuulullah.

Asyhadu anna

Muhammadar rasuulullah.

Hayya 'alashshalaah.

Hayya 'alashshalaah.

Hayya 'alalfalaah.

Hayya 'alalfalaah.

Allahu Akbar.

Allahu Akbar.

Laa ilaaha

illallaah.

Mama!

Mama!

Ayo!

Tanzilal 'azizir rahim.

Litunzira qaumam ma unzira

aba'uhum fa hum gafilun.

Laqad haqqal-qaulu 'ala

aksarihim fa hum la yu'minun.

Inna ja'alna

fi a'naqihim aglalan

fa hiya ilal-azqani fa hum muqmahun.

Wa ja'alna mim baini aidihim

saddaw wa min khalfihim

saddan fa agsyainahum fa hum la yubsirun.

Ibu, ayo cepat!

Ayo.

Terima kasih.

Bagaimana dengan Jihan?

Penyakitnya makin aneh.

Wajahnya makin pucat.

Badannya panas.

Dia tak pernah mau makan.

Dia selalu terbangun, dan berteriak kesakitan saat malam.

Jika bukan karena dibantu olehmu

dan ibu-ibu yang lain,

aku tak tahu harus melakukan apa lagi.

Tanti.

Aku

selain untuk mengikuti pengajian kemari,

aku ada perlu denganmu.

Maaf, Tanti.

Aku perlu menagihkan utangmu dengan almarhum suamiku.

Aku sudah tiga bulan tidak membayar uang sekolah anak-anakku.

Kebun juga tidak menghasilkan.

- Cuaca tidak panas. - Yasmin!

Bukan hanya kau.

Semua orang di desa ini juga tak ada yang panen.

Jihan!

Jihan, Bu!

- Jihan. - Jihan.

Jihan!

Jihan!

Jihan!

Astagfirullahaladzim.

Jihan.

Berhenti, Nak.

Lihat Ibu, Nak. Berhentilah. Kasihani Ibu, Nak.

Jihan, berhentilah.

Sudah, Nak.

Ini Ibu, Nak.

Sudah, Anak Ibu.

Sudah, Jihan.

Astagfirullahaladzim.

Jihan. Sudah, Nak.

Hentikanlah.

Sudah, Jihan.

Kasihani Ibu.

Ya?

Jihan?

Jihan.

Jihan.

Jihan.

Jihan!

Jihan.

Jihan!

Astagfirullah.

Satu,

dua.

- Terkena. - Bagaimana?

- Baik-baik saja, 'kan? - Baik-baik saja.

- Tentu saja. - Ayo bangun.

Lihatlah. Tak sakit, 'kan?

Asalamualaikum.

Siapa kau?

Sembarangan kau masuk ke sini.

Maaf jika aku mengganggu.

Ustaz Qodrat.

Masyaallah.

Jafar.

Kapan kau dibebaskan?

Aku dapat remisi.

Kalau begitu, syukurlah.

Jafar.

Kenapa pesantren seperti ini sekarang?

Di mana Kiai Rochim?

Semenjak kau pergi,

sebenarnya keadaan Kiai Rochim masih baik-baik saja.

Bahkan setiap kali kami mendengar tentangmu,

Kiai pasti tersenyum bangga.

Hingga

saat kematian Alif tiga tahun yang lalu.

Kami semua yakin,

itu bukanlah kecelakaan biasa.

Setiap hari Kiai Rochim berzikir.

Salat tahajud untukmu.

Hingga dia melupakan diri sendiri.

Lalu, suatu hari,

tanpa alasan yang jelas,

Kiai Rochim jatuh sakit.

Desa dan penduduk di desa juga mulai mengalami gangguan.

Mulai dari panen yang diserang hama,

banjir,

wabah penyakit,

hingga

gangguan gaib.

Apakah serangan-serangan ini berhubungan dengan penyakit Kiai Rochim?

Aku juga tak tahu.

Apa yang terjadi, Qodrat?

Kau dan kemampuanmu yang luar biasa.

Yang tak pernah gagal melakukan rukiah.

Bahkan sudah banyak orang selamat yang kau tolong.

Lalu, inikah hasilnya?

Dosa apa yang kau buat?

Hingga Alif yang harus jadi korban.

Ustaz.

Aku harus pergi.

Kau

tidurlah di pesantren.

Ya.

Maafkan aku, Guru.

Bu.

Alif sudah kenyang.

Makanannya enak.

Ada apa dengan Ibu?

Tak apa-apa.

Ibu rindu dengan Alif.

Kenapa Ibu sedih jika rindu padaku?

Tersenyumlah.

Benar, seperti itu.

Bu, kenapa Kak Asha belum pulang?

Itu tandanya,

Ibu yang menemani aku bermain.

Setelah makan, kau harus tidur.

Kalau begitu,

aku bermain dengan Ayah saja.

Ayah.

Di mana, Ayah?

Alif.

Tidurlah, Alif.

Siapa namanya, Ayah?

Ayah bersama dengan siapa di sana?

Alif.

Apa yang kau lakukan?

Aku sedang bermain dengan Ayah.

Jangan bermain seperti itu jika kau rindu dengan Ayah.

Asalamualaikum.

Waalaikumsalam.

Dari mana saja kau?

Aku sudah meminta izin pada Ibu.

Aku pergi ke kebun dahulu, lalu pulang.

Tapi tidak sampai malam seperti ini.

Kau tahu bagaimana keadaan desa saat ini.

Sudahlah, Bu. Jangan terlalu berlebihan seperti orang-orang.

Asha.

Jihan meninggal tadi siang, Asha.

Ibu tadi ke sana karena kami diminta…

Bu.

Aku sudah mengatakan bahwa Jihan sakit.

Dia butuh dokter, bukan jampi-jampi.

Istigfar, Asha.

Itu doa, bukan jampi-jampi.

Memangnya apa itu jampi-jampi?

Alif sudah makan?

Kalau begitu, sekarang tidurlah.

Kakak masih ingin mengobrol dengan Ibu.

Mengobrol atau bertengkar?

Mengobrol.

Terlihat seperti bertengkar.

Sudah, tidurlah.

Kondisi desa ini sedang memprihatinkan, Asha.

Panen gagal,

banyak yang jatuh sakit,

lalu Alif.

Kau tahu?

Dia suka berbicara sendirian dengan lemari.

Dia berkata sedang bermain dengan Ayah.

Sekarang kita hanya bertiga, Asha.

Ibu hanya memilikimu dan Alif.

Aku tahu, Bu.

- Tapi bukan berarti kita harus… - Alif.

Aku percaya semua akan menjadi jauh lebih baik.

Alif butuh harapan, bukan ketakutan.

Kita butuh uang.

Karena itu, Ibu terus berusaha mencari uang.

Untuk sekolahmu dan Alif.

Agar kau bisa berkuliah di kota.

Agar kita tidak perlu menjual kebun peninggalan Ayah.

Kau bilang apa? Kehidupanmu seperti penjara?

Pasti, Bu.

Semua masalah pasti memiliki jalan keluar.

Tapi kita tak boleh berdiam saja.

Kita tak boleh kalah dari rasa takut…

Kau lupa apa yang terjadi karena harapan dan keberanian hidupmu?

Ya, Bu.

Keluarga kita tak utuh karena aku, 'kan?

Alif cacat kaki karena aku, 'kan?

Jika tahu…

- Alif! - Alif!

Alif.

- Bu. - Alif.

Alif.

Ayo kita pindahkan, Bu.

- Alif. - Alif.

Alif.

Asha, badannya panas.

Alif.

Akan kubawakan kompresan, Bu.

- Sekalian buatkan teh panas, Asha. - Ya.

Alif.

Bangunlah, Nak.

Nak, ini Ibu. Bangunlah. Alif.

Alif, dengar Ibu?

Bukalah matamu, Nak.

Alif.

Alif.

Kemarin Kakak pergi ke kebun karena merindukan Ayah.

Alif, lihatlah.

Kakak menggambar ini.

Dahulu, Ayah suka bercerita

bahwa halaman luas ini untuk Alif bermain.

Alif masih panas, Asha?

Masih, Bu.

Berangkatlah. Kau akan terlambat nanti.

Asha.

Ibu…

Aku juga, Bu.

Aku juga.

- Asalamualaikum. - Waalaikumsalam.

Di mana lemariku?

Lemarinya

Ibu pindahkan ke gudang.

Nanti kita beli yang baru, ya?

Lihatlah, Alif.

Ibu sudah memasakkan ini.

Ayo dimakan.

Kenapa kau seperti itu?

Bilang saja jika kau tak ingin makan.

Baiklah. Ibu buatkan makanan kesukaanmu, ya?

Istirahatlah.

La ilaha illallah.

Subhanallah walhamdulillah walailaha illallah.

Subhanallah…

Di mana Alif?

- Ada apa, Bu? - Di mana Alif?

Bagaimana aku tahu? Dia tak bersamaku.

Alif.

Alif!

Alif.

Alif!

Alif.

- Alif. - Sungguh?

Alif tidak berbohong.

Alif.

Alif ingin ikut dengan Ayah.

Sungguh.

Kita bermain saja.

Alif ingin ikut dengan Ayah.

Apa yang kau lakukan di sini?

Ibu dan Kak Asha mencarimu ke mana-mana.

Ayah bilang

Alif tak membutuhkan orang lain lagi.

Alif, hentikan.

Asalkan aku menurut,

Ayah berkata bahwa aku dapat berjalan lagi.

Ayah sudah tidak ada.

Ayah sudah meninggal.

Jangan berbicara jelek tentang Ayah!

Alif!

Alif, ini Ibu!

Ini Ibu, Nak!

Ayah sudah meninggal, Alif!

Tutup mulutmu, Perempuan Laknat!

Astagfirullah!

Bu! Alif!

Kenapa Alif dikuncikan?

- Alif! - Jagalah.

Jangan sampai Alif keluar!

- Kenapa Alif ditinggalkan? - Tunggu Ibu pulang!

Alif!

Asalamualaikum!

Asalamualaikum.

Tolong!

- Tolong.- Waalaikumsalam.

- Tolong. - Tunggu sebentar.

Aku perlu bertemu dengan Ustaz Jafar.

Tenanglah.

Istigfar.

Kenapa Ibu terluka seperti ini?

Di mana Ustaz Jafar?

Ustaz Jafar sedang pergi ke luar, tak tahu ke mana.

Apakah kau Ustaz?

Anakku kerasukan. Tolong rukiahkan dia, Ustaz.

Tolong.

- Tolong. - Maaf, Ibu.

Ibu bisa kembali lagi jika Ustaz Jafar pulang.

- Permisi. - Aku bisa membayarmu!

Aku sudah mengatakannya.

Kau bisa kembali lagi jika Ustaz Jafar sudah pulang.

- Tolong, Ustaz. - Silakan.

- Aku tak dapat kehilangan anakku. - Aku akan menyampaikan pada Uztaz Jafar.

Tolong Alif, Ustaz!

Tolong Alif.

Bukakan!

Bukakan pintunya!

Apa salah Alif, Kak?

Kenapa Kak Asha jahat?

Kakak seperti Ibu.

Ibu yang menguncimu, bukan Kakak.

Bohong!

Kakak memang ingin mengunciku di gudang, 'kan?

Kakak dan Ibu selalu pergi meninggalkanku sendirian di rumah.

Tidak, Alif. Kakak sayang padamu.

Jika sayang,

kenapa Kakak memilih untuk tidak merayakan ulang tahun dengan keluarga?

Hingga aku harus menemani Ayah untuk berkeliling mencari Kakak.

Tidak. Kakak sayang padamu.

Jika sayang,

kenapa Kakak membuatku cacat?

Jika sayang,

kenapa kami dibiarkan celaka malam itu?

Yang dikatakan Ayah itu benar.

Kak Asha dan Ibu

sudah tidak sayang lagi padaku.

Ayah sudah tidak ada, Alif!

Ada.

Kak Asha tidak percaya?

Kemari. Lihatlah sendiri.

Alif.

Ke sini, Kak.

Ayo ke sini.

Katanya sayang Alif.

Alif, ayo keluar.

Kita pulang ke rumah.

Tidak mau!

Alif ingin bermain dengan Ayah saja.

Dengarkan Kakak!

Keluar sekarang!

Boleh.

Tapi, kembalikan dahulu kakiku!

Benar, di sini.

Tidak.

Di sini bagus.

Ini bagus.

Ini bagus.

Astaga, Bu.

Sudah ketahuan.

- Selamat ulang tahun, Kak. - Selamat ulang tahun, Asha.

Selamat ulang tahun, Asha.

Ayah baru saja akan menjemputmu bersama dengan Alif.

Rupanya anak cantikku sudah pulang terlebih dahulu.

Ada apa, Nak?

Kemarilah. Cerita pada Ayah.

Sudahlah, Nak.

Sudahlah.

Semoga Asha semakin pintar dan dewasa.

Bisa menjadi pelukis yang hebat dan terkenal.

Lalu, semakin sayang padaku.

Lalu,

semoga kita bisa terus bersama.

Supaya Ayah bisa selalu merayakan ulang tahunmu.

Selalu, Ayah.

Tapi sekarang,

potong dahulu kuenya.

Supaya semua doa dan harapan kita

terkabul.

Ada apa, Nak?

Entahlah. Tiba-tiba tanganku sakit.

Jika tak apa-apa,

ayo potong kuenya, Kak.

Ayo. Dicoba lagi.

- Tapi sakit. - Tidak apa-apa.

Pelan-pelan saja.

Bu.

Ayah akan membantumu.

Jangan berhenti, Asha.

- Sakit, Ayah. - Teruskan.

- Bu. - Teruskan!

Kau tak mau Ayah pergi lagi, 'kan?

Kau tak mau kehilangan Ayah lagi?

Kalau begitu,

potong!

Potong!

Potong!

Potong!

Nak.

Asha.

Bu.

Ibu.

Asha.

Bu!

Ibu!

Astagfirullahaladzim.

Alif, Asha…

Sakit, Ayah.

Bismillahirrahmanirrahim.

La haula wala quwwata illa billah.

Asha.

Bu.

Tahan, Asha.

Tahan, Asha.

Astagfirullahaladzim.

- Ya, Allah. - Alif.

Astagfirullahaladzim.

Siapa namamu?

Alif.

Siapa namamu?

Sebut namamu!

Munafik kau, Keturunan Adam.

Kau sebut asma Allah.

Tapi kau tak beriman kepada-Nya.

Kau bersujud kepada Allah.

Tapi kau mempertanyakan kuasa-Nya.

Alif.

Audzubillahiminasyaitonirojim.

Bismillahirrahmanirrahim.

Allazina amanu yuqatiluna fi sabilillah,

wallazina kafaru yuqatiluna fi sabilit-taguti

fa qatilu auliya`asy-syaitan.

Derajatmu lebih rendah dariku!

Ingat! Rumah orang munafik

hanya di neraka jahanam.

…inna kaidasy-syaitani kana da'ifa.

Sekali lagi,

sebut namamu.

Khadaab.

Apa agamamu?

Dajjalul Mustafan.

Hanya kepada iblis aku menyembah.

Astagfirullahaladzim.

Alif!

Subhan Allah, wal-hamdu lillah, wa la ilaha illa Allah, wa-Allahu akbar.

Islamlah kau.

Atas izin Allah,

keluarlah dari tubuh anak ini.

Audzubillahiminasyaitonirojim.

Bismillahirrahmanirrahim.

Ya ma'syaral-jinni wal-insi inistaṭa'tum an tanfuzu min aqtaris-samawati wal-ardi

fanfuzu, la tanfuzuna illa bisultan, Fa bi`ayyi ala`i rabbikuma tukazziban.

Tunggulah.

Sebentar lagi akan datang

yang lebih kuat.

Yang akan terus memurtadkan

umat Muhammad!

Laa haula walaa kuwata illa billah.

Alif.

Alif.

Terima kasih, ya, Allah.

Tugasku sudah selesai.

Terima kasih,

Ustaz…

Qodrat.

Namaku Qodrat.

As Su'ala.

Tolong Alif, Yah.

Ibu!

Asha!

Ya, Allah.

Ya, Allah.

Asha!

Cepat panggil Ustaz Qodrat!

Ibu!

Bu.

Ibu, ini Alif.

Bu.

Selamat malam.

Aku datang untuk Alif.

Tunggu!

Jafar?

Di mana Alif?

Alif!

Alif!

Alif!

Hai, Pak Ustaz.

- Apa yang kau inginkan? - Aku harus bertemu Alif.

- Qodrat. - Tak ada waktu lagi.

- Jafar. - Mari berbicara di luar.

Jafar, tak ada waktu lagi.

- Aku harus menolong Alif. - Alif…

- Aku harus menolong Alif. - Sekarang tanggung jawabku.

Jafar, kau tak tahu siapa yang kau hadapi.

Dia ahli sihir.

Keturunan langsung dari iblis.

As Su'ala.

Jafar.

Lihatlah Alif.

Lihatlah.

Dia memakan iman kita, Jafar.

Nyawa kita hanya mainan untuknya.

Jin yang kuusir dari tubuh Alif

hanya salah satu budak As Su'ala.

Jafar, tolonglah.

Biar aku yang merukiah Alif.

Qodrat, aku yang biasa merukiah warga di Desa Kober ini.

Aku yang lebih mengetahui masalah ini…

Tapi dia jin kafir yang membunuh anakku!

Dia juga mencoba membunuhku di penjara.

Lalu, sekarang dia ada di Desa Kober.

Tolong.

Justru itu aku tak membutuhkan bantuanmu.

Lihatlah anak itu.

Alif Amri.

Bukan Alif Al Fatanah.

Sampai detik ini,

anak itu masih bernapas, Qodrat.

Janganlah membuat kesalahan yang sama.

Kau tanyakanlah pada hatimu.

Kau ingin menolong karena Tuhan

atau karena dendam yang belum tuntas.

Ashadualla ilaha illallah.

Allahumma shali a'la Muhammad.

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kenapa kami, Ustaz?

Kenapa Alif?

Istigfar, Asha.

Istigfar.

Itu yang iblis inginkan.

Keraguan kita atas Allah.

Allah Maha Besar.

Islam adalah ajaran yang sempurna.

Tapi aku dan Asha,

kita hanya manusia yang lemah.

Setiap hari kita bernapas untuk meraih surga, tapi kita lupa.

Kita tak sadar bahwa kita penuh dosa.

Apakah orang sepertiku memiliki tempat di surga?

Aku sudah mencelakakan dua orang yang paling kusayangi.

Apakah itu adalah niatmu?

Allah maha tahu apa yang kita kerjakan, Asha.

Segala yang kita kerjakan pasti ada balasannya.

Tapi bukan di pikiran kita sebagai manusia.

Kita tak berhak menduga-duga.

Allah tidak akan membebani manusia

di luar batas kesanggupannya.

La yukallifullahu nafsan illa wus'aha

laha ma kasabat

wa'alaiha maktasabat.

Kau bisa membaca Al-Quran?

Alhamdulillah.

- Untuk apa kau kemari? - Asalamualaikum, Pak.

- Asalamualaikum. - Kau orang Pesantren Kahuripan, 'kan?

Ya, betul.

Berarti kau satu kroni dengan Jafar.

Sampaikan padanya.

Anakku sudah mati.

Jadi, tak ada yang perlu dirukiah lagi di rumah ini.

Sabar, Pak.

- Ada apa ini? - Jika Jihan masih hidup,

tapi kalian tetap mengambil tanah kebun kami,

kami akan tetap mati kelaparan.

Karena kami sudah tak memiliki apa pun.

- Kau tahu? - Maaf, Pak. Tanah kebun…

Satu desa mengetahuinya.

Kalian menggunakan agama untuk nafsu serakah.

Untuk harta dan kekayaan.

Pergi kau!

Pergi kalian semua!

Desa ini kotor karenamu.

- Pak Ustaz. - Cukup, Pak.

Pergi!

Tanti.

Tanti!

Ibu!

Asha, itu Alif.

Alif.

Alhamdulillah.

- Terima kasih. - Anak Ibu sudah sembuh.

Syukurlah.

Proses rukiah Alif berjalan dengan lancar.

Sekarang Alif sudah boleh pulang.

Imbalan apa yang kau dapatkan dari keluarga Yasmin?

Ayo.

Uang?

Atau tanah dari kebun mereka?

Bualan dari warga mana yang kau dengar?

Itu fitnah.

Itu namanya pemerasan.

Itu amal jariah, Qodrat.

- Dari warga. - Itu rampok.

Mereka sendiri yang memberikannya.

Kau takkan menolong mereka jika mereka tak memberikannya.

Seperti anak Tanti.

Jika mengenai Jihan, itu hanya masalah waktu.

Ada banyak warga desa yang membutuhkan bantuan.

Jadi, siapa yang kau tolong dahulu?

Yang bisa membayar?

Jika mengenai tanah

dan kebun warga yang aku minta,

itu untuk membangun pesantren yang baru.

Masjid yang baru.

Kau sendiri yang bertanya padaku, kenapa pesantren menjadi berantakan?

Aku juga menginginkannya, Qodrat.

Aku juga ingin membuat pesantren ini kembali hidup.

Percuma saja jika pesantren ini hidup.

Jika kau membuat hidup warga desa menjadi sengsara,

mana yang lebih penting?

Bangunan pesantren ini

atau keselamatan orang banyak?

Jangan ganggu tanah dan kebun milik keluarga Yasmin.

Jangan pernah lagi kau meminta imbalan atas jasa rukiahmu.

Itu sudah menjadi kewajiban kita, Jafar.

Jangan mempermalukan Kiai Rochim.

Kobar.

Kemasi barang-barang Ustaz Qodrat.

Dia sudah terlalu suci untuk tinggal di pesantren ini.

Baik, Ustaz.

Kuda apa yang paling lelah?

Kak?

- Maaf, Alif. - Tidak.

Alif.

Maafkan Kakak tidak?

Tidak.

Maafkan Kakak tidak?

- Maafkan Kakak, ya? Maafkan tidak? - Ya, ampun.

- Maafkan, ya? - Ya.

Ampun.

Kenapa belum tidur?

Bu, itu Kak Asha.

Kenapa Kakak?

Alif.

Ini air

sudah dibacakan oleh Ustaz Jafar untuk diminum.

Dibacakan itu jampi-jampi, ya?

Doa,

bukan jampi-jampi.

Lalu, apa itu jampi-jampi?

Hai. Ucapkan bismillah dahulu sebelum minum.

Benar juga.

Bismillahirrahmanirrahim.

Asha.

Ibu perlu berbicara denganmu

mengenai biaya…

Ibu.

- Ya, Ibu periksa dahulu. - Ibu, Alif ikut!

Kau di sini saja bersama Kakak.

- Bu. - Sudah.

Tak apa, ada Kakak.

Sudah, ya.

Di mana Ibu, Kak?

Kenapa Ibu sangat lama?

Alif.

Kuda apa yang…

Tidak!

Alif, tunggu di sini.

Kak!

Kakak!

Kak!

Kak.

Ya, Alif. Tunggu sebentar.

Bu?

Bu?

Kak!

Itu Ibu?

- Bu. - Kak.

Alif, bersabarlah.

Bu.

Bu.

Kak Asha.

Itu Ibu, Kak?

Bu.

Ibu.

Asha.

Ibu.

- Aku mencari Ibu. - Cepat ke pesantren dan cari Ustaz Jafar.

- Sekarang, Bu? - Sekarang, Asha.

Baiklah.

Asalamualaikum.

Kak Asha.

Kak.

Kak Asha, di mana?

Maafkan aku, Kiai.

Aku harus pergi.

Aku malu karena tak bisa berbuat apa pun.

Qodrat.

Subhanallah.

Kiai?

Jafar.

Berhala.

Ini sudah malam.

Kiai Rochim butuh beristirahat.

- Sebaiknya Ustaz pergi sekarang. - Kiai.

- Kiai, bangunlah. - Hai!

- Di mana Jafar? - Ustaz Jafar sibuk.

Jadi, segera pergi dari sini.

Hai!

Hai!

Hai!

Pulanglah.

Selagi kalian masih bisa.

Terima kasih.

Jafar!

Aku akan memanggil mantra ini

untuk jin dan hantu.

Aku menyembah iblis

dengan sepenuh hati.

Berikan semua kekuatanmu padaku.

Aku melakukan pengorbanan ini untuk menyenangkanmu.

Jadi, tolong terimalah.

Beri aku kekuatan untuk menguasai dunia.

Dari semua

iblis, jin, dan hantu,

aku memberikan semuanya padamu.

Jiwa Alif Amri.

Ambil semuanya untuk menyelesaikan ritual.

Astagfirullahaladzim.

Selamat datang, Qodrat.

Kau sesat, Jafar!

Munafik.

Selama ini kau menyembah Allah, tapi…

Sejak kapan kau mendengar aku membacakan ayat-ayat Tuhanmu?

Bahkan aku sudah lupa

kapan terakhir kalinya aku mengucapkan kalimat basmalah.

Selama ini kau hidup dari pesantren dan Kiai Rochim.

Ini balasanmu?

Jika hanya hidup,

tikus got juga hidup, Qodrat.

Minumlah darah ini.

Ikutlah bersamaku.

Kita sembah As Su'ala.

Najis.

Satu kali lagi.

Ikut denganku.

Sembah As Su'ala.

Atau kupaksa kau menyembah As Su'ala.

Iyya kana'budu wa…

Iyya kanasta'in.

Hanya kepada Allah, aku menyembah.

Hanya kepada Allah, aku memohon pertolongan.

Berarti memang sudah kodratmu untuk mati di tanganku.

Ustaz!

Apa yang akan Ibu lakukan?

Kenapa aku tidak bisa bergerak?

Bu.

Bu, kenapa aku tak bisa bergerak?

Ibu, hentikan.

Tolong.

Bu!

Ibu!

Ibu.

Asha.

Di mana Alif, Bu?

Di mana Alif, Bu?

Ramalan memberitahuku.

Akan ada umat Muhammad

yang akan menghalangiku menyesatkan jiwa manusia.

Di mana Alif?

Berulang kali aku gagal membunuhmu.

Gagal meruntuhkan imanmu.

Tapi tidak hari ini.

Astagfirullah.

Asalamualaikum, Ustaz Qodrat.

Ibu.

Demi Allah.

Demi Rasulullah.

Di mana Alif?

Alif yang mana?

Yang dahulu aku patahkan lehernya?

Atau Alif yang baru saja aku kubur hidup-hidup?

Alif!

Alif!

As Su'ala.

Laknatullah.

Audzubillahiminasyaitonirojim.

Bismillahirrahmanirrahim.

Wa-ilahukum ilahun wahidun la ilaha illa huwa l-rahmanu l-rahīm.

Inna fī khalqi l-samawati wal-ardi.

Wa-ikh'tilafi al-layli wal-nahari.

Wal-ful'ki allati tajrī fi l-baḥri bima yanfa'u l-nasa…

Tobat!

Astagfirullahaladzim.

Wama anzala l-lahu mina l-samai min main

fa-ahya bihi l-arda ba'da mawtiha wabatha fiha.

Wabatha fīha min kulli dabbatin.

Watasrifi l-riyahi.

Wal-sahabi l-musakhari bayna l-samai wal-ardi.

Wal-ardi laayatin li

qawmin ya'qilun.

Bismillah.

Ustaz.

Aku lenyapkan kalian, orang saleh.

Hingga tidak ada dari kalian yang bisa salat.

Hingga lenyaplah adzan dari muka bumi!

Subhanallah wanikmal wakil.

Nikmal maula wanikman nasir.

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.

Takkan kubiarkan kau mempermainkan ayat-ayat Allah.

Audzubillahiminasyaitonirojim.

Bismillahirrahmanirrahim.

Qul uhiya ilayya annahustama'a nafarum minal-jinni.

Fa qalu inna sami'na qur'anan 'ajaba(n).

Allahu Akbar.

La ilaha illallah.

Yahdee ilar rushdi fa amannaa bihee.

Bihee wa lan nushrika bi rabbinaa 'ahada.

Ibu!

Asha.

Asha.

Di mana Alif?

Asha.

Di mana Alif?

- Alif! - Ibu!

- Alif! - Ibu!

- Ibu! - Alif!

- Tolong Alif! Asha! - Ibu!

Tolong!

Asha, buka!

Dia tak bisa bergerak! Alif!

Alif!

Anak Ibu!

Tunggu Ibu!

Tunggu Ibu!

Asha! Tolong!

Cepatlah!

Ayah datang.

Aku tahu. Ayah pasti datang untuk mencariku.

Ada apa dengan Ayah?

Aku takut.

Di sana gelap.

Ustaz.

Aku sendirian.

Ayah ikut denganku, ya?

Aku tak mau lagi pisah dengan Ayah.

Nanti kita cari Ibu di sana.

Supaya kita bisa bersama lagi.

Tolong aku, Ayah.

Tolong aku.

Tolong aku.

Ustaz.

Ayah sangat menyayangimu.

Ayah juga akan selalu rindu denganmu, Nak.

Audzubillahiminasyaitonirojim.

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahi rabbil alamin.

Arrahmanir rahim.

Maliki yaumid din.

Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in.

Ihdinas siratal mustaqim.

Semuanya milik Allah.

Siratallazina an'amta 'alaihim.

- Gairil magdubi 'alaihim. - Hanya kepada Allah, kita kembali.

Inna lillahi

wa inna ilaihi raji'un.

Manusia jahanam!

Jika aku tak bisa membinasakanmu,

akan kubuat kau kehilangan segalanya!

Qaala fabimaa aghway tanee.

La aq'udanna lahum Siraatakal Mustaqeem.

Audzubillahiminasyaitonirojim.

Aku mendatangi mereka!

- Bismillahirrahmanirrahim. - Benar kata mereka!

- Allahulaila haila huwal hayyul qayyum. - Kanan dan kiri mereka!

Kau akan menemukan mereka yang tak bersyukur!

Lahu ma fī l-samawati wamaa fī l-ardi.

Man dha alladhi yashfa'u 'indahu illa bi-idh'nihi.

Ya'lamu ma bayna aydīhim wama khalfahum.

Wala yuhituna bishayin min 'il'mihi illaa bima shaa.

Wasi'a kur'siyyuhu l-samawati wal-arda.

Wala yauduhu hif'zuhuma wahuwa l-'aliyu l-'azīm.

Atas izin Allah,

keluarlah dari tubuh anak ini.

Biarkan Allah yang menghukummu di akhirat.

La ilaha illallah

Muhammadur Rasulullah!

Allahu Akbar!

Laa haula wala quwwata illa billah.

- Alif! - Alif!

- Alif! - Alif!

- Alif! - Alif!

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

- Pelan-pelan saja, Kiai. - Hai, itu.

- Ayo. - Di mana?

Insyaallah, disehatkan.

Apakah tidak kurang lama kau tinggal di sini?

Enam bulan memang rasanya cepat, Kiai.

Asalamualaikum, Pak Kiai.

- Waalaikumsalam. - Waalaikumsalam.

- Jaga Kiai Rochim. - Baik.

Hampir setiap hari kita membereskan Pesantren Kahuripan ini.

Hingga aku lupa dengan waktu.

Sudah waktunya aku berpamitan.

Ini saatnya aku mencari tahu apa yang terjadi dengan Azizah.

Perjalananmu ini adalah amanah atas kemampuan yang diberikan Allah.

Tapi jangan pernah kau lupa dan ragu untuk pulang.

Karena kami di sini adalah rumahmu.

Insyaallah.

Lalu,

sementara ini

sebelum si jago tua ini,

biarkan si jago tua itu yang menemani perjalananmu.

Bismillahirrahmanirrahim.

Masyaallah.

Terima kasih, Kiai.

Sama-sama.

Aku pamit.

Jaga diri, ya.

Wa lam yakul lahu kufuwan ahad un.

Ustaz Qodrat!

Bu.

Ustaz Qodrat

akan kembali lagi, 'kan?

QODRAT AKAN KEMBALI

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.